Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN DAN MATERI PENYULUHAN

TANDA-TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN


Untuk Memenuhi Tugas Profesi Ners Departemen Maternitas

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1 PSIK A 2011

I Wayan Gede Saraswasta


Desak Made Diah Purnama Sari
Elmi Alfia Muqorobin
Khonaan Toyyibah
Shinta Ardiana Puspitasari
Eka Fitri Cahyani
Meida Untari
Giovanny Sumeinar
Anita Ika Lestari
Dwi Handayani Sundoro

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Tanda-tanda bahaya kehamilan


Sub pokok bahasan : Tanda-tanda bahaya kehamilan
Sasaran : ibu hamil, wanita usia produktif, bapak-bapak
Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Mei 2016
Tempat : Ruang Nifas Cempaka RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
Waktu : 20 menit

A. Tujuan Instruksional
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta mampu memahami,
mengetahui tentang Tanda-tanda bahaya kehamilan
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta dapat:
a. Menjelaskan pengertian tanda-tanda bahaya kehamilan
b. Mengetahui penyebab-penyebab tanda-tanda bahaya kehamilan
c. Mengetahui gejala tanda-tanda bahaya kehamilan
d. Mengetahui pencegahan tanda-tanda bahaya kehamilan trimester I

B. Topik Bahasan
a. Pengertian tanda-tanda bahaya kehamilan
b. Penyebab-penyebab tanda-tanda bahaya kehamilan
c. Gejala tanda-tanda bahaya kehamilan
d. Pencegahan tanda-tanda bahaya kehamilan

C. Metode Penyuluhan
a. Ceramah
b. Tanya jawab

D. Media Penyuluhan
a. Poster
b. Lembar Balik
E. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan
Tahap Kegiatan Penyuluhan Media
Sasaran
Pembukaan 1. Memberi salam, membuka Memperhatikan
pertemuan,
memperkenalkan diri dan
menjelaskan tujuan dari dari
pertemuan
2. Menjelaskan cakupan materi Menyimak
dalam penyuluhan ini
3. Menjelaskan kompetensi-
kompetensi dalam TIU dan Menyimak
TIK untuk penyuluhan.
Penyajian 1. Menjelaskan pengertian Memperhatikan Lembar
Tanda-tanda bahaya Balik dan
kehamilan leaflet
2. Menjelaskan penyebab-
penyebab Tanda-tanda
bahaya kehamilan
3. Menjelaskan gejala tanda-
tanda bahaya kehamilan
4. Menjelaskan pencegahan
Tanda-tanda bahaya
kehamilan
Penutup 1. Memberikan kesempatan Bertanya
kepada peserta untuk
bertanya
2. Meminta peserta untuk Memberi
menyebutkan kembali komentar
pengertian, penyebab,
gejala, dan pencegahan
tanda-tanda bahaya
kehamilan Menjawab salam
3. Menutup pertemuan dan
memberikan salam

F. Evaluasi
1. Evaluasi struktural
a. Satuan Acara Pengajaran sudah siap sesuai dengan masalah
keperawatan
b. Kontrak waktu sudah tepat dengan peserta
c. Media sudah disiapkan yaitu lembar balik dan Leaflet
2. Evaluasi Proses
a. Peserta yang hadir
b. Media dapat digunakan dengan baik
c. Penyuluhanan dapat dilaksanakan sesuai waktu.
d. Partisipasi peserta yang hadir
e. Peserta dapat mengikuti sampai selesai
3. Evaluasi Hasil
a. 75% Peserta dapat menjelaskan tentang pengertian Tanda-tanda bahaya
kehamilan
b. 75% Peserta dapat menjelaskan tentang penyebab Tanda-tanda bahaya
kehamilan
c. 75% Peserta dapat menjelaskan tanda dan gejala Tanda-tanda bahaya
kehamilan
d. 75% Peserta dapat menjelaskan tentang cara pencegahan Tanda-tanda
bahaya kehamilan
MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin dikandung dalam tubuh
wanita kemudian diakhiri dengan proses persalinan. Kehamilan berlangsung
selama 266 hari (38 minggu) atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama
menstruasi.
Kehamilan terbagi atas periode bulan yg di sebut sebagai:
a. Trimester Pertama (minggu 0-12)
Trimester pertama pada kehamilan adalah periode pertama pada
masa kehamilan yang di mulai dari 0-12 minggu biasanya terjadi perubahan
fisik, mual pada pagi hari dapat terjadi mulai dari perut mulai terasa tidak
enak (ringan) sampai dengan muntah.Mual dapat terjadi sebagai reaksi
terhadap bau tertentu atau makanan atau minuman.
b. Trimester kedua (minggu 13-28)
Trimester kedua pada kehamilan adalah periode kedua pada masa
kehamilan yang dimulai dari 13-28 minggu.Perubahan fisik sering buang air
kecil mulai berkurang dan mual pagi sudah berakhir, nafsu makan meningkat
dan tersa lebih banyak energi.Pengeluaran cairan vagina perlahan-lahan
meningkat payudara bertambah besar dan rasa nyeri berkurang.Perut
bagian bawah bertambah besar pada akhir bulan keempat.
c. Trimester ketiga (minggu 29 sampai persalinan)
Trimester ketiga pada kehamilan adalah periode ketiga pada masa
kehamilan yang dimulai dari minggu 29 sampai persalinan.Perubahan fisik
bayi mulai menendang dengan keras dan gerakan bayi mulai kelihatan
keluar.Suhu tubuh meningkat sehingga tubuh ibu merasa
kepanasan.Kesulitan mendapat posisi tidur yang enak.Rahim telah mulai
berkontraksi ringan.Pada bulan kedelapan, payudara tidak membesar lagi
tetapi cairan puting encer mulai keluar. Cairan ini di sebut kolostrum yang
diberikan kepada bayi sebelum susu keluar. Pada bulan terakhir kehamilan
cairan vagina mulai meningkat dan lebih kental.Bengkak pada kaki
bertambah (Malihati, 2004).

2. Pengertian Tanda-Tanda Bahaya Pada Kehamilan Trimester I


Tanda-tanda bahaya pada kehamilan trimester I adalah tanda gejala yang
menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya.Tanda bahaya
kehamilan adalah suatu kehamilan yang memiliki suatu tanda bahaya atau risiko
lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan terjadinya
penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan.

3. Tanda-Tanda Bahaya Pada Kehamilan


3.1 Trimester I
A. Perdarahan Pervaginam
Perdarahan pada kehamilan muda adalah perdarahan pada kehamilan
kurang dari 22 minggu (Yulaikhah, 2002).Perdarahan pervaginam pada
kehamilan jarang sekali terjadi, pada masa awal kehamilan, ibu mungkin akan
mengalami perdarahan gangguan sedikit atau spooting di sekitar vagina
waktu pertama kali terlambat haid, perdarahan ini adalah perdarahan
implantasi dan hal ini normal terjadi pada awal kehamilan, namun pada
kehamilan di waktu yang lain perdarahan seperti ini belum tentu terjadi.
Perdarahan mungkin pertanda dari serviks yang rapuh (Ayurai, 2009).
B. Kehamilan Etopik Terganggu
Kehamilan Etopik Terganggu adalah jika janin berimplantasi ditempat
yang tidak normal, sehingga akan mengganggu pertumbuhan janin
(Yulaikhah, 2002). Namun ada kalanya terjadi kehamilan bukan pada lokasi
nidasi yang seharusnya sehingga kehamilan seperti ini kadang kala
menyebabkan bahaya bagi ibu dan janin yang dikandungnya.karena itu
pemantauan melalui pemeriksaan rutin perlu dilakukan oleh ibu hamil untuk
mencegah terjadinya hal yang dapat membahayakan keadaan ibu dan janin.
C. Mola Hidatidosa
Kehamilan mola adalah suatu kehamilan yang ditandai dengan hasil
konsepsi yang tidak berkembang menjadi embrio setelah fertilisasi, namun
terjadi proliferasi dari vili korialis disertai dengan hidropik. Uterus melunak dan
berkembang lebih cepat dari usia gestasi normal, tidak dijumpai adanya janin,
dan ovum uteri hanya terisi oleh jaringan seperti rangkaian buah anggur
(Yulaikhah, 2002).
D. Hiperemis Gravidarum
Hiperemis gravidarum ialah mual muntah yang berlebihan selama
kehamilan sampai menimbulkan gangguan aktifitas sehari-hari sampai
dehidrasi (Manuaba, 1998).Hiperemis gravidarum dapat menyebabkan
cadangan karbohidrat habis dipakai untuk keperluan energi, sehingga
pembakaran tubuh beralih kecadangan lemak dan protein.Karena
pembakaran lemak kurang sempurna.Muntah yang berlebihan dapat
menyebabkan pecahnya pembuluh darah kapiler pada lambung dan
esophagus, sehingga muntah bercampur darah.
Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang
wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi
pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari.
Gejala gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid
terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.Mual dan muntah
terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 % multigravida.Satu diantara
seribu kehamilan, gejala gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini
disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG
dalam serum. Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin
karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang.Pada
umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun
demikian gejala mual muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4
bulan.Pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi
buruk.Keadaan inilah disebut hiperemisis gravidarum.Keluhan gejala dan
perubahan fisiologis menentukan berat ringanya penyakit. (Sarwono, 2005:
275)
Ada beberapa gejala hiperemis gravidarum secara klinis dapat dibagi
menjadi tingkat yaitu:
1. Hiperemis gravidarum tingkat pertama, muntah yang berlangsung terus
menerus, makan berkurang mengakibatkan berat badan menurun
disertai dengan kulit dehidrasi, tonusnya lemah, nyeri didaerah
epigastrium bahkan tekanan darah turun dan nadi meningkat dan muka
tampak cekung.
2. Hiperemis gravidarum tingkat dua, ibu hamil tampak lebih lemah gejala
dehidrasi makin tampak mata cekung, turgor kulit makin kurang, lidah
kering dan kotor, mata ikterik akibat dari gejala dan gangguan kesadaran
menjadi apatis serta nafas berbau aseton.
3. Hiperemis gravidarum tingkat tiga, muntah berkurang keadaan umum
wanita hamil makin menurun nadi meningkat dan suhu naik keadaan
dehidrasi makin jelas, gangguan faal hati terjadi dengan manifestasi
ikterus dan juga bisa mengakibatkan gangguan kesadaran dalam bentuk
somnolen sampai koma, komplikasi susunan saraf pusat terganggu dan
akibatnya berubah arah bola mata, gambar tampak ganda

- Penanganan Umum pada Mual muntah dapat diatasi dengan:


 Makan sedikit tapi sering
 Hindari makanan yang sulit dicerna dan berlemak
 Jaga masukan cairan, karena cairan lebih mudah ditolelir dari pada
makanan padat.
 Selingi makanan berkuah dengan makanan kering. Makan hanya
makanan kering pada satu waktu makan, kemudian makanan berkuah
pada waktu berikutnya.
 Hindari hal hal yang memicu mual, seperti bau, gerakan atau bunyi
 Istirahat cukup
 Hindari hal hal yang membuat Anda berkeringat atau kepanasan, yang
dapat memicu rasa mual (Curtis, 2000:28)

- Komplikasi
Jika muntah terus menerus bisa terjadi kerusakan hati.Komplikasi lainya
adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan
darah ketika penderita muntah. (Rochjati, 2003:2)

E. Blighted Ovum
Blighted ovum adalah keadaan dimana seorang wanita merasa hamil
tetapi tidak ada bayi di dalam kandungan. Seorang wanita yang
mengalaminya juga merasakan gejala-gejala kehamilan seperti terlambat
menstruasi, mual dan muntah pada awal kehamilan (morning sickness),
payudara mengeras, serta terjadi pembesaran perut, bahkan saat dilakukan
tes kehamilan baik test pack maupun laboratorium hasilnya pun positif (WHO,
2001).
F. Sakit Kepala Yang Hebat
Sakit kepala yang bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali
merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang
menunjukan suatu masalah serius dalam kehamilan adalah sakit kepala yang
hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat.Terkadang sakit kepala
yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatanya menjadi
kabur atau berbayang.Hal ini merupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak
diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian.
(Uswhaaya, 2009: 4-5)
Sakit kepala sering dirasakan pada awal kehamilan dan umumnya
disebabkan oleh peregangan pembuluh darah diotak akibat hormon kehamilan,
khusunya hormon progesteron. Jika ibu hamil merasa lelah, pusing atau tertekan
atau pandangan mata bermasalah, sakit kepala akan lebih sering terjadi atau
makin parah, jika sebelumnya menderita migrain kondisi ini dapat semakin
bermasalah selama 3 sampai 4 bulan pertama kehamilan.
1. Penanganan Umum
 Jika ibu tidak sadar atau kejang, segera mobilisasi seluruh tenaga yang
ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat daruratan.
 Segera lakukan observasi terhadap keadaan umum termasuk tanda vital
(nadi, tekanan darah, dan pernafasan) sambil mencari riwayat penyakit
sekarang dan terdahulu dari pasien dan keluarganya. (Saifuddin, 2002 :
33)
2. Komplikasi
Nyeri kepala pada masa hamil dapat merupakan gejala pre-eklampsia,
suatu penyakit yang terjadi hanya pada wanita hamil, dan jika tidak diatasi dapat
menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian.(Irma, 2002:4)

G. Nyeri Perut Yang Hebat


Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang.Hal ini mungkin gejala
utama pada kehamilan ektopik atau abortus. (Saifuddin, 2002: 98). Nyeri
abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak
normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam
keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap dan tidak hilang setelah
beristirahat. Hal ini bisa berarti apendisitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit
radang pelviks, persalinan preterm, gastritis, penyakit kantong empedu, iritasi
uterus, abrupsi plasenta, infeksi saluran kemih atau infeksi lain.
a. Penanganan umum
 Lakukan segera pemeriksaan umum meliputi tanda vital (nadi, tensi,
respirasi, suhu)
 Jika dicurigai syok, mulai pengobatan sekalipun gejala syok tidak jelas,
waspada dan evaluasi ketat karena keadaan dapat memburuk dengan
cepat.
 Jika ada syok segera terapi dengan baik (Saifuddin, 2002: 98)

b. Komplikasi
Komplikasi yang dapat timbul pada nyeri perut yang hebat antara lain:
kehamilan ektopik, pre-eklampsia, persalinan premature, solusio
plasenta, abortus, ruptur uteri imminens (Irma,2008:7)

3.2 Trimester II

Trimester II adalah usia kehamilan 4-6 bulan atau kehamilan berusia 13-28
minggu. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester II meliputi:
A. Bengkak Pada Wajah, Kaki dan Tangan
Oedema adalah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan
tubuh, dan dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki,
jari tangan dan muka.Oedema pretibial yang ringan sering ditemukan pada
kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis
pre-eklampsia. Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang
normal pada kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan
kaki. Oedema yang mengkhawatirkan ialah oedema yang muncul mendadak dan
cenderung meluas.
Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal
pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah
beristirahat atau meletakkan kaki lebih tinggi. Bengkak bisa menunjukkan
adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan tidak hilang setelah
beristirahat dan diikuti dengan keluhan fisik yang lain. Hal ini bisa merupakan
pertanda anemia, gagal jantung atau pre eklamsia.Sistem kerja ginjal yang tidak
optimal pada wanita hamil mempengaruhi system kerja tubuh sehingga
menghasilkan kelebihan cairan.Ini dapat terlihat setelah kelahiran, ketika
pergelangan kaki yang bengkak secara temporer semakin parah. Ini dikarenakan
jaringan tambahan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin
selama dalam kandungan tidak lagi dibutuhkan dan akan dibuang setelah
sebelumnya diproses oleh ginjal menjadi urin. Oleh karena ginjal belum mampu
bekerja secara optimal, kelebihan cairan yang menempuk dihasilkan disekitar
pembuluh darah hingga ginjal mampu memprosesnya lebih lanjut.
Terkadang bengkak membuat kulit di kaki di bagian bawah meregang,
terlihat mengkilat, tegang dan sangat tidak nyaman. Kram kaki sering terjadi di
malam hari ketika tidur. Kram dihubungankan dengan kadar garam dalam tubuh
dan perubahan sirkulasi. Pengobatan cina menganggap kram ada hubungannya
dengan kekurangan energi pada darah dan ginjal.
a. Penanganan Umum
 Istirahat cukup
 Mengatur diet, yaitu meningkatkan konsumsi makanan yang
mengandung protein dan mengurangi makanan yang mengandung
karbohidrat serta lemak
 Kalau keadaan memburuk namun memungkinkan dokter akan
mempertimbangkan untuk segera melahirkan bayi demi keselamatan ibu
dan bayi.(Hendrayani, 2009:3)
b. Komplikasi
Kondisi ibu disebabkan oleh kehamilan disebut dengan keracunan kehamilan
dengan tanda tanda oedema (pembengkakan) terutama tampak pada
tungkai dan muka, tekanan darah tinggi dan dalam air seni terdapat zat putih
telur pada pemeriksaan urin dan laboratorium. (Rochjati, 2003:2)

B. Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya


Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu,
ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan
berlangsung. Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm
sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan aterm.

a. Penanganan Umum
 Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG
 Dilakukan pemeriksaan inspekulo (dengan speculum DTT) untuk menilai
cairan yang keluar (jumlah, warna,bau) dan membedakan dengan urin.
 Jika ibu mengeluh perdarahan akhir kehamilan (setelah 22 minggu),
jangan lakukan, pemeriksaan dalam secara digital.
 Mengobservasi tidak ada infeksi
 Mengobservasi tanda tanda inpartu (Saifuddin, 2002: 112)

b. Komplikasi
 Perdarahan pervaginam dengan nyeri perut, pikirkan solusio plasenta
 Tanda tanda infeksi (demam, cairan vagina berbau)
 Jika terdapat his dan darah lendir, kemungkinan terjadi persalinan
preterm (Saifuddin, 2002: 114)

C. Perdarahan hebat
Perdarahan Masif atau hebat pada kehamilan muda.

D. Pusing Yang hebat


Sakit kepala yang bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali
merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang
menunjukan suatu masalah serius dalam kehamilan adalah sakit kepala yang
hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Terkadang sakit kepala
yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatanya menjadi
kabur atau berbayang.Hal ini merupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak
diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian.
(Uswhaaya, 2009: 4-5).
Sakit kepala sering dirasakan pada awal kehamilan dan umumnya
disebabkan oleh peregangan pembuluh darah diotak akibat hormon kehamilan,
khusunya hormon progesteron. Jika ibu hamil merasa lelah, pusing atau tertekan
atau pandangan mata bermasalah, sakit kepala akan lebih sering terjadi atau
makin parah, jika sebelumnya menderita migrain kondisi ini dapat semakin
bermasalah selama 3 sampai 4 bulan pertama kehamilan.

E. Gerakan bayi berkurang


Ibu mulai merasakan gerakan bayinya selama bulan ke-5 atau ke-6,
beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur,
gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam
periode 3 jam. Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika berbaring atau
beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik. Apabila ibu tidak
merasakan gerakan bayi seperti biasa, hal ini merupakan suatu risiko tanda
bahaya.Bayi kurang bergerak seperti biasa dapat dikarenakan oleh aktivitas ibu
yang terlalu berlebihan, keadaan psikologis ibu maupun kecelakaan sehingga
aktivitas bayi di dalam rahim tidak seperti biasanya.

3.3 Trimester III

Trimester III adalah usia kehamilan 7-9 bulan atau kehamilan berusia 29-42
minggu. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester II meliputi:
A. Penglihatan menjadi kabur atau berbayang
Dapat disebabkan oleh sakit kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema
pada otak dan meningkatkan resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf
pusat, yang dapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan
gangguan penglihatan.Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat
menjadi tanda pre-eklampsia.Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan
yang mengancam jiwa adalah perubahan visual yang mendadak, misalnya
penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-bintik (spot), berkunang-
kunang.
Selain itu adanya skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan tanda-
tanda yang menujukkan adanya pre-eklampsia berat yang mengarah pada
eklampsia.Hal ini disebabkan adanya perubahan peredaran darah dalam pusat
penglihatan di korteks cerebri atau didalam retina (oedema retina dan spasme
pembuluh darah). (Uswhaaja, 2009: 5)
a. Penanganan Umum
 Jika tidak sadar atau kejang. Segera dilakukan mobilisasi seluruh tenaga
yang ada dan menyiapkan fasilitas tindakan gawat darurat.
 Segera dilakukan penilaian terhadap keadaan umum termasuk tanda
tanda vital sambil menanyakan riwayat penyakit sekarang dan terdahulu
dari pasien atau keluarganya.(Saifuddin, 2002: 33)
b. Komplikasi yang ditimbulkan antala lain:
 Kejang
 Eklamsia/ hipertensi pada ibu hamil
B. Gerakan Janin Berkurang
Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 29 minggu atau
selama persalinan.
a. Penanganan Umum
 Memberikan dukungan emosional pada ibu
 Menilai denyut jantung janin (DJJ):
 Bila ibu mendapat sedative, tunggu hilangnya pengaruh obat,
kemudian nilai ulang
 Bila DJJ tidak terdengar minta beberapa orang mendengarkan
menggunakan stetoskop Doppler. (Saifuddin, 2002 : 109)
b. Komplikasi
Komplikasi yang timbul adalah IUFD dan featal distress

C. Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan
terjadinya gejala gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah.Bila
semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian
kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklamsia
a. Penanganan
 Baringkan pada sisi kiri tempat tidur arah kepala ditinggikan sedikit untuk
mengurangi kemungkinan aspirasi secret, muntahan, atau darah
 Bebaskan jalan nafas
 Hindari jatuhnya pasien dari tempat tidur
 Lakukan pengawasan ketat (Saifuddin, 2002:34)
b. Komplikasi
Komplikasi yang dapat timbul antara lain: syok, eklamsia, hipertensi,
proteinuria (Saifuddin, 2002:34)

D. Demam Tinggi
E. Bengkak pada wajah, kaki dan tangan
4. Pencegahan Tanda Bahaya Kehamilan
1. Setiap ibu hamil harus mengontrol kandungannyasedini mungkin dan teratur
ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa
kehamilan.ke bidan, perawat, dokter, Pustu, Puskesmas dan Rumah Sakit
2. Dengan mendapatkan imunisasi TT 2 kali.
3. Bila ditemukan kelainan saat pemeriksaan Ibuharus lebih sering
memeriksakan kandungannya
4. Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna.
5. Minum 1 Tablet penambah darah setiap hari
6. Menjaga kebersihan badan dengan mandi 2 kali sehari dan menggosok gigi.

Perawatan diri untuk ibu hamil yang mengalami kram kaki yaitu:
1. Selama akhir masa kehamilan, berbaringlah dengan kaki lebih tinggi dari
badan sesering mungkin, ini tidak hanya membuat libu hamil beristirahat
lebih nyaman, tetapi juga meningkatkan aliran energi pada saluran ginjal.
2. Hindari pemakaian jenis sepatu tertentu pada akhir kehamilan, terutama
yang terbuat dari kulit akan melar dan longgar saat libu hamil ingin
memakainya saat melahirkan.
3. Jika bengkak terjadi pada tangan dan jari, pastikan untuk melepaskan cincin
sebelum terlalu sempit. Jika ibu hamil lupa dan tetap memakainya cincin itu
perlu dipotong agar tidak terjadi penyumbatan.
4. Jika ibu hamil menderita kram jangan menambahkan garam pada makanan
karena dapat meningkatkan risiko terjadinya penumpukan cairan. Ketika
kram terjadi ulurkan sejauh mungkin untuk mencegah kontraksi otot.
5. Kompreskan daun kubis (lebih baik yang berwarna hijau tua) di sekeliling
kaki ibu hamil kemudian dibasuh, tetapi jangan cuci daun tersebut, lalu
dinginkanj di lemari es kemudian dibalutkan di kaki. Biarkan sampai lembab
dan layu kemudian ganti dengan yang baru sampai bengkak membaik.