REVIEW JURNAL : ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KOMISI NASIONAL HAK ASASI
MANUSIA (KOMNAS HAM) REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015-2019
Eka Noviyanti Kelihu/ 201410050311073/ IP-B
PENDAHULUAN
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komisi nasional hak asasi manusia ) bertujuan
mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan Hak Asasi Manusia, serta meningkatkan
perlindungan dan penegakan HAM guna berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya
dan kemampuan berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan, berdasarkan Pancasila,
Undang-Undang Dasar 1945, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta Deklarasi Universal
Hak Asasi Manusia (DUHAM) dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi
Manusia. Sejak dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan
Diskriminasi Ras dan Etnis, tugas Komisi nasional hak asasi manusia bertambah, yaitu melakukan
pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang tersebut.
Pelaksanaan fungsi dan kewenangan yang diamanatkan tersebut, Komisi nasional hak
asasi manusia dilengkapi dengan alat kelengkapan lembaga berupa Sidang Paripurna dan rapat
subkomisi. Sidang Paripurna Komisi nasional hak asasi manusia adalah pemegang kekuasaan
tertinggi Komisi nasional hak asasi manusia , sedangkan pelaksanaan kegiatan Komisi nasional
hak asasi manusia dilakukan oleh masing-masing subkomisi. Reformasi birokrasi pada hakikatnya
merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem
penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi),
ketatalaksanaan (proses bisnis) dan sumber daya manusia aparatur.
Roadmap reformasi birokrasi Komisi nasional hak asasi manusia ini berpedoman
Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025
yang mengamanatkan agar disusun suatu road map reformasi birokrasi setiap lima tahunan.
Roadmap ini tentunya akan membimbing kita agar perubahan yang diharapkan menuju birokrasi
yang lebih baik lagi dapat terwujud. Melalui roadmap ini kita dapat memantau sejauh mana
perkembangan pelaksanaan reformasi birokrasi baik di tingkat nasional maupun pada tingkat
daerah. Penyusunan Roadmap reformasi birokrasi Komisi nasional hak asasi manusia Tahun 2015
– 2019, telah memperhatikan berbagai hal yang tertuang dalam RPJMN, nawa cita, masukan dari
para pakar, pemerhati masalah birokrasi, para praktisi yang berasal dari berbagai kementerian,
lembaga dan pemerintah daerah serta tentu saja telah memperhatikan berbagai capaian
perkembangan reformasi birokrasi pada periode 2010 – 2014.
Roadmap reformasi birokrasi Komisi nasional hak asasi manusia ini berpedoman
Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025
yang mengamanatkan agar disusun suatu road map reformasi birokrasi setiap lima tahunan.
Roadmap ini tentunya akan membimbing kita agar perubahan yang diharapkan menuju birokrasi
yang lebih baik lagi dapat terwujud. Melalui roadmap ini kita dapat memantau sejauh mana
perkembangan pelaksanaan reformasi birokrasi baik di tingkat nasional maupun pada tingkat
daerah.
PENCAPAIAN DAN ISU STRATEGIS : KEMAJUAN DAN TANTANGAN PERMASALAHANYA
Kemajuan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi
Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Komisi nasional hak asasi manusia pada periode 2015-
2019 ditujukan untuk mencapai empat sasaran, yaitu: (1) reformasi pelayanan dan penanganan
pengaduan; (2) reformasi mekanisme pelaksanan fungsi pemajuan HAM; (3) reformasi
pemantauan dalam penyelidikan dan pemeriksaan serta mediasi pelanggaran HAM; dan (4)
reformasi manajemen SDM.
Tantangan permasalahan
Pelaksanaan reformasi birokrasi pada periode 2010 - 2014 masih menyisakan berbagai
tantangan ke depan yang secara bertahap dan terus menerus harus diperbaiki.
ARAH PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI
Sasaran, Area Perubahan, Prioritas Aksi, dan Ukuran Keberhasilan
Arah Kebijakan dan Strategi Komisi nasional hak asasi manusia 2015 – 2019
Rencana Strategis Komisi nasional hak asasi manusia tahun 2015-2019 sebagai proses
menentukan arah kebijakan dan upaya pencapaian tujuan lembaga sebagaimana diamanatkan
dalam Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Sasaran Reformasi Birokrasi Komisi nasional hak asasi manusia
Keberlanjutan pelaksanaan reformasi birokrasi memiliki peran penting dalam mewujudkan tata
kelola pemerintahan yang baik. Hasil-hasil yang telah diperoleh dari pelaksanaan reformasi
birokrasi Komisi nasional hak asasi manusia pada periode tahun 2010 – 2014 menjadi dasar bagi
pelaksanaan reformasi birokrasi pada tahapan selanjutnya (2015–2019). Karena itu, pelaksanaan
reformasi birokrasi Komisi nasional hak asasi manusia 2015–2019 merupakan penguatan dari
pelaksanaan reformasi birokrasi tahapan sebelumnya.
Area Perubahan
Untuk mewujudkan ketiga sasaran reformasi birokrasi Komisi nasional hak asasi manusia
sebagaimana disebutkan di atas, ditetapkan area-area perubahan birokrasi di lingkungan Komisi
nasional hak asasi manusia. Perubahan- perubahan pada area tertentu dalam lingkup birokrasi
diharapkan menciptakan kondisi yang kondusif untuk mendukung pencapaian tiga sasaran
reformasi birokrasi.
STRATEGI PELAKSANAAN DAN PROGRAM REFORMASI BIROKRASI
Peran dan fungsi Komisi nasional hak asasi manusia yang telah diatur di dalam beberapa
Undang-undang yaitu Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan. Hak Asasi Manusia, dan Undang-
Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, kemudian
ditambah dengan peran serta Komisi nasional hak asasi manusia dalam penanganan atau
penanggulangan bencana alam yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang
Penanganan Konflik Sosial. Peningkatan pelayanan dan kinerja Komisi nasional hak asasi manusia
ini membutuhkan suatu upaya reformasi birokrasi. Agar pelaksanaannya nanti dapat lebih
terarah dan mengena untuk peningkatan pelayanan publik oleh Komisi nasional hak asasi
manusia. Maka disusunkan Road Map Reformasi Birokrasi Komisi nasional hak asasi manusia
2014 – 2019 yang melanjutkan road map yang telah ada (yaitu untuk 2010 – 2014). Diantara lain
yaitu manajemen perubahan, penataan peraturan undang-udang, penataan dan penguatan
organisasi, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguat
akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan public.
Road Map Reformasi birokrasi 2015 – 2019 di Komisi nasional hak asasi manusia
merupakan bentuk operasionalisasi Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025. Roadmap
Reformasi Birokrasi yang disusun dan dilakukan setiap 5 (lima) tahun sekali dan merupakan
rencana rinci reformasi birokrasi dari satu tahapan ke tahapan selanjutnya selama lima tahun
dengan sasaran per tahun yang jelas. Sasaran tahun pertama akan menjadi dasar bagi sasaran
tahun berikutnya, begitupun sasaran tahun-tahun berikutnya mengacu pada sasaran tahun
sebelumnya.
Reformasi birokrasi Komisi nasional hak asasi manusia dilaksanakan melalui
programprogram yang berorientasi pada outcomes. Program-program tersebut dilaksanakan
secara konsisten dan berkelanjutan untuk mnghasilkan kinerja yang makin baik. Keberhasilan
pelaksanaan reformasi birokrasi memerlukan komitmen dan menjadi tanggung jawab pimpinan
dan seluruh pegawai di Komisi nasional hak asasi manusia.
Roadmap Reformasi Birokrasi merupakan instrumen dalam rangka percepatan
pelaksanaan reformasi birokrasi pemerintah. Dokumen ini agar menjadi pedoman bagi Pengarah
dan Tim Pelaksana Reformasi Birokrasi Komisi nasional hak asasi manusia, serta seluruh pegawai
di lingkungan Komisi nasional hak asasi manusia dalam menyusun dan melaksanakan reformasi
birokrasi.