Anda di halaman 1dari 9

AGORA Vol. 1, No.

1 (2013)

PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA HORTIKULTURA


PADA PT. HORTI BIMA INTERNATIONAL

Maria Natalia Samantha Liu dan Drs. Eddy Madiono, M.Sc.


Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya
E-mail: rlm2627@yahoo.com ; esutanto@peter.petra.ac.id
Abstract-Indonesia disebut sebagai negara agraris karena Ketentuan tersebut menyatakan bahwa tanaman hortikultura
kesuburan, keindahan, serta kekayaan alamnya, sektor sebagai kekayaan hayati yang merupakan salah satu kekayaan
pertanian menjadi salah satu leading sector dalam perekonomian sumber daya alam Indonesia yang sangat penting sebagai
dimana pertanian merupakan kegiatan usaha yang meliputi sumber pangan yang bergizi, bahan obat nabati, dan estetika
kegiatan budidaya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan,
yang bermanfaat dan berperan besar dalam meningkatkan
perikanan, kehutanan, dan peternakan. Salah satu perusahaan
hortikultura di Indonesia masih tetap eksis dalam kualitas hidup masyarakat, sehingga hortikultura perlu
operasionalnya yaitu PT. Horti Bima International, produk yang dikelola dan dikembangkan secara efisien dan berkelanjutan
dihasilkan antara lain: sayur-mayur dan buah-buahan. Tujuan (Hortikultura - Produk Hukum - Kementrian Dalam Negeri -
penelitian ini untuk mendeskripsikan pengelolaan usaha, potensi Republik Indonesia, 2010).
eksternal, potensi internal, dan menyusun strategi Nilai perkembangan produksi hortikultura di tahun
pengembangan usaha hortikultura pada PT. Horti Bima 2011 mengalami kenaikan pada masing-masing komoditi.
International. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian Penurunan produksi dialami oleh produksi komoditi tanaman
ini adalah teknik analisa kualitatif, dengan menggunakan dua obat, yaitu mengalami penurunan sebesar 37.306 ton dari hasil
teknik pengumpulan data, yaitu: wawancara dan dokumentasi
produksi tahun 2010. Perkembangan produksi hortikultura
yang ditujukan pada Direktur Utama, Manajer Unit Pabrik dan
Manajer Unit Lahan PT. Horti Bima International. Untuk pada masing-masing wilayah masih fluktuatif. Perkembangan
menguji kredibilitas data, maka penelitian ini menggunakan produksi dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti faktor
teknik triangulasi sumber. cuaca, faktor penanganan ketika proses pengelolaan, faktor
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Horti Bima hama, dan bisa juga dipengaruhi oleh faktor tenaga kerjanya.
International telah menerapkan fungsi manajemen pada tiap- Total jumlah/volume ekspor keseluruhan per tahun
tiap aspek bisnisnya. Berdasarkan analisis lingkungan eksternal jumlahnya mengalami penurunan, namun demikian
dapat diketahui bahwa ancaman dari pesaing karena letaknya jumlah/volume ekspor komoditas sayur mengalami
berdekatan, potensi munculnya pesaing baru, dan peningkatan di tahun 2008. Kemudian pada tahun 2010,
ketergantungan bibit dari pemasok luar negeri. Strategi bersaing
jumlah/volume ekspor komoditas tanaman hias juga
PT. Horti Bima International, yaitu fokus dengan nilai terbaik,
aktivitas pemasaran perusahaan difokuskan untuk membina mengalami peningkatan walaupun dalam angka yang relatif
hubungan baik dengan pelanggan lama di Negara Taiwan dan kecil.
memenuhi permintaan sesuai pesanan, sehingga harapan untuk Meskipun perkembangan ekspor hortikultura dalam
mendapatkan harga terbaik dapat tercapai. negeri secara keseluruhan mengalami penurunan, hal tersebut
tidak menyurutkan keyakinan PT. Horti Bima International
Kata Kunci: Pengelolaan usaha, pengembangan usaha, strategi bahwa komoditas holtikultura memiliki prospek ekspor yang
fokus dengan nilai terbaik. lebih baik di masa mendatang. PT. Horti Bima International
dibangun berdasarkan kerjasama antara investor asing dari
Taiwan dan investor lokal. Perusahaan ini merupakan
I. PENDAHULUAN
perusahaan pertanian swasta yang bergerak dibidang
agribisnis. Tipe produk yang dihasilkan oleh PT. Horti Bima
Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan
International yaitu sayur-mayur dan buah-buahan. Investor
keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Salah satu alasan
pada PT. Horti Bima International tertarik dalam menjalankan
Indonesia dianggap sebagai negara agraris adalah karena
usaha ini karena melihat Indonesia sebagai wilayah yang tepat
sektor pertanian menjadi salah satu leading sector dalam
untuk melakukan penanaman produk hortikultura. Tanah yang
perekonomiannya (Indonesia, Negara Agraris Pengimpor
subur, ketersediaan tenaga kerja serta dukungan kebijakan
Pangan, 2011). Pertanian merupakan kegiatan usaha yang
pemerintah Indonesia membuat sektor ini memiliki peluang
meliputi kegiatan budidaya tanaman pangan, hortikultura,
bertumbuh kembang yang baik untuk di masa depan. Peluang
perkebunan, perikanan, kehutanan, dan peternakan.
ini tentu saja perlu didukung oleh manajemen perusahaan
Menurut Sunu dan Wartoyo (2006) Hortikultura berasal
yang terstruktur dengan baik. Manajemen perusahaan yang
dari kata “hortus” (garden atau kebun) dan “colere” (to
baik harus memiliki fungsi-fungsi bisnis yang jelas. Fungsi-
cultivate atau budidaya). Pengelolaan dan pengembangan
fungsi bisnis ini terdiri dari beberapa aspek, yaitu: produksi
hortikultura memiliki ketentuan umum yang tercantum pada
dan operasional, tenaga kerja, pemasaran, dan keuangan.
Undang-undang No. 13 Tahun 2010 tentang hortikultura.
AGORA Vol. 1, No.1 (2013)

Perusahaan PT. Horti Bima International telah bertahan produk dan jasa. Terdapat tujuh fungsi pemasaran
cukup lama, yaitu hampir 14 tahun. Kiat sukses dari (functions of marketing) pokok (David, 2010), yaitu:
perusahaan, salah satunya adalah berupaya menerapkan ilmu a. Analisis Konsumen
pertanian hortikultura serta teknologi untuk menjaga kualitas b. Penjualan Produk/Jasa
produknya. PT. Horti Bima International dituntut untuk dapat c. Perencanaan Produk/Jasa
menyediakan fresh vegetable pada saat produk diterima oleh d. Penetapan Harga
pelanggan. Tuntutan ini sangat sulit, karena sifat hortikultura e. Distribusi
itu sendiri yang tidak tahan lama. Hal ini sangat berlawanan f. Riset pemasaran
dengan harapan pelanggan. Akan tetapi, PT. Horti Bima g. Analisis Peluang
International menganggap ini merupakan sebuah peluang 3. Produksi
bisnis yang baik untuk dijalankan. Oleh sebab itu, PT. Horti Menurut David (2010, p. 214), fungsi produksi suatu bisnis
Bima International berusaha menjaga kepercayaan pelanggan mencakup pada semua aktivitas yang mengubah input
dengan menjaga kualitas produknya. menjadi barang atau jasa. Manajemen produksi menangani
Berdasarkan pada latar belakang masalah yang ada input, transformasi, dan output yang beragam dari satu
diatas, maka dilakukan penelitian pada pengelolaan dan industri dan pasar, ke industri dan pasar yang lain.
pengembangan usaha hortikultura pada PT. Horti Bima Menurut David (2010, p. 215), fungsi produksi meliputi:
International. Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut: a. Proses
1. Untuk mendeskripsikan pengelolaan usaha pada PT. Horti b. Kapasitas
Bima International. c. Persediaan
2. Untuk mendeskripsikan potensi eksternal pada PT. Horti d. Angkatan kerja
Bima International dilihat dari pengelolaan usahanya. e. Kualitas
3. Untuk mendeskripsikan potensi internal pada PT. Horti 4. Keuangan
Bima International dilihat dari pengelolaan usahanya. Menurut David (2010, p. 204), kondisi keuangan
4. Untuk menyusun strategi pengembangan usaha merupakan sebuah ukuran tunggal terbaik pada posisi
hortikultura pada PT. Horti Bima International. kompetitif perusahaan dan daya tariknya bagi investor.
Sudana (2009, p. 5) mengemukakan fungsi keuangan
Berdasarkan judul penelitian yaitu pengelolaan dan berkaitan dengan keputusan manajemen keuangan adalah:
pengembangan usaha, maka akan dijabarkan mengenai teori a. Keputusan Investasi
pengelolaan dan pengembangan usaha dan kerangka berpikir b. Keputusan Pendanaan
sebagai penjelasan dari alur penelitian ini. c. Keputusan Dividen
Kekuatan dalam lingkungan internal perusahaan yang
II. LANDASAN TEORI penting untuk dikaji tidak hanya pada area fungsional
bisnisnya saja, fungsi manajemen dalam perusahaan juga
Analisis Lingkungan Internal merupakan aktivitas pokok yang menentukan keberhasilan
1. Fungsi-fungsi bisnis perusahaan.
Menurut David (2010, p. 179), kekuatan yang ada 2. Fungsi-fungsi Manajemen
dalam lingkungan internal perusahaan dan salah satu kunci Menurut Terry dan Rue (2012, p. 1), manajemen adalah
bagi keberhasilan perusahaan adalah koordinasi dan suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan
kesepahaman yang efektif antar manajer dari seluruh area atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-
fungsional bisnis. tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
1. Manajemen tenaga kerja Bateman dan Snell (2008, p. 20), menjelaskan bahwa
Menurut Dessler (2003, p. 5), Unsur dari manajemen manajemen adalah proses bekerja dengan tenaga kerja untuk
tenaga kerja adalah manusia yang merupakan tenaga kerja mencapai tujuan-tujuan organisasi. Manajemen tidak bisa
pada perusahaan. Konsep dari manajemen tenaga kerja lepas dari keempat fungsi manajemen yaitu, perencanaan,
adalah (Nawawi, 2011): pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Penjelasan
a. Perencanaan dan Pengadaan Tenaga Kerja dari keempat fungsi menajemen tersebut adalah:
b. Rekruitmen dan Seleksi Tenaga Kerja 1. Perencanaan (Planning)
c. Orientasi dan Pelatihan Menurut Wijayanto (2012, p. 75), perencanaan (planning)
d. Pengembangan Karier Khususnya Promosi dan merupakan proses menetapkan tujuan dan memilih cara
Pemindahan untuk merealisasikan tujuan tersebut. Secara umum, dapat
e. Pengaturan Kompensasi dianggap bahwa fungsi perencanaan merupakan fungsi
f. Penilaian Karya dasar manajemen, yang mana pada fungsi ini digunakan
g. Konseling oleh perusahaan untuk menentukan tujuan serta cara-cara
2. Pemasaran untuk mencapai tujuan tersebut. Menurut (Sumarni dan
Menurut David (2010, p. 198), pemasaran dideskripsikan Soeprihanto, 2010, p. 144), langkah-langkah dalam
sebagai proses pendefinisian, pengantisipasian, penciptaan penyusunan perencanaan, yaitu:
serta pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen akan 1. Menentukan sasaran organisasi
AGORA Vol. 1, No.1 (2013)

2. Mengadakan pemahaman terhadap sasaran dan strategi Adalah berupa usaha manajemen untuk menciptakan
yang telah ada suasana kerja secara umum yang dapat mendorong
3. Melakukan analisis tenaga kerja: karyawan berprestasi secara maksimal.
a. Menyusun profil tenaga kerja 2. Motivasi Langsung
b. Menentukan syarat kunci tentang tenaga kerja yang Motivasi langsung diwujudkan dalam bentuk insentif
diperlukan yang diberikan di atas balas jasa yang pokok atau yang
c. Membandingkan profil tenaga kerja dengan syarat berlaku bagi seluruh karyawan. Insentif dapat berupa
kunci Insentif Material dan Insentif Non Material.
4. Mengadakan analisis lingkungan 4. Pengendalian/Pengawasan (Controlling)
5. Mengenali kesempatan dan ancaman strategis Bateman dan Snell (2008, p. 22), pengendalian /
6. Menentukan sejauh mana strategi yang sudah ada perlu pengawasan adalah proses yang dilakukan untuk
diubah memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah
7. Melakukan pengambilan keputusan strategis, yang direncanakan, diorganisasikan, dan diterapkan bisa
meliputi: berjalan sesuai dengan target. Menurut (Sumarni dan
a. Penyusunan alternatif strategis Soeprihanto, 2010), langkah-langkah dalam proses
b. Penilaian alternatif strategis pengendalian, yaitu:
c. Pemilihan alternatif strategis 1. Menetapkan standar dan metode untuk mengukur
8. Pelaksanaan rencana strategis prestasi.
9. Evaluasi penerapan rencana strategis 2. Mengukur prestasi kerja
2. Pengorganisasian (Organizing) 3. Menentukan apakah prestasi kerja memenuhi standar
Menurut David (2010, p. 193), pengorganisasian 4. Mengambil tindakan korektif
merupakan segala aktivitas manajerial yang mencakup Analisis Lingkungan Eksternal
pada hasil rancangan organisasional, spesialisasi Menurut David (2010, p. 145), Model Lima Kekuatan
pekerjaan, rentang kendali, kesatuan komando, koordinasi, Porter (Porter’s Five-Forces) mengenai analisis kompetitif
rancangan pekerjaan, dan analisis pekerjaan. Menurut adalah pendekatan yang digunakan secara luas dalam
(Sumarni dan Soeprihanto, 2010, p. 148), langkah-langkah mengembangkan strategi. Intensitas persaingan antar
dalam pengorganisasian, yaitu: perusahaan sangat beragam dari satu industri ke industri yang
1. Memperinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan lain. Menurut Porter, hakikat persaingan di suatu industri
untuk mencapai tujuan organisasi. tertentu dapat dipandang sebagai perpaduan dari lima
2. Membagi beban kerja ke dalam aktivitas-aktivitas yang kekuatan:
secara logis dan menyenangkan dapat dilakukan oleh 1. Persaingan antar Perusahaan Saingan
seseorang atau sekelompok orang. 2. Potensi Masuknya Pesaing Baru
3. Mengkombinasikan pekerjaan anggota perusahaan 3. Potensi Pengembangan Produk Pengganti
dalam cara yang logis dan efisien. 4. Daya Tawar Pemasok
4. Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasikan 5. Daya Tawar Konsumen
pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang Perusahaan harus mampu merespon baik secara ofensif
harmonis. maupun defensif terhadap berbagai faktor tersebut dengan
5. Memantau efektivitas organisasi dan pengambilan merumuskan strategi yang bisa mengambil keuntungan dari
langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan peluang eksternal atau dengan meminimalkan dampak dari
atau meningkatkan efektivitas. Di sini diperlukan ancaman potensial.
penilaian uang terhadap keempat langkah terdahulu Analisis SWOT
secara berkala. Menurut Pearce dan Robinson (2011, p. 200), analisis
3. Pengarahan (Actuating) SWOT merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk
Pengarahan adalah suatu kegiatan untuk merangsang menciptakan gambaran yang bersifat umum, secara tepat
orang-orang yang berada di organisasi agar mempunyai mengenai situasi strategis suatu perusahaan. Kesesuaian yang
kinerja yang tinggi. Pengarahan meliputi pemberian baik pada sumber daya internal perusahaan (kekuatan dan
motivasi dan berkomunikasi dengan para tenaga kerja baik kelemahan) dengan situasi eksternal (peluang dan ancaman)
secara individu maupun kelompok (Bateman dan Snell, dijadikan suatu asumsi yang mendasar dalam analisis SWOT
2008, p. 22). Menurut (Sumarni dan Soeprihanto, 2010), ini. Menurut Bateman dan Snell (2008, p. 170), Kekuatan
ukuran keberhasilan teknik pemberian motivasi yaitu (strength) organisasi mencakup manajemen yang profesional,
berupa kenaikan produktivitas kerja yang dapat berbentuk: arus kas yang positif, merek yang terkemuka dan telah dikenal
kenaikan penjualan, peningkatan hasil produksi, secara luas. Kelemahan (weakness) mencakup kurangnya
penururnan tingkat absensi. Terdapat dua teknik pemberian kapasitas produksi cadangan dan tidak adanya pemasok yang
motivasi, yaitu: dapat diandalkan. Peluang (opportunities) merupakan situasi
1. Motivasi Tidak Langsung yang menguntungkan dalam lingkungan suatu perusahaan.
identifikasi atas segmen pasar yang sebelumnya sempat
terlewatkan, perubahan kondisi persaingan atau regulasi,
AGORA Vol. 1, No.1 (2013)

perubahan teknologi, dan membaiknya suatu hubungan b. Strategi fokus nilai terbaik (best-value focus) Tipe 5,
dengan pembeli atau pemasok, dapat digunakan sebagai menawarkan produk/jasa pada sejumlah kecil
peluang oleh perusahaan. Ancaman (threats) termasuk konsumen dengan nilai harga terbaik yang tersedia
didalamnya adalah pesaing baru, pertumbuhan pasar yang dipasar
lamban, meningkatnya kekuatan tawar-menawar pembeli dan Rencana Pengembangan Bisnis
pemasok, perubahan teknologi dan direvisinya suatu peraturan Menurut Suryana (2011, p. 156), terdapat dua jenis
akan dapat menjadi ancaman bagi keberhasilan suatu teknik yang bisa dipergunakan sebagai alat untuk
perusahaan. merencanakan pengembangan bisnis yang terdapat di
Untuk memudahkan dalam melaksanakan analisis perusahaan:
SWOT diperlukan matriks SWOT. Empat jenis strategi dalam 1. Peningkatan Skala Ekonomis
SWOT (David, 2010): Teknik peningkatan skala ekonomis dapat dilakukan
1. Strategi SO (SO Strategies), strategi yang memanfaatkan dengan menambah:
kekuatan internal perusahaan untuk menarik suatu a. Skala produksi
keuntungan atas peluang eksternal. b. Tenaga kerja
2. Strategi WO (WO Strategies), strategi yang bertujuan c. Teknologi
untuk memperbaiki kelemahan internal dengan cara d. Sistem distribusi
mengambil keuntungan dari peluang eksternal. e. Tempat usaha
3. Strategi ST (ST Strategies), strategi yang memanfaatkan 2. Perluasan Cakupan Usaha
kekuatan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan untuk Teknik perluasan cakupan usaha dapat dilakukan dengan
menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal. menambah:
4. Strategi WT (WT Strategies), merupakan taktik untuk a. Jenis usaha baru
bertahan yang diarahkan dalam mengurangi kelemahan b. Produk dan jasa baru yang sudah mengalami
internal serta menghindari ancaman eksternal. diversifikasi
Reformulasi Strategi c. Serta adanya teknologi yang berbeda.
Reformulasi strategi dilakukan oleh manajemen
perusahaan PT. Horti Bima International untuk menemukan III. METODE PENELITIAN
strategi yang tepat, untuk bisa mencapai tujuan yang telah Jenis Penelitian
ditentukan oleh perusahaan. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif
deskriptif, yaitu mendeskripsikan pengelolaan usaha pada PT.
Strategi Generik (Generic Strategy) Horti Bima International, yang mencakup pada
Menurut Porter (dalam David, 2010, p. 273), strategi mendeskripsikan fungsi-fungsi manajemen yang ada di
memungkinkan organisasi untuk memperoleh keunggulan perusahaan, serta untuk menyusun rencana pengembangan
kompetitif dari tiga landasan yang berbeda: kepemimpinan usaha pada PT. Hortibima International.
biaya, diferensiasi dan fokus. Strategi ini dinamakan strategi Definisi Konseptual
generik (generic strategy). Berikut penjelasan mengenai tiga Definisi konseptual dari penelitian ini akan membahas
landasan strategi tersebut: tentang pengelolaan, pengembangan, serta lingkungan
1. Kepemimpinan Biaya eksternal dan internal perusahaan.
Strategi ini menekankan pemroduksian produk-produk 1. Analisis Lingkungan Internal
yang distandarisasi dengan biaya per unit yang sangat 1. Fungsi-fungsi Bisnis
rendah untuk para konsumen yang peka terhadap harga, Dalam lingkungan internal perusahaan, terdapat
dibagi menjadi dua tipe alternatif, yaitu: beberapa kekuatan yang dapat mempengaruhi
a. Strategi biaya rendah (low-cost) Tipe 1, menawarkan perusahaan, yaitu:
produk/jasa kepada konsumen pada harga terendah a. Tenaga Kerja
yang tersedia dipasar. b. Pemasaran
b. Strategi nilai terbaik (best-value) Tipe 2, menawarkan c. Produksi
produk/jasa kepada konsumen pada nilai harga terbaik d.Keuangan.
yang tersedia dipasar. 2. Fungsi-Fungsi Manajemen
2. Pembedaan/Diferensiasi (differentiation) Tipe 3, bertujuan Terdapat empat fungsi manajemen, yaitu:
untuk menghasilkan produk/jasa yang dianggap unik di a. Perencanaan
industri dan diarahkan kepada konsumen yang relatif peka b. Pengorganisasian
terhadap harga. David (2010, p. 278). c. Pengarahan
3. Fokus (focus), memproduksi produk dan jasa yang d.Pengendalian
memenuhi kebutuhan sekelompok kecil konsumen. Dua 2. Analisis Lingkungan Eksternal
tipe alternatif strategi fokus adalah: Analisis lima kekuatan Porter merupakan suatu
a. Strategi fokus biaya rendah (low-cost focus) Tipe 4, pendekatan yang dilakukan perusahaan untuk
menawarkan produk/jasa kepada sekelompok kecil mengembangkan strategi yang terkait dengan kekuatan-
konsumen pada harga terendah yang tersedia dipasar. kekuatan kompetitif yang ada dalam industri. Menurut Porter,
AGORA Vol. 1, No.1 (2013)

persaingan industri tersebut dipengaruhi oleh lima faktor, 5. Kesimpulan sementara akan terus berkembang sesuai
yaitu: dengan adanya penemuan data baru dan pemahaman baru,
1. Persaingan antar Perusahaan Saingan sampai didapatkan suatu kesimpulan yang benar-benar
2. Potensi Masuknya Pesaing Baru sesuai dengan keadaan sebenarnya. Langkah ini akan
3. Potensi pengembangan Produk Pengganti dilakukan terus-menerus, hingga dirasakan pengumpulan
4. Daya Tawar Pemasok. Pemasok memiliki daya tawar- data sudah lengkap, kemudian dapat dirumuskan
menawar karena: kesimpulan akhir dan rekomendasi atau saran-saran.
5. Daya Tawar Konsumen. Metode Pengujian Data
3. Analisis SWOT Untuk menguji kredibilitas data, maka penelitian ini
Analisis SWOT sebagai alat perbandingan kekuatan menggunakan teknik triangulasi sumber. Menurut Bungin
(strength), kelemahan (weakness), kesempatan (opportunities), (2007, p. 264), triangulasi sumber adalah suatu teknik
dan ancaman (threats), untuk membantu para manajer triangulasi yang digunakan untuk menguji kredibilitas data,
merumuskan strategi bagi perusahaan dalam upaya dengan membandingkan atau mengecek balik derajat
menghadapi lingkungan internal dan eksternal pada kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu
perusahaan. dan alat yang berbeda.
4. Reformulasi Strategi
Strategi Generik (Generic Strategy) adalah strategi
yang memungkinkan bagi organisasi untuk memperoleh IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
keunggulan kompetitif dari tiga landasan yang berbeda:
1. Kepemimpinan Biaya, dua tipe alternatif kepemimpinan Analisis Lingkungan Internal
biaya: Berdasarkan analisa internal perusahaan dalam tiap-
- Strategi biaya rendah (low-cost) Tipe 1 tiap aspek bisnis terhadap fungsi-fungsi manajemen
- Strategi nilai terbaik (best-value) Tipe 2 perusahaan di atas dapat diperoleh hasil sebagai berikut:
2. Pembedaan/Diferensiasi (differentiation) Tipe 3 1. Manajemen Tenaga Kerja
3. Fokus (focus), dua tipe alternatif strategi fokus adalah: - Perencanaan: Perusahaan memiliki cara dalam
- Strategi fokus biaya rendah (low-cost focus) Tipe 4 mengukur dan menentukan angkatan tenaga kerja, dan
- Strategi fokus nilai terbaik (best-value focus) Tipe 5 proses rekruitmen tenaga kerja dibagi dalam 2 kriteria,
Metode Pengumpulan Data yaitu pada bagian kantor dan bagian gudang.
Dalam penelitian ini, data yang berkaitan secara - Pengorganisasian: Penempatan tenaga kerja dilihat
langsung dengan PT. Hortibima International akan berdasarkan tingkat pendidikan tenaga kerja dan
dikumpulkan dengan menggunakan dua teknik pengumpulan kemampuan, serta evaluasi mengerjakan tugas tertentu
data, yaitu: yang dijalani semasa training
a. Wawancara - Pengarahan: Direktur memberikan arahan-arahan
b. Dokumentasi kepada seluruh kepala bagian kantor mengenai
Teknik Penentuan Informan kegiatan operasional perusahaan, Karyawan gudang
Teknik yang digunakan dalam menentukan informan pada setiap minggu diadakan morning briefing 1 kali
pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling, yang dipimpin oleh kepala gudang, bagian ladang yaitu
penentuan informan ditujukan untuk bisa mendapatkan data sebelum memulai proses penanaman semua petani dan
sesuai dengan kebutuhan penelitian ini, yaitu: buruh ladang dikumpulkan terlebih dahulu untuk
1. Direktur PT. Horti Bima International diberikan pengarahan. Perusahaan memberikan
2. Manajer Unit Pabrik PT. Horti Bima International motivasi dan penghargaan terhadap tenaga kerja yang
3. Manajer Unit Lahan PT. Horti Bma International menunjukkan loyalitas dan prestasi kerja dengan cara
Teknik Analisa Data memberi bonus material. Untuk meningkatkan
Berikut merupakan penjelasan langkah-langkah dalam kemampuan tenaga kerja, perusahaan mengadakan
proses analisis data: pelatihan tentang peningkatan kinerja, perusahaan juga
1. Hasil wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, memberi perhatian untuk tenaga kerja perihal
dikumpulkan dan dibuat menjadi sebuah catatan secara kesehatan, keamanan, dan masalah keadilan bagi
lengkap. Catatan ini dijabarkan melalui sebuah deskripsi tenaga kerja.
dan refleksi. - Pengendalian: Melakukan penghitungan terhadap
2. Berdasarkan catatan lengkap tersebut, akan dilakukan kapasitas kerja secara tepat dan akurat, agar target yang
reduksi data, untuk dapat memperoleh informasi yang ditetapkan perusahaan dapat memaksimalkan kapasitas
lebih terfokus dan memang dibutuhkan. kerja dari tenaga kerja, penilaian kinerja yang
3. Setelah dilakukan reduksi data, selanjutnya dibuat dilakukan perusahaan terhadap kinerja tenaga kerja
penyajian data dalam bentuk uraian singkat. dapat dilihat dari absen kedisiplinan, langkah korektif
4. Berdasarkan penyajian data tersebut, kemudian ditarik apabila terjadi penyimpangan adalah diberikan surat
sebuah kesimpulan sementara. peringatan sebanyak 3 kali, apabila masih melakukan
kesalahan maka akan dipecat, jika ada barang
AGORA Vol. 1, No.1 (2013)

perusahaan yang hilang, maka satpam perusahaan harus memenuhi standar kualitas ekspor, jika tidak
dikenakan surat peringatan, untuk gudang akan memenuhi maka produk dianggap afkir.
dikeluarkan surat peringatan apabila ada produk yang 4. Manajemen Keuangan
hilang. - Perencanaan: PT. Horti Bima International termasuk
2. Manajemen Produksi pada usaha yang membutuhkan modal usaha yang
- Perencanaan: Teknisi lahan yang akan melakukan besar, penandatanganan kontrak antara perusahaan
perencanaan produksi untuk komoditi yang akan dengan pelanggan dilakukan sebelum penanaman,
ditanam dan berapa jumlahnya, serta membutuhkan sehingga pelanggan akan terikat untuk tetap membayar
luas lahan berapa, proses produksi yang terdapat pada produk walaupun pada saat panen harga jualnya turun
PT. Horti Bima International berupa kegiatan budidaya dan harga per/kg sayur ditentukan perusahaan. Hal ini
sampai pasca panen, kegiatan budidaya terdiri dari dilakukan dalam mengutamakan pencapaian profit
kegiatan pengolahan tanah, pemupukan, penanaman sesuai dengan target perusahaan, keputusan manajemen
bibit, penyiraman, penyiangan, dan penanganan keuangan dalam kaitan dengan investasi dan deviden,
organisme pengganggu tanaman diatur oleh pemegang saham
- Pengorganisasian: Tenaga kerja bagian ladang bertugas - Pengorganisasian: Pengalokasian kebutuhan dana pada
dalam kegiatan budidaya meliputi pengolahan tanah, masing-masing fungsi produksi, pemasaran, tenaga
pemupukan, penanaman bibit, penyiraman, kerja, dan keuangan
penyiangan, dan penanganan organisme pengganggu - Pengarahan: Sistem pelaporan kondisi arus kas
tanaman, tenaga kerja bagian gudang melaksanakan perusahaan, selama ini dapat dilihat dari keluar
tugasnya membawa hasil panen tersebut ke pabrik PT. masuknya dana perusahaan dan penjualan yang
Horti Bima International untuk dilakukan penyortiran diperoleh perusahaan, dilaporkan dan di print out setiap
dan pengemasan harinya. Print out harian ini akan digabungkan menjadi
- Pengarahan: Memberikan pengarahan tentang tata cara satu laporan bulanan yang kemudian laporan bulanan
budidaya, penanganan terhadap hasil panen, dan akan digabungkan menjadi satu laporan tahunan
penanganan terhadap hama penyakit, serta pengarahan - Pengendalian: Pengendalian perusahaan terhadap aspek
bahwa hasil panen yang diperoleh harus 100% kembali keuangan dilakukan dengan mengantisipasi naik
ke perusahaan meskipun hasilnya baik atau buruk tetap turunnya harga komoditi dengan melakukan
akan diambil oleh perusahaan. penandatanganan kontrak sebelum dilakukan
- Pengendalian: Perusahaan dalam mengukur dan penanaman, kemudian dengan modal besar yang
menentukan kapasitas produksi dilakukan dengan cara diperlukan oleh perusahaan, maka perlu ada
melihat 1 ha lahan dapat menghasilkan ± 6 – 8 ton pengendalian terhadap perputaran arus kas agar
komoditi. Pada saat produk sampai di perusahaan, akan perusahaan dapat terus beroperasi.
dilakukan absen/penghitungan jumlah produk yang Analisis Lingkungan Eksternal
diterima perusahaan, berdasarkan inilah perusahaan Berikut analisis lingkungan eksternal PT. Horti Bima
dapat mengukur persediaan produknya. International berdasarkan model lima kekuatan Porter
3. Manajemen Pemasaran (Porter’s Five-Forces), yaitu:
- Perencanaan: Buyer lama yang memiliki saham di 1. Persaingan antar perusahaan saingan: jumlah pesaing ada 3
Horti Bima International, akan mencarikan buyer baru perusahaan, 1 pesaing lokasi berdekatan, berdampak pada
di negara tujuan, perencanaan distribusi produk lahan semakin sempit, sistem kemitraan pesaing sama dan
perusahaan dilakukan hingga sampai ke tangan pangsa pasar berkurang, persaingan dilakukan secara sehat
pembeli. Penetapan harga dilakukan saat kontrak kerja (berdasarkan kualitas produk).
sebelum penanaman 2. Potensi masuknya pesaing baru: pemerintah tidak
- Pengorganisasian: Memenuhi permintaan pasar membatasi, mengikat kontrak dengan buyer sebelum
dilakukan dengan cara membangun mitra kerja dengan penanaman, berdampak pada lahan semakin sempit,
petani untuk meningkatkan kuantitas produksi dengan berdampak pada tenaga kerja berkurang, Kesulitan
membuka lahan baru, dalam penetapan harga, PT. memenuhi permintaan dalam jumlah besar
Horti Bima International akan berkoordinasi dengan 3. Potensi pengembangan produk pengganti: produk
buyer dan petani pengganti berupa sayuran yang dikemas dalam kaleng,
- Pengarahan: Membina hubungan baik dengan buyer kemasan frozen dan suplemen makanan, kualitas dan
lama supaya loyal dengan produk perusahaan dan harga produk pengganti relatif, produk pengganti tidak
menerima setiap saran atau masukan untuk perbaikan lebih baik, tidak berpengaruh terhadap penjualan
kualitas pelayanan dan produk, serta berusaha perusahaan, tidak ada antisipasi dari perusahaan karena
membangun citra perusahaan dengan meningkatkan tidak berdampak apapun
kepuasan pelanggan. 4. Daya tawar pemasok: memiliki pemasok bibit 2
- Pengendalian: Pengorderan produk dari buyer yang perusahaan untuk perbandingan harga (harga kompetitif)
dimiliki saat ini sudah hampir mencukupi target yang dan menjaga ketersediaan bibit, peran pemasok sangat
diinginkan perusahaan, hasil panen yang diperoleh penting (bibit tidak ada di Indonesia), sehingga perusahaan
AGORA Vol. 1, No.1 (2013)

membina hubungan baik dan kepercayaan dengan terbaik dipilih karena pemasaran perusahaan difokuskan pada
pemasok. pasar Negara Taiwan yang menjadi tujuan pemasaran selama
5. Daya tawar konsumen: perusahaan memiliki pelanggan ini dan memiliki pelanggan tetap dengan permintaan
lama dan pelanggan baru, terkendala pemasaran karena komoditas holtikultura yang tinggi sesuai dengan spesifikasi
hanya dijalankan pemegang saham yang berada di Taiwan pesanan khusus seperti jenis kemasan produk. Selain itu
(negara tujuan), tenaga pemasaran di Indonesia terkendala keunggulan perusahaan yaitu memiliki investor berdomisili di
bahasa asing. Pelanggan baru akan diberikan harga promo, Taiwan dan dukungan tenaga pemasaran perusahaan yang
perusahaan kesulitan memenuhi permintaan komoditi menguasai bahasa asing (Taiwan) akan semakin memudahkan
dalam jumlah besar dan berkualitas ekspor. upaya perusahaan untuk membina hubungan baik dengan
Analisis SWOT pelanggan tetap supaya pemesanan (order) tetap terjaga
Analisis SWOT digunakan sebagai dasar untuk bahkan meningkat.
memberikan gambaran terhadap situasi perusahaan, diketahui Dukungan teknik budidaya yang dijalankan tenaga
beberapa kondisi yang kemudian disimpulkan dalam bentuk ahli, teknologi modern dalam pengemasan produk, dan lokasi
alternatif strategi, yaitu: lahan penanaman berada di tanah yang subur, juga dengan
1. Alternatif strategi pertama (S3,O1) yaitu memanfaatkan adanya dukungan kebijakan pemerintah tentang
keuntungan PT. Horti Bima International memiliki pengembangan komoditas agribisnis, akan sangat membantu
investor yang berdomisili di Taiwan, sehingga dapat untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas, serta
mengoptimalkan upaya membina hubungan baik dengan penyediaan komoditas holtikultura lain yang juga diminati
pelanggan lama di Taiwan. pelanggan untuk dikembangkan. Hal tersebut untuk menjaga
2. Alternatif strategi kedua (S2 & S4,O2) adanya dukungan agar produk yang dijual PT. Horti Bima International adalah
produk berkualitas dan dapat memenuhi pesanan dari
teknik dan teknologi yang modern serta pemanfaatan lahan
pelanggan yang menginginkan spesifikasi khusus, sehingga
yang subur ditambah dukungan kebijakan pemerintah
harapan untuk mendapatkan harga terbaik yang menjadi fokus
Indonesia terhadap pengembangan sektor agribisnis, strategi perusahaan dapat tercapai.
memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan Rencana Kerja untuk Pengembangan Usaha
budidaya komoditas lain yang juga diminati oleh pasar Strategi perusahaan dengan fokus nilai terbaik didukung
negara tujuan (Taiwan). oleh rencana pengembangan usaha sebagai berikut:
3. Alternatif strategi ketiga (S3, T1) perusahaan sebaiknya 1. Bagian Pemasaran
fokus memperluas area pemasaran di negara Taiwan untuk Tujuan meningkatkan komunikasi lebih intensif dengan
meminimalkan persaingan langsung dengan kompetitor, pelanggan di Negara Taiwan. Kebijakan yang mendukung
mengingat perusahaan memiliki investor di sana. antara lain: mengoptimalkan jaringan relasi yang dimiliki
4. Alternatif strategi keempat (S1, T2) untuk menjaga investor di Taiwan untuk menjaga hubungan baik, meng-
kualitas produk dan menjaga ketersediaan bibit, maka update informasi terbaru yang ada di perusahaan melalui
langkah yang harus dilakukan adalah membina hubungan web site, meningkatkan pelayanan kepada pelanggan lama
jangka panjang dengan pemasok asing (karena bibit tidak agar terjaga kepuasan dan tetap membeli produk-produk
tersedia di Indonesia). perusahaan, dan sebagai upaya penambahan produk, perlu
5. Alternatif strategi kelima (W1, O1) untuk mendukung mengadakan survei untuk mengetahui komoditi lain yang
pemenuhan terhadap upaya membina hubungan baik diminati pasar.
dengan pelanggan tetap di Negara Taiwan, maka tenaga 2. Bagian Produksi
pemasaran harus mampu menguasai bahasa asing negara Tujuan berupaya meningkatkan kualitas produk dan
tersebut, untuk itu perusahaan memberikan training bahasa berusaha mengembangkan produk holtikultura lain yang
asing untuk tenaga pemasaran supaya komunikasi dengan juga diminati oleh pasar. Kebijakan yang mendukung
pelanggan atau calon pelanggan berjalan lancar. antara lain: meningkatkan standar tata cara budidaya
6. Alternatif strategi keenam (W3, O2) penggunaan tenaga tanaman yang selama ini telah berjalan, meningkatkan
asing untuk tenaga ahli membutuhkan biaya yang mahal, standar pengemasan produk, dan untuk mendukung
karenanya perusahaan dapat memanfaatkan dukungan penambahan produk baru, tenaga ahli diharapkan
pemerintah dengan memberikan training kepada tenaga meningkatkan kompetensi terhadap budidaya komoditi
kerja lokal bagian produksi tentang budidaya holtikultura. holtikultura yang lain.
7. Alternatif strategi ketujuh (W2, T1) untuk mengatasi 3. Bagian Tenaga Kerja
kurangnya tenaga kerja sebagai buruh ladang yang Tujuan meningkatkan kemampuan tenaga kerja dan
disebabkan pesaing, perusahaan hendaknya berusaha untuk menjaga ketersediaan tenaga kerja di ladang. Kebijakan
dapat memberikan manfaat lebih dari yang diberikan yang mendukung antara lain: memberikan training bahasa
pesaing kepada buruh ladang, hal ini dimaksudkan supaya asing bagi tenaga kerja pemasaran untuk mendukung
mereka mau untuk bekerja di perusahaan. rencana fokus pemasaran di Negara Taiwan, tenaga ahli
Berdasarkan beberapa alternatif strategi yang dapat perusahaan adalah tenaga asing sehingga perlu adanya
dipakai perusahaan, maka strategi yang tepat untuk diterapkan pemberian bimbingan budidaya oleh tenaga ahli kepada
pada PT. Horti Bima International adalah strategi fokus tenaga kerja produksi yang merupakan tenaga kerja lokal,
dengan nilai terbaik (Tipe 5). Strategi fokus dengan nilai dan mengupayakan meningkatkan upah dan kesejahteraan
AGORA Vol. 1, No.1 (2013)

bagi buruh ladang supaya mau terus bekerja bagi Bateman, Thomas S. & Snell, Scott A. (2008). Manajemen:
perusahaan dan tidak pindah ke perusahaan pesaing yang Kepemimpinan dan Kolaborasi dalam Dunia yang
letaknya berdekatan. Kompetitif. (7th ed., Buku. 1). Jakarta: Salemba Empat.
4. Bagian Keuangan Bungin, Burhan. (2007). Penelitian kualitatif. Jakarta :
Tujuan meningkatkan omzet perusahaan dengan kebijakan Prenada Media Group.
yang mendukung berupa meningkatkan target penjualan Cristanty, Linda. (2006). Sumber Daya Alam: Ciptaan Tuhan
produk. Yang Harus Dilestarikan. Jakarta: Coremap II – LIPI.
David, Fred R. (2010). Manajemen Strategis: Konsep. (12th
V. KESIMPULAN/RINGKASAN
ed., Vol. 1). Jakarta: Salemba Empat.
Dessler, Gary. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia.
(10th ed., Vol. 1). Jakarta: Indeks.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada PT.
Ekspor Hortikultura berdasarkan Negara Tujuan Tahun 2008 –
Horti Bima International, maka akan dikemukakan kesimpulan
2010. Retrieved September 14 , 2012, from
yang sekiranya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan http://hortikultura.deptan.go.id/?q=node/448
bagi pengelolaan dan pengembangan usaha PT. Horti Bima Hasibuan, Malayu. S.P. (2009). Manajemen Sumber Daya
International, sebagai berikut: Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
a. PT. Horti Bima International telah menerapkan fungsi Hortikultura - Produk Hukum - Kementrian Dalam Negeri -
manajemen pada tiap-tiap aspek bisnisnya yang terdiri Republik Indonesia. (2010,November 11). Retrieved
atas manajemen tenaga kerja, pemasaran, produksi dan September 7, 2012,
keuangan. fromhttp://www.depdagri.go.id/produk-
b. Ancaman dari pesaing cukup berdampak bagi perusahaan hukum/2011/01/10/undang-undang-no-13-tahun-2010.
karena letaknya yang hampir berdekatan, potensi Indonesia, Negara Agraris Pengimpor Pangan. (2011, Agustus
munculnya pesaing baru yang tidak di batasi oleh 15). Retrieved September 9, 2012, from
pemerintah, dan ketersediaan bibit masing sangat http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2011/08/15/i
bergantung pada pemasok dari luar negeri karena di ndonesia-negara-agraris-pengimpor-pangan/.
Indonesia belum tersedia. Indriantoro, Nur. & Supomo, Bambang. (2011). Metodologi
c. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh tujuh alternatif Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi & Manajemen.
strategi Yogyakarta: BPFE Anggota IKAPI.
d. Peneliti merumuskan strategi fokus dengan nilai terbaik, Jumlah Perusahaan Hotikultura Tahun 2009-2010. Retrieved
hal ini didasarkan pada aktivitas pemasaran perusahaan September 14 , 2012, from
selama ini ke Negara Taiwan karena memiliki pelanggan http://www.bps.go.id/hasil_publikasi/flip_2011/5102001
/files/search/searchtext.xml.
tetap dengan permintaan komoditas holtikultura yang
“Kementerian Pertanian.” Evaluasi Kinerja Tahun 2011 dan
tinggi dan pelanggan menginginkan spesifikasi khusus
Rencana Perbaikan Kinerja Tahun 2012. Retrieved
sesuai permintaan mereka, sehingga harapan untuk September 14, 2012, from
mendapatkan harga terbaik yang menjadi fokus strategi http://www.deptan.go.id/Rakernas2012/11-
perusahaan dapat tercapai. Januari2012/03-evaluasi-kinerja-mentan.pdf.
e. Rencana untuk pengembangan usaha diupayakan dengan Kuncoro, Mudrajad (2005). Strategi Bagaimana Meraih
merealisasikan tujuan perusahaan melalui tujuan-tujuan Keunggulan Kompetitif. (Kristiaji, Wisnu C,Eds).
tiap bidang, antara lain bidang pemasaran memiliki tujuan Jakarta: Erlangga
meningkatkan komunikasi lebih intensif dengan Lukiastuti, Fitri. & Hamdani, Muliawan. (2011). Manajemen
pelanggan di Negara Taiwan, bidang produksi memiliki Strategik Dalam Organisasi. Jakarta: CAPS.
tujuan meningkatkan kualitas produk dan berusaha Nawawi, H. Hadari. (2011). Manajemen Sumber Daya
mengembangkan produk holtikultura lain yang juga Manusia: Untuk Bisnis Yang Kompetitif. Yogyakarta:
diminati oleh pasar, bidang tenaga kerja memiliki tujuan Gadjah Mada University Press.
meningkatkan kemampuan tenaga kerja & menjaga Pearce, John A. & Robinson, Richard B. (2011). Manajemen
ketersediaan tenaga kerja di ladang, dan bidang keuangan Strategi: Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian.
memiliki tujuan meningkatkan omzet perusahaan. Jakarta: Salemba Empat
Perkembangan Produksi Hortikultura Tahun 2010-2011.
DAFTAR PUSTAKA Retrieved September 14 , 2012, from
Amir, M. Taufiq. (2011). Manajemen Strategik: Konsep dan http://hortikultura.deptan.go.id/?q=node/364
Aplikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Prihtiyani, E. & Edward, D. (2012, Juli 18). Indonesia Perluas
Assauri, Sofjan. (2011). Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT. Pasar Produk Hortikultura-KOMPAS.com. Retrived
RajaGrafindo Persada. September 08, 2012, from
Badan Pusat Statistik. (2011, Mei 10). Retrieved September http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/07/18/174
14, 2012, from 45792/Indonesia.Perluas.Pasar.Produk.Hortikulturati
http://www.bps.go.id/hasil_publikasi/flip_2011/5102001 galakkan untuk export.
/files/search/searchtext.xml. Purnomo, Setiawan Hari. & Zulkieflimansyah. (2007).
Manajemen Strategi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia.
AGORA Vol. 1, No.1 (2013)

Sudana, I Made. (2009). Manajemen Keuangan: Teori Dan


Praktek. Surabaya: Airlangga University Press.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung:
Alfabeta.
Sule, Erni Trisnawati & Saefullah, Kurniawan. (2005).
Pengantar Manajemen. Jakarta: Prenada Media Group.
Sumarni, Murti & Soeprihanto, John. (2010). Pengantar
Bisnis: Dasar-dasar Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta:
Liberty.
Sunu, Pratignja & Wartoyo. (2006). Buku Ajar Dasar
Hortikultura. Jurusan/Program Studi Agronomi Fakultas
Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
http://pertanian.uns.ac.id/~agronomi/dashor.html. (akses
tanggal 12 September 2012).
Suryana. (2011). Kewirausahaan: Pedoman Praktis: Kiat dan
Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat.
Terry, George R. & Rue, Leslie W. (2012). Dasar-Dasar
Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
Wijayanto, Dian. (2012). Pengantar Manajemen. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama Anggota IKAPI.