Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH

PERBEDAAN PEGADAIAN KONVENSIONAL DENGAN PEGADAIAN SYARIAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Tugas Mata Kuliah Bank


Dan Lembaga Keuangan Lainnya

Dosen Pembimbing : Nurlis Azhar, S.E, M.Si

Disusun Oleh :

1. Sari Widyastuti (2016 353 637)

2. Mitha Andriani (2016 353 808)

3. Lisa Rahmayanti (2016 353 648)

4. Iraini Wulandari (2016 353 643)

5. Yuni Indriwarti (2016 353 808)

6. Gatot Aris Munandar (2016 353 655)

SEOLAH TINGGI ILMU EONOMI AHMAD DAHLAN

JAKARTA

2018
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ...................................................................................... i


DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 2

1.Pengertian Gadai .................................................................................. 2


2.Orgainasi dan Tata Kerja ..................................................................... 3
3. Tugas dan Fungsi Pokok ..................................................................... 3
4. Kegiatan Usaha . .................................................................................. 11
5. Produk Unit Layanan . ......................................................................... 14
6. Mengatasi Masalah Tanpa Masalah . ................................................... 23
7. Kantor Cabang . ................................................................................... 23
8. Prosedur Memperoleh Pinjaman . ........................................................ 24
9. Prosedur Pengembalian Pinjaman ....................................................... 24
10. Lelang Barang Jaminan ..................................................................... 25
11. Perbedaan Pegadaian Konvensional dengan Pegadaian Syariah . ......... 25

BAB III PENUTUP ............................................................................................ 27

3.1 Kesimpulan .................................................................................................. 27

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 28


BAB I

PENDAHULUAN

Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan lainnya yang sudah lama beroperasi
di Indonesia. Lembaga ini dimaksudkan untuk memberikan pinjaman – pinjaman kepada
perseorangan. Sejarah lembaga ini sudah cukup lama sejak zaman kolonial. Ia sangat
dibutuhkan oleh rakyat kecil. Kredit atau pinjaman yang diberikan didasarkan pada nilai
barang jaminan yang diserahkan. Tujuan lembaga ini adalah mencegah rakyat kecil yang
membutuhkan pinjaman agar tidak jatuh ke tangan para pelepas uang yang dalam pemberian
pinjaman mengenakan bunga sangat tinggi dan berlipat ganda (rentenir). Lembaga ini
beroperasi dan tersebar di daerah perkotaan (urban) maupun di daerah pedesaan (rural).
Peranannya tetap penting di masa lalu terutama sebagai akibat kebutuhan ekonomi dan
keuangan masyarakat, yang mendesak akan uang tunai dari golongan yang berpenghasilan
rendah dengan tata cara pemberian pinjaman yang sederhana. Walaupun tingkat bunga
cukup tinggi, namun masih lebih rendah daripada tingkat suku bunga rentenir.
Sejak proklamasi kemerdekaan sampai dengan Tahun 1961, Pegadaian berstatus sebagai
Jawatan, yaitu sampai terbitnya Peraturan Pemerintah No. 178 Tahun 1961, yang merubah
status Jawatan Pegadaian menjadi Perusahaan Negara dan pada Tahun 1965 diintegrasikan
ke dalam urusan Bank Sentral. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun
1969 status Perusahaan Negara Pegadaian, yang usaha dan kegiatannya diatur dalam Pasal 2
Indische Burgelijk Wet boek (IBW) 1927. Jawatan Pegadaian pada waktu itu berada di
lingkungan Departemen Keuangan, yang pengelolaannya dilakukan oleh Direktorat Jendral
Keuangan, yaitu berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 39/MK.6/2/1971. Pada
Tahun 1971 sampai Tahun 1990 Pegadaian berstatus sebagai Perusahaan Jawatan (PERJAN)
pegadaian, yang selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1990, Perjan
Pegadaian berubah kembali statusnya menjadi Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian
hingga sekarang, dan yang terakhir diatur dengan Peraturan Pemerintah No. 103 Tahun
2000.
BAB II
PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN GADAI
Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang berpiutang atas suatu barang
bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh seorang yang berutang atau oleh seseorang
lain atas namanya, dan yang memberikan kekuasaan kepada orang berpiutang lainnya;
dengan pengecualian biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah
dikeluarkan untuk menyelamatkannya setelah barang itu digadaikan, biaya – biaya
mana harus didahulukan (Kitab UU Hukum Perdata Pasal 1150).
Adapun misi utama dari Perum Pegadaian adalah:
1) Menunjang pelaksanaan kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang
ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran uang
pinjaman atas dasar hukum gadai,
2) Mencegah praktik ijon, pegadaian gelap, riba, dan pinjaman tidak wajar
lainnya.
Perusahaan pegadaian bertugas memberi kredit secara hukum gadai di mana
masyarakat yang membutuhkan dana pinjaman diwajibkan menyerahkan harta gerak
pada kantor cabang pegadaian disertai pemberian hak untuk melakukan penjualan lelang
bila setelah waktu perjanjian kredit habis, nasabah tidak menebus barang tersebut. Hasil
lelang digunakan untuk melunasi pokok pinjaman disertai bunga ditambah dengan biaya
lelang. Sisanya dikembalikan kepada nasabah pemilik barang semula.
Perjan pegadaian tidak diperkenankan menarik dana dari masyarakat baik berupa
giro, deposito, atau bentuk tabungan lainnya. Ia tidak diperkenankan memberi pinjaman
dengan jaminan efek, dokumen pengangkutan atau dokumen penyimpanan, atau
dokumen fiducier lain. Ia tidak diperkenankan untuk menghimpun dana dengan
mengeluarkan surat-surat berharga, atau sekuritas dan tidak diperkenankan memberi
pinjaman dalam jangka menengah atau panjang. Pinjaman yang diberikan berjangka
pendek dengan jumlah relatif kecil.
Selain itu berdasarkan neraca pembukaan Perusahaan Umum Pegadaian dan Surat
Menteri Keuangan RI No. 1015/KMK. 013/1991 tanggal 26 September 1991, modal
awal Perusahaan Umum Pegadaian ditetapkan sebesar Rp 205.000.000.000,-
sebagaimana tertuang dalam Neraca Pembukaan. Modal awal yang disetor pemerintah
tersebut adalah kumulatif laba bersih yang diperoleh Perjan Pegadaian. Secara bertahap
mulai Tahun 1991, pemerintah Republik Indonesia memberikan tambahan modal
sebagai Penyertaan Modal Pemerintah sebesar Rp 46.252.000.000,- melalui SK Menteri
Keuangan RI masing-masing sebagai berikut. 0360/KM. 3-42/SKOP/0391 30 Maret
1991 sebesar Rp 20.000.000.000,- kemudian SKMK – RI No. 0136/KM.3-
42/SKOP/0891 5 Agustus 1991 sebesar Rp 16.252.000.000,- dan dengan SKMK – RI,
No. 0151/MK. 013/1992 29 Juni 1992 sebesar Rp 10.000.000.000,- sehingga total
modal awal sebesar Rp 46.252.000.000,-
Untuk itu pada Tahun 1993 sampai dengan Tahun 2009, Perum Pegadaian telah
menerbitkan emisi obligasi sebanyak 13 kali, dengan jangka waktu masing – masing 5
Tahun untuk obligasi Tahun 1993, 1998, 2001, dan 2009 (Seri A), jangka waktu 8
Tahun untuk obligasi Tahun 1999, 2000, 2002, 2003 (Seri A), dan 2009 (Seri B), dan
jangka waktu 15 Tahun untuk obligasi Tahun 2003 Seri B serta jangka waktu 10 Tahun
untuk obligasi Tahun 2006, 2007, dan 2009 (Seri C).
Seluruh obligasi dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan rincian
sebagai berikut:
Tanggal Efektif dan
Tahun Keterangan Nominal Tingkat Bunga
Jatuh Tempo
1993 Obligasi I 11 Juni 1993 50 Miliar Bunga 17.5% tetap untuk
Tahun pertama, selanjutnya
dan mengambang.
9 Juli 1998

1994 Obligasi II 30 Juni 1994 25 Miliar Bunga 13% tetap untuk 6


Bulan pertama, selanjutnya
dan mengambang yaitu 1% di atas
18 Juli 1999 tingkat bunga deposito 6
Bulan Bank Pemerintah.

1996 Obligasi III 25 Juni 1996 100 Miliar Bunga 17.75% tetap untuk
Tahun pertama, 4 Tahun
dan berikutnya mengambang
12 Juli 2001 1.5% di atas tingkat bunga
deposito Bank Pemerintah
dan Swasta.

1997 Obligasi IV 16 Juni 1997 100 Miliar Bunga 14.75% tetap untuk
Tahun pertama, 4 Tahun
dan berikutnya mengambang 1%
3 Juli 2002 di atas tingkat bunga deposito
Bank Pemerintah dan Swasta.

1998 Obligasi V 23 Juni 1998 64.6 Miliar Bunga Seri A1 49% tetap
untuk Tahun pertama,
dan seterusnya mengambang
8 Juli 2003 sesuai tingkat bunga JIBOR 3
Bulan ditambah 3% premium.

1999 Obligasi VI 24 Agustus 1999 dan 135 Miliar Bunga 15.5% tetap untuk
Tahun pertama, 7 Tahun
8 September 2007 berikutnya mengambang
sebesar 1.75% di atas tingkat
bunga rata – rata JIBOR 6
Bulan.

2000 Obligasi VII 27 Juni 2000 150 Miliar Bunga 15.625% tetap untuk
Tahun pertama, berikutnya
mengambang 1.725% di atas
tingkat bunga rata – rata
deposito 6 Bulan Bank
Pemerintah.

2001 Obligasi VIII 31 Mei 2001 300 Miliar Bunga Seri A 19.25% tetap,
cicilan 20% pokok per Tahun.
dan
Seri B 19.25% tetap.
12 Juni 2006
Seri C 0.50% tetap menurun
per Tahun 20.25% untuk
Tahun pertama.

Seri D 19.25% tetap untuk


Tahun pertama, selanjutnya
mengambang sesuai dengan
tingkat bunga rata – rata
deposito 6 Bulan Bank
Pemerintah ditambah 2.50%
premi, maksimal 24.25%
minimal 16.25%.

Seri E 19.25% tetap untuk


Tahun pertama sampai Tahun
ke3, selanjutnya
mengambang sesuai tingkat
bunga rata – rata deposito 6
Bulan Bank Pemerintah
ditambah 2.50% premi,
maksimal 24.25%, minimal
16.25%.

2002 Obligasi IX 24 Mei 2002 300 Miliar Bunga Seri A 18.25% tetap
per Tahun.
dan
Seri B 18.25% per Tahun,
6 Juni 2010 amortisasi 10% sampai
dengan Tahun ke4 emisi,
20% Tahun ke5 sampai
dengan ke7 30% Tahun ke8
emisi.

Seri C 18.25% tetap Tahun


pertama, selanjutnya
mengambang berdasarkan
rata – rata bunga deposito
Rupiah berjangka 3 Bulan
ditambah premi tetap 2.50%
per Tahun, maksimal 20.00%,
minimal 16.50%.

Seri D dengan opsi jual pada


Tahun ke5, 18.25% tetap
Tahun pertama sampai
dengan Tahun ke5,
selanjutnya mengambang
berdasarkan rata – rata bunga
deposito Rupiah berjangka 3
Bulan ditambah premi tetap
2.50% per Tahun, maksimal
20.00%, minimal 16.50%.

2003 Obligasi X 27 Juni 2003 400 Miliar Bunga Seri A 12.93% per
Tahun tetap jangka waktu 8
dan Tahun.
11 Juli 2011 Seri B 11 Juli 2018 jangka
waktu 15 Tahun tingkat
bunga 13.125% per Tahun
tetap untuk Tahun pertama
sampai dengan Tahun ke3,
selanjutnya Tahun ke4 s/d
Tahun ke15 mengambang
berdasarkan bunga SBI
berjangka 3 Bulan ditambah
premi 1.00% per Tahun,
maksimum 15.50%,
minimum 10.50%.

2006 Obligasi XI 23 Mei 2006 500 Miliar Bunga Seri A 13.10% per
Tahun tetap jangka waktu 10
dan Tahun.
23 Mei 2016 Seri B jangka waktu 10
Tahun tingkat bunga 13.10%
per Tahun tetap untuk Tahun
pertama, selanjutnya Tahun
ke2 s/d Tahun ke10
mengambang berdasarkan
tingkat bunga SBI berjangka
1 Bulan ditambah premi
1.25% per Tahun, maksimum
16.00%, minimum 10.00%.

2007 Obligasi XII 4 September 2007 600 Miliar Bunga Seri A 10.025% per
dan Tahun tetap jangka waktu 10
4 September 2017 Tahun.

Seri B jangka waktu 10


Tahun tingkat bunga
10.025% per Tahun tetap
untuk Tahun pertama,
selanjutnya Tahun ke2 s/d
Tahun ke10 mengambang
berdasarkan tingkat bunga
SBI berjangka 1 Bulan
ditambah premi 1% per
Tahun, maksimum 12.00%,
minimum 8.00%.

2009 Obligasi XIII 1 Juli 2009, 1.500 Miliar Bunga Seri A1, tingkat
bunga tetap 11.675% per
1 Juli 2014, Tahun untuk Tahun pertama
1 Juli 2017, sampai Tahun ke5. Jangka
waktu 5 Tahun dengan
dan jumlah Rp 350 miliar.
1 Juli 2019 Seri A2, tingkat bunga tetap
11.675% per Tahun untuk
Tahun pertama dan bunga
mengambang untuk Tahun
ke2 sampai Tahun ke5 yang
besarnya berdasarkan tingkat
bunga SBI berjangka waktu 1
Bulan ditambah premi 3% per
Tahun dengan batas atas 13%
dan batas bawah 10%. Jangka
waktu 5 Tahun dengan
jumlah Rp 100 miliar.

Seri B tingkat bunga tetap


12.650% per Tahun untuk
Tahun pertama sampai Tahun
ke8. Jangka waktu 8 Tahun
dengan jumlah Rp 650 miliar.

Seri C tingkat bunga tetap


12.875% per Tahun untuk
Tahun pertama sampai Tahun
ke10. Jangka waktu 10 Tahun
dengan jumlah Rp 400 miliar.

Wali amanat atas seluruh obligasi yang diterbitkan oleh Perum Pegadaian tersebut
adalah PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

2. ORGANISASI DAN TATA KERJA


Perusahaan pegadaian secara teknis berada di bawah Departemen Keuangan.
Secara operasional pengawasan kerja yang dilakukan oleh Ditjen Moneter meliputi
proses penilaian dan pengesahan rencana kerja dan anggaran perusahaan, pemberian
izin investasi, penarikan kredit dan pelepasan kekayaan milik perusahaan, penilaian
laporan keuangan, dan kinerja manajemen serta kinerja perusahaan. Sedangkan
pembinaan dan pengawasan dilakukan oleh Sekretariat Jendral Departemen Keuangan
meliputi penentuan struktur organisasi, perubahan, dan tata kerja perusahaan, segala
sesuatu tentang kepegawaian/personalia misal pengangkatan pegawai, kenaikan
pangkat, dan penetapan jabatan dan formasi kepegawaian.
Bentuk hukum BUMN Perjan mengharuskan semua pegawai berstatus pegawai
negeri, termasuk organisasi, tata kerja, dan pola penggajian. Struktur organisasi
manajemen pimpinan terdiri atas seorang direktur utama dibantu oleh 3 direktur, masing
– masing direktur keuangan, direktur perencanaan dan pengembangan, serta direktur
umum.
Kegiatan operasional di daerah dilakukan oleh kepala daerah inspeksi Perjan
Pegadaian yang mengoordinasi beberapa puluh kantor cabang. Kepala kantor daerah
inspeksi dibantu oleh beberapa kantor daerah pemeriksa bila tempatnya agak jauh dan
terpisah. Semua kegiatan kantor cabang dimonitor secara langsung oleh kantor pusat
dalam pencarian dana, penyaluran kredit, plafon kredit, serta bentuk jaminan yang boleh
digunakan. Pemupukan dana hanya dilakukan oleh kantor pusat yang kemudian
mendistribusikan ke kantor cabang yang memerlukan. Penilaian kinerja kantor cabang
dilakukan secara berkala dengan mewajibkan mereka menyampaikan laporan kegiatan
dan keuangan ke kantor pusat.
1) Struktur Organisasi Pegadaian Tingkat Cabang
Mengenai pokok – pokok pengaturan kegiatan kerja antara lain sebagai berikut.
Kepala pegadaian pusat berwenang menentukan besarnya plafon kredit, tingkat
bunga (sewa) modal yang dibebankan kepada para nasabah penggadai, jangka
waktu pinjaman, jenis barang bergerak yang dapat digadaikan, serta standar nilai
taksiran dan cara penebusan tata – tata cara lelang. Pejabat pamong praja (bupati
atau wedana) ikut mengawasi kegiatan kepala cabang dan usaha pegadaian negeri.
Berikut ini adalah gambar struktur organisasi pegadaian di tingkat cabang.
Berdasarkan struktural organisasi tersebut, kantor cabang Perum Pegadaian
mempunyai bentuk organisasi staf dan garis, yang dalam hal ini para asisten
manajer berfungsi sebagai staf manajer, sedangkan manajer bertanggung jawab
langsung kepada pimpinan wilayah.

3. TUGAS DAN FUNGSI POKOK


Berdasarkan Keputusan Direksi Perum Pegadaian Nomor OPP.2/67/5 Tahun 1998
tentang Pedoman Operasional Kantor Cabang Perum Pegadaian menyatakan bahwa
Manajer Kantor Cabang mempunyai tugas pokok yaitu Menyalurkan Uang Pinjaman
berdasarkan hukum gadai kepada masyarakat bertujuan untuk:
1) Turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama golongan menengah ke
bawah melalui penyediaan dana atas dasar hukum gadai dan jasa di bidang
keuangan lainnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang – undangan yang
berlaku,
2) Menghindarkan masyarakat dari gadai gelap, praktik riba, dan pinjaman tidak wajar
lainnya.
Dengan mengindahkan prinsip – prinsip ekonomi serta terjaminnya keselamatan
kekayaan negara, perusahaan menyelenggarakan usaha sebagai berikut:
1) Penyaluran pinjaman atas dasar hukum gadai,
2) Penyaluran uang pinjaman berdasarkan jaminan fidusia (kepercayaan), pelayanan
jasa titipan, pelayanan jasa sertifikasi logam mulia dan batu adi, serta usaha lainnya
yang dapat menunjang tercapainya maksud dan tujuan perusahaan dengan
persetujuan Menteri Keuangan.
Selain penyaluran pinjaman atas dasar hukum gadai, perusahaan menjalankan usaha
jasa gadai syariah (rahn), sejak tanggal 10 Januari 2003.
Untuk dapat melaksanakan tugas pokok tersebut Manajer Kantor Cabang memiliki
fungsi – fungsi sebagai berikut:
1) Pemberi Kredit
Manajer Kantor Cabang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan operasional
Pemberian Kredit atas dasar hukum gadai dan melaksanakan usaha – usaha lainnya
serta mewakili kepentingan perusahaan dalam hubungan dengan pihak lainnya atau
masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku dalam rangka melaksanakan misi
perusahaan.
2) Penaksir Barang Jaminan
Karyawan kantor cabang yang ditugaskan sebagai penaksir barang jaminan,
memberikan pelayanan dalam bentuk jasa kepada nasabahnya, yaitu dengan
melakukan penilaian terhadap barang jaminan yang akan digunakan untuk meminta
jaminan.
Hasil penilaian ini kemudian digunakan untuk menentukan besar kecilnya
jumlah pinjaman yang dapat diterima oleh nasabah pemilik barang jaminan. Hasil
penilaian dan penentuan besar kecilnya jumlah pinjaman yang dapat diterima oleh
nasabah kemudian ditulis dalam Surat Bukti Kredit (SBK) yang selanjutnya
diserahkan kepada nasabah untuk bahan pengambilan uang pinjaman kepada kasir.
1) Kasir
Kasir sebagai petugas yang membayar uang pinjaman kepada nasabah,
mencatat setiap pembayaran pinjaman, serta selanjutnya dilaporkan kepada petugas
Tata Usaha dan Akuntansi yang akan digunakan sebagai bahan laporan keuangan.
2) Penjaga Gudang
Penjaga gudang yaitu petugas yang melaksanakan tugas menerima,
menyimpan, dan memelihara, serta mengeluarkan kembali setiap ada pelunasan
barang jaminan gudang.
3) Penyimpan Barang Jaminan Emas
Petugas penyimpan barang jaminan emas yaitu petugas yang melaksanakan
tugas menerima, menyimpan, dan memelihara serta mengeluarkan kembali setiap
ada pelunasan barang jaminan emas.
4) Petugas Tata Usaha
Petugas tata usaha melakukan tugas – tugas penyusunan akuntansi penyaluran
laporan keuangan hasil pelaksanaan kegiatan penyaluran kredit.
4. KEGIATAN USAHA
1) Pinjaman Usaha Gadai
Pinjaman yang diberikan dikelompokkan sesuai dengan besarnya pinjaman
(pagu kredit), masing – masing berdasarkan nilai taksiran barang jaminan yang
bersangkutan.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 349/OP.1.00211/2004 tanggal 29
September 2004 tentang Penyesuaian Tarif Sewa Modal, yang mulai berlaku
tanggal 01 Oktober 2004, selanjutnya diubah dengan Surat Keputusan Direksi No.
1024/UI.I.00211/2006 tanggal 29 Desember 2006 ditetapkan tarif sewa modal baru
(penurunan) yang berlaku mulai 1 Januari 2007 dan diubah kembali dengan Surat
Keputusan Direksi No. 56/UI.I.00211/2008 tanggal 30 Januari 2008 ditetapkan tarif
sewa modal baru (penurunan) yang berlaku mulai 1 Februari 2008 tarif sewa modal
ditetapkan sebagai berikut.
Tarif Sewa Modal Pegadaian
Tarif Sewa Modal
Gol Jangka
Pagu 2008 2009
Pinja Waktu
Kredit Per 15 Per 15
man Max Max Kredit
Hari Hari
A 20.000 – 150.000 0.75% 6% 0.75% 6% 120 hari

B 151.000 – 500.000 1.20% 9.60% 1.20% 9.60% 120 hari

C1 505.000 – 1.000.000 1.30% 10.40% 1.30% 10.40% 120 hari

C2 1.010.000 – 20.000.000 1.30% 10.40% 1.30% 10.40% 120 hari

D1 20.050.000 – 50.000.000 1% 8% 1% 8% 120 hari

D2 50.100.000 – 200.000.000 1% 8% 1% 8% 120 hari

Selama tahun 2009 perusahaan tidak melakukan penyesuaian tarif sewa modal.
Selain pengenaan sewa modal, kepada nasabah dikenakan biaya administrasi.
Besarnya biaya administrasi ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.
348/OP.1.00211/2004 tanggal 29 September 2004 tentang Penyesuaian Tarif Biaya
Administrasi yang mulai berlaku tanggal 1 Oktober 2004, setiap pemberian kredit
dikenakan biaya administrasi seperti yang dapat dilihat pada tabel Tarif Sewa
Modal Pengadaian.
Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 312/UI.3.00213/2007
tanggal 09 Mei 2007 dan Surat Edaran Direksi No. 32/UI.3.00213/2007 tanggal 7
Juni 2007 tentang Perubahan Tarif Biaya Administrasi Ulang Gadai yang mulai
berlaku tanggal 1 Juli 2007, pengenaan biaya administrasi dibedakan antara gadai
baru dan ulang gadai seperti yang dapat dilihat pada tabel Tarif Biaya Administrasi
Ulang Gadai.
Berdasarkan SE No. 49/OP.1.00211/2004 tanggal 11 Oktober 2004, besarnya
persentase uang pinjaman terhadap taksiran nilai barang jaminan yang mulai
berlaku tanggal 1 Oktober 2004, terakhir berdasarkan SE No. 06/UI.1.00211/2008,
tanggal 30 Januari 2008 sebagai berikut.
1) Golongan A 95% dari nilai taksiran,
2) Golongan B 92% dari nilai taksiran,
3) Golongan C 91% dari nilai taksiran,
4) Golongan D 93% dari nilai taksiran.
Tarif Biaya Administrasi Pegadaian
No. Golongan Pinjaman Tarif Biaya Administrasi (Rp)
1 AKN 1% dari UP

2 AK 1% dari UP

3 AG 1% dari UP

4 BK 1% dari UP

5 BG 1% dari UP

6 CK1 1% dari UP

7 CG1 1% dari UP

8 C2 1% dari UP

9 D1 dan D2 1% dari UP

10 D1 dan D2 Mobil 1% dari UP, Minimum Rp 50.000,-

Tarif Biaya Administrasi Ulang Gadai


Gadai Baru
No. Kredit Lama Berlanjut Tarif Biaya Administrasi (Rp)
1 Semua Golongan (A, B, C, dan D) 1% dari UP

2 Khusus Barang Jaminan Mobil 1% dari UP Minimal Rp 50.000,-

Ulang Gadai
No. Kredit Lama Berlanjut Tarif Biaya Administrasi (Rp)
1 1 – 30 hari 0.2% dari UP

2 31 – 60 hari 0.4% dari UP


3 61 – 90 hari 0.6% dari UP

4 91 – 120 hari 0.8% dari UP

2) Usaha Syariah
Berdasarkan Surat Edaran Direksi No. 27/US1.00/2005 tanggal 26 Juli 2005
tentang Perubahan Biaya Administrasi Gadai Syariah yang mulai berlaku sejak
tanggal 26 Juli 2005, dan Surat Edaran Direksi No. 22/US.1.00/2005 tanggal 26
Mei 2005 tentang Perubahan Tarif Ijaroh dan Diskon yang mulai berlaku sejak
tanggal 26 Mei 2005, plafon marhun bih dan biaya administrasi ditetapkan sebagai
berikut.
Tarif Biaya Administrasi Gadai Syariah
Tarif Biaya
Golongan Plafon Marhun Bih (Rp) Jangka Waktu
Administrasi (Rp)
A 20.000 – 150.000 500 120 hari

B 151.000 – 500.000 3.000 120 hari

C 501.000 – 1.000.000 5.000 120 hari

D 1.005.000 – 5.000.000 10.000 120 hari

E 5.010.000 – 10.000.000 15.000 120 hari

F 10.050.000 – 20.000.000 25.000 120 hari

G 20.100.000 – 50.000.000 30.000 120 hari

H 50.100.000 – 200.000.000 30.000 120 hari

Tarif Ijaroh dan Diskon

Besarnya Marhun Tarif Ijaroh Setelah Diskon (Rp)


Diskon x
Bih Elektronik dan Kendaraan
Tarif Kantong
P/N Alat RT Bermotor
>85% x Taks - 85 90 95

80% - 84% x Taks 5% 81 86 90

75% - 79% x Taks 10% 77 81 86

70% - 74% x Taks 15% 72 77 81

65% - 69% x Taks 20% 68 72 76


60% - 64% x Taks 25% 64 68 71

55% - 59% x Taks 30% 60 63 67

50% - 54% x Taks 35% 55 59 62

45% - 49% x Taks 40% 51 54 57

40% - 44% x Taks 45% 47 50 52

35% - 39% x Taks 50% 43 45 48

25% - 29% x Taks 60% 34 36 38

20% - 24% x Taks 65% 30 32 33

15% - 19% x Taks 70% 26 27 29

10% - 14% x Taks 75% 21 23 24

< 10% x Taks 80% 17 18 19

Perhitungan Ijaroh (jasa simpan) adalah sebagai berikut.


Taksiran x Tarif Ijaroh Setelah Diskon x Jangka Waktu
Rp 10.000 10 hari
Berdasarkan Surat Edaran Direksi No. 64/US.1.00/2006 tanggal 15 Desember
2006 tentang Perubahan Biaya Administrasi yang mulai berlaku sejak tanggal 1
Januari 2007, biaya administrasi ditetapkan sebagai berikut.
Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 141/US.1.00/2007 tanggal
1 Agustus 2007 dan Surat Edaran Direksi No. 44/US.1.00/2007 tanggal 24 Agustus
2007 tentang Diskon Biaya Administrasi Ulang Rahn (Ulang Gadai), sehingga
biaya administrasi setelah diskon untuk Ulang Rahn menjadi sebagai berikut.
Berdasarkan Surat Edaran No. 19/US.1.00/2008 terdapat penambahan
golongan Marhun Bih dengan plafon < 14% dari taksiran dan ditetapkan sebagai
Golongan I.

5. PRODUK UNIT LAYANAN


1) Kredit Cepat Aman
Kredit Cepat Aman atau KCA adalah pinjaman berdasarkan hukum gadai
dengan prosedur pelayanan yang mudah, aman, cepat. Barang jaminan yang
menjadi agunan meliputi perhiasan emas/permata, kendaraan bermotor (mobil
dan sepeda motor), elektronik, kain, dan alat rumah tangga.
Tarif Biaya Administrasi Marhun Bih
Golongan Plafon Marhun Bih (Rp) Tarif Biaya Jangka Waktu
Administrasi (Rp)
A 20.000 – 150.000 1.000 120 hari

B 151.000 – 500.000 5.000 120 hari

C 501.000 – 1.000.000 8.000 120 hari

D 1.005.000 – 5.000.000 16.000 120 hari

E 5.010.000 – 10.000.000 25.000 120 hari

F 10.050.000 – 20.000.000 40.000 120 hari

G 20.100.000 – 50.000.000 50.000 120 hari

H 50.100.000 – 200.000.000 60.000 120 hari

Tarif Diskon Biaya Administrasi Ulang Rahn


Tarif Biaya Tarif Ijaroh Setelah Diskon Untuk
Gol Ulang Rahn (Rp)
Plafon Marhun Bih Admin.
ong
(Rp) 1 - 30 31 - 60 61 - 90 91 - 120
an Rahn Baru
(Rp) Hari Hari Hari Hari
A 20.000 – 150.000 1.000 500 600 700 800

B 151.000 – 500.000 5.000 2.500 3.000 3.500 4.000

C 501.000 – 1.000.000 8.000 4.000 4.800 5.600 6.400

D 1.005.000 – 5.000.000 16.000 8.000 9.600 11.200 12.800

E 5.010.000 – 10.000.000 25.000 12.500 15.000 17.500 20.000

F 10.050.000 – 20.000.000 40.000 20.000 24.000 28.000 32.000

G 20.100.000 – 50.000.000 50.000 25.000 30.000 35.000 40.000

H 50.100.000 – 200.000.000 60.000 30.000 36.000 42.000 48.000

2) Jasa Taksiran
Jasa taksiran adalah pemberian pelayanan kepada masyarakat yang ingin
mengetahui seberapa besar nilai sesungguhnya dari barang yang dimiliki seperti
emas, berlian, batu permata, dan lain – lain.
3) Jasa Titipan
Jasa titipan adalah pemberian pelayanan kepada masyarakat yang ingin
menitipkan barang – barang atau surat berharga yang dimiliki terutama bagi
orang – orang yang akan pergi meninggalkan rumah dalam waktu lama,
misalnya menunaikan ibadah haji, pergi keluar kota, atau mahasiswa yang
sedang berlibur.
4) Kreasi
Kreasi atau Kredit Angsuran Fidusia merupakan pemberian pinjaman
kepada para pengusaha mikro – kecil (dalam rangka pengembangan usaha)
dengan kontruksi pinjaman secara fidusia dan pengembalian pinjamannya
dilakukan melalui angsuran. Kredit Kreasi merupakan modifikasi dari produk
lama yang sebelumnya dikenal dengan nama Kredit Kelayakan Usaha
Pegadaian.
5) Krasida
Krasida atau Kredit Angsuran Sistem Gadai merupakan pemberian pinjaman
kepada para pengusaha mikro – kecil (dalam rangka pengembangan usaha) atas
dasar gadai yang pengambilan pinjamannya dilakukan melalui angsuran.
Besaran uang pinjaman Kredit Kreasi berdasarkan Surat Edaran Direksi
No. 61/US.2.00/2006 tanggal 13 Desember 2006 maksimum kredit kreasi sebesar
Rp 100.000.000,- per nasabah, sedangkan Krasida terakhir ditetapkan berdasarkan
Surat Keputusan Direksi No. 190/US.2.00/2006 tanggal 28 September 2006, batas
minimum uang pinjaman kredit krasida sebesar Rp 20.000.000,- per nasabah.
Secara umum Kreasi dan Krasida mempunyai kemiripan dalam hal
pelaksanaan operasionalnya yang secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut.
Uraian Kreasi Krasida
Tujuan kredit Produktif Produktif

Waktu pelayanan 3 hari 1 – 2 jam

Tarif sewa modal 10.80% / tahun flat 10.80% / tahun flat

Biaya administrasi 1% dari Uang Pinjaman 1% dari Uang Pinjaman

Notaris, Akta Fidusia, Cek Fisik, Materai dan cek fisik untuk
Biaya lainnya
Asuransi, Materai kendaraan bermotor

Perhiasan emas dan kendaraan


Jenis BJ BPKB kendaraan bermotor
bermotor

Dipakai nasabah sebagai alat


Penyimpanan BJ Disimpan di pegadaian
produksi

Besarnya pinjaman 70% dari nilai agunan 95% dari nilai agunan

Jangka waktu kredit 12 – 36 bulan 12 – 36 bulan

Cara pelunasan Angsuran tetap Angsuran tetap


6) Kresna
Kresna atau Kredit Serba Guna merupakan pemberian pinjaman kepada
pegawai/karyawan dalam rangka kegiatan produktif/konsumtif dengan
pengembalian secara angsuran. Kredit Kresna merupakan modifikasi dari produk
lama yaitu kredit untuk pegawai (Golongan E).
7) Jasa Lelang
Perum pegadaian memiliki satu anak perusahaan PT. Balai Lelang Artha
Gasia dengan komposisi kepemilikan saham 99.99% (Perum Pegadaian) dan
0.01% (Deddy Kusdedi). PT. Balai Lelang Artha Gasia bergerak di bidang jasa
lelang dengan maksud menyelenggarakan penjualan di muka umum secara
lelang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Krista (Kredit Usaha Rumah Tangga) merupakan pinjaman (kredit) dalam
jangka waktu 12 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan yang diberikan oleh Perum
Pegadaian kepada usaha rumah tangga sangat mikro (gurem) yang membutuhkan
dana dalam bentuk pinjaman modal kerja.
Besaran uang pinjaman Kredit Krista berdasarkan Surat Edaran Direksi No.
91/UL.2.00.222/2008 tanggal 24 Desember 2008 maksimum kredit Krista Rp
5.000.000,- terakhir ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.
65/UL.2.00.22.2/2009 tanggal 24 Agustus 2009, batas maksimum uang pinjaman
kredit Krista sebesar Rp 8.000.000,- per nasabah. Secara umum pelaksanaan
operasional Krista sebagai berikut.
Uraian Krista
Tujuan Kredit Produktif

Waktu Pelayanan 1 – 3 hari

Tarif Sewa Modal 12% per tahun flat

Biaya Administrasi 1% dari Uang Pinjaman

Biaya Lainnya Asuransi, materai

Jenis Barang Jaminan Tanpa barang jaminan

Berdasarkan kelayakan usaha dan disyaratkan


Besarnya pinjaman mempunyai agunan minimal sebesar 20% dari
pinjaman

Jangka Waktu Kredit 12, 24, dan 36 bulan

Cara Pelunasan Angsuran tetap


8) Kredit Perumahan Swadaya
Kredit Perumahan Swadaya (Kremada) adalah kredit yang diberikan kepada
Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang hanya dimanfaatkan untuk
perumahan yang mencakup perbaikan rumah, pembangunan rumah, dan perbaikan
lingkungan perumahan. Dana berasal dari pemerintah (Kementrian Negara
Perumahan Rakyat). Penyaluran kredit ini ditetapkan dengan Surat Keputusan
Direksi No. 062/UL.2.00.22.2/2006 tanggal 7 Desember 2006 tentang Penyaluran
Kredit Perumahan Swadaya (Kremada).

9) Kredit Serba Guna


Kredit Serba Guna (Kresna) merupakan pemberian pinjaman kepada
pegawai/karyawan dalam rangka kegiatan produktif/konsumtif dengan pengembalian
secara angsuran. Besar pinjaman disesuaikan dengan jumlah penghasilan masing –
masing pegawai (kemampuan mengangsur) sehingga tidak terlalu memberatkan
likuiditas bulanan pegawai, sedangkan jangka waktu kredit maksimum 36 bulan.
Batas maksimum Uang Pinjaman dan jangka waktu kredit diatur SK Direksi No.
213/US.2.00/2006 tanggal 29 November 2006.
Adapun tingkat bunga pinjaman adalah 12% per tahun flat. Tarif sewa modal
Kresna ditetapkan melalui SK Direksi No. 212/US.2.00/2006 tanggal 26 November
2006. SK Direksi No. 13/UL.3.00.22.3/03 tanggal 26 Januari 2004 ditetapkan Biaya
Administrasi Kresna sebesar 0.5% dari pinjaman yang mulai berlaku sejak 1 Januari
2004.

10) Kredit Tunda Jual Gabah (PYD Golongan G)


Kredit Tunda Jual Gabah (KTJG) merupakan kredit yang diberikan kepada
petani atas dasar hukum gadai melalui agen – agen yang ditunjuk Perum Pegadaian
dengan barang jaminan berupa gabah kering giling. Tujuan pemberian KTJG adalah
untuk membantu petani dalam memenuhi kebutuhan dana untuk melakukan
pengolahan sawahnya mengingat belum diperolehnya dana dari hasil penjualan
produk gabah yang sengaja ditunda penjualannya sambil menunggu kenaikan harga
gabah yang cenderung menurun setelah panen.

11) Unit Gadai Efek


Berdasarkan SK Direksi No. 23/UL.3.0022.3/2007 tanggal 2 April 2007 tentang
Unit Gadai Efek, telah dibentuk unit usaha baru yang bergerak di bidang pelayanan
gadai dengan Barang Jaminan Saham/Efek. Unit usaha baru ini berkedudukan di
Kantor Pusat Perum Pegadaian Jl. Kramat Raya No. 162 Jakarta.
Uraian Gadai Efek
Tujuan Kredit Produktif

Waktu Pelayanan 1-2 hari


Tarif Sewa Modal Harian, minimal 15 hari

Biaya Administrasi 0.125% per jangka waktu 90 hari

Biaya Lainnya Materai

Jenis BJ Saham dalam LQ 45, per transaksi untuk 1 jenis saham

Per Transaksi Minimum Rp 50.000.000,- & Maksimum Rp


Plafon Pinjaman 50.000.000.000,- dihitung paling banyak 50% dari harga pasar saham
(closing price 1 hari sebelumnya)

Nasabah Institusi atau perorangan

Jangka Waktu Kredit 90 hari

Top Up Call 65%

Eksekusi 80%

SK Direksi No. 44E/UL.3.0022 3/2007 tanggal 9 Juni 2007 tentang Batas


Kewenangan Dalam Penetapan dan Pemutusan Uang Pinjaman, menetapkan anggota
– anggota Komite Pemutus Kredit serta ditetapkannya batas – batas wewenang
masing – masing atas besaran UP yang dapat diputuskan. Secara umum pelaksanaan
Gadai Efek sebagai berikut.
Berdasarkan Surat Direktur Pengembangan Usaha No. 91/LB.1.00/2008 tanggal
2 Desember 2008 penyaluran kredit gadai efek dihentikan sampai ada keputusan
Direksi lebih lanjut.
12) Kucica
Kiriman Uang Cara Instan Cepat dan Aman (Kucica) adalah jasa pengiriman
uang, bekerja sama dengan Western Union, perusahaan yang memiliki jaringan luas,
yang berkedudukan di Kanada. Pada SE.54/UL.2.00.22.2/2007 tanggal 11 Oktober
2007 tentang Pelaksanaan Jasa Pengiriman Uang di Kantor Cabang Perum
Pegadaian, menetapkan dimulainya operasi Jasa Kucica serta berlakunya Pedoman
Operasional Kucica.

13) Arrum
SK Direksi No. 01/US.2.00/2008 tanggal 31 Januari 2008 tentang Pemberlakuan
PO Arrum dan No. 03/US.2.00/2008 tanggal 31 Januari 2008 tentang Batas
Minimum dan Maksimum nilai pembiayaan Arrum menyatakan mulai beroperasinya
jasa kredit Arrum dengan jaminan fidusia, maksimum uang pinjaman Rp
50.000.000,- dengan masa kredit maksimum 36 bulan. Pasarnya adalah para
pengusaha mikro yang menginginkan dasar syariah. Biaya administrasi Arrum adalah
sebagai berikut.
Jenis Barang Jaminan Biaya Administrasi
Sepeda Motor/Scooter 70.000
Mobil 200.000

Sedangkan tarif Ijaroh dihitung dengan rumus sebagai berikut.


Ijaroh = Taksiran x Rp 700 x Jangka Waktu (Bulan)
Rp 100.000
14) Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi
Berdasarkan SK Direksi No. 54/LB.1.00/2008 tentang Pembiayaan Murabahah
Logam Mulia untuk Investasi Abadi (MULIA) tanggal 25 September 2008, produk
yang disebut MULIA ini diluncurkan dan mulai dioperasionalkan pada tanggal 28
Oktober 2008. Pembiayaan MULIA adalah pembiayaan emas batangan kepada
nasabah dengan pola angsuran untuk jangka waktu tertentu dengan prinsip syariah.
Emas batangan yang dibiayai oleh pembiayaan MULIA adalah emas batangan
bersertifikat internasional (LBMA – London Bullion Market Asosiation) dengan
jenis/varian unit 5 gram, unit 10 gram, unit 25 gram, unit 50 gram, unit 100 gram,
unit 250 gram, dan unit 1.000 gram.
Pembiayaan murabahah ini mengenakan margin atas setiap transaksi
berdasarkan jangka waktu pembiayaan. Margin atas transaksi pembiayaan
murabahah tersebut diatur dalam Surat Edaran Direksi No. 16/US.100/2009 perihal
jangka waktu, uang muka dan margin pembiayaan MULIA. Berikut penetapan
Margin Pembiayaan MULIA:

Jangka Waktu Uang Muka Margin dalam % Margin dalam %


1 bulan >20 – 100 3.00

3 bulan >25 – 30 3.50

>30 – 40 3.25

>40 – 50 3.25

>50 – 60 3.00

>60 – 70 3.00

>70 – 80 2.90

>80 – 90 2.80

>90 – 100 2.50

6 bulan >25 – 30 6.00

>30 – 40 5.90

>40 – 50 5.80

>50 – 60 5.70
>60 – 70 5.60

>70 – 80 5.50

>80 – 90 5.00

>90 – 100 4.00

12 bulan >30 – 40 12.00

>40 – 50 11.50

>50 – 60 11.00

>60 – 70 10.50

>70 – 80 10.00

>80 – 90 8.50

>90 – 100 7.00

18 bulan >35 – 40 18.00

>40 – 50 17.00

>50 – 60 16.00

>60 – 70 15.00

>70 – 80 13.30

>80 – 90 11.00

>90 – 100 7.00

24 bulan >40 – 50 22.00

>50 – 60 20.50

>60 – 70 18.50

>70 – 80 16.00

>80 – 90 12.50

>90 – 100 7.80

36 bulan >45 – 50 29.00

>50 – 60 28.50

>60 – 70 24.00

>70 – 80 20.00

>80 – 90 15.00

>90 – 100 8.60


15) Galeri
Melayani jual dan beli perhiasan (emas, berlian, dan perak) dengan
dilampiri sertifikat jaminan. Pada dasarnya hampir semua barang bergerak dapat
digadaikan, kecuali barang – barang milik pemerintah/ABRI, binatang ternak
dan hasil bumi, barang – barang yang cepat rusak (susut atau busuk) karena
proses kimiawi atau alami, kendaraan roda empat (mobil), serta barang – barang
semi yang nilainya relatif sukar ditentukan. Setiap barang yang digadaikan harus
ditaksir nilainya lebih dahulu untuk menentukan jumlah pinjaman yang dapat
diberikan.
Hal ini dilakukan dengan cara melihat contoh barang yang sama dan
perkembangan harga di pasaran misalnya untuk kain (sandang), barang – barang
elektronik pecah belah. Cara lain adalah mengetes dengan jarum penguji, alat
timbang atau alat ukur (misalnya untuk emas dan permata serta barang perhiasan
lainnya, guna melihat keaslian kadar atau karatnya). Penaksiran ini harus
dilakukan oleh pejabat penaksir yang ditunjuk dan dididik serta dilatih khusus
untuk tugas tersebut. Untuk mendapatkan taksiran yang wajar maka penaksiran
dilakukan secara berganda, yaitu mula – mula oleh penaksir di depan loket, oleh
pejabat kuasa pemutus kredit, dan akhirnya oleh kepala cabang.
Agar barang gadai dapat dijual bilamana nasabah tidak mampu bersedia
melunasi pinjaman, maka Perum Pegadaian menentukan pedoman standar
taksiran tertinggi yang dapat ditetapkan oleh kantor cabang pegadaian sebagai
berikut dinyatakan dalam persentase: Permata dari logam ash sebesar 80%,
tekstil (sandang) sebesar 70%, jam dan kendaraan bermotor sebesar 60%, barang
– barang elektronik sebesar 50%, dan untuk barang – barang lain sebesar 70%.
Jumlah pinjaman yang dapat diberikan adalah antara 80 sampai 90% dari
nilai taksiran. Rendahnya nilai taksiran relatif dibanding dengan harga pasar
setempat disebabkan oleh kemungkinan rusaknya barang tersebut selama
digadaikan, keusangan, serta perubahan mode dan teknologi.
Sesuai dengan tujuan usaha pegadaian yaitu untuk membantu masyarakat
kecil/menengah agar jangan sampai terlibat praktik rentenir, riba, dan gadai
gelap, maka plafon pinjaman serta tingkat sewa modal (bunga) yang diberikan
dibatasi.
Sumber pemupukan dana di Perum Pegadaian sebagian berasal dari
pelimpahan kekayaan Rumah Gadai Negeri dulu terutama untuk tanah dan
bangunan, serta nilai uang pinjaman yang terikat pada nasabah. Untuk kebutuhan
modal kerja, sumber dana berasal dari dana sendiri yaitu dari saldo uang
pinjaman yang belum jatuh tempo, akumulasi surplus atau laba setiap tahun,
disamping juga sejumlah kecil tambahan modal dari pemerintah sewaktu terjadi
pemotongan nilai uang. Pemupukan dana dari luar bersumber dari pinjaman
lunak dari Bank Indonesia atas jaminan Menteri Keuangan, dengan tingkat
bunga 10% per tahun. Pinjaman ini bersifat kredit berulang setiap tahun.
Walau usianya sudah mencapai 100 tahun pada 1 April 2001, Pegadaian
baru sepuluh tahun menjadi perusahaan yang business oriented – setelah keluar
PP 10/1990. Ketika sektor perbankan pelit mengucurkan kredit, Pegadaian
menjadi alternatif. Pada akhir tahun 2000 Pegadaian dapat mengucurkan kredit
mencapai Rp 4.23 triliun yang dilemparkan ke masyarakat. Labanya sebesar Rp
64.72 miliar – predikatnya sehat sekali. Agar lebih bisa optimal dalam menggali
potensi bisnisnya, Pegadaian mengusulkan pada Departemen Keuangan untuk
mengubah status dari Perum menjadi Persero. Meski melayani 12 juta nasabah
sampai akhir tahun 2000, Pegadaian masih berjuang keras dalam mendapatkan
sumber dana.
6. MENGATASI MASALAH TANPA MASALAH
Pegadaian merupakan lembaga perkreditan tertua, dan telah dikenal masyarakat
Indonesia, khusunya bagi masyarakat berpenghasilan menengah kebawah. Pegadaian
dianggap sebagai the last lender (kreditur terakhir) untuk mendapatkan uang tunai.
Jika sudah tidak ada alternative sumber dana untuk kebutuhan yang mendadak,
masyarakat dapat langsung menerima uangnya. Dengan moto “Mengatasi Masalah
Tanpa Masalah” Pegadaian memang memberikan pinjaman tanpa menyulitkan si
peminjam. Nasabah cukup datang membawa barang agunan, setelah ditaksir dana
yang dibutuhkan bias langsung diterima (antara Rp.5.000- Rp.20 juta), dengan masa
pengembalian 120 hari.

Gol Jumlah uang Sewa Jangka Maksimum Lelang


pinjaman Rupiah Modal / 15 waktu hari bunga bulan ke
hari pelunasan
A 2.000-20.000 1,5% 7 bln 180 hari 8
B 20.500-40.000 1,5% 7 bln 180 hari 8
C 40.500-150.000 2,0% 4 bln 90 hari 5
D 150.500-300.000 2,0% 4 bln 90 hari 5

7. KANTOR CABANG
Untuk mengendalikan kegiatan operasional, kantor pusat dibantu oleh 13 kantor
wilayah dan 3.297 kantor operasional di lima wilayah atau pulau besar di Indonesia,
berdasarkan data terakhir tanggal 13 desember 2009. Kondisi ini dapat dilihat pada table
berikut :
Wilayah Kanwil Kantor Operasional
Pulau Sumatera 4 638
Pulau Jawa 5 1.655
Pulau Kalimantan 1 197
Pulau Bali dan Nusa Tenggara 1 281
Pulau Sulawesi,Maluku, dan Papua 2 516
Indonesia 13 3.297

8. PROSEDUR MEMPEROLEH PINJAMAN


Kredit yang diperoleh dari Perum Pegadaian pada umumnya dipergunakan untuk
menambah biaya produksi,modal kerja,biaya pendidikan, kebutuhan sehari-hari, dan lain-
lain. Nasabah datang ke kantor Pegadaian dengan membawa barang-barang jaminan.

Mayoritas barang jaminan terdiri dari perhiasan emas berlian (terutama di cabang-
cabang kota besar). Selebihnya adalah kendaraan roda dua dan mobil, barang elektronik,
serta peralatan rumah tangga lainnya. Barang jaminan diserahkan pada petugas penaksir,
setelah penaksir menghitung nilai barang jaminan lalu ke kasir untuk menerima kredit
yang diajukan. Penetapan uang pinjaman dapat mencapai 84%-89% dari nilai taksiran.

Petugas
Penaksir

Nasabah Kasir

9. PROSEDUR PENGEMBALIAN BARANG


Setiap saat uang pinjaman dapat dilunasi tanpa harus menunggu habisnya jangka
waktu. Proses pengembalian kredit sampai penerimaan kembali barang jaminan,
memakan waktu kurang lebih 15 menit serta tidak dikenakan pungutan lain kecuali sewa
modal dan biaya asuransi. Caranya,nasabah langsung membawa uang dan surat pinjaman
menemui kasir. Tidak lama kemudian petugas akan menyerahkan barang-barang yang
dijaminkan.
Kasir

Nasabah Pengeluaran
Barang

10. LELANG BARANG JAMINAN


Jika sampai batas waktu kredit nasabah tidak melunasi, mencicil atau
memperpanjang kredit, barang jaminan akan dilelang pada bulan ke 5. Pelelangan
dilaksanakan oleh pegadaian sendiri. Tanggal lelang diumumkan melalui papan
pengumuman dan media radio. Dalam hal barang jaminan telah dilelang, maka
nasabah masih berhak untuk menerima uang kelebihan yaitu hasil penjualan barang
lelang setelah dikurangi uang pinjaman + sewa modal dan biaya lelang. Apabila
kredit belum dapat dikembalikan pada waktunya, dapat diperpanjang dengan cara
dicicil atau digadai ulang. Kedua cara ini secara otomatis akan memperpanjang
jangka waktu kredit.

Jika setelah dilelang terjadi kelebihan maka uang kelebihan dapat diambil sesudah
pelelangan. Tenggang waktu pengambilan uang kelebihan ditentukan selama 1 (satu)
tahun setelah tanggal lelang. Apabila dalam waktu yang ditentukan tidak diambil
maka uang kelebihan (kadaluwarsa) akan menjadi milik perusahaan.

1.2 PERBEDAAN GADAI SYARIAH DAN GADAI KONVENSIONAL

Kegiatan gadai merupakan salah satu produk yang paling banyak diminati oleh
masyarakat terutama di awal tahun ajaran sekolah. Hal ini dikarenakan seseorang
bisa mendapatkan uang dengan cepat tanpa harus menjual barang atau perhiasan
yang ada.
Untuk saat ini gadai ada 2 macam, yaitu Gadai Syariah dan Gadai Konvensional.
Gadai sendiri memiliki pengertian (menurut KBBI) meminjam uang dalam batas
waktu tertentu dengan menyerahkan barang sebagai tanggungan, jika telah sampai
pada waktunya tidak ditebus, barang itu menjadi hak yang memberi pinjaman. Gadai
Syariah adalah sistem menjamin utang dengan barang yang dimiliki yang mana
memungkinkan untuk dapat dibayar dengan uang atau hasil penjualannya.
1) Perbedaan Gadai Syariah dan Gadai Konvensional
Produk gadai yang selama ini dikenal dan sering dilakukan adalah gadai
emas. Lalu, apa bedanya gadai syariah dan gadai konvensional? Sebelumnya,
bank syariah pernah sedikit menginformasikan terkait perbedaan keduanya di
Jenis Produk Bank Syariah. Namun, untuk lebih jelasnya berikut beberapa
perbedaan kedua sistem gadai.

2) Sistem Gadai Konvensional


a. Pegadaian konvensional pada umumnya tidak berbeda dengan yang
dilakukan oleh masyarakat selama ini. Kita kadang membawa barang yang
akan digadaikan yaitu emas,
b. Barang tersebut lalu ditaksir harganya dan diputuskan jumlah yang bisa
dipinjam,
c. Pinjaman ini dikenakan bunga misalnya 1.15% per 2 minggu, atau 2.3% per
bulan. Lalu menjadi 3.45% per 45 hari atau 4.6% per bulan dan seterusnya.
Bunga pinjaman ditentukan berdasarkan jumlah pinjaman dan jika nilai
pinjaman semakin besar, maka bunga yang dibebankan akan semakin besar,
d. Perhitungan biaya pinjaman ini dihitung setiap 15 hari, kemudian akan naik
di hari ke 16 dan seterusnya,
e. Masa penitipan gadai ini selama 4 bulan, bisa diperpanjang dengan
membayar biaya sewa modal,
f. Selanjutnya pinjaman ini diberlakukan tanggal jatuh tempo saat pinjaman
tersebut harus dilunasi,
g. Selain itu diberikan persyaratan bila tidak melunasi pinjaman beserta
bunganya, barang jaminan akan dilelang kepada siapapun hingga tanggal
tertentu.

3) Sistem Gadai Syariah


a. Sistem emas berbasis syariah, tidak memberlakukan sistem bunga. Pihak
pegadaian syariah tidak mengambil keuntungan dari sistem bunga pinjaman
maupun sistem bagi hasil,
b. Pegadaian syariah hanya mengambil keuntungan dari upah jasa
pemeliharaan barang jaminan,
c. Pegadaian konvensional menentukan bunga atau sewa modal berdasarkan
jumlah pinjaman yang diajukan. Sedangkan pegadaian syariah menentukan
besarnya pinjaman dan biaya pemeliharaan berdasarkan taksiran emas yang
digadaikan. Taksiran emas yang diperhitungkan antara lain adalah karatase
emas, volume serta berat emas yang digadaikan,
d. Biaya yang dikenakan juga merupakan biaya atas penitipan barang, bukan
biaya atas pinjaman, karena pinjaman yang mengambil untung itu tidak
diperbolehkan. Biaya penitipan barang jaminan meliputi biaya penjagaan,
biaya penggantian kehilangan, asuransi, gudang penyimpanan, dan
pengelolaan,
e. Oleh karenanya dalam pegadaian syariah ini terdapat akad, pinjam
meminjam dengan menyerahkan agunan (rahn) yang didalamnya
membolehkan biaya pemeliharaan atas barang jaminan (Mu’nah). Dalam
akad pinjam meminjam dengan menyerahkan agunan (rahn).
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Pegadaian merupakan lembaga perkreditan yang popular dikalangan masyarakat
Indonesia, khusunya bagi masyarakat berpenghasilan menengah kebawah. Pegadaian
dianggap sebagai the last lender (kreditur terakhir) untuk mendapatkan uang tunai. Jika
sudah tidak ada alternative sumber dana untuk kebutuhan yang mendadak, masyarakat
dapat langsung menerima uangnya.
DAFTAR PUSTAKA

Latumaerissa, Julius R. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Salemba Empat. Jakarta . 2011

Anda mungkin juga menyukai