0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan6 halaman

Pengertian Muassasah Dan Maktab

Dokumen tersebut membahas tentang kebijakan pemerintah dan wawasan informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji, meliputi peraturan dasar penyelenggaraan haji, tujuan penyelenggaraan haji, kebijakan pemerintah tentang penyelenggaraan haji, standar minimal pelayanan, ta'limulhajj, istithaah dan macam-macamnya, kebijakan pelayanan haji, pembinaan haji, petugas h

Diunggah oleh

Roni Pasla
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan6 halaman

Pengertian Muassasah Dan Maktab

Dokumen tersebut membahas tentang kebijakan pemerintah dan wawasan informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji, meliputi peraturan dasar penyelenggaraan haji, tujuan penyelenggaraan haji, kebijakan pemerintah tentang penyelenggaraan haji, standar minimal pelayanan, ta'limulhajj, istithaah dan macam-macamnya, kebijakan pelayanan haji, pembinaan haji, petugas h

Diunggah oleh

Roni Pasla
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN WAWASAN INFORMASI HAJI

H. Muhammad Faqih Husni,S.Ag. MSI

Hal-hal yang hendaknya diketahui dalam perjalanan ibadah haji untuk menambah wawasan bagi
jamaah calon haji Indonesia diantaranya adalah

Peraturan Dasar Penyelenggaraan Haji, adalah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang
penyelenggaraan haji

Tujuan Penyelenggaraan Ibadah haji adalah untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan
perlindungan kepada jamaah haji

Kebijakan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Haji, adalah penyelenggaraan ibadah haji


berdasarkan azas keadilan (berpegang pada kebenaran, tidak berat sebelah atau tidak berpihak dan
tidak sewenang-wenang dalam penyelenggaraan haji), azas profesionalitas (harus dilaksanakan
dengan mempertimbangkan keahlian para penyelenggaranya) dan berdasarkan azas akuntabilitas
dengan prinsip nilaba (penyelenggaraan harus dilakukan dengan terbuka/transparan dan dapat
dipertanggung-jawabkan secara etik dan hokum dengan prinsip tidak mencari keuntungan).

Standar Minimal Pelayanan, adalah seluruh jamaah haji diberangkatkan ketanah suci, mendapatkan
pemondokan, diwukufkan di arafah dan dikembalikan lagi ketanah air.

Ta’limulhajj, adalahperaturan tentang perhajian yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji Arab Saudi
sebagai instansi pemerintah yang berwenang mengatur penyelenggaraan haji di Arab Saudi.

Istithaah dan macamnya, istithaah adalah mampu melaksanakan ibadah haji, ditinjau dari jasmani
(tidak sulit melakukan ibadah, tidak lumpuh, tidak sakit yang lama sembuh), rohani (memahami
manasik haji, berakal sehat dan memiliki kesiapan mental untuk ibadah dengan perjalanan jauh),
Ekonomi (mampu membayar BPIH, memiliki biaya hidup keluarga yang ditinggalkan/bagi petugas
istithaah ekonominya adalah memenuhi persyaratan dan aman pada waktu melaksanakan haji dan
aman bagi keluarga dan harta benda yang ditinggalkan selama laksanakan tugas), Keamanan ( aman
dalam perjalanan dan aman bagi keluarga dan harta benda yang ditinggalkan)

Kebijakan Pelayanan Haji, adalah jamaah haji mendapatkan manasik haji, diberangkatkan ke tanah
suci, mendapatkan pemondokan, diwukufkan di arafah dan dipulangkan ke tempat asalnya.

Pembinaan Haji adalah serangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan dan bimbingan bagi jamaah
haji, petugas haji, PIHK, PPIU dan lembaga atau ormas yang terkait dengan haji dan umrah.

Pembinaan haji dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, baik dilakukan secara perorangan
ataupun dengan membentuk kelompok bimbingan.
Pembimbing ibadah haji adalah orang yang menguasai pengetahuan manasik haji dan atau yang
telah mengikuti orientasi pembimbing haji yang diselenggarakan oleh Dirjen Penyelenggara haji dan
umrah dan ditugaskan untuk membimbing jamaah.

Bimbingan haji oleh pemerintah, ditingkat KUA Kecamatan 7 kali dalam bentuk bimbingan kelompok
dan ditingkat Kabupaten 3 kali dalam bentuk bimbingan missal.

Ketua regu adalah petugas yang dipilih oleh jamaah untuk memimpin 10 jamaah. Ketua Rombongan
adalah petugas yang dipilih oleh jamaah untuk memimpin 4 regu dan ditetapkan dengan surat
keputusan oleh Kakanwil Kemenag atas rekomendari Kakankemenag Kabupaten.

KBIH adalah lembaga sosial keagamaan yang mendapat ijin Kementerian Agama untuk
melaksanakan bimbingan terhadap jamaah haji. Tugasnya melaksanakan bimbingan haji bukan
sebagai penyelenggara haji. Fungsinya sebagai mitra pemerintah.

Tujuan pembinaan jemaah haji adalah mewujudkan jemaah haji yang mandiri yaitu jamaah yang
dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah hajinya secara mandiri tanpa ketergantungan kepada
perorangan maupun kelompok, setelah mendapatkan bimbingan paket kecamatan dan kabupaten
dan atau KBIH.

Petugas Haji Indonesia adalah petugas yang diangkat oleh Menteri Agama yang bertanggung-jawab
melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan kepada jamaah haji baik sebagai petugas yang menyertai
jamaah (Petugas kloter) yaitu (TPHI, TPIHI, TKHI, TPHD dan TKHD) atau Panitia Penyelenggara Ibadah
Haji (PPIH) yaitu (Pusat, Arab Saudi dan Embarkasi)

Petugas Haji meliputi TPHI adalah petugas yang menyertai jamaah dalam bidang administrasi dan
manajerial sebagai ketua kloter. Sedangkan TPIHI dalam bidang bimbingan ibadah haji. TKHI dalam
bidang pelayanan kesehatan baik dokter atau perawat. PPIH adalah Panitia Penyelenggara Haji yang
bertanggung-jawab dalam memberikan pelayanan perhajian di Pusat, Arab Saudi dan Embarkasi.

Pelatihan Petugas Haji, dilaksanakan di Embarkasi bagi petugas kolter dan di pusat Jakarta bagi PPIH
Arab Saudi (non kloter).

Lama masa tugas, 41 hari untuk petugas kloter, 76 hari untuk PPIH Arab Saudi Daker Jeddah dan
Madinah, 66 hari untuk Daker Makkah. Di Embarkasi lama operasional penerbagan adalah 30 hari
pemberangkatan dan 30 hari pemulangan melalui 13 embarkasi.

Biaya Petugas Haji dianggarkan dari biaya dana APBN.

INFORMASI WAWASAN PENYELENGGARAAN HAJI DI TANAH SUCI

Wizarat al-Hajji, adalah Kementerian haji yaitu lembaga resmi Negara yang bertanggung-jawab
dalam bidang perhajian.
Muassasah, instansi swasta non pemerintah yang melayani jamaah haji. Muassasah Thawwafah bi
al-Makkah (penyedia akomodasi jamaah selama di Makkah), Muassasah Adilla bi al-Madinah
(layanan akomodasi jamaah selama di Madinah)

Naqabah, merupakan asosiasi yang mengawasi perusahaan resmi angkutan jamaah haji, Naqabah
adalah asosiasi transportasi haji yang bertanggung-jawab atas peningkatan pelayanan angkutan
jamaah haji dan para peziaraha masjid Nabawi.

Majmu’ah, adalah petugas yang berada di madinah yang melayani atau memberikan pelayanan
kepada jamaah haji saat berada di madinah. (Majmu’ah adalah badan/asosiasi yang bertugas
menyiapkan sarana akomodasi pemondokan jamaah haji selama di Madinah)

ISTILAH DALAM IBADAH HAJI

Baitullah, adalah bangunan Ka’bah yang disebut juga sebagai Baitullah atau rumah Allah.

Babus Salam, Nama salah satu pintu masuk ke Masjidil Haram.

Bier Ali, Merupakan tempat Miqat (mulai memakai ihram). Terletak sekitar 12 kilometer dari kota
Madinah.

Binatang Hadyu, Binatang ternak yang disenbelih untuk Dam dan untuk kurban saat hari raya Idul
Adha.

Dam, Denda bagi mereka yang melakukan pelanggaran ketentuan saat menunaikan Ibadah Haji atau
Umrah

Fidyah, Denda yang dikenakan pada umat Muslim yang melakukan pelanggaraan saat ibadah.
Dengan cara : Berpuasa, Memberi makan fakir miskin atau Menyembelih binatang kurban

Green Dome, Merupakan Kubah Hijau yang terletak di area Masjid Nabawi. Di bawah Kubah Hijau ini
terletak makam Nabi SAW.

Gua Hira, Gua tempat Nabi Muhammad s.a.w menerima wahyu pertama (Surat Al-Alaq, ayat 1-5).
Gua ini terletak di Bukit/Jabal Nur.Sekitar 5 km di utara kota Mekah.

Haji Ifrad, Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dahulu kemudian Ibadah Umroh, dan
diselingi Tahallul.

Haji Qiran, Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dan Ibadah Umroh pada waktu
bersamaan, tanpa diselingi Tahallul.

Haji Tamattu, Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Umroh dahulu kemudian Ibadah Haji,
dan diselingi Tahallul.

Niat Haji, adalah dengan mengucapkan Labbaikallahumma hajjan atau Nawaitul-hajja wa ahramtu
bihi lillahi ta’ala.
Hijir Ismail, Salah satu bagian dari Ka’bah. Hijir Ismail ini berbentuk setengah lingkaran, merupakan
makam Nabi Ismail AS. dan juga Siti Hajar (ibunda Nabi Ismail AS).

Ifrad, Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dahulu kemudian Ibadah Umroh, dan
diselingi Tahallul.

Ihram, Ihram ialah berniat untuk memulai mengerjakan Ibadah Haji atau Umroh, dengan
mengucapkan lafazh niat (tidak hanya dalam hati)

Idh-thiba’ adalah sunah dalam mengenakan pakaian ihram saat thawaf dengan membuka ihramnya
dibagian bahu sebelah kanan saja dan menyelempangkan kain ihramnya dibahu kiri.

Raml adalah lari-lari kecil saat sa’ diantara dua pilar hijau bagi laki-laki yang mampu
melaksanakannya.

Jumrah, jama’nya Jamarat yaitu tempat pelemparan, yang yang didirikan untuk memperingati saat
Nabi Ibrahim digoda oleh setan agar tidak melaksanakan perintah Allah SWT.

Kiswah, Penutup Ka’bah. Pada Kiswah dihiasi tulisan ayat suci Al Qu’an yang disulam.

Lafazh Niat Haji, Labbaik Allahumma Hajjan. Lafazh Niat Umrah, Labaik Allahumma Umratan

Tabdilun-niyah (merubah niat), yaitu bagi jamaah yang haji tamattu’ (dalam ihram umrah) bila tidak
selesai umrahnya sebelum wukuf karena udzur syar’I maka diperbolehkan berubah niat dari umrah
menjadi haji.

Mabit, Bermalam beberapa hari atau berhenti sejenak untuk mempersiapkan pelaksanaan melontar
jumroh. Mabit dilakukan di Muzdalifah dan Mina.

Miqat, Miqat adalah tempat atau waktu untuk memulai berniat ihram. Miqat Makani, Miqat
berdasarkan peta atau batas geografis. Yaitu Bir Ali (bagi penduduk Madinah dan yang melewatinya),
Juhfah (penduduk Syam), Qarnul Manazil (penduduk Najad), Yalamlam (penduduk Yaman) dan Zatu
Irqin (penduduk Iraq).

Miqat Makani adalah ketentuan tempat bagi seseorang yang hendak mengawali melaksanakan haji
atau umrah dalam memulai niat haji atau umrah

Miqat Zamani adalah ketentuan waktu untuk melaksanakan ibadah haji.

Multazam, adalah dinding yang terletak diantara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Merupakan tempat
yang sanqat dianjurkan untuk berdoa (Insya Allah do’a yang diminta akan dikabulkan oleh Allah
SWT)

Waktu wykuf di Arafah, adalah mulai tergelincir matahari tanggal 9 dzulhijjah hingga terbit fajar
tanggal 10 dzulhijjah.

Nafar Awal, Disebut Nafar Awal, jika jama’ah meninggalkan Mina pada tgl 12 Zulhijah. Disebuat
Nafar Awal krn jamaah lebih dulu meninggalkan Mina,utk kembali ke Mekah dan hanya melontar
jumroh 3 hari.Total kerikil yang dilontar jamaah Nafal Awal adalah 49 butir. Nafar Tsani, Disebut
Nafar Tsani atau Nafar Akhir jika jamaah melontar jumroh selama 4 hari (tgl : 10,11,12 dan 13
Zulhijah).Sehingga jumlah batu yang dilontar 70 kerikil.Jamaah baru meninggalkan Mina tgl 13
Zulhijah.

Qiran, Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dan Ibadah Umroh pada waktu
bersamaan, tanpa diselingi Tahallul.

Rukun Haji, Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam Ibadah Haji.Jika tidak dikerjakan
maka Hajinya tidak syah.

Rukun Haji ada 6 yaitu Ihram (niat), wukuf di arafah, Thawaf Ifadhah, Sa’I, Tahallul (bercukur) dan
Tertib sesuai tuntunan manasik.

Wajib Haji, ada 6 yaitu Ihram haji dari miqat, Mabit di Muzdalifah, Mabit di Mina, Melontar Jumrah,
Menghindari yang dilarang saat ihram dan Thawaf wada’ saat hendak meninggalkan Makkah.

Sa’i. Berjalan kaki atau lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwah. Dengan total 7 kali.

Sunat Haji, Merupakan Sunat (tidak wajib) pada Ibadah Haji. Sunat Umrah, Merupakan sunat (tidak
wajib) pada Ibadah Umrah.

Tahallul, adalah mencukur seluruh rambut atau memotong sedikit rambut. Dengan tahalul berarti
sudah bebas dari larangan-larangan saat ihram ibadah Haji atau Umroh.

Talang Emas, Merupakan Talang Emas (Mizhab) yang terdapat pada Ka’bah. Posisi Talang Emas ini
terletak di atas Hijir Ismail.

Talbiyah, Bacaan Talbiyah : Labbaik Allahumma labbaik, labbaik laa Syariika laka labbaik, innal hamda
wan ni’mata laka wal mulk laa syariika lak.

Raudhah adalah suatu tempat didalam masjid Nabawi (letaknya ditandai dengan tiang-tiang putih)
yang letaknya berada diantara rumah A’isyah (sekarang makam Nabi SAW) sampai mimbar. Rasul
bersabda : antara rumahku dengan mimbarku adalah raudhah taman diantara taman-taman surga.

Rukun Ka’bah, dari Hajar aswad yaitu rukun hajar aswad, rukun ‘Iraqi, rukun Syami kemudian rukun
Yamani.

Doa antara pilar hijau yaitu rabbigh-fir warham wa’fu wa takarram wataja-waz ‘amma ta’lam innaka
ta’lamu ma-laa na’lam innaka antallahul a’azzul-akram ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkanlah,
bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang engkau ketahui dari dosa kami, sesungguhnya
Engkau Maha mengetahui apa-apa yang kami tidak mengetahuinya, sesungguhnya Engkau Ya Allah
Maha Tinggi dan Maha Mulia.

Hukum mabit di Mina, Iman Maliki, imam hambali dan imam Syafi’I berpendapat bahwa mabit
dimina hukumnya wajib.

Tempat mabit di Mina adalah seluruh wilayah Mina termasuk haratullisan dan daerah yang termasuk
dalam batas perluasan hukum mabit (Mina Jadid)Fatwa ulama Muhammad bin Shalih al ‘Atsimin dan
Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Hukum Shalat Arbain dan Pelaksanaannya, Selama di Madinah jamaah haji melaksanakan shalat
arbain yaitu 40 waktu shalat, hadits riwayat Ahmad dan Thabrani dari shahabat Anas bin Malik
mengenai shalat arbain sanadnya shahih : “Barang sipa shalat di masjid ku 40 shalat tanpa terputus
maka dia ditetapkan terbebas dari neraka dari adzab dan dari sifat kemunafikan”. Maksud hadits ini
sebagai Targhib dorongan untuk memperbanyak ibadah di masjid Nabawi.

PERINTAH HAJI DAN UMRAH DALAM AL-QUR’AN

Allah SWT berfirman :

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim, barangsiapa
memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia, mengerjakan haji adalah kewajiban manusia
terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah, barangsiapa
mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari
semesta alam. (QS. Ali Imran ayat 97). Perintah untuk melaksanakan ibadah haji, bagi yang mampu
terdapat pada Surat Ali Imran ayat 97 tersebut.

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan
tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. dan telah Kami
perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf,
yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (QS. Al Baqarah ayat 125)

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa,
dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada
Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun aku beri kesenangan
sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah seburuk-buruk tempat
kembali”. (QS. Al Baqarah ayat 126)

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya
berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang
Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al Baqarah ayat 127)

Ya Tuhan Kami, Jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah)
diantara anak cucu Kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada Kami
cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji Kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah
yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al Baqarah ayat 128)

Anda mungkin juga menyukai