Anda di halaman 1dari 7

Pengertian dan Jenis-jenis Transformasi

Geometri
Transformasi geometri merupakan perubahan posisi
(perpindahan) dari suatu posisi awal (x , y) ke posisi lain (x’ , y’)

1. Translasi (Pergeseran)

Translasi merupakan jenis transformasi yang memindahkan suatu titik


sepanjang garis lurus dengan arah dan jarak. Artinya, translasi itu hanya
perpindahan titik ya Squad. Kalau kamu perhatikan baik-baik, di perosotan
itu hanya mengubah titik awal (puncak perosotan), menuju titik akhir (ujung
perosotan).

Gambaran translasi itu seperti ini ya.

(sumber: rumushitung.com)

Lihat kan? Translasi itu hanya berubah posisinya saja. Ukurannya mah
tetap aja sama. Translasi ternyata ada rumusnya juga lho. Seperti apa
rumusnya?
2. Refleksi (Pencerminan)

Refleksi dalam transformasi geometri ini dapat dikatakan pencerminan.


Kamu tahu cermin kan? Pasti di rumah kalian ada sih, buat ngaca pastinya.
Nah, refleksi ini memindahkan semua titik dengan menggunakan sifat
pencerminan pada cermin datar.

(sumber: rumushitung.com)

Coba lihat garis dan titik-titik merah pada gambar di atas. Garis dan titik-
titik merah tersebut berpindah namun seperti halnya dihadapkan pada
cermin datar. Sama dengan translasi, refleksi juga memiliki rumus
tersendiri lho.
Baca Juga: Cara Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung

3. Rotasi

Rotasi dalam hal ini dapat dipahami sebagai memindahkan suatu titik ke
titik yang lain. Prinsipnya, yakni memutar terhadap sudut dan titik pusat
tertentu yang memiliki jarak sama dengan setiap titik yang diputar. Perlu
diingat ya bahwa rotasi itu tidak mengubah ukuran.

(sumber: rumushitung.com)

Simak baik-baik ya Squad. Ini dia rumus untuk rotasi dalam transformasi
geometri.
4. Dilatasi

Dilatasi dapat dipahami sebagai bentuk pembesaran atau pengecilan dari


titik-titik yang membentuk sebuah bangun.

(sumber: rumushitung.com)

Jangan salah sangka lho Squad, dilatasi juga punya rumus tersendiri
seperti jenis transformasi geometri lainnya.
Masih bingung dengan materi transformasi geometri? Gabung sekarang
yuk di ruangbelajar. Ada banyak video belajar dengan animasi yang keren
banget. Dijamin belajar kamu jadi nggak ngebosenin. Di ruangbelajar juga
tersedia banyak soal latihan dan rangkuman yang tentunya bikin kamu
semakin paham sama materinya lho.

Logika Matematika
Logika sendiri merupakan cabang ilmu filsafat yang berarti hasil
pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan
dalam bahasa. Dalam logika kita perlu melakukan proses penalaran yang
ditinjau dari segi ketepatannya. Ada beberapa cara untuk menarik
kesimpulan dengan logika matematika;

Modus Ponens

Modus ponens ditandai dengan adanya pernyataan majemuk implikasi


dan pernyataan tunggal.

Modus Tollens

Modus tollens ditandai dengan adanya pernyataan majemuk implikasi


dan ingkaran dari pernyataan tunggal.
Modus Silogisme

Modus silogisme ditandai dengan adanya dua pernyataan majemuk


implikasi.

Masih belum paham bagaimana menarik kesimpulan dengan logika


matematika? Latihan, yuk!

Premis 1: Jika semua harta benda Andi terbawa banjir, maka ia menderita.

Premis 2: Andi tidak menderita.

Kesimpulan yang sah dari premis-premis tersebut adalah…

a. Semua harta benda Andi tidak terbawa banjir.


b. Ada harta benda Andi yang terbawa banjir.
c. Semua harta benda Andi terbawa banjir.
d. Ada harta benda Andi yang tidak terbawa banjir.
e. Tidak ada banjir.

Pembahasan:

Dengan menggunakan modus tollen.

Premis 1: p => q

Premis 2: ~q

Konklusi: ~p

Jawaban: ~p = ada harta benda Andi yang tidak terbawa banjir (D).