Anda di halaman 1dari 12

EKONOMI MIKRO

“MASALAH EKONOMI DAN SISTEM PENGATURAN


PEREKONOMIAN”

Oleh :
Helena Dwitika Handayanto (1802612010619)
Ni Made Rai Elisya Yustiani (1802612010641)
Ni Putu Priska Marti Devi (1802612010643)
Ni Wayan Semiati (1802612010645)
Kelas :
K (Semester 1)

FAKULTAS EKONOMI PRODI MANAJEMEN


UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan karunia
nikmatNya kami dapat menyelesaikan makalah yang bertajuk “Masalah Ekonomi
dan Sistem Pengaturan Perekonomian” dengan lancar. Penyusunan makalah ini
dalam rangka memenuhi tugas Mata Kuliah Ekonomi Mikro yang diampu oleh
Bapak I Nyoman Rindra Hanjaswara, M.Si.

Meski demikian, penulis menyadari masih banyak sekali kekurangan dan


kekeliruan di dalam penulisan makalah ini, baik dari segi tanda baca, tata bahasa
maupun isi. Sehingga penulis secara terbuka menerima segala kritik dan saran
positif dari pembaca.

Demikian apa yang dapat kami sampaikan. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat untuk masyarakat umumnya, dan untuk kami khususnya.

Denpasar, 9 Oktober 2018

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... 1


DAFTAR ISI...................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 3
Latar Belakang .............................................................................................................. 3
Rumusan Masalah ........................................................................................................ 3
Tujuan ............................................................................................................................ 3
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................... 4
1.1 BEBERAPA MASALAH POKOK DALAM PEREKONOMIAN............... 4
1.2 BATAS KEMUNGKINAN PRODUKSI ........................................................ 4
1.3 KURVA KEMUNGKINAN PRODUKSI DAN MASALAH EKONOMI ... 6
1.4 SISTEM – SISTEM PEREKONOMIAN ....................................................... 8
BAB III PENUTUPAN ................................................................................................... 10
Kesimpulan .................................................................................................................. 10
Daftar Pustaka ................................................................................................................

2
BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang
Ilmu ekonomi mikro adalah hasil proses pengembangan ilmu ekonomi
yang dikembangkan oleh para ahli-ahli ekonomi yang berfikir perlunya suatu
pengembangan dari proses ekonomi. Mereka berfikir dengan adanya perubahan
zaman maka kebutuhan dan masalah-masalah ekonomi pun akan berubah menjadi
lebih banyak lagi. Masalah-masalah yang timbul dikalang masyarakat tidak
terhitung jumlahnya namun para ahli dapat mengkategorikan masalah-masalah itu.
Ekonomi mkro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari proses alokasi
sumber daya oleh unit keputusan individu/pasar dan efisiensif engalokasian sumber
daya tersebut di pelajari di dalam ilmu ekonomi adalah masalah kelangkaan.

Rumusan Masalah
1. Masalah-masalah pokok ekonomi apa saja yang ada di masyarakat ?
2. Seperti apakah pengandaian dalam proses produksi ?
3. Bagaimana membuat kurva kemungkinan produksi
4. Sistem apakah yang telah dan sedang digunakan oleh berbagai negara ?

Tujuan
1. Untuk mengetahui masalah-masalah pokok yang muncul dalam
perekonomian dimasyarakat.
2. Untuk mengetahui batas dan pengandaian tingkat produksi
3. Untuk mengetahui cara membuat kurva kemungkinan produksi
4. Untuk mengetahui sistem-sistem perekonomian yang telah dan sedang
digunakan oleh berbagai negara.
BAB II PEMBAHASAN

1.1 BEBERAPA MASALAH POKOK DALAM PEREKONOMIAN


Kegiatan ekonomi masyarakat modern adalah sangat kompleks. Kegiatan
tersebut meliputi berbagai jenis kegiatan produksi, konsumsi, dan perdagangan.
Ahli – ahli ekonomi membagikan berbagai masalah ekonomi yang dihadapi
masyarakat kepada tiga persoalan pokok, yaitu:
1. Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi
Masyarakat harus menentukan keinginan mana yang harus dipenuhi dan
keinginan mana yang harus dikorbankan atau ditunda untuk memenuhinya.
2. Menentukan cara barang diproduksi
Pilihan akan ditentukan dengan cara yang paling efisien. Faktor lain yang
harus diperhatikan adalah besarnya jumlah permintaan. Apabila permintaan
sangat besar maka penggunaan Teknik yang sangat modern akan menaikkan
efisiensi. Tetapi apabila permintaannya tidak terlalu banyak maka
penggunaan tekik produksi yang lebih sederhana akan menciptakan
efisiensi yang lebih baik.
3. Menentukan untuk siapa barang – barang diproduksi
Barang – barang diproduksi untuk keseluruhan masyarakat didistribusikan
kepada berbagai golongan dan individu dalam masyarakat.

1.2 BATAS KEMUNGKINAN PRODUKSI


Batas kemungkinan produksi ( production possibilities frontier) adalah
produksi yang dapat diciptakan masyarakat pada suatu periode tertentu apabila
factor- factor produksi sepenuhnya digunakan dan tingkat teknologi tidak
berubah .
 Batas Kemungkinan Produksi Dalam Angka
Ada dua langkah yang perlu dibuat untuk menentukan batas
kemungkinan produksi dan kurva kemungkinan produksi yaitu :
Pertama, membuat beberapa pemisalan atau asumsi mengenai
keadaan yang berlaku dalam perekonomian. Kedua, membuat
contoh angka mengenai tigkat produksi yang akan dicapai.

4
 Beberapa Pemisalan yang Digunakan
a. Semua factor produksi sepenuhnya digunakan
b. Jumlah factor – factor produksi tidak dapat ditambah
c. Tingkat teknologi tidak mengalami perubahan
d. Dalam perekonomian hanya dapat dihasilkan dua jenis barang
e. Biaya kesempatan semakin meningkat
 Tingkat produksi yang dapat dicapai
Berdasarkan pemisalan di atas sekarang telah dapat
ditunjukkan suatu gambaran hipotesis mengenai gabungan faktor
produksi yang digunakan. Gabungan-gabungan tersebut adalah
seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 3.1.
TABEL 3.1
GABUNGAN BARANG BARANG
FAKTOR INDUSTRI PERTANIAN
PRODUKSI (UNIT) (UNIT)
A 0 5
B 5 4
C 9 3
D 12 2
E 14 1
F 15 0

KOMPOSISI DUA BARANG YANG DAPAT DIHASILKAN


i. Sekiranya masyarakat menginginkan barang pertanian saja
dan tidak menghendaki barang industri, maka kombinasi
penggunaan faktor-faktor produksi adalah seperti yang
ditunjukkan oleh kombinasi A.
ii. Apabila masyrakat lebih menginginkan barang industri
sebanyak-banyaknya dan tidak meninginkan barang
pertanian, maka komposisi yang ditunjukkan oleh kombinasi
F.

5
iii. Jika masyarakat ingin memperoleh kedua jenis barang
tersebut, maka kombinasi faktor-faktor produksi yang
digunakan biasanya adalah seperti yang ditunjukkan oleh B,
atau C, atau D, atau E.

1.3 KURVA KEMUNGKINAN PRODUKSI DAN MASALAH EKONOMI


Batas kemampuan suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa
akan dapat dengan lebih jelas lagi ditunjukkan dengan menggunakan grafik
yang menunjukkan kurva kemungkinan produksi.
 Membentuk Kurva Kemungkinan Produksi

Gambar 3.1 menunjukkan batas produksi yang paling maksimum


yang dapat diproduksi dalam perekonomian. Setiap titik dalam
kurva itu menggambarkan gabungan produksi maksimum barang
industri dan barang pertanian yang dapat diproduksi. Sekiranya
perekonomian itu menginginkan lebih banyak barang industri maka
untuk memenuhinya produksi barang pertanian harus dikurangi dan
sebaliknya yang diinginkan lebih banyak barang pertanian produksi
barang industri harus dikurangi.
 Biaya kesempatan ( opportunity costs)
Jumlah ( kuantitas) suatu barang yang harus dikurangi
produksinya untuk meningkatkan produksi satu unit barang lain (
dalam konteks analisis kurva kemungkinan produksi ) . Secara
umum konsep ini berarti pilihan lain yang terbaik yang perlu
dilepaskan untuk melakukan suatu kegiatan lain.

6
 Pengangguran
Apabila terdapat pengangguran tenaga kerja dan faktor-
faktor produksi lainnya tidak sepenuhnya digunakan, maka
gabungan barang – barang yang diproduksi tidak akan mencapai
gabungan yang maksimum.

Pada gambar 3.2, titik G berada di dalam OAF artinya gabungan


produksi barang industri dan barang pertanian tidak mencapai
maksimum dan berlaku pengangguran faktor – faktor produksi.
 Tingkat Produksi yang Tidak Tercapai
Gambar 3.2 dapat pula dilihat bahwa titik H berada diluar OAF ,
menggambarkan gabungan produksi barang industri dan barang
pertanian yang lebih besar daripada jumlah maksimum yang dapat
diciptakan oleh perekonomian. Artinya titik H adalah keadaan
tingkat produksi yang tidak tercapai.
 Penghamburan
Faktor-faktor produksi digunakan sepenuhnya tetapi tidak
secara efisien akan menyebabkan penghamburan. Artinya
menempatkan pekerjaan – pekerjaan yang tidak sesuai dengan
keahlian akan menimbulkan inefisiensi dalam penggunaan faktor-
faktor produksi dan produksi tidak dapat mencapai tingkat yang
maksimum sehingga dipandang sebagai penghamburan.

7
 Pertumbuhan Ekonomi
Pertambahan faktor-faktor produksi dan kemajuan teknologi
akan mengembangkan dan menambah kemampuan perekonomian
tersebut menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat.
Dengan demikian melalui pertambahan faktor-faktor produksi dan
kemajuan teknologi kemakmuran masyarakat akan dapat
ditingkatkan.

1.4 SISTEM – SISTEM PEREKONOMIAN

Setiap masyarakat menyelesaikan ketiga-tiga masalah pokok dalam


perekonomian dengan cara yang berbeda. Hal itu bergantung kepada sistem
ekonomi yang digunakan perekonomian tersebut. Dalam analisis ekonomi sistem
ekonomi dibedakan kepada tiga bentuk: perekonomian pasar bebas, perekonomian
perencana pusat dan perekonomian campuran. Setiap sistem ekonomi
menyelesaikan tiga masalah pokok dalam perekonomian yaitu “Apa”,
“Bagaimana”, dan “Untuk Siapa” dengan cara yang berbeda.
1) Sistem perekonomian pasar bebas
Dalam sistem perekonomian pasar bebas, faktor-faktor produksi
dimiliki oleh pihak swasta dan mereka mempunyai kebebasan untuk
menggunakannya. Sektor perusahaan akan berusaha untuk
menggunakan secara paling efisien dan memberi keuntungan yang
paling maksimum. Sistem perekonomian pasar bebas mencapai tujuan
tersebut melalui interaksi di antara pengusaha dan pembeli (perusahaan
dan rumah tangga) di dalam pasaran. Mekanisme pasar akan memberi
petunjuk dalam usaha masyarakat untuk menyelesaikan masalah:
“Apa”,”Bagaimana” dan “Untuk Siapa”.
2) Sistem perencana pusat
Dalam sistem perencana pusat, semua faktor-faktor produksi dan
unit-unit produksi dimiliki oleh pemerintah. Melalui kepemilikannya ini
pemerintah melalui perencana pusat akan menentukan penggunaan
faktor-faktor produksi yang tersedia dan alokasinya ke berbagai unit
produksi. Sebagai implikasi dari pengaturan ekonomi seperti ini,

8
persoalan “Apa”,”Bagaimana” dan “Untuk Siapa” diselesaiakan oleh
perencana pusat. Konsumen (rumah tangga) tidak mempunyai hak
dalam menentukan barang-barang yang diinginkanya dan perlu
diproduksikan.
3) Sistem perekonomian campuran
Kebanyakan negara dalam praktiknya menggunakan sistem
perekonomian campuran yaitu pengaturan kegiatan ekonomi sebagian
besar ditentukan oleh pasar bebas (mekanisme pasar), dan sebagian
lainnya diatur dan dilakukan oleh Pemerintah.

9
BAB III PENUTUPAN
Kesimpulan
Dalam kehidupan ekonomi sehari-hari, terdapat beberapa permasalahan
yang mendasar dan harus dicarikan jalan keluarnya atau solusinya. Solusi yang ada
untuk mengatasi hal ini, kita membutuhkan sistem ekonomi yang tepat dan sesuai
dengan kondisi permasalahan ekonomi yang ada. Masalah ekonomi yang ditemui
akan selalu berbeda dan berkembang di tiap waktu nya.Oleh sebab itulah diperlukan
pengembangan dalam hal ilmu ekonomi, agar masalah ekonomi yang ada
senantiasa diimbangi oleh pemecahannya yang berupa sistem ekonomi.
Keterkaitan erat antara masalah ekonomi dan sistem ekonomi inilah sehingga
kegiatan ekonomi dapat benar-benar berjalan.Karena keduanya ini memiliki
peranan yang sangat besar dan penting dalam ruang lingkup ekonomi.Jika saja tidak
seimbang, maka dikhawatirkan akan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan seperti
misalnya krisis atau kemiskinan dalam masyarakat.

10
Daftar Pustaka

Mikroekonomi Teori Pengantar/Sadono Sukirno. Ed. 3-30.-Jakarta: Rajawali Pers,


2015.