Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PENDAHULUAN CA PAROTIS

OLEH:
AZMI ELENDA, S.Kep
NPM. 1714901210009

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN TAHAP PROFESI NERS B


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
TAHUN AKDEMIK 2017/2018
LAPORAN PENDAHULUAN CA PATORIS

Tumor didefinisikan sebagai pertumbuhan baru Klasifikasi:


Faktor resiko: 1. Adenoma
suatu jaringan dengan multiple sel-sel yang tidak
- Idiopatik terkontrol dan progresif, disebut juga neoplasma. 2. Tumor muko epidermoid
- Genetik Kelenjar parotis adalah kelenjar air liur terbesar yang 3. Tumer sel asinus
- Bahan-bahan kimia terletak didepan telinga. (Kamus kedokteran Dorland, 4. Karsinoma:
- Faktor imunologis 2008) a. Karsinoma adenoid kistik (silindroma)
b. Adenokarsinoa
c. Karsinoma planoselulare
d. Undiferentiated carsinoma
e. Karsinoma dalam adenoma pleimorph (Maligna meng.
Tumor)

Penatalaksanaan: Pemeriksaan penunjang


Penatalaksanaan medis untuk tumor parotis yaitu - Rontgen
dengan tindakan ekstervasi (pengangkatan): Foto – foto rontgen tengkorak dan leher
Glandula submandibularis dan glandula sublingualis kadang-kadang dapat menunjukan ikut Tanda dan Gejala:
- Tumor – tumor jinak :Eksis local yang luas dari sertanya tulang-tulang - Benjolan atau pembengkakan yang terjadi pada
seluruh kelenjer ludah dengan sebagian daerah - Pemeriksaan laboratorium mulut, pipi, atua leher
sekitarnya. Pemeriksaan darah lengkap, urin. - Nyeri pada bag. Mulut, pipi, rahang. telinga atau
- Tumor-tumor ganas: Disseksi kelenjer leher “en- Laboratorium patologi anatomi leher secara terus menerus
bloc” dan eksisi luas kedua kelenjer ludah, - Pemeriksaan CT-Scan - Mati rasa atau kaku pada beberapa otot wajah
radioterapi. - Diagnosa dari suatu tumor dapat - Otot wajah menjadi lemah
tergantung pada batas-batas tumor dan - Mengalami masalah pada saat membuka mulut lebar
hasil biobsi dari lesi - Keluar carian dari telinga
- Susah untuk menelan makanan dan minuman
-
PATHWAY
Faktor predisposisi dan resiko tinggi
Hiperplasia pada sel

Mendesak
Mendesak Mendesak
jaringan sekitar Sel syaraf Pembuluh
darah
Menekan jaringan pada organ tubuh
Aliran darah
Mensuplai nutrisi ke jaringan Interupsi sel terhambat
meningkat Massa tumor mendesak ke saraf
jaringan luar
hipoxia
Hipermetabolisme ke
jaringan nyeri akut
Necrose jaringan
Perfusi jaringan
Ukuran organ
Suplai nutrisi jaringan l menurun Anemia terganggu
abnormal
Bakteri Patogen
Gg integritas
Kurang pengetahuan
Gangguan perfusi jaringan
Berat badan turun jaringan Infeksi

cemas Gg body image


Gangguan Nutrisi kurang dari
kebutuhan
A. PENGKAJIAN
1. Pengkajian umum :
a. Identitas klien : nama, umur, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, tanggal
pengkajian, diagnosa medis, rencana terapi
b. Identitas penanggung jawab : nama, umur, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat
c. Alasan masuk rumah sakit
2. Data riwayat kesehatan
a. Riwayat kesehatan dahulu
Riwayat klien pernah menderita penyakit akut / kronis, Riwayat klien pernah
menderita tumor lainnya, Riwayat klien pernah memakai kontrasepsi hormonal,
pil ,suntik dalam waktu yang lama, Riwayat klien sebelumnya sering
mengalami peradangan kelenjer parotis.
b. Riwayat penyakit sekarang
- Pencetus
Apakah yang menyebabkan timbulnya nyeri, sters, posisi, aktifitas tertentu
Ada tidak nyakeluhan sebagai berikut: demam, batuk, sesak nafas, nyeri dada,
malaise
c. Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat ada anggota keluarga yang menderita penyakit menular atau kronis.
Menderita penyakit kanker atau tumor.
3. Pemeriksaan fisik
a. Gigi dan mulut
Meliputi kelengkapan gigi, keadaan gusi, mukosa bibir, warna lidah,
peradangan pada tonsil.
b. Leher
- Inspeksi dalam keadaan istirahat. Pembengkakan yang abnormal, Penderita
juga diperiksa dari belakang. Kulitnya abnormal, Dinilai saluran-saluran
keluar kelenjer ludah dan melakukan pemeriksaan intraoral
- Dinilai fungsi n.facialis, n.hipoglosus dan otot-otot, trismus fiksasi pada
sekitarnya ada pembnengkakkan atau tidak.
c. Palpasi
Selalu bimanual, dengan satu jari di dalam mulut dan jari-jari tangan lainnya
dari luar. Tentukan lokalisasi yang tepat, besarnya (dalam ukuran cm), bentuk,
konsistensi dan fiksasi kepada sekitarnya.
B. DIAGNOSA, NIC DAN NOC
DIAGNOSA NOC NIC
Nutrisi kurang dari NOC : NIC :
kebutuhan tubuh Nutritional Status : food and Fluid Nutrition Management
Intake - Kaji adanya alergi makanan
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan
Kriteria Hasil : jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien.
- Adanya peningkatan berat badan - Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe
sesuai dengan tujuan - Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan
- Berat badan ideal sesuai dengan vitamin C
tinggi badan - Berikan substansi gula
- Mampu mengidentifikasi
kebutuhan nutrisi Nutrition Monitoring
- Tidak ada tanda tanda malnutrisi - BB pasien dalam batas normal
- Tidak terjadi penurunan berat - Monitor adanya penurunan berat badan
badan yang berarti - Monitor tipe dan jumlah aktivitas yang biasa
dilakukan
- Monitor interaksi anak atau orangtua selama makan
- Monitor lingkungan selama makan
- Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama
jam makan
- Monitor kulit kering dan perubahan pigmentasi

Gangguan rasa NOC : NIC :


nyaman nyeri Pain Level, Pain Management
Pain control, - Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
Comfort level termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi,
kualitas dan faktor presipitasi
Kriteria Hasil : - Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
- Mampu mengontrol nyeri - Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi,
- Melaporkan bahwa nyeri non farmakologi dan inter personal)
berkurang dengan menggunakan - Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan
manajemen nyeri intervensi
- Mampu mengenali nyeri (skala, - Ajarkan tentang teknik non farmakologi
intensitas, frekuensi dan tanda - Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri
nyeri)
- Menyatakan rasa nyaman setelah Analgesic Administration
nyeri berkurang - Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas, dan derajat
- Tanda vital dalam rentang nyeri sebelum pemberian obat
normal - Cek instruksi dokter tentang jenis obat, dosis, dan
frekuensi
- Cek riwayat alergi
- Pilih analgesik yang diperlukan atau kombinasi dari
analgesik ketika pemberian lebih dari satu
- Tentukan pilihan analgesik tergantung tipe dan
beratnya nyeri
- Tentukan analgesik pilihan, rute pemberian, dan
dosis optimal

Ansietas berhubungan NOC : NIC :


dengan diagnosa, Anxiety control Anxiety Reduction (penurunan kecemasan)
pengobatan, dan Coping - Gunakan pendekatan yang menenangkan
prognosanya . - Nyatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku
Kriteria Hasil : pasien
- Klien mampu mengidentifikasi - Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan
dan mengungkapkan gejala selama prosedur
cemas - Temani pasien untuk memberikan keamanan dan
- Mengidentifikasi, mengurangi takut
mengungkapkan dan - Berikan informasi faktual mengenai diagnosis,
menunjukkan tehnik untuk tindakan prognosis
mengontol cemas - Dorong keluarga untuk menemani anak
- Vital sign dalam batas normal - Lakukan back / neck rub
- Postur tubuh, ekspresi wajah, - Dengarkan dengan penuh perhatian
bahasa tubuh dan tingkat aktivitas - Identifikasi tingkat kecemasan
menunjukkan berkurangnya - Bantu pasien mengenal situasi yang menimbulkan
kecemasan kecemasan
- Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan,
ketakutan, persepsi
- Instruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi
- Barikan obat untuk mengurangi kecemasan

Gangguan body Kriteria Hasil: - Diskusikan dengan klien atau orang terdekat respon
image berhubungan Klien tidak malu dengan keadaan klien terhadap penyakitnya.
dengan kehilangan dirinya. - Tinjau ulang efek pembedahan
bagian dan fungsi Klien dapat menerima efek - Berikan dukungan emosi klien.
tubuh pembedahan. - Anjurkan keluarga klien untuk selalu mendampingi
klien.

C. DAFTAR PUSTAKA
Dorlan, W. N. (2008). Kamus Saku Kedokteran Dorland (28ed). Jakarta: Elsevier
NANDA Internasional, Diagnosis Keperawatan Definisi & Klasifikasi 2015-2017. EGC
Nursing Intervention Classification (NIC) 6th edition. 2013. Elsevier
Nursing Outcomes Classification (NOC) 5th edition. 2013. Elsevier

Banjarmasin, Mei 2018

Ners Muda

(Azmi Elenda, S.Kep)


Preceptor Klinik

(............................................)