Anda di halaman 1dari 7

INTRODUCTION TO ACCOUNTING

Tugas Kelompok ke-4


Week 10/ Sesi 15

Sumber: Weygandt,Kimmel,Kieso, (2013), Financial Accounting IFRS Edition, 2nd edition,


John Wiley and Sons Inc., New Jersey, chapter 1-14.
Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kas dan setara kas?
2. Sebut dan jelaskan komponen pada laporan arus kas?
3. Jelaskan kegunaan dari analisa vertikal, horizontal dan analisa industri?
4. Jelaskan kegunaan dari rasio likuiditas, profitabilitas dan solvabilitas?

Kasus:
1. Perusahaan PT NMO mempunyai catatan akun dan saldo sebagai berikut:

31-Des-17 31-Des-16
Cash 15.000 5.000
Account Receivable 42.000 63.000
Inventory 100.000 90.000
Account Payable 25.000 45.000
Notes Payable 15.000 30.000
Shareholder’s Equity 200.000 200.000
Retained Earning 65.000 50.500

Tambahan informasi sebagai berikut:


• Inventory Turnover 4.5x
• ROE: 22%
• Receivable turnover 8,8x
• ROA 20%
• Total asset per 31 Des 2016 adalah sebesar 292,500

ACCT6172 - Introduction to Accounting


Berdasarkan informasi diatas maka diminta untuk menghitung:
a. Beban Pokok Penjualan untuk 31 Des 2017
b. Penjualan Bersih (credit) untuk 31 Des 2017
c. Laba Bersih untuk 31 Des 2017
d. Total Aset untuk 31 Des 2017

2. Perusahaan PT STU mempunyai catatan akan transaksi sebagai berikut:

2016 2015
Cash 9.650 5.350
Account Receivable 9.100 11.700
Land 9.000 13.000
Building 35.000 35.000
Accumulated Depreciation -7.500 -5.000
Total 55.250 60.050

Account Payable 6.185 15.550


Shareholder’s Equity 37.500 34.500
Retained Earning 11.565 10.000
Total 55.250 60.050

Net income 12.815


Dividend 11.250
Land Sales 2.950

Berdasarkan informasi diatas kelompok Anda diminta untuk:


a. Membuat laporan arus kas per tahun 2016 dengan metode tidak langsung
b. Menghitung berapa Free Cash Flow

ACCT6172 - Introduction to Accounting


Jawaban:

Essay
1. Kas adalah uang tunai yang paling likuid sehingga pos ini biasanya ditempatkan pada urutan
teratas dari asset. Yang termasuk dalam akun kas adalah seluruh alat pembayaran yang dapat
digunakan dengan segera seperti uang kertas, uang logam, dan saldo rekening giro di bank. Yang
tidak termasuk dalam pengertian kas, baik menurut akuntansi dan perpajakan adalah:
a. Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan atau rollover
b. Perangko dan materai
c. Kas bon atau uang muka
d. Cek mundur dan cek kosong
Setara Kas adalah investasi yang sifatnya likuid, berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat
dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Pada
umumnya, hanya investasi dengan jatuh tempo asli tiga bulan atau kurang yang memenuhi syarat sebagai
setara kas. Deposito yang jatuh temponya kurang atau sama dengan tiga bulan dan tidak di perpanjang
terus-menerus (rollover) dapat dikategorikan sebagai setara kas.

2. Komponen dalam Laporan Arus Kas meliputi:


a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Kegiatan operasional bisnis tentu menyentuh hal-hal seperti kegiatan produksi, penjualan,
pengiriman produk, dan pengumpulan pembayaran dari pelanggan. Arus kas keluar di pos
ini dapat mencakup pembelian bahan baku, iklan, dan biaya pengiriman produk.
Pembayaran kepada pemasok, karyawan, dan pembayaran bunga, depresiasi dan amortisasi
juga termasuk dalam arus kas keluar. Sedangkan untuk arus kas masuk terdiri dari
penjualan barang dan jasa, penerimaan kas dari royalti, asuransi, penyewaan aset, dan
lainnya.
b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi

ACCT6172 - Introduction to Accounting


Pada pos ini, arus kas masuk maupun keluar yang terkait dengan investasi adalah seperti
pembelian dan penjualan aset tetap, instrumen utang dan ekuitas di pasar modal, dan item
terkait lainnya.

c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan


Di pos Ini akan menampilkan kegiatan yang membantu perusahaan dalam meningkatkan
modal dan membayar return investor. Arus kas pada pos ini terdiri dari pembayaran
dividen tunai, penerimaan kas dari penerbitan saham atau obligasi, pelunasan obligasi, dan
lainnya. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan menunjukkan kekuatan finansial perusahaan.
Tiga komponen utama dari Laporan Keuangan tersebut merupakan Laporan yang paling
esensial dan secara umum sering digunakan publik untuk keputusan bisnis. Walaupun
masih terdapat dua komponen Laporan Keuangan sisanya yaitu Laporan Perubahan Modal
dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Dengan memahami ketiga komponen
Laporan Keuangan tersebut, diharapkan manajemen, pemasok, kreditur, dan investor bisa
menerapkan rencana bisnis yang sehat dan mengikuti strategi yang layak secara finansial.

3. Analisis Horizontal (Horisontal analysis)


Analisa horizontal (Horisontal analysis), yang disebut juga analisis tren (Trend analysis), yang
merupakan suatu teknik untuk mengevaluasi serangkaian data laporan keuangan selama periode
tertentu. Analisis horizontal melakukan penelitian dalam laporan keuangan komparatif.
Dibutuhkan dua langkah dalam analisis horizontal, yaitu :
a. Menghitung jumlah rupiah perubahan dari periode dasar ke periode akhir.
b. Membagi jumlah rupiah perubahan dengan jumlah periode dasar.
Dalam analisis horizontal, perubahan hasil kegiatan perusahaan dan posisi keuangan dalam
jangka waktu tertentu dinyatakan dalam persentase atau jumlah (rupiah). Metode ini sering
digunakan dalam laporan laba rugi.
Analisis Vertikal (Vertical Analysis)
Adalah teknik yang digunakan untuk mengevaluasi data laporan keuangan yang menggambarkan
setiap pos dalam laporan keuangan dari segi persentase dan jumlah rupiah. Analisis ini dipakai
untuk perbandingan laporan keuangan dari berbagai periode, trend atau perubahan hubungan

ACCT6172 - Introduction to Accounting


diantara pos-pos lebih mudah untuk diidentifikasi. Laporan keuangan hanya dinyatakan dalam
presentase aja disebut laporan ukuran bersama (Common Size Statement). Dalam analisis
vertical terhadap neraca, setiap pos dinyatakan sebagai suatu persentase dari neraca atau suatu

persentase dari jumlah kewajiban dan ekuitas pemegang saham. Dalam analisis vertikal terhadap
laporan laba rugi, adalah lazim untuk menyatakan pos-pos pada laporan laba rugi sebagai suatu
persentase dari angka penjualan bersih.
Analisis Industri
Analisis industri merupakan tahap penting yang perlu dilakukan investor, karena analisis tersebut
dipercaya bisa membantu investor untuk mengidentifikasi peluang-peluang investasi dalam
industry yang mempunyai karakteristik risiko dan return yang menguntungkan bagi investor.
Cara mengidentifikasi industri yang memiliki prospek menguntungkan dapat dilakukan dengan
beberapa cara antara lain:
a. Estimasi Tingkat Keuntungan Industri (Estimasi Earning Per Share Industri dan Estimasi
Earning Multiplier Suatu Industri)
b. Persaingan Dan Return Industri yang Diharapkan

4. Rasio likuiditas
Biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan pengelola perusahaan dalam memenuhi
kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Artinya, seberapa mampu perusahaan untuk
membayar kewajiban atau utangnya yang sudah jatuh tempo. Jika perusahaan mampu memenuhi
kewajibannya, maka perusahaan dinilai sebagai perusahaan yang likuid. Sebaliknya, jika
perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya, maka perusahaan dinilai sebagai perusahaan
yang illikuid.
Rasio profitabilitas
Biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan mendapatkan laba selama periode tertentu
dan juga memberikan gambaran tentang tingkat efektifitas manajemen dalam melaksanakan kegiatan
operasinya, Efektifitas manajemen disini dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan
investasi perusahaan. Rasio ini disebut juga rasio rentabilitas.
Rasio solvabilitas

ACCT6172 - Introduction to Accounting


Suatu perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
keuangannya baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila sekiranya perusahaan
dilikuidasi. Suatu perusahaan yang solvable berarti bahwa perusahaan tersebut mempunyai

aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua hutang-hutangnya begitu pula
sebaliknya perusahaan yang tidak mempunyai kekayaan yang cukup untuk membayar hutang-
hutangnya disebut perusahaan yang insolvable.

Kasus
1. Berikut perhitungan dari PT NMO pada 31 Desember 2017
a. Harga Pokok Penjualan = 4,5 x (63.000 + 42.000)/2
= 4,5 x 52.500
= 236.250
b. Penjualan Bersih = 8,8 x (106.000 + 90.000)/2
= 8,8 x 95.000
= 836.000
c. Laba Bersih = ROE x Modal
= 22% x 200.000
= 44.000
d. ROA = Laba Bersih setelah Pajak
Total Asset
Total Asset = 44.000/20%
= 220.000

2. Berikut perhitungan dari PT NMO pada 31 Desember 2017


a) Cash Flows from Operating Activities :
Net Income 12.815
Adjustments to reconcile net income to net cash
Provided by Operating Activities :

ACCT6172 - Introduction to Accounting


Decrease in account receivable 2.600
Increase in accumulates depreciation 2.500
Decrease in account payable 9.365 +

Net cash provided by operating activities 27.550

Cash Flows from Investation Activities :


Land sales 2.950
Land purchase (4.000) +
Net cash provided by investation activities (1.050)

Cash Flows from Financing Activities :


Dividend 11.250
Increase in shareholder’s equity 3.000
Increase retained earning 1.5650 +
Net cash provided by financing activities (15.815)
Cash 4.300 +
Net Cash Flows 14.985

b) Free Cash Flow


Free Cash Flow = Cash Provided by Operation – Capital Expenditure – Cash Dividends
= 27.550 – 4.000 – 11.250
= 12.300

ACCT6172 - Introduction to Accounting