Anda di halaman 1dari 65

‫درس اإلمالء‬

‫جامعة سالتيجا الإسالمية احلكومية‬


‫‪6102‬‬

‫‪i‬‬
KATA PENGANTAR

Imla‟ adalah salah satu kemahiran yang harus dikuasai


oleh mahasiswa IAIN Salatiga dan bersifat sangat mendasar.
Dalam mata kuliah ini disajikan tentang kaidah menulis Arab
sehingga sering pula dinamakan ilmu rasm.
Buku kecil ini menyajikan kemahiran tentang cara
menulis Arab dimulai dari hal yang sangat dasar sampai pada
kaidah penulisan hamzah. Dan diperuntukan sebagai materi
perkuliahan.
Alhamdulilah puja dan puji syukur kepada Alloh atas
selesainya penyusunan buku kecil ini. Tentu buku ini masih
banyak yang perlu diperbaiki. Oleh sebab itu sumbang saran
selalu dibutuhkan.
Dan kepada semua yang telah membantu dalam
penyusunan buku ini, diucapkan terima kasih. Semoga buku ini
bermanfaat.
Salatiga, Mei 2016

Penyusun

i
DAFTAR ISI
Pengantar
Daftar Isi
Pelajaran 1 Mengenal Huruf Hijaiyyah 1
Pelajaran 2 Nama, Bunyi, dan Transliterasi Huruf Hija’iyah 2
Pelajaran 3 Letak Huruf Hija’iyah 4
Pelajaran 4 Menulis Huruf Hija’iyah di Awal Kata 6
Pelajaran 5 Menulis Huruf Hija’iyah di Tengah Kata 9
Pelajaran 6 Menulis Huruf Hija’iyah di Akhir Kata 12
Pelajaran 7 Mengenal Tanda Baca 1 14
Pelajaran 8 Mengenal Tanda Baca 2 17
Pelajaran 9 Mengenal Harakat Panjang 19
Pelajaran 10 Mengenal Alif Layyinah 20
Pelajaran 11 Mengenal Alif Lam Qamariyah 28
Pelajaran 12 Mengenal Alif Lam Syamsiyah 30
Pelajaran 13 Mengenal Taa’ Marbuthah 32
Pelajaran 14 Mengenal Taa’ Maftuhah 35
Pelajaran 15 Hamzah Ditulis Alif di Awal Kata 37
Pelajaran 16 Hamzah Ditulis di Atas Alif di Tengah Kata 37
Pelajaran 17 Hamzah Ditulis di Atas Wawu di Tengah Kata 38
Pelajaran 18 Hamzah Ditulis di Atas Ya’ di Tengah Kata 40
Pelajaran 19 Hamzah Ditulis Berdiri Sendiri di Tengah Kata 42
Pelajaran 20 Hamzah di Akhir Kata 43
Pelajaran 21 Ketentuan Lain Tentang Hamzah 44
Pelajaran 22 Huruf Ziyadah (Tambahan) 50
Pelajaran 23 Wawu Tambahan di Tengah dan di Ujung Kata 52
Pelajaran 24 Membuang Hamzah Washal 54
Pelajaran 25 Membuang Alif Layyinah di Tengah Kata 56
Pelajaran 26 Membuang Alif Layyinah di Beberapa Kata 58
Pelajaran 27 Membuang Wawu 59
Daftar pustaka 62

0
PELAJARAN PERTAMA

MENGENAL HURUF HIJAIYYAH

Huruf dalam bahasa Arab biasanya dikenal dengan


sebutan Hija‟iyah. Jumlah huruf tersebut adalah 28. Ada
dua huruf yang dihitung menjadi satu yaitu alif dan
hamzah. Dan satu lagi yaitu laam alif merupakan bentukan
dari huruf laam dan alif.

Huruf Hija‟iyah itu adalah sebagai berikut :

‫ا ب ت ث ج ح خ د ذ رز س ش ص ض ط ظ ع غ‬
‫ؾقنلمنوهي‬

1
PELAJARAN KEDUA

NAMA, BUNYI, DAN TRANSLITERASI HURUF


HIJA’IYAH

Huruf Hija‟iyah mempunyai nama dan bunyi


masing-masing. Dan ketika orang non Arab ingin menulis
kata atau kalimat bahasa Arab dalam huruf-huruf bahasa
yang digunakan oleh mereka, maka dibutuhkan aturan
yang baku yang biasa disebut transliterasi.

HURUF NAMA HURUF LATIN NAMA


ARAB
‫ا‬ Alif
Tidak
dilambangkan
Tidak dilambangkan

‫ب‬ Ba B Be

‫ت‬ Ta T Te

‫ث‬ Es Ś
Es (dengan titik di
atas)
‫ج‬ Jim J Je

‫ح‬ Ha H
H (dengan titik di
bawah)
‫خ‬ Kha Kh K dan H

‫د‬ Dal D De

2
‫ذ‬ Zal Z Z(dengan titik di atas)

‫ر‬ Ra R Er

‫ز‬ Zai Z Zet

‫س‬ Sin S Es

‫ش‬ Syin Sy Es dan Ye

‫ص‬ Sad S
Es (dengan titik di
bawah)
‫ض‬ Dad D
D (dengan titik di
bawah)
‫ط‬ Ta T
Te (dengan titik di
bawah)
‫ظ‬ Za Z
Zet (dengan titik di
bawah)
‫ع‬ „ain ….‟.... Koma terbalik di atas

‫غ‬ Gain G Ge

‫ؾ‬ Fa F Ef

‫ق‬ Qaf Q Ki

‫ن‬ Kaf K Ka

‫ل‬ Lam L El

‫م‬ Mim M Em

‫ن‬ Nun N En

3
‫و‬ Wau W We

‫ه‬ Ha H Ha

‫ء‬ Hamzah ….‟…. Apostrop

‫ي‬ Ya Y Ye

PELAJARAN KETIGA

LETAK HURUF HIJA’IYAH

1. Huruf Hija‟iyah di atas garis


Letak huruf-huruf berikut ini berada di atas garis, baik
huruf tersebut berada di awal, di tengah, atau di akhir
kata.

‫ا ب ت ث د ذ ط ظ ف ك ال ء‬
Contoh :

‫ طالء‬،‫ بطاط‬،‫ داب‬،‫بيت‬

4
Huruf-huruf berikut ini jika berada di awal dan tengah
kata juga berada di atas garis.

‫جحخسشصضعغ فقلمىي‬
Contoh :

.‫ عليهن‬،‫ قلونا‬،‫ هتناول‬،‫ شيطاى‬،‫جحين‬


Huruf ‫هـ‬ jika berada di awal dan di akhir kata juga

berada di atas garis.

Contoh :

‫ هام‬،‫ هى‬،‫ هتنه‬،‫ عذابه‬،‫له‬


2. Huruf Hija‟iyah memotong garis
Huruf-huruf berikut ini jika ditulis berdiri sendiri dan
berada di akhir kata maka letaknya berada
memotong garis.

‫ج ح خ ر زس ش ص ض ع غ ق ل م ى و ي‬
Contoh :

5
‫ ؼل‬،‫ ماض‬،‫ صعك‬،‫جرس‬
Huruf Hija‟iyah lain yang memotong garis adalah huruf
‫هـ‬ apabila terletak di tengah kata dan tersambung
huruf lain.

Contoh:

‫ شهادة‬،‫ لهب‬،‫ سهل‬،‫فهم‬

PELAJARAN KEEMPAT

MENYAMBUNG HURUF HIJA’IYAH DALAM KATA

MENULIS HURUF HIJA’IYAH DI AWAL KATA

Dalam bahasa Arab, ada cara yang harus diikuti


dalam penulisan huruf-huruf Hija‟iyah baik terletak di awal,
tengah, maupun di akhir. Ada huruf-huruf yang bisa
menyambung dan disambung dengan huruf yang lain.

‫بتثجحخ سشصضطظعغؾقنل‬
‫منهى‬

6
Adapula huruf yang tidak bisa menyambung tapi

bisa disambung. Huruf-huruf itu adalah ‫ء‬ ‫ا د ذ ر ز و ال‬


Berikut ini cara menulis huruf Hija‟iyah yang berada
di awal kata beserta contohnya.

CONTOH DI AWAL BERDIRI SENDIRI

‫أَلَم‬ ‫ا‬ ‫ا‬


َ‫َبٌْن‬ ‫بــ‬ ‫ب‬
‫تَاج‬ ‫تــ‬ ‫ت‬
‫ث َ ْلج‬ ‫ثــ‬ ‫ث‬
‫َجنَّة‬ ‫جــ‬ ‫ج‬
‫ار‬ّ ‫َح‬ ‫حــ‬ ‫ح‬
‫خَالَة‬ ‫خــ‬ ‫خ‬
‫َدار‬ ‫د‬ ‫د‬
‫َذ ِر ٌْ َعة‬ ‫ذ‬ ‫ذ‬
‫َرأْس‬ ‫ر‬ ‫ر‬
‫زَ ْوج‬ ‫ز‬ ‫ز‬
ُ ‫سلَ ٌْ َم‬
‫ان‬ ُ ‫ســ‬ ‫س‬
‫ش ّم‬ُ ‫شــ‬ ‫ش‬

7
‫صا ِلح‬ ‫َ‬ ‫صــ‬ ‫ص‬
‫ضا ّل‬ ‫َ‬ ‫ضــ‬ ‫ض‬
‫ِطالَء‬ ‫طــ‬ ‫ط‬
‫ظ ْلم‬ ‫ُ‬ ‫ظــ‬ ‫ظ‬
‫َعا َد‬ ‫عــ‬ ‫ع‬
‫َؼدًا‬ ‫ؼــ‬ ‫غ‬
‫فَازَ‬ ‫فــ‬ ‫ؾ‬
‫لال‬ ‫لــ‬ ‫ق‬
‫َكالَم‬ ‫كــ‬ ‫ن‬
‫لُ ْم َم ُ‬
‫ان‬ ‫لــ‬ ‫ل‬
‫َم ْوز‬ ‫مــ‬ ‫م‬
‫ن ََّوام‬ ‫نــ‬ ‫ن‬
‫ص َل‬
‫َو َ‬ ‫و‬ ‫و‬
‫َه َمزَ ات‬ ‫هــ‬ ‫ه‬

‫‪8‬‬
‫الَ ِعب‬ ‫ال‬ ‫ال‬
‫أ َ ْك َب ُر‬ ‫ء‬ ‫ء‬
‫ٌَافِع‬ ‫ٌــــــ‬ ‫ي‬

PELAJARAN KELIMA

MENULIS HURUF HIJA’IYAH DI TENGAH KATA

Berikut ini cara menulis dan menyambung huruf


Hija‟iyah yang berada di tengah kata beserta contohnya.

CONTOH DI TENGAH BERDIRI SENDIRI

‫لِ َرا َءة‬ ‫ـ‬ ‫ا‬


‫شبَّاب‬ َ ‫ـبـ‬ ‫ب‬
‫َمتَاب‬ ‫ـتـ‬ ‫ت‬
‫ِمثَال‬ ‫ـثـ‬ ‫ث‬
‫لُ َّجة‬ ‫ـجـ‬ ‫ج‬
‫ش َحم‬ َ ‫ـحـ‬ ‫ح‬

9
‫َاوة‬‫سخ َ‬ ‫َ‬ ‫ـخـ‬ ‫خ‬
‫س ِدٌْد‬ ‫َ‬ ‫ـ‬ ‫د‬
‫ِم ْذٌَاع‬ ‫ـ‬ ‫ذ‬
‫ش َّر‬ ‫ـ‬ ‫ر‬
‫ِخ ْن ِزٌْر‬ ‫ـ‬ ‫ز‬
‫ِم ْسن‬ ‫ـسـ‬ ‫س‬
‫نَ ِشٌْط‬ ‫ـشـ‬ ‫ش‬
‫صا ِلح‬ ‫َم َ‬ ‫ـصـ‬ ‫ص‬
‫ضاد‬ ‫َم َ‬ ‫ـضـ‬ ‫ض‬
‫ط ُ‬
‫ان‬ ‫س ْل َ‬ ‫ُ‬ ‫ـطـ‬ ‫ط‬
‫ظة‬ ‫ظا َ‬ ‫فَ َ‬ ‫ـظـ‬ ‫ظ‬
‫ِش َعار‬ ‫ـعـ‬ ‫ع‬
‫َؾ‬
‫شؽ َ‬ ‫َ‬ ‫ـؽـ‬ ‫غ‬
‫سفَن‬
‫َ‬ ‫ـفـ‬ ‫ؾ‬
‫س ْمؾ‬
‫َ‬ ‫ـمـ‬ ‫ق‬
‫َم ْكتَب‬ ‫ـكـ‬ ‫ن‬
‫فَلَك‬ ‫ـلـ‬ ‫ل‬

‫‪10‬‬
‫ث َ َمن‬ ‫ـمـ‬ ‫م‬
‫َمناَفِع‬ ‫ـنـ‬ ‫ن‬
‫لَ ْوم‬ ‫ـ‬ ‫و‬
‫س ْهل‬
‫َ‬ ‫ـهـ‬ ‫ه‬
‫ِبالَد‬ ‫ـال‬ ‫ال‬
‫لُإْ لُإ‬ ‫ـ‬ ‫ء‬
‫ِس ٌَاح‬ ‫ـٌـ‬ ‫ي‬

‫‪11‬‬
PELAJARAN KEENAM

MENULIS HURUF HIJA’IYAH DI AKHIR KATA

Berikut ini tabel dan contoh menjelaskan tentang


penulisan huruf Hija‟iyah yang terletak di akhir kata

CONTOH DI AKHIR BERDIRI SENDIRI

‫َد َعا‬ ‫ـا‬ ‫ا‬


‫ب‬َ َ ‫َكت‬ ‫ـب‬ ‫ب‬
َ ‫س َك‬
‫ت‬ َ ‫ـت‬ ‫ت‬
‫ْث‬َ ٌَ‫ل‬ ‫ـث‬ ‫ث‬
‫ث َ ْلج‬ ‫ـج‬ ‫ج‬
‫سا ِئح‬ َ ‫ـح‬ ‫ح‬
‫شٌْخ‬ َ ‫ـخ‬ ‫خ‬
‫ش َّد‬
َ ‫ـد‬ ‫د‬
‫لَ ِذٌْذ‬ ‫ـذ‬ ‫ذ‬
‫َم َّر‬ ‫ـر‬ ‫ر‬
‫ه َْمز‬ ‫ـز‬ ‫ز‬
‫س‬ َ ‫لَ َم‬ ‫ـس‬ ‫س‬
‫َعٌْش‬ ‫ـش‬ ‫ش‬

12
‫ص‬
‫َم َّ‬ ‫ـص‬ ‫ص‬
‫َراض‬ ‫ـض‬ ‫ض‬
‫َحائِط‬ ‫ـط‬ ‫ط‬
‫َؼٌْظ‬ ‫ـظ‬ ‫ظ‬
‫نَافِع‬ ‫ـع‬ ‫ع‬
‫زَ ٌْػ‬ ‫ـػ‬ ‫غ‬
‫س ْمؾ‬
‫َ‬ ‫ـؾ‬ ‫ؾ‬
‫شفَك‬
‫َ‬ ‫ـك‬ ‫ق‬
‫فَلَن‬ ‫ـن‬ ‫ن‬
‫َم َّل‬ ‫ـل‬ ‫ل‬
‫ُ‬
‫ش ّم‬ ‫ـم‬ ‫م‬
‫ِس ّن‬ ‫ـن‬ ‫ن‬
‫لَ ْهو‬ ‫ـو‬ ‫و‬
‫لَهُ‬ ‫ـه‬ ‫ه‬

‫‪13‬‬
ً‫لَ ِل ٌْال‬ ‫ـال‬ ‫ال‬
‫بَ َهاء‬ - ‫ء‬
ً
ّ ‫َو ِل‬ ً‫ـ‬ ‫ي‬

PELAJARAN KETUJUH

MENGENAL TANDA BACA 1 (DLOMMAH, FATHAH,


KASROH, SUKUN, DAN TASYDID)

Huruf-huruf Hija‟iyah tidak akan berbunyi kecuali diberi


tanda baca (syakal). Tanda-tanda itu adalah fathah,
Kasrah, Zommah, Tanwin, Sukun, dan Tasydid.

A. Dlommah )‫(ــُــ‬

Tanda baca ini mirip huruf wawu. Bentuknya seperti


itu karena makna dlommah adalah pelukan,
rangkulan. Bunyi tanda baca ini adalah “u”.

14
Sedangkan Letak tanda ini biasanya di atas garis
dan tepat di atas huruf yang ditandai dengannya.

Contoh :

‫ ال َم ْو ُز‬،‫ لُ ْولُ ْوا‬،‫ال ُك ْر ِسى‬


B. Fathah )‫(ـــَـــ‬

Sedangkan fathah yang berasal dari kata fataha


yang berarti membuka adalah tanda baca yang
berbunyi “a”. Tanda ini berbentuk sebuah garis
yang ditulis agak miring. Letak tanda ini di atas
garis dan biasanya di atas garis dan tepat di atas
huruf yang ditandai dengannya.

Contoh :

َ َ ‫ َكت‬،‫ش ََّر‬
‫ب‬
C. Kasroh ) ‫(ـــِــ‬

Adapun Kasroh adalah tanda baca yang berbunyi


“I”. Tanda ini terletak di bawah garis dan biasanya
di bawah garis dan tepat di bawah huruf yang

15
ditandai dengannya. Bentuk tanda ini adalah sama
dengan fathah, yang berbeda adalah letaknya.

Contoh :

ِ ‫ ِس‬،‫لَ ِلٌْل‬
‫ ِج َهادِى‬،‫ٌرى‬
D. Sukun ( ‫)ــْـ‬
Apabila tanda baca yang telah tersebut ada
bunyinya, tanda baca ini tidak ada sesuai dengan
arti dasarnya yaitu tenang, diam. Bentuk tanda ini
adalah sebuah lingkaran kecil tertutup atau sedikit
terbuka yang terletak di atas garis dan tepat di atas
huruf yang ditandai dengannya.

Contoh:

‫ لُ ْم َمة‬،‫ َر ْؼبَة‬،‫َم ْح ُم ْود‬


E. Tasydid ( ‫)ــّـ‬
Tanda baca yang satu ini sebenarnya adalah
sebagai ganti dari huruf yang disembunyikan
karena kembar untuk mempermudah

16
pengucapannya. Nama lain dari tasydid adalah
tadl‟if. Bentuk tanda ini adalah seperti angka 3
yang posisinya menghadap ke atas atau seperti
burung terbang terbalik. Letak tanda baca ini adalah
di atas garis dan biasanya tepat di atas huruf yang
ditandai dengannya.

Contoh :

َ ( ‫ش َّد‬
)‫ش َد َد‬ َ ،)‫ َج َّر ( َج َر َر‬،)‫َم َّد ( َم َد َد‬

PELAJARAN KEDELAPAN

MENGENAL TANDA BACA 2 (TANWIN)

Tanwin ) ‫ــــ‬ ،‫ ــــ‬،‫(ــًــ‬


Tanwin adalah bunyi nun sukun („n‟) pada akhir
kata. Secara berurutan seperti lambang di atas, tanwin ini
ada tiga yaitu dlommah tanwin/dlommatain, kasroh
tanwin/kasroatain, dan fathah tanwin/fathatain. Tanda
baca ini muncul dalam isim nakiroh (tidak tertentu) dan jika
isim ini kemasukan laam ta‟rif maka tanda tanwin tersebut

17
berubah menjadi dlommah, atau fathah, atau kasroh saja.
Cara penulisan tanwin (dlommatain dan kasrotain) cukup
dengan menulis tanwin tersebut di atas huruf yang hendak

ditanwinkan seperti contoh berikut : ، َ ‫ ِم ْس‬،‫ لَلَم‬،‫طا ِل َبة‬


‫ط َرة‬ َ
‫أ ُ ْستَاذ‬.
Sedang untuk fathatain, cara membuatnya ada dua
macam, yaitu ;

1. Menulis fathatain di atas huruf yang hendak


ditanwinkan dan menambahnya dengan huruf alif

seperti ، ً‫ َعائِال‬،‫سا‬ َ ، ‫َم ْكتَبًا‬


ً ‫ط ْربُ ْو‬
2. Cukup menulis fathatain saja tanpa menambah alif.
Aturan ini hanya berlaku untuk huruf taa‟ marbuthoh
dan hamzah seperti contoh berikut :

‫ ا ِْمالَ ًء‬، ‫ اِ ْب ِتؽَا ًء‬، ً‫سة‬


َ ‫ َم ْد َر‬، ً ‫ِل َرا َءة‬

18
PELAJARAN KESEMBILAN

MENGENAL HARAKAT PANJANG

Apabila kita ingin memanjangkan bacaan suatu huruf


dalam bahasa Arab maka kita tambahkan huruf mad
setelah huruf yang hendak kita panjangkan. Huruf mad
ada tiga yaitu alif, wawu dan yaa‟. Huruf Alif didahului oleh
harakat fathah, huruf Wawu didahului oleh harakat
dlommah, dan huruf Yaa‟ didahului oleh harakat kasroh.
Agar lebih jelas, perhatikan hal-hal berikut;

1. Untuk memanjangkan bunyi “A” kita menambahkan


alif sukun setelah huruf yang kita ingin
memanjangkannya yang berharakatkan fathah.

Contoh : ‫ َمادّة‬، ‫َّارة‬


َ ٌ‫س‬ َ ، ‫لَا ِئل‬
2. Untuk memanjangkan bunyi “U” kita menambahkan
Wawu sukun setelah huruf yang kita ingin
memanjangkannya yang berharakatkan dlommah.

Contoh : ‫رلُ ْود‬


ُ َ ، ‫لُ ْولُ ْوا‬
ُ ‫ط ْب‬
، ‫ش ْو َرة‬

19
3. Untuk memanjangkan bunyi “I” kita menambahkan
yaa‟ sukun setelah huruf yang kita ingin
memanjangkannya yang berharakatkan kasroh.

Contoh: ‫ِز ٌْنَة‬ ، ‫ ِسٌ َْرة‬، ‫ِفٌْل‬

PELAJARAN KESEPULUH

MENGENAL ALIF LAYYINAH

Alif Layyinah adalah alif yang tidak menerima


harakat. Cara membaca alif ini mirip dengan membaca alif
biasa pada saat menjadi tanda bacaan mad. Namun
demikian untuk membedakan antara keduanya alif mad
dibaca dengan nada datar atau meninggi sedangkan alif
layyinah atau maqshuroh dibaca dengan nada turun.

Alif layyinah letaknya di tengah dan di akhir kata.


Adapun yang terletak di tengah secara mutlak ditulis

dengan alif seperti َ ‫ ٌَ ْر‬،ُ‫ ٌَ ْخشَاه‬،‫ فَتَاة‬،‫ام‬


َ َ‫ ل‬،ُ‫ضاه‬
،‫ام‬ َ ‫ص‬َ
َ َ ‫ َو َحت‬،‫ َعالَ َم‬dan lain-lain.
‫ام‬

20
Sedangkan yang terletak di akhir kata ditulis
dengan ya‟ tanpa dua titik di bawahnya dalam tujuh tempat
selain tujuh tempat itu ditulis dengan alif. Tujuh tempat itu
adalah :
1. Dalam setiap isim tsulatsi (tiga huruf) yang alif
layyinah tersebut aslinya adalah ya‟, seperti َ َ‫الف‬
،‫تى‬
،‫ال ُه َدى‬
2. Setiap isim yang lebih dari tiga huruf dan huruf
sebelum terakhir adalah ya‟ seperti : ،‫ص ْؽ َرى‬
ُ
‫ لَتْلَى‬،‫عى‬ َ ،‫ ُح ْبلَى‬،‫ُكب َْرى‬
َ ‫ص ْر‬
3. Dalam empat nama „ajam (selain Arab) yaitu :
‫َارى‬َ ‫ بُخ‬،‫ ِك ْس َرى‬،‫سى‬
َ ٌْ ‫ ِع‬،‫سى‬
َ ‫ُم ْو‬
4. Dalam 5 isim mabni yaitu : ،‫ أ ُ ْولَى‬،‫تى‬ َ ‫ َم‬،‫ أَنَّى‬،‫لَ َدى‬
‫لى‬ُ
َ ‫األ‬
5. Dalam kata kerja tsulatsi yang alif layyinah tersebut

aslinya adalah ya‟, seperti ،‫ َو َعى‬،‫ َمشَى‬،‫س َعى‬


َ
‫َر َمى‬

21
6. Dalam kata kerja yang lebih dari tiga huruf selama
huruf sebelum alif layyinah tersebut bukan ya‟,

seperti ،‫صلَّى‬
َ ،‫ آتَى‬،‫أ َ ْه َدى‬
7. Dalam empat huruf yaitu : ‫ بَلَى‬، ‫ى‬
َّ ‫ َحت‬، ‫ َعلَى‬،‫ِإلَى‬

Dan perlu dicatat disini bahwa ada dua kaidah


penting yaitu :

1. Kata kerja yang fa‟ atau „ain fi‟ilnya adalah wawu,

maka ditulis dengan ya‟ seperti : ،‫ َولَى‬،‫َو َعى‬


‫ ال َج َوى‬،‫ال َه َوى‬
2. Kata kerja yang „ain fi‟ilnya adalah hamzah juga

ditulis dengan ya‟ seperti :‫شَاء‬ ،‫ بَا َء‬،‫فَا َء‬


Alif layyinah yang berada di akhir kata harus ditulis
dengan alif dalam hal berikut ini :

1. Huruf-huruf ma‟ani yang berakhir dengan alif seperti


َّ‫ ِإال‬،‫ ِإ َذا‬،‫ َما‬،َ‫ال‬

22
2. Isim mabni yang berakhir dengan alif contoh : ،‫َذا‬
،‫ َم ْه َما‬،‫ُه َما‬
3. Isim „ajam yang berakhir dengan alif contoh : ،‫ُزلَ ٌْخَا‬
َ ‫ فَ َر ْن‬،‫ٌَافَا‬
‫سا‬
4. Isim yang berakhir dengan alif yang aslinya adalah

ya‟ mutakalim contoh: َ َ ‫ ٌَا أ‬، ُ‫ٌَا َو ٌْلَتَا ٌَا فَ ْر َحتَاه‬


‫سفَا‬
5. Isim yang berakhir dengan alif nudbah (ratapan)

seperti : ‫ح ْزنَا‬
ُ ‫ َوا‬،‫ َوا َع ِلٌَّا‬،‫َوا أ َ ْح َم َدا‬
6. Isim yang berakhir dengan alif yang datang sebagai
ganti dari almustaghos bih seperti :

‫ْؾ‬ َّ ‫ ٌَا َر ْح َمتَا ِلل‬،‫ٌَا َع َج َبا ِم ْن فِ ْع ِل ال َجا ِه ِل‬


ِ ٌ‫ض ِع‬
7. Fi‟il yang berakhir dengan nun taukid khofifah

seperti : َ‫اص ٌَ ِة لٌَُ ْس َجن ََّن َولَ ٌَ ُك ْونَا ِمن‬


ِ َّ‫لَنَ ْسفَعًا ِبالن‬
َ‫صا ِؼ ِرٌْن‬
َّ ‫ال‬

23
8. Setiap yang diakhiri dengan alif yang sebelumnya

adalah ya‟ dan dia bukanlah „alam seperti : ،‫أ َ ْحٌَا‬


‫ اِ ْست َ ْحٌَا‬،‫ٌَ ْحٌَا‬
9. Alif fa‟il jika terletak di akhir kata seperti : ‫ِإ ْل َرأْ ا ٌَا‬
َ‫ لَ ْم ٌَ ْد ُخال‬،‫ان‬
ِ ‫ُم َح َّم َد‬
10. Alif mutsanna jika diidhofahkan kepada isim dhohir

seperti : ِ َ‫ ل‬،‫ فَاتِ َحا ْال َم ِد ٌْنَ ِة‬،‫س ِة‬


‫ارئَا‬ َ ‫َكاتِ َبا اْل َم ْد َر‬
‫الد َّْر ِس‬
11. Fi‟il tsulatsi yang huruf ketiganya adalah alif yang

berasal dari wawu seperti : َ ،‫ َجثَا‬،‫بَ َدا‬


،‫صفَا‬
12. Isim tsulatsi yang huruf ketiganya adalah alif yang

berasal dari wawu seperti : ‫ضا‬ ّ ِ ،‫صفَا‬


َ ‫الر‬ َّ ‫ ال‬،‫الربَا‬
Cara mengetahui kata yang ditulis dengan ya‟ atau
wawu :

1. Dengan melihat bentuk tasniyahnya seperti :

24
‫مثنى‬ ‫مفرد‬

ِ ٌَ َ ‫فَت‬
‫ان‬ َ َ‫ف‬
‫تى‬

‫ان‬
ِ ‫ص َو‬
َ ‫َع‬ ‫صا‬
َ ‫َع‬

2. Dengan melihat bentuk jama‟nya

‫جمع‬ ‫مفرد‬

‫َر ْحٌَات‬ ‫َر َحى‬

‫َم ْه َوات‬ ‫َم َها‬

3. Dengan melihat bentuk masdarnya

‫مصدر‬ ‫فعل‬

25
‫ً‬
‫س ْع ُ‬
‫ال َّ‬ ‫س َعى‬
‫َ‬

‫الؽ َْز ُو‬ ‫ؼَزَ ا‬

‫‪4. Dengan melihat isim marroh atau isim hai‟ahnya‬‬

‫مرة‬
‫اسم ّ‬ ‫فعل‬

‫س ْع ٌَةُ‬
‫ال َّ‬ ‫س َعى‬
‫َ‬

‫العَ ْد َوة ُ‬ ‫َع َدا‬

‫اسم هٌئة‬ ‫فعل‬

‫الر ْع ٌَةُ‬
‫ِّ‬ ‫َرأَى‬

‫ا ِلم ٌْتَةُ‬ ‫ات‬


‫َم َ‬

‫‪26‬‬
5. Dengan melihat fi‟il mudhori‟nya

‫فعل ماضى‬ ‫فعل مضارع‬

َ َ‫ل‬
‫نى‬ ِ ‫ٌَ ْم‬
‫نى‬

‫َد َعى‬ ُ ‫ٌَ ْد‬


‫ع ْو‬

6. Dengan menyandarkan dhomir fa‟il kepada kata


kerja madzi.

‫اإلسناد لضمٌر‬
‫فعل ماضى‬
‫الفاعل‬
‫ْت‬
َ ٌ‫َج َر‬ ‫َج َرى‬

َ ‫ؼَزَ ْو‬
‫ت‬ ‫ؼَزَ ا‬

27
PELAJARAN KESEBELAS

MENGENAL ALIF LAM QAMARIYAH

Alif lam ketika memasuki sebuah kata benda akan


merubah dari nakiroh ke makrifah. Ada dua cara membaca
alif lam tersebut. Satu diantaranya dibaca secara jelas dan
sementara yang satunya dibaca dengan tidak demikian.

Al Qomariyah ketika memasuki kata benda yang


dimulai dengan huruf Qomariyah dibaca dengan jelas
tanpa merubah sesuatu apapun. Huruf-huruf tersebut
berjumlah 15 yang terkumpul dalam sebuah kalimat

ْ ‫اَبْػِ َح َّج َن َوخ‬


‫َؾ َع ِمٌْــ َمــه‬
Contoh :

MAKRIFAH NAKIROH HURUF

ُ ‫اال ْمتِ َح‬


‫ان‬ ِ ‫ا ِْمتِ َحان‬ ‫ا‬

ُ ‫اإل ْس َك‬
‫ان‬ ِ ‫إ ْس َكان‬ ‫ء‬

28
‫اب‬
‫البَ ُ‬ ‫بَاب‬ ‫ب‬

‫الؽَا ِل ٌَةُ‬ ‫ؼَا ِل ٌَة‬ ‫غ‬

‫ال َحار‬ ‫َحار‬ ‫ح‬

‫ال َج ِم ٌْ ُل‬ ‫َج ِمٌْل‬ ‫ج‬

‫ال َكالَ ُم‬ ‫َكالَم‬ ‫ن‬

‫ال َو ْلتُ‬ ‫َو ْلت‬ ‫و‬

‫ال َخٌ ُْر‬ ‫َخٌْر‬ ‫خ‬

‫الفَائِ ُز‬ ‫فَائِز‬ ‫ؾ‬

‫ال َعا ِلٌَةُ‬ ‫َعا ِلٌَة‬ ‫ع‬

‫المَلَ ُم‬ ‫لَلَم‬ ‫ق‬

‫‪29‬‬
‫الٌَ ْو ُم‬ ‫ٌَ ْوم‬ ‫ي‬

‫َارة‬
َ ‫ال َمن‬ ‫َارة‬
َ ‫َمن‬ ‫م‬

‫ال ُه َدى‬ ‫ُه َدى‬ ‫ه‬

PELAJARAN KEDUA BELAS

MENGENAL ALIF LAM SYAMSIYAH

Al Syamsiyah dibaca dengan cara memasukan lam


ke huruf awal kata benda tersebut seraya mengganti
dengan huruf tersebut. Hal ini terjadi hanya dalam bacaan
dan tidak dalam tulisan. Selain huruf Qomariyah adalah
huruf Syamsiyah.

MAKRIFAH NAKIROH HURUF

30
‫الت َّ ِ‬
‫اج ُر‬ ‫تَ ِ‬
‫اجر‬ ‫ت‬

‫الث َّ ْل ُج‬ ‫ث َ ْلج‬ ‫ث‬

‫َّار‬
‫الد ُ‬ ‫َدار‬ ‫د‬

‫الذَّ ٌْ ُل‬ ‫َذٌْل‬ ‫ذ‬

‫الرأْ ُ‬
‫س‬ ‫َّ‬ ‫َرأْس‬ ‫ر‬

‫َّ‬
‫الزٌ ُْن‬ ‫زَ ٌْن‬ ‫ز‬

‫س ْل ُم‬
‫ال ِ ّ‬ ‫ِس ْلم‬ ‫س‬

‫ام ُل‬
‫ش ِ‬‫ال َّ‬ ‫َامل‬
‫ش ِ‬ ‫ش‬

‫صائِ ُم‬
‫ال َّ‬ ‫صائِم‬
‫َ‬ ‫ص‬

‫ضال‬
‫ال ّ‬ ‫ضال‬ ‫ض‬

‫‪31‬‬
َّ
‫الطا ِل ُح‬ َ
‫طا ِلح‬ ‫ط‬

ّ
‫الظا ِل ُم‬ َ
‫ظا ِلم‬ ‫ظ‬

‫اللَّ ٌْ ُل‬ ‫لٌَْل‬ ‫ل‬

ُ ‫ال ِنّ ْس َوة‬ ‫نِ ْس َوة‬ ‫ن‬

‫الالَّئِ ُم‬ ‫الَ ِئم‬ ‫ال‬

PELAJARAN KETIGA BELAS

MENGENAL TAA’ MARBUTHAH

Taa‟ marbuthah adalah huruf taa‟ berbentuk bulat )‫(ة‬


yang apabila dibaca sesuai dengan harakat akan berbunyi
„ta, ti, tu’, atau „tan, tin, tun’. Namun, bila bacaannya
dimatikan maka akan berbunyi suara „h‟ mati.

Taa‟ Marbuthoh terdapat dalam beberapa kata


diantaranya;

32
‫‪1. Isim mudzakkar yang dimuannatskan‬‬

‫مإنث‬ ‫مذكر‬

‫ُم ْس ِل َمة‬ ‫ُم ْس ِلم‬

‫َوا ِس َعة‬ ‫َوا ِسع‬

‫َ‬
‫ط ٌِّ َبة‬ ‫َ‬
‫ط ٌِّب‬

‫‪2. Beberapa bentuk jamak‬‬

‫جمع‬ ‫مفرد‬

‫الد َعاة ُ‬ ‫الدّا ِعى‬

‫ال َكفَ َرة ُ‬ ‫ال َكافِ ُر‬

‫األ َ ْم ِثلَةُ‬ ‫ال ِمثَا ُل‬

‫‪33‬‬
3. Huruf asli
Huruf taa‟ marbuthoh di sini adalah asli bukan
ta‟nits.

Contoh :

‫ضة‬ َ ‫ َم ْد َر‬،‫ ِع َدة‬،‫ِعٌَا َدة‬


َ ‫ ِرٌَا‬،‫سة‬
Yang harus diperhatikan dalam hal ini adalah
berubahnya taa‟ marbuthoh menjadi taa‟ maftuhah
dalam penulisan jika taa‟ marbuthoh bertemu
dengan dlomir muttashil

‫تاء مفتوحة‬ ‫تاء مربوطة‬

‫ُم ْس ِل َمت ُ َها‬ ‫ُم ْس ِل َمة‬

َ ‫َم ْد َر‬
ًِ‫ست‬ َ ‫َم ْد َر‬
‫سة‬

‫ُد َعاتُنَا‬ ُ ‫الد َعاة‬

34
PELAJARAN KEEMPAT BELAS

MENGENAL TAA’ MAFTUHAH

Taa‟ ini berbentuk taa‟ biasa (terbuka). Nama


lainnya adalah taa‟ mabsuthoh. Berbagai macam harakat
bisa dijadikan tanda bagi taa‟ ini. Jika dalam keadaan
tanwin kemudian dibaca waqof maka dibaca selayaknya
huruf lainnya. Sedangkan dalam keadaan berharakat
fathah, dlommah, atau kasroh, jika diwaqofkan bacaannya
maka dibaca taa‟ sukun.

Ta‟ mabsutoh berada dalam beberapa tempat :

1. Kata kerja madli dengan fa‟il dhomir ghoibah. Taa‟


maftuhah ini berharakatkan sukun.

ْ َ‫َمال‬
Contoh : ‫ت‬ ْ َ‫ لَال‬،‫ت‬
،‫ت‬ ْ ‫َكت َ َب‬

2. Bentuk jamak muannats salim. Contoh;


3. Taa‟ ini bisa menerima semua harakat kecuali
fathah tanwin dan sukun

35
‫جمع‬ ‫مفرد‬

‫ُم ْس ِل َمات‬ ‫ُم ْس ِل َمة‬

‫َوا ِسعَات‬ ‫َوا ِسعَة‬

َ
‫ط ٌِّ َبات‬ َ
‫ط ٌِّ َبة‬

4. Huruf asli.
Taa‟ ini adalah huruf asli yang ada dalam suatu
kata.

Contoh dalam kata kerja َ ‫ ث َ َب‬، ‫ات‬


‫ت‬ َ ‫س َك‬
َ ‫ َم‬، ‫ت‬ َ
Contoh dalam kata benda َّ
ُ‫ ال َب ٌْت‬، ُ‫ ال ِكب ِْر ٌْت‬، ُ‫الز ٌْت‬

36
PELAJARAN KE LIMA BELAS

HAMZAH DITULIS ALIF DI AWAL KATA

Hamzah di awal kata secara mutlak ditulis dengan


alif, baik itu berupa hamzah qotho‟ maupun hamzah
washal yang berkharokat zommah, fathah ataupun kasroh.
Contoh :

. ‫ اسكت‬،‫ اسم‬،‫ إكرام‬،‫ أكرم‬،‫ إمام‬،‫ أ ّم‬،‫ أخت‬،‫ أخ‬،‫أب‬

PELAJARAN KE ENAM BELAS


HAMZAH DITULIS DI ATAS ALIF DI TENGAH KATA

Hamzah yang ditulis alif di tengah kata terdapat


dalam 3 tempat :

1. Hamzah berharokat sukun (mati) jatuh setelah


fathah
Contoh :

37
‫ فؤت‬،‫ مؤرب‬،‫ ٌؤمر‬،‫ طمؤنٌنة‬،‫ رأى‬،‫ كؤس‬،‫رأس‬
2. Hamzah berharokat fathah jatuh setelah fathah
Contoh :

‫ اشمؤز‬،‫ اتؤد‬،‫ ٌتؤخر‬،‫ الحدأة‬،‫ نؤى‬،‫ متؤمل‬،‫سؤل‬


3. Hamzah berharokat fathah jatuh setelah huruf
sokhih yang berharokat sukun
Contoh :

‫ نشؤة‬،‫ ٌرأس‬،‫ ٌسؤل‬،‫ جزأٌن‬،‫ مألى‬،‫ مسؤلة‬،‫مرأة‬

PELAJARAN KE TUJUH BELAS


HAMZAH DITULIS DI ATAS WAWU DI TENGAH KATA

Hamzah yang ditulis wawu di tengah kata terdapat


dalam 5 tempat :

1. Hamzah berharokat sukun jatuh setelah zommah


Contoh :

‫ بإس‬،‫ مإلم‬،‫ أإتمن‬،‫ رإٌة‬،‫ سإل‬،‫ ٌإمن‬،‫لإلإ‬

38
2. Hamzah berharokat fathah jatuh setelah zommah
Contoh :

‫ الزإام‬،‫مإو ل‬
ّ ،‫ مإامرة‬،‫ ٌإ ّجـل‬،‫ سإال‬،‫مإلؾ‬
3. Hamzah berharokat zommah jatuh setelah sukun
Contoh :

‫ التشاإم‬،‫ التثاإب‬،‫ التضاإل‬،‫ ٌلإم‬،‫ هاإم‬،‫أرإس‬


4. Hamzah berharokat zommah jatuh setelah fathah
dan sebelum dan sesudah hamzah itu tidak berupa
huruf lain atau huruf mad
Contoh :

‫ أإول‬،‫ أإلمى‬،‫ لإم‬،‫ٌإ ّم‬


5. Hamzah berharokat zommah jatuh setelah zommah
Contoh :

‫ شإن‬،‫نإم‬
KESIMPULAN :
Hamzah di tengah kata yang ditulis di atas wawu
terdapat di 2 tempat :

39
a) Jika hamzah berharokat zommah dan jatuh
setelah harokat fathah, zommah maupun sukun.
b) Jika didahului oleh huruf berharokat zommah dan
hamzah setelahnya berharokat fathah maupun
sukun.

PELAJARAN KE DELAPAN BELAS


HAMZAH DITULIS DI ATAS YA’ DI TENGAH KATA

Hamzah yang ditulis ya‟ di tengah kata terdapat


dalam 7 tempat :
1. Hamzah berharokat zommah jatuh setelah kasroh
Contoh :

‫ فـئـون‬،‫مئـون‬
2. Hamzah berharokat fathah jatuh setelah kasroh
Contoh :

‫ ناشـئة‬،‫ رئـة‬،‫فـئة‬
3. Hamzah berharokat sukun jatuh setelah kasroh
Contoh :

40
‫ ذ ئب‬،‫ بئـس‬،‫بئر‬
4. Hamzah berharokat kasroh jatuh setelah kasroh
Contoh :

‫ ابطئى‬،‫ فئٌـن‬،‫مئـٌـن‬
5. Hamzah berharokat kasroh jatuh setelah zommah
Contoh :

‫ رئى‬،‫ دئـل‬،‫سئـل‬
6. Hamzah berharokat kasroh jatuh setelah fathah
Contoh :

ّ
‫ ضئٌـل‬،‫ ٌـئن‬،‫مطمئن‬
7. Hamzah berharokat kasroh jatuh setelah sukun
khuruf shokhih maupun mu‟tal secara mutlak
Contoh :

‫ ضوئى‬،‫ وضوئى‬،‫ أفـئـدة‬،‫ مسا ئـل‬،‫أسئـلـة‬

KESIMPULAN :
Hamzah di tengah kata yang ditulis di atas ya‟
terdapat di 2 tempat :

41
a) Jika hamzah berharokat kasroh dan jatuh setelah
harokat fathah, kasroh, zommah maupun sukun.
b) Jika didahului huruf berharokat kasroh dan
hamzah setelahnya berharokat fathah, zommah
maupun sukun.

PELAJARAN KE SEMBILAN BELAS


HAMZAH DITULIS BERDIRI SENDIRI DI TENGAH KATA

Hamzah yang ditulis berdiri sendiri di tengah kata


terdapat di dua tempat :
1. Di dahului huruf mad atau layin sukun dan hamzah
berharokat fathah
Contoh :

‫ لراء ٌـن‬،‫ جزاءان‬،‫ السموء ل‬،‫تفاء ل‬


2. Ada huruf mad setelah hamzah
Contoh :

،‫ رء وؾ‬،‫ رء وس‬،‫ مرء وس‬،‫سوءى‬


‫ رء ٌس‬،‫ الجاءى‬،‫اسراء ٌـل‬

42
PELAJARAN KE DUA PULUH
HAMZAH DI AKHIR KATA

Hamzah di akhir kata memiliki empat cara


penulisan :

1. Ditulis di atas alif jika didahului oleh huruf


berharokat fathah
Contoh :

‫ عـبؤ‬،‫ مهـٌّؤ‬،‫ٌتبوأ‬
ّ ،‫ ٌمأل‬،‫ ملجؤ‬،‫لرأ‬
2. Ditulis di atas wawu jika didahului oleh huruf
berharokat zommah
Contoh :

‫ وضإ‬،‫ هزإ‬،‫ التباطإ‬،‫ التواطإ‬،‫لإلإ‬


3. Ditulis di atas ya‟ jika didahului oleh huruf
berharokat kasroh
Contoh :

‫ لم ٌجئ‬،‫ لارئ‬،‫ مبتدئ‬،‫ برئ‬،‫منشئ‬

43
(Ketiga macam penulisan hamzah ini menyesuaikan
jenis harokat huruf sebelumnya)
4. Ditulis berdiri sendiri dan ini terdapat di dua tempat :
a) Didahului oleh huruf sohih maupun huruf „ilat
yang berharokat sukun
Contoh :

،‫ ٌضىء‬،‫ صفاء‬،‫ ملء‬،‫ بطء‬،‫ ٌسوء‬،‫ جزاء‬،‫جزء‬


‫ برىء‬،‫مجىء‬
b) Didahului oleh wawu tasydid berharokat zommah
Contoh :

‫التبوء‬
ّ

PELAJARAN KE DUA PULUH SATU


KETENTUAN LAIN TENTANG HAMZAH

1. Setiap hamzah yang berharokat zommah didahului


oleh huruf selain harokat kasroh dan setelah hamzah
terdapat wawu sukun maka hamzah tersebut tidak
ditulis dengan menggunakan (pasangan) huruf.

44
Contoh :

،‫ مرء وس‬،‫ الرءوا‬،‫ ٌبدءون‬، ‫ مسئول‬،‫رء وس‬


‫رءوؾ‬
kecuali lafadz berikut :

،‫ ٌإوب‬،‫ نإوم‬،‫ لإوم‬،‫ فإل‬،‫ صإون‬،‫ شإون‬،‫سإول‬


‫ لإود‬،‫ ٌإول‬،‫بإوس‬

Sepuluh lafadz di atas hamzah ditulis di atas wawu


karena untuk menghindari lafadz lain bila hanya
ditulis menggunakan 1 wawu.

2. Setiap hamzah berharokat fathah setelahnya berupa


huruf mad dari jenisnya (alif) maka hamzah tersebut
tidak terlihat (melebur dengan mad).
Contoh :

‫ رآسة‬،‫ لرآن‬،‫مرآة‬

45
 Kecuali bila diakhiri dengan alif tasniyah, maka
hamzah tersebut terlihat.
Contoh :

‫ لم ٌمرأا‬،‫ ٌمرأان‬،‫ بدأا‬،‫لرأا‬


 Bila didahului alif maka hamzah ditulis berdiri
sendiri
Contoh :

‫جاءا‬
 Bila diakhiri alif tasniyah dan hamzah didahului
oleh huruf berharokat sukun maka ditulis berdiri
sendiri jika kedua huruf antara hamzah tidak bisa
disambung.
Contoh :

‫لرءان‬ (bentuk tasniyah dari ‫(لرء‬


 Jika kedua huruf di antara hamzah tersebut bisa
disambung maka hamzah ditulis di atas nibroh
(garis tanda hamzah).
Contoh :

46
‫بطـئان‬
 Jika didahului oleh huruf berharokat kasroh
maupun zommah maka hamzah ditulis dengan
huruf sesuai harokatnya.
Contoh :

‫ لإلإان‬،‫ملجـئان‬
 Jika didahului oleh huruf berharokat fathah maka
hamzah berubah menjadi mad.
Contoh :

‫مبدآن‬
3. Setiap hamzah berharokat kasroh setelahnya berupa
huruf mad dari jenisnya (ya‟) selain ya‟ mukhotobah
atau mutakallim atau nisbah maka hamzah tidak
ditulis dengan (pasangan) huruf.
Contoh :

‫ رء ٌـس‬،‫ الجاءى‬،‫ جبراءٌـل‬،‫إسراءٌـل‬


 Tetapi boleh juga hamzah ditulis di atas nibroh
Contoh :

47
‫ رئٌـس‬،‫ مٌكائٌـل‬،‫ جبرائـٌـل‬،‫إسرائٌـل‬
4. Setiap hamzah di awal kata setelahnya berupa mad
dari jenisnya maka hamzah ditulis sebagaimana
bunyi pengucapannya.
Contoh :

‫ أإمر‬،‫ائـتمر‬
 Kecuali setelah hamzah berupa alif maka hamzah
(melebur) menjadi mad.
Contoh :

‫آخذ‬
 Jika hamzah selain berharokat fathah didahului
oleh wawu atau fa‟ maka hamzah washal dibuang
dan hamzah ditulis dengan alif.
Contoh :

‫ فؤذن لمن‬،‫ وأتونى بؤهلكـم أجمعٌن‬،‫وأمر أهلـن‬


‫شئت منهم‬

48
5. Hamzah bertasydid diberlakukan sebagaimana
hukum hamzah berharokat jatuh setelah huruf
berharokat.
Contoh :

‫ رئـٌس‬،‫ مترئس‬،‫ ترإسا‬،‫ترأس‬


6. Jika antara hamzah, mad dan tasydid berkumpul
maka penulisannya cukup dengan mad dan tasydid
saja.
Contoh :

،‫آل ّل‬
 Dan apabila hamzah dan tasydid berkumpul maka
keduanya ditulis secara bersamaan.
Contoh :

‫الترإّس‬

7. Hamzah washal tidak dikatakan sebagai alif


meskipun hamzah ini terletak di awal karena hamzah
washal ini adalah hasil dari pembentukan.
Pembentukan hamzah ini mengikuti kata

49
sambungnya (washal) bukan dari waqof (akhir
berhenti) atau permulaan.
Adapun hamzah qotho‟ ditulis dengan alif, jika
hamzah dibuat kasroh maka harokat kasroh
diletakkan dibawah alif untuk membedakan antara
kasroh dan harokat lainnya. Demikian juga apabila
hamzah ini diberi tasydid maka harokat kasroh
diletakkan di bawah alif dan tasydid tetap di atasnya.
Adapun dengan hamzah qotho‟ di tengah kata maka
hamzah ini diletakkan di atas alif atau wawu atau ya‟.

PELAJARAN KE DUA PULUH DUA


HURUF ZIYADAH (TAMBAHAN)

1. Hamzah washal menjadi huruf ziyadah pada lam ta‟rif


dan isim khusus yang berjumlah 10 secara sima‟i.

،‫ اٌمن‬،‫ اثنتان‬،‫ اثنان‬،‫ است‬،‫ امرأة‬،‫ أسم‬،‫ ابنة‬،‫( ابن‬


) ‫ ابنم‬،‫امرئ‬

50
2. Hamzah washal ditambahkan pada bentuk masdar
dan fi‟il-fi‟ilnya secara qiyasi.

3. Alif di tengah menjadi huruf tambahan pada kata ‫مائة‬


dan pada „adad tarkibnya dari satuannya,

contoh : ،‫ ستمائة‬،‫ خمسمائة‬،‫ وأربعمائة‬،‫ثلثمائة‬


‫ ثمنمائة و تسعمائة‬،‫سبعمائة‬
Alif tersebut dihilangkan ketika dalam :

a) bentuk tasniyahnya, contoh : ‫مئتان‬


b) bentuk jamaknya, contoh : ‫مئون و مئات‬
c) bentuk nisbahnya, contoh : ‫ى‬
ّ ‫مئو‬

4. Alif ziyadah juga terdapat pada ujung wawu dhomir


jamak pada fi‟il madzi, amar dan fii‟il mudhori‟ yang
dibuang nunnya karena didahului amil nashob atau
jazm.

51
5. Alif juga terkadang ditambahkan pada syi‟ir di akhir
baitnya untuk menyesuiakan qofiyahnya (bunyi
akhir).

PELAJARAN KE DUA PULUH TIGA


WAWU TAMBAHAN DI TENGAH DAN DI UJUNG KATA
SERTA KEJELASAN PENGUCAPANNYA

1. Wawu menjadi huruf tambahan di tengah terdapat


pada kata berikut :

a) ‫( أوالء‬dibaca panjang dengan alif mamdudah)

dan ‫( أولى‬dibaca pendek dengan alif maqshuroh)


keduanya adalah isim isyaroh.

b) ‫( أولو‬mahal rofa‟) atau ‫( أولى‬mahal nashob dan


jar) dengan makna “yang memiliki (mudzakar) ”

(‫ )أصحاب‬.

Contoh : ‫ وأولى األمر منكم‬،‫أولو األلباب‬

52
c) ‫أوالت‬ dengan makna “ yang memiliki (muanats) “

(‫)صاحبات‬

Contoh : ‫األحمال‬ ‫وأوالت‬

2. Wawu ditambahkan di ujung kata ‫عمرو‬ dengan

syarat kata itu adalah nama orang (isim alam). Wawu


di sini ditambahkan untuk menghindari keserupaan

dengan nama ‫ عمر‬yang tidak menerima tanwin.


Contoh :

‫إن عمرو بن العاص هو الذى فتح مصر فى عهد‬


‫عمر بن الخطاب‬

3. Wawu di ujung kata boleh diucapkan sebagai


tambahan setelah mim dhomir jama‟.
Contoh :

‫إنما األهم األخالق ما بمٌت‬


‫وإن همو ذهبت اخاللهم ذهبوا‬

53
‫ إلخ‬.......... ‫ إتخذتكمو‬،........ ‫إن كنتمو‬

PELAJARAN KE DUA PULUH EMPAT


MEMBUANG HAMZAH WASHAL

Hamzah washal dibuang pada beberapa kata


berikut ini :

1. Alif Lam ( ‫) ال‬ , jika :

a) Ketika kemasukan hamzah istifham (kata tanya) .

Contoh : ‫آلعلم أفضل أم المال‬


b) Ketika kemasukan lam ( ‫ ) ل‬.

Contoh : ‫ للمدرسة‬،‫للعلم‬
2. Beberapa bentuk masdar dan fi‟il madzinya ( baik
tertulis maupun dalam pelafalannya) jika kemasukan
hamzah istifham.
Contoh :

‫أستؽفرت لهم أم لم تستؽفر لهم ؟‬

54
‫أستكبارا على من هم أعلم منن ؟‬
‫أظطرارا فعلت كذا أم اختٌارا ؟‬
3. Kata ‫ اسم‬ketika kemasukan hamzah istifham.
Contoh :

‫أسمن على أم أحمد ؟‬


‫أسم أخٌن محمود ؟‬

Adapun kata ‫اسم‬ pada lafadz basmalah, hamzah

washal tidak ditulis secara lengkap (dibuang) jika


tidak ada kalimat penyerta yang mendahului atau
mengakhirinya

) ‫ميحرلا نمحرلا هللا‬ ‫بسم‬ ). Apabil ada kalimat penyerta

yang mengiringinya maka hamzah washal tersebut


tidak dibuang.
Contoh :

55
‫ باسم هللا الرحمن الرحٌم‬،‫أتبرن باسم هللا الرحٌم‬
ّ
‫ إلخ‬........ ‫أفتتح‬

4. Kata ( ‫ابن‬ ) ( baik secara tertulis maupun

pengucapannya ) dalam keadaan :


a) Ketika kemasukan hamzah istifham.
b) Ketika kemasukan Ya‟ nida‟ (panggilan) .

Contoh : ‫ٌابن آدم‬


c) Ketika kata ‫ ابن‬terletak di antara dua isim alam
dimana isim alam yang pertama tidak ditanwin dan
tidak ada kata yang memisahkan dari keduanya.

PELAJARAN KE DUA PULUH LIMA


MEMBUANG ALIF LAYYINAH DI TENGAH KATA

Alif layyinah dibuang di tengah kata ( baik di tengah


asli maupun bentuk dari perubahan) terdapat pada kata
berikut :

56
1. Kata yang sesudah hamzah ada alif (bentuk
perubahan menurut aturan qowaid) dan di atas
hamzah diberi tanda mad.

Contoh : ‫ مآل‬،‫ مآثر‬،‫ آمن‬،‫ آثر‬،‫اآلن‬


2. Dua kata ‫رحمان‬ dan ‫حارث‬ ketika keduanya

dima‟rifatkan dengan ‫ال‬


3. Kata ‫لكن‬ baik nunnya berupa nun mukhofafah

(tidak berstasyid) maupun musyadadah.

4. Kata ‫أوالء‬ ketika diakhiri hufur kaf.

Contoh : ‫أولئــن هم المفلحون‬


5. Kata ‫( اإللــه ) إله‬
6. Kata ‫سماء‬ ketika dijamakkan dengan alif dan ta‟

“ ‫السموات‬ “

57
PELAJARAN KE DUA PULUH ENAM
MEMBUANG ALIF LAYYINAH
DI BEBERAPA KATA

Alif layyinah juga dibuang pada beberapa kata


berikut :

1) Kata ( ‫) ثالث‬ ketika digabung dengan ‫مائة‬


Contoh : ‫ثلثمائة‬
2) Isim alam yang masyhur, seperti :

‫ ابرهٌم‬،‫ اسمعٌل‬،‫ وهرون‬،‫اسحك‬


3) ‫ ها‬huruf tanbih ketika mendahului isim isyaroh yang
tidak dimulai dengan ta‟ dan diakhiri kaf.

Contoh : ‫ هكذا‬،‫ هإالء‬،‫ هذه‬،‫هذا‬


4) ‫ذا‬ isim isyaroh yang bersambung dengan lam

berkasroh .

Contoh : ّ
‫ذلكن‬ ،‫ ذلكم‬،‫ ذلكما‬،‫ذلن‬

58
5) ‫ أنا‬dhomir mutakallim ketika terletak di antara ‫ها‬
tanbih dan ‫ ذا‬isyaroh .
Contoh : ‫هؤنذا‬
6) ‫ ٌاء‬huruf nida‟ , jika :
a) Setelahnya ada kata ‫ أى‬contoh : ‫ٌؤٌها المرء‬
‫المإدّب‬
b) Setelahnya ada kata ‫ أهل‬contoh : ‫ٌؤهـل‬

PELAJARAN KE DUA PULUH TUJUH


MEMBUANG WAWU

Terkadang pada suatu kata dijumpai dua wawu


yang berkumpul jadi satu maka boleh meringkas dari salah
satunya atau membuang wawu yang lain atau bahkan
menulis keduanya bersamaan.

59
Terbuang atau tetapnya wawu dengan ketentuan :

1. Membuang salah satu dari kedua wawu kata ‫داود‬


dan ‫طاوس‬
2. Membuang salah satu atau menulis keduanya secara

bersamaan pada kata ‫ هارون‬، ‫ راوون‬dan


‫طاووس‬
3. Menetapkan kedua wawu secara bersamaan
terdapat pada kata :

a) ‫ ذو‬makhal rofa‟ yang bermakna ‫أصحاب‬


b) Isim naqish yang ber‟ain fi‟il wawu dalam bentuk
jamak mudzakar salim mahal rofa‟

Contoh : ‫ الناوون‬،‫ الؽاوون‬،‫الروون‬


c) Kata ‫ شإون‬،‫ سإول‬،‫كـإوس‬
d) Fi‟il bina‟ Lafif Maqrun yang kemasukan dhomir
wawu jamak

60
Contoh : ،‫ وطوون‬،‫ ٌلوون‬،‫ ؼووا‬،‫ طووا‬،‫لووا‬
‫ أؼوو‬،‫ أطوو‬،‫ ٌؽوون‬،‫ٌروون‬
e) Wawu yang ditulis sebagai pengganti hamzah
yang diikuti wawu .

Contoh : ‫ لإوم‬،‫ ٌإول‬،‫ٌإوب‬

61
Daftar Pustaka

Abdussalam Muhammad Haru. 1959. Qowa’id al-Imla’,


Mesir: Daaru Sa‟d.
Mukhtar Yahya,tth. Qowa’id al-Imla’ al’Arobiy, Jakarta:
Maktabah Wijaya.
Tim Pulitbang Lektur Keagamaan. 2003. Pedoman
Transliterasi Arab Latin, Jakarta: Proyek
Pengkajian dan Pengembangan Lektur Pendidikan
Agama.
Zarkasyi, Imam, tth.Qowa’id al-Imla’, Gontor-Ponorogo,
Trimurti Press.

62