Anda di halaman 1dari 12

PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN

BUDIDAYA IKAN KOI

NAMA : KADEK WAHYU GUNAWAN


NO : 27
KELAS : XI KB 3

Tahun Ajaran 2015/2016


SMK N 1 DENPASAR
Cara Budidaya Pembenihan Ikan Koi
Ikan koi merupakan jenis ikan mas atau karper, nama ilmiahnya Cyprinus caprio. Ikan ini
dihasilkan dari perkawinan silang dari berbagai macam ikan mas. Ikan koi dipopulerkan oleh
bangsa Jepang. Banyak versi yang menerangkan asal-usul ikan koi. Pada akhirnya para petani
menyadari bahwa beberapa dari ikan mas tersebut memiliki warna yang berbeda, sehingga
mereka terus memelihara dan dibesarkan. Dari situlah awal pembudidayaan ikan koi dimulai
sehingga sampai beberapa ratus tahun kemudian mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Memilih indukan untuk budidaya ikan koi
calon indukan ikan koi harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Umur ikan sudah cukup matang, lebih dari 2 tahun
2. Memiliki jenis yang sama atau mendekati, misalnya kohaku dengan kohaku
3. Bentuk tubuh ideal, dari atas tampak seperti torpedo
4. Gaya berengang tenang dan seimbang
5. Warna cemerlang dan kontras
6. Sehat, gerakannya gesit tidak banyak diam di dasar kolam.
7. Indukan jantan dan betina telah matang gonad

Pemeliharaan indukan ikan koi


1. Kolam Khusus indukan (kedalaman 1,5 meter, berukuran 4x5 meter.
2. Diisi 20 betina dan 40 jantan
3. Indukan betina dan jantan dipelihara dikolam yang berbeda, manfaatnya agar saat
dipijahkan indukan tidak perlu mengalami pemberokan lagi. Secara umum pemeliharaan
kolam indukan sama saja dengan pemeliharaan kolam pembesaran.
4. Pakan yang diberikan berupa pelet berukuran 8 mm, asumsinya ikan koi yang berumur lebih
dari 2 tahun sudah berukuran minimal 60 cm. Jumlah pakan yang diberikan sekitar 3-5%
dari bobot tubuhnya dalam satu hari. Frekuensi pemberian pakan 2-4 kali.

Pemijahan ikan koi


a. Tempat pemijahan
1. Kolam terbuat dari semen dan permukaannya diplester
2. ukuran kolam 3x6 m kedalaman 60cm dan ketinggian air 40 cm
3. Kolam harus memiliki saluran masuk dan keluar.Pada kedua saluran tersebut harus
dipasang saringan halus. Tujuannya agar tidak ada hama penganggu yang masuk ke
kolam dan telur atau larva hasil pemijahan tidak hanyut ke luar kolam.
4. Sebelum di isi air, kolam harus dijemur dan dikeringkan terlebih dahulu. Di endapkan
24 jam
5. Ikan koi senang menempelkan telurnya pada media yang ada dalam kolam. sediakan
kakaban yang terbuat dari ijuk atau bisa memanfaatkan tumbuhan air. Untuk
memperkaya kadar oksigen pasang aerotor pada kolam pemijahan.
b. Proses pemijahan
1. Setelah kolam pemijahan siap, masukkan indukan ikan koi betina terlebih dahulu.
Pemijahan biasanya berlangsung malam hari, sehingga induk betina bisa dimasukkan
pada sore hari. Biarkan indukan betina beradaptasi dengan kondisi kolam agar tidak
stres.
2. Setelah 2 hingga 3 jam, indukan jantan bisa dilepaskan di kolam pemijahan. Jumlah
indukan jantan yang dimasukkan 3 hingga 5 ekor.
3. Setelah proses pemijahan selesai, segera angkat indukan-indukan tersebut dari kolam
pemijahan. Apabila induka dibiarkan di kolam dikhawatirkan akan memakan telur-telur
tersebut. Biarkan telur-telur yang ada di kolam untuk menetas.

c. Penetasan larva
1. Telur-telur yang menempel pada kakaban atau tanaman air harus terendam dalam air.
Oleh karena itu berikan pemberat pada kakaban. Pada keadaan normal, suhu sekitar 27-
30 derajat celcius, telur akan menetas dalam waktu 48 jam.
2. Setelah telur menetas kakaban atau tanaman air bisa diangkat. Larva yang baru menetas
masih menyimpan persedian makanan yang bisa bertahan hingga 3-5 hari.
3. Pakan yang bisa diberikan pada burayak umur 5 hari adalah kuning telur yang telah
direbus. Bila ada sisa pakan segera dibersihkan.
4. Beberapa penangkar tidak menganjurkan pemberian pakan kuning telur karena mudah
membuat kolam kotor dan menyebabkan kematian massal sehingga dapatdiganti kutu
air (daphnia dan moina) yang telah disaring. Penyaringan kutu dilakukan hingga
burayak berukuran 1 cm.
5. Bila sudah lebih besar bisa diberikan kutu yang tidak disaring atau udang artemia.
Cacing sutera bisa diberikan bila ukuran burayak sudah mencapai 1,5 cm. Pemberian
pakan tersebut berlangsung hingga burayak berumur 3 minggu. Setelah itu, ikan
dipindahkan ke kolam pendederan.

d. Pendederan
1. Kolam pendederan adalah kolam untuk memelihara ikan koi hingga berumur 3 bulan.
Pada umur ini biasanya ukuran ikan koi telah mencapai 15 cm. Ukuran kolam 3×4
dengan kedalaman 40 cm bisa menampung 250-300 ekor anak ikan koi.
2. Pada fase ini, pelet sudah bisa diberikan sebagai pakan ikan. Berikan pelet berukuran
kecil berukuran 250 mikron. Satu ons pelet cukup untuk 1000 ekor ikan koi.
Pemeberian pakan dilakukan 2 kali sehari. Untuk membentuk warna berikan sesekali
cacing sutera atau udang artemia.
3. Setelah anak ikan berumur 3 bulan, bisa diberikan pelet kasar sesuai takaran. Berikan
pelet hingga ikan kenyang. Bila dalam tempo 5 menit pakan tidak dimakan dan tersisa
di kolam berarti ikan sudah kenyang. Pemberian pelet dilakukan 2-3 kali sehari.

e. Penyortiran ikan koi


1. ikan koi sudah bisa dilakukan sejak ikan berumur 1 bulan Atau kalau ingin lebih aman,
lakukan setelah ikan berumur 3 bulan.
2. Faktor-faktor penyortiran didasarkan pada ukuran badan, bentuk dan kualitas warna.
Ikan koi digolongkan berdasarkan ukurannya, kecil dengan yang kecil dan ukuran besar
dengan yang besar.
3. Sedangkan bentuk badan dipilah dari bentuk yang tidak bagus. Bentuk badan yang
bagus harus proporsional. Badannya membulat seperti peluru tidak terlalu panjang.
Siripnya simetris dan gerakannya tenang tapi mantap.
4. Pemilahan juga dilakuan terhadap ikan yang warnanya cerah dan memiliki garis batas
yang tegas. Koi yang baik memiliki batas warna yang kontras. Tidak ada gradasi warna
pada batas-batasnya. Untuk seleksi lebih lanjut terdapat standar internasional kualitas
ikan koi berdasarkan jenisnya.
PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN
BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN HIAS
BAB II

ANGGOTA KELOMPOK

KADEK WAHYU GUNAWAN [27]


I GEDE SANDIAWAN [23]
I GD BANDEM SUYASA PUTRA [11]

Tahun Ajaran 2015/2016


SMK N 1 DENPASAR
BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN HIAS
Budidaya perikanan adalah usaha pemeliharaan dan pengembang biakan ikan atau
organisme air lainnya. Budidaya perikanan disebut juga sebagai budidaya perairan atau
akuakultur mengingat organisme air yang dibudidayakan bukan hanya dari jenis ikan saja tetapi
juga organisme air lain seperti kerang, udang maupun tumbuhan air. Budidaya ikan adalah
salah satu bentuk budi daya perairan yang khusus membudidayakan ikan di tangki atau ruang
tertutup, biasanya untuk menghasilkan bahan pangan, ikan hias, dan rekreasi (pemancingan).
Ikan yang paling banyak dibudidayakan adalah ikan mas, salmon, lele, dan tilapia (sejenis ikan
nila).

Produk Pembenihan Ikan NonKonsumsi


Perikanan budidaya merupakan salah satu subsektor yang sangat potensial untuk
dikembangkan karena dapat menerapkan rekayasa teknologi sehingga dapat menciptakan
produk perikanan yang berkualitas dan berkesinambungan. Berdasarkan fungsinya, sumber
daya perikanan Indonesia terdiri atas ikan konsumsi dan ikan nonkonsumsi.Ikan konsumsi
adalah jenis-jenis ikan yang lazim dikonsumsi oleh manusia sebagai sumber pangan.

Banyak diketahui manfaat memelihara ikan hias, baik di dalam kolam maupun
akuarium. Salah satu manfaat yaitu mengurangi stres dan keletihan .Cukup meluangkan
waktu beberapa menit untuk duduk di depan kolam, rasa stres dan lelah akan hilang.

IKAN NONKONSUMSI
Arwana (Scleropages sp.)
Arwana termasuk famili Osteoglasidae, Habitat asli arwana adalah
rawa-rawa, banyak ditemukan di sungai dan rawa di Kalimantan
dan Papua. Bentuk dan penampilan arwana termasuk cantik dan
unik, tubuhnya memanjang, ramping, dan stream line, dengan
gerakan renang sangat anggun Arwana di alam mempunyai variasi
warna seperti hijau, perak, atau merah. usaha budidaya arwana
untuk pembenihan relatif mudah. Benih arwana memiliki nilai
jual yang tinggi
Koi (Cyprinus carpio)
Koi Merupakan spesies asli Kerajaan Persia, namun berkembang
pesat di Jepang dan Cina. Koi memiliki ciri khas warna yang menarik
serta variasi jenis yang beranekaragam. Secara garis besar, koi
diklasifikasikan dalam 13 kategori, yaitu kohaku, sanke, showa,
bekko, utsurimono, asagi, shusui, tancho, hikari, koromo, ogon,
kinginrin, dan kawarimono. Koi termasuk jenis ikan hias air tawar
bernilai ekonomis tinggi, baik di pasaran nasional maupun
internasional.

PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN SMK N 1 DENPASAR


Maskoki (Carrasius auratus)
Maskoki merupakan jenis ikan air tawar yang hidup di perairan
dangkal yang mengalir tenang. Maskoki memiliki tubuh yang
bulat, matanya lebar, kepala lancip, ukuran mulutnya sedang,
memiliki lembaran insang, dan memiliki sirip ekor panjang dan
lebar tanpa belahan . Maskoki merupakan salah satu ikan hias
populer dan banyak penggemarnya. Kelebihannya adalah strainnya
tidak mirip dengan aslinya. Benih maskoki memiliki nilai jual yang
relatif tinggi.

Cupang (Betta sp.)


Cupang adalah ikan air tawar yang habitat asalnya berasal dari
beberapa negara Asia Tenggara (Indonesia, Thailand, Malaysia, dan
Vietnam). Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan
cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di
kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga
golongan, yaitu cupang hias, aduan, dan liar. Cupang adalah salah
satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama, jika
ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit

PROSES PRODUKSI PEMBENIHAN


IKAN CUPANG
1. Bahan Pendukung Pembenihan Ikan Cupang
Dalam usaha pembenihan ikan hias selain SDM yang berkompeten, diperlukan
langkah untuk menentukan atau memilih bahan yang akan digunakan.
Material/bahan dan SDM tidak dapat dipisahkan, tanpa bahan-bahan tersebut tidak
akan tercapai hasil yang dikehendaki.

PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN SMK N 1 DENPASAR


2. Alat Pendukung Pembenihan Ikan Cupang
Dalam usaha budidaya ikan hias, mesin atau alat yang digunakan tidak terlalu rumit.
Beberapa mesin atau alat yang digunakan untuk keberhasilan usaha pembenihan
ikan hias di antaranya akuarium pemeliharaan sebagai tempat hidup, selang dan aerator
sebagai sumber oksigen, seser sebagai penyortiran benih, dan banyak alat-alat lain
yang digunakan sebagai alat penunjang keberhasilan pembenihan ikan hias.

3. Proses Pembenihan
a. Persiapan Sarana dan Prasarana (Media Pemijahan Indukan)
Dalam pemijahan indukan ikan, langkah utama yang harus dilakukan adalah
menyiapkan media pemeliharaan. Media pemeliharaan yang biasa digunakan dalam
pemijahan ikan cupang adalah baskom (bak plastik), botol bekas, dan akuarium.
Akuarium yang digunakan diisi dengan air yang sudah diendapkan minimal 2 hari
dengan ketinggian sekitar 8-12 cm. Kemudian akuarium diisi dengan tanaman air
seperti eceng gondok, daun ketapang, atau tanaman lainnya. Fungsi pemberian
tanaman air ialah untuk menampung busa yang dikeluarkan pejantan agar tidak mudah
hancur.

b. Pemeliharaan induk
Pemeliharaan induk bertujuan untuk menumbuhkan dan mematangkan gonad (sel
telur dan sperma). Penumbuhan dan pematangan ikan dapat dipacu melalui
pendekatan lingkungan, pakan, dan hormonal. Pada pendekatan lingkungan media
hidup dibuat seoptimal mungkin sehingga nafsu makan meningkat di dalam wadah
pemeliharaan.

c. Pemijahan Induk
Pemijahan induk adalah proses pembuahan telur oleh sperma. Induk yang telah
matang gonad berarti telah siap melakukan pemijahan. Proses pemijahan dapat
berlangsung secara alami dan buatan.

PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN SMK N 1 DENPASAR


Proses pemijahan ikan cupang dilakukan dengan cara berikut:
1) Masukkan jantan ke wadah perkembangbiakan.Betina dan jantan dibiarkan saling
mengenal dan melihat terlebih dahulu, namun di tempatyang berbeda agar ikan jantan
menyiapkan busa yang cukup untuk menampung telur-telurnya
2) Berikan penutup pada bagian atas wadah pemijahan, untuk mencegah busa terkena
getaran dan angin yang menyebabkan tempat peletakan telur menjadi rusak. Pada tahap
ini, tunggu 1-2 hari sampai terlihat kumpulan busa yang cukup untuk menampung telur
(bergantung pada pejantan).
3) Setelah dua hari, perhatikan busa yang dihasilkan oleh pejantan, apabila busa sudah
banyak, berarti sudah siap untuk berkembang biak. Betina digabungkan dengan
pejantan (hati-hati pada waktu mengangkat toples dari wadah agar busa tidak
terlalu banyak yang pecah).
4) Biarkan sekitar 1-12 jam pejantan dan betinanya saling mengenal, tergantung
kecocokan dari pasangannya. Setelah digabungkan, proses pemijahan antara jantan
dan betina berlangsung.
5) Pejantan melilit tubuh betina, dan masing-masing akan saling melengkungkan
tubuhnya. Ketika selesai, betina akan mengeluarkan telur, pejantan akan langsung
mengambil telur tersebut dengan cara meletakkan di dalam mulutnya, dan dibawa
naik, lalu telur-telur tersebut dimuntahkan ke busa-busa di atas.
6) Perhatikan telur yang dihasilkan, biasanya berada di bawah busa dan berwarna putih.
Pejantan akan menjaga telurnya dan akan mengangkut telur yang jatuh ke dasar
akuarium.
7) Apabila cupang sudah tidak melakukan proses pemijahan lagi dan pejantan
cenderung mengejar betina untuk berkelahi, segera pindahkan betina ke wadah lain.
Siapkan wadah yang sudah diisi daun ketapang ketika mengembalikan betina untuk
penyembuh luka (biasanya menggunakan melafix).

d. Penetasan Telur
Penetasan telur bertujuan untuk mendapatkan larva. Untuk itu, telur hasil pemijahan
diambil dari bak pemijahan kemudian diinkubasi dalam media penetasan pada wadah
khusus (wadah penetasan) yang berbentuk bak, tangki, akuarium, kolam Telur ikan
cupang yang berhasil difertilisasi biasanya akan menetas dalam waktu 36 – 48 jam.

e. Pemeliharaan Larva dan Benih


Setelah lebih dari tiga hari menetas, biasanya benih cupang akan mencari makan.
Makanan yang paling baik untuk burayak cupang adalah kutu air, baby brine shrimp
(artemia), atau microworm. Burayak sudah dapat berenang bebas di hari ke enam,
tetapi induk jantan tetap jangan diangkat hingga burayak berumur 3 hari.

4. Cara Merancang Produk Pembenihan Ikan


Cupang Berdasarkan Prosedur Berkarya Budidaya ikan hias biasanya dilakukan di
dalam kolam atau akuarium. caranya ialah dengan memanfaatkan botol bekas sebagai
tempat budidaya . Jika induk jantan dan betina dewasa yang sudah berumur 4
bulan dimasukkan dalam satu media, cepat terjadi perkawinan kedalam waktu 2

PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN SMK N 1 DENPASAR


bulan. Usaha ini dapat menjadi inspirasi bagi setiap orang yang ingin memiliki usaha
sendiri. Selain menjadi hiasan, ikan cupang juga dapat membasmi jentik-jentik
nyamuk.

5. Penerapan Keselamatan Kerja


Kesehatan dan keselamatan kerja pada setiap metode budidaya ikan sangat berbeda
karena target produksi dan peralatan-peralatan yang digunakan untuk mencapai
produksi juga berbeda. Pemilihan metode produksi sangat ditentukan dari
ketersediaan sarana prasarana yang dimiliki. Dibandingkan bak atau kolam,
pemeliharaan ikan hias di akuarium paling baik karena ikan dan kualitas air dapat
dikontrol secara teliti. Kebersihan alat-alat tersebut harus selalu dijaga agar tidak
menjadi sarana berkembangnya bibit penyakit yang akan mengganggu kesehatan
pekerja. Penyimpanan alat-alat tersebut juga harus diperhatikan untuk meminimalisir
terjadinya kecelakaan kerja.

Pengemasan dan Transportasi Ikan Hias

pengiriman ikan hias, selain harus tepat waktu ikan juga harus tetap hidup dan sehat
sampai tujuan. Ada 2 cara pengiriman ikan hias yaitu pengemasan dan pemberangkatan.
Keduanya harus dilakukan dengan cepat dan tepat, sesuai dengan syarat pengiriman ikan.
Untuk memperlancar pengiriman, sebelum pengemasan dilakukan, ikan harus sudah
diseleksi. Seleksinya meliputi jenis, ukuran, dan kesehatan ikan sehingga ikan yang
dikirim benar-benar hanya ikan yang sejenis, seragam, dan sehat sesuai permintaan pembeli.
ikan dikemas adalah memberokan ikan. Pemberokan adalah suatu perlakuan untuk
mengistirahatkan ikan setelah mendapat penanganan tertentu di tempat pemeliharaan agar
kondisi ikan lebih baik, dan tidak/mengurangi stres selama di perjalanan. Pemberokan
dilakukan dalam air bersih yang sudah disterilkan, selama 2-3 hari. Ikan sehat dan normal
siap dikirim.pengangkutannya selain keselamatan, tepat waktu perlu juga diperhatikan. Untuk
itu alat transportasi yang digunakan perlu dipertimbangkan. Pengangkutan dapat melalui darat,

PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN SMK N 1 DENPASAR


air, atau udara disesuaikan dengan jarak dan kemudahan pengiriman. Untuk daerah berjarak
tempuh kurang dari 24 jam, dan dapat dilalui mobil, pengirimannya dapat melalui darat.
Untuk daerah dengan pengiriman lebih dari 24 jam waktu pengiriman. dapat menggunakan
pesawat terbang. Namun apabila semua persyaratan pengiriman sudah diperhitungkan
dengan baik, keberhasilan pengiriman ikan hias terjamin. Perawatan Ikan hias mempunyai
kemampuan hidup pada lingkungan yang beragam. Faktor lingkungan hidup ikan yang
sangat memengaruhi adalah habitat/air, suhu, pH, kesadahan air, kandungan oksigen terlarut,
dan kecerahan.
Wirausaha di Bidang Pembenihan Ikan Hias
a) Perencanaan Usaha

1) Nama Perusahaan 7) Jumlah Modal yang Diharapkan dan


2) Lokasi yang Tersedia
3) Komoditi yang akan Diusahakan 8) Peralatan Perusahaan yang Perlu
4) Konsumen yang Dituju Disediakan
5) Pasar yang akan Dimasuki 9) Penyebaran Promosi
6) Partner yang akan Diajak Kerja
Sama Personil yang Dipercaya

b) Perencanaan
c) Menetapkan Tujuan
d) Inovasi
e) Pemasaran
f) Jangan mengeluh dan menyerah adalah kunci utama sukses usaha.

Kebutuhan Biaya Produksi Pembenihan Ikan Cupang ,Analisis BEP Usaha Pembenihan Ikan
CupangAnalisis BEP digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian modal atau
investasi usaha. Produksi minimal usaha harus menghasilkan atau menjual produknya agar
tidak menderita kerugian. BEP adalah suatu keadaan dimana usaha tidak memperoleh laba
dan tidak menderita kerugian (titik impas). Analisis BEP merupakan alat analisis untuk
mengetahui batas nilai produksi atau volume produksi suatu usaha untuk mencapai nilai
impas, artinya usaha tersebut tidak mengalami keuntungan atau pun kerugian. Suatu usaha
dikatakan layak, jika nilai BEP produksi lebih besar dari jumlah unit yang sedang diproduksi
saat ini dan BEP harga harus lebih rendah daripada harga yang berlaku saat ini. BEP produksi
dan harga dapat dihitung dengan rumus berikut:

PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN SMK N 1 DENPASAR