Anda di halaman 1dari 5

BAB 2

METODOLOGI PENCARIAN JURNAL

2.1 PICO (Problem, Intervention, Comparative, Outcome)

2.1.1 Problem (MASALAH YANG DITEMUKAN DI TEMPAT PRAKTIK)

Hasil pengamatan penulis di RSSA: mayoritas pasien yang berada di IRNA 2 yaitu ruang
bedah merupakan pasien dengan tirah baring yang cukup lama sehingga dapat menyebabkan
decubitus pada bagian tubuh pasien.

2.1.2 Intervention

Salah satu peran perawat adalah memberikan rawat luka pada pasien decubitus, edukasi dan
pemberian bed anti decubitus dalam menangani dan mencegah luka decubitus pada pasien.

2.1.3 Comparasion intervention

Edukasi, rawat luka sesuai sop dan penggunaan bed anti decubitus atau kasur angin

2.1.4 Outcome

Dengan penerapan program edukasi, rawat luka sesui sop dalam penyembuhan luka
decubitus diharapkan dapat membantu menyembuhakan luka pada pasien dengan decubitus

2.2 Pertanyaan klinis

Apakah rawat luka sesusi sop dapat di terapkan keluarga saat pasien dnegan decubitus di
rumah?

2.3 Metode penelusuran journal

Unsur PICO Analisis Kata kunci


(Terapi)
P Pasien decubitus yang menjalani rawat inap dan decubitus
tirah baring yang lama di IRNA 2
I Edukasi, rawat luka dan bed anti Edukasi dan rawat luka

0
decubitus
C Edukasi mika miki yang biasa dilakukan di
ruangan
O Dapat menyembuhkan luka decubitus pasien
karena tirah baring yang cukup lama

2.4 Jurnal Database yang digunakan

Menggunakan kata kunci dan beberapa sinonimnya dari analisa PICO dan kesesuaian
keadaan yang sebenarnya di rumah sakit, peneliti memilih 2 artikel pilihan untuk
kemudian memilih 1 artikel sebagai rujukan dan sisanya sebagai artikel pendukung.

2.5 Temuan artikel pilihan dari kata kunci PICO yang digunakan untuk digunakan
sebagai rujukan

2.5.1 Effectiveness of a honey dressing for healing pressure ulcers

 Penjelasan journal utama pelaksanaan EBN.

Efektifitas penggunaan madu untuk penyembuhan luka tekan

Abstrak

Tujuan: untuk menilai efek penggunaan dari madu dan an ethoxy-diaminoacridine


plus dressing nitrofurazone pada pasien dengan ulkus tekan.

Metode: Desain penelitian menggunakan randomized parallel group pada 36


responden yang dibagi menjadi 2 kelompok Lima belas pasien dengan 25 ulkus tekanan
dirawat dengan dressing madu, dan 11 pasien dengan 25 ulkus tekanan dirawat dengan
ethoxy-diaminoacridine plus nitrofurazone perban.

Hasil : Tingkat penyembuhan yang paling signifikan dari kedua kelompok dalam waktu 5
minggu yaitu pada penggunaan dressing madu. Responden yang menggunakan dressing
madu diperkirakan tingkat hasil penyembuhan luka kira-kira 4 kali lebih tinggi dibanding
dengan kelompok pembanding.

Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa Penggunaan dressing madu dapat


disimpulkan lebih efektif dan praktis pada pasien dengan ulkjus tekan.

1
2.1.1 Effectiveness of a honey dressing for healing pressure ulcers

 Penjelasan artikel pendukung

Tinjauan sistrematis tentang penggnaan madu sebagai balutan luka

Abstrak

Tujuan: penelitian dilakukan untuk membandingkan dan menyelidiki penggunaan


madu dan polyurethane film, amniotic membrane, kulit kentang dan silver
sulphadiazine. pada pasien dengan luka bakar ketebalan parsial, luka bakar sedang
sampai berat yang termasuk luka dengan ketebalan penuh, dan terinfeksi luka pasca
operasi

Metode : Desain penelitian ini adalah A randomised controlled trials yang digunakan
untuk menilai efektifitas pemberian madu polyurethane film, amniotic membrane,
kulit kentang dan silver sulphadiazine pada pasien dengan luka bakar ketebalan
parsial, luka bakar sedang sampai berat yang termasuk luka dengan ketebalan penuh,
dan terinfeksi luka pasca operasi. Seluruh responden diberkan intervensi madu dan
intervensi pembading selama 7 hari.

Hasil : Terbukti secara significant terdapat perbedaan antara kelompok intervensi dan
kelompok kontrol. Perawatan dengan madu menghasilkan penyembuhan yang lebih
signifikan selam tujuh hari. Pada tujuh hari 58% (97/167) pasien disembuhkan dengan
madu, dan 19% (29/151) pasien disembuhkan dengan intervensi lain. Pada hari ke 21
sebanyak 99% (165/167) pasien disembuhkan dengan madu, dan 75% (113/151)
disembuhkan dnegan intervensi pembanding.

Kesimpulan : penyembuhan dengan madu dapat disimpulkan sangat efetif pada


penyembuhan luka karena madu merupakan pengobatan yang berguna untuk luka
dangkal
atau luka bakar rendah.

2.1 Critical Apraisal

2
3 CONTOH:
4 Critical Appraisal Worksheet: Therapy Worksheet
5
Citation: Intensive Structured Self-Monitoring of Blood Glucose and Glycemic Control in
Type 2 Diabetes
Was the assignment of patients to Dalam penelitian, penentuan kelompok intervensi
treatments randomized? And was the maupun kontrol dilakukan secara paralel acak
randomization list concealed? untuk mengetahui evaluasi pembanding antara
madu dengan ethoxydiaminoacridine ditambah
nitrofurazone untuk perawatan pasien ulkus tekan.
Subjek penelitian berjumlah 36 pasien dengan
ulkus tekan.

Was follow-up of patients sufficiently Ya. Penelitian ini dilakukan selama 5 minggu
long and complete? dimana sebanyak 36 responden berpartisipasi.
Dalam proses penelitian Lima belas pasien
dengan 25 ulkus tekanan dirawat dengan dressing
madu, dan 11 pasien dengan 25 ulkus tekanan
dirawat dengan ethoxy-diaminoacridine plus
nitrofurazone perban.

Pada Kelompok intervensi diketahui 1 pasien telah


meninggal dunia dari 25 responden, Tiga puluh
enam pasien dengan total 68 stadium II atau III PU
dan harapan hidup lebih dari 2 bulan terdaftar
dalam hal ini belajar. Jika pasien memiliki lebih
dari 1 PU, semua PU dinilai. Tiga pasien dengan
diabetes mellitus dan 4 pasien dengan penyakit
terminal dikeluarkan. Satu pasien menolak untuk
berpartisipasi. Oleh karena itu, 75% pasien (n =
27) kami mendekati memenuhi kriteria inklusi

And were they analyzed in the groups to Hasil penelitian pada kedua kelompok dianalisa
which they were randomized?? menggunakan Pengukuran PU dibuat dengan

3
penelusuran tangan asetat standar. Karakteristik
ulkus tambahan didokumentasikan melalui
instrumen PUSH, yang digunakan untuk
memantau luka Karakteristik PU dari waktu ke
waktu. Para peneliti mengukur keampuhaN
parameter pada awal dan setiap kunjungan
mingguan dengan PUSH versi 3.0.25 Validitas dan
keandalan PUSH alat untuk mengukur
penyembuhan PU telah ditetapkan.26-29 Alat
PUSH memberikan skor numerik untuk parameter
eksudat, luas permukaan luka, dan jenis jaringan,
yang berhubungan dengan penyembuhan luka.
Skor total dapat beragam dari 0 hingga 17, dengan
0 mewakili luka yang sembuh

Were patients and clinicians kept Metode yang digunakan dalam penelitian ini
“blind” to treatment received? adalah randomized parallel group . Tidak
dijelaskan secara eksplisit metode randomized
parallel group pada penatalaksanaan penelitian ini.
Were the groups treated equally, apart to Ya. Kedua kelompok intervensi dan kontrol
treatment received? diberikan perlakuan atau treatmen yang sama yaitu
intervensi dilakukan selam 5 minggu dengan
menyesuaikan kriteria ekslusi dan inklusi.
Were the groups similiar at the start of Pada pengukuran karakteristik subjek penelitian,
the trial? yaitu demografi pasien, termasuk informasi
tentang usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh,
tingkat mobilitas, dan serum hemoglobin tingkat,
dan demografi luka termasuk informasi seperti
stadium ulkus, luas permukaan ulkus, dan lokasi
ulkus di
skrining awal dari pasien yang memenuhi kriteria
penelitian.