Anda di halaman 1dari 6

A.

Luas menurut poligon-poligon luar


Untuk menghitung luas daerah di bawah kurva dapat dilakukan dengan
membagi kurva tersebut menjadi beberapa persegi panjang (seperti pada gambar
dibawah) luas persegi panjang dapat dicari dengan menggunakan rumus
= ( )
Dimana
=panjang selang bagian (lebar persegi panjang)
= panjang persegi panjang

Untuk mencari luas dibawah kurva ( ) dapat dihitung dengan ( ).


= (1 ) + (2 ) + + ( )

B. Jumlah Riemann
Tinjaulah suatu partisi P dari selang [a,b] menjadi n selang bagian (tidak
perlu sama panjang) menggunakan titik = 0 < 1 < 2 . . . . < 1 < =
dan andaikan = 1 . kemudian ambillah titk sembarang = titik
sampel (mungkin berada di ujung, tengah) pada bagian ke-i. Contoh lihat pada
gambar.

Jumla Rienmann ( ) dapat dicari dengan menggunakan jumlah luas


persegi panjang yaitu:
= ( )

= = = ( )
1

Catatan:
Apabila persegi panjang berada
di bawah sumbu x maka luas
(A) pasti akan bernilai negatif

Cntoh soal:
1. Hitung jumlah Riemann 1 ( ) untuk data berikut: () = 1; ; 3 <
3,75 < 4,25 < 5,5 < 6 < 7 ; 1 = 3, 2 = 4, 3 = 4,75, 4 = 6, 5 = 6,5
Penyelesaian:

= ( )
1

= (1 ) + (2 ) + (3 ) + (4 ) + (5 )
= (3)(3.7 5 3) + (4)(4.25 3.75) + (4.75)(5.5 4.25) + (6)(6 5.5)
+ (6.5)(7 6)
= 2(0.75) + 3(0.5) + 3.75(1.25) + 5(0.5) + 5.5(1)
= 15.6875

2. Gunakan nilai-nilai a dan b yang diberikan dan nyatakan limit yang diberikan sebagai
sebuah integral tentu.

lim ( + 1)3 ; = 0, = 2

||0

Penyelesaian:

lim ( ) = ( ) = ( + 1)3

||0

Definisi integral tentu


1. f terintegrasikan pada selang [a,b]

() = lim ( )
||0

2. Apabila luas kurva berada di atas sumbu x maka bernilai positf (+)
sedangkan luas yang berada dibawah sumbu x berniai negatif (-)

() =

3. Apabila a<b (batas atas lebih kecil dari batas bawah) maka
rumusnya dapat diubah dengan menukar batas atas dengan batas
bawah dan menambahkan minus (-) di depan. Apabila batas atas
sama dengan batas bawah maka nilainya = 0.

() = ()

() = 0

Contoh soal:
1. Hitunglah integral tentu dengan menggunakan definisi.
2

( + 1)
0

2
2
, =

2
+1

( ) = + 1 =

2 2
( ) = [1 + ( )]

1

2
4
1 + 2

2
4 ( 1)
() + [
]

2
2

1
= 2 + 2 (1 + )

1
( + 1) = lim [2 + 2 (1 + )] = 4
||0

C. Teorema Dasar Kalkulus Pertama


1. Teorema A Teorema Dasar Kalkulus Pertama
Anggaplah f kontinu pada selang tertutup [a,b] dan anggaplah x sebagai
sebuah titik (peubah) pada (a,b). Maka


() = , ()

2. Teorema B Sifat Perbandingan


Jika f dan g terintegrasikan pada [a,b] dan jika () () untuk semua
x dalam [a,b], maka

() ()

Bukti:
( ) ( )
( ) ( )

( ) ( )
1

lim ( ) ( )( )

||0

( ) ( )

3. Teorema C Sifat Keterbatasan


Jika f terintegrasikan pada selang [a,b] dan () untuk semua x
dalam [a,b], maka

( ) () ( )

Bukti
Anggaplah ( ) =M, untuk semua x dalam [a,b]. Maka

( ) ( )

Bagaimanapun, ( ) sama dengan luas persegipanjang dengan


lebar b-a dan tinggi M, jadi:

( ) ( )

Ketaksamaan ruas kiri ditangani secara serupa


4. Teorema D Kelinieran Integral tentu
Andaikan bahwa f dan g teritegerasi ada [a,b] dan bahwa k konstanta.
Maka kf dan f + g terintegrasikan dan

()

() = ()

() [() + ()] = () + ()

() [() ()] = () ()

bukti

( + ( )) = lim ( ) + ( ))

||0

= lim [ ) + ( ) ]
||0

= lim ( ) + lim ( )
||0

||0

= ( ) = ( )