Anda di halaman 1dari 5

Sifat Koligatif Larutan - 1

1. Suatu larutan zat nonelektrolit (Mr = 60) 4. Tekanan uap jenuh air adalah tekanan yang
memiliki penurunan tekanan uap sebesar 0,2 dihasilkan dari uap jenuh di permukaan air.
kali dari tekanan uap air. Massa zat terlarut dan Apabila ke dalam air ditambahkan zat terlarut
massa pelarut pada larutan tersebut adalah .... yang nonvolatil, maka ....
(Mr H2O = 18) a. tekanan uap larutan akan lebih tinggi
a. 60 gram dan 72 gram daripada tekanan uap jenuh air murni
b. 120 gram dan 72 gram karena jumlah air yang menguap semakin
c. 30 gram dan 144 gram
banyak
d. 30 gram dan 72 gram
e. 60 gram dan 144 gram b. terjadi kenaikan tekanan uap larutan
c. tekanan uap larutan akan lebih tinggi
daripada tekanan uap jenuh air murni
karena zat terlarut akan ikut menguap
d. tekanan uap larutan akan lebih rendah
daripada tekanan uap jenuh air murni
karena zat terlarut sukar menguap
e. tekanan uap larutan akan lebih rendah
2. Di bawah ini adalah sifat koligatif larutan, daripada tekanan uap jenuh air murni
kecuali .... karena jumlah uap air pada permukaannya
a. penurunan tiitk beku berkurang
b. kenaikan titik didih
c. penurunan tekanan uap larutan
d. tekanan hidrostatik
e. tekanan osmotik larutan

5. Tekanan uap air pada suhu t°C adalah 20


mmHg. Untuk memperoleh larutan dengan
3. Pada suhu t°C tekanan uap air murni adalah 18 tekanan uap sebesar 18 mmHg, maka massa
mmHg. Jika larutan mengikuti hukum Raoult, glukosa (Mr = 180) yang harus dimasukkan ke
maka tekanan uap larutan yang mengandung dalam 16,2 gram air (Mr = 180) adalah ....
36 gram urea (Mr = 60) dalam 108 gram air
a. 27 gram
adalah ....
b. 45 gram
a. c. 36 gram
b. d. 18 gram
c. e. 9 gram
d.
e.
Sifat Koligatif Larutan - 2

1. Di antara kelima larutan berikut yang memiliki c. 24


titik didih tertinggi adalah .... d. 3
a. larutan 6,2 gram etilenglikol (Mr = 62) e. 36
dalam 200 g air
b. larutan 0,2 mol glukosa dalam 250 mL air
c. larutan 3,42 gram sukrosa (Mr = 342)
dalam 250 g air
d. larutan 6 gram glukosa (Mr = 180) dalam
100 g air
e. larutan 6 gram urea (Mr = 60) dalam 500 g
air 4. Larutan di bawah ini yang memiliki titik beku
tertinggi adalah ....
a. Larutan 3,42 gram sukrosa (Mr = 342)
dalam 250 g air
b. Larutan 6 gram urea (Mr = 60) dalam 500 g
air
c. Larutan 6 gram glukosa (Mr = 180) dalam
100 g air
2. Tetapan kenaikan titik didih molal benzena d. Larutan 0,2 mol glukosa dalam 250 mL air
adalah 2,7 K/molal. Larutan 6 gram zat X e. Larutan 6,2 gram etilenglikol (Mr = 62)
nonelektrolit dilarutkan dalam 100 g benzena, dalam 200 g air
mendidih pada suhu 1,08°C di atas titik didih
benzena. Massa molekul relatif zat X adalah ....
a. 30
b. 100
c. 50
d. 150
e. 300
5. Penurunan titik beku larutan glukosa 0,1 molal
adalah −0,18°C. Jika ke dalam larutan
ditambahkan larutan glukosa 0,2 molal dengan
volume yang sama, maka penurunan titik beku
larutan campurannya adalah ....
a. −0,36°C
b. −0,27°C
3. Titik didih larutan 12 g zat nonelektrolit dalam c. −0,45°C
air adalah 100,78°C. Berat massa yang harus d. −0,09°C
ditambahkan ke dalam larutan tersebut agar e. −0,18°C
kenaikan titik didihnya menjadi tiga kali semula
adalah ....
a. 12
b. 6
Sifat Koligatif Larutan - 3

1. Larutan yang isotonis dengan larutan yang c. 46


mengandung 18 gram glukosa (Mr = 180) d. 60
dalam 500 mL larutan adalah .... e. 30
a. 34,2 gram sukrosa (Mr = 342) dalam 200
mL larutan
b. 6 gram urea (Mr = 60) dalam 500 mL
larutan
c. 3,42 gram sukrosa (Mr = 342) dalam 100
mL larutan
d. 12 gram urea (Mr = 60) dalam 500 mL
larutan 4. Suatu larutan X gram glukosa (Mr = 180)
e. 3,1 gram etilenglikol (Mr = 62) dalam 500 dalam 500 mL larutan memiliki tekanan
mL larutan osmotik sebesar 5,67 atm. Berat massa glukosa
yang harus ditambahkan ke dalam larutan
tersebut agar tekanan osmotik menjadi 2 kali
semula adalah ....
a. 3X gram
b. 2X gram
c. (X−5) gram
d. X gram
2. Tekanan osmotik larutan 12 gram urea e. X/2 gram
CO(NH2)2 dalam 500 mL larutan jika diukur
pada suhu 27°C adalah ... (R = 0,082 L atm/mol
K; Ar C = 12; Ar H = 1; Ar O = 16; Ar N = 14).
a. 9.840 atm
b. 0,984 atm
c. 9,84 atm
d. 98,4 atm
e. 984 atm
5. Pada suhu yang sama, perbandingan nilai
tekanan osmotik larutan 9 gram glukosa (Mr =
180) dalam 125 mL dengan larutan 6 gram
urea (Mr = 60) dalam 500 mL adalah ....
a. 2 : 1
b. 1 : 1
c. 1 : 2
3. Suatu larutan mengandung 9 gram zat X d. 1 : 4
nonelektrolit dalam 500 mL larutan. Jika pada e. 2 : 3
suhu 27°C larutan tersebut memiliki tekanan
osmotik sebesar 2,46 atm (R = 0,082 L atm/mol
K), maka massa molekul relatif zat tersebut
adalah ....
a. 62
b. 180
Sifat Koligatif Larutan - 4

1. Diketahui titik beku larutan glukosa 0,2 molal


dalam air adalah −0,36°C. Titik beku larutan
KCl 0,1 molal dalam air adalah ....
a. −0,09°C
b. −0,45°C
c. −0,18°C
d. −0,36°C
e. −0,72°C

4. Suatu larutan terbentuk dari 1,74 g K2SO4 (Mr


= 174) yang dilarutkan dalam 200 gram air.
Jika nilai tetapan penurunan titik beku molal
air (Kf) adalah 1,86 K/molal, maka titik beku
larutan tersebut adalah ....
a. −0,279°C
b. −1,86°C
2. Suatu garam XY sebanyak 0,3 mol dilarutkan c. −18,6°C
dalam 600 gram air. Jika garam tersebut terion d. −0,186°C
sempurna, maka titik didih larutan adalah ... e. −2,79°C
(Kb air = 0,52°C/m).
a. 102,6°C
b. 100,52°C
c. 100,26°C
d. 105,2°C
e. 101,3°C

5. Berdasarkan perhitungan penurunan titik


beku, larutan 0,2 molal asam asetat dalam air
yang terdisosiasi 50% akan membeku pada
suhu ... (Kf air = 1,8°C/molal).
a. −0,63°C
b. −0,09°C
3. Larutan di bawah ini yang isotonis dengan
c. −0,18°C
larutan NaCl 0,05 M 200 mL adalah ....
d. −0,54°C
a. 200 mL sukrosa 0,5 M
e. −0,36°C
b. 200 mL H2SO4 0,1 M
c. 100 mL urea 0,2 M
d. 125 mL glukosa 0,1 M
e. 100 mL CaCl2 0,05 M