0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
660 tayangan2 halaman

Pemberian Skor Tes Pada Domain Kognitif

Ada 3 metode penskoran tes kognitif, yaitu: (1) tanpa koreksi, (2) dengan koreksi untuk jawaban salah dan tidak dijawab, (3) memberi bobot berbeda untuk tingkat kognitif yang berbeda. Metode ketiga menghitung skor berdasarkan jumlah butir yang dijawab benar dikalikan bobotnya, lalu dibagi total skor maksimum.

Diunggah oleh

Aida
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
660 tayangan2 halaman

Pemberian Skor Tes Pada Domain Kognitif

Ada 3 metode penskoran tes kognitif, yaitu: (1) tanpa koreksi, (2) dengan koreksi untuk jawaban salah dan tidak dijawab, (3) memberi bobot berbeda untuk tingkat kognitif yang berbeda. Metode ketiga menghitung skor berdasarkan jumlah butir yang dijawab benar dikalikan bobotnya, lalu dibagi total skor maksimum.

Diunggah oleh

Aida
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMBERIAN SKOR TES PADA DOMAIN KOGNITIF

1. Penskoran tanpa ada koreksi jawaban adalah dengan menghitung banyak butir soal yang
di jawab benar.sehingga mendapat nilai 1 tergantung dari bobot butir soal sehingga
jumlah skor yang diperoleh peserta didik adalah dengan menghitung banyak butir soal
yang di jawab benar. Dengan rumus
B
skor= x 10 0
N
ket .
B :banyak butir di jawab benar
N : banyak butir soal

Contoh
Dalam suatu soal terdapat 40 butir soal pilihan ganda. Siska dapat menjawab benar 25
soal. Maka skor yang diperoleh Siska adalah …
25
x 100=62,5
40
Jadi skor yang diperoleh siska dengan menghitung menggunakan penskoran tanpa
koreksi adalah = 62,5
2. Penskoran pilihan ganda ada koreksi jawaban
Yaitu pemberian skor dengan memberikan pertimbangan pada butir soal yang di jawab
salah dan tidak di jawab. Rumus yang di gunakan yaitu:
S
B−
P−1
Skor = X 100
N
ketertangan
B= jawabanbenar
S= jawaban salah
P=banyaknya pilihan jawabantiap butir soal
N=banyaknya butir soal

Contoh soal :
Terdapat 35 soal pilihan ganda, dengan 4 pilihan jawab (a,b,c,d) . Ani menjawab benar 20
soal, dengan salah 9 soal dan yang tidak di jawab 6 soal, maka skor yang diperoleh Ani
adalah ….
9
20−
4−1
Skor = X 10 0
35
17
¿ x 100=48,6
35

Jadi, skor yang di[eroleh Ani dengan perhitungan skor ada koreksi jawaban adalah 48,6.
3. Penskoran dengan butir beda bobot
Yaitu pemberian skor dengan memberikan bobot berbeda pada sekelompok butir soal.
Bobot butir soal menyesuaikan dengan tingkat kognitif (pengetahuan, pemahaman,
penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi). Rumus yang di gunakan adalah
Skor =
∑ B 1 ×b 1 × 100
S1
keterangan
B 1= jawaban benar
bi=bobot setiap butir soal
S 1=skor teoritis (skor bila menjawabbenar semuabutir soal)

Contoh soal

Pada suatu soal tes mata pelajaran IPS berjumlah 40 butir yang terdiri dari 6 tingkat
domain kognitif di beri bobot sebagai berikut; pengetahuan bobot 1, pemahaman 2,
penerapan 3, analisis 4, sintesis 5 dan evaluasi 6.
Niko dapat menjawab benar 8 benar butir soal domain pengetahuan dari 12 butir, 12 butir
dari 20 butir soal pemahaman, 2 butir soal penerapan dari 4 butir, 1 butir soal analisis dari
2 butir, dan 1 butir soal sintesis dan evaluasi masing-masing 1 butir. Berapakah skor yang
diperoleh Niko.
Jawab =

DOMAIN Jumlah b1 Jumlah B1


butir soal butirxb1
Pengetahuan 12 1 12 8
Pemahaman 20 2 40 12
Penerapan 4 3 12 2
Analisis 2 4 8 1
Sintesis 1 5 5 1
Evaluasi 1 6 6 1
JUMLAH 40 St=83 25

( 8 X 1 )+ ( 12 x 2 )+ ( 2 X 3 )+ (1 x 4 )+ (1 x 5 )+ (1 x 6 )
skor=∑ x 100
83
= 63,9%
Jadi skor yang diperoleh Niko adalah 63,9 %. Artinya Niko dapat menguasai tes mata
pelajaran IPS sekitar 63,9%.

Anda mungkin juga menyukai