Anda di halaman 1dari 4

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS


RSUD CILACAP

Demam Tifoid (ICD 10: ………..)

1. Pengertian (Definisi) Infeksi akut dengan demam yang berlangsung selama 7 hari atau
lebih yang disebabkan oleh Salmonella typhi

2. Anamnesis 1. Demam lebih dari 7 hari naik secara bertahap, mencapai


suhu tertinggi pada akhir minggu pertama, minggu kedua
demam terus tinggi
2. Anak sering mengigau, malaise, letargi, anoreksia, nyeri
kepala, nyeri perut, diare atau konstipasi, muntah, perut
kembung
3. Kesadaran menurun, kejang, ikterus pada demam tifoid
yang berat

3. Pemeriksaan Fisik 1. Gejala klinis bervariasi dari yang ringan sampai berat
dengan komplikasi kesadran menurun, delirium.
2. Sebagian besar anak mempunyai lidah tifoid, yaitu di
bagian tengah kotor dan di bagian pinggir hiperemis.
3. Meteorismus dan hepatomegali lebih sering dibanding
splenomegali.
4. Kadang-kadang disertai ronki pada pemeriksaan paru
5.
4. Kriteria Diagnosis 1. Demam lebih dari 7 hari naik secara bertahap, mencapai
suhu tertinggi pada akhir minggu pertama, minggu kedua
demam terus tinggi
2. Lidah Tifoid

5. Diagnosis Kerja
Demam Tifoid (A01.0)

6. Diagnosis Banding 1. Demam dengue (ICD 10:


2. Malaria (ICD 10:
3. Tuberkulosis

7. Pemeriksaan Penunjang 1. Darah tepi : leukopenia,aneosinofilia, limfositosis relatif,


trombositopenia(ICD 9 CM: 90.5)
2. Serologi
Serologi widal kenaikan titer S. Thypi titer O 1:200 atau
kenaikan titer 4 kali titer fase akut ke fase konvalesens
3. Pemeriksaan Radiologik
*foto thorak, apabila diduga terjadi komplikasi pneumonia
*foto abdomen, apabila diduga terjadi komplikasi
intraintestinal seperti perforasi usus atau perdarahan
saluran cerna
Pada perforasi usus tampak:
-distribusi udara tidak merata
-air fluid level
-bayangan radioluscent di daerah hepar
-udara bebas pada abdomen

8. Tatalaksana 1. Bila demam (≥ 39ºC)di berikan paracetamol iv


2. Kloramfenikol (drug of choice) 50-100 mg/kg BB/hari dibagi
dalam 4 dosis per oral atau IV selama 10-14 hari.
Jika tidak dapat diberikan kloramfenikol diberikan ampisilin
IV selama 10 hari
atau kotrimoksazol 6 mg/kgBB/hari per oral selama 10 hari
3. Bila tidak ada perbaikan digunakan generasi ketiga
sefalosporin seperti:
seftriakson 80 mg/kgBB/hari IV selama 5-7 hari
atau sefiksim oral 10 mg/kg BB/hari dibagi 2 dosis selama
10 hari.
4. Kortikosteroid diberikan pada kasus berat dengan
gangguan kesadaran
Deksametasone 1-3 mg/kgbb/hari dibagi 3 dosis sampai
kesadaran membaik
5. Tindakan bedah dilakukan bila ada perforasi
6. Suportif
- Demam tifoid dapat dirawat dirumah
- Tirah baring
- Isolasi memadai
- Kebutuhan cairan dan kalori tercukupi

Indikasi Rawat
Demam tifoid berat harus dirawat inap di rumah sakit
1. Cairan dan kalori
- Terutama pada demam tinggi, muntah, atau diare, bila
perlu asupan cairan dan kalori diberikan melalui sonde
lambung
- Pada ensefalopati, jumlah kebutuhan cairan dikurangi
4/5 kebutuhan dengan kadar natrium rendah
- Penuhi kebutuhan volume cairan intravaskuler dan
jaringan
- Pertahankan fungsi sirkulasi dengan baik
- Pertahankan oksigenasi jaringan, bila perlu diberikan
O2
- Pelihara keadaan nutrisi
- Pengobatan asam basa dan elektrolit
2. Antipiretik, diberikan bila demam ≥37,6ºC.
3. Diet
- Makanan tidak berserat dan mudah dicerna
- Setelah demam reda dapat diberikan makanan yang
lebih padat dan kalori cukup
4. Tranfusi darah, kadang- kadang diperlukan pada
perdarahan saluran cerna dan perforasi usus

Pemantauan
Terapi
- Evaluasi demam dengan monitor suhu.Apabila pada hari ke 4-
5 setelah pengobatan demam tidak reda, maka harus segera
dievaluasi adakah komplikasi, sumber infeksi lain, resistensi
S.Typhi terhadap antibiotik, atau kemungkinan salah
menegakkan diagnosis.
- Pasien bisa dipulangkan bila tidak demam selama 24 jam
tanpa antipiretik, napsu makan membaik, klinis perbaikan, dan
tidak dijumpai komplikasi. Pengobatan dapat dilanjutkan di
rumah.

Penyulit
- Intraintestinal :perforasi usus atau perdarahan saluran cerna:
suhu menurun, nyeri abdomen, muntah, nyeri tekan pada
palpasi, bising usus menurun sampai menghilang, defans
muskulare positif, dan pekak hati menghilang
- Ekstraintestinal : tifoid ensfalopati, hepatitis tifosa, meningitis,
pneumonia, syok septik, piolonefritis, endokartis,
osteomielitis, dll.

9. Edukasi 1. Tirah baring


(Hospital Health Promotion) 2. Cukupi intake cairan dan kalori
3. Makanan lunak dan mudah dicerna
4. Setelah demam reda, dapat segera diberikan makanan padat
dan kalori cukup.
5. Jaga kebersihan makanan dan minuman

10. Prognosis Ad vitam : bonam


Ad sanationam : bonam
Ad fungsionam : bonam

11. Tingkat Evidens


12. Tingkat Rekomendasi
13. Penelaah Kritis 1. SMF Anak
2.
3.
14. Indikator Medis 1. Demam turun, jika suhu axilla <37,5 C
2. Nafsu makan membaik
15. Kepustakaan 1. American Academy of Pediatric. Samonella infections.
Dalam: Pickering LK, Baker CJ, Long SS, McMillan JA,
penyunting, Red Book: 2006 report of the comittee in
infectiuos diseases. Edisi ke-27.Elk Grove Village,
IL.American Academy of pediatric;2006, h. 579-84.
2. Cleary TG. Salmonella spicies. Dalam: Long SS, Pickering
LK, Prober CG, penyunting.Principles and Practice of
Pediatric Infectious Diseases.Edisi ke-2.Philadelphia,
PA:Elsevier science; 2003. h.830-5.
3. Cleary TG. Salmonella.Dalam: Behrman RE, Kliegman RM,
Jenson HB, penyunting. Nelson textbook of pediatric.Edisi
ke-17.Philadelphia:Saunders; 2004, h.912-9.
4. Pickering LK dan Cleary TG.Infections of gastrointestinal
tract. Dalam:Anne AG, Peter JH, Samuel LK,
penyunting.Krugman’s infectious disease of children.Edisi
ke-11.Philadelphia;2004, h.212-3.
5. World Health Organization. 2009. Buku Saku Pelayanan
Kesehatan Anak di rumah sakit : Pedoman bagi Rumah
Sakit Rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten/Kota.
6. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Edisi I : 2004. Standar
Pelayanan Medis Kesehatan Anak.