Anda di halaman 1dari 6

rizki.maulidani@gmail.

com

Rekaman mpph ke-1

Pokok permasalahan merupakan refleksi batasan kajian studi dalam penelitian yang harus
dijawab dalam akhir penelitian (sebagai identifikasi masalah serta pembatasan masalah),
dirumuskan dengan 2-3 kalimat tanya yang menggunakan kalimat berawalan:
a) Bagaimana, untuk sekedar menjawab permasalahan
b) Bagaimanakah, untuk memberikan jawaban beserta alasan, penjelasan, dan solusi
c) Mengapa
Hindari kata apa, apakah, dan sejauhmana karena dianggap tidak mampu memenuhi tujuan
penulisan penelitian hukum yang ingin memecahkan persoalan secara menyeluruh.

Dalam melakukan penelitian hukum yang memenuhi kadar ilmiah diperlukan hasil penulisan
yang:
a) metodologis, mengikuti konsep-konsep ilmiah tertentu
b) sistematis, mengikuti pola tahapan yang baik
c) konsisten, taat asas dalam penggunaan bahasa dan istilah

Alat pengumpulan data dalam penelitian hukum menggunakan:


a) studi kepustakaan, lazim digunakan dalam penelitian kepustakaan yang pada
umumnya bersifat yuridis-normatif
b) wawancara, dilakukan dalam rangka menemukan data yang lebih terperinci
terhadap:
i. Informan, orang yang mengetahui secara praktikal dan konseptual
mengenai hal tertentu
ii. Narasumber, orang yang memiliki kualifikasi keahlian yang membidangi
pengetahuan tertentu
iii. Responden, orang yang dijadikan subyek penelitian
wawancara terhadap responden adalah pembuktian adanya penelitian yuridis
empiris, karena hanya mewawancarai informan dan responden penelitian tersebut
merupakan penelitian yuridis normatif.
c) Pengamatan, dilakukan untuk menemukan gejala tertentu yang terjadi dalam
masyarakat. Dilakukan baik dengan terlibat ataupun pengamatan tidak terlibat.
rizki.maulidani@gmail.com

Hasil wawancara belum tentu akurat karena narasumber belum tentu memahami pertanyaan,
terdapat hal yang ditutupi atau bahkan ketidaktahuan. Sehingga Manheim membedakan
menjadi:
a) First level data, yaitu data-data yg diperoleh dari hasil wawancara
b) Second level data, yaitu data yang diperoleh dari hasil pengamatan, sehingga
dapat terjadi subjektifitas individu yang berbeda dari subjektifitas peneliti.
c) Third level data, data-data yang diperoleh dari hasil pengamatan yang dicatat

Tiga bentuk penelitian hukum yang lazim digunakan:


a) Yuridis normatif, menelaah asas hukum, menggunakan studi dokumen, menganalisa
data secara kualitatif
b) Yuridis empiris, mengetahui efektifitas penerapan hukum, menggunakan survey
responden, dianalisa dengan kuantitatif
c) Sosiologis, mengetahui keberlakuan hukum tidak tertulis, menggunakan pengamatan,
pengolahan data secara kualitatif

Perbedaaan kuantitatif dan kualitatif :


a) Penelitian Kuantitatif Menyatakan kebenaran penelitian, asumsi berdasarkan survey
jumlah prosentase
b) Penelitian Kualitatif menyatakan kebenaran penelitian melalui paparan-paparan yang
ditafsirkan oleh peneliti atas pendapat/paparan tersebut.

Rekaman mpph ke-2


Tipologi penelitian (halaman 50 buku merah):
a) Penelitian Eksploratoris: penelitian untuk mencari data awal sifatnya mengeksplor
b) Penelitian Deskriptif: penelitian yang dilakukan untuk mendapat informasi tentang
hal-hal yang bersifat umum, banyak dilakukan pada skripsi
c) Penelitian Eksplanatoris: penelitian yang memberikan sesuatu secara lebih mendalam,
untuk penelitian tesis

Penelitian berdasarkan bentuknya:


a) Penelitian Diagnostik: penelitian yang akan menguraikan sebab-sebab timbulnya
suatu gejala
b) Penelitian Preskriptif: memberikan jalan keluar
rizki.maulidani@gmail.com

c) Penelitian Evaluatif: menilai berhasil atau tidaknya suatu nilai atau program

Penelitian berdasarkan tujuan:


a) Fact Finding: hanya untuk mencari fakta dari gejala yang berulang-ulang
b) Problem Finding: mencari masalah atau menggali masalah
c) Problem Identification: setelah menemukan masalah maka harus dipilah-pilah dan
diidentifikasikan/dikelompokkan
d) Problem Solution: mencari jalan keluar dari suatu masalah, mirip penelitian
preskriptif

Penelitian berdasarkan penerapan:


a) Penelitian murni: semata-mata untuk mengembangkan teori
b) Penelitian berfokus masalah: diteliti suatu masalah dengan cara lebih mendalam
c) Penelitian terapan: di bidang hokum tidak melakukan penelitian terapan biasanya di
psikologi atau kedokteran

Ilmu yang dipakai dalam penelitian:


a) Penelitian mono disipliner: penelitian dengan menggunakan satu disiplin
b) Penelitian multi disipliner: dengan menggunkan lebih dari satu disiplin ilmu
laporannya sendiri-sendiri dan masing-masing bidang ilmu bekerja sendiri-sendiri
c) Penelitian inter disipliner: lebih dari satu ilmu satu laporan dengan memegang satu
metode penelitian mereka bekerjasama hanya melihat dari masing-masing bidang
disiplin ilmu

Bentuk penelitian hukum (surjono sukanto):


a) Penelitian hukum normative:
penelitian yang dilakukan untuk menganalisis norma-norma hukum yang berlaku,
(bukan penelitian kepustakaan walau memang menggunakan data sekunder), alat
pengumpulan datanya studi dokumen (penelitian kepustakaan).
Penelitian hukum normative dapat menggunakan wawancara terhadap narasumber
atau informan, bukan responden. tidak menggunakan questioner tapi menggunakan
pedoman wawancara atau interview guide
rizki.maulidani@gmail.com

Data penelitian normative menggunakan data sekunder dan data primer (pengamatan
atau wawancara bisa salah satu atau keduanya, lebih baik keduanya) menggunakan
analisis data kualitatif
Yang termasuk penelitian hukum normative adalah:
i. Asas-asas hukum
Bila menganalisis Sistematika Hukum peraturan perUUan yang perlu kita lihat
adalah: subjek hukum, hak dan kewajiban, peristiwa hokum, hubungan
hukum, objek hukum
ii. Sejarah Hukum misalnya sejarah peraturan hukum di bidang pertanahan
Perbandingan Hukum juga bisa dengan Normatif misalnya membandingkan
peraturan
iii. Taraf sinkronisasi peraturan perUUan
bisa horizontal (menganalisis peraturan hal yang sejenis dan sederajat) bisa
vertical (dengan melihat sinkronisasi dari peraturan suatu bidang dilihat dari
hirarkinya)

b) Penelitian hukum empiris: penelitian yang dilakukan di dalam masyarakat, alat


pengumpulan datanya disamping studi dokumen juga melakukan
observasi/pengamatan dan wawancara/ interview.
Penelitian empiris analisisnya bisa kualitatif/ kuantitatif atau gabungan keduanya.
Penelitian Empiris: Inventarisasi/identifikasi peraturan perUUan dan Efektivitas
peraturan perUUan. (Efektifitas harus menentukan tolak ukur, dalam hal ini kriteria-
kriteria.)
i. Profesor ilmu sosial Sutandyo W. penelitian hukum: doktriner (pendapat
ahli) dan non-doktriner Literatur Amerika Penelitian normative=Law in
books penelitian sosiologis=Law in action
ii. Prof.Wardjono Hadiputro, Empirisnya hukum adalah Socio Legal

Penelitian tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan data sekunder, karena harus mencari
dasar hukum pada saat membuat proposal, pokok masalah acuannya adalah data sekunder
misal peraturan perUUan dan artikel surat kabar, kerangka teoritis harus membaca teori dari
buku, kerangka konsepsional harus membaca dari peraturan

Rekaman mpph ke-3


rizki.maulidani@gmail.com

Yang dinamakan:
a) Penelitian non hukum: fokus terhadap manusia dan keterkaitannya dengan norma
b) Penelitian hukum: fokus terhadap norma dan keterkaitannya dengan manusia
Perbedaannya terdapat dalam pendekatan yang digunakan, hukum memakai pendekatan
norma, non hukum menggunakan pendekatan empirik.

Bentuk thesis statement sebagai penelitian hukum:


a) Memperbaharui sesuatu yang telah ada
b) Mendukung fakta yang sudah ada dengan modifikasi
c) Menolak dan menemukan ide baru (memperbaiki)
Dalam thesis, gunakanlah indikator-indikator untuk memperjelas thesis statement.

Bentuk-bentuk penelitian hukum:


a) Yuridis-normatif: dapat dibuktikan dengan data primer berupa wawancara dengan
narasumber, informan atau studi dokumen.
b) Yuridis-sosiologis: dapat dibuktikan dengan data primer berupa
observasi/pengamatan.
c) Yuridis-empiris: dapat dibuktikan dengan data primer berupa wawancara dengan
responden.

Latar belakang harus berisi ide pokok dan gagasan (yang dinamakan Tesis Statement) di
paragraph pertama, bukan fakta.
Contoh: “bahwa menurut undang-undang no.xx tahun xx tentang xxx dirumuskan bahwa
xxx” (Pokok permasalahan timbul dari Tesis Statement.)

Penulisan latar belakang didasari tujuh pendekatan


a) Pendekatan Peraturan PerUUan: meneliti aturan hukum yang dijadikan dasar
penelitian, melihat hukum dengan komprehensif antara lain melihat celah hukum serta
sistematika hirarkinya. dirumuskan peraturan, didukung dengan sistematika peraturan
perUUan.
b) Pendekatan Konsep: pendekatan definisi suatu konsep tertentu, fokus pada beberapa
istilah menghindari bias istilah tersebut, dihilangkan kemungkinan istilah lain, terkait
konsistensi istilah.
rizki.maulidani@gmail.com

c) Pendekatan Analitis: analisis mengemukakan suatu gagasan, mengetahui makna yang


digunakan peraturan perUUan dan putusan pengadilan, fakta penerapan hukum.
d) Pendekatan Historis: meguraikan sejarah.
e) Pendekatan Perbandingan: membandingkan sistem hukum yang berbeda.
f) Pendekatan Filsafat: mengunakan penelitian konsep filosofis, biasa digunakan pada
program Doktor, melihat pada filosofisnya.
g) Pendekatan Kasus: untuk kemudian menjadi Tesis statement, tidak memerlukan
putusan tapi kasus saja, yang biasanya digunakan di Magister Kenotariatan.