Anda di halaman 1dari 2

EVALUASI METODE BONAPACE: SEBUAH INTERVENSI EDUKASI SPESIFIK UNTUK MENGURANGI

NYERI SELAMA MELAHIRKAN

LATAR BELAKANG

Nyeri didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan
terkait dengan kerusakan jaringan actual atau potensial. Meskipun prosedur farmakologis yang baru
telah terbukti mengurangi rasa sakit saat melahirkan, tetapi farmakologis dapat meningkatkan
insiden distosia, rujukan, dan komplikasi. Program pelatihan melahirkan tradisional (TCTPs) bertujuan
untuk mempersiapkan orang tua dalam proses melahirkan. Namun, efek dari program pelatihan
tersebut pada persepsi nyeri masih tidak pasti atau kontroversial: beberapa penelitian menyatakan
bahwa program pelatihan melahirkan tradisional (TCTPs) tidak memiliki efek pada rasa sakit,
melainkan hanya meningkatkan reaksi rasa sakit. Karena potensi efek samping dan komplikasi dari
prosedur farmakologis dan efek terbatas program pelatihan melahirkan tradisional dalam
mengurangi nyeri persalinan, maka dibutuhkan pendekatan optimal dan non-invasif untuk
mengurangi nyeri. Metode Bonapace (BM) menyarankan untuk melibatkan ayah atau pasangan
dalam mengurangi nyeri persalinan dengan berlatih teknik modulasi nyeri. Teknik modulasi nyeri
dalam metode bonapace terdiri dari tiga model modulasi nyeri endogen neurofisiologis. Model yang
pertama menggunakan kontrol dari sistem saraf pusat (CNSC) meliputi napas dalam, relaksasi, dan
penataan kognitif. Teknik modulasi nyeri lain yang digunakan dalam metode bonapace ini adalah
stimulasi non-menyakitkan seperti pijatan ringan dari belakang selama kontraksi persalinan. Yang
terakhir, metode BM menggunakan hiperstimulasi analgesic selama kontraksi dimana ayah atau
pasangannya diminta untuk membuat nyeri kedua di tiga titik akupresur selama kontraksi semua fase
persalinan dan melahirkan.

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk membandingkan efek pada persepsi nyeri selama
persalinan dan melahirkan antara metode bonapace (BM) dan TCTPs; (2) untuk lebih memahami
hubungan antara perkembangan persalinan dan nyeri; dan (3) untuk menentukan potensi untuk
melakukan uji coba secara acak.

METODE

Dalam penelitian ini terdapat 2 kelompok. Kelompok yang pertama diberikan intervensi TCTP.
Pada kelompok TCTP diberikan pemahaman mengenai anatomi dan fisiologi melahirkan,
kesejahteraan fisik (latihan nafas dalam), fase-fase persalinan dan melahirkan, variasi dalam
persalinan dan kelahiran, analgesia farmakologis, dan merawat bayi yang baru lahir. Kelompok yang
kedua diberikan intervensi BM (metode bonapace). Pada kelompok BM diberikan pemahaman
mengenai mekanisme modulasi nyeri dan mengajarkan teknik-teknik modulasi nyeri diantaranya (1)
nafas dalam, relaksasi, dan penataan kognitif; (2) ambulasi dan pijat dari belakang oleh pasangan
selama kontraksi persalinan; dan (3) melakukan akupresur oleh pasangan selama kontraksi. Setiap
pasangan diajarkan menggunakan mekanisme mana yang cocok mereka lakukan saat melahirkan.
Program pelatihan ini berlangsung selama 4 periode, dimana setiap periode pelatihan berlangsung 2
jam. Wanita hamil yang ikut pelatihan ini adalah wanita hamil dengan usia kehamilan dari minggu ke-
23.
HASIL dan PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam persepsi
nyeri dan intensitas nyeri antara kelompok BM dan kelompok TCTP. Hasil temuan mengenai efek
keseluruhan dari BM saat ini menunjukkan pengurangan penting dalam intensitas nyeri dan persepsi
ketidaknyamanan dengan BM dibandingkan dengan TCTP. Pengaruh signifikan dari BM pada
pengurangan intensitas nyeri bagi wanita nulipara dan multipara menunjukkan bahwa program
manajemen nyeri yang efektif dapat berguna dalam meningkatkan perilaku koping.

Hasil penelitian pada pijat, ambulasi, dukungan, akupresur, dan yoga menunjukkan bahwa
metode ini membantu mengatasi rasa sakit. Yoga yang mempengaruhi intensitas nyeri dan
ketidaknyamanan telah terbukti efektif dalam mengurangi persepsi nyeri dan meningkatkan hasil
janin (meningkatkan berat lahir dan mengurangi prematuritas). Penelitian ini menunjukkan bahwa
pentingnya menggabungkan berbagai teknik yang dapat mempengaruhi nyeri.