Anda di halaman 1dari 4

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahan : Diet pemeriksaan

Sub Pokok Bahasan : Diet pemeriksaan kolonoskopi dan endoskopi

Sasaran : Keluarga Pasien

Waktu : 11 September 2019

Tempat : Gedung Kana

A. Tujuan Penyuluhan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini keluarga pasien dapat mengetahui diet
pemeriksaan kolonoskopi dan endoskopi
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan tentang diet pemeriksaan kolonoskopi dan
endoskopi diharapkan keluarga pasien dapat :
a. Mengetahui pengertian kolonoskopi dan endoskopi
b. Mengetahui diet pemeriksaan kolonoskopi dan endoskopi
B. Materi Terlampir
1. Pengertian kolonoskopi dan endoskopi
2. Diet pemeriksaan kolonoskopi dan endoskopi
C. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan
Tahapan Waktu
Penyuluhan Peserta
1.Memberikan salam Menanggapi 2 menit
pembuka dan
2.Menjelaskan tujuan memperhatikan
penyuluhan
1 Pembukaan
3.Menyebutkan
materi pokok

1.Memberikan Mendengarkan 20 menit


penyuluhan tentang dan
diet pemeriksaan menanggapi
kolonoscopi dan
2 Pemberian materi endoskopi
2.Memberikan
kesempatan bertanya
3.Menjawab
pertanyaan
1.Menggali Dapat 5 menit
pengetahuan sasaran memberikan
3 Evaluasi
dengan memberikan jawaban
pertanyaan
Memberi salam 2 menit
4 Penutup
penutup

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi
E. Alat/media
1. Infocus
2. Pengeras suara
3. Power point
F. Sumber Pustaka
https://www.alodokter.com/persiapan-kolonoskopi-dan-prosedur-
pemeriksaan-yang-dilakukan
https://www.slideshare.net/pjj_kemenkes/kb-1-43233501
https://www.alodokter.com/endoskopi-melihat-kondisi-tubuh-dari-dalam
G. Evaluasi
1. Prosedur : pre-post test
2. Jenis tes : pertanyaan secara lisan
H. Materi
Pengertian kolonoskopi
Kolonoskopi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui terjadinya
gangguan atau kelainan pada usus besar (kolon) dan rektum yang sering menimbulkan
gejala berupa sakit perut, darah pada tinja, diare kronis, gangguan buang air besar atau
gambaran abnormal di usus pada pemeriksaan foto Rontgen dan CT scan.
Kolonoskopy atau juga dikenal sebagai tindakan teropong usus, kerap
dilakukan untuk melihat adanya indikasi dari penyebab kanker usus besar. Orang
yang berusia 50 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker usus besar.
Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan kolonoskopi setiap 10 tahun setelah
memasuki usia tersebut guna mendeteksi kemungkinan kanker usus besar.

Diet pemeriksaan kolonoskopy

Kolonoskopy adalah prosedur diagnostik untuk mengetahuii kelainan pada kolon


dengan menggunakan alat endoskopi.
Tujuan diet :
Tujuan diet untuk pemeriksaan kolonoskopi adalah untuk memberikan makanan
secukupnya yang meninggalkan sisa minimal dalam usus.
Syarat diet :
Syarat-syarat diet untuk pemeriksaan kolonoskopi adalah
1) Energi dan protein sesuai dengan kebutuhan atau sedikit diatas kebutuhan basal
2) Rendah sisa agar kolon menjadi bersih
3) Banyak minum untuk melancarkan defekasi
4) Diberikan 2-3 hari sebelum tidakan kolonoskopi diberikan
5) 1-2 hari sebelumnya makan bubur sumsum tanpa santan, selingan makanan
enteral komersial yaitu 3x 350 ml, air gula atau sirup 4x250ml, air putih 2-3 liter
6) Bila pasien susah BAB, malam hari dapat diberikan laxadin 2sdm atau dulcolax 2
tablet
7) Malam sebelum hari pemeriksaan pukul 19:00 diberikan bumbur sumsum
(terakhir), pukul 20:00 diberikan makanan enteral komersial dan 30-40 gr garam
inggris atau 30-40ml castor oil
8) Setelah pukul 20:00 pasien dipuasakan tapi boleh minum air putih dan air manis
bila tidak menderita dm, tidak boleh minum susu.
Hari pemeriksaan kolonoskopi, pukul 05:00-06:00 dilakukan klisma 1-2x sampai
bersih atau diberikan dulcolax supp.

Pengertian endoskopi

Pemeriksaan endoskopi adalah prosedur medis yang dilakukan untuk melihat


organ tertentu, menggunakan alat khusus yang dimasukkan ke dalam tubuh. Prosedur
ini memungkinkan dokter untuk mendeteksi gangguan atau masalah di dalam tubuh,
sehingga dapat mengobatinya dengan tepat.

Endoskopi dilakukan untuk mengamati kondisi organ di dalam tubuh, seperti


saluran pencernaan, pernapasan, saluran kemih, dan rahim. Endoskopi dapat
dilakukan untuk tujuan diagnostik (pemeriksaan) ataupun untuk menyembuhkan
penyakit.