Anda di halaman 1dari 10

TIPE SISTEM PANAS BUMI DI INDONESIA DAN ESTIMASI

POTENSI ENERGINYA

Oleh:
Kasbani
Kelompok Program Penelian Panas Bumi, PMG –Badan Geologi

SARI types generally have much larger


geothermal energy potentials then other
Indonesia memiliki potensi energi types.
panas bumi yang sangat besar, sekitar 28
PENDAHULUAN
GWe, yang berada dalam berbagai tipe
system panas bumi. Berdasarkan asosiasi Pemenuhan kebutuhan energi
lingkungan geologinya, Sistem panas nasional saat ini masih mengandalkan
bumi di Indonesia dapat di kelompokkan energi yang berasal dari sumber daya
menjadi tiga tipe utama : vulkanik, energi fosil seperti bahan bakar minyak
vulkano tektonik dan non vulkanik. Tipe dan gas; dan hanya sebagian kecil atau
vulkanik dapat dibedakan lagi menjadi
kurang dari 5 % berasal dari energi baru
sistem tubuh gunung api strato, sistem dan terbarukan (EBT), termasuk panas
komplek gunung api dan sistem kaldera bumi.
sedangkan tipe vulkano tektonik pada Energi panas bumi ini sebenarnya
umumnya merupakan perpaduan antara mempunyai banyak kelebihan antara lain
struktur depresi (graben) dan kerucut bersifat ramah lingkungan bila
vulkanik. Pengelompokan sistem ini dapat
dibandingkan dengan jenis energi lainnya
memberikan gambaran atau estimasi awal terutama yang berasal dari hasil
besarnya potensi energinya. Tipe komplek pembakaran bahan bakar fosil (fossil fuel),
vulkanik ataupun kaldera pada umumnya emisi gas CO2 yang dihasilkan dari panas
mempunyai potensi energi panas bumi bumi jauh lebih kecil, sehingga bila
yang jauh lebih besar daripada tipe-tipe dikembangkan akan mengurangi bahaya
lainnya. efek rumah kaca yang menyebabkan
ABSTRACT pemanasan global. Sumber energi panas
bumi ini juga cenderung tidak akan habis,
Geothermal energy potential in
karena proses pembentukannya yang terus
Indonesia is very large of about 28 Gwe
menerus selama kondisi lingkungannya
which are distributed in various
(geologi dan hidrologi) dapat terjaga
geothermal systems. Based on their
keseimbangannya. Mengingat energi panas
geologic settings, geothermal sistems in
bumi ini tidak dapat diekspor, maka
Indonesia can be classified in three main
pemanfaatannya diarahkan untuk
types: vulcanics, vulcano-tectonics and
mencukupi kebutuhan energi domestik,
non vulcanics. The vulcanic type
dengan demikian energi panas bumi akan
geothermal system may consist of single
menjadi energi alternatif andalan dan vital
strato volcano, vulcanic complex, and
karena dapat mengurangi ketergantungan
caldera systems, whereas, the vulcano-
Indonesia terhadap sumber energi fosil
tectonic type generally occurs both in
yang kian menipis dan dapat memberikan
depression structures (graben) and
nilai tambah dalam rangka optimalisasi
vulcanic cones. This classification of the
pemanfaatan aneka ragam sumber energi
systems may be used for preliminary
di Indonesia.
estimation of their geothermal energy
Potensi panas bumi di Indonesia
potentials. Vulcanic complex or caldera
saat ini mencapai sekitar 28 GWe (Badan

64
Geologi, 2009) atau setara dengan dapat berpindah secara konduksi dan
sembilan milyar barel minyak bumi untuk konveksi. Menurut Hochstein dan Muffler
masa pengoperasian 30 tahun, (1995), transfer panas dari kerak dapat
menempatkan sebagai salah satu negara berasal dari busur vulkanik, plume,
terkaya akan potensi energi panas bumi. pelelehan subcrustal oleh underplating,
Potensi yang besar ini terkandung di dalam pemekaran kerak., atau akibat deformasi
berbagai tipe system panas bumi sesuai plastis.
dengan tatanan geologinya. Reservoar panasbumi yang
Tulisan ini membahas tentang produktif harus memiliki porositas dan
pengelompokan tipe system panas bumi permeabilitas yang tinggi, ukuran cukup
yang ada di Indonesia serta implikasinya besar, suhu tinggi dan kandungan fluida
terhada estimasi awal besarnya potensi yang cukup. Permeabilitas dihasilkan oleh
yang terkandung di dalamnya. Estimasi
karakteristik stratigrafi (misal porositas
awal ini tentunya sangat berguna baik intergranular pada lapilli, atau lapisan
bagi pemerintah untuk membuat skala bongkah-bongkah lava) dan unsur struktur
prioritas dalam merencanakan (misalnya sesar, kekar, dan rekahan).
penyelidikan selanjutnya, maupun bagi Geometri reservoar hidrotermal di daerah
pengembang untuk memberikan penilaian vulkanik merupakan hasil interaksi yang
awal terhadap potensi yang terkandung
kompleks dari proses vulkano-tektonik
dalam suatu lapangan panasbumi yang aktif antara lain stratigrafi yang lebih tua
terkait dengan kepentingan bisnisnya, dan struktur geologi.
seperti persiapan dalam pelelangan
wilayah kerja. Batuan penudung yang
impermeable atau memiliki permeabilitas
rendah menutupi reservoir sangat
PERSYARATAN TATANAN diperlukan untuk mencegah jalan keluar
GEOLOGI akumulasi fluida panas dalam reservoir.
Pada lingkungan vulkanik yang berasosiasi
Sumberdaya panasbumi pada dengan pergerakan tektonik yang
umumnya berkaitan dengan mekanisme menyebabkan terbentuknya celah, batuan
pembentukan magma dan kegiatan penudung impermeabel tanpa celah yang
vulkanisme. Sistem panas bumi dengan ideal seharusnya jarang ditemukan. Akan
suhu yang tinggi, umumnya terletak di tetapi, proses geokimia yang menyebabkan
sepanjang zona vulkanik punggungan terjadinya ubahan-ubahan hidrotermal dan
pemekaran benua, di atas zona subduksi deposisi mineral sangat membantu dalam
seperti di Indonesia, dan anomali pelelehan menutup celah-celah yang terbentuk,
di dalam lempeng. Batas-batas pertemuan contohnya kalsit dan silika yang berperan
lempeng yang bergerak merupakan pusat
sebagai penyegel celah-celah tersebut.
lokasi untuk munculnya sistem hidrotermal
magma. Transfer energi panas secara
konduktif pada lingkungan tektonik DISTRIBUSI DAN POTENSI PANAS
lempeng diperbesar oleh gerakan magma BUMI INDONESIA
dan sirkulasi hidrotermal.
Sesuai dengan yang telah
Persyaratan utama untuk diamanatkan di dalam UU No 27/2003,
pembentukan sistem panas bumi Pemerintah, dalam hal ini Badan Geologi,
(hidrotermal) adalah sumber panas yang mempunyai tugas untuk melakukan survei
besar (heat source), reservoir untuk pendahuluan dan eksplorasi panas bumi di
mengakumulasi panas, dan lapisan wilayah hukum Indonesia. Kegiatan
penudung terakumulasinya panas (cap survei dan eksplorasi ini akan digunakan
rock). Dalam system hidrotermal ini, panas sebagai bahan masukan untuk penetapan

65
wilayah kerja pertambangan panas bumi salah satu negara terkaya akan energi
(WKP). Untuk mendukung kegiatan panas bumi.
tersebut, pemerintah dalam hal ini Apabila dilihat dari status
Departemen Energi dan Sumber Daya penyelidikannya, dari 265 daerah panas
Mineral telah merumuskan beberapa bumi yang ada, sekitar 62% daerah panas
pedoman yang telah disahkan sebagai bumi masih berada pada tahap
standar nasional, antara lain Standar penyelidikan pendahuluan atau
Nasional “Klasifikasi Potensi Energi Panas inventarisasi dengan potensi pada kelas
Bumi di Indonesia”, SNI 18-6009-1999. sumber daya spekulatif. Daerah yang telah
Berdasarkan SNI ini, ada beberapa disurvei secara rinci melalui eksplorasi
tahapan penyelidikan dalam permukaan dengan atau tanpa pengeboran
pengembangan panas bumi yang terkait landaian suhu bsru sebanyak 82 lokasi
dengan pengklasifikasian potensi energi (32%). Dari sisi pemanfaatan untuk energi
panas bumi. Setiap tahapan memiliki listrik, saat ini baru 7 lokasi atau 2,73 %
tingkat akurasi dan teknik yang berbeda- lapangan panas bumi yang telah
beda. Tahapan eksplorasi yang lebih rinci berproduksi dengan kapasitas total
dan terpadu akan memberikan tingkat terpasang 1189 MW.
kepastian yang lebih tinggi dalam Dengan adanya kegiatan
penentuan dan penghitungan potensi energi inventarisasi dan eksplorasi baik yang
panas bumi pada suatu daerah tertentu. dilakukan oleh pemerintah maupun oleh
swasta, maka data potensi energi panas
Badan Geologi telah menyusun
bumi di Indonesia akan berubah dari waktu
Neraca Potensi Panas Bumi Indonesia
ke waktu sesuai dengan tingkat
yang statusnya selalu diperbarui.
penyelidikan yang telah dilakukan. Potensi
Klasifikasi potensi di dalam Neraca ini
enegi panas bumi untuk status tahun 2009
disusun mengikuti Standar Nasional
disajikan pada Tabel 1.
“Klasifikasi Potensi Energi Panas Bumi di
Indonesia”, SNI 18-6009-1999. Sumber
data potensi berasal baik dari hasil
SISTEM DAN POTENSI PANAS BUMI
penyelidikan yang dilakukan sendiri oleh
DI INDONESIA
Badan Geologi maupun yang berasal dari
instansi lain dan para pengembang. Posisi Kepulauan Indonesia yang
Sampai saat ini di Indonesia terletak pada pertemuan antara tiga
terdapat 265 lokasi panas bumi yang lempeng besar (Eurasia, Hindia Australia.
tersebar di sepanjang jalur vulkanik yang Pasifik) menjadikannya memiliki tatanan
membentang dari P. Sumatera, Jawa, Bali, tektonik yang kompleks. Subduksi antar
Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku lempeng benua dan samudra menghasilkan
serta daerah-daerah non vulkanik seperti suatu proses peleburan magma dalam
kalimantan dan Papua (Gambar 1). bentuk partial melting batuan mantel dan
Sebagian besar lokasi panas bumi (~80%) magma mengalami diferensiasi pada saat
merupakan daerah panas bumi yang perjalanan ke permukaan proses tersebut
berasosiasi dengan lingkungan busur membentuk kantong – kantong magma
vulkanik Kuarter, dan sisanya adalah (silisic / basaltic) yang berperan dalam
berasosiasi dengan lingkungan non pembentukan jalur gunungapi yang dikenal
vulkanik yang berada diluar busur sebagai lingkaran api (ring of fire).
vulkanik tersebut. Perkiraan total potensi Munculnya rentetan gunung api Pasifik di
energi panas bumi di Indonesia sekitar 28 sebagian wilayah Indonesia beserta
GWe atau setara dengan 8 ~ 10 milyar aktivitas tektoniknya dijadikan sebagai
barel minyak bumi. Dengan total potensi model konseptual pembentukan sistem
sebesar ini menjadikan Indonesia sebagai panas bumi Indonesia.

66
Tabel 1: Tabel potensi panas bumi di Indonesia tiap pulau
Sumber Daya Cadangan

Spekulatif Hipotetis Terduga Mungkin Terbukti Terpasang


Pulau
(MWe) (MWe) (MWe) (MWe) (MWe) (MWe)
Sumatra 4975 2121 5845 15 380 12
Jawa 1960 1771 3265 885 1815 1117
Bali 70 - 226 - - -
Nusa
340 359 747 - 15 -
Tenggara
Kalimantan 45 - - - - -
Sulawesi 1025 32 959 150 78 60
Maluku 595 37 327 - - -
Papua 75 - - - - -
Total 9085 4320 11369 1050 2288 1189
265 Lokasi 13405 14707

28.112 MWe

Di dalam tulisan ini hanya akan sebagian Maluku dan Sulawesi Utara.
dihahas tentang sistem panas bumi Pembentukan sistem panas bumi ini
hidrotermal yaitu sistem panas bumi yang biasanya tersusun oleh batuan vulkanik
mempunyai satu kesatuan antara sumber menengah (andesit-basaltis) hingga asam
panas, reservoir dan batuan penudung dan umumnya memiliki karakteristik
seperti dibahas tersebut diatas. Pada panas reservoir sekitar 1,5 km dengan
bumi sistem ini pada umumnya temperature reservoir tinggi (~250 - ≤
mempunyai indikasi permukaan yang biasa 370°C). Pada daerah vulkanik aktif
disebut sebagai manifestasi panas bumi biasanya memiliki umur batuan yang
seperti mata air panas, fumarole, tanah relatif muda dengan kondisi temperatur
panas, batuan ubahan dan sebagainya. yang sangat tinggi dan kandungan gas
Sehingga suatu lapangan panas bumi akan magmatik besar. Ruang antar batuan
selalu menghasilkan fluida panas bumi (permeabilitas) relatif kecil karena faktor
apakah itu uap, air panas ataupun aktivitas tektonik yang belum terlalu
kombinasinya. Yang jadi masalah dominan dalam membentuk celah-celah /
hanyalah tentang kualitas dan kuantitas rekahan yang intensif sebagai batuan
fluidanya. reservoir. Daerah vulkanik yang tidak aktif
Berdasarkan asosiasi terhadap biasanya berumur relatif lebih tua dan telah
tatanan geologinya, sistem panas bumi di mengalami aktivitas tektonik yang cukup
Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 3 kuat untuk membentuk permeabilitas
jenis, yaitu : vulkanik, vulkano – tektonik batuan melalui rekahan dan celah yang
dan Non-vulkanik. Sistem panas bumi intensif. Pada kondisi tersebut biasanya
vulkanik adalah sistem panas bumi yang terbentuk temperatur menengah - tinggi
berasosiasi dengan gunungapi api Kuarter dengan konsentrasi gas magmatik yang
yang umumnya terletak pada busur lebih sedikit. Sistem vulkanik dapat
vulkanik Kuarter yang memanjang dari dikelompokkan lagi menjadi beberapa tie,
Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, misal : sistem tubuh gunung api strato jika

67
hanya terdiri dari satu gunungapi utama, menjadi panduan dalam menentukan
sistem komplek gunung api jika terdiri dari prioritas penyelidikan pendahuluan panas
beberapa gunungapi, sistem kaldera jika bumi oleh Pemerintah, dalam hal ini Badan
sudah terbentuk kaldera dan sebagainya. Geologi. Tabel 2 memberikan gambaran
Gambar 2 adalah contoh tipe sistem tentang berbagai sistem panas bumi
komplek gunung api di lingkungan pulau- tersebut dan perkiraan awal potensi
pulau kecil seperti Pulau Weh, sedangkan energinya.
Gambar 3 merupakan contoh tipe sistem
komplek gunung api di lingkungan pulau-
PENYIAPAN WILAYAH KERJA
pulau besar seperti di Pulau Jawa. Hal ini
(WKP)
untuk menunjukkan bahwa tipe yang sama
akan memberikan potensi yang jauh Menurut UU No. 27/2003, dari
berbeda jika lingkungannya berbeda. hasil survei pendahuluan (geologi,
Gambar 4 adalah salah satu contoh tipe geokimia dan geofisika) sudah dapat
sistem kaldera. ditetapkan sebagai WKP dan selanjutnya
untuk dilelangkan. Karena didalam
Sistem panas bumi vulkano –
pelelangan menyangkut harga uap atau
tektonik, sistem yang berasosisasi antara
listrik (PP No 59/2007), tentunya dari hasil
struktur graben dan kerucut vulkanik,
survei pendahuluan ini masih terdapat
umumnya ditemukan di daerah Sumatera
banyak kelemahan karena hasil surve
pada jalur sistem sesar sumatera (Sesar
tersebut baru bisa memberikan gambaran
Semangko). Contoh disini ditunjukkan
awal sistem panas bami. Gambaran awal
pada Gambar 5. Sistem panas bumi Non
sistem panas bumi ini baru menyangkut
vulkanik adalah sistem panas bumi yang
perkiraan tentang: geometri reservoir,
tidak berkaitan langsung dengan
kedalaman, temperatur, potensi energi,
vulkanisme dan umumnya berada di luar
yang diperoleh melalui surve permukaan.
jalur vulkanik Kuarter (Gambar 6).
Didalam membuat perkiraan gambaran
Lingkungan non-vulkanik di Indonesia
sistem panas bumi ini masih banyak
bagian barat pada umumnya tersebar di
parameter-parameter diasumsikan. Salah
bagian timur sundaland (paparan sunda)
satu parameter yang sangat mempengaruhi
karena pada daerah tersebut didominasi
di dalam penentuan harga listrik adalah
oleh batuan yang merupakan penyusun
kapasitas sumur (output/well), yang
kerak benua Asia seperti batuan metamorf
tentunya tidak akan didapatkan dari hasil
dan sedimen. Di Indonesia bagian timur
survei pendahuluan. Sehingga tingkat
lingkungan non-vulkanik berada di daerah
ketidakpastian dalam penentuan harga
lengan dan kaki Sulawesi serta daerah
listrik atau resiko penawaran harga lelang
Kepulauan Maluku hingga Irian
masih sangat besar.
didominasi oleh batuan granitik, metamorf
dan sedimen laut. Untuk mengurangi tingkat
ketidakpastian tersebut di atas dapat
Pengelompokan sistem ini juga
dilakukan dengan menaikkan tingkat
akan memberikan gambaran atau estimasi
penyelidikan melalui pengeboran
awal besarnya potensi energinya. Sistem
eksplorasi sebelum WKP ditetapkan.
komplek gunung api dan sistem kaldera,
Kegiatan ini menurut undang-undang dapat
karena telah mengalami proses geologi
dilakukan oleh pemerintah (Badan
yang panjang dan lama, memungkinkan
Geologi) namun ketersediaan anggaran
potensi energinya akan jauh lebih besar
pemerintah sangat terbatas. Sebagai salah
dibandingkan dengan sistem tubuh gunung
satu solusi karena keterbatasan anggaran
api tunggal. Perkiraan awal mengenai
pemerintah, maka untuk menyiapkan
besar potensi panas bumi suatu daerah
WKP pemerintah dapat memberikan
berdasarkan lingkungan geologinya dapat
penugasan ke badan usaha untuk

68
melaksanakan kegiatan eksplorasi dengan dapat digunakan sebagai pedoman awal
mekanime lelang. Namun demikian, hal ini dalam memilih lokasi-lokasi panas bumi
belum diatur dalam undang-undang. untuk dilakukan penyelidikan selanjutnya
Pengelompokan tipe sistem panas bumi bagi pemangku kepentingan.
yang kami sampaikan ini, barangkali

Tabel 2 :
Hubungan antara tipe tistem panasbumi di Indonesia dan estimasi awal potensi
energinya

Temperatur/ Potensi
Tipe Contoh
Entalpi Energi
Gunungapi Sedang
Tinggi G. Lawu, G. Tampomas,
Strato 50 – 100
~ 250oC G. Endut, dsb.
tunggal MW
Vulkanik G. Salak, G . Wayang
Komplek Tinggi Besar
Windu, G. Arjuno
Gunungapi ~ 250oC > 100 MW Welirang, dsb.
Tinggi Besar Kamojang, Darajat,
Kaldera
~ 250oC
>100 MW Ulumbu, Sibayak, dsb
Sedang-
(graben- Sedang-tinggi
Vulkano - Besar Sarula, Bonjol, Danau
kerucut 200 -~ 250oC
Tektonik 50 - >100 Rano, Sipaholon, dsb.
vulkanik)
MW
Rendah- Kecil- Lapangan-lapangan di
Non - sedang sedang
Intrusi Sulsel, Sulteng, dan
Vulkanik
~ 200oC ~ 50 MW Sultra, P. Buru

dalam suatu daerah panas bumi, dan


barangkali dapat digunakan sebagai
KESIMPULAN
pedoman awal dalam memilih lokasi-
Berdasarkan tatanan geologinya, lokasi panas bumi untuk dilakukan
sistem panas bumi di Indonesia dapat penyelidikan selanjutnya bagi pemangku
dikelompokkan menjadi beberapa tipe, kepentingan.
misal : sistem tubuh gunung api strato,
sistem komplek gunung api, sistem
kaldera, sistem graben - kerucut vulkanik, DAFTAR PUSTAKA
sistem panas bumi Non vulkanik. Badan Beologi, 2008. Potensi Energi
Pengelompokan tipe sistem panas Panas Bumi Indonesia
bumi ini dapat memberikan estimasi awal
besarnya potensi energi yang terkandung

69
Ballard, R.D., 2000. Encyclopedia of Standar Nasional SNI 18-6009-1999.
Volcanoes, Academic Press, United Klasifikasi Potensi Energi Panas Bumi
State. di Indonesia, Badan Standardisasi
Nasional.
Bodvarsson, G.S and Whiterspoon, P.A.,
1989. Geothermal Reservoir Standar Nasional SNI 13-6171-1999
Engineering Part 1, Journal of Metode Estimasi Potensi Energi Panas
Geothermal Sci. & Tech., Volume Bumi, Badan Standarisasi Nasional.
2(1) pp. 1 – 68. Tim BATM, 2003 , Kajian Penentuan Tarif
Bogie L, Lawless J.V, Rychargov S. And Royalti Pengusahaan Sumberdaya
Belousov V. 2005. Magmatic-Related Panas Bumi, Direktoraat Pengusahaan
Hydrothermal Systems :Classification Mineral dan Batubara, ESDM.
of the Types of Geothermal Systems
Tim Survei Terpadu, 2007. Penyelidikan
and Their Ore Mineralization, World Terpadu Daerah Panas Bumi Wapsalit,
Geothermal Congress. Pulau Buru, Pusat Sumber Daya
Edwards, L.M. 1982, Handbook of Geologi, Badan Geologi (Tidak
Geothermal Energy, Gulf Publishing dipublikasikan)
Company, Houston, United State. Tim Survei Terpadu, 2007. Penyelidikan
Henley, RW and Ellis, AJ, 1983. Terpadu Daerah Panas Bumi Bonjol,
Geothermal systems, ancient and Sumatera Barat, Pusat Sumber Daya
modern. Earth Science Reviews 19: 1- Geologi, Badan Geologi (Tidak
50 dipublikasikan)
Hochstein and Browne, 2000. Surface Tim Survei Terpadu, 2005. Penyelidikan
Manifestations of Geothermal System Terpadu Daerah Panas Bumi Jaboi,
with Volcanic Heat Sources, in Aceh, Pusat Sumber Daya Geologi,
Encyclopedia of Volcanoes. Badan Geologi (Tidak dipublikasikan)
Lawless, J.V., White, P.J., and Bogie, I., Tim Pemboran Landaian Suhu, 2006.
1995. Tectonic features of Sumatra Pemboran Sumur Landaian Suhu Jaboi
and New Zealand in relation to active Daerah Panas Bumi Jaboi, Aceh, Pusat
and fossil hidrotermal systems: a Sumber Daya Geologi, Badan Geologi
comparison. Proceedings (Tidak dipublikasikan)
International Congress on Earth Undang-Undang No. 27 Tahun 2003
Science, Exploration and mining Tentang Panas Bumi
around Pacifi c Rim. AIMM., p. 311-
1316. Wohletz K. and Heiken G., 1992,
Volcanology and Geothermal Energy,
Peraturan Pemerintah No. 59 tahun 2007 University of California Press Oxford,
Tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi
Los Angeles, England.
.

70
Maluku

Sulawesi

Kalimantan

Irian Jaya

Jawa Alor
Bali Flores

Jumlah daerah panas bumi : 265


Total potensi : 28.1 GW Panas bumi
non vulkanik

Gambar 1: Distribusi lokasi panas bumi di Indonesia.

Gambar 2: Model tentatif sistem panas bumi Jaboi, Aceh (Badan Geologi, 2006)
(Contoh tipe sistem panas bumi komplek vulkanik di pulau kecil)

71
Gambar 3. Model hidrotermal Lapangan Awibengkok, Komplek Gunung Salak (CGI, 2002)
(Contoh tipe sistem panas bumi komplek vulkanik di pulau besar)

Gambar 4. Model sistem panas bumi dan fasilitas produksi Darajat, Kabupaten Garut.
(CGI,1998). (Contoh tipe sistem panas bumi kaldera)

72
Gambar 5: Model tentatif sistem panas bumi Bonjol, Sumatera Barat (Badan Geologi, 2007)
(Contoh tipe sistem panas bumi vulkano-tektonik : graben-kerucut vulkanik)

Gambar 6 : Model tentatif panas bumi Wapsalit, Buru (Badan Geologi, 2007)
(Contoh tipe sistem panas bumi Non Vulkanik).

73