Anda di halaman 1dari 14

TUGAS KELOMPOK BAHASA INDONESIA

TEKS EDITORIAL

Disusun oleh :
Anggi Dwi Kurniawan
Dini Redamayanti
Miati Avandy Putri
Ray Krisna Dhitya
Riska Eka Setyani
Viki Ramadan

Kelas :
XII MIA 1

PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 PURBOLINGGO
2018/2019
TEKS EDITORIAL

3.5 Mengidentifikasi informasi dalam teks editorial

3.5.1 Mengidentifikasi teks editorial

Teks editorial adalah artikel utama yang ditulis oleh redaktur koran yang
merupakan pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa (berita) aktual (sedang
menjadi sorotan), fenomenal, dan kontroversial (menimbulkan perbedaan pendapat).
Permasalahgan yang dibahas dalam teks editorial adalah permasalahn yang
berkaitan dengan peristiwa (berita) yang sedang hangat dibicarakan (aktual),
fenomenal, dan kontroversial.
Sedangkan tujuan teks editoral/opini adalah sebagai berikut:
1. Mengajak pembaca untuk ikut berpikir dalam isu yang sedang hangat
dibicarakan.
2. Memberikan pandangan kepada pembaca terhadap isu yang sedang
berkembang.

Agar dapat membedakan antara teks editorial dengan jenis teks lainnya maka
salah satu yang harus anda ketahui adalah ciri-ciri dari teks itu sendiri, untuk teks
editorial ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
1. Tema tulisannya sedang dibicarakan secara luas oleh masyarakat, aktual, dan
faktual
2. Bersifat sistematis dan logis
3. Tajuk rencana yang bersifat argumentatif
4. Menarik untuk dibaca karena kalimatnya yang singkat, padat dan jelas.

3.5.2 Membedakan fakta dan opini dalam teks editorial

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fakta adalah sesuatu hal
yang benar-benar ada dan terjadi. Fakta sering juga disebut dengan kenyataan. Fakta
dapat diperoleh melalui suatu pengamatan terhadap suatu objek atau
peristiwa/kejadian tertentu. Kalimat fakta adalah suatu kalimat yang didalamnya
terdapat sebuah informasi yang sebenarnya dan dapat dibuktikan kebenarannya.
Ciri ciri Kalimat Fakta, antara lain :
1. Dapat dibuktikan kebenarannya
2. Berisi data-data yang sifatnya kuantitatif (berupa angka) dan kualitatif (berupa
pernyataan)
3. Mempunyai data yang akurat baik waktu, tanggal, tempat dan peristiwanya
4. Dikumpulkan dari nara sumber yang terpercaya
5. Bersifat objektif, yakni data yang sebenarnya, bukan dibuat-buat dan
dilengkapi dengan gambar objek
6. Biasanya dapat menjawab rumus pertanyaan 5W + 1H
7. Menyatakan kejadian yang sedang atau telah dan pernah terjadi
8. Informasi berasal dari kejadian yang sebenarnya

Jenis jenis Kalimat Fakta, antara lain :


1. Fakta umum
Kalimat fakta umum adalah kalimat fakta di mana kebenarannya berlaku
selamanya atau sepanjang zaman.
Contoh : Matahari terbit disebelah timur dan terbenam disebelah barat.
2. Fakta khusus
Kalimat fakta khusus adalah kalimat fakta yang kebenarannya hanya berlaku
sementara atau dalam kurun waktu tertentu.
Contoh : Saat ini Doni duduk di kelas 3 SMP Negeri 1 Semarang.

Sedangkan opini, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terdiri dari
3 pengertian yakni pendapat, pikiran dan pendirian. Atau dapat disimpulkan bahwa
opini adalah pendapat, pikiran seseorang yang belum tentu benar karena tidak/belum
ada bukti kebenarannya. Opini merupakan lawan/kebalikan dari fakta, dan sering ju
ga disebut juga sebagai pendapat. Kalimat opini adalah suatu kalimat yang berisi hasil
gagasan, pendapat, atau perkiraan orang baik perorangan maupun kelompok.

Ciri ciri Kalimat Opini, antara lain :


1. Tidak dapat dibuktikan kebenarannya
2. bersifat subjektif dan biasanya disertai dengan pendapat, saran dan uraian yang
menjelaskan
3. tidak memiliki nara sumber
4. berisi pendapat tentang peristiwa yang terjadi
5. menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadi atau terjadi dikemudian hari
6. merupakan pikiran atau pendapat seseorang maupun kelompok
7. informasi yang disampaikan belum ada pembuktiannya
8. biasanya ditandai dengan penggunaan kata-kata : bisa jadi, sepertinya,
mungkin, seharusnya, sebaiknya

Jenis jenis Kalimat Opini, antara lain :


1. Opini perorangan/individu
Kalimat opini perorangan/individu adalah kalimat opini yang pendapat atau
gagasannya dikemukakan oleh satu individu tertentu.
Contoh : Sepertinya nanti sore akan turun hujan.
2. Opini Umum
Kalimat opini umum adalah kalimat opini yang pendapat atau gagasannya
diakui banyak orang atau semua orang.
Contoh : Sering mandi di malam hari dipercaya dapat menyebabkan penyakit
rematik.

4.5 Menyeleksi ragam informasi sebagai bahan teks editorial


Test center dinilai memberikan keadilan untuk mahasiswa
Jakarta, (PR). – Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengklaim
pembentukan test center (pusat layanan ujian) akan mengurangi biaya untuk seleksi
masuk perguruan tinggi negeri yang selama ini membebani calon mahasiswa.
Menristekdikti Mohamad Nasir akan membentuk badan layanan umum agar pengolaan
pusat layanan ujian tersebut berjalan secara mandiri.
Nasir mengatakan, pusat layanana ujian akan beroperasi dengan memaksimalkan
kemajuan teknologi. Menurut dia, pusat layanan ujian dibentuk untuk menekan
kecurangan pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang
selama ini dikelola oleh masing masing kampus.
Para calon mahasiswa bisa mengikuti tes di daerahnya masing masing sevara daring,
tidak perlu dating ke kampus tujuan.
“test center itu diharapkan bagaimana mememinimalisasi biaya. Memaksimalisasi
layangan. Bayangkan, di daerah 3 T ( terluar, terdepan dan tertinggal), dia akan ikut tes
(SBMPTN) biayannya bisa jutaan rupiah. Kalau dengan test center ini, dia tidak perlu
dating ke tempat test itu. Bisa dari jarak jauh. Ini kami dorong ke depan sehingga test
center akan layani seluruh Indonesia yang selama ini baru di 84 PTN, “ kata Nasir di
Kantor Kemenristekdikti Senayan, Jakarta, Senin, 15 Januari 2018.
Pengamat Pendidikan dari Universitas Paramadina Totok Amin Soefijanto menilai,
rencana pembentukan pusat layanan ujian bagus untuk meningkatkan kualitas
pendidikan tinggi nasional. Menurut dia, proses seleksi akan berjalan lebih adil karena
semua calon mahasiswa mendapat fasilitas yang setara
“melelui lembaga yang independen lebih adil bagi calon mahasiswa. Mereka test
beberapa kali, sementara dari sisi perguruan tinggidapat mengukur kompetensi dengan
lebih akurat, “ ujae Totok.

4.5.1 Menentukan isu aktual dari berbagai media informasi (cetak, elektronik,
maupun internet)

Isu yang dibahas atau yang menjadi focus utama adalah adanya test center
yang menggantikan tes Sbmptn dinilai memeberikan keadilan kepada calon
mahasiswa baru.
4.5.2 Menyampaikan pendapat terhadap isu aktual dilengkapi argument
pendukung ( data dan analisis logis)

pendapat : test center dinilai akan mengurangi biaya untuk masuk perguruan
tinggi karena para calon dapat melaksanakan test di daerahnya masingmasing
argument pendukung : “test center itu diharapkan bagaimana
mememinimalisasi biaya. Memaksimalisasi layangan. Bayangkan, di daerah 3
T ( terluar, terdepan dan tertinggal), dia akan ikut tes (SBMPTN) biayannya
bisa jutaan rupiah. Kalau dengan test center ini, dia tidak perlu dating ke
tempat test itu. Bisa dari jarak jauh. Ini kami dorong ke depan sehingga test
center akan layani seluruh Indonesia yang selama ini baru di 84 PTN, “ kata
Nasir di Kantor Kemenristekdikti Senayan, Jakarta, Senin, 15 Januari 2018.\
pendapat : test center dapat menekan angka kecurangan pada SBMPTN dan
dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada
argument pendukung : Nasir mengatakan, pusat layanana ujian akan
beroperasi dengan memaksimalkan kemajuan teknologi. Menurut dia, pusat
layanan ujian dibentuk untuk menekan kecurangan pada Seleksi Bersama
Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang selama ini dikelola oleh
masing masing kampus.
Pendapat : test center dapat meningkatkan kualitas pendidikan nasional karena
semua calon mahasiswa mendapatkan fasilitas yang sama
Argument pendukung : “melelui lembaga yang independen lebih adil bagi
calon mahasiswa. Mereka test beberapa kali, sementara dari sisi perguruan
tinggidapat mengukur kompetensi dengan lebih akurat, “ ujae Totok.
KD 3.6 Menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks editorial
3.6.1 Menganalisis teks struktur teks editorial

Struktur umum dari teks editorial meliputi


1. Pengenalan isu ( tesis )
Pengenalan isu merupakan bagian pendahuluan teks editorial. Fungsinya
adalah mengenalkan isu atau permasalahan yang akan dibahas dalam
bagian berikutnya.
2. Penyampaian pendapat / argument
Bagian ini merupakan bagian pembahasan yang berisi tanggapan redaksi
terhadap isu yang sudah diperkenalkan sebelumnya
3. Penegasan
Penegasan dalam teks editorial berupa simpulan atau saran. Di dalamnya
juga terselip harapan redaksi kepada para pihak terkait dalam menghadapi
atau mengatasi persoalan yang terjadi dalam isu tersebut

3.6.2 Menganalisis kaidah kebahasaan teks editorial

Berikut ini ciri ciri kaidah kebahasaan teks editorial.


1. Penggunaan kalimat retoris
Kalimat retoris adalah kalimat pertanyaan yang tidak ditujukan untuk
mendapatkan jawabannya.
Contoh ; siapa yang akan bertanggung jawab terhadap moral bangsa
kalau buka kita ?
2. Menggunakan kata kata populer
Tujuannya adalah agar pembaca tetap merasa santai meskipun membaca
masalah yang serius dipenuhi dnegan tanggapan yang kritis.
Contoh : kegiatan belajar mengajar di SMA negeri 1 solo terganggu
karena mengalami musibah banir semalam
Kata kata populer dalam kalimat tersebut adalh kegiatan.
3. Menggunakan kata ganti petunjuk yang merujuk pada waktu, tempat,
peritiwa, atau hal yang menjadi focus ulasan
Contoh :sungguh, kenaikan harga itu merupakan kado yang tidak
simpatik, tidak bijak, dan tidak logis
4. Menggunakan konjungsi kausalitas
Seperti sebab, karena, oleh sebab itu. Hal ini terkait dengan penggunaan
sejumlah argument yang ditemukan redaktur berkenaan dengan masalah
yang dikupasnya.
Contoh : masyarakat sebagai konsumen menjadi terkaget kaget karena
kenaikan tanpa didahului sosialisasi.
5. Menggunakan adverbia
Adverbial atau kata ganti keterangan adalah kata yang memberikan
keterangan kata lain. Kata kata yang digunakan antara lain, selalu,
biasanya, sebagian besar waktu, sering, kadang kadang, seiring, dan
jarang.
Contoh : polisi sering melakukan razia di jalan raya
Kata adverbial yang digunakan adalah sering
6. Menggunakan verba
Verba adalah kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan dan
pengalaman. Verba dibagi menjadi 3, yaitu :
a. Menggunakan verba material
Verba material adalah kata kerja berimbuhan yang mengacu pada
tindakan fisik, atau pun perbuatan yang dilakukan secara fisik oleh
seseorang.
Contoh : susi menulis buku
Verba material yang digunakan adalah menulis
b. Menggunakan verba relasional
Verba relasional adalah verba yang menunjukkan hubungan dan milik.
Misalnya antara pengertian A dengan B dihubungkan dnegan
menggunakan kalimat verba
Contoh : anak itu merupakan anak terpintar di kelas XII
Verba relasional yang digunakan pada kalimat tersebut adalah merupakan
c. Menggunakan verba mental
Verba mental adalah verba yang menerangkan presepsi ( misalnya
melihat dan merasa), afeksi ( misalnya suka dan khawatir) dan kognisi
(misalnya berpikir dan mengerti)
Contoh : ibu khawatir anaknya sakit
Verba mantal yang digunkan adalah khawatir

4.6 Merancang teks editorial

4.6.1 Menyusun argument atau pendapat terhadap isu aktual

Isu aktual : kebutuhan tenaga kerja di sector industry masih cukup tinggi
1. Argument berisi penilaian
Sementara itu, belum bisa di penuhi oleh lulusan sekolah di republic ini
kaarena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industry.
Jadi pengangguran banyak, tapi industry sebenarnya butuh.
2. Argument berisis keritik
Makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompentensi nasional
Indonesia bidang insdustri tertentu. Memang harus begitu
3. Argument berisi prediksi
Pemberlakuan MEA 2015 akan menjadi tantangan bagi Indonesia.
Apalagi mengingat jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga
menjadi tujuan pasar bagi produk produk Negara ASEAN lainnya
4. Argument berisi harapan
Sebelumnya, menteri perindustrian saleh husin juga menyatakan bahwa
kementrian perindustrian terus menyiapkan kompetensi sumber daya
manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industry untuk
mengahadapi pasar bebas ASEAN

1.1.1. Menyusun saran ( rekomendasi) terhadap isu aktual

Isu aktual : kebutuhan tenaga kerja di sector industry masih cukup tinggi
Saran : untuk memperbaiki gap kebutuhan tenaga kerja ini, syarif menyatakn
pihaknya akan mendorong perbaikan kurikulum pendidikan kejuruan yang
sesuai dengan kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan industry nasional.
4.6.2 Menulis teks editorial dengan memperhatikan struktur dan kaidah
kebahasaan
Banyak tenaga kerja RI tak kompeten

Pengenalan isu
Meski pertumbuhan ekonomi insonesia cenderung melambat tahun ini,
kebutuhan kerja di sektorr industry masih cukup tinggi

Pernyataan pendapat/ argumen


Sekretaris jenderal kementrian perindustrian, syarief hidayat,
menyatakan kebutuhan tenaga kerja dii sector industry masih sangat
besar. Setidaknya setiap tahun sector industry membutuhkan 600 ribu
tenaga kerja
“kebutuhan tenaga kerja di bidnag industry itu dengan pertumbuhan
industry 5-6 % itu mencapai 600 ribu per tahunm, “ ujarnya di Jakarta
(3/11/2015)
Namun sayangnya, di tengah besarnya permintaan akan tenaga kerja
tersebut, sumber daya manusia (SDM) yang tersedia justru tidak mampu
memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh sector industry.
“sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah republic
ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia
industry. Jadi pengangguran banyak, tapi industry sebenarnya butuh, “
kata dia
Untuk memperbaiki gap kebuthan tenaga kerja ini syarief
menyatakan pihaknya akan mendorong perbaikan kurikulum pendidikan
kejuruan yang sesuai dengan lkompetensi yang sebenarnya di butuhkan
industry nasional
“ makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompetensi
nasional Indonesia bidang industry tertentu. Memang harus begitu, “
ujarnya
Sebelumnya mentri perindustrian soleh muhsin juga menyatakan
bahwa kementrian perindustrian harus menyiapkan kompetensi sumber
daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industry u ntuk
menghadapi pasar bebas asean.
“Pemberlakuan MEA 2015 akan meenjadi tantangan bagi
Indonesia apabila mengingat jumlah penduduk yang sangat besar
sehingga menjadi tujuan pasar bagi produk Negara asia lainnya, “ ujarnya
Dia menjelaskan pihaknya telah menyusun target program
pengembangan SDM industry pada tahun ini. Pertama, tersedianya
tenaga kerja industry yang terampil dan kompetensebanyak 21880
orang. Kedua, tersedianya SKKNI bidang industry sebanyak 30 buah.
Ketiga , tersedianya lembaga sertifikasi profesi (LSP) dan tempat uji
kompetensi (TUK) bidang industry banyak 20 unit. Keempat,
meningkantnya pendidikan dan keterampilan calon asesor dan
kompetensi lisensisebanyak 400 orang. Kelima, pendirian 3 akademi
komunitas di kawasan industry.
“industry tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu
sector yang telah merasakan manfaat dari pelaksanaan program
kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industry mulai
melalui pelatihan operator mesin garmen dengan konsep three in one
yaitu pendidikan, sertifikasi kompetendi dan penempatan kerja, “ kata
dia
Menurut saleh seiring dengan meningkatnya kinerja industry TPT,
terjadi pula peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sector padat karya
tersebut. Tidak saja pada tingkat operator, terapi juga untuk tingkat ahli
D1, D2, D3, dan D4
Hal ini tercermin dari data permintaan tenga kerja tingkat ahli
kesekolah tinggi teknilogi tekstil (STTT) kementrian perindustrian yang
setiap tahun mencapai 500 orang, sementara STTT bandung hanya
mampu meluluskan 300 orang per tahun.
Untuk memenuhi sebagian permintaan atas tenaga kerja tingkat
ahli bidang TPT, maka sejak 2012 kemenperin menyelenggarakan progam
pendidikan diploma 1 dan diploma 2 bidang teksti di Surabaya dan
semarang bekerja sama dengan STTT bandung PT APAC inti corpora dan
asosiasi, serta perusahaan industry tektil di jawa tengah dan jawa timur

Penegasan ulang
Selain itu pada tahun ini pusdiklat industry kemenperin bekerja
sama dengan asosiasi tektil dan pemerintah daerah kota solo serta akan
membuka akademi komunitas industry TPT untuk program diploma 1
diploma 2 di solo. Techno park. Para lulusan program pendidikan
diploma 1 dan 2 tersebut seluruhnya ditempatkan bekerja pada
perusahaan industry ( Dny/Gdn)**

Unsur kebahasaan
1. Menggunakan kata-kata populer.
Contoh: Namun sayangnya, di tengah besarnya permintaan akan
tenaga kerja tersebut, sumber daya manusia (SDM) yang tersedia
justru tidak mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh sector
industry

Kata kata populer pada kalimat tersebut adalah tenaga. kata populer
merupakan kata yang dipakaii masyarakat dalam kehidupan ehari
hari. Disamping kata populer tedapat kata kajian yang merupakan
kata yang perlu di telaah lebih jauh lagi maknanya karena tidak bisa
langsung dipahami oleh semua orang. Tenaga termasuk kedalam kata
populer dan kata kajiannya adalah energy.
2. Mengunakan kata ganti penunjuk yang merujuk pada
waktu,tempat,peristiwa.
Contoh : Selain itu pada tahun ini pusdiklat industry kemenperin
bekerja sama dengan asosiasi tektil dan pemerintah daerah kota solo
serta akan membuka akademi komunitas industry TPT untuk program
diploma 1 diploma 2 di solo
Kalimat tersebut merujuk pada waktu

3. menggunakan konjungsi kausalitas.


Contoh : sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah
republic ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan
dunia industry.
Konjungsi kasalitas dalam kaliamat tersebut adalah karena.

5. Menggunakan verba
a. Verba material
Contoh: Sekretaris jenderal kementrian perindustrian, syarief
hidayat, menyatakan kebutuhan tenaga kerja dii sector industry
masih sangat besar.
Verba material yang digunakan adalah menyatakan
b. Verba relasional
Contoh : industry tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah
satu sector yang telah merasakan manfaat dari pelaksanaan program
kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industry
mulai melalui pelatihan operator mesin garmen dengan konsep three
in one yaitu pendidikan, sertifikasi kompetendi dan penempatan
kerja.
Verba relasional yang digunakan pada kalimat tersebut adalah
merupakan
c. Verba mental
Contoh : industry tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah
satu sector yang telah merasakan manfaat dari pelaksanaan program
kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industry
mulai melalui pelatihan operator mesin garmen dengan konsep three
in one yaitu pendidikan, sertifikasi kompetendi dan penempatan
kerja
Verba mental yang digunakan pada kalimat tersebut adalah merasakan
Catatan penulis

kata Arti
Tekstil Barang tenun(seperti kain putih); bahan pakaian.
diploma Surat keterangan resmi yang menyatakan telah tamat
sekolah (lulus ujian dan sebagainya)
Operator Orang yang bertugas menjaga, melayani, dan
menjalankan suatu peralatan, mesin, telepon, radio, dan
sebagainya.
Kesenjangan Ketidakseimbangan; ketidaksimetrisan.
Lisensi 1. (surat) izin untuk mengangkut barang.
2. Pajak yang harus dibayarkan untuk memperoleh
surat izin, terutama tentang ekspor-impor.
3. Izin menggunakan oktori pihak lain dalam hokum
tentang milik industri, dapat diberikan si
pemegang oktroi atau berdesarkan ketetapan
dewan oktroi
Redaksi 1. Badan (pada surat kabar) yang memilih dan
menyusun tulisan yang akan dimasukkan ke dalam
surat kabar dan sebagainya.
2. Cara dan gaya menyusun kata dalam kalimat
Rekomendasi 1. Hal meminta perhatiam bahwa orang yang disebut
dapat dipercaya dengan baik (biasanya dinyatakan
dengan surat);penyuguhan.
2. Saran yang mengajukan
(membenarkan,menguatkan).
Moral (Ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum
mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dsb; ahlak; budi
pekerti susila.
Asesor Penilai
Asosiasi 1. Persatuan antarrekan usaha; persekutuan
daganng
2. Perkumpulan orang yang mempunyai kepentingan
yang sama.
Isu
Aktual
Kritis
Logis
Simpatik
Argument
Redaktur
Konsumen
Sosialisasi
Razia
Presepsi
Afeksi
Kognisi
Industry
Fenomenal
Kontroversial
Aktual