0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4K tayangan31 halaman

Contoh Programa Penyuluhan Pertanian

Laporan ini membahas penyusunan program penyuluhan pertanian di Desa Jatisari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap. Program penyuluhan dirancang untuk memberikan arah dan pedoman kegiatan penyuluhan selama satu tahun guna mencapai tujuan peningkatan pengetahuan dan kesejahteraan petani.

Diunggah oleh

SANTA
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4K tayangan31 halaman

Contoh Programa Penyuluhan Pertanian

Laporan ini membahas penyusunan program penyuluhan pertanian di Desa Jatisari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap. Program penyuluhan dirancang untuk memberikan arah dan pedoman kegiatan penyuluhan selama satu tahun guna mencapai tujuan peningkatan pengetahuan dan kesejahteraan petani.

Diunggah oleh

SANTA
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

PERENCANAAN PENYULUHAN PERTANIAN I

PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN


DESA JATISARI KECAMATAN KEDUNGREJA
KABUPATEN CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH

Disusun Oleh :

EDI SUPRIYANTO
NIRM 05.1.4.16.0682

Semester 1B

Dosen Pengampu : Hasan Azhari, SP

Tanggal Penugasan : 12 Oktober 2016

KEMENTERIAN PERTANIAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN (STPP) MAGELANG
JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN DI YOGYAKARTA
TAHUN 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan laporan mata kuliah
Perencanaan Penyuluhan Pertanian 1 ini dengan baik. Laporan ini disusun untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perencanaan Penyuluhan Pertanian 1
Semester 1 Tahun Akademik 2016/2017 STPP Magelang Jurusan Penyuluhan
Pertanian Yogyakarta tentang menyusun programa penyuluhan pertanian. Laporan
ini bersumber dari referensi yang disebutkan oleh narasumber. Mahasiswa
diharapkan dapat menyusun programa penyuluhan pertanian dan bisa menentukan
potensi wilayah di suatu daerah.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu dalam penyusunan laporan ini. Harapan penulis agar laporan ini
bermanfaat bagi mahasiswa khususnya bidang penyuluhan pertanian dan
pembaca, penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam peyusunan laporan
ini, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat di perlukan.

Yogyakarta, 12 Oktober 2016

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................1
A. Latar belakang........................................................................................................1
B. Tujuan....................................................................................................................1
C. Manfaat..................................................................................................................2
TINJAUAN PUSTAKA.....................................................................................................3
BAB II KEADAAN WILAYAH........................................................................................5
a. RUK.......................................................................................................................7
b. Sketsa Usaha Tani..................................................................................................8
c. Kalender Musim.....................................................................................................9
d. Jadwal Kegiatan...................................................................................................10
e. Peta Sumber Daya................................................................................................13
f. Peta Transek.........................................................................................................14
g. Bagan Kecenderungan..........................................................................................15
BAB III MASALAH........................................................................................................16
1. Tabel Kompilasi Masalah dan Potensi..................................................................16
1. Pohon Masalah ....................................................................................................17
2. Uji Prioritas Masalah............................................................................................18
3. Tabel Impact Point................................................................................................19
BAB IV TUJUAN............................................................................................................20
BAB V CARA MENCAPAI TUJUAN............................................................................22
BAB VI MATRIK PROGRAMA PERTANIAN..............................................................23
BAB VII PENUTUP........................................................................................................26
a. Kesimpulan.............................................................................................................26
b. Saran......................................................................................................................26

3
BAB I PENDAHULUAN

a. Latar belakang
Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) pada bab VII Pasal
23 menyebutkan bahwa Programa penyuluhan dimaksudkan untul
memberikan arah, pedoman, dan alat pengendalian pencapaian tujuan
penyelenggaraan penyuluhan. Programa penyuluhan terdiri atas programa
penyuluhan desa/kelurahan atau unit kerja lapangan, programa penyuluhan
kecamatan, programa penyuluhan kabupaten/kota, programa penyuluhan
provinsi dan programa penyuluhan nasional yang disusun dengan
memperhatikan keterpaduan, dan kesinergian programa pada setiap tingkatan
sebagaimana tersebut diatas.

Sedangkan keterpaduan dimaksudkan bahwa programa penyuluhan


pertanian disusun dengan memperhatikan programa penyuluhan tingkat
kecamatan, tingkat kabupaten/kota,tingkat provinsi dan tingkat nasional,
kalau kesinergian dimaksudkan bahwa programa penyuluhan pertanian pada
tiap tingkat mempunyai hubungan yang bersifat saling mendukung, sehingga
semua programa penyuluhan pertanian selaras dan tidak bertentangan antara
programa penyuluhan pertanian dalam berbagai tingkatan

Programa penyuluhan disusun setiap tahun yang membuat rencana


penyuluhan tahun berikutnya dengan memperhatikan siklus anggaran masing-
masing tingkatan yang mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumber
daya sebagai dasar pelaksanaan penyuluhan yang dalam implementasinya
harus terukur, realistis, bermanfaat dan dapat terlaksana serta di lakukan
secara partisipatif, terpadu, transparan, demokratis dan bertanggung jawab.

b. Tujuan
Menyediakan acuan dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian dan
bagi para penyelenggara penyuluhan pertanian
1. Menyediakan bahan penyusunan perencanaan kegiatan penyuluhan
pertanian
2. Memberikan acuan bagi penyuluh pertanian di Desa Jatisari,
Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap
3. Meningkatkan pengetahuan, wawasan, sikap dan perilaku pelaku
utama, pelaku usaha, penyuluh, dan petugas agar mereka mampu
memecahkan permasalahan yang ada serta mampu memanfaatkan
potensi sumber daya pertanian menjadi peluang yang nyata dan
bermanfaat.

1
c. Manfaat
 Rencana penyuluhan dapat tersusun secara sistematis untuk
memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian
tujuan penyuluhan
 Memberikan arah dan pedoman dan alat pengendalian pencapaian
tujuan penyuluhan, selanjutnya menjadi acuan dasar bagi penyuluh
untuk menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian (RKTP).

2
TINJAUAN PUSTAKA

a. Pengertian matrik programa

Programa Penyuluhan Pertanian Tingkat Desa merupakan salah satu wujud


perencanaan partisipasi masyarakat. Hal ini tercermin dari definisi programa
penyuluhan pertanian Tingkat Desa yaitu rencana tertulis yang disusun secara
sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali
pencapaian tujuan penyuluhan. Programa Penyuluh terdiri atas programa
penyuluhan desa/kelurahan, atau unit kerja lapangan, programa penyuluhan
kecamatan, programa penyuluhan kabupaten/kota, programa penyuluhan propinsi
dan programa penyuluhan nasional.

Inti programa adalah rencana kegiatan penyuluhan pertanian yang disusun


melalui sebuah lokakarya partisipatif berdasarkan potensi wilayah dan
masalah/kebutuhan petani serta dukungan instansi/pihak terkait. Isi dari programa
ini adalah kegiatan-kegiatan utama dalam penyuluhan pertanian yang akan
dilaksanakan di wilayah kerja penyuluhan pertanian selama satu
tahun.Penyuluhan Pertanian merupakan salah satu kegiatan yang menunjang
keberhasilan program perkembangan pertanian. Kegiatan penyuluhan pertanian
bertujuan meningkatkan pendapatan petani dan keluarganya melalui peningkatan
produksi pertanian.

b. Alat-alat yang diperlukan dalam penyusunan matrik programa adalah :

1. RUK
2. Sketsa Usaha Tani
3. Kalender Musim
4. Jadwal Kegiatan
5. Peta Sumber Daya
6. Peta Transek
7. Bagan Kecenderungan
8. Pohon Masalah
9. Tabel Kompilasi Masalah
10. Tabel Impact Point
11. Uji Prioritas Masalah
12. Tabel Rumusan Keadaan

3
c. Cara membuat matrik programa
1. Merumuskan keadaan
2. Menetapkan tujuan
3. Menetapkan masalah
4. Menetapkan rencana kegiatan
5. Melakukan wawancara
6. Mengumpulkan data
7. Menyusun data hasil wawancara
8. Memasukan data dalam tabel matrik programa

d. Manfaat matrik programa

1. Dijadikan sebagai pedoman kerja bagi penyuluh dalam melaksanakan


tugas penyuluhan sehingga menghasilkan kegiatan penyuluhan pertanian
spesifik lokasi yang strategis dan mempunyai daya yang tinggi terhadap
peningkatan produktivitas komoditi unggulan daerah dan pendapatan
petani

2. Sebagai bahan informasi untuk dinas yang terkait dalam menentukan


kebijakan pembangunan pertanian, perkebunan, peternakan dan Kehutan.

3. Memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan


penyuluhan pertanian

4. Menjadi acuan dasar bagi penyuluh untuk menyusun Rencana Kerja


Tahuan Penyuluhan Pertanian (RKTP).

4
BAB II KEADAAN WILAYAH

a. Biofisik Desa Jatisari


Luas wilayah Desa Jatisari secara keseluruhan adalah 471,6 Ha yang
terdiri dari tanah kering dengan luas 145,5 Ha dan tanah sawah 326,1 Ha.
Dilihat dari segi astronomis, desa ini terletak pada koordinat 7.517823o LS
dan 108.799295o BB. Batas-batas Desa Jatisari yaitu:
a. Batas sebelah utara dengan :Desa Ciklapa
b. Batas sebelah timur dengan : Desa Cisumur
c. Batas sebelah selatan dengan : Desa Bumireja
d. Batas sebelah barat dengan : Desa Kedungreja
b. Karakteristik lahan
Letak topografi tanah di desa ini datar, dengan lahan yang sebagian
besar di manfaatkan oleh masyarakat untuk lahan pertanian, perkebunan dan
perikanan sehingga sebagian besar masyarakat desa adalah petani dan petani
penggarap.Wilayah pesawahan yang dimiliki sebagian besar merupakan
lahan dengan sistem pengairan sederhana, dan berada dengan ciri topografi
daratan yang relatif datar atau landai.Jenis tanah yang ada disebagian besar
wilayah ini memiliki klasifikasi jenis tanah lempung liat berpasir dan
lempung berpasir.
c. Keadaan Demografi
Dari wawancara simulasi yang di lakukan dengan salah satu keluarga
tani yaitu Bapak Sarwoto yang terdiri dari 6 anggota keluarga yaitu bapak
Sarwoto, istrinya ibu Sarinten dan ke-4 anaknya. Dari data tersebut
presentase jenis pekerjaan sebagai berikut: petani 50%, PNS 10%, pedagang
20 %, buruh 10%, pekerja swasta 10%.
d. Keadaan Sosial Ekonomi
Sebagian besar masyarakat di Desa Jatisari memiliki jenis pekerjaan
sebagai petanihanya sebagian kecil saja masyarakat di Desa Jatisariyang
memiliki pekerjaan diluar pertanian seperti Pegawai Negri Sipil (PNS),
Nelayan, Pedagang, Pekerja Swasta dan Buruh.Dari keterangan tersebut
dapat disimpulkan ketergantungan terhadap sektor pertanian cukup besar ,

5
sehingga peranan sektor pertanian menjadi penting. Karena merupakan
kegiatan utama dalam menggerakan kegiatan ekonomi di DesaJatisari.
Dengan kata lain jika kondisi pertaniannya produktif maka pendapatan
masyarakat akan meningkat. Begitu pun sebaliknya jika kondisi pertanian
mengalami penurunan produktivitasnya maka akan berimbas kepada tingkat
pendapatan dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu pembangunan
masyarakat terhadap sektor pertanian perlu untuk ditingkatkan dan lebih
dioptimalkan. Selain itu kondisi pertanian di Desa Jatisari dapat dijadikan
potensi utama, jika dilihat dari kemampuan sebagian masyarakatnya yang
berkonsentrasi di sektor ini.

6
KEADAAN
a. RUK
Nama Petani : Sarwoto
Kelompok Tani : Jaya Lestari
Desa : Jatisari
1. Profil Keluarga
a. Daftar Anggota Keluarga
Kepala Keluarga : Sarwoto (L)
Ibu : Sarinten (P
Anak: - Eka Budi Setiawan (L)
- Edi Supriyanto (L)
- Jerajat Subekti (L)
- Nia Wijiasih (P)
b. Luas dan Penggunaan Lahan
 Luas lahan 1,1 Ha
 Penggunaan lahan
o Pertanian :

1. Cabai : 200 m2
2. Jagung : 100 m2
3. Pepaya : 100 m2
4. Kangkung : 100 m2
5. Tomat : 100 m2
o Padi : 1 Ha
o Peternakan sapi : 30 m2
o Lahan kosong : 155 m2
2. Rumusan Cita-cita Keluarga
 Pencapaian hasil dalam pertanian keluarga semakin membaik
 Menjadi petani sukses
 Perbaikan akses jalan ke lahan pertanian
3. Masalah
 Penggunaan lahan kurang optimal
 Teknologi pertanian yang digunakan masih tradisional
 Ketersediaan tenaga kerja yang belum memenuhi target pencapaian
4. Kegiatan yang diinginkan
 Pencapaian dalam satu tahun membangun lahan kosong menjadi
area lahan pertanian yang lebih mengarah pada potensi daerah
 Membeli alat-alat pertanian modern untuk menunjang kegiatan
pertanian
5. Potensi
 Tingkat kesuburan tanah tinggi
 Iklim dan cuaca yang mendukung, ketersediaan air cukup memadai

7
b. Sketsa Usaha Tani

Lahan yang dimiliki oleh Bapak Sarwoto dimanfaatkan untuk sawah, ternak,
kebun, sumber air, dan masih ada lahan yang belum dimanfaatkan (lahan kosong)

1. Untuk ke sawah yaitu 500 m dari rumah


2. Untuk ke kandang ternak yaitu 25 m dari rumah
3. Untuk ke lahan pertaniannya yaitu 10 m dari rumah
4. Untuk mata air yang digunakan yaitu dari sumur yang berjarak 1m dari
rumah.
Potensi yang ada pada sketsa usaha tani diatas adalah memiliki lahan yang luas
dan terciptanya peluang bisnis dari tanaman hortikultura Masalah yang timbul
akibat sketsa usaha tani di atas adalah kurangnya pemanfaatan kotoran
ternak,kurangnya tenaga ahli pertanian dan tidak dimanfaatkannya lahan kosong.

c. Kalender Musim

8
BULAN

NO KOMODITAS 4 5 6 7 8
1 2 3 9 10 11 12

1 Padi

2 Jagung

3 Padi

Keterangan :

: Masa Penanaman : Masa Perawatan

: Masa Panen : Bero

Pola tanam yang digunakan oleh Bapak Sarwoto untuk mengolah sawahnya
yaitu dengan pola tanam Padi – Jagung – Padi. Padi ditanam pada bulan basah,
sedangkan jagung di tanam pada bulan kering sehingga Bapak Sarwoto menanam
Padi pada bulan Januari dan bulan September sedangkan penanaman Jagung
dilakukan pada bulan Juni. Masa istirahat tanah (bero) pada bulan Mei
bermanfaat untuk memulihkan keadaan tanah dari racun yang terkandung akibat
dari p;enyemprotan pestisida. Padi di panen pada bulan April dan Desember
sedangkan Jagung di panen pada bulan Agustus.

Potensi yang ada dari kalender musim :

1. Tanah yang subur berpotensi untuk peningkatan produksi


2. Iklim dan cuaca yang mendukung
3. Penanaman yang sesuai musim mengurangi serangan hama dan penyakit

Masalah yang ditimbulkan pada kalender musim :

1. Pembusukan saat panen di musim basah


2. Penanganan hama dan penyakit kurang terkendali dan belum efektif

d. Jadwal Kegiatan

No Kegiatan Bulan Ket.

9
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Menyemai benih Menggun


akan
benih-
benih
yang
unggul

 Padi

 Cabai,
Jagung dan
Tomat
 Kangkung

 Pepaya
2 Menanam Waktu
penanama
n harus di
sesuaikan
dengan
jenis
tanamann
ya

 Padi

 Cabai,
Jagung dan
Tomat
 Kangkung

 Pepaya
3 Perawatan Pemberia
n pupuk
harus
sesuai
dosis
yang telah
ada

a. Pemberianpu
puk

10
 Padi

 Cabai,
Jagung dan
Tomat
 Kangkung

 Pepaya

b. Penyiangan
Penyianga
n di
lakukan
scara rutin
1x
seminggu

 Padi

 Cabai,
Jagung dan
Tomat
c. Pembumbun Pembumb
an unan
dilakukan
agar pori-
pori tanah
terbuka
dan rutin

 Padi

 Cabai,
Jagung dan
Tomat
 Kangkung

 Pepaya
d. Pemberian Pemilihan
pestisida pestisida
 Padi di
 Cabai, sesuaikan
Jagung dan dengan
Tomat hama dan
 Kangkung jenis

11
 Pepaya
4 Penyiraman Apabila
musim
basah
penyiram
an di
kurangi,
begitupun
sebalikny
a

5 Panen Panen
dilakukan
sesuai
dengan
umur
tanaman
masing-
masing

 Padi

 Cabai,
Jagung dan
Tomat
 Kangkung

 Pepaya
6 Pasca panen Dilakukan
seoptimal
mungkin
untuk
menamba
h nilai
jual hasil
panen

penyakit,
dosis di
sesuaikan

 Padi

12
 Cabai,
Jagung dan
Tomat
 Kangkung

 Pepaya

Keterangan :

= Padi = Cabai, Jagung, dan Tomat

= Kangkung = Masa Peyiraman Tanaman

= Pepaya

Proses produksi berbagai jenis tanaman yang di tanam oleh Bapak Sarwoto
dalam satu tahun disusun dengan penjadwalan sesuai dengan musim tanam
masing-masing tanaman.

Potensi dari jadwal kegiatan :

 Penanaman cabe dimusim basah bisa menambah nilai jual

Masalah yang ditimbulkan dari jadwal kegiatan :

 Penanaman cabai dimusim basah bisa menyebabkan tanaman banyak


terserang hama dan penyakit dan gagal panen

e. Peta Sumber Daya

13
Peta sumber daya Desa Jatisari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Jawa
Tengah.

Peta Sumberdaya desa adalah peta tentang keadaan sumber daya umum desa.

Komoditas dominan yang ditanam di desa tersebut antara lain:

1. Kakao
2. Padi
3. Jagung
4. Pisang
5. Kelapa
6. Bambu
Potensi : - Lahan pertanian dan pemukiman seimbang
- Irigasi

Masalah : - Aliran air sering tersumbat menyebabkan banjir di sekitar


irigasi
- Pemasaran hasil pertanian kurang optimal

14
f. Peta Transek

Tipe  Perumahan /  Lahan  Perkebunan  Sungai


Lahan pemukiman Sawah
Tekstur  Lempung berpasir  Lempung  Lempung berpasir  Aluvial
Lahan liat berpasir
Tanaman  Pisang  Jeruk  Pisang
Tahunan  Kelapa  Kelapa  Kelapa
 Mangga  Pisang  Mangga
 Rambutan  Rambutan
 Coklat  Coklat
 Jambu  Bambu
 Bambu
Tanaman  Bayam  Padi  Bayam
Semusim  Kangkung  Timun  Kangkung
 Terong  Terong  Terong
 Cabai  Cabai  Cabai
 Tomat  Jagung  Tomat
 Kacang panjang  Kacang panjang
 Ubi kayu  Ubi kayu
 Ubi jalar  Ubi jalar
Ternak/  Ayam  Bebek  Ayam  Gabus
Ikan  Itik  Itik  Mujair
 Kambing  Kambing  Lele
 Sapi  Sapi

Dari peta transek di atas dapat diketahui gambaran umum Desa Jatisari secara
keseluruhan, sehingga diketahui kondisi desa seperti penggunaan lahan, tekstur
lahan, komoditas yang di tanam, dan jenis hewan yang diternakkan.

Potensi:

 Banyaknya komoditas pisang yang bisa di jadikan olahan sale pisang

Masalah:

 Kotoran ternak yang banyak belum dimanfaatkan menjadi biogas dan


pupuk organik

g. Bagan Kecenderungan

15
Jenis usaha Tahun Tahun Tahun Tahun
2000 2005 2010 2015

Luas lahan ******* ******* ***** ***


**
Pertanian musiman ******* ****** ****** *****
Buruh tani ******* ****** **** ***
*
Dagang *** **** ***** ******
Jumlah penduduk ** *** **** *****

Teknik ini adalah teknik PRA yang dapat menggambarkan perubahan berbagai
keadaan, kejadian, serta kegiatan masyarakat dari waktu ke waktu. Perubahan
yang terjadi di Desa Jatisari dari tahun 2000 sampai 2015 adalah sebagai berikut

 Berkurangnya luas lahan di karenakan banyaknya pembangunan


 Buruh tani semakin sedikit dikarenakan mereka beralih profesi menjadi
pedagang sehingga jumlah penduduk yang bekerja di buruh tani berkurang
sedangkan jumlah pedagang meningkat karena hasil yang diperoleh lebih
menguntungkan
 Jumlah penduduk yang ada semakin bertambah setiap tahunnya
 Pertanian semusim setiap tahunnya menurun karena penduduk setempat
telah mengetahui informasi mengenai pergiliran tanaman.

Potensi :

 Meningkatnya usaha dagang untuk pemasaran


 Bertambahnya jumlah penduduk maka SDM pertanian bisa terpenuhi
 Intensifikasi lahan

Masalah :

 Lahan pertanian semakin sempit


 Tenaga kerja pertanian semakin berkurang

16
BAB III MASALAH

1. Tabel Kompilasi Masalah Dan Potensi


Menunjukan kumpulan masalah dari alat-alat PRA

N
Nama Instrumen Potensi Masalah
o.
 Tingkat kesuburan tanah tinggi  Penggunaan lahan kurang optimal
1 RUK  Ketersediaan air memada  Teknologi pertanian yang digunakan masih tradisional
 Ketersediaan tenaga kerja yang belum memenuhi target pencapaian
 Memiliki lahan yang luas  Kurangnya pemanfaatan kotoran ternak
 Terciptanya peluang bisnis  Kurangnya tenaga ahli tentang pertanian
2 SKETSA USAHA TANI  Tidak termanfaatkannya lahan kosong yang tersedia

 Penanaman cabai di musim basah bisa  Penanaman cabai di musim basah menyebabkan tanaman banyak
3 JADWAL KEGIATAN menambah nilai jual terserang hama dan gagal panen
 Tanah yang subur berpotensi untuk peningkatan  Penanganan hama dan penyakit kurang terkendali dan tidak efektif
produksi  Banyak terjadi pembusukan saat panen di musim basah
4 KALENDER MUSIM  Iklim dan cuaca yang mendukung
 Penanaman yang sesuai musim mengurangi
serangan hama dan penyakit
 Lahan pertanian dengan pemukiman seimbang  Aliran air sering tersumbat menyebabkan banjir di sekitar irigasi
5 PETA SUMBER DAYA  Irigasi  Pemasaran hasil pertanian kurang optimal

 Banyaknya komoditas pisang yang bisa  Belum termanfaatkannya kotoran ternak untuk dijadikan biogas ataupun
6 PETA TRANSEK dimanfaatkan untuk olahan sale pisang pupuk
 Meningkatnya usaha dagang untuk aspek  Lahan pertanian semakin sempit
BAGAN KECENDERUNGAN pemasaran  Tenaga kerja pertanian semakin berkurang
7  Bertambah jumlah penduduk maka SDM
DAN PERUBAHAN
pertanian bisa terpenuhi

17
1. Pohon Masalah

Kesejahteraan petani rendah

Penggunaan Ketersediaan Kurangnya Sistem Pembusukan Banyak Cuaca Pemasaran


lahan kurang tenaga kerja pemanfaatan irigasi saat panen di tanaman tidak kurang
optimal rendah kotoran ternak kurang baik musim basah terserang stabil optimal
hama

Tidak Jumlah SDM Teknologi masih Pengendalian


termanfaatkan petani rendah tradisional hama kurang
nya lahan optimal
kosong

Kurangnya
tenaga ahli

Masalah utama yang menghambat kesejahteraan petani adalah tenaga kerja, sistem irigasi, cuaca serta hama dan penyakit.

18
2. Uji Prioritas Masalah

SCORE
N Jumlah Orang Luasnya Manfaat Jumlah
Masalah Perannya Terhadap
O yang Memiliki Akibat dari Bagi Nilai
Pendapatan Petani
Masalah Masalah Petani
1 Tidak termanfaatkannya lahan kosong 3 3 5 4 15

2 Kurangnya tenaga kerja ahli pertanian 3 4 5 5 17

3 Teknologi masih tradisional 4 4 3 4 15

4 Pengendalian hama kurang optimal 3 5 4 5 17

5 Pemasaran kurang optimal 1 4 5 5 15

Uji prioritas masalah adalah salah satu alat PRA yang menjelaskan tentang hubungan antara masalah dengan jumlah yang mengalami
masalah, luasannya akibat masalah, manfaat untuk petani dan peranannya terhadap pendapatan petani. Dari tabel di atas,masalah
yang harus diselesaikan terlebuh dahulu adalah tenaga kerja ahli pertanian dan pengendalian hama, karena faktor-faktor tersebut
sangat penting peranannya untuk kesehjateraan petani di Desa Jatisari.

19
3. Tabel Impact Point

MASALAH PENGETAHUAN SIKAP KETERAMPILAN PENGATURAN JARINGAN KESWADAYAAN


Tidak termanfaatkannya Tidak tau cara mengolah Tidak bisa memanfaatkan
lahan kosong lahan secra optimal lahan kosong
Tidak mau menjadi
petani karena
Kurangnya tenaga kerja pekerjaan petani
ahli pertanian dianggap remeh dan
tidak
menguntungkan
Kesepakatan dari para
petani supaya tetap
Pengendalian hama dan
Tidak bisa menggunakan menggunakan sistem
penyakit kurang
alsintan yang modern tradisional yang sudah
terkendali
ada dari zaman nenek
moyang
Kurangnya bantuan
Belum bisa
Tidak tahu tentang pestisida dan
Teknologi masih melakukan
pencegahan hama dan teknologi modern
tradisional pencegahan hama
penyakit secara terpadu dari perintah untuk
secara tepat
pengendalian hama

Tidak adanya kerja


Pemasaran kurang Tidak tahu teknik Tidak bisa memasarkan
sama dengan
optimal pemasaran yang baik produk dengan baik
pengepul

Tabel Impact Point adalah tabel yang menunjukan masalah yang di temukan termasuk kategori dalam ranah- ranah pengetahuan,
sikap, ketrampilan, pengaturan, jaringan dan keswadayaan.

20
BAB IV TUJUAN

Bab ini menjelaskan tujuan-tujuan yang ingin di capai dari permasalahan yang ada

Keadaan Rumusan Tujuan Metode Materi


Masalah
Tidak Petani tidak Agar petani  Ceramah Cara
termanfaat tahu cara tahu cara  Penyuluhan memanfaatkan
kan nya mengolah mengolah  Pelatihan lahan secara
lahan dan dan optimal
kosong memanfaat memanfaatk
kan lahan an lahan
secara secara
optimal optimal
Rendahny Kurangnya Agar petani  Ceramah Pentingnya
a jumlah pengetahua tau tentang  Penyuluhan tenaga kerja ahli
tenaga n petani di dunia
kerja ahli dunia pertanian
pertanian pertanian dan mau
dan minat menjadi
menjadi petani sejati
petani itu
rendah
sehingga
banyak
yang
beralih
profesi
Teknologi Rendahnya Agar petani  Pelatihan  Pentingn
masih iptek mampu  Diskusi ya iptek
tradisional petani, menguasai pertania
tidak iptek serta n
handal mau  Keuntun
dalam mencoba gan
menggunak sistem yang penggun
an alsintan modern aan
modern kemudian sistim
serta beralih modern
budaya perlahan- dalam
nenek lahan dunia
moyang pertania
yang masih n
di
pertahanka
n

21
Pengendal Petani tidak  Pelatihan Pengendalian
ian hama tau cara  Diskusi hama secara
kurang menangani  Ceramah terpadu
terkendalihama
secara
terpadu dan
bisa
mencegah
hama
dengan
cara yang
tepat
Pemasaran Petani Petani  Pelatihan Teknik
kurang belum tahu mengetahui  Ceramah pemasaran
optimal teknik teknik
pemasaran pemasaran
yang baik yang baik
serta tidak serta mampu
bisa memasarkan
memasarka produknya
n dengan baik
produknya
dengan
baik

22
BAB V CARA MENCAPAI TUJUAN

Agar tujuan diatas dapat tercapai hal pertama yang perlu di atasi yaitu
program dari pemerintah desa setempat, harus ada program – program tentang
pertanian yang disusun secara baik yang berpihak kepada petani.

Setelah di desa tersebut telah membuat program – program tentang


pertanian pasti akan terbentuk yang namanya kelompok tani, kelompok tani
ini sangat penting apabila ada bantuan – bantuan dari desa disalurkannya
lewat kelompok tani ini agar mudah untuk komunikasinya. Jadi dalam
pelaksanaannya bisa membantu petani untuk meningkatkan hasil
produksinya.

Dan yang terkhir caranya yaitu pemerintah desa harus ada program untuk
mendatangkan penyuluh sebagi tempat petani belajar bersama dalam
mengatasi permasalahan yang biasa terjadi pada saat bertani, agar petani
mempunyai dorongan semangat dan penyuluhan yang akan menggerakkan
mereka untuk bertani.

23
BAB VI MATRIK PROGRAMA PERTANIAN

No Sasaran Kegiatan Penyuluhan Ke

Usaha Pelaku
Pelaku t.

Petugas
utama
Keadaan

Masalah
Tujuan

n pelaksanaa
Biaya Sumber
W T P L P L P

Penanggun
Metode/

g jawab
Volume

Lokasi
Materi

Waktu
T T D

keg
1 Tidak Petani Petani tidak  √ √ √ √ Cara  Ceramah 2 Desa Septe Da Petugas Pelaku
termanf tahu tahu cara memanfaatk  Penyuluhan kali Jati mber na pihak utama
aatkan cara mengolah an lahan  Pelatihan dal Sari, 2016 pri terkait
nya mengol dan secara
am Kec. bad
lahan ah dan memanfaat optimal
kosong memanf kan lahan 1 Kedu i
aatkan secara bul ngrej
lahan optimal an a,
secara Kab
optima Cilac
l ap
2 Rendah Petani Kurangnya √ √ √ √ √ Pentingnya  Ceramah 1 Desa Septe Da Petugas Pelaku
nya tau pengetahua tenaga kerja  Penyuluhan kali Jati mber na pihak utama
jumlah tentang n petani di ahli dal Sari, 2016 pri terkait

24
tenaga dunian dunia am Kec. bad
kerja pertaniapertanian 1 Kedu i
ahli n dan dan minat bul ngrej
pertania mau menjadi an
a,
n menjadi petani itu
petani rendah Kab
sejati sehingga Cilac
banyak ap
yang
beralih
profesi
3 Teknolo Agar Rendahnya √ √ √ √ √ √  Penti  Pelatihan 2 Desa Septe Sw Petugas Pelaku
gi masih petani iptek ngny  Diskusi kali Jati mber ada pihak utama
tradisio mampu petani, a dal Sari, 2016 ya terkait
nal mengua tidak handal iptek am
Kec.
sai iptek dalam perta 1
serta menggunak nian bul Kedu
mau an alsintan  Keun an ngrej
mencob modern tunga a,
a sistem serta n Kab
yang budaya peng Cilac
modern nenek guna ap
kemudi moyang an
an yang masih sisti
bralih di m
sepenuh pertahankan mode
nya rn
dala

25
m
dunia
perta
nian
4 Pengen Agar Petani tidak √ √ √ √ √ Pengendalia  Pelatiha 4 Desa Septe sw Petugas Pelaku
dalian petani tau cara n hama n kali Jati mber ada pihak utama
hama mampu menangani secara  Diskusi dal Sari, 2016 ya terkait
kurang mengen hama secara terpadu  ceramah am
Kec.
terkend dalikan terpadu dan 1
ali hama bisa bul Kedu
secar mencegah an ngrej
optimal hama a,
dengan dengan cara Kab
teknolo yang tepat Cilac
gi ap
modern
5 Pemasar Petani Petani √ √ √ √ Teknik  pelatiha 1 Desa Septe Da Petugas Pelaku
an mengeta belum tahu pemasaran n kali Jati mber na pihak utama
kurang hui teknik  ceramah dal Sari, 2016 pri terkait
optimal teknik pemasaran am bad
Kec.
pemasar yang baik 1 i
an yang serta tidak bul Kedu
baik, bisa an ngrej
mampu memasarka a,
memasa n Kab
rkan produknya Cilac
produk. dengan baik ap

26
BAB VII PENUTUP
a. Kesimpulan

Programa penyuluhan pertanian adalah rencana tertulis yang disusun


secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat
pengendali tujuan penyuluhan pertanian.
Rencana tentang kegiatan matrik memadukan aspirasi petani dan
masyarakat pertanian dengan potensi wilayah yang menggambarkan
keadaan sekarang, tujuan yang ingin di capai, masalah, dan alternatif
pemecahannya.

b. Saran

Setelah menerapkan pengetahuan ini dalam kegiatan pembelajaran


pasti akan menemui banyak kendala dan permasalahan-permasalahan baru
di lapangan. Untuk itu para penyuluh harus selalu mengembangkan diri,
untuk selalu belajar, mengadakan inovasi sehingga perencanaan dan
pelaksanaan serta evaluasi penyuluhan pertanian dapat berjalan dengan
baik dan akhirnya di dapatkan hasil yang optimal.

27
28

Anda mungkin juga menyukai