Statistik Probabilitas PDF
Topik yang dibahas
Statistik Probabilitas PDF
Topik yang dibahas
BAB I
PROBABILITAS
A
C
B
Bila A dan B saling lepas dan merupakan peristiwa dalam
sebuah ruang sampel yang terbatas , maka :
P (A B) = P (A) + P (B)
Dimana : A B = 0 dan P (A B) = 0.
Contoh : Bila sebuah dadu dilempar sekali , berapakah
probabilitas timbulnya mata dadu 1 atau 3 ?
Jawab : Jika A = peristiwa timbulnya mata dadu 1
B = peristiwa timbulnya mata dadu 3
P(A) = 1/6 dan P(B) = 1/6
A dan B merupakan dua peristiwa yang saling lepas.
P (A B) = P (A) + P (B) = 1/6 + 1/6 = 2/6 = 1/3
• Dua peristiwa dikatakan tidak saling lepas bila kedua
peristiwa tersebut tidak usah terpisah.
Kejadian Majemuk
Bila A dan B peristiwa sembarang pada ruang
sampel S, maka gabungan kejadian A dan B ditulis
A B adalah kumpulan semua titik sampel yang
ada pada A atau B atau pada kedua-duanya.
Kejadian A B disebut kejadian majemuk, dan
A B yaitu kumpulan titik sampel yang ada pada
A dan B disebut kejadian majemuk.
P (A B) = P (A) + P (B) – P (A B)
Gambar peristiwa tidak saling lepas
A B
•Peristiwa yang saling bebas (independen)
Dua peristiwa dikatakan independen jika dan
hanya jika terjadi atau tidak terjadinya peristiwa
pertama tidak mempengaruhi peristiwa kedua.
Latihan soal:
1. Pada pelemparan dua buah dadu, tentukanlah:
a. ruang sampel S
b. Bila A menyatakan kejadian munculnya dua dadu dengan
muka sama, hitung P(A)!
c. Bila B menyatakan kejadian munculnya jumlah muka dua
dadu kurang dari 5, hitunglah P(B)!
Latihan soal:
2. Peluang seorang mahasiswa lulus kalkulus adalah 2/3
dan peluang ia lulus bahasa Inggris adalah 4/9. Bila
peluang lulus sekurang-kurangnya satu mata kuliah di
atas adalah 4/5, berapa peluang ia lulus kedua mata
kuliah itu?
3. Pada pelemparan dua buah mata dadu, tentukanlah
probabilitas munculnya muka dua dadu dengan jumlah 5
atau 11!
4. Pada pelemparan dua dadu, jika A adalah kejadian
munculnya muka dadu sama, hitunglah probabilitas
munculnya muka dua dadu yang tidak sama!
5. Pada pelemparan dua dadu, apakah kejadian munculnya
muka X ≤ 3 dadu I dan kejadian munculnya muka Y ≥ 5
dadu II saling bebas ?
Pertemuan ke-2
1.4 Pengertian Probabilitas bersyarat
Probabilitas terjadinya kejadian A dengan syarat bahwa B
sudah terjadi atau akan terjadi disebut Probabilitas bersyarat
(conditional probability)
Rumus Probabilitas bersyarat
• Probabilitas bersyarat
P (B A) = P (A) . P (B/A) ) Atau P(A B) = P (B) . P (A/B)
Bila A dan B merupakan peristiwa yang independen dan
memiliki probabilitas lebih besar dari nol , maka :
P (A/B) = P (A) dan P (B/A) = P (B).
Contoh soal :
Misalkan sebuah dadu dilemparkan; B = kejadian
munculnya bilangan kuadrat murni, dan diketahui bahwa
peluang munculnya bilangan ganjil = 1/9 dan peluang
munculnya bilangan genap = 2/9. Bila diketahui
A = {4,5,6} telah terjadi, tentukanlah P(B/A)!
Jawab:
S = {1,2,3,4,5,6}, P(genap) = 2/9, P(ganjil) = 1/9
B = {1,4}
A = {4,5,6} P(A) = 2/9 + 1/9 + 2/9 = 5/9
AB ={4} P(AB) = 2/9
P(B/A) = P(AB) = 2/9 = 2/5
P(A) 5/9
Latihan soal:
2. Bila dalam suatu keluarga yang mempunyai
4(empat) orang anak, diketahui paling sedikit
mempunyai seorang anak laki-laki, tentukanlah
nilai kemungkinan keluarga tersebut mempunyai :
a. Dua anak laki-laki
b. Empat anak laki-laki
3. Misalkan diberikan populasi sarjana di suatu kota yang dibagi menurut
jenis kelamin dan status pekerjaan sebagai berikut :
2. Dalam berapa cara 2 huruf yang berbeda dari kata “Laut“ dapat diatur
atau dipilih dalam suatu urutan tertentu ?
Jawab : nPr = 4P2 = 4 ! = 4 ! = 4.3.2.1 = 12 cara
(4-2) ! 2! 2.1
3 . Dalam berapa cara kata Tamara dapat dipermutasikan ?
Jawab : n! = 6! = 120 cara
n1 ! n2 ! n3 ! n4 ! 1!3!1!1!
4. Lima orang anak sedang melakukan diskusi dengan membentuk
lingkaran, ada berapa cara mereka bisa mengatur duduknya?
Jawab: (n-1)! = (5-1)! = 4.3.2.1 = 24 cara.
Latihan soal :
1. Berapa banyak susunan huruf yang dapat dibentuk dari
huruf dalam kata: PEMILU, ALUMNI, STATISTIKA,
PROBABILITAS
2. Ada berapa banyak susunan huruf dapat dibentuk dari
huruf dalam kata PELUANG bila:
a. semua huruf dipakai;
b. memakai 6 huruf saja;
c. Memakai 5 huruf saja;
d. Memakai kurang dari 5 huruf.
2.2 Kombinasi
Permutasi
Langkah-langkah dengan Excel
• Insert fungsi fx dan pilih category statisticals
• Pilih fungsi permutate
• Isilah kotak number dengan banyaknya objek
dan kotak number_chosen dengan jumlah objek
yang diambil dan klik OK
• Maka hasilnya akan tampak pada result seperti
pada gambar 2a
kombinasi
Langkah-langkah dengan Excel
• Insert fungsi fx dan pilih category math&trig
• Pilih fungsi combin
• Isilah kotak number dengan banyaknya objek
dan kotak number_chosen dengan jumlah objek
yang diambil dan klik OK
• Maka hasilnya akan tampak pada result seperti
pada gambar 2b
Gambar 2a (menghitung permutasi)
Gambar 2a (menghitung kombinasi)
Pertemuan ke- 4
BAB III
POPULASI, SAMPEL & DISTRIBUSI TEORITIS
VARIABEL DISKRIT DAN FUNGSI PROBABILITAS
3.1 Variabel Random atau Variabel Acak
• Variabel yang nilainya merupakan suatu bilangan yang ditentukan
oleh terjadinya hasil suatu percobaan dinamakan variabel random.
Contoh :
Bila 2 mata uang dilempar 1 x , maka ruang sampelnya :
S = { AA,AG, GA , GG }
Variabel Acak yang terdapat dalam fungsi probabilitas :
a. Variabel diskrit
Variabel diskrit hanya dapat dinyatakan dengan nilai – nilai yang
terbatas jumlahnya , dan dinyatakan dengan bilangan bulat.
b. Variabel kontinu
Variabel kontinu dinyatakan dengan harga yang terdapat dalam
suatu interval.
Fungsi Distribusi
Jika kita mempunyai variabel acak x maka fungsi sebenarnya adalah
f( x ) ; x diskrit (dinyatakan dengan sigma )
F(x)=P(Xx ) =
f ( x ) dx ; x kontinu (dinyatakan dengan
integral)
3.2 Nilai Harapan (Mean/Rata–rata) dan Varians Distribusi Diskrit
f ( x ) = x . e- = 2x . e-2 ; x = 0 , 1 , 2 , 3 , 4 , 5
x! x! e-2 = 0 ,1353
x 0 1 2 3 4 5
f ( x ) 0,135 0,271 0,271 0,180 0,090 0,036
2. Jika x berdistribusi Poisson dengan n = 7 dan p = 1/4
berapa :
a. Rata – rata x
b. Varians (x)
jawab : a. E (x) = n . p = 7.1/4 = 7/4
b. Var (x) = n . p = 7 . 1/4 = 7/4
3. Mata uang dilempar 6 kali . Jika x = banyaknya gambar,
berapa E (x) ?
Jawab : n = 6 ; p = ½
E (x) = n.p = 6.1/2 = 3
Latihan soal:
X 8 12 16 20 24
P(X) ¼ 1/12 1/6 1/8 3/8
1. Dari tabel diatas tentukan:
a. mean X;
b. standar deviasi X;
c. E(2X – 3 )2
2. Misalkan X adalah suatu variabel acak dengan
E{(X-1)2} =10 dan E{(X-2)2} = 6 , tentukan mean X dan
simpangan baku X.
3. Bila sekeping uang logam dilemparkan 6 kali, hitunglah
probabilitas memperoleh:
a. 5 muka b. paling sedikit 5 muka
4. Bila 20 dadu dilemparkan sekaligus, tentukanlah:
a. rata-rata dari banyaknya muncul muka 3;
b. simpangan baku dari banyaknya muncul muka 3!
5. Bila variabel acak X berdistribusi binomial dengan
n = 100, p = 0,005, hitunglah P(X=15)!
6. Bila 5 uang logam dilemparkan sebanyak 128 kali,
hitunglah probabilitas munculnya 5 muka sebanyak
0,1,2,3,4 dan 5 dari seluruh pelemparan!
3.5 Aplikasi Excel menghitung distribusi Binomial
Langkah-langkahnya sbb:
1. Klik icon fx atau klik icon insert dan pilih fx function.
2. Pilih menu statistical pada function category
3. Pilih menu Binomdist pada function name, dan OK.
Maka akan keluar kotak dialog seperti berikut:
BINOMDIST
Number_s : ………… (masukkan nilai X)
Trials : ……….. (masukkan nilai n)
Probability : ………… (masukkan nilai p)
Cumulative: ………… (tulis kata False)
Nilai P(x) ada pada baris Formula result atau tanda (=)
Contoh :
PT MJF mengirim buah melon ke Hero. Buah yang dikirim 90% diterima
dan sisanya ditolak. Setiap hari 15 buah dikirim ke Hero. Berapa peluang
hanya 13 buah diterima?
Jawab:
Diketahui n=15; dimana X = 13 dengan p= 0,9 nilai P ( x = 13 ) = …?
Distribusi Poisson
Langkah-langkahnya
1. Klik icon fx atau klik icon insert dan pilih fx function
2. Pilih menu statistical pada function category
3. Pilih menu POISSON pada function name, tekan OK
maka akan keluar kotak dialog seperti berikut:
POISSON
X : ………… (masukkan nilai x)
Mean : ……….. (masukkan nilai )
Cumulative : ………… (tulis FALSE / 0 )
Contoh:
Jumlah emiten di BEJ ada 120 perusahaan. Akibat krisis ekonomi,
peluang perusahaan memberikan deviden hanya 0,1. Apabila BEJ
meminta secara acak 5 perusahaan, berapa peluang ke-5 perusahaan
tersebut akan membagikan dividen?
Jawab:
Nilai = 12 dan nilai X = 5, maka akan didapat nilai P( X = 5 ) = …?
Untuk menghitung dist. Binomial dengan SPSS langkah-langkahnya sbb:
1. Definisikan variabel x, lalu ketik nilai variabelnya
2. Kilk menu transform dan pilih compute
3. Ketik ekspresi perhitungan seperti pada layar dibawah ini, tekan OK
maka tampil hasil perhitungan pada data editor seperti pada gambar 2
Gambar 2
P( X=13 )
0,2669
Untuk menghitung dist. Poisson langkah-langkahnya sbb:
1. Definisikan variabel x, lalu ketik data misal 1 sampai 5
2. Kilk menu transform dan pilih compute
3. Ketik ekspresi perhitungan seperti pada layar dibawah ini, tekan
OK
maka tampil hasil perhitungan pada data editor seperti pada gambar 2
Gambar 2
P(X=5) = 0,127
Pertemuan ke – 5
4.1 Nilai Harapan (Mean atau Rata–rata) dan Varians
Distribusi Kontinu
3/4
b. P ( ½ < x < ¾ ) = f ( x ) dx = 5/16
1/2
1
c. E ( x ) = x . 2x dx = 2/3
0
Var ( x ) = E ( x2 ) – { E ( x ) }2 = 1/18
2 . Jika : f(x) =0 ;x0
= 3/8 ( x – 2 )2 ;0<x<2
=0 ;x2
Berapa : a. E (x)
b. var (x)
Z 0 1,96
Jika Z = 1,96 maka
P(0< Z < 1,96) = 0,4750
Tabel Distribusi Normal Standar
Z 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09
0.0 .0000 .0040 .0080 .0120 .0160 .0199 .0239 .0279 .0319 .0359
0.1 .0398 .0438 .0478 .0517 .0557 .0596 .0636 .0675 .0714 .0753
0.2 .0793 .0832 .0871 .0910 .0948 .0987 .1026 .1064 .1103 .1141
0.3 .1179 .1217 .1255 .1293 .1331 .1368 .1406 .1443 .1480 .1517
0.4 .1554 .1591 .1628 .1664 .1700 .1736 .1772 .1808 .1844 .1879
0.5 .1915 .1950 .1985 .2019 .2054 .2088 .2123 .2157 .2190 .2224
0.6 .2257 .2291 .2324 .2357 .2389 .2422 .2454 .2486 .2517 .2549
0.7 .2580 .2611 .2642 .2673 .2703 .2734 .2764 .2794 .2823 .2852
0.8 .2881 .2910 .2939 .2967 .2995 .3023 .3051 .3078 .3106 .3133
0.9 .3159 .3186 .3212 .3238 .3264 .3289 .3315 .3340 .3365 .3389
1.0 .3413 .3438 .3461 .3485 .3508 .3531 .3554 .3577 .3599 .3521
1.1 .3643 .3665 .3686 .3708 .3729 .3749 .3770 .3790 .3810 .3830
1.2 .3849 .3869 .3888 .3907 .3925 .3944 .3962 .3980 .3997 .4015
1.3 .4032 .4049 .4066 .4082 .4099 .4115 .4131 .4147 .4162 .4177
1.4 .4192 .4207 .4222 .4236 .4251 .4265 .4279 .4292 .4306 .4319
Tabel Distribusi Normal Standar (lanjutan)
Z 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09
1.5 .4332 .4345 .4357 .4370 .4382 .4394 .4406 .4418 .4429 .4441
1.6 .4452 .4463 .4474 4484 .4495 .4505 .4515 .4525 .4535 .4545
1.7 .4554 .4564 .4573 .4582 .4591 .4599 .4608 .4616 .4625 .4633
1.8 .4616 .4649 .4656 .4664 .4671 .4678 .4686 .4693 .4699 .4706
1.9 .4713 .4719 .4726 .4732 .4738 .4744 .4750 .4756 .4761 .4767
2.0 .4772 .4778 .4783 .4788 .4793 .4798 .4803 .4808 .4812 .4817
2.1 .4812 .4826 .4830 .4834 .4838 .4842 .4846 .4850 .4854 .4857
2.2 .4861 .4864 .4868 .4871 .4875 .4878 .4881 .4884 .4887 .4890
2.3 .4893 .4896 .4898 .4901 .4904 .4906 .4909 .4911 .4913 .4916
2.4 .4918 .4920 .4922 .4925 .4927 .4929 .4931 .4932 .4934 .4936
2.5 .4938 .4940 .4941 .4943 .4945 .4946 .4948 .4949 .4951 .4952
2.6 .4953 .4955 .4956 .4957 .4959 .4960 .4961 .4962 .4963 .4964
2.7 .4965 .4966 .4967 .4968 .4969 .4970 .4971 .4972 .4973 .4974
2.8 .4974 .4975 .4976 .4977 .4977 .4978 .4979 .4979 .4980 .4981
2.9 .4981 .4982 .4982 .4983 .4984 .4984 .4985 .4985 .4986 .4986
Tabel Distribusi Normal Standar (lanjutan)
Z 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09
3.0 .4987 .4987 .4987 .4988 .4988 .4989 .4989 .4989 .4990 .4990
3.1 .4990 .4991 .4991 .4991 .4992 .4992 .4992 .4992 .4993 .4993
3.2 .4993 .4993 .4994 .4994 .4994 .4994 .4994 .4995 .4995 .4995
3.3 .4995 .4995 .4995 .4996 .4996 .4996 .4996 .4996 .4996 .4997
3.4 .4997 .4997 .4997 .4997 .4997 .4997 .4997 .4997 .4997 .4998
3.5 .4998 .4998 .4998 .4998 .4998 .4998 .4998 .4998 .4998 .4998
Distribusi normal
Langkah-langkahnya:
1. Klik icon fx, atau klik icon insert dan pilih fx function
2. Pilih statistical pada function category dan pilih Normdist pada
function name, tekan OK.
Maka akan tampil dialog sbb:
NORMDIST
X …… (isilah nilai x, misal 600)
Mean …… (isilah nilai mean, misal 490)
Standard_dev …… (isilah nilai , misal 144,7
Cumulative …… (ketik 0 untuk nilai tunggal)
Catatan:
Hitungan MS Excel, probabilitas Normal adalah luas daerah dari kiri
kurva (infiniti negatif) ke kanan (sampai nilai X yang dimaksud).
Contoh Soal:
PT GS mengklaim rata berat buah mangga “B” adalah 350 gram
dengan standar deviasi 50 gram. Bila berat mangga mengikuti
distribusi normal, berapa probabilitas bahwa berat buah mangga
mencapai kurang dari 250 gram, sehingga akan diprotes oleh
konsumen.
Penyelesaian :
Diketatahui rata-rata = 350 , standar deviasi = 50, dan
ditanyakan P ( X < 250 )
-2,0
Dengan SPSS
Jika x berdistribusi 2 (v) dengan v = derajat
kebebasan = n – 1 maka
P (c1 x c2) = P (x c1) – P (x c2)
Dimana : c1 < c2
Latihan Soal
5 0,414 0,554 0,831 1,145 1,61 9,24 11,07 12,83 15,09 16,75
6 0,676 0,872 1,24 1,64 2,20 10,64 12,59 14,45 16,81 18,55
7 0,989 1,24 1,69 2,17 2,83 12,02 14,07 16,01 18,48 20,28
8 1,34 1,65 2,18 2,73 3,49 13,1 15,51 17,53 20,09 21,96
9 1,73 2,09 2,70 3,33 4,17 14,68 16,92 19,02 21,67 23,59
10 2,16 2,56 3,25 3,94 4,87 15,99 18,31 20,48 23,21 25,19
11 2,60 3,05 3,82 4,57 5,58 17,28 19,68 21,92 24,72 26,76
12 3,07 3,57 4,40 5,23 6,30 18,55 21,03 23,34 26,22 28,30
13 3,57 4,11 5,01 5,89 7,04 19,81 22,36 24,74 27,69 29,02
14 4,07 4,66 5,63 6,57 7,79 21,06 23,68 26,12 29,14 31,32
15 4,60 5,23 6,26 7,26 8,55 22,31 25,00 27,49 30,58 32,80
16 5,14 5,81 6,91 7,96 9,31 23,54 26,30 28,85 32,00 34,27
17 5,70 6,41 7,56 8,67 10,09 24,77 27,59 30,19 33,41 35,72
18 6,26 7,01 8,23 9,39 10,86 25,99 28,87 31,53 34,81 37,16
19 6,84 7,63 8,91 10,12 11,65 27,20 30,14 32,85 36,19 38,58
Tabel Distribusi Chi-Kuadrat (X2) (Lanjutan)
d.k. 0,995 0,990 0,975 0,950 0,900 0,100 0,050 0,025 0,010 0,005
20 7.43 8.26 9.59 10.85 12.44 28.41 31.41 34.17 37.57 40.00
21 8.03 8.90 10.28 11.59 13.24 29.62 32.67 35.48 38.93 41.40
22 8.64 9.54 10.98 12.34 14.04 30.81 33.92 36.78 40.29 42.80
23 9.26 10.20 11.69 13.09 14.85 32.01 35.17 38.08 41.64 44.18
24 9.89 10.86 12.40 13.85 15.66 33.20 36.41 39.36 42.98 45.56
25 10.52 11.52 13.12 14.61 16.47 34.38 37.65 40.65 44.31 46.93
26 11.16 12.20 13.84 15.38 17.29 35.56 38.88 41.92 45.64 48.29
27 11.81 12.88 14.57 16.15 18.11 36.74 40.11 43.19 46.96 49.64
28 12.46 13.57 15.31 16.93 18.94 37.92 41.34 44.46 48.28 50.99
29 13.12 14.26 16.05 17.71 19.77 39.09 42.56 45.72 49.59 52.34
30 13.79 14.95 16.79 18.49 20.60 40.26 43.77 46.98 50.89 53.67
40 20.71 22.16 24.43 26.51 29.05 51.80 55.76 59.34 63.69 66.77
50 27.99 29.71 32.36 34.76 37.69 63.17 67.50 71.42 76.15 79.49
60 35.53 37.48 40.48 43.19 46.46 74.40 79.08 83.30 88.38 91.95
70 43.28 45.44 48.76 51.74 55.33 85.53 90.53 95.02 100.4 104.22
80 51.17 53.54 57.15 60.79 64.28 96.58 101.9 106.6 112.3 116.32
90 59.20 61.75 65.65 69.13 73.29 107.6 113.1 118.1 124.1 128.3
100 67.33 70.06 74.22 77.93 82.36 118.5 124.3 129.6 135.8 140.2
4.5 Distribusi F
Distribusi yang tergantung pada dua buah derajat
kebebasan.
Contoh :
1. Jika diketahui v1 = 20 , v2 = 15 dan
= 0,05 . Tentukan F 0,05(20 , 15).
v2
1 161, 199, 215, 224, 230, 234, 236, 238, 240, 241, 243, 245, 248, 249,
2 4 5 7 6 2 0 8 9 5 9 9 9 0 1
3 18,5 19,0 19,1 19,2 19,3 19,3 19,3 19,3 19,3 19,4 19,4 19,4 19,4 19,4
4 1 0 6 5 0 3 5 7 8 0 1 3 5 5
10,1 9,55 9,28 9,12 9,01 8,94 8,89 8,85 8,81 8,79 8,74 8,70 8,66 8,64
3 6,94 6,59 6,39 6,26 6,16 6,09 6,04 6,00 5,96 5,91 5,86 5,80 5,77
7,71
5 6,61 5,79 5,41 5,19 5,05 4,95 4,88 4,82 4,77 4,74 4,68 4,62 4,56 4,53
6 5,99 5,14 4,76 4,53 4,39 4,28 4,21 4,15 4,10 4,06 4,00 3,94 3,87 3,84
7 5,59 4,74 4,35 4,12 3,97 3,87 3,79 3,73 3,68 3,64 3,57 3,51 3,44 3,41
8 5,32 4,46 4,07 3,84 3,69 3,58 3,50 3,44 3,39 3,35 3,28 3,22 3,15 3,12
9 5,12 4,26 3,86 3,63 3,48 3,37 3,29 3,23 3,18 3,14 3,07 3,01 2,94 2,90
10 4,96 4,10 3,71 3,48 3,33 3,22 3,14 3,07 3,02 2,98 2,91 2,85 2,77 2,74
11 4,84 3,98 3,59 3,36 3,20 3,09 3,01 2,95 2,90 2,85 2,79 2,72 2,65 2,61
12 4,75 3,89 3,49 3,26 3,11 3,00 2,91 2,85 2,80 2,75 2,69 2,62 2,54 2,51
13 4,67 3,81 3,41 3,18 3,03 2,92 2,83 2,77 2,71 2,67 2,60 2,53 2,46 2,42
14 4,60 3,74 3,34 3,11 2,96 2,85 2,76 2,70 2,65 2,60 2,53 2,46 2,39 2,35
Tabel Distribusi F = 0,01
v1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 12 15 20 24
v2
1 4052 4999, 5403 5625 5764 5859 5928 5981 6022 6056 6106 6157 6209 6235
2 98,50 5 99,17 99,25 99,30 99,33 99,36 99,37 99,39 99,40 99,42 99,43 99,45 99,46
3 34,12 99,00 29,46 28,71 28,24 27,91 27,67 27,49 27,35 27,23 27,05 26,87 26,69 26,60
4 21,20 30,82 16,69 15,98 15,52 15,21 14,98 14,80 14,66 14,55 14,37 14,20 14,02 13,93
18,00
5 16,26 13,27 12,06 11,39 10,97 10,67 10,46 10,29 10,16 10,05 9,89 9,72 9,55 9,47
6 13,75 10,92 9,78 9,15 8,75 8,47 8,26 8,10 7,98 7,87 7,72 7,56 7,40 7,31
7 12,25 9,55 8,45 7,85 7,46 7,19 6,99 6,84 6,72 6,62 6,47 6,31 6,16 6,07
8 11,26 8,65 7,59 7,01 6,63 6,37 6,18 6,03 5,91 5,81 5,67 5,52 5,36 5,28
9 10,56 8,02 6,99 6,42 6,06 5,80 5,61 5,47 5,35 5,26 5,11 4,96 4,81 4,73
10 10,04 7,56 6,55 5,99 5,64 5,39 5,20 5,06 4,94 4,85 4,71 4,56 4,41 4,33
11 9,65 7,21 6,22 5,67 5,32 5,07 4,89 4,74 4,63 4,54 4,40 4,25 4,10 4,02
12 9,33 6,93 5,95 5,41 5,06 4,82 4,64 4,50 4,39 4,30 4,16 4,01 3,86 3,78
13 9,07 6,70 5,74 5,21 4,86 4,62 4,44 4,30 4,19 4,10 3,96 3,82 3,66 3,59
14 8,86 6,51 5,56 5,04 4,69 4,46 4,28 4,14 4,03 3,94 3,80 3,66 3,51 3,43
4.6 Distribusi T
t
Bila sampel random kecil , pendugaan parameter
populasi sebaiknya dilakukan dengan distribusi T.
Bentuk kurva distribusi t akan menyerupai bentuk
kurva distribusi normal jika ukuran sampel yang
diambil sebesar : 30.
Tabel distribusi T
0,10 0,05 0,025 0,01 0,005
v
1 3,078 6,314 12,706 31,821 63,657
2 1,886 2,920 4,303 6,965 9,925
3 1,638 2,353 3,182 4,541 5,841
4 1,533 2,132 2,776 3,747 4,604
5 1,476 2,015 2,571 3,365 4,032
Penyelesaian:
Distribusi Chi Square
Keputusan
Terima Ho Keputusan yang Kesalahan jenis II
benar. Probabilias =
Prob=1- =tingkat
keyakinan
Tolak Ho Kesalahan jenis I Keputusan yang
Prob= =taraf benar prob=1- =
nyata kuasa pengujian
6.3 Uji Satu Arah dan Uji Dua Arah
Uji 2 arah
Ho : Hipotesis yang dirumuskan dengan harapan
akan ditolak (hipotesa awal).
H1 : Hipotesis alternatif , Hipotesis tandingan atau
Hipotesis lawan.
Uji hipotesa statistik yang alternatifnya bersifat dua
arah , seperti :
Ho : = o
H1 : # o
Wilayah kritik atau daerah penolakan Ho jika < o
atau >o
Gambar uji 2 arah.
Daerah Penolakan
Daerah Penerimaan
-z/2 z/2
Z
Gambar uji 1 arah kiri
Ho : o
H1 : < o
Daerah penerimaan
Daerah Penolakan
- z
Contoh :
1. Menerima hipotesa dalam pengujian dua arah pada taraf
nyata = 0,05 ; bila nilai z yang diperoleh dari sampel
berada dalam interval…….
Jawab :
= 0,05 /2 = 0,025
z/2 = z 0,025 = 1,96
Daerah penerimaan : -1,96 z 1,96
- 2,575 2,575
= 0 Z = x - 0 < 0 Z < - Z
/√n > 0 Z > Z
Diketahui atau ≠ 0 Z > Z/2 atau Z < - Z/2
n≥30
= 0 t = x - 0 < 0 t < - t
s/√n > 0 t > t
tidak diketahui ≠ 0 t > t/2 atau t < - t/2
atau
n<30
Latihan Soal !
1. Suatu Populasi berupa seluruh pelat baja yang diproduksi
oleh suatu perusahaan memiliki rata-rata panjang 80 cm
dengan simpangan baku 7 cm. Sesudah berselang 3 tahun,
teknisi perusahaan meragukan hipotesis mengenai rata-rata
panjang pelat baja tersebut. Guna menyakinkan keabsahan
hipotesis itu, diambil suatu sampel sebanyak 100 unit pelat
baja dari populasi di atas, dan diperoleh hasil perhitungan
bahwa rata-rata panjang pelat baja adalah 83 cm, dan
standar deviasinya tetap. Apakah ada alasan untuk
meragukan bahwa rata-rata panjang pelat baja yang
dihasilkan perusahaan itu sama dengan 80 cm pad taraf
signifikansi = 5 % ?
Contoh 3 : Uji satu arah (kanan)
Ujilah pernyataan suatu perusahaan rokok X yang
menyatakan bahwa kadar tar rokok produksinya kurang
dari 17,5 mg. Dari sampel acak 8 batang rokok ternyata
memiliki rata-rata kadar tarnya adalah 18,613 mg dengan
simpangan baku = 1,422 mg . Gunakan = 5 % untuk
menguji pernyataan tersebut di atas.
Bentuk ujinya:
Ho : o < 17,5
H1 : o 17,5
Langkah-langkah dengan SPSS :
1. Masukkan data pada data editor
2. Pilih menu Analyze
3. Pilih Compare Means
4. Pilih one sample T Test
5. Setelah itu akan muncul kotak dialog seperti pada Gambar 3.1
6. Isi nama variabel ( kadartar )yang akan di uji pada Test
Variable(s)
7. Isi nilai rata-rata hipotetsis (17,5 mg) yang akan diuji pada kotak
Test Value
8. Klik OK , maka akan tampil output seperti pada Gambar 3.2
Gambar 3.1
Gambar 3.2
One-Sample Test
Dari tampilan output diperoleh nilai z = nilai t = 2,213 dan nilai p untuk
pengujian dua arah ( nilai Sig.(2-tailed) adalah 0,062. Oleh karena
pengujian satu arah maka nilai p di bagi dua menjadi 0,062/2 = 0,031
lebih kecil dari nilai yang sebesar 0,05. Berarti Ho ditolak
Keterangan :
Ho diterima bila nilai sgn/2 5 %
Ho ditolak bila nilai sgn/2 < 5 %
Contoh 2 : Uji satu arah (kiri)
Ada pernyataan bahwa rata-rata gaji pegawai di suatu
perusahaan A diatas Rp 750.000 Diambil sampel acak 20
pegawai dan diperoleh rata-rata gajinya Rp 1.020.000
dengan simpangan baku sebesar Rp 820.686,49 .
Gunakan = 1 %. Ujilah apakah pernyataan tersebut
diterima atau ditolak?
Dari tampilan output diperoleh nilai z = nilai t = 1,471 dan nilai p untuk
pengujian dua arah ( nilai Sig.(2-tailed) adalah 0,158. Oleh karena
pengujian satu arah maka nilai p di bagi dua menjadi 0,158/2 = 0,079
lebih besar dari nilai yang sebesar 0,01. Berarti Ho diterima
Test Value = 60
95% Conf idence
Interv al of the
Mean Dif f erence
t df Sig. (2-tailed) Dif f erence Lower Upper
nilia mat ematika 1.867 9 .095 8.80 -1.86 19.46
Penjelasan :
Dari tampilan output diperoleh nilai z = nilai t = 1,867 dan p
( nilai Sig.(2-tailed) adalah 0,095 lebih besar dari nilai yang
sebesar 0,05. Berarti Ho diterima
Keterangan:
Untuk uji dua arah : Ho diterima bila nilai sign
Ho ditolak bila nilai sign <
Pertemuan Ke-13
6.6 Pengujian Hipotesis mengenai Proporsi
Dalam pengujian hipotesis untuk proporsi langkah-
langkah yang dilakukan sama seperti pengujian
hipotesis untuk rata-rata.
X – np0
Z0 =
np0(1-p0)
dimana : n = banyak sampel
Latihan soal :
1. Seorang pejabat suatu bank berpendapat, bahwa petani
peminjam kredit Bimas yang belum mengembalikan
kreditnya kembali adalah sebesar 70%, dengan alternatif
lebih kecil dari itu. Untuk mengujinya, kemudian diteliti
sebanyak 225 orang petani peminjam kredit Bimas.
Ternyata ada 150 orang yang belum mengembalikan kredit
dengan =10%, ujilah pendapat tersebut.
2. Seorang pejabat BKKBN berpendapat bahwa 40%
penduduk suatu desa yang tidak setuju KB, dengan
alternatif tidak sama dengan itu. Untuk mengujinya,
telah diteliti sebanyak 400 orang sebagai sampel acak.
Ternyata ada152 orang yang mengatakan tidak setuju
KB. Mereka berpendapat bahwa setiap anak yang lahir
merupakan rahmat Tuhan dan membawa rezeki sendiri-
sendiri. Dengan menggunakan =1% ujilah pendapat
tersebut.
UJI HIPOTESIS PROPORSI POPULASI
Contoh 1:
Diperkirakan murid di sebuah SMU yang menyenangi
mata pelajaran matematika tidak lebih dari 10%. Untuk
mengujinya diambil 20 siswa secara acak, hasilnya 4
murid menyatakan menyenangi mata pelajaran
matematika. Dengan tingkat signifikansi = 5 %, ujilah
pernyataan tersebut benar atau salah ?
Dari ouput viewer SPSS di atas diperoleh nilai sign. = 0,133 lebih besar dari
nilai = 5 %, jadi kesimpulannya Ho diterima artinya siswa yang
menyenangi mata pelajaran matematika tidak lebih dari 10 %.