Anda di halaman 1dari 11

ANALISA JURNAL KEPERAWATAN

PENGARUH FIELD MASSAGE SEBAGAI TERAPI ADJUVAN TERHADAP


KADAR BILIRUBIN SERUM BAYI HIPERBILIRUBINEMIA

Oleh:

KELOMPOK 1I B
(RSUD BRIGJEN H. HASAN BASRY KANDANGAN)
KHAIRUN NISA (181490121058)
NOOR AZIZAH (1814901210166)

PROGRAM PROFESI NERS B


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
TA 2018-2019
BAB 1

ANALISA JURNAL
PENGARUH FIELD MASSAGE SEBAGAI TERAPI ADJUVAN TERHADAP
KADAR BILIRUBIN SERUM BAYI HIPERBILIRUBINEMIA

ANALISIS PICOT
P Pasien/Population
Bayi dengan hiperbilirubinemia.

I Intervensi
Pijat/field massage pada bayi.
C Comparasi
PENGARUH PIJAT BAYI DAN BREASTFEEDING TERHADAP PENURUNAN
KADAR BILIRUBIN PADA NEONATUS DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA.
Pada jurnal ini di dapatkan hasil bahwa kelompok yang diberikan pemijatan lebih efektif
menurunkan kadar bilirubin dibandingkan hanya diberikan breastfeeding atau susu formula.
Pijat bayi bisa membantu mengurangi kadar bilirubin dengan meningkatkan frekuensi
defekasi pada neonatus dengan hiperbilirubinemia yang menerima fototerapi.

Dan pada jurnal yang kami bahas dengan judul PENGARUH FIELD MASSAGE
SEBAGAI TERAPI ADJUVAN TERHADAP KADAR BILIRUBIN SERUM
BAYI HIPERBILIRUBINEMIA dimana hasil jurnal ini mengatakan didapatkan
field massage sebagai terapi adjuvan dapat menurunkan kadar bilirubin serum secara
efektif.
O Out Come
Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pemberian field massage
sebagai terapi adjuvan terhadap penurunan kadar bilirubin serum pada bayi
hiperbilirubinemia yang menjalani fototerapi. Variabel perancu yang diidentifikasi tidak
memengaruhi secara langsung intervensi field massage dalam menurunkan kadar bilirubin
serum. Intervensi field massage dapat menurunkan level bilirubin serum pada kategori zona
high risk dan zona high intermediate (zona membahayakan) menjadi zona resiko rendah
(zona aman) bagi bayi. Sehingga dapat menghindari resiko terjadi rebound effect. Field
massage dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan yang efektif untuk menyelesaikan
masalah keperawatan yang dialami bayi hiperbilirubinemia fisiologis.
T Time
Pada 2017-2018
.
Table Evaluasi Rapid Critical Apraissal (RCA)
First Conceptual Design/ Sample/ Major Variables Measurement Data Findings Appraisal: Worth to
Author Framework Method Setting Studied (and Analysis Practice
(Year) Their Definitions)
Novianti.H Terapai pijat memiliki Penelitian Sampel Variabel penelitian pengukuran Data dianalisis Hasil penelitian menyimpulkan Keterbatasan penelitian ini
,Suzana.H. efek biokimia dan ini diambil meliputi Field kadar bilirubin menggunakan bahwa pada derajat kepercayaan diantaranya adalah : jumlah
N,Nur- dampak klinis yang merupakan secara Massage dengan serum sesuai Dependen T- 95% terdapat perbedaan responden merupakan minimal
hidayah.I, positif, sehingga dapat jenis consecuti- Kadar Bilirubin prosedur medis Test, penurunan rata-rata kadar sampel untuk penelitian kuasi
2017 merangsang fungsi penelitian ve terbagi Serum Bayi rutin. (uji Independen T- bilirubin serum yang signifikan eksperimen dan belum
pencernaan dan dapat kuasi eks- menjadi Hiperbilirubinemia. laboraturium) Test, dan antara kelompok yang diberikan mengukur durasi fototerapi
merangsang perimen kelompok Analysis of field massage dibanding dalam hitungan jam. Durasi
metabolisme sehingga dengan non intervensi Covarians. kelompok kontrol dimana fototerapi dapat menjadi
racun dalam tubuh equivalen (16 penurunan lebih besar variabel perancu terhadap hasil
dapat dengan mudah pre test- responden) didapatkan pada kelompok penelitian karena dalam
terurai dan di keluarkan post test dan intervensi. penatalaksanaan
melalui fases dan urin. design with kelompok hiperbilirubinemia di rumah
Terapi pijat pada area control kontrol (16 Hasil penelitian menunjukkan sakit menjadi terapi utama
dada dan perut akan group. responden) bahwa terdapat pengaruh untuk menurunkan kadar
merangsang nervus pemberian field massage sebagai bilirubin serum. Penelitian
vagus, saraf ini akan terapi adjuvan terhadap kadar selanjutnya dapat dilakukan
meningkatkan kerja dari bilirubin serum pada bayi dengan jumlah sampel yang
otot-otot sfinkter dan hiperbilirubinemia yang lebih representatif dan
mengoptimalkan kerja menjalani fototerapi. mengukur durasi fototerapi
dari kelenjar di dalam untuk meningkatkan nilai
traktus intestinalis, hepar presisi penelitian.
dan pankreas. Selain itu
nervus vagus juga dapat
meningkatkan produksi
enzim pencernaan
sehingga penyerapan
makanan maksimal.
Fungsi lainnya juga
dapat memperlancar
peredaran darah dan
meningkatkan
metabolisme sel. Hal
tersebut akan
mengurangi teradinya
peningkatan kadar
bilirubin pada neonatus,
sehingga peredaran
enterohepatik bilirubin
berkurang.
Qamariah. penurunan kadar Jenis Jumlah Variabel penelitian Tidak Analisis data Ada perbedaan kadar bilirubin Keterbatasan penelitian ini
N,Anda- bilirubin diduga karena penelitian sampel meliputi pijat bayi disebutkan. menggunakan antara keempat kelompok adalah tidak disebutkannya
runi. R, meningkatnya frekuensi desain sebesar 70 dan breastfeeding uji Paired T setelah intervensi. Namun alat ukur untuk mengetahui
Alasiry, buang air besar sebagai Quasi bayi dengan sub variabel Test dan uji kelompok yang diberikan kadar bilirubin sebelum dan
2018 efek massage terhadap Ekspe- dengan kadar bilirubin pada Anova. pemijatan memiliki penurunan sesudah diberikan intervensi.
fungsi pencernaan. rimental teknik neonatus dengan kadar bilirubin yang lebih tinggi
Sentuhan sebagai dengan purposive hiperbilirubinemia. dan lebih cepat dibandingkan
pemenuhan kebutuhan rancangan sampling kelompok yang hanya diberikan
rasa aman dan nyaman Non- dibagi breastfeeding atau susu formula
(Field, 2004). Pemberian Equivalent menjadi 4 saja.
field massage merupakan Control kelompok.
tindakan keperawatan Group. Memberikan terapi pijat pada
memenuhi kebutuhan bayi setiap hari waktu pagi dan
rasa aman dan nyaman sore hari, terutama pada bayi
bayi yang menjalani dengan hiperbilirubinemia yang
fototerapi (Robert et al., menerima fototerapi dengan
2015). tujuan untuk meningkatkan
metabolisme pada bayi dan
membantu tumbuh kembang
anak menjadi lebih optimal.

APAKAH HASIL DARI STUDI VALID?

Ya, hasil dari study ini valid

APA HASILNYA?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian field massage sebagai terapi adjuvan terhadap kadar bilirubin serum pada bayi hiperbilirubinemia yang menjalani fototerapi.
APAKAH HASILNYA MEMBANTU SAYA DALAM MERAWAT PASIEN SAYA?
Ya, hasil dari penelitian ini dapat digunakan karena mudah dilakukan dan merupakan intervensi keperawatan mandiri.

Refferences

1. Muchowski KE., Hospital N., Pendleton C., Medicine F., Program R., & Pendleton C. (2014). Evaluation and Treatment of Neonatal Hyperbilirubinemia, 89(11), 873–
878
2. Martiza I. (2012). Buku Ajar Gastroenterologi-Hepatologi. Jakarta : CV. Badan Penerbit IDAI.
3. Kianmehr M., Moslem A., Moghadam KB., Naghavi M., Noghabi SP., & Moghadam MB. (2014). The Effect of Massage on Serum Bilirubin Levels in Term Neonates
With Hyperbilirubinemia Undergoing Phototherapy. Nautikus. Vol 108, no 1. 459-465
4. Roesli. (2013). Pedoman Pijat Bayi. Cetakan keempat belas. Jakarta : PT. Trubus Agriwidya
5. Moghadam MB., Moghadam KB., Kianmehr M., Jani S. (2015). The Effects of massage on Neonatal Jaundice in Stable Preterm Newborn Infants. J Pak Med Asso. Vol
65, no 6. 602-206
6. Dalili H., Sheikhi S., Shariat M., & Haghnazarian E. (2016). Effects of baby massage on neonatal jaundice in healthy Iranian infants: A pilot study. Infant Behavior &
Development, 42 (2016) 22– 26
7. Academy, A., & Pediatrics, S. on hyperbilirubinemia. (2004). Management of Hyperbilirubinemia in The Newborn Infant 35 or More Weeks of Gestation. Pediatrics,
114(1), 297–316. https://doi.org/10.1542/ peds.114.1.297.
8. Barbara, J. (2008). The Fetus and the Neonatal Infant. Nelson text book of pediatrics. (S. B. Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Ed.) (18th Editi). Philadelphia:
Saunders. Behrman, R.E., Kliegman, Robert M., J. (2004). Nelson Textbook of Pediatrics. (17th Editi). Philadelphia: Saunders.
9. Champlain Maternal Newborn Regional Programme/ CMNRP. (2015). Neonatal Hyperbilirubinemia A Self Learning Module.
10. Chen J., Sadakata M., Ishida M., Sekizuka N., & Sayama M. (2011). Baby massage ameliorates neonatal jaundice in full-term newborn infants. Tohoku J Exp Med.
223:97–102.
11. Chen, J., Sadakata, M., Ishida, M., Sekizuka, N., & Sayama, M. (2011). Baby massage ameliorates neonatal jaundice in full-term newborn infants. The Tohoku Journal
of Experimental Medicine, 223(2), 97–102.
12. Dahlan, S. (2009). Statistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika. Dalili, H., Sheikhi, S., Shariat, M., & Haghnazarian, E. (2016a). Effects of
baby massage on neonatal jaundice in healthy Iranian infants: A pilot study. Infant Behavior and Development, 42, 22–26. https://doi. org/10.1016/j.infbeh.2015.10.009
13. Dalili, H., Sheikhi, S., Shariat, M., & Haghnazarian, E. (2016b). Effects of baby massage on neonatal jaundice in healthy Iranian infants: A pilot study. Infant Behavior
and Development, 42, 22–26. https://doi. org/10.1016/j.infbeh.2015.10.009
14. Dewi, Kardana, & S. (2016). Efektivitas Fototerapi Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Total pada Hiperbilirubinemia Neonatal di RSUP Sanglah. Sari Pediatri, 18(2),
81–86.
15. Escobar, G. J. (2005). Rehospitalisation after birth hospitalisation: patterns among infants of all gestations. Archives of Disease in Childhood, 90(2), 125–131. https://doi.
org/10.1136/adc.2003.039974.
16. Evidence Based Care Journal. Volume 5 (4): 7-16 Available at http://ebcj.mums.ac.ir/ article_6057_616.html Keren, R., Luan, X., Friedman, S., Saddlemire, S., &
Cnaan, A. (2008). A Comparison of Alternative Risk-Assessment Strategies for Predicting Significant Neonatal Hyperbilirubinemia in Term and Near-Term Infants.
Pediatrics, 121(8), e170=e178. https://doi.org/10.1542/peds.2006-3499.
17. Field, A. (2009). Statistics, Discovering Spss, Using (Third Edit). Los Angeles: SAGE Publication Ltd.
18. Field, T. (Ed). (2004). Touch and Massagein Early Child Development. (Field Tiffany Touch Research Institutes, Ed.), Child Development. United States of America:
Johnson & Johnson Pediatric Institute.
19. Field, T. M. (1998). Massage Therapy Effects. American Psychologist, 53(12), 1270–1281.
20. Hastuti, D., & Juhaeriah, J. (2016). Efek Stimulasi Taktil Kinestetik erhadap Perkembangan Bayi Berat Badan Lahir Rendah. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 4(1).
21. Hockenberry MJ & Wilson D. (2015). Wong’s Nursing Care Of Infant And Children (10th Editi). Missouri: Mosby Elsevier.
22. Hyperbilirubinemia. A Self Learning Module. Robert, A., Princely Jeyaraj, R., & Kanchana, S. (2015). Effectiveness of Therapeutic Massage on Level of Bilirubin
among Neonates with Physiological Jaundice. Issue Anitha Robert, 2(212), 1–6. Retrieved from http://ijcn.mainspringer.com.
23. Ilmiasih, R., Nurhaeni, N., & Waluyanti, F. T. (2007). Aplikasi teori. Jurnal Keperawatan, 6(I), 27–33.
24. JURNAL ILMIAH BIDAN, VOL.III, NO.2, 2018 | 51
25. Karbandi S., Lotfi M., Boskabadi H., & Esmaily H. (2015). The Effects of Field Massage Technique on Bilirubin Level and the Number of Defecations in Preterm
Infants. Evidence Based Care Journal, 5 (4): 7-16
26. Karbandi, S., Lotfi, M., Boskabadi, H., & Esmaily, H. (2016). The Effects of Field Massage Technique on Bilirubin Level and the Number of Defecations in Preterm
Infants.
27. Keshavarz M. & Haghighi NB. (2010). Effects of Kangaroo Contact on Some Physiological Parameters In Term Neonates And Pain Score in Mothers With Cesarean
Section. Faslnamahi Kumish. 11(2):91-84 (Persian)
28. Kianmehr, M., Moslem, A., Moghadam, K. B., Naghavi, M., Noghabi, S. P., & Moghadam, M. B. (2014). The effect of massage on serum bilirubin levels in term
neonates with hyperbilirubinemia undergoing phototherapy. Nautilus, 128(1), 36–41. Retrieved from https://www.researchgate. net/publication/260210325%0AThe.
29. Kolcaba, K., & DiMarco, M. A. (2005). Comfort theory and its application to pediatric nursing. Pediatric Nursing. 31(3), pp. 187-194
30. Kosim, M. S., Garina, L. A., Chandra, T., & Adi, M. S. (2007). Hubungan Hiperbilirubinemia dan Kematian Pasien yang Dirawat di NICU RSUP Dr Kariadi Semarang.
Sari Pediatri, 9(4), 270–273.
31. Kosim, M. S., Soetandio, R., & Sakundarno, M. (2008). Dampak Lama Fototerapi Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Total pada Hiperbilirubinemia Neonatal. Sari
Pediatri, 10(3), 201–206.
32. Lin, C.-H., Yang, H.-C., Cheng, C.-S., & Yen, C.-E. (2015). Effects of infant massage on jaundiced neonates undergoing phototherapy. Italian Journal of Pediatrics,
41(1), 94. https://doi.org/10.1186/s13052-015-0202-y.
33. Maisels, M. J., & McDonagh, A. F. (2008). Phototherapy for neonatal jaundice. New England Journal of Medicine, 358(9), 920– 928.
34. Montgomery C Douglas. (2001). Design And Analysis of Experiments.pdf. (Arizona State University, Ed.) (Fifth Edit). Newyork: John Willey & Sons. INC.
35. Muchowski, K. E., Hospital, N., Pendleton, C., Medicine, F., Program, R., & Pendleton, C. (2014). Evaluation and Treatment of Neonatal Hyperbilirubinemia.
36. Murray, S.S. & McKinney, S. A. (2007). Foundation Of Maternal Newborn Nursing (4th Editio). Singapore: Elsevier.
37. Naufal, A. F., & Widodo, A. (2016). THE EFFECT OF STIMULATING MASSAGE IN DECREASING NEONATES ’ BILIRUBIN LEVEL AT DR . MOEWARDI
HOSPITAL SURAKARTA. In International Conference on Health andWell Being (pp. 382–391). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
38. Nourozi E., Fallah R., & Eidi MR. (2011). Nelson Textbook of Pediatrics, Kliegman R. 19 th ed. Tehran: Andishe rafi; (Persian)
39. Nurbaeti, I., & Lestari, K. B. (2013). Efektivitas Comprehensive Breastfeeding Education terhadap Keberhasilan Pemberian Air Susu Ibu Postpartum. Jurnal
Keperawatan Padjadjaran, 1(2).
40. Pengaruh Pijat Bayi Dan Breastfeeding Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin
41. Polit., D.F., & Beck, C.T. (2008). Nursing Research. Principles And Methods (Seventh Ed). Philadelphia: Lippincot
42. Pudjiadi, Hegar, Handryastuti, Idris, Gandaputra, Harmoniati, Yuliarti. (2011). Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia (Edisi II). Jakarta: Badan
Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.
43. Purwanto, S., & Zulaekah, S. (2007). Pengaruh pelatihan relaksasi religious untuk mengurangi gangguan insomnia. Surakarta: University of Muhammadiyah Surakarta.
44. R.N. Raichur, S.B. Kulkarni, R.R. Rahul , G.B. Aruna and R.R. Sridevi.(2010).Eff ect of Meditation Training on Pulmonary Fuction Tests. Recent Research in Science
and Technology. 2(11): 11-16 diakses tanggal 5 februari 2015 dari htt p://recentscience.com
45. Rahmah, Yetti, K., & Besral. (2012). Pemberian Asi Efektif Mempersingkat Durasi Pemberian Fototerapi. Keperawatan Indonesia, 15, 39–46.
46. Regional Programme Champlain Maternal Newborn. (2015). Newborn
47. Roesli, U. (2001). Pedoman pijat bayi prematur & bayi usia 0-3 bulan. Trubus Agriwidya. Shetty, K. &. (2014). A Study Of Neonatal Hyperbilirubinemia In A Tertiary
Care Hospital. International Journal of Medical Science and Public Health, 3(10), 4–7. https:// doi.org/10.5455/ijmsph.2014.010820141.
48. Seyyedrasooli A., Valizadeh L., Hosseini MB., Asgari JM., & Mohammadzad M. (2014). Effect of Vimala Massage on Physiological Jaundice in Infants: A Randomized
Controlled Trial. J Caring Sci. 3(3):165734
49. Shinta, Tina. (2015). Pengaruh Perubahan Posisi Tidur Pada Bayi Baru Lahir Hiperbilirubinemia Dengan Fototerapi Terhadap Kadar Bilirubin Total. STIKes Santo
Borromeus, 1–10. Sumedang, R. K. (2013). Pedoman Pelayanan Pasien. Sumedang: RSUD Kabupaten Sumedang.
50. Suradi R. & Letupeirissa D. (2013). Air Susu Ibu dan Ikterus. Buku Bedah ASI IDAI.
51. Usman, A. (2007). Ensefalopati Bilirubin. Sari Pediatri, 8(4), 94–104
52. Williams & Wilkins. Polit, D.F., & Beck C.T. (2014). Essentials of Nursing Research. Appraising Evidence for Nursing Practice (8th Edition). Philadelphia: Wolters
Kluwer; Lippincot
53. Willims & Wilkins. Pramukti, I., Hill, M., & Isa, N. B. M. (2014). Mother and Family’s View on Exclusive Breastfeeding in Developing Country. Jurnal Keperawatan
Padjadjaran, 2(3).
Kandangan,12 Juli 2019

Mengesahkan,

Preseptor Akademik,

(Evy Norhasanah,. Kep., Ns., M.Imun)