100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan13 halaman

Test Potensi Haji

Dokumen tersebut berisi soal-soal tes petugas haji dan materi persiapan untuk tes tersebut, termasuk definisi istilah-istilah yang terkait dengan ibadah haji, kebijakan pemerintah terkait penyelenggaraan haji, dan informasi mengenai lembaga-lembaga penyelenggara haji di Arab Saudi.

Diunggah oleh

ridwan tricahyanto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan13 halaman

Test Potensi Haji

Dokumen tersebut berisi soal-soal tes petugas haji dan materi persiapan untuk tes tersebut, termasuk definisi istilah-istilah yang terkait dengan ibadah haji, kebijakan pemerintah terkait penyelenggaraan haji, dan informasi mengenai lembaga-lembaga penyelenggara haji di Arab Saudi.

Diunggah oleh

ridwan tricahyanto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

 Jelaskan yang anda ketahui tentang kebijakan pembinaan haji kemenag RI

 Jelaskan yang anda ketahui tentang kebijakan pelayanan haji kemenag RI


 Apa maksud dari naqobah, muassasah dan majmuah?
 Sebutkan macam miqat makani dan miqat zamani
 Apa pendapat anda tentang Mina Jadid, jelaskan dari segi hukumnya!
 Tuliskan doa saat sai di antara tiang hijau, beri syakal dengan lengkap!
 Jelaskan yang dimaksud dengan istitha’ah, dan bagaimana isthithaah seorang petugas haji?

SOAL TES PETUGAS HAJI DAN MATERI

SOAL TES PETUGAS HAJI 2015


1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan haji PSL (7)
...memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada Jamaah haji.
Meliputi apa ?
2. Apa yg dimaksud dg Penyelenggaraan haji ?
3. Apa yg dimaksud dg Petugas haji ?
4. Apa kepanjangan dari ; TPHI, TPIHI, TKHI, PPIH Arab Saudi ?
5. Apa kepanjangan KPHI ?
6. Apa yg dimaksud dg MUTTA’AHIDIN dan Naqobah ?
7. Apa itu Istita’ah ?
8. Jelaskan macam2 Thawaf ?
9. Jelaskan pengertian Nafar Awal , dan Nafar Tsani ?
10. Tulis ayat lengkap dg harakat/syakal QS. Ali Imron ayat 97 ?

SOAL TES PETUGAS HAJI 2012


1. Apa yg Anda ketahui tentang : Kebijakan Pembinaan haji?
2. Apa yg Anda ketahui tentang : Pelayanan Haji ?
3. Apa yg Anda ketahui tentang : Naqobah, Mu’assasah, Majmu’ah ?
4. Apa yg Anda ketahui tentang Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan
Haji Khusus (Permenag no 22/2011) dan UU no 13 Th 2008 Psl 38 (3) ?
5. Apa yg Anda ketahui tentang : Miqot Zamani, dan Miqot makani ?
6. Apa yg Anda ketahui tentang : istitho’ah, dan bagaimana Istitho’ah Petugas
haji itu?
7. Tulis (lengkap dg harakatnya) Do’a saat sa’i, ketika berada diantara dua pilar
hijau ?
8. Apa yg Anda ketahui tentang : Sholat Arba’in ?
9. Apa yg Anda ketahui tentang : Mina Jadid, dan hukumnya serta bagaimana
pendapat Anda?
10. Apa yg Anda ketahui tentang : Ta’limul Hajj ?

Ma’af susunan bahasanya sudah saya rubah sesuai yg saya ingat, tp intinya
sama.
Smoga niat ikhlas kita menjadi Petugas haji, dikabulkan Allah dg segala
kemudahan2....Amiin

Arif Rochman /
arifkua@gmail.com

MATERI PERSIAPAN TES PETUGAS HAJI


1. Peraturan Dasar Penyelenggaraan Haji, adalah Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2008 tentang penyelenggaraan haji
2. Tujuan Penyelenggaraan Ibadah haji adalah untuk memberikan pembinaan,
pelayanan dan perlindungan kepada jamaah haji
3. Kebijakan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Haji, adalah
penyelenggaraan ibadah haji berdasarkan azas keadilan (berpegang pada
kebenaran, tidak berat sebelah atau tidak berpihak dan tidak sewenang-
wenang dalam penyelenggaraan haji), azas profesionalitas (harus
dilaksanakan dengan mempertimbangkan keahlian para penyelenggaranya)
dan berdasarkan azas akuntabilitas dengan prinsip nilaba (penyelenggaraan
harus dilakukan dengan terbuka/transparan dan dapat dipertanggung-
jawabkan secara etik dan hokum dengan prinsip tidak mencari keuntungan).
4. Standar Minimal Pelayanan, adalah seluruh jamaah haji diberangkatkan
ketanah suci, mendapatkan pemondokan, diwukufkan di arafah dan
dikembalikan lagi ketanah air.
5. Ta’limulhajj, adalahperaturan tentang perhajian yang dikeluarkan oleh
Kementerian Haji Arab Saudi sebagai instansi pemerintah yang berwenang
mengatur penyelenggaraan haji di Arab Saudi.
6. Istithaah dan macamnya, istithaah adalah mampu melaksanakan ibadah haji,
ditinjau dari jasmani (tidak sulit melakukan ibadah, tidak lumpuh, tidak sakit
yang lama sembuh), rohani (memahami manasik haji, berakal sehat dan
memiliki kesiapan mental untuk ibadah dengan perjalanan jauh), Ekonomi
(mampu membayar BPIH, memiliki biaya hidup keluarga yang ditinggalkan/bagi
petugas istithaah ekonominya adalah memenuhi persyaratan dan aman pada
waktu melaksanakan haji dan aman bagi keluarga dan harta benda yang
ditinggalkan selama laksanakan tugas), Keamanan ( aman dalam perjalanan
dan aman bagi keluarga dan harta benda yang ditinggalkan)
7. Kebijakan Pelayanan Haji, adalah jamaah haji mendapatkan manasik haji,
diberangkatkan ke tanah suci, mendapatkan pemondokan, diwukufkan di
arafah dan dipulangkan ke tempat asalnya.
8. Pembinaan Haji adalah serangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan dan
bimbingan bagi jamaah haji, petugas haji, PIHK, PPIU dan lembaga atau ormas
yang terkait dengan haji dan umrah.
9. Pembinaan haji dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, baik dilakukan
secara perorangan ataupun dengan membentuk kelompok bimbingan.
10. Pembimbing ibadah haji adalah orang yang menguasai pengetahuan
manasik haji dan atau yang telah mengikuti orientasi pembimbing haji yang
diselenggarakan oleh Dirjen Penyelenggara haji dan umrah dan ditugaskan
untuk membimbing jamaah.
11. Bimbingan haji oleh pemerintah, ditingkat KUA Kecamatan 7 kali dalam
bentuk bimbingan kelompok dan ditingkat Kabupaten 3 kali dalam bentuk
bimbingan missal.
12. Ketua regu adalah petugas yang dipilih oleh jamaah untuk memimpin 10
jamaah. Ketua Rombongan adalah petugas yang dipilih oleh jamaah untuk
memimpin 4 regu dan ditetapkan dengan surat keputusan oleh Kakanwil
Kemenag atas rekomendari Kakankemenag Kabupaten.
13. KBIH adalah lembaga sosial keagamaan yang mendapat ijin Kementerian
Agama untuk melaksanakan bimbingan terhadap jamaah haji. Tugasnya
melaksanakan bimbingan haji bukan sebagai penyelenggara haji. Fungsinya
sebagai mitra pemerintah.
14. Tujuan pembinaan jemaah haji adalah mewujudkan jemaah haji yang
mandiri yaitu jamaah yang dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah
hajinya secara mandiri tanpa ketergantungan kepada perorangan maupun
kelompok, setelah mendapatkan bimbingan paket kecamatan dan kabupaten
dan atau KBIH.
15. Petugas Haji Indonesia adalah petugas yang diangkat oleh Menteri
Agama yang bertanggung-jawab melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan
kepada jamaah haji baik sebagai petugas yang menyertai jamaah (Petugas
kloter) yaitu (TPHI, TPIHI, TKHI, TPHD dan TKHD) atau Panitia Penyelenggara
Ibadah Haji (PPIH) yaitu (Pusat, Arab Saudi dan Embarkasi)
16. Petugas Haji meliputi TPHI adalah petugas yang menyertai jamaah
dalam bidang administrasi dan manajerial sebagai ketua kloter. Sedangkan
TPIHI dalam bidang bimbingan ibadah haji. TKHI dalam bidang pelayanan
kesehatan baik dokter atau perawat. PPIH adalah Panitia Penyelenggara Haji
yang bertanggung-jawab dalam memberikan pelayanan perhajian di Pusat,
Arab Saudi dan Embarkasi.
17. Pelatihan Petugas Haji, dilaksanakan di Embarkasi bagi petugas kolter
dan di pusat Jakarta bagi PPIH Arab Saudi (non kloter).
18. Lama masa tugas, 41 hari untuk petugas kloter, 76 hari untuk PPIH Arab
Saudi Daker Jeddah dan Madinah, 66 hari untuk Daker Makkah. Di Embarkasi
lama operasional penerbagan adalah 30 hari pemberangkatan dan 30 hari
pemulangan melalui 13 embarkasi.
19. Biaya Petugas Haji dianggarkan dari biaya dana APBN.
INFORMASI WAWASAN PENYELENGGARAAN HAJI DI TANAH SUCI
1. Wizarat al-Hajji, adalah Kementerian haji yaitu lembaga resmi Negara yang
bertanggung-jawab dalam bidang perhajian.
2. Muassasah, instansi swasta non pemerintah yang melayani jamaah haji.
Muassasah Thawwafah bi al-Makkah (penyedia akomodasi jamaah selama di
Makkah), Muassasah Adilla bi al-Madinah (layanan akomodasi jamaah selama
di Madinah)
3. Naqabah, merupakan asosiasi yang mengawasi perusahaan resmi angkutan
jamaah haji, Naqabah adalah asosiasi transportasi haji yang bertanggung-
jawab atas peningkatan pelayanan angkutan jamaah haji dan para peziaraha
masjid Nabawi.
4. Majmu’ah, adalah petugas yang berada di madinah yang melayani atau
memberikan pelayanan kepada jamaah haji saat berada di madinah.
(Majmu’ah adalah badan/asosiasi yang bertugas menyiapkan sarana
akomodasi pemondokan jamaah haji selama di Madinah)
ISTILAH DALAM IBADAH HAJI
1. Baitullah, adalah bangunan Ka’bah yang disebut juga sebagai Baitullah atau
rumah Allah.
2. Babus Salam, Nama salah satu pintu masuk ke Masjidil Haram.
3. Bier Ali, Merupakan tempat Miqat (mulai memakai ihram). Terletak sekitar 12
kilometer dari kota Madinah.
4. Binatang Hadyu, Binatang ternak yang disenbelih untuk Dam dan untuk
kurban saat hari raya Idul Adha.
5. Dam, Denda bagi mereka yang melakukan pelanggaran ketentuan saat
menunaikan Ibadah Haji atau Umrah
6. Fidyah, Denda yang dikenakan pada umat Muslim yang melakukan
pelanggaraan saat ibadah. Dengan cara : Berpuasa, Memberi makan fakir
miskin atau Menyembelih binatang kurban
7. Green Dome, Merupakan Kubah Hijau yang terletak di area Masjid Nabawi. Di
bawah Kubah Hijau ini terletak makam Nabi SAW.
8. Gua Hira, Gua tempat Nabi Muhammad s.a.w menerima wahyu pertama
(Surat Al-Alaq, ayat 1-5). Gua ini terletak di Bukit/Jabal Nur.Sekitar 5 km di
utara kota Mekah.
9. Haji Ifrad, Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dahulu
kemudian Ibadah Umroh, dan diselingi Tahallul.
10. Haji Qiran, Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dan
Ibadah Umroh pada waktu bersamaan, tanpa diselingi Tahallul.
11. Haji Tamattu, Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Umroh
dahulu kemudian Ibadah Haji, dan diselingi Tahallul.
12. Niat Haji, adalah dengan mengucapkan Labbaikallahumma hajjan atau
Nawaitul-hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala.
13. Hijir Ismail, Salah satu bagian dari Ka’bah. Hijir Ismail ini berbentuk
setengah lingkaran, merupakan makam Nabi Ismail AS. dan juga Siti Hajar
(ibunda Nabi Ismail AS).
14. Ifrad, Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dahulu
kemudian Ibadah Umroh, dan diselingi Tahallul.
15. Ihram, Ihram ialah berniat untuk memulai mengerjakan Ibadah Haji atau
Umroh, dengan mengucapkan lafazh niat (tidak hanya dalam hati)
16. Idh-thiba’ adalah sunah dalam mengenakan pakaian ihram saat thawaf
dengan membuka ihramnya dibagian bahu sebelah kanan saja dan
menyelempangkan kain ihramnya dibahu kiri.
17. Raml adalah lari-lari kecil saat sa’ diantara dua pilar hijau bagi laki-laki
yang mampu melaksanakannya.
18. Jumrah, jama’nya Jamarat yaitu tempat pelemparan, yang yang
didirikan untuk memperingati saat Nabi Ibrahim digoda oleh setan agar tidak
melaksanakan perintah Allah SWT.
19. Kiswah, Penutup Ka’bah. Pada Kiswah dihiasi tulisan ayat suci Al Qu’an
yang disulam.
20. Lafazh Niat Haji, Labbaik Allahumma Hajjan. Lafazh Niat Umrah, Labaik
Allahumma Umratan
21. Tabdilun-niyah (merubah niat), yaitu bagi jamaah yang haji tamattu’
(dalam ihram umrah) bila tidak selesai umrahnya sebelum wukuf karena udzur
syar’I maka diperbolehkan berubah niat dari umrah menjadi haji.
22. Mabit, Bermalam beberapa hari atau berhenti sejenak untuk
mempersiapkan pelaksanaan melontar jumroh. Mabit dilakukan di Muzdalifah
dan Mina.
23. Miqat, Miqat adalah tempat atau waktu untuk memulai berniat ihram.
Miqat Makani, Miqat berdasarkan peta atau batas geografis. Yaitu Bir Ali (bagi
penduduk Madinah dan yang melewatinya), Juhfah (penduduk Syam), Qarnul
Manazil (penduduk Najad), Yalamlam (penduduk Yaman) dan Zatu Irqin
(penduduk Iraq).
24. Miqat Makani adalah ketentuan tempat bagi seseorang yang hendak
mengawali melaksanakan haji atau umrah dalam memulai niat haji atau umrah
25. Miqat Zamani adalah ketentuan waktu untuk melaksanakan ibadah haji.
26. Multazam, adalah dinding yang terletak diantara Hajar Aswad dan pintu
Ka’bah. Merupakan tempat yang sanqat dianjurkan untuk berdoa (Insya Allah
do’a yang diminta akan dikabulkan oleh Allah SWT)
27. Waktu wykuf di Arafah, adalah mulai tergelincir matahari tanggal 9
dzulhijjah hingga terbit fajar tanggal 10 dzulhijjah.
28. Nafar Awal, Disebut Nafar Awal, jika jama’ah meninggalkan Mina pada
tgl 12 Zulhijah. Disebuat Nafar Awal krn jamaah lebih dulu meninggalkan
Mina,utk kembali ke Mekah dan hanya melontar jumroh 3 hari.Total kerikil
yang dilontar jamaah Nafal Awal adalah 49 butir. Nafar Tsani, Disebut Nafar
Tsani atau Nafar Akhir jika jamaah melontar jumroh selama 4 hari (tgl :
10,11,12 dan 13 Zulhijah).Sehingga jumlah batu yang dilontar 70 kerikil.Jamaah
baru meninggalkan Mina tgl 13 Zulhijah.
29. Qiran, Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dan Ibadah
Umroh pada waktu bersamaan, tanpa diselingi Tahallul.
30. Rukun Haji, Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam
Ibadah Haji.Jika tidak dikerjakan maka Hajinya tidak syah.
31. Rukun Haji ada 6 yaitu Ihram (niat), wukuf di arafah, Thawaf Ifadhah,
Sa’I, Tahallul (bercukur) dan Tertib sesuai tuntunan manasik.
32. Wajib Haji, ada 6 yaitu Ihram haji dari miqat, Mabit di Muzdalifah,
Mabit di Mina, Melontar Jumrah, Menghindari yang dilarang saat ihram dan
Thawaf wada’ saat hendak meninggalkan Makkah.
33. Sa’i. Berjalan kaki atau lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwah.
Dengan total 7 kali.
34. Sunat Haji, Merupakan Sunat (tidak wajib) pada Ibadah Haji. Sunat
Umrah, Merupakan sunat (tidak wajib) pada Ibadah Umrah.
35. Tahallul, adalah mencukur seluruh rambut atau memotong sedikit
rambut. Dengan tahalul berarti sudah bebas dari larangan-larangan saat ihram
ibadah Haji atau Umroh.
36. Talang Emas, Merupakan Talang Emas (Mizhab) yang terdapat pada
Ka’bah. Posisi Talang Emas ini terletak di atas Hijir Ismail.
37. Talbiyah, Bacaan Talbiyah : Labbaik Allahumma labbaik, labbaik laa
Syariika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariika lak.
38. Raudhah adalah suatu tempat didalam masjid Nabawi (letaknya
ditandai dengan tiang-tiang putih) yang letaknya berada diantara rumah
A’isyah (sekarang makam Nabi SAW) sampai mimbar. Rasul bersabda : antara
rumahku dengan mimbarku adalah raudhah taman diantara taman-taman
surga.
39. Rukun Ka’bah, dari Hajar aswad yaitu rukun hajar aswad, rukun ‘Iraqi,
rukun Syami kemudian rukun Yamani.
40. Doa antara pilar hijau yaitu rabbigh-fir warham wa’fu wa takarram
wataja-waz ‘amma ta’lam innaka ta’lamu ma-laa na’lam innaka antallahul
a’azzul-akram ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah
dan hapuskanlah apa-apa yang engkau ketahui dari dosa kami, sesungguhnya
Engkau Maha mengetahui apa-apa yang kami tidak mengetahuinya,
sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Tinggi dan Maha Mulia.
41. Hukum mabit di Mina, Iman Maliki, imam hambali dan imam Syafi’I
berpendapat bahwa mabit dimina hukumnya wajib.
42. Tempat mabit di Mina adalah seluruh wilayah Mina termasuk
haratullisan dan daerah yang termasuk dalam batas perluasan hukum mabit
(Mina Jadid)Fatwa ulama Muhammad bin Shalih al ‘Atsimin dan Abdul Aziz bin
Abdillah bin Baz
43. Hukum Shalat Arbain dan Pelaksanaannya, Selama di Madinah jamaah
haji melaksanakan shalat arbain yaitu 40 waktu shalat, hadits riwayat Ahmad
dan Thabrani dari shahabat Anas bin Malik mengenai shalat arbain sanadnya
shahih : “Barang sipa shalat di masjid ku 40 shalat tanpa terputus maka dia
ditetapkan terbebas dari neraka dari adzab dan dari sifat kemunafikan”.
Maksud hadits ini sebagai Targhib dorongan untuk memperbanyak ibadah di
masjid Nabawi.

PERINTAH HAJI DAN UMRAH DALAM AL-QUR’AN


Allah SWT berfirman :
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim,
barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia, mengerjakan
haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang
sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah, barangsiapa mengingkari
(kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan
sesuatu) dari semesta alam. (QS. Ali Imran ayat 97). Perintah untuk
melaksanakan ibadah haji, bagi yang mampu terdapat pada Surat Ali Imran
ayat 97 tersebut.
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat
berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian
maqam Ibrahim tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim
dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang
i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (QS. Al Baqarah ayat 125)
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini,
negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada
penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.
Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun aku beri kesenangan
sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah seburuk-
buruk tempat kembali”. (QS. Al Baqarah ayat 126)
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah
bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami
(amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha
Mengetahui”. (QS. Al Baqarah ayat 127)
Ya Tuhan Kami, Jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk patuh kepada
Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu Kami umat yang tunduk patuh
kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada Kami cara-cara dan tempat-tempat
ibadat haji Kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang
Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al Baqarah ayat 128)
(Sumber :
https://muhamadfaqihhusni.wordpress.com/2014/02/05/kebijakan-
pemerintah-dan-wawasan-informasi-haji/ )
MATERI 2

Berdasarkan hadits-hadits serta data historis yang telah dibahas, kita dapat
merumuskan jawaban terhadap masalah pokok kita: di manakah miqat
makani jemaah haji Indonesia? Pertama, jika kita berkesempatan untuk
mampu berada di Dzulhulaifah, Juhfah, Qarnulmanazil atau Yalamlam, tempat-
tempat itulah miqat makani kita sesuai dengan hadits. Kedua, jika kita tidak
mampu datang ke salah satu dari empat tempat tersebut (sebab paspor coklat
jemaah haji Indonesia hanya berlaku untuk Makkah-Madinah-Jeddah), tempat
mana saja boleh kita jadikan sebagai miqat makani, asalkan lokasinya di luar
Tanah Haram dan menyediakan fasilitas untuk persiapan berihram.

Bagi jemaah haji Gelombang Pertama yang ke Madinah dahulu sebelum ke


Makkah, miqat makani mereka sudah tentu Dzulhulaifah, tempat miqat
Rasulullah s.a.w. ketika beliau menunaikan haji. Nama Dzulhulaifah tidak
dipakai lagi, sebab tempat itu kini bernama Bi’r (Abyar) Ali, sebagaimana nama
Sunda Kalapa dan Batavia (Betawi) sekarang berubah menjadi Jakarta. Para
jemaah haji mandi, memakai wangi-wangian, dan mengenakan pakaian ihram
pada pondokan masing-masing di Madinah. Kendaraan akan mampir di Bi’r Ali
(Dzulhulaifah) kira-kira setengah jam, agar jemaah haji menunaikan shalat
sunnah ihram. Di Bi’r Ali, ketika kendaraan mulai bergerak ke arah Makkah,
jemaah haji memulai umrah dengan mengucapkan “Labbaik Allahumma
`Umrah.”

Bagi jemaah haji Gelombang Kedua yang langsung ke Makkah, miqat makani
mereka yang paling ideal sampai saat ini adalah Bandar Udara Raja Abdul Aziz,
yang populer dengan singkatan KAA Airport (King Abdul Aziz Airport)
MATERI 3

Jemaah haji berhak memperoleh pembinaan, pelayanan dan perlindungan


dalam menjalankan ibadah haji, yang meliputi :
a. Pembinaan manasik haji dan / atau materi lainnya, baik di tanah air, di
perjalanan maupun di Arab Saudi.
b. Pelayanan akomodasi, konsumsi, transportasi dan pelayanan kesehatan
yang memadai, baik di tanah air, selama di perjalanan maupun di Arab Saudi.
c. Perlindungan sebagai Warga Negara Indonesia.
d. Penggunaan paspor haji dan dokumen lainnya yang diperlukan untuk
pelaksanaan ibadah haji, dan
e. Pemberian kenyamanan transportasi dan pemondokan selama di tanah air,
di Arab Saudi dan saat kepulangan ke tanah air.
2. Kewajiban Pemerintah
Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan dan perlindungan
dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan ibadah haji, akomodasi,
transportasi, pelayanan kesehatan, keamanan dan hal-hal lain yang diperlukan
oleh jemaah haji.

C. Pengorganisasian
Penyelengaraan Ibadah Haji (PIH) meliputi unsur kebijakan, pelaksanaan dan
pengawasan. Kebijakan dan pelaksanaan dalam penyelenggaraan ibadah haji
merupakan tugas nasional dan menjadi tanggung jawab pemerintah. Dan
dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut, menteri
mengkoordinasikannya dan/atau bekerja sama dengan masyarakat,
departemen / instansi terkait, dan pemerintah kerajaan Arab Saudi. Setelah
itu, yang melaksanakan PIH ini adalah pemerintah dengan masyarakat. Dalam
rangka pelaksanaan PIH ini pemerintah membentuk satuan kerja dibawah
menteri yang kemudian akan diawasi oleh KPIH.
Penyelenggaraan ibadah haji dikoordinasi oleh :
a. Menteri di tingkat pusat
b. Gubernur di tingkat provinsi
c. Bupati / wali kota di tingkat kabupaten / kota, dan
d. Kepala perwakilan Republik Indonesia untuk kerajaan Arab Saudi.
1. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji
Menteri membentuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji di tingkat pusat, di
daerah yang memiliki embarkasi, dan di Arab Saudi. Dalam rangka
penyelenggaraan Ibadah Haji, Menteri menunjuk petugas yang menyertai
Jemaah Haji, yang terdiri atas :
a) Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI)
b) Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TIPHI), dan
c) Tim Kesehatan Haji Indonesia.
Selain itu, Gubernur atau Bupati / Wali Kota juga berhak mengangkat petugas
yang menyertai jemaah haji, yang terdiri atas :
a) Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), dan
b) Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD).
Adapun biaya operasional Panitia Penyelenggara Ibadah Haji dan petugas
operasional pusat dan daerah dibebankan pada APBN dan APBD, bukan dari
BPIH.
2. Komisi Pengawas Haji Indonesia
KPHI terdiri atas 9 (sembilan) orang anggota, yaitu unsur masyarakat 6 (enam)
orang dan unsur pemerintah 3 (tiga) orang. 6 unsur masyarakat ini terdiri atas
unsur Majelis Ulama Indonesia, organisasi masyarakat Islam, dan tokoh
masyarakat Islam. Sedangkan unsur Pemerintah dapat ditunjuk dari
departemen / instansi yang berkaitan dengan Penyelenggaraan Ibadah Haji.
(Sumber : http://dokumenku-coretanku.blogspot.com/2011/05/kebijakan-
pemerintah-tentang.html)

TARADUDI : ADALAH SISTEM ANGKUTAN BUS DI ARAFAH, MUZDALIFAH DAN


MINA ANGKUTAN BUS DENGAN SISTEM DI DROP, DITINGGAL, DIJEMPUT
SECARA BERTAHAP

Kepala para praktisi, dipersilakan untuk menyimak dan memberikan masukan dalam rangka
pengkayaan dan penyempurnaan. Masukan dan komentar dapat disampaikan via email
ke: diklathaji@yahoo.co.id

Kepada para peminat, dipersilakan untuk mempelajari sebagai kesiapan mengikuti tahapan
seleksi sebagai petugas TKHI Tahun 2015. Materi tersebut di bawah ini merupakan salah satu
sumber bahan soal Tes Potensi. Tes Potensi merupakan salah satu tahapan rekrutmen yang
diberlakukan sebagai syarat untuk memperoleh Nomor Register (NR) 1436.

Berikut draft-final materi pelatihan kompetensi bagi petugas TKHI:

Materi Inti 1 : Etika Pelayanan Kesehatan Haji (Unduh)

Materi Inti 2 : Pelayanan Medik dan Asuhan Keperawatan Dalam Pelayanan Kesehatan
Haji

Materi Inti 3 : Pengendalian Kejadian Penyakit di Kloter

Materi Inti 4 : Komunikasi Efektif (Unduh)

Materi Inti 5 : Jejaring Kerja (Unduh)

Materi Inti 6 : Pencatatan dan Pelaporan (Unduh)

Keterangan: Materi Inti 2 dan 3 masih dalam penyempurnaan.

Anda mungkin juga menyukai