BAB III
HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Persiapan Observasi
Sebelum memulai kegiatan di Airbuaya tempat kami melaksanakan
KKN-P, kami melakukan kunjungan ke rumah kepala desa untuk melaporkan
kehadiran kami serta melakukan konsultasi mengenai program kerja yang telah
disiapkan sehingga diharapkan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang
telah dirancang dapat berjalan dengan lancar. Hal ini sangat penting untuk
dilakukan karena merupakan pengenalan singkat terhadap watak masyarakat
yang bisa menjadi pertimbangan program-program apa saja yang tepat dan
layak untuk di realisasikan di dalam masyarakat. Keesokan harinya hari
pertama kami masuk ke puskemas, oleh kepala puskesmas kami diperkenalkan
kepada semua staf puskesmas dengan bagiannya masing-masing, yaitu para
pemegang program dengan maksud agar mempermudah kami dalam
melakukan konsultasi mengenai pelaksanaan program kerja. Selanjutnya
dilakukan pembagian tugas pada seluruh anggota kelompok disusul dengan
konsultasi lebih lanjut dengan kepala puskesmas serta staf puskesmas selaku
pemegang program yang paling mengetahui tentang keadaan masyarakat.
B. Observasi Lapangan
Dalam merencanakan program-progam yang akan dilaksanakan selama
kegiatan KKN-P, kami harus melakukan observasi, agar kami dapat
mengetahui permasalahan-permasalahan kesehatan apa saja yang terjadi di
tempat kami melaksanaakan KKN-P, sehingga program yang direncanakan
dapat sesuai dan mampu menjawab permasalahan-permasalahan yang ada.
Observasi kami dimulai pada tanggal 11 April 2013, dimana kami
melakukan kunjungan ke rumah Kepala Desa. Saat itu kami memperkenalkan
diri kepada Kepala Desa sekaligus kami melakukan wawancara terkait dengan
keadaan kehidupan dari masyarakat disini, baik dari sisi ekonomi, sosial,
pendidikan, kesehatan, dan juga jumlah penduduk. Observasi dilanjutkan di
besok hari yaitu pada tanggal 12 April 2013, dimana kami diberi kesempatan
untuk ikut dalam rapat program kerja Puskesmas Airbuaya tahun 2013. Dari
rapat tersebut kami mendapat gambaran tentang masalah – masalah kesehatan
yang terjadi pada desa serta dusun yang masuk dalam lingkup kerja puskesmas
Airbuaya, yang merupakan tempat kami melaksanakan KKN-P ini.
Setelah dari puskesmas, kami bersama kepala puskesmas langsung
menuju ke kantor kecamatan untuk bertemu dengan camat Airbuaya. Dalam
rangka melaporkan kedatangan kami. Selain itu, kami pun meminta dukungan
dari bapak camat terkait dengan kegiatan yang akan kami laksanankan. Kami
pun mengunjungi sekolah-sekolah di desa Airbuaya sebagai langkah awal
membangun kerja sama dalam menjalankan program kami nantinya di sekolah-
sekolah.
C. Program Kerja
Dari observasi yang dilakukan itu, maka kelompok kami mencoba untuk
merumuskan berbagai permasalah kesehatan yang terjadi di desa maupun
dusun yang menjadi lingkup kerja puskesmas Airbuaya. Dengan melihat
berbagai permasalahan yang ada maka kami mahasiswa KKN-P kedokteran
Universitas Pattimura Ambon membuat program-program kerja yang
berorientasi pada polemik-polemik tersebut. Diharapkan nantinya program
yang kami lakukan ini dapat bermanfaat bukan hanya bagi masyarakat dan
puskesmas tetapi juga bagi kami.
Adapun rencana program yang kami buat adalah sebagai berikut :
1. Program kerja dengan adanya intervensi fisik berupa praktek cuci
tangan pakai sabun (CTPS), pemeriksaan kesehatan dasar dan
pemeriksaan kusta di sekolah-sekolah dasar sekecamatan Airbuaya
serta pelatihan P3K bagi anggota PMR di SMA Negeri maupun SMA
Tarbiyah Airbuaya.
2. Program kerja dengan intervensi non fisik berupa penyuluhan-
penyuluhan tentang HIV-Aids, Malaria, Diare, Asi eksklusif, kusta,
Perilaku Hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga bagi
masyarakat dan pentingnya puskesmas.
3. Program kerja intervensi nonfisik berupa pengenalan kampus FK,
Penyuluhan Napza dan bahaya merokok serta kesehatan reproduksi
pada sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas
(SMA) di desa Airbuaya.
4. Program kerja dengan intervensi nonfisik berupa dialog kesehatan dari
sisi agama, hukum dan kesehatan dengan pemuda-pemudi desa
Airbuaya tentang seks bebas dan penyalahgunaan narkoba.
D. Pelaksanaan Program Kerja
1. Intervensi Nonfisik
Dalam pelaksaan kegiatan, kami banyak mendapat arahan serta
masukan dari kepala puskesmas, dokter, para staf puskesmas serta kepala
desa dan juga kepala kecamatan Airbuaya.
2. Intervensi Fisik
Dalam pelaksanaan kegiatan kami mendapat bantuan dari berbagai
pihak seperti poster-poster maupun lifleat yang dipinjamkan oleh pihak
puskesmas saat penyuluhan diare, malaria, dan kusta.
Dalam melaksanakan kegiatan dialog kesehatan kami mendapat
bantuan tanggungan konsusmsi dari Bapak Camat Airbuaya dan pinjaman
kursi serta alat pengeras suara dari kantor camat. Kami mendapat pinjaman
kursi tambahan dan mic dari kantor koperasi. Selain itu juga kami
mendapat pinjaman LCD dari SMP Negeri Airbuaya. Kami pun mendapat
pinjaman alat pelengkap lainnya dari masyarakat.
Untuk kegiatan penyuluhan PHBS rumah tangga, PHBS anak
sekolah, HIV-AIDS dan pentingnya puskesmas kami menyiapkan poster
untuk mengantisipasi tidak tersedianya LCD. Lifleat kami siapkan untuk
penyuluhan P3K sebagai pedoman pelaksanaan P3K dan lifleat juga kami
bagikan untuk ibu-ibu pada kegiatan penyuluhan ASI eksklusif. Pada
kegiatan dialog kesehatan kami menyiapkan spanduk yang bertemakan
pemuda yang berkualitas tanpa Napza, miras dan sex bebas.
E. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat
1. Banyak faktor-faktor yang mendukung kami selama kami menjalankan
berbagai program kerja kami, yakni kerja sama yang baik dengan kepala
puskesmas dan dokter serta staf puskesmas baik itu penanggung jawab
promosi kesehatan, penanggung jawab kusta, penanggung jawab
imunisasi, penanggung jawab malaria, penanggung jawab diare dan bapak-
ibu staf puskesmas lainnya. Selain itu juga dukungan dari bapak Camat
Airbuaya dan stafnya dalam pelaksanaan kegiatan maupun pembuatan
laporan, serta kepala-kepala desa dan kepala-kepala dusun, kepala sekolah,
bapak Ustad dan ketua/sekertaris pemuda yang turut membantu demi
terselenggaranya kegiatan yang kami laksanakan di daerah dan di sekolah
mereka. Didukung pula dengan hadirnya masyarakat dalam kegiatan kami
dan berinteraksi baik dalam menyampaikan masukan maupun pertanyaan
dalam penyuluhan kami.
2. Faktor- yang menghambat dalam pelaksanaan program kerja kami yakni
keterbatasan dalam biaya dan waktu serta kondisi alam seperti letak dusun
Wairuba dan desa Kampung Baru yang harus ditempuh dengan
menggunakan motor laut.
3. Kesadaran masyarakat yang masih kurang tentang pentingnya kesehatan.