Anda di halaman 1dari 11

EVALUASI POYEK DENGAN METODE ANALISIS BIAYA MANFAAT

STUDI KASUS PROYEK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT


DI DESA KOTO DAMAI KEC KAMPAR KIRI TENGAH
KABUPATEN KAMPAR

Shani Gusti Prastika

1510531015

Jurusan Akuntansi,Fakultas Ekonomi, Universitas Andalas

Email : Shanigustiprastika97@gmail.com

ABSTRACT

Oil palm plantation project is one way to increase income and to improve the welfare of the
society. In the implementation of the project required the evaluation to help making
decision whether the project is feasible or not and to assess the economic efficiency of oil
palm project implementation. Evaluation using Cost-Benefit Analysis that consisting for
methods; NPV, B/C, Nett B/C and IRR but first that should discuss the benefits that can get
form the project.

The evaluation conducted in Kodo Damai village, Kampar Kiri, Kampar Districy, Riau
Province. The results showed the project is feasible because the project provides benefits
for country and society in economic, and social- cultural. The calculation shown by NPV=
36.9073 and B/C>1 is 1129, Nett B/C=1.201 and IRR 12.0163% where the is able to
payback the funds to the bank when interest rates 12,01%. In conclusion, the project is
feasible.

Key Words : Cost-Benefit Analysis, NPV, BCR, IRR

ABSTRAK

Perencanaan proyek perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu cara untuk menambah
pendapatan negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam pelaksanaan
proyek dibutuhkan evaluasi proyek untuk membantu memutuskan apakah proyek layak
dilakukan serta menilai efisiensi ekonomis dari pelaksaan proyek kelapa sawit. Evaluasi
menggunakan cara Analisis Biaya dan Manfaat yang terdiri atas 4 metode NPV, B/C, Nett
B/C dan IRR dengan terlebih dahulu membahasa manfaat yang dapat diperoleh dari proyek.
Studi evaluasi dilakukan di desa Koto Damai, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten
Kampar, Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek ini layak karena
proyek ini memberikan manfaat kepada masyarakat dan negara baik segi ekonomi maupun
sosial budaya serta perhitungan ditunjukkan dengan NPV=56,9073, serta B/C>1 yakni
1.129, Nett B/C yakni 1.201 dan IRR sebesar 12.0163% dimana proyek ini mampu
mengembalikan dana pada bank saat tingkat bunga 12.01%. Dari perhitungan didapatkan
bahwa proyek layak dilakukan.

Kata kunci : Analisa Biaya dan Manfaat, NPV, BCR, IRR

1.PENDAHULUAN selalu diiringi dengan masalah-masalah


yang akan muncul, baik itu dari ekonomi,
Perkebunan kelapa sawit yang sosial budaya ataupun lingkungan. Untuk
merupakan salah satu penyumbang PAD itu harus disiapkan berbagai alternatif
terbesar di Provinsi Riau. Meningkatnya yang dapat meminimalisir permasalahan
permintaan akan kelapa sawit akan tersebut. Termasuk di dalamnya proyek
dibarengi dengan meningkatnya perkebunan kelapa sawit ini. Proyek
perkebunan kelapa sawit yang ada di perkebunan ini merupakan salah satu cara
daerah tersebut. Dalam pelaksanaan untuk pembangunan ekonomi dan
proyek dibutuhkan dana untuk membeli kehidupan masyarakat. Awalnya proyek
lokasi perkebunan serta lokasi harus ini tentu banyak mengalami trial dan error
memenuhi syarat tempat perkebunan untuk itu perlu dilakukan evaluasi proyek.
mulai dari ketersediaan bahan baku,
transportasi, komunikasi, keberadaan Penelitian ini bertujuan untuk
sarana dan prasarana yang mendukung mengadakan evaluasi terhadap proyek
serta keadaan geografis. Perkebunan perkebunan kelapa sawit apakah layak
mempunyai kedudukan yang penting di atau tidak untuk dilanjutkan serta untuk
dalam pengembangan pertanian baik pada mengetahui seberapa besar manfaat yang
tingkat nasional maupun regional. diperoleh dari proyek. Disamping itu
Peluang pengembangan tanaman mempunyai tujuan untuk memberikan
perkebunan semakin memberikan penilaian terhadap efisiensi ekonomis
harapan, hal ini berkaitan dengan semakin terhadap proyek perkebunan kelapa sawit.
kuatnya dukungan serta peran pemerintah
terhadap usaha perkebunan rakyat, 2.KAJIAN PUSTAKA
tumbuhnya berbagai industri yang
membutuhkan bahan baku dari produk Pengertian Evaluasi
perkebunan dan semakin luasnya pangsa
Evaluasi adalah proses penilaian.
pasar produk perkebunan.
Dalam perusahaan, evaluasi dapat
Dalam pelaksanaan suatu proyek,
diartikan sebagai proses pengukuran akan
disamping akan mendapat keuntungan
evektivitas strategi( Wikipedia:2016)
Pengertian Analisa Biaya dan Manfaat tersebut. Manfaat semu ini tidak
diperhitungkan dalam perhitungan
Analisis biaya manfaat atau CBA manfaat dan biaya suatu proyek,
(Cost Benefit Analysis) adalah sedangkan manfaat rill
pendekatan untuk rekomendasi kebijakan diperhitungkan dalam perhitungan
yang memungkinkan analis manfaat dan biaya suatu proyek.
membandingkan dan menganjurkan suatu b) Perbedaan lebih lanjut terhadap
kebijakan dengan cara menghitung total manfaat dan biaya riil dari suatu
biaya dalam bentuk uang dan total proyek adalah antara manfaat dan
keuntungan dalam bentuk uang. biaya langsung dengan manfaat dan
biaya tidak langsung
Analisa biaya dan manfaat Manfaat biaya langsung adalah
merupakan salah satu cara yang manfaat dari biaya yang dekat
digunakan untuk menghitung evaluasi hubungannya dengan tujuan utama
disamping Value for Money dengan dari suatu proyek, sedangkan
memabndingkan biaya dengan manfaat manfaat dan biaya tidak langsung
yang akan didapatkan. dari suatu proyek adalah lebih
merupakan hasil sampingan dari
Macam Manfaat dan Biaya Suatu
proyek tersebut.
Proyek
c) Manfaat biaya riil dibedakan juga
Manfaat dan biaya dari suatu proyek menjadi manfaat dan biaya yang
dapat dibedakan antara “manfaat dan “tangible” (yang dapat diraba), dan
biaya riil” (real benefits and costs) dan yang “intangible” (yang tak dapat
“manfaat dan biaya semu” (pecuniary diraba). Istilah dapat diraba
benefits and cots). diterapkan bagi manfaat dan biaya
a) Manfaat riil adalah manfaat yang yang dapat dinilai dipasar, sedangkan
timbul bagi seseorang yang tidak manfaat dan biaya yang tidak dapat
diimbangi oleh hilangnya manfaat dipasarkan adalah tidak dapat diraba.
bagi pihak lain. Demikian pula biaya d) Disamping perbedaan diatas,
riil adalah biaya yang sungguh- manfaat dan biaya riil dapat pula
sungguh ada dalam masyarakat dan dibedakan menjadi manfaat dan
tidak diimbangi oleh pengurangan biaya “internal” dan “external”.
beban biaya bagi pihak lain. Suatu proyek disuatu daerah
Sesungguhnya manfaat semu adalah (Kabupaten misalnya) dapat
manfaat yang timbul dari suatu menghasilkan manfaat dan biaya
proyek dan diterima oleh didalam kabupaten itu sendiri
sekelompok orang tertentu, tetapi ada (internal benefits and internal costs),
sekelompok orang lain yang menjadi tapi dapat pula memberikan manfaat
menderita karena adanya proyek dan biaya/pengorbanan di kabupaten
lain (external benefits and external secara maksimum orang-orang
costs). Kedua macam manfaat dan bersedia membayarnya karena
biaya ini harus diperhitungkan dalam memanfaatkan jasa-jasa proyek
perhitungan manfaat dan biaya suatu itu.
proyek.
Mengenal dan Mengukur Biaya Proyek
Analisa Manfaat dan Biaya (AMB) ini Konsekuensi dari suatu proyek
dapat diikhtisarkan sebagai berikut: adalah beban serta pengorbanan yang
Analisa ini digunakan untuk merupakan biaya dari proyek tersebut.
mengevaluasi proyek- proyek khususnya Penggunaan sumberdaya yang terlibat
proyek pemerintah. Konsep AMB sangat dalam suatu proyek, akan meliputi pula
sederhana yaitu: mengenali manfaat “opportunity cost” dikarenakan
(benefit) dan biaya (costs) atas suatu pengorbanan atau hilangnya jasa
proyek, kemudian mengukurnya dalam produktif pada sektor lain. Sekalipun
ukuran yang dapat diperbandingkan. dalam menghitung biaya dalam suatu
Apabila nili manfaat lebih besar daripada proyek jauh lebih mudah daripada dalam
nilai biaya maka proyek tersebut akan menghitung manfaat, namun tetap tidak
menuju ke lokasi sumber yang efisien. terlepas dari yang namanya kesulitan,
Kesulitan yang dihadapi ialah secara misalnya timbul perhitungan ganda
konseptual, AMB seperti diuraikan diatas (double counting). Suatu proyek mungkin
adalah sangat sederhana, tetapi dalam memiliki dampak terhadap suatu daerah
pelaksaannya akan banyak mendapat tertentu, sedangkan proyek lain juga
kesulitan. mempunyai dampak terhadap daerah
tersebut.
Mengenal dan Mengukur Manfaat
Suatu Proyek 3.METODE
Langkah-langkah yang dilakukan dalam Jenis penelitian yang digunakan
analisa ini adalah : adalah penelitian deskriptif sesuai dengan
a. Menentukan dampak dari proyek, tujuan penelitian. Fokus penelitian pada
yaitu barang dan jasa apa yang kelayakan proyek untuk dilaksanakan.
akan diperoleh dari proyek
Pengambilan data dpaat dilakukan
tersebut,
b. Menyatakan dampat dari proyek cara pengambilan data sekunder, yaitu
tersebut secara kuantitatif metode yang cara pengumpulan,
Biasanya langkah kedua menjadi pencatatan, dan penentuan spesifikasi.
sangat sulit, sebab berhubungan Data kemudian diolah dan menganalisis
dengan bagaimana kita mengukur kelayakan proyek yang ditinjau dari aspek
manfaat. Untuk itu digunakan finansial. Sumber data diperoleh dari
pendekatan sebagai nilai rupiah sumber data sekunder berupa artikel
ilmiah dan jurnal ilmiah. Teknik B/C ini menunjukan berapa kali lipat
pengumpulan data dilakukan dengan cara benefit yang akan diperoleh dari cost
menganalisis data dari sumber yang yang dikeluarkan. Dengan menggunakan
diperoleh dengan 4 metode: kriteria sbb :
 Nett B/C > 1 maka proyek layak
1. Net Present Value
untuk dijalankan
Dengan rumus :  Nett B/C < 1 maka proyek tak
layak untuk dijalankan
 Nett B/C = 1

4. Internal Rate of Return


Sebagai sebuah proyek pemerintah
maka perhotungan dari social benefit
adalah yang paling besar dan juga paling
menentukan dakan menilai keberhasilan
Present Value atau nilai sekarang dari dari proyek ini, maka perhitungan dengan
benefit atau biaya yang diramalkan akan menggunakan IRR dalam menentukan
terjadi pada tahun t adalah jumlah modal kelayakan proyek ini adalah paling tepat.
yang perlu ditanamkan sekarang demi Rumus dari IRR ini adalah :
mendapatkan jumlah benefit/ menutup
jumlah biaya. Jika NPV=0, berarti proyek
tersebut mengembalikan persis sebesar
social opportunity cost factor produksi
modal. Jika kecil daripada nol, proyek
tidak dapat menghasilkan senilai biaya 4.HASIL DAN PEMBAHASAN
yang dipergunakan dan oleh sebab itu ASPEK TEKNIS
1. Lokasi dan sarana prasarana
pelaksanannya harus ditolak. Jika NPV>0 Penelitian dilakukan di desa Koto
maka proyek layak dilaksanakan. Damai, Kecamatan Kampar Kiri,
2. B/C Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
B/C =PVTB - PVTC Perkebunan kelapa sawit mempunyai
potensi yang sangat tinggi, terutama di
Jika B/C>1 maka proyek bisa Provinsi Riau dimana provinsi ini dikenal
dilaksanakan. dengan sentra perkebunan kelapa sawit
yang cukup luas di Indonesia. Lokasi ini
3. Nett B/C sangat strategis untuk pekebunan karena
Nett B/C=∑PVNB(+)/∑ PVNB(-) lokasinya yang dekat dengan pabrik
Dimana nett B/C ini merupakan kelapa sawit (PKS), dekat dengan ibukota
perbandingan antara PVNB yang positif kecamatan dan dekat dengan ibukota
dengan PVNB yang negatif. Dan Nett provinsi, sehingga memudahkan untuk
melakukan pencarian bahan baku maupun Adapun pupuk yang dipakai untuk
penjualan hasil produksi. perkebunan ini menggunakan pupuk yang
Lokasi usaha perkebunan kelapa ada dipasaran, tapi yang menggunakan
sawit ini dapat dijangkau menggunakan label NON SUBSIDI, untuk menjamin
roda dua maupun roda empat , sehingga keaslian pupuk tersebut, dan pupuk yang
sangat memudahkan transportasi dari ke digunakan juga menyesuaikan dengan
desa koto damai menuju daerah lain di keadaan tanaman serta umur tanaman
sekitarnya. agar tidak membuang biaya seperti
UREA, KCL, DOLOMITE, TSP, serta
2. Analisa Produksi
pupuk kandang.
Untuk sumber daya manusia
Beberapa isu teknis yang perlu (tenaga kerja), proyek ini menggunakan
diperhatikan dalam usaha perkebunan masyarakt lokal, untuk pembukaan lahan
kelapa sawit: ( pembersihan lahan) proyek ini
 Lahan menggunakn tenaga penggerak manusia
 Bibit (babat), dan untuk biaya tenaga kerja
 Pupuk diupah Rp 60.000 nett @ hari. Sedangkan
 SDM ( tenaga kerja) untuk borongan maka diupah per Ha
 Pemasaran sebesar Rp 750.000, sedangkan jika
Lahan yang digunakan dalam tanaman sudah menghasilkan maka
proyek perkebunan kelapa sawit ini tenaga kerja diupah sebesar Rp 100.000
merupakan lahan pribadi milik per ton. Dan terus menyesuaikan dengan
masyarakat tempatan, sehingga keadaan ekonomi. Selain itu keberhasilan
memudahkan pengurusan sertifikat di proyek ini juga tak lepas dari peranan
kemudian hari, dan lahan yang digunakan dinas dinas perkebunan yang memberikan
± 2 Ha dan masing masing Ha dibebaskan penyuluhan terhadap pemilik maupun
(dibeli ) dengan harga Rp 20.000.000,- pekerja perkebunan tersebut. Dalam hal
dalam keadaan semak belukar. ini juga diperlukan pengawasan terhadap
Bibit yang digunakan adalah bibit tenaga kerja tersebut.
yang telah mendapatkan sertifikat dari Untuk pemasaran kelapa sawit
dinas perkebunan Provinsi Riau, hal ini pemilik ada lembaga yang telah terbentuk
dilakukan untuk mendapatkan kualitas di desa tersebut (KUD Setia Kawan) yang
bibit yang unggul, sehingga bisa menekan khusus menangani masalah kelapa sawit
biaya produksi dan bibit diambil dari di desa tersebut. Sehingga memudahkan
daerah Kubang Raya dengan harga Rp pemilik untuk menjual hasil kebunnya.
40.000,- per batang dan untuk lahan
seluas ± 2 Ha tersebut membutuhkan 225 ASPEK PEMASARAN
batang bibit kelapa sawit. Prospek industri minyak sawit
Indonesia dapat menjadi lebih cerah bila
para industriawan Indonesia mau Serta dengan menggunakan data
dan mampu memanfatkan keragaman data yang telah diperoleh maka dapat
produk yang terkandung dalam minyak dibuat analisa perincian hutang dan
sawit, dengan terlebih dahulu dilakukan bunga, cash flow dan kreteria layak atau
pembenahan masalah pasokan CPO oleh tidak layaknya proyek ini menggunakan
pemerintah. Negara produsen utama criteria investasi dengan discounted
minyak sawit dunia adalah Indonesia dan criteria,diantaranya:
Malaysia. Di Malaysia, kelapa sawit 1. Nett present value (NPV)
merupakan sumber devisa negara, karena 2. Benefit cost ratio (B/C)
sebagian besar produksinya diekspor, 3. Nett benefit cost ratio ( nett B/C) dan
sementara bagi Indonesia dan Nigeria, 4. Internal rate of return ( IRR)
kelapa sawit terutama digunakan untuk
keperluan dalam negeri, sehingga DATA DATA YANG DIPEROLEH
ekspornya merupakan sisa dari konsumsi 1. Jumlah investasi yang dbutuhkan
dalam negeri. Singapura yang bukan Rp 63.000.000,- dan dari jumlah
negara produsen minyak sawit ternyata tersebut biaya sendiri adalah
punya andil cukup besar dalam ekspor. sebesar Rp 25.000.000,- dan Rp
38.000.000 di pinjam dari BPR
ASPEK FINANSIAL 2. Hasil dari tahun 0-3 = 0 dan
Dengan menggunakan asumsi asumsi tahun 4-6 = 30.600.000 dan tahun
bahwa ; 7 – 15 ; Rp 51.000.000,- serta
 Harga TBS untuk semua periode tahun 16 – 25 ; 81.600.000 dan
( 1- 25 ) adalah Rp 1700,- diperkirakan proyek berumur 25
constant tahun dengan nilai sisa (salvage
 Pendapatan TBS untuk masing value) sebesar Rp 80.000.000,-
masing periode (untuk tanah)
3. Biaya biaya, terdapat pada biaya
a. Periode 1 – 3 ; 0 kg
b. Periode 4 – 5 ; 1500 kg operasional dan pemeliharaan,
c. Periode 6 – 15 ; 3000 kg tahun I ; Rp 52.000.000,- tahun ke
d. Periode 16 – 25 ; 4000 kg 2; Rp 8.000.000,- tahun ke 3 – 5 ;
 Biaya biaya operasional dan 10.000.000,- tahun ke 6 – 15 ; Rp
perawatan masing masing periode 16.000.000,- dan tahun ke 7 – 25 ;
adalah sebesar RP 18.000.000,- dan
a) Tahun1 =Rp 52.000.000,- diperkirakan berdasr cash
b) Tahun2 = Rp 8.000.000,- flow yang di ajuka. pihak bank
c) Tahun3–5 =Rp 10.000.000,- dapat menyetujui kredit sebesar
d) Tahun6 – 15 = Rp 40.000.000,- dengan persyaratan
16.000.000,- bunga constan sebesar 12% per
e) Tahun7 – 25 = Rp tahun, pembayaran kembali
18.000.000,-
selama 4 tahun belum termasuk = 168.0772 / 139.91
masa tenggang (grace period), dan = 1.201
diberi masa tenggang selam Dari hasil perhitungan tersebut dan
2tahun, dan bunga tetap dibayar berpedoman dengan kriterianya maka nett
4. Pajak atas keuntungan adalah B/C > 1 maka proyek layak untuk
sebesar 2.5% per tahun. dijalankan.

Maka dari data diatas dapat dianalisa  Internal rate of return ( IRR)
sebagai berikut ; Dimana IRR ini merupakan kriteria
1. Perincian angsuran hutang dan bunga investasi yang merupakan alat untuk
(Rp 000.000,-) (tabel 1.1 dibawah) menghitung kemampuan proyek dalam
2. Dari table 1.2 dapat dihitung : mengembalikan bunga pinjaman dan
 Nett present value (NPV) IRR pada dasarnya menunjukan discount
NPV = ∑PVTB - ∑PVTC factor (DF) tingkatnya dimana nilai NPV
= 277.352 – 220,4447 = 0 sehingga untuk mencapai IRR kita
= 56.9073 harus menaikan DFnya sehingga nilai
Sesuai dengan kriteria NPV bila NPV mencapai 0. Maka menggunakan
NPV > 0 maka proyek layak untuk rumus berikut dapat di ketahui
dijalankan, melihat hasil perhitungan kemampuan proyek dalam
diatas maka NPV=56,9073 maka proyek mengembalikan uang dalam hitungan
perkebunan kelapa sawit di desa koto interest rate nya.
damai layak untuk dijalankan.
 Benefit cost ratio (B/C ratio)
Dimana neet B/C ini merupakan = 12
perbandingan antara PVTB dengan PVTC % + (15
maka dapat dihitung dengan % - 12%) x 168,0772 – ( - 139.919 )
menggunakan rumus berikut ini; = 12% + 3 % x 307.9962
B/C =PVTB - PVTC = 12% + 0.01637
= 277.352 / 245.4447 = 12.0163
=1.258 Dengan menggunakan analisa
Mengacu pada kriteria B/C rumus diatas maka kemampuan proyek
ratio maka jika B/C > 1 maka proyek untuk mengembalikan dana kepada pihak
dapat dilaksanakan. Hasil perhitungan di bank hanya sampai tingkat bunga 12.01%
atas B/C = 1.129 maka proyek layak saja. Dengan kata lain proyek mampu
untuk dilaksanakan. mengembalikan dana pada pihak
perbankan ketika suku bunga mencapai
 Nett Benefit Cost Ratio (Nett 12.01 %. Hal ini terjadi karena kurun
B/C) . waktu proyek yang cukup lama.
Nett B/C=∑ PVNB (+) / ∑ PVNB (-) Sedangkan tenor yang diberikan hanya
bertempo ± 4 tahun tidak termasuk masa 5.KESIMPULAN
tenggang (grace period). Dan besarnya Di aspek finansialnya proyek
modal awal juga sangat mempegaruhi perkebunan kelapa sawit ini layak untuk
kemampuanproyek untuk mengembalikan di jalankan, karena telah sesuai dengan
kredit pada bank proyek juga diharapkan standar-standar yang telah ditentukan,
untuk dapat memberikan manfaat sosial selain itu proyek ini juga memberikan
(ekonomi) lainnya. Dari proyek ini, maka manfaat yang besar pada masyarakat
manfaat ekonomi yang diharapkan sekitar, dengan adanya proyek ini maka di
adalah: harapakan agar kesejahteraan masyarakat
a) penambahan pendapatan nasional dapat meningkat, melihat peluang pasar
b) penambahan devisa, mengingat 70 yang masih terbuka lebar serta
% CPO merupakan produk peningkatan permintaan dunia akan
ekspor; minyak crude palm oil (CPO) maka usaha
c) memperluas kesempatan kerja, perkebunan kelapa sawit ini masih
karena proyek ini memerlukan memberikan keuntungan, baik personal
tenaga sekitar yang cukup banyak maupun nasional.
d) Untuk meningkatkan
Dari perhitungan menunjukkan
kesejahteraan masyarakat,
dengan NPV=56,9073, serta B/C>1 yakni
khususnya nasyarakat desa koto
1.129, Nett B/C yakni 1.201 dan IRR
damai.
sebesar 12.0163% dimana proyek ini
e) Mampu memberikan dampak
mampu mengembalikan dana pada bank
multiplier effect (ekonomi) bagi
saat tingkat bunga 12.01%. Dari
pedagang pupuk, karena dengan
perhitungan didapatkan bahwa proyek
adanya perkebunan kelapa sawit
layak dilakukan.
maka permintaan akan pupuk juga
akan meningkat. DAFTAR PUSTAKA
f) Dengan adanya proyek Simajuntak, Payaman. 2002. Pengantar
perkebunan ini diharapkan mampu Evaluasi Proyek. Jakarta: Gramedia
memberikan multiplier effect Pustaka Utama
(sosial), adanya hasil dari Suparmoko. 2003. Keuangan Negara
perkebunan ini maka dapat Dalam Teori dan Prakktek.Yogyakarta:
membantu pembangunan BPFE Yogyakarta.
infrastruktur yang ada di sekitar https://www.academia.edu/7247312/Cont
desa Koto Damai. oh_evaluasi_proyek

Tabel 1.1 (Perincian angsuran hutang dan bunga)

tahun Hutang pokok Angsuran Bunga


1 40 - 4.8
2 40 - 4.8
3 28 12 4.8
4 16 12 3.36
5 4 12 1.92
6 - 12 0.48
Tabel 1.2 Perhitungan financial proyek perkebunan kelapa sawit dalam juta
rupiah (000,000)

Thn TB TC NB DF 12% PVTB PVTC PVNB DF 15% PVNB


15%
0 0 38 (38) 1.00000 0 38 (38) 1 -38
1 0 56.8 (56.8) 0.89286 0 50.71445 (50.71444) 0.86956 -49.391
2 0 12.8 (12.8) 0.79719 0 10.20403 (10.20403) 0.75614 -9.67859
3 0 22.48 (22.48) 0.71178 0 16.00081 (16.00081) 0.65752 -14.781
4 30.6 25.36 5.24 0.63552 19.44691 16.10918 3.33012 0.57175 2.99597
5 30.6 23.92 6.68 0.56743 17.36336 13.21544 3.79043 0.49718 3.321162
6 30.6 28.48 2.12 0.50663 15.50288 14.42882 1.07405 0.43233 0.91654
7 51 16 34.25 0.45235 23.06985 7.2376 15.49299 0.37594 12.87595
8 51 16 34.25 0.40388 20.59788 6.46208 13.83289 0.3269 11.19633
9 51 16 34.25 0.36061 18.39111 5.76976 12.35509 0.28426 9.735905
10 51 16 34.25 0.32197 16.42047 5.15152 11.02747 0.24718 8.465915
11 51 16 34.25 0.28748 14.66148 4.59968 9.84619 0.21494 7.361695
12 51 16 34.25 0.25667 13.09017 4.10672 8.79095 0.1869 6.401325
13 51 16 34.25 0.22917 11.68767 3.66672 7.84907 0.16253 5.566653
14 51 16 34.25 0.20462 10.43562 3.27392 7.00823 0.14133 4.840553
15 51 16 34.25 0.18269 9.31719 2.92307 6.25713 0.12289 4.208983
16 81.6 18 62.01 0.16312 13.31059 2.93616 10.11507 0.10686 6.626389
17 81,6 18 62.01 0.14564 11.86953 2.62152 9.03114 0.09292 5.761969
18 81.6 18 62.01 0.13004 10.61126 2.34072 8.06378 0.0808 5.010408
19 81.6 18 62.01 0.11611 9.47458 2.08998 7.19998 0.07026 4.356823
20 81.6 18 62.01 0.10367 8.45947 1.86606 6.42858 0.0611 3.788811
21 81.6 18 62.01 0.09256 7.55289 1.66608 5.73964 0.05313 3.294591
22 81.6 18 62.01 0.08264 6.74342 1.48752 5.12451 0.0462 2.864862
23 81.6 18 62.01 0.07379 6.02126 1.32822 4.57571 0.04017 2.490942
24 81.6 18 62.01 0.06588 5.37580 1.18584 4.08522 0.03493 2.166009
25 135.135 18 120.01 0.05882 7.94864 1.05876 7.05899 0.03038 3.645904
∑ :∑ ;∑ ; 53.15792
277.352 220.4447 ∑;-1.15902