Anda di halaman 1dari 15

“Hasil Analisis Pengaruh Pola Hidup

Terhadap Kelainan Pada Struktur Dan


Fungsi Organ Yang Menyebabkan Gangguan
Pada Sistem Eksresi Serta Kaitannya
Dengan Teknologi”

DISUSUN OLEH :
Angelika Agustina Tamba

XI MIPA 2

SMA NEGERI 2 DUMAI


TP.2018/2019
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat serta
rahmat-Nya terutama nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga Penulis dapat
menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa penulis juga mengucapkan banyak terima kasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi baik secara pikiran maupun secara materi, yang
tidak bisa penulis sebutkan satu-satu disini.
Harapan penulis, makalah ini dapat dipergunakan sebagai sarana informasi yang
bermanfaat bagi pembacanya.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman, penulis yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Dumai, 13 Mei 2019


Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …....………….…………………….,……………..……………..…... i


DAFTAR ISI .……………………………..…………………………..…………….……...... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………………………......…..…………….………….…………. 1
1.2 Rumusan Masalah…………………………………..……..………….......……... 1
1.3 Tujuan ………...…………………….……………………………..…..............… 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Organ Ekskresi Manusia…..........................................................................… 2
2.2 Penyakit pada Sistem Ekskresi Manusia………….………………………….……4
2.3 Teknlogi yang Berhubungan dengan Sistem Eksresi............…………………....8
2.4 Gaya Hidup Sehat……………………..…..............……………………..…........10
BAB III KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan …………………..……………………………………......…….….. 11
3.2 Saran ……………………………………..................................…………….... 11
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………..………..…………………….... 12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Eksresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair dan zat
gas. Zat-zat sisa zat sisa itu berupa urine(ginjal), keringat(kulit), empedu(hati), dan
CO2(paru-paru). Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena jika tidak dikeluarkan akan
mengganggu bahkan meracuni tubuh.
Pola hidup sehat adalah pilihan sederhana yang dapat dilakukan untuk memperoleh
hidup yang sehat. Atau dengan kata lain hidup dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan
lingkungan yang sehat. Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa gaya hidup sehat
adalah adalah pola hidup sehat adalah jalan yang harus ditempuh untuk memperoleh fisik
yang sehat secara jasmani maupun rohani. Dengan hidup sehat, maka tubuh kita akan
terhindar dari berbagai gangguan atau penyakit. Apabila tubuh kita terjangkit penyakit atau
gangguan pada alat alat tubuh maka hal itu akan mengganggu fungsi alat-alat tubuh tersebut.
Seperti halnya penyakit atau gangguan yang terjadi pada sistem ekskresi manusia.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, masalah dalam penelitian
dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Apa saja organ ekskresi pada manusia?
2. Apa saja kelainan pada struktur dan fungsi organ ekskresi ?
3. Apa saja teknologi yang berkaitan dengan kelainan pada struktur dan fungsi organ
ekskresi ?
4. Bagaimana pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ
ekskresi ?
1.3 TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui kelainan pada struktur dan fungsi organ ekresi
2. Untuk mengetahui teknologi yang berkaitan dengan kelainan pada struktur dan fungsi
organ ekskresi
3. Untuk mengetahui pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan fungsi
organ ekskresi

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 ORGAN EKSKRESI MANUSIA

Sistem ekskresi merupakan proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah
tidak digunakan lagi oleh tubuh. Sisa-sisa metabolisme ini berupa senyawa-senyawa yang
bersifat toksik (racun) sehingga jika tidak dikeluarkan dapat menyebabkan terganggunya
fungsi organ-organ di dalam tubuh. Organ-organ yang berperan dalam sistem ekskresi pada
manusia meliputi kulit, ginjal, paru-paru, dan hati.

1. Kulit
Kulit merupakan lapisan jaringan pelindung terluar yang terdapat di permukaan
tubuh. Kulit termasuk organ ekskresi karena mampu mengeluarkan zat-zat sisa berupa
kelenjar keringat. Selain sebagai organ ekskresi, kulit juga berfungsi sebagai alat indera
perasa dan peraba. Kulit terdiri dari tiga lapisan, masing-masing lapisan mempunyai
fungsinya seperti berikut:

 Epidermis (Lapisan Kulit Ari)


Epidermis merupakan lapisan kulit paling luar dan sangat tipis. Epidermis terdiri dari
lapisan tanduk dan lapisan malphigi. Lapisan tanduk merupakan sel-sel mati yang mudah
mengelupas, tidak mengandung pembuluh darah dan serabut saraf, sehingga lapisan ini tidak
dapat mengeluarkan darah saat mengelupas. Lapisan malphigi merupakan lapisan yang
terdapat di bawah lapisan tanduk, yang tersuun dari sel-sel hidup dan memiliki kemampuan
untuk membelah diri. Lapisan malphigi terdapat pigmen yang dapat menentukan warna kulit,
dan melindungi sel dari kerusakan akibat sinar matahari.

 Dermis (Lapisan Kulit Jangat)


Dermis merupakan lapisan kulit yang terletak di bawah lapisan epidermis. Lapisan
dermis lebih tebal daripada lapisan epidermis. Lapisan dermis terdiri dari beberapa jaringan
sebagai berikut:

2
 Jaringan ikat bawah kulit
Lapisan ini terletak di bawah dermis, di antara lapisan jaringan ikat bawah kulit dengan
dermis dibatasi oleh sel lemak. Lemak ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari benturan,
sebagai sumber energi dan penahan suhu tubuh.

2. Ginjal

Ginjal merupakan komponen utama penyusun sistem ekskresi manusia yaitu


urin. Manusia memiliki sepasang ginjal berukuran sekitar 10 cm. Letak ginjal di rongga perut
sebelah kiri dan kanan ruas-ruas tulang pinggang. Ginjal berfungsi untuk menyaring zat-zat
sisa metabolisme dari dalam darah, mempertahankan keseimbangan cairan tubuh,
mengeskresikan gula darah yang melebihi kadar normal dan mengatur keseimbangan kadar
asam, basa, dan garam di dalam tubuh.

Proses Pembentukan Urin


 Filtrasi: proses penyaringan sel-sel darah. Hasil dari proses filtrasi berupa urin primer
yang masih mengandung air, glukosa, dan asam amino. Tapi sudah tidak mengandung
protein dan darah.

3
 Reabsorbsi: proses penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh.
Hasil dari proses reabsorbsi adalah urin sekunder.
 Augmentasi: proses pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Hasil dari proses
augmentasi adalah urin sesungguhnya.

3. Paru-paru
Paru-paru manusia berjumlah sepasang, terletak di dalam rongga dada yang dilindungi
oleh tulang rusuk. Paru-paru memiliki fungsi utama sebagai organ pernapasan. Paru-paru
juga merupakan organ ekskresi yang berfungsi mengeluarkan gas-gas sisa proses pernapasan
yaitu gas CO2 (karbon dioksida) dan H2O (uap air).

4. Hati

Hati berada di dalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma yang dilindungi
oleh selaput tipis bernama kapsula hepatis. Hati berfungsi untuk mengeksresikan getah
empedu zat sisa dari perombakan sel darah merah yang telah rusak dan dihancurkan di dalam
limpa.Selain berfungsi sebagai organ ekskreksi, hati juga berperan sebagai penawar racun,
menyimpan glikogen (gula otot), pembentukan sel darah merah pada janin dan sebagai
kelenjar pencernaan.

2.2 PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI MANUSIA


Kelainan dan penyakit yang menyerang sistem ekskresi dapat disebabkan oleh banyak
hal. Misalnya virus, bakteri, jamur. Beberapa kelainan pada sistem ekskresi antara lain
sebagai berikut:
1. Gangguan Pada Hati
a) Hepatitis
Hepatitis adalah radang hati yang umumnya disebabkan oleh virus. Penyakit ini dapat
dicegah dengan vaksin hepatitis, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak
langsung dengan penderita hepatitis, dan tidak menggunakan jarum suntik untuk pemakaian
lebih baik satu kali. Penderita hepatitis mengalami perubahan warna kulit dan putih mata
menjadi berwarna kuning. Urine penderita pun berwarna kuning, bahkan kecokelatan seperti
teh.

4
b) Sirosis Hati
Sirosis hati adalah kelainan pada hati yang ditandai dengan timbulnya jaringan parut
dan kerusakan sel-sel normal hati. Sirosis hati sering terjadi pada peminum alkohol,
keracunan obat-obatan, infeksi bakteri, serta komplikasi hepatitis. Karena hati merupakan
organ yang mempunyai banyak fungsi vital, sirosis hati akan menimbulkan beberapa akibat,
antara lain gangguan kesadaran, koma, dan bahkan kematian. Pengobatan sirosis hati
ditujukan pada penyebab utamanya, pemulihan fungsi hati sampai transplantasi hati.

2. Gangguan Pada Ginjal


a) Gagal Ginjal
Gagal ginjal adalah ketidakmampuan ginjal menjalankan fungsinya, akibatnya zat-zat
yang seharusnya dapat dikeluarkan melalui ginjal menjadi tertumpuk di dalam darah. Salah
satu contohnya adalah timbulnya uremia, yaitu peningkatan kadar urea di dalam darah. Kadar
urea darah yang tinggi dapat menimbulkan keracunan dan mengakibatkan kematian. Gagal
ginjal antara lain disebabkan oleh nefritis. Penyakit ini dapat diatasi dengan dua alternatif.
Pertama melakukan dialisis ginjal (cuci darah) yang diIakukan secara rutin. Kedua dengan
transplantasi (cangkok) ginjal dari donor. Cangkok ginjal dapat dilakukan jika ada kecocokan
antara organ donor dan jaringan penderita sehingga tidak terjadi penolakan.
b) Diabetes Melitus
Diabetes melitus (kencing manis) adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai
dengan kadar glukosa darah melebihi normal karena kekurangean hormon insulin. Kelebihan
glukosa darah akan dikeluarkan bersama urine. Diabetes melitus pada anak diatasi dengan
penyuntikan insulin secara rutin. Diabetes melitus pada orang dewasa dapat diatasi dengan
mengatur diet, olahraga, dan pemberian obat-obatan penurun kadar glukosa darah.
c) Albuminuria
Albuminuria adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan urine
penderita mengandung albumin. Albumin merupakan protein yang bermanfaat bagi manusia
karena berfungsi untuk mencegah agar cairan tidak terlalu banyak keluar dari darah. Penyakit
ini menyebabkan terlalu banyak albumin yang lolos dari saringan ginjal dan terbuang
bersama urine. Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan protein, penyakit ginjal, dan
penyakit hati.
d) Nefrolitiasis
Nefrolitiasis (batu ginjal) adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan
adanya batu pada ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih. Batu ginjal pada umumnya

5
mengandung garam kalsium (zat kapur) antara lain kalsium oksalat, kalsium fosfat, atau
campurannya. Batu ginjal terbentuk karena konsentrasi unsur-unsur tersebut dalam urine
tinggi yang dipercepat dengan infeksi dan penyumbatan pada ureter. Penyakit ini diobati
dengan cara mengeluarkan batu ginjal. Apabila batu ginjal masih berukuran kecil, dapat
dihancurkan dengan obat-obatan. Apabila batu ginjal sudah berukuran besar, harus
dikeluarkan dengan tindakan operasi. Dengan kemajuan ilmu dan teknologi, batu ginjal dapat
dihancurkan dengan gelombang suara yang berintensitas tinggi tanpa perlu tindakan operasi.
e) Nefritis
Nefritis adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan peradangan ginjal,
khususnya nefron. Proses peradangan biasanya berasal dari glomerulus, kemudian menyebar
ke jaringan sekitarnya.

3. Gangguan Pada Paru-paru


a) Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru adalah tumor berbahaya yang tumbuh di paru-paru. Sebagian besar
kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru, namun kanker paru-paru bisa juga
berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru. Kanker paru-paru
merupakan penyebab utama dari kematian akibat kanker.
b) Asbestosis
Asbestosis adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat menghirup
serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas. Menghirup serat
asbes dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) di dalam paru-paru. Jaringan
paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang dan mengempis sebagaimana
mestinya.
c) Pneumonia
Pneumonia adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana pulmonary
alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi inflame
dan terisi oleh cairan. Pneumonia dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, termasuk infeksi
oleh bakteria, virus, jamur, atau parasit.
d) Bronkitis
Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru).
Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada
penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-
paru) dan pada usia lanjut, bronkitis dapat bersifat serius.

6
4. Gangguan Pada Kulit
a) Jerawat
Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar
minyak (sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-
pori kulit. Peradangan pada kulit terjadi jika kelenjar minyak memproduksi minyak kulit
(sebum) secara berlebihan sehingga terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dan
pembentukan komedo (whiteheads) dan seborhoea. Apabila sumbatan membesar, komedo
terbuka (blackheads) muncul sehingga terjadi interaksi dengan bakteri jerawat.
b) Simptom
Simptom adalah sejenis penyakit yang disebabkan tungau, disebut scabies, termasuk
penyakit kulit yang sangat menular lewat kontak dengan kulit atau tidur di ranjang yang sama
atau menggunakan handuk yang sama dengan orang yang terinfeksi. Ruam merah gatal
kulit adalah reaksi alergi terhadap tungau.
c) Eksim
Eksim adalah istilah kedokteran untuk kelainan kulit yang mana kulit tampak
meradang dan iritasi. Keradangan ini bisa terjadi dimana saja namun yang paling sering
terkena adalah tangan dan kaki. Jenis eksim yang paling sering dijumpai adalah eksim atopik
atau dermatitis atopik. Gejala eksim akan mulai muncul pada masa anak anak terutama saat
mereka berumur diatas 2 tahun.
d) Kanker Kulit
Dari semua jenis kanker, kanker kulit adalah jenis kanker yang paling sering
dijumpai. Paparan terhadap sinar matahari yang berlebihan dapat memicu timbulnya kanker
kulit. Penyakit ini lebih sering menyerang orang dengan kulit berwarna terang yang lebih
sensitif terhadap sinar matahari. Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan tabir
surya atau membatasi lamanya kulit terpapar sinar matahari.
e) Biang Keringat
Biang keringat terjadi karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati yang
tidak dapat terbuang secara sempurna. Keringat yang terperangkap tersebut menyebabkan
timbulnya bintik-bintik kemerahan yang disertai gatal. Daki, debu, dan kosmetik juga dapat
menyebabkan biang keringat. Biasanya anggota badan yang terserang biang keringat yaitu
daki, leher, punggung, dan dada.
f) Ringworm
Penyebab ringworm dapat menginfeksi kuku dan kulit kepala. Ciri dari infeksi jamur
ini adalah membentuk bekas melinkar di kulit. Penyakit ini dapat dikurangi dengan

7
menggunakan obat jamur. Karena disebabkan oleh jamur, cara yang paling tepat untuk
mencegah penyakit ini dengan menjaga kebersihan diri dan menjaga agar kulit tetap kering
dan tidak lembab.

2.3 TEKNLOGI YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM EKSRESI


Ada beberapa teknologi yang berhubungan dengan sisitem ekskresi. Teknologi itu antara
lain:
a. Test Pack Hepatitis
Selama ini orang hanya tahu untuk mendeteksi penyakit hepatitis melalui tes darah di
laboratorium yang harganya sangat mahal. Karenanya banyak orang yang tidak pernah
melakukan pemeriksaan. Diharapkan dengan adanya alat tes hepatitis yang cepat dan murah,
seseorang bisa mendapatkan perawatan lebih awal.
b. Radioterapi
Radioterapi adalah sebuah teknik terapi bagi para penderita kanker. Radioterapi telah
mengalami teknik radiasi yang berkembang dari sejak pertama kali diperkenalkan sampai
saat ini. Kegunaan radioterapi adalah sebagai berikut:
 Mengobati
Banyak kanker yang dapat disembuhkan dengan radioterapi, baik dengan atau
tanpa dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti pembedahan dan
kemoterapi.
 Mengontrol
Jika tidak memungkinkan lagi adanya penyembuhan, radioterapi berguna
untuk mengontrol pertumbuhan sel kanker dengan membuat sel kanker
menjadi lebih kecil dan berhenti menyebar
 Mengurangi gejala
Selain untuk mengontrol kanker, radioterapi dapat mengurangi gejala yang
biasa timbul pada penderita kanker seperti rasa nyeri dan juga membuat hidup
penderita lebih nyaman.
c. Hemodialisis
Hemodialisis adalah salah satu pengobatan gagal ginjal, bila jiwa telah terancam oleh
gagal ginjal.
Tujuan : mengambil/mengeluarkan cairan yg. Berlebihan dan sisa metabolisme yang
biasanya dikeluarkan oleh ginjal.

8
Prinsip : darah pasien dialirkan melalui pipa dengan dinding membran semi
permeabel → ginjal artifisial → transfer toksin dan cairan : air, molekul kecil menembus
dinding, molekul besar (protein) tidak.

Mekanisme transport solute :


i. Difusi : – kecepatan difusi tergantung pada : besar pori, luas dan tebal
membran: temperatur larutan, beda konsentrasi solut, dan berat molekul.
ii. Ultrafiltrasi : air dengan tekanan hidrostatik/osmotik didorong menembus
membran kesatu arah, membawa bahan terlarut.
d. Dialisis Peritoneal
Dialisis ini dilakukan pada selaput rongga perut. Proses ini dibantu oleh cairan dialisis
yang dimasukkan ke rongga perut melalui pipa karet yang dipasang dengan cara operasi
kecil. Selaput peritoneal berfungsi menyaring dan mengeluarkan sisa metabolisme, sehingga
pembuluh darah pada selaput peritoneal berfungsi sebagai saringan ginjal. Sistem dialisis ini
ternyata amat efektif untuk menolong korban yang ginjalnya tidak berfungsi dengan baik.
Cara ini juga memungkinkan penderita dalam kondisi kronik dapat bertahan hidup,
walaupun memerlukan banyak waktu, uang, dan kesehatan psikologis.
e. Pencangkokan ginjal baru.
Operasi cangkok ginjal secara teknis sangat sederhana. Operasi ini diawali dengan
menempatkan ginjal donor di dalam rongga perut bagian bawah, sedang arteri dan vena
disambung pada arteri dan vena usus masing-masing. Setelah itu, ureter dihubungkan
dengan kantong kemih. Masalah utama pada pencangkokan ginjal adalah terjadinya
penolakan imun. Sistem imun resipien akan mengenali ginjal cangkokan sebagai zat asing
dan akan merusaknya. Akan tetapi, kini ada berbagai obat yang efektif untuk menekan
mekanisme imun tubuh. Apabila penderita mempunyai kembar identik sebagai donor, maka
penderita tidak memerlukan obat-obat imunosupresif.
f. Scanning Laser Hair Removal System
Laser hair removal bekerja dengan mengirimkan sinar laser ke folikel rambut dengan
energi yang cukup untuk menghancurkan akar, tanpa mempengaruhi daerah sekitarnya.
Bekerja pada kulit kepala yang bermasalah.

9
2.4 GAYA HIDUP SEHAT
Banyak yang dapat kita lakukan untuk hidup secara sehat supaya dapat terhindar dari
berbagai macam penyakit pada sistem ekskresi. Gaya hidup sehat yang dapat kita lakukan
diantaranya:
1. Olah Raga
Untuk menghindari penyakit pada sistem ekskresi dapat dilakukan olah raga secara
rutin dan teratur. Olah raga yang teratur (tidak terlalu berat) akan lebih berdampak positif
bagi tubuh dibandingkan dengan olah raga berat namun tidak teratur. Misalnya, melakukan
jalan santai setiap pagi atau bersepeda 1-2 jam setiap minggu.
2. Mengurangi Makanan yang Berlemak
Makanan berlemak akan menyebabkan kandungan kolesterol dalam darah meningkat.
Untuk itu, sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jangan sampai
berlebihan.
3. Mengonsumsi Air Putih
Mengonsumsi air putih yang cukup, menghidari konsumsi jamu atau herbal yang
tidak jelas, menghidari konsumsi obat-obatan secara sembarangan (tanpa resep dokter)
merupakan hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi potensi munculnya
penyakit ekskresi terutama pada ginjal.
4. Berhenti Merokok
Dilihat dari sudut pandang manapun merokok akan selalu merugikan tubuh. Karena
rokok dengan kandungan nikotinnya dalam proses jangka waktu lama akan merusak organ-
organ penting tubuh, baik paru-paru, kulit, jantung maupun ginjal.
5. General Checkup
Gagal ginjal dapat dicegah melalui pemeriksaan kesehatan (medical checkup) secara
rutin, termasuk pemeriksaan urin dan darah. Memeriksakan gangguan ginjal seperti kencing
batu, prostat dapat mecegah munculnya gagal ginjal.

10
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Sistem eksresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak
digunakan lagi oleh tubuh dan dikeluarkan bersama urine, keringat maupun pernafasan yang
bersifat racun. Organ ekskresi berfungsi memindahkan zat sisa metabolisme yang tidak
berguna keluar tubuh dan menjaga keseimbangan sel dengan lingkungannya. Organ ekskresi
terdiri dari ginjal, hati, paru-paru, dan kulit. Banyak gangguan sistem ekskresi yang
menyebabkan terganggunya fungsi organ ekskresi. Hal ini disebabkan karena pola hidup
yang kurang sehat sehingga dapat menyebabkan terganggunya fungsi organ ekskresi. Seiring
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), berbagai teknologi telah
ditemukan untuk mendeteksi berbagai penyakit. Selain itu, teknologi ini juga dapat
mengobati penyakit atau gangguan tertentu.
.
3.2 SARAN
Kita harus menjaga pola hidup sehat yang baik dan benar sehingga tubuh kita akan
terhindar dari penyakit yang dapat mengganggu kerja sistem ekskresi tubuh manusia

11
DAFTAR PUSTAKA

 https://blog.ruangguru.com/organ-organ-sistem-ekskresi-pada-manusia
 http://unitedscience.wordpress.com/ipa-3/bab-1-sistem-ekskresi-manusia/
 http://hedisasrawan.blogspot.com/2012/07/sistem-ekskresi-pada-manusia-
rangkuman.html
 http://tugas-biologi-arifiani.blogspot.com/2013/05/kelainan-teknologi-dan-gaya-
hidup-sehat_7882.html

12