Anda di halaman 1dari 1

BAYI BARU LAHIR

Periode neonatal berlangsung sejak bayi lahir sampai Pemeriksaan BBL bertujuan untuk mengetahui sedini
usia 28 hari, berlangsungnya waktu tersebut terjadi mungkin kelainan pada bayi. Risiko terbesar
perubahan fisik yang dramatis pada bayi baru lahir. Pada kematian BBL terjadi pada 24 jam pertama
masa ini, organ bayi mengalami penyesuaian dengan kehidupan, sehingga jika bayi lahir di fasilitas
keadaan di luar kandungan, ini diperlukan untuk kesehatan sangat dianjurkan untuk tetap tinggal di
kehidupan selanjutnya fasilitas kesehatan selama 24 jam pertama.
Pemeriksaan bayi baru lahir dilaksanakan di ruangan
yang sama dengan ibunya, oleh dokter/ bidan/
perawat. Jika pemeriksaan dilakukan di rumah, ibu
Tanda Tanda Bayi Lahir Sehat atau keluarga dapat mendampingi tenaga kesehatan
yang memeriksa.
- Berat badan bayi 2500 –
4000 gram Tatalaksana Bayi Baru Lahir
- Umur kehamilan 37 – 40
minggu
- Bayi segera menangis - Semua BBL harus diberi penyuntikan vitamin K1
- Bergerak aktif, kulit Asuhan bayi baru lahir pada 6 jam Asuhan bayi baru lahir pada 0 – 6 jam : (Phytomenadione) 1 mg intramuskuler di paha kiri,
kemerahan sampai 28 hari: untuk mencegah perdarahan BBL akibat defisiensi
- Asuhan bayi baru lahir normal, vitamin K yang dapat dialami oleh sebagian BBL.
- Menghisap ASI dengan baik - Pemeriksaan neonatus pada dilaksanakan segera setelah lahir, - Salep atau tetes mata diberikan untuk pencegahan
- Tidak ada cacat bawaan periode ini dapat dilaksanakan di dan diletakkan di dekat ibunya infeksi mata (Oxytetrasiklin 1%).
puskesmas/ pustu/ polindes/ dalam ruangan yang sama. - Imunisasi Hepatitis B diberikan 1-2 jam di paha kanan
poskesdes dan/atau melalui - Asuhan bayi baru lahir dengan setelah penyuntikan Vitamin K1 yang bertujuan untuk
kunjungan rumah oleh tenaga komplikasi dilaksanakan satu mencegah penularan Hepatitis B melalui jalur ibu ke
Perawatan Bayi Baru Lahir kesehatan. ruangan dengan ibunya atau di bayi yang dapat menimbulkan kerusakan hati
- Pemeriksaan neonatus ruangan khusus.
- Pencegahan infeksi (PI)
dilaksanakan di dekat ibu, bayi - Pada proses persalinan, ibu dapat
- Penilaian awal untuk memutuskan
didampingi ibu atau keluarga pada didampingi suami.
resusitasi pada bayi
saat diperiksa atau diberikan Langkah IMD Pada Persalinan Normal
- Pemotongan dan perawatan tali
pelayanan kesehatan.
pusat 1. Suami atau keluarga dianjurkan mendampingi ibu di kamar
- Inisiasi Menyusu Dini (IMD) bersalin
- Pencegahan kehilangan panas melalui 2. Bayi lahir segera dikeringkan kecuali tangannya, tanpa
tunda mandi selama 6 jam, kontak menghilangkan vernix, kemudian tali pusat diikat.
kulit bayi dan ibu serta menyelimuti 3. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, bayi ditengkurapkan di
kepala dan tubuh bayi dada ibu dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu dan mata
- Pencegahan perdarahan melalui bayi setinggi puting susu ibu. Keduanya diselimuti dan bayi
penyuntikan vitamin K1 dosis tunggal “Setelah selesai proses IMD bayi ditimbang, diukur, diberi topi.
di paha kiri dicap/diberi tanda identitas, diberi salep mata dan 4. Ibu dianjurkan merangsang bayi dengan sentuhan, dan biarkan
- Pemberian imunisasi Hepatitis B (HB penyuntikan vitamin K1 pada paha kiri. Satu jam kemudian bayi sendiri mencari puting susu ibu.
0) dosis tunggal di paha kanan diberikan imunisasi Hepatitis B (HB 0) pada paha kanan.” 5. Ibu didukung dan dibantu tenaga kesehatan mengenali
- Pencegahan infeksi mata melalui perilaku bayi sebelum menyusu.
pemberian salep mata antibiotika 6. Biarkan KULIT bayi bersentuhan dengan KULIT ibu minimal
dosis tunggal selama SATU JAM; bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam,
- Pemeriksaan bayi baru lahir biarkan bayi tetap di dada ibu sampai 1 jam
- Pemberian ASI eksklusif 7. Jika bayi belum mendapatkan puting susu ibu dalam 1 jam
posisikan bayi lebih dekat dengan puting susu ibu, dan biarkan
kontak kulit bayi dengan kulit ibu selama 30 MENIT atau 1 JAM
berikutnya