Anda di halaman 1dari 15

DIFERENSIASI NUMERIK

3.1 Pendahuluan
a. Latar Belakang
Analisa numerik adalah suatu metode untuk menyelesaikan masalah matematika.
Masalah yang diformulasikan secara matematis dengan cara operasi hitungan
(aritmetik) dan analisa. Analisa numerik ini sanggup menangani sistem persamaan yang
besar dan sering kali memungkinkan dipecahkan secara analitis.
Diferensiasi numerik merupakan salah satu metode yang penting dalam ilmu
komputasi. Persoalan perhitungan turunan fungsi cukup banyak muncul dalam bidang
rekayasa, misalnya dalam bidang pengolahan citra, turunan fungsi diterapkan untuk
mendeteksi sisi (edge) obyek pada suatu citra. Sementara dalam perhitungan numerik
sendiri, turunan fungsi dalam orde yang lebih tinggi kadang-kadang diperlukan..
Ada berbagai macam penyelesaian diferensiasi, di antaranya adalah metode selisih
maju, metode selisih mundur dan metode selisih tengahan. Hasil perhitungan dengan
diferensiasi secara numerik merupakan niai hampiran, error yang diperoleh dari setiap
metode juga berbeda Dalam laporan pertemuan III ini akan dibahas mengenai ketiga
metode penyelesaian problem diferensiasi tersebut.

b. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, masalah yang dapat disimpulkan adalah sebagai
berikut :
1. Bagaimana cara memahami dan menerapkan metode selisih maju ?
2. Bagaimana cara memahami dan menerapkan metode selisih mundur ?
3. Bagaimana cara memahami dan menerapkan metode selisih tengahan ?

c. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan yang diharapkan adalah sebagai
berikut :
1. Dapat memahami dan menerapkan metode selisih maju.
2. Dapat memahami dan menerapkan metode selisih mundur.
3. Dapat memahami dan menerapkan metode selisih tengahan.

1
3.2 Landasan Teori
Persoalan turunan numerik ialah menentukan hampiran nilai turunan fungsi 𝑓 yang
diberikan dalam bentuk tabel. Meskipun metode numerik untuk menghitung turunan
fungsi tersedia, tetapi perhitungan turunan sedapat mungkin dihindari. Alasannya, nilai
turunan numerik umumnya kurang teliti dibandingkan dengan nilai fungsinya. Dalam
kenyataannya, turunan adalah limit dari hasil bagi selisih: yaitu pengurangan dua buah
nilai yang besar (𝑓(𝑥 + ℎ) − 𝑓(𝑥)) dan membaginya dengan bilangan yang kecil (ℎ).
Pembagian ini dapat menghasilkan turunan dengan galat yang besar. Jika fungsi 𝑓
dihampiri oleh polinom interpolasi 𝑝, selisih nilai fungsi mungkin kecil tetapi
turunannya boleh jadi sangat berbeda dengan nilai turunan sejatinya. Hal ini masuk akal
sebab turunan numerik bersifat "halus", dan ini berlawanan dengan integrasi numerik,
yang tidak banyak dipengaruhi oleh ketidaktelitian nilai fungsi, karena integrasi pada
dasarnya adalah proses penghalusan (Anonymous, 2012).
Perhitungan kalkulus banyak digunakan untuk keperluan perhitungan geometrik,
yang berhubungan dengan perubahan nilai per-satuan waktu atau jarak. Secara kalkulus,
didefinisikan sebagai perbandingan perubahan tinggi (selisih tinggi) dan perubahan
jarak, dan dituliskan dengan
𝑑𝑦 Δ𝑦
= lim
𝑑𝑥 Δ𝑥→0 Δ𝑥
(Sidiq, 2018)
Hubungan antara nilai fungsi dan perubahan fungsi untuk setiap titiknya
didefinisikan dengan :
𝑦 = 𝑓(𝑥) + 𝑓 ′ (𝑥) ℎ(𝑥)
dengan 𝑓 ′ (𝑥) didefinisikan:
𝑓(𝑥 + ℎ) − 𝑓(𝑥)
𝑓 ′ (𝑥) = lim
ℎ→0 ℎ
Dari formulasi ini dapat diturunkan beberapa metode differensiasi numerik. Terdapat
tiga pendekatan dalam menghitung nilai 𝑓′(𝑥0 ), yaitu:
a. Metode selisih maju
Misal diberikan nilai-nilai 𝑥 di 𝑥0 + ℎ dan 𝑥0 serta nilai fungsi untuk nilai-
nilai 𝑥 tersebut. Titik-titik yang diperoleh adalah (𝑥0 , 𝑓0 ) dan (𝑥1 , 𝑓1 ), dalam hal ini
𝑥1 = 𝑥0 + ℎ. Metode selisih maju merupakan metode yang mengadopsi secara
langsung definisi differensial dan dituliskan sebagai berikut :

2
𝑓(𝑥0 + ℎ) − 𝑓(𝑥0 ) 𝑓1 − 𝑓0
𝑓 ′ (𝑥0 ) = =
ℎ ℎ
Pengambilan ℎ diharapkan pada nilai yang kecil agar errornya kecil. Error metode
selisih maju sebesar :
1
𝐸(𝑓) = − ℎ𝑓"(𝑥)
2
Adapun taksiran metode selisih mundur secara geometris adalah sebagai berikut :

Gambar 2. Grafik metode selisih maju

b. Metode selisih mundur


Misal diberikan nilai-nilai 𝑥 di 𝑥0 − ℎ dan 𝑥0 , serta nilai fungsi untuk nilai-
nilai𝑥 tersebut. Titik-titik yang diperoleh adalah (𝑥−1 , 𝑓−1 ) dan (𝑥0 , 𝑓0 ) dalam hal
ini 𝑥−1 = 𝑥0 − ℎ. Metode selisih mundur dengan nilai 𝑥 di 𝑥0 dan 𝑥0 − ℎ, dengan
nilai dua titik (𝑥−1 , 𝑓−1 ), (𝑥0 , 𝑓0 ) maka𝑓 ′ (𝑥0 ):
𝑓(𝑥0 ) − 𝑓(𝑥0 − ℎ) 𝑓0 − 𝑓−1
𝑓 ′ (𝑥0 ) = =
ℎ ℎ
Pengambilan ℎ diharapkan pada nilai yang kecil agar errornya kecil. Error metode
selisih mundur sebesar :
1
𝐸(𝑓) = − ℎ𝑓′′ (𝑥)
2
Adapun taksiran metode selisih mundur secara geometris adalah sebagai berikut :

Gambar 3. Grafik metode selisih mundur

3
c. Metode selisih tengah
Misal diberikan nilai-nilai 𝑥 di 𝑥0 − ℎ, dan 𝑥0 + ℎ serta nilai fungsi untuk
nilai-nilai𝑥 tersebut. Titik-titik yang diperoleh adalah (𝑥−1 , 𝑓−1 ) dan (𝑥1 , 𝑓1 ), dalam
hal ini 𝑥−1 = 𝑥0 − ℎ dan 𝑥1 = 𝑥0 + ℎ. Metode selisih tengahan dengan nilai 𝑥 di
𝑥0 + ℎ dan 𝑥0 − ℎ, dengan nilai dua titik (𝑥1 , 𝑓1 ) dan (𝑥−1 , 𝑓−1 ), maka𝑓 ′ (𝑥0 ):
𝑓(𝑥0 + ℎ) − 𝑓(𝑥0 − ℎ) 𝑓1 − 𝑓−1
𝑓 ′ (𝑥0 ) = =
2ℎ 2ℎ
Pengambilan ℎ diharapkan pada nilai yang kecil agar errornya kecil. Error metode
selisih mundur sebesar :
1
𝐸(𝑓) = − ℎ𝑓′′′(𝑥)
6
Adapun taksiran metode selisih mundur secara geometris adalah sebagai berikut :

Gambar 4. Grafik metode selisih tengah


(Teukie, 2011)

4
3.3 Langkah Kerja, Teladan, Listing dan Output
a. Langkah Kerja
1. Perhatikan dekstop pada layar monitor PC atau laptop, mulai matlab dengan
melakukan double-click pada shortcut icon matlab.
2. Menentukan direktori tempat bekerja yang terdapat didalam folder matlab.
3. Input syntax program sederhana mengenai diferensiasi numerik ke dalam
mathlab editor yang sesuai dengan algoritma.
4. Save program diferensiasi numerik selisih maju, mundur dan tengah.
5. Setelah itu masuk kedalam command windows untuk melakukan run fungsi
utama.

b. Teladan
Hitung nilai differensiasi terhadap fungsi berikut dengan menggunakan diferensiasi
selisih maju, tengah dan mundur : 𝑓(𝑥) = 𝑒 −𝑥 𝑠𝑖𝑛(2𝑥) + 1 ; 𝑥 = [0,1] dan ℎ =
0,05, kemudian lakukan analisis terhadap error yang dihasilkan dari ketiga
perhitungan tersebut.

c. Listing
1. Listing Program
a) Metode selisih maju

Gambar 5. Listing progam metode selisih maju

b) Metode selisih mundur

5
Gambar 6. Listing progam metode selisih mundur

c) Metode selisih tengah

Gambar 7. Listing program metode selisih tengah

d. Output

6
1. Output teladan dengan metode selisih maju

Gambar 8. Output teladan dengan selisih maju

2. Output teladan dengan metode selisih mundur

Gambar 9. Output teladan dengan selisih mundur

3. Output teladan dengan metode selisih tengah

Gambar 10. Output teladan dengan selisih tengah

3.4 Algoritma dan Flowchart

7
a. Algoritma
1. Algoritma metode selisih maju
Input : 𝑥𝑖 , 𝑓 ′ (𝑥) eksak, 𝑥, ℎ; 𝑖 = 0,1
Proses :
 Untuk 𝑖 = 0,1, masukkan 𝑥𝑖 dan 𝑓(𝑥𝑖 )
𝑓(𝑥0 +ℎ)−𝑓(𝑥0 )
 𝑦 taksiran =

𝑓(𝑥1 )− 𝑓(𝑥0 )
= ℎ
𝑓′(𝑥)𝑒𝑘𝑠𝑎𝑘 −𝑦
 Error = | |
𝑓′(𝑥)𝑒𝑘𝑠𝑎𝑘
Output : 𝑦 taksiran dan nilai error
2. Algoritma metode selisih mundur
Input : 𝑥𝑖 , 𝑓 ′ (𝑥) eksak, 𝑥, ℎ; 𝑖 = −1,0
Proses :
 Untuk 𝑖 = −1,0 masukkan 𝑥𝑖 dan 𝑓(𝑥𝑖 )
𝑓(𝑥0 )−𝑓(𝑥0 −ℎ)
 𝑦 taksiran =

𝑓(𝑥0 )− 𝑓(𝑥−1 )
= ℎ
𝑓′(𝑥)𝑒𝑘𝑠𝑎𝑘 −𝑦
 Error = | |
𝑓′(𝑥)𝑒𝑘𝑠𝑎𝑘
Output : 𝑦 taksiran dan nilai error
3. Algoritma metode selisih mundur
Input : 𝑥𝑖 , 𝑓 ′ (𝑥) eksak, 𝑥, ℎ; 𝑖 = −1,1
Proses :
 Untuk 𝑖 = −1,1, masukkan 𝑥𝑖 dan 𝑓(𝑥𝑖 )
𝑓(𝑥0 +ℎ)−𝑓(𝑥0 −ℎ)
 𝑦 taksiran =
2ℎ

𝑓(𝑥1 )− 𝑓(𝑥−1 )
= 2ℎ
𝑓′(𝑥)𝑒𝑘𝑠𝑎𝑘 −𝑦
 Error = | |
𝑓′(𝑥)𝑒𝑘𝑠𝑎𝑘
Output : 𝑦 taksiran dan nilai error

b. Flowchart

8
1. Flowchart metode selisih maju

MULAI

𝑥𝑖 , 𝑓 ′ (𝑥) eksak,
𝑥, ℎ; 𝑖 = 0,1

𝑓(𝑥1 )−𝑓(𝑥0 )
𝑦=

𝑓′(𝑥)𝑒𝑘𝑠𝑎𝑘 −𝑦
Error = | |
𝑓′(𝑥)𝑒𝑘𝑠𝑎𝑘

𝑦 taksiran,
Error

SELESAI

Gambar 11. Flowchart metode selisih maju

2. Flowchart metode selisih mundur

9
MULAI

𝑥𝑖 , 𝑓 ′ (𝑥) eksak,
𝑥, ℎ; 𝑖 = −1,0

𝑓(𝑥0 )−𝑓(𝑥−1 )
𝑦=

𝑓′(𝑥)𝑒𝑘𝑠𝑎𝑘 −𝑦
Error = | |
𝑓′(𝑥)𝑒𝑘𝑠𝑎𝑘

𝑦 taksiran,
Error

SELESAI

Gambar 12. Flowchart metode selisih mundur

3. Flowchart metode selisih tengah

10
MULAI

𝑥𝑖 , 𝑓 ′ (𝑥) eksak,
𝑥, ℎ; 𝑖 = −1,1

𝑓(𝑥1 )−𝑓(𝑥−1 )
𝑦=
2ℎ
𝑓′(𝑥)𝑒𝑘𝑠𝑎𝑘 −𝑦
Error = | |
𝑓′(𝑥)𝑒𝑘𝑠𝑎𝑘

𝑦 taksiran,
Error

SELESAI

Gambar 13. Flowchart metode selisih tengah

3.5 Hasil dan Pembahasan

11
a. Hasil
1. Hasil dari teladan dengan metode selisih maju

Gambar 14. Hasil teladan dengan selisih maju

2. Hasil dari teladan dengan metode selisih mundur

Gambar 15. Hasil teladan dengan selisih mundur

3. Hasil dari teladan dengan metode selisih tengah

Gambar 16. Hasil teladan dengan selisih tengah

b. Pembahasan

12
Perama, kita diminta menghitung nilai differensiasi terhadap fungsi yang ada di
soal teladan yaitu, 𝑓(𝑥) = 𝑒 −𝑥 𝑠𝑖𝑛(2𝑥) + 1 ; 𝑥0 = 0 dan ℎ = 0,05 dengan metode
selisih maju. Untuk menyelesaikan dengan metode selisih maju, terlebih dahulu
definisikan listing program metode selisih maju pada Matlab deperti gambar 5, lalu
save dengan nama file misalnya “M1”. Kemudian run program tersebut pada command
window dengan cara memanggil funggsi tersebut, yaitu dengan mengetikkan “M1” lalu
enter. Selannjutnya, masukkan nilai 𝑥0 = 0, ℎ = 0,05, nilai_eksak = 2, nilai 𝑥_dicari =
0. Setelah itu, diperoleh hasil seperti gambar 14. Adapun nilai taksiran yang diperoleh
adalah 𝑦 = 1,8992897 dengan error sebesar 0,0503552.
Kedua, kita diminta menghitung nilai differensiasi terhadap fungsi yang ada di soal
teladan yaitu, 𝑓(𝑥) = 𝑒 −𝑥 𝑠𝑖𝑛(2𝑥) + 1 ; 𝑥0 = 0 dan ℎ = 0,05 dengan metode selisih
mundur. Untuk menyelesaikan dengan metode selisih mundur, terlebih dahulu
definisikan listing program metode selisih mundur pada Matlab deperti gambar 6, lalu
save dengan nama file misalnya “M2”. Kemudian run program tersebut pada command
window dengan cara memanggil funggsi tersebut, yaitu dengan mengetikkan “M2” lalu
enter. Selannjutnya, masukkan nilai 𝑥0 = 0, ℎ = 0,05, nilai_eksak = 2, nilai 𝑥_dicari =
0. Setelah itu, diperoleh hasil seperti gambar 15. Adapun nilai taksiran yang diperoleh
adalah 𝑦 = 2,0990397 dengan error sebesar 0,0495199.
Ketiga, kita diminta menghitung nilai differensiasi terhadap fungsi yang ada di soal
teladan yaitu, 𝑓(𝑥) = 𝑒 −𝑥 𝑠𝑖𝑛(2𝑥) + 1 ; 𝑥0 = 0 dan ℎ = 0,05 dengan metode selisih
tengah. Untuk menyelesaikan dengan metode selisih tengah, terlebih dahulu definisikan
listing program metode selisih tengah pada Matlab deperti gambar 5, lalu save dengan
nama file misalnya “M3”. Kemudian run program tersebut pada command window
dengan cara memanggil funggsi tersebut, yaitu dengan mengetikkan “M3” lalu enter.
Selannjutnya, masukkan nilai 𝑥0 = 0, ℎ = 0,05, nilai_eksak = 2, nilai 𝑥_dicari = 0.
Setelah itu, diperoleh hasil seperti gambar 16. Adapun nilai taksiran yang diperoleh
adalah 𝑦 = 1,9991647 dengan error sebesar 0,0004177.
Selanjutnya, kita dapat mengamati nilai error dari masing-masing metode. Untuk
fungsi 𝑓(𝑥) = 𝑒 −𝑥 𝑠𝑖𝑛(2𝑥) + 1 ; 𝑥0 = 0 dan ℎ = 0,05 jika dilakukan penaksiran
dengan diferensiasi numerik, metode selisih tengah lebih efisien karena errornya lebih
kecil dibandingkan metode selisih maju dan selisih mundur.
3.6 Kesimpulan dan Saran

13
a. Kesimpulan
Dari praktikum ini, kita dapat memahami dan menerapkan bahwa tidak semua
fungsi dapat dicari turrunannya secara manual. Untuk itu, turunan secara numerik dapat
digunakan untuk mencari turunan fungsi yang sulit tersebut. Terdapat tiga metoe
penyelesaian turunan secara numerik diantsrsnys metode selisih maju, mundur dan
tengah.
Metode selisih maju adalah suatu metode untuk mencari nilai taksiran turunan suatu
fungsi menggunakan dua titik yang telah diketahui yaitu 𝑥0 dan 𝑥1 = 𝑥0 + ℎ . metode
selisih mundur menggunakan titik 𝑥0 dan 𝑥−1 = 𝑥0 − ℎ. Sedangkan metode selisih
tengah menggunakan titik 𝑥1 = 𝑥0 + ℎ dan 𝑥−1 = 𝑥0 − ℎ. Untuk menentukan taksiran
tersebut dibutuhkan beberapa informasi yaitu 𝑓(𝑥𝑖 ), ℎ, 𝑓 ′ (𝑥) eksak, 𝑥 dan 𝑥𝑖 .
Pemilihan titik-titik yang digunakan dalam penaksiran sangat mempenaruhi nilai
error. Error yang diperoleh dari masing-masing metode berbeda-beda. Pada praktiknya,
error untuk metode selisih maju dan metode selisih mundur relatif sama jika
menggunakan titik yang sama. Jika dilakukan analisa error, metode selisih tengah
cenderung memiliki nilai error yang lebih kecil.

b. Saran
Pada praktikum pertemuan ke III yaitu diferensiasi numerik ini diharapkan asisten
menjelaskan materi dengan lengkap dan memberikan visualisasi praktis sehingga
praktikan akan lebih mampu menerima materi dengan baik dan mampu menyelesaikan
berbagai permasalahan dengan metode-metode yang telah diberikan dengan
mengaplikasikannya menggunakan program Matlab. Selain itu, praktikan harus teliti
dalam mendefinisikan listing program agar tidak terjadi error jika di run pada command
window dan hasil yang dipeoleh adalah benar.

DAFTAR PUSTAKA

14
Anonim. (2012). Metode Numerik untuk Teknik Informatika. http://informatika.stei.
itb.ac.id/rinaldi.munir/Buku.pdf. Diakses pada tanggal 22 November 2018 pukul
21.20 WIB
Sidiq. 2018. Metode Numerik. http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/15-METODE_
NUMERIK.pdf. Diakses pada tanggal 22 November 2018 pukul 21.05 WIB
Teukie. 2011. Praktikum 8 Differensiasi Numerik – Selisih Maju. https://www.
scribd.com/document/73800010/Praktikum8-Diferensiasi-Numerik-Selisih-Maju.
Diakses pada tanggal 22 November 2018 pukul 21.00 WIB

15