Anda di halaman 1dari 2

PEMERIKSAAN LABORATORIUM BERESIKO TINNGI

No Dokumen : Ditetapkan,
No Revisi : PenanggungJawabKlinikK
Tanggal Terbit : eluarga
STANDAR
OPERASIONAL Halaman :
PROSEDUR
dr. YuliaNingrum
SIP.446.2/150.2/SDK/C17

Pemeriksaan beresiko tinggi adalah suatu pemeriksaan laboratorium yang mempunyai


1. Pengertian
resiko tinggi terhadap petugas laboratorium,seperti pemeriksaan dari bahan infeksius.

Meningkatkan kewaspadaan bagi perugas laboratorium agar selalu menggunakan alat


2. Tujuan pelindung pada saat memeriksa sampel yang beresiko tinggi (infeksiu) seperti sampel
sputum/dahak untuk pemeriksaan TB,atau sampel darah untuk pemeriksaan HIV dan
hepatitis.

3. Kebijakan

4. Referensi Permenkes No.37 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan pusat kesehatan masyarakat.
1. Pemeriksaan terhadap bahan yang beresiko tinggi harus dilakukan sesuai
dengan prosedur yang berlaku
2. Mempersiapkan tempat,ruangan,APD dan mengetahui prosedur prnanganan
terhadap bahan yang beresiko tinngi sesuai SOP.
3. Pemeriksaan dilakukan pada tempat khusus seperti lemari/labinet asam yang
di lengkapi excause fan.berdinding beton,meja porselin yang permukaannya
datar.
4. Alat pelindung dirinarus berada dekat pemeriksaan.
5. Prosedur 5. Petugas harus menggunakan APD seperti : jas lab,sarung tangan,masker,kaca
mata pelindung (gogle),dan sepatu penutup.
6. Memenerlakukan semua spesimen sebagai bahan yang infeksius.
7. Pengelolaan limbah sesuai protap yang berlaku
8. Melakukan desinfeksi dan sterilisasi tempat kerja dan ruangan.
9. Mencatat setiap tindakan yang dilakukan.
10. Melakukan segala kegiatan kepada penanggung jawab laboratorium.
A. Pemeriksaan sampel dahak/sputum
1. Petugas harus memakai APD seperti jas kerja,sarung tangan, dan masker.
2. Ventilasi ruangan harus terbuka,matikan pendingin ruangan dan jendela di
buka.
3. Tidak boleh mengerjakan sampel sputum dengan arah angin yang berlawanan
atau menyalakan kipas angin
4. Setelah selesai pemeriksaan,lakukan desinfektan tempat kerja dan ruangan.
Wadah tempat sputum di berikan desinfektan terlebih dahulu kemudian di
masukan ke penampungab limbah medis hasil pemeriksaan untuk segera di
musnahkan.
5. Biarkan ruangan dalam keadaan terbuka selama 1 jam atau seharian, untuk
sirkulasi udara segar.
B. Pemeriksaan sampel serum HIV
1. Petugas laboratorium harus memakai APD seperti: jas kerja,sarung tangan
dan masker.
2. Jangan sampai adan tumpahan dan percikan sampel.
3. Semua alat pemeriksaan seperti tip pipet,pipet tetes,tabung darah,cup
tabung,tissue harus di buang pada wadah khusus yang sudah di berikan label
dan tertututp rapat.
4. Kemudian di tamping pada wadah limbah medis hasil pemeriksaan untuk
segera di musnahkan.
5. Bersihkan tempat kerja,ruangan dan peralatan yang di gunakan dengan
desinfektan dan lakukan sterilisasi tempat kerja.
6. Unit Terkait Laboratorium