Anda di halaman 1dari 45

Soal Pengujian Hipotesis

Maret 24, 2017

Berikut adalah contoh soal dari pengujian hipotesis. Contoh soal ini diambil dari buku “Pengantar
Statistika” oleh Ronald E. Walpole.

A. UJI HIPOTESIS MENGENAI NILAI MEAN

1. Contoh satu populasi

Contoh 1.

Perusahaan alat olahraga mengembangkan jenis barang pancing sintetik yang diklaim mempunyai rata-
rata kekuatan 8 kg dan simpangan baku 0,5 kg. Telah diketahui bahwa dengan sampel 50 pancing
sintetik rata-rata kekuatannya adalah 7,8 kg. Dengan taraf signifikasi sebesar 0,01, Ujilah hipotesis
bahwa rata-rata populasinya tidak sama dengan 8 kg ?

Langkah-langkah menjawab soal diatas adalah sebagai berikut.

a) Hipotesis dari soal diatas adalah

H0 : µ = 8 kg

H1 : µ ≠ 8 kg

b) Telah diketahui bahwa taraf signifikasinya (α) = 0,01

c) Karena uji hipotesisnya adalah two-tiled (Dua-arah) dan α = 0,01 maka daerah kritik dari
permasalahan ini adalah z < -2,57 dan z > 2,57 (cara mendapat nilai kritik ini adalah dengan melihat tabel
disribusi normal dimana zα/2 = z0,01/2 = z0,005 = -2,57 ).

d) Perhitungan

Dengan n = 50, simpangan baku=0,5, dan rata-rata populasi 8 kg, sehingga rumus yang digunakan
adalah
e) Keputusan

Keputusan yang dapat diambil adalah H0 ditolak karena zhitung berada dalam rentang daerah kritiknya
yaitu z < -2,57 (-2,83 < -2,57) sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah rata-rata populasi yang
sebenarnya tidak sama dengan 8.

Contoh 2.

Suatu sampel acak 100 catatan kematian di US selama tahun yang lalu menunjukkan umur rata-rata 71,8
tahun dengan simpangan baku 8,9 tahun. Dengan taraf signifikasi 0,05 , ujilah hipotesis bahwa rata-rata
umur sekarang ini lebih dari 70 tahun ?

Langkah-langkah menjawab soal diatas adalah sebagai berikut.

a) Hipotesis dari soal diatas adalah

H0 : µ = 70 tahun

H1 : µ > 70 tahun

b) Telah diketahui bahwa taraf signifikasinya (α) = 0,05

c) Karena uji hipotesisnya adalah one-tiled (satu-arah) dan α = 0,05 maka daerah kritik dari
permasalahan ini adalah z > 1,64 (cara mendapat nilai kritik ini adalah dengan melihat tabel disribusi
normal dimana zα = z0,05 =-1,64 ).

d) Perhitungan

Dengan n = 100, simpangan baku=8,9, dan rata-rata populasi 71,8 tahun, sehingga rumus yang
digunakan adalah

e) Keputusan

Keputusan yang dapat diambil adalah H0 ditolak karena zhitung berada dalam rentang daerah kritiknya
sebesar z > 1,64 (2,02 > 1,64) sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah rata-rata populasi umur
sekarang ini adalah lebih dari 70 tahun.

Contoh 3.
Waktu rata-rata yang diperlukan per mahasiswa untuk mendaftarkan diri pada semester ganjil disuatu
perguruan tinggi adalah 50 menit dengan simpangan baku 10 menit. Suatu prosedur pendaftaran baru
yang menggunakan mesin modern sedang dicoba. Dengan mesin modern tersebut diketahui bahwa 12
mahasiswa memerlukan waktu pendaftaran rata-rata 42 menit dengan simpangan baku 11,9 menit.
Dengan taraf keyakinan sebesar 0,05 , ujilah hipotesis bahwa nilai rata-rata populasi mesin modern
kurang dari 50 ? Asumsikan bahw populasi waktu berdistribusi normal.

Langkah-langkah menjawab soal diatas adalah sebagai berikut.

a) Hipotesis dari soal diatas adalah

H0 : µ = 50 menit

H1 : µ < 50 menit

b) Telah diketahui bahwa taraf signifikasinya (α) = 0,05

c) Karena uji hipotesisnya adalah one-tiled (satu-arah), α = 0,05 dan n < 30 maka daerah kritik dari
permasalahan ini menggunakan uji t . degree of freedom (df) adalah n-1 yaitu 11 maka t = 1,796,
sehingga daerah kritik dari permasalahan tersebut adalah t < -1,796.

d) Perhitungan

Dengan n =12, simpangan baku=11,9, dan rata-rata populasi 50 menit, sehingga rumus yang digunakan

e) Keputusan

Keputusan yang dapat diambil adalah H0 ditolak karena thitung berada dalam rentang daerah kritiknya
sebesar t < -1,796 (-2,33 < -1,796) sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah rata-rata populasi
mesin modern adalah kurang dari 50 menit.

2. Contoh dua populasi

Sebuah pelajaran matematika diberikan pada 12 siswa dengan metode pengajaran yang biasa. Kelas lain
yang terdiri dari 10 siswa diberikan pelajaran yang sama tetapi dengan metode yang menggunakan
bahan yang telah diprogramkan. Pada akhir semester murid kedua kelas itu diberikan ujian yang sama.
Kelas pertama mencapai nilai rata-rata 85 dengan simpangan baku 4, sedangkan kelas yang
menggunakan bahan yang terpogramkan memperoleh nilai rata-rata 81 dengan simpangan baku 5.
Dengan taraf signifikasi 0,1 , ujilah hipotesis bahwa tidak ada perbedaan antara kedua metode
pengajaran. Asumsikan bahwa kedua populasi berdistribusi normal dengan varians yang sama.
Langkah-langkah menjawab soal diatas adalah sebagai berikut.

a) Misal µ1 dan µ2 adalah rata-rata nilai semua siswa yang mungkin mengambil pelajaran tersebut
dengan kedua metode pengajaran. Maka hipotesisnya adalah

H0 : µ1 = µ2

H1 : µ1 ≠ µ2

b) Telah diketahui bahwa taraf signifikasinya (α) = 0,1

c) Karena uji hipotesisnya adalah two-tiled (dua-arah), α = 0,1 dan n < 30 maka daerah kritik dari
permasalahan ini menggunakan uji t . degree of freedom (df) adalah n1+ n2-2 yaitu 20 maka t = 1,725,
sehingga daerah kritik dari permasalahan tersebut adalah t < -1,725 dan t > 1,725.

d) Perhitungan

Dengan n1=12, n2=10, s1=4, s2=5, rata-rata populasi ke-1 adalah 85, dan rata-rata populasi ke-2 adalah
81 sehingga rumus yang digunakan adalah

e) keputusan

Keputusan yang dapat diambil adalah H0 ditolak karena thitung berada dalam rentang daerah kritiknya
sebesar t > 1,725 (2,07 > 1,725) sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah ada perbedaan antara
metode mengajar biasa dan metode mengajar dengan bahan terprogramkan dimana metode biasa lebih
baik dibandingkan metode dengan bahan terprogramkan. .

B. UJI HIPOTESIS MENGENAI NILAI VARIANS

1. Contoh satu populasi

Sebuah perusahaan Aki Mobil mengklaim bahwa umur Aki yang diproduksinya mempunyai simpangan
baku 0,9 tahun. Bila sampel acak dari 10 aki menghasilkan simpangan baku s sebesar 1,2 tahun. Dengan
taraf signifikasi 0,05, apakah menuut anda simpangan baku lebih dari 0,9 ?

Langkah-langkah menjawab soal diatas adalah sebagai berikut.


a) Hipotesis dari soal diatas adalah

H0 : σ2 = 0,81

H1 : σ2 > 0,81

b) Telah diketahui bahwa taraf signifikasinya (α) = 0,05

c) Karena uji hipotesisnya adalah one-tiled (satu-arah), α = 0,05 dan n < 30 maka daerah kritik dari
permasalahan ini menggunakan uji chi-square (karena menguji nilai varians). degree of freedom (df)
adalah n-1 yaitu 9 maka nilai χ2 = 16,919, sehingga daerah kritik dari permasalahan tersebut adalah χ2 >
16,919.

d) Perhitungan

Dengan n =10, simpangan baku (s) =1,2, sehingga rumus yang digunakan

e) Keputusan

Keputusan yang dapat diambil adalah H0 gagal ditolak karena χ2hitung tidak berada dalam
rentang daerah kritiknya sebesar χ2 > 16,919 dimana 16 < 16,919 sehingga kesimpulan yang dapat
diambil adalah simpangan bakunya sama dengan 0,9.

2. Contoh dua populasi

Ketika menguji kesaman dua nilai rata-rata populasi dalam “contoh dua populasi”, kita
mengasumsikan varians kedua populasinya sama tetapi nilainya tidak diketahui. Cukupkah beralasankah
asumsi yang kita buat ini ? Gunakanlah taraf signifikasi 0,1.

Langkah-langkah menjawab soal diatas adalah sebagai berikut.

a) Hipotesis dari permalahan diatas adalah

H0 : σ21 = σ22

H1 : σ21 ≠ σ22

b) Telah diketahui bahwa taraf signifikasinya (α) = 0,1

c) Karena uji hipotesisnya adalah two-tiled (dua-arah), α = 0,1 dan n < 30 maka daerah kritik dari
permasalahan ini menggunakan uji f . degree of freedom (df) adalah n1-1 dan n2-1 yaitu 11 dan 9 maka
f0,05(11, 9) = 3,11 dan f0,95(11, 9)=0,34, sehingga daerah kritik dari permasalahan tersebut adalah f <
0,34 dan f > 3,11.

d) Perhitungan

Dengan s1=4 dan s2=5, sehingga rumus yang digunakan adalah

e) Keputusan

Keputusan yang dapat diambil adalah H0 gagal ditolak karena fhitung tidak berada dalam rentang
daerah kritiknya sebesar f < 0,34 (0,64 >0,34) sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah kita cukup
beralasan ketika mengasumsikan bahwa kedua varians populasi sama.

C. UJI HIPOTESIS MENGENAI NILAI PROPORSI

1. Contoh satu populasi

Seorang pemborong menyatakan bahwa 70% rumah-rumah yang baru dibangun di kota Richmond
dipasang suatu alat pemompa udara panas. Apakah anda setuju dengan pernyataan tersebut bila
diantara 15 rumah baru yang diambil secara acak terdapat 8 rumah yang menggunakan pompa udara
panas ? Gunakan taraf signifikasi 0,1.

Langkah-langkah menjawab soal diatas adalah sebagai berikut.

a) Hipotesis dari permalahan diatas adalah

H0 : p = 0,7

H1 : p ≠ 0,7

b) Telah diketahui bahwa taraf signifikasinya (α) = 0,1

c) Karena uji hipotesisnya adalah two-tiled (dua-arah), α = 0,1 dan n < 30 maka daerah kritik dari
permasalahan ini menggunakan uji binomial. Dengan p=0.7 maka daerah kritiknya adalah x ≤ 7 dan x ≥
14 (nilai daerah kritik dapat dilihat pada tabel distribusi binomial)

d) Perhitungan

xhitung = 8
e) Keputusan

Keputusan yang dapat diambil adalah H0 gagal ditolak karena xhitung tidak berada dalam rentang
daerah kritiknya sebesar x ≤ 7 (8 ≥ 7) sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah tidak ada alasan
yang kuat untuk meragukan pernyataan pemborong diatas.

2. Contoh dua populasi

Suatu pemungutan suara hendak dilakukan diantara penduduk suatu kota dan sekitarnya untuk
mengetahui pendapat mereka mengenai rencana pendirian sebuah gedung pertemuan serba guna.
Lokasi gedung yang akan dibangun itu di dalam kota, sehingga para penduduk yang tinggal di sekitar
merasa bahwa rencana itu akan lolos karena besarnya proporsi penduduk kota yang menyetujuinya.
Untuk mengetahui apakah ada selisih yang nyata antara proporsi penduduk kota dan penduduk sekitar
kota itu yang menyetujui rencana tersebut, diambil suatu sampel acak. Bila ternyata 120 di antara 200
penduduk kota dan 240 diantara 500 penduduk sekitar kota yang menyetujui rencana tersebut, apakah
anda setuju bila dikatakan bahwa proporsi penduduk kota yang menyetujui rencana tersebut lebih tinggi
daripada proporsi penduduk sekitar kota yang menyetujui rencana tersebut ? Gunakan taraf signifikasi
0,025.

Langkah-langkah menjawab soal diatas adalah sebagai berikut.

a) Misal p1 dan p2 adalah proporsi sebenarnya penduduk kota dan sekitar kota yang menyetujui
rencana tersebut. Maka hipotesisnya adalah

H0 : p1 = p2

H1 : p1 > p2

b) Telah diketahui bahwa taraf signifikasinya (α) = 0,025

c) Karena uji hipotesisnya adalah one-tiled (satu-arah), α = 0,025 dan n > 30 maka daerah kritik dari
permasalahan ini menggunakan uji z maka z = 1,96, sehingga daerah kritik dari permasalahan tersebut
adalah z > 1,96.

d) Perhitungan

Dengan n1=200, n2=500, x1=120, x2=240, rata-rata populasi ke-1 adalah 85, dan rata-rata populasi ke-2
adalah 81 sehingga rumus yang digunakan adalah
e) Keputusan

Keputusan yang dapat diambil adalah H0 ditolak karena zhitung berada dalam rentang daerah
kritiknya sebesar z > 1,96 (2,9 > 1,96) sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah proporsi
penduduk kota yang menyetujui rencana itu lebih besar dibandingkan proporsi penduduk sekitar kota
yang menyetujui rencana tersebut
HIPOTESIS BESERTA CONTOH SOALNYA

Dibuat Oleh

Nama :Kurniawan Agung Resmanto

Nim : 2015-21-045

PEMBAHASAN

I. Pengertian Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Dikatakan sementara
karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori dan belum menggunakan fakta. Oleh karena
itu, setiap penelitian yang dilakukan memiliki suatu hipotesis atau jawaban sementara terhadap
penelitian yang akan dilakukan. Dari hipotesis tersebut akan dilakukan penelitian lebih lanjut untuk
membuktikan apakah hipotesis tersebut benar adanya atau tidak benar. Beberapa pengertian hipotesis
yang lainnya adalah sebagai berikut:

Hipotesis adalah sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat, meskipun
kebenarannya belum dibuktikan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, hipotesis diartikan; patokan
duga; anggapan dasar; postulat.

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap suatu masalah. Jawaban tersebut masih perlu diuji
kebenarannya. Seorang peneliti pasti akan mengamati sesuatu gejala, peristiwa, atau masalah yang
menjadi focus perhatiannya. Sebelum mendapatkan fakta yang benar, mereka akan membuat dugaan
tentang gejala, peristiwa, atau masalah yang menjadi titik perhatiannya tersebut.

Dalam penelitian yang menggunakan analisis statistik inferensial, terdapat dua hipotesis yang perlu diuji,
yaitu hipotesis penelitian dan hipotesis statistik. Menguji hipostesis penelitian berarti menguji jawaban
yang sementara itu apakah betul-betul terjadi pada sampel yang diteliti atau tidak. Kalau terjadi berarti
hipotesis penelitian terbukti dan kalau tidak berarti bahwa tidak terbukti. Selanjutnya menguji hipotesis
statistik, berarti menguji apakah hipotesis penelitian yang telah terbukti atau tidak terbukti berdasarkan
data sampel itu dapat diberlakukan pada populasi atau tidak.

II. Dasar Hipotesis

Hipotesis yang berupa anggapan/pendapat dapat didasarkan atas: Teori, Pengalaman, dan Ketajaman
berpikir.

Hipotesis dinyatakan dengan H0

Hipotesis alternatif dinyatakan Ha atau H1

H0 selalu dinyatakan dalam bentuk: H0 ; d = 0

Hipotesa alternatif mempunyai bentuk:

a) Ha atau H1 ; d < 0

b) Ha atau H1 ; d > 0

c) Ha atau H1 ; d ≠ 0

Point a) dan b) disebut pengujian satu arah (one tail test), sedangkan

point c) disebut pengujian dua arah (two tail test).

III. Macam-macam Hipotesis

Macam macam hipotesis dalam penelitian, sebagai berikut :

Hipotesis Deskriptif

Pengertian Hipotesis Deskriptif adalah dugaan terhadap nilai satu variabel dalam satu sampel walaupun
di dalamnya bisa terdapat beberapa kategori. Hipotesis deskriptif ini merupakan salah satu dari macam
macam hipotesis.
Contoh :

Ho : Masyarakat memilih air minum Aqua.

Ha : Masyarakat memilih air minum bukan Aqua.

Hipotesis Komparatif

Pengertian Hipotesis Komparatif adalah dugaan terhadap perbandingan nilai dua sampel atau lebih.
Hipotesis komparatif merupakan salah satu dari macam macam hipotesis. Dalam hal komparasi ini
terdapat beberapa macam, yaitu :

(1) Komparasi berpasangan (related) dalam dua sampel dan lebih dari dua sampel (k sampel).

(2) Komparasi independen dalam dua sampel dan lebih dari dua sampel (k sampel).

Hipotesis Asosiatif

Pengertian Hipotesis Asosiatif adalah dugaan terhadap hubungan antara dua variabel atau lebih.
Hipotesis asosiatif merupakan salah satu dari macam macam hipotesis.

IV. Pengujian Hipotesa Satu Rata-rata

Urutan yang perlu diperhatikan:

Rumuskan hipotesa

H0 : μ = μ0

H1 : μ < μ0 atau μ > μ0 atau μ ≠ μ0


Tentukan nilai α dan cari nilai Zα atau Zα/2 dari tabel normal (Z) atau untuk nilai tα atau tα/2 dari tabel t
dengan derajat kebebasan (df) = n – 1.

Hitung Z0 (untuk n ≥ 30) atau t0 (untuk n < 30) sebagai kriteria pengujian, dengan rumus:

Rumus 1

Pengujian hipotesa dan pengambilan kesimpulan

H0 : μ = μ0 apabila Z0 > Zα maka H0 ditolak

H1 : μ > μ0 apabila Z0 ≤ Zα maka H0 diterima

H0: μ = μ0 apabila Z0 < −Zα maka H0 ditolak

H1 : μ < μ0 apabila Z0 ≥ −Zα maka H0 diterima

H0 : μ = μ0 apabila Z0 > Zα/2 atau Z0 < −Zα/2 maka H0 ditolak

H1 : μ ≠ μ0 apabila −Zα/2 ≤ Z0 ≤ Zα/2, maka H0 diterima

Kesimpulan untuk uji t sama seperti uji Z hanya mengganti

nilai z dengan t dan menambahkan df.

V. Pengujian Hipotesis

Untuk melakukan pengujian Hipotesis, biasanya dilakukan dengan 5 langkah yang dapat dijabarkan
sebagai berikut

Langkah pertama adalah Merumuskan Hipotesis dan formulasinya.


Menentukan Taraf Nyata

Menentukan kriteria pengujian

Menentukan daerah keputusan.

Pengambilan keputusan.

VI. Contoh Soal

One Tail-test

Divisi Perencanaan dan Pengendalian Produksi atau PPC di perusahaan produksi mesin bubut bernama
PT. Maju Jaya melakukan sebuah tindakan peramalan produksi bahwa dalam satu bulan mereka
berharap dapat menghasilkan 150 unit mesin bubut. Namun, setelah melakuk

an sebuah evaluasi produksi perusahaan, ternyata hasil yang didapat setelah 30 hari pengamatan, rata

-rata mesin bubut yang dihasilkan adalah sebesar 120 unit dengan standar deviasi 40. Akankah dengan
kondisi tersebut, ramalan divisi PPC adalah benar sehingga perusahaan dapat memenuhi target awal
dapat memproduksi mesin bubut sebanyak 150 unit? Gunakan taraf nyata 5% untuk mengujinya!

Langkah 1: Merumuskan Hipotesis

H0 = μ ≥ 150

H1 = μ < 150

Langkah 2 : Menentukan Taraf Nyata

α = 5% = 0.05
Probabilitas = 0.5 – 0.05 = 0.45

Z = ± 1.64

Langkah 3 : Menentukan Uji Statistik

Langkah 1

Langkah 4 : Menentukan Daerah Keputusan

Grafik 1

Langkah 5: Mengambil keputusan

Kesimpulannya adalah menerima H0 , artinya divisi PPC PT Maju Jaya berhasil meramalkan target
produksi perusahaan sehingga target produksi itu sendiri dapat terpenuhi dan menguntungkan
perusaaan.

Two Tail-test

Perusahaan manufaktur pesawat terbang PT Zelstar Aviation Manufacturer, mengeluarkan laporan


bahwa rata-rata produksinya meningkat 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah menerima
laporan tersebut, pemerintah Indonesia mengadakan sebuah pengujian apakah pernyataan dari PT
Zelstar Aviation tersebut benar adanya. Kemudian sebagai alat penguji, diambil sampel penelitian
sebanyak 60. Dan diperoleh rata-rata produksinya ternyata 25% dengan standar deviasi 10%. Hitunglah
apakah pernyataan dari peningkatan produksi dari PT Zelstar Aviation tersebut benar adanya apabila
menggunakan taraf nyata sebesar 5%?

Langkah 1 : Merumuskan Hipotesis


H0 : μ = 30%

H1 : μ ± 30%

Langkah 2 : Menentukan Taraf Nyata

Taraf nyata = 5%

Probabilitas = 100% – 5% = 95%

Titik kritis Zα/2 = (1/2) – (0.05/2) = 0.5 – 0.025 = 0.475

Z = ± 1.96

Langkah 3: Menentukan Uji Statistik

Langkah 2

Langkah 4 : Menentukan Daerah Keputusan

Grafik 2

Langkah 5 : Mengambil Keputusan

Nilai uji Z (-3.873) ternyata berada pada daerah yang menolak H0 tetapi menerima H1, oleh sebab itu,
dapat disimpulkan bahwa uji hipotesis diatas adalah menerima H1 dan menolak H0 sehingga pernyataan
bahwa rata-rata produksi PT Zelstar Aviation yang mengalami peningkatan sebear 30% tidak memiliki
bukti yang kuat dan patut dipertanyakan dan diselidiki kebenarannya.
SOAL :

Sebuah toko buku setiap harinya dapat menjual buku sebagai berikut :

68, 74, 74, 72, 72, 66, 74, 72, 80, 66, 64, 40, 76, 76, 90

Jika dipakai α = 5%, dapatkah diyakini bahwa toko buku tersebut dapat menjual di atas 60 buku setiap
harinya?

Jawab :

n = 15

S² = [∑X²/(n-1)] - [(∑X)²/(n(n-1))] = [ 77.064/14 ] - [(1.064)²/(15x140] = 113,6381

S = 10,66

Rata-rata (X) = 70,93

Rumusan Hipotesis: ( Hipotesis satu arah, sisi kanan )

Ho : μ = μo

H1 : μ > μo

Nilai statistik t 0,05, 14 = 1,761

Uji Statistik :

to = (X-μ) / (s/√n( = ( 70,93 - 60 )/ ( 10,66 / √ 15 ) = 3,972


Nilai to = 3,972 > t 0,05, 14 = 1,761

Jadi : tolak Ho atau terima H1.

Kesimpulan : dapat diyakini bahwa toko buku tersebut dapat menjual di atas 60 buah buku setiap
harinya.
Hipotesis berasal dari bahasa Yunani, Hupo berarti Lemah atau kurang atau di bawah ,Thesis berarti
teori, proposisi atau pernyataan yang disajikan sebagai bukti. Sehingga dapat diartikan sebagai
Pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan perlu dibuktikan atau dugaan yang sifatnya masih
sementara.

Hipotesis juga dapat diartikan sebagai pernyataan keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya
menggunakan data/informasi yang dikumpulkan melalui sampel, dan dapat dirumuskan berdasarkan
teori, dugaan, pengalaman pribadi/orang lain, kesan umum, kesimpulan yang masih sangat sementara.

Hipotesis statistik adalah pernyataan atau dugaan mengenai keadaan populasi yang sifatnya masih
sementara atau lemah kebenarannya. Hipotesis statistik dapat berbentuk suatu variabel seperti
binomial, poisson, dan normal atau nilai dari suatu parameter, seperti rata-rata, varians, simpangan
baku, dan proporsi. Hipotesis statistic harus di uji, karena itu harus berbentuk kuantitas untuk dapat di
terima atau di tolak. Hipotesis statistic akan di terima jika hasil pengujian membenarkan pernyataannya
dan akan di tolak jika terjadi penyangkalan dari pernyataannya.

Pengujian Hipotesis adalah suatu prosedur yang dilakukan dengan tujuan memutuskan apakah
menerima atau menolak hipotesis itu. Dalam pengujian hipotesis, keputusan yang di buat mengandung
ketidakpastian, artinya keputusan bias benar atau salah, sehingga menimbulkan risiko. Besar kecilnya
risiko dinyatakan dalam bentuk probabilitas. Pengujian hipotesis merupakan bagian terpenting dari
statistic inferensi (statistic induktif), karena berdasarkan pengujian tersebut, pembuatan keputusan atau
pemecahan persoalan sebagai dasar penelitian lebih lanjut dapat terselesaikan.

B. Konsep hipotesis

Menurut Kerlinger (1973:18) dan Tuckman (1982:5) mengartikan hipotesis adalah sebagai
dugaan terhadap hubungan antara dua variable atau lebih. Selanjutnya menurut Sudjana (1992:219)
mengartikan hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan
hal itu yang sering dituntut untuk melakukan pengecekannya. Atas dasar dua definisi diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa hipotesis adalah jawaban atau dugaan sementara yang harus diuji lagi
kebenarannya.

Hipotesis penelitian adalah hipotesis kerja (Hipotesis Alternatif Ha atau H1) yaitu hipotesis yang
dirumuskan untuk menjawab permasalahan dengan menggunakan teori-teori yang ada hubungannya
(relevan) dengan masalah penelitian dan belum berdasarkan fakta serta dukungan data yang nyata
dilapangan. Hipotesis alternatif (Ha) dirumuskan dengan kalimat positif. Hipotesis nol adalah pernyataan
tidak adanya hubungan, pengaruh, atau perbedaan antara parameter dengan statistik. Hipotesis Nol
(Ho) dirumuskan dengan kalimat negatif). Nilai Hipotesis Nol (Ho) harus menyatakan dengan pasti nilai
parameter.
C. Prosedur Pengujian Hipotesis

Prosedur pengujian hipotesis statistic adalah langkah-langkah yang di pergunakan dalam


menyelesaikan pengujian hipotesis tersebut. Berikut ini langkah-langkah pengujian hipotesis statistic
adalah sebagai berikut.

1. Menentukan Formulasi Hipotesis

Formulasi atau perumusan hipotesis statistic dapat di bedakan atas dua jenis, yaitu sebagai berikut;

a. Hipotesis nol / nihil (HO)

Hipotesis nol adalah hipotesis yang dirumuskan sebagai suatu pernyataan yang akan di uji. Hipotesis nol
tidak memiliki perbedaan atau perbedaannya nol dengan hipotesis sebenarnya.

b. Hipotesis alternatif/ tandingan (H1 / Ha)

Hipotesis alternatif adalah hipotesis yang di rumuskan sebagai lawan atau tandingan dari hipotesis nol.
Dalam menyusun hipotesis alternatif, timbul 3 keadaan berikut.

1) H1 menyatakan bahwa harga parameter lebih besar dari pada harga yang di hipotesiskan.
Pengujian itu disebut pengujian satu sisi atau satu arah, yaitu pengujian sisi atau arah kanan.

2) H1 menyatakan bahwa harga parameter lebih kecil dari pada harga yang di hipotesiskan. Pengujian
itu disebut pengujian satu sisi atau satu arah, yaitu pengujian sisi atau arah kiri.

3) H1 menyatakan bahwa harga parameter tidak sama dengan harga yang di hipotesiskan. Pengujian
itu disebut pengujian dua sisi atau dua arah, yaitu pengujian sisi atau arah kanan dan kiri sekaligus.

Secara umum, formulasi hipotesis dapat di tuliskan :


Apabila hipotesis nol (H0) diterima (benar) maka hipotesis alternatif (Ha) di tolak. Demikian pula
sebaliknya, jika hipotesis alternatif (Ha) di terima (benar) maka hipotesis nol (H0) ditolak.

2. Menentukan Taraf Nyata (α)

Taraf nyata adalah besarnya batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis
terhadap nilai parameter populasinya. Semakin tinggi taraf nyata yang di gunakan, semakin tinggi pula
penolakan hipotesis nol atau hipotesis yang di uji, padahal hipotesis nol benar.

Besaran yang sering di gunakan untuk menentukan taraf nyata dinyatakan dalam %, yaitu:
1% (0,01), 5% (0,05), 10% (0,1), sehingga secara umum taraf nyata di tuliskan sebagai α0,01, α0,05, α0,1.
Besarnya nilai α bergantung pada keberanian pembuat keputusan yang dalam hal ini berapa besarnya
kesalahan (yang menyebabkan resiko) yang akan di tolerir. Besarnya kesalahan tersebut di sebut sebagai
daerah kritis pengujian (critical region of a test) atau daerah penolakan ( region of rejection).

Nilai α yang dipakai sebagai taraf nyata di gunakan untuk menentukan nilai distribusi yang
di gunakan pada pengujian, misalnya distribusi normal (Z), distribusi t, dan distribusi X². Nilai itu sudah di
sediakan dalam bentuk tabel di sebut nilai kritis.

3. Menentukan Kriteria Pengujian

Kriteria Pengujian adalah bentuk pembuatan keputusan dalam menerima atau menolak
hipotesis nol (Ho) dengan cara membandingkan nilai α tabel distribusinya (nilai kritis) dengan nilai uji
statistiknya, sesuai dengan bentuk pengujiannya. Yang di maksud dengan bentuk pengujian adalah sisi
atau arah pengujian.

a. Penerimaan Ho terjadi jika nilai uji statistiknya lebih kecil atau lebih besar daripada nilai positif
atau negatif dari α tabel. Atau nilai uji statistik berada di luar nilai kritis.

b. Penolakan Ho terjadi jika nilai uji statistiknya lebih besar atau lebih kecil daripada nilai positif atau
negatif dari α tabel. Atau nilai uji statistik berada di luar nilai kritis.

Dalam bentuk gambar, kriteria pengujian seperti gambar di bawah ini


4. Menentukan Nilai Uji Statistik

Uji statistik merupakan rumus-rumus yang berhubungan dengan distribusi tertentu


dalam pengujian hipotesis. Uji statistik merupakan perhitungan untuk menduga parameter data sampel
yang di ambil secara random dari sebuah populasi. Misalkan, akan di uji parameter populasi (P), maka
yang pertama-tam di hitung adalah statistik sampel (S).

5. Membuat Kesimpulan

Pembuatan kesimpulan merupakan penetapan keputusan dalam hal penerimaan


atau penolakan hipotesis nol (Ho) yang sesuai dengan kriteria pengujiaanya. Pembuatan kesimpulan
dilakukan setelah membandingkan nilai uji statistik dengan nilai α tabel atau nilai kritis.

a. Penerimaan Ho terjadi jika nilai uji statistik berada di luar nilai kritisnya.

b. Penolakan Ho terjadi jika nilai uji statistik berada di dalam nilai kritisnya.

Kelima langkah pengujian hipotesis tersebut di atas dapat di ringkas seperti berikut.

Langkah 1 : Menentukan formulasi hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatifnya (Ha)

Langkah 2 : Memilih suatu taraf nyata (α) dan menentukan nilai table.

Langkah 3 : Membuat criteria pengujian berupa penerimaan dan penolakan H0.

Langkah 4 : Melakukan uji statistic

Langkah 5 : Membuat kesimpulannya dalam hal penerimaan dan penolakan H0.

D. Jenis-Jenis Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dapat di bedakan atas beberapa jenis berdasarkan criteria yang
menyertainya.
1. Berdasarkan Jenis Parameternya

Didasarkan atas jenis parameter yang di gunakan, pengujian hipotesis dapat di bedakan atas tiga jenis,
yaitu sebagai berikut .

a. Pengujian hipotesis tentang rata-rata

Pengujian hipotesis tentang rata-rata adalah pengujian hipotesis mengenai rata-rata populasi yang di
dasarkan atas informasi sampelnya.

Contohnya:

1. Pengujian hipotesis satu rata-rata

2.Pengujian hipotesis beda dua rata-rata

3.Pengujian hipotesis beda tiga rata-rata

b. Pengujian hipotesis tentang proporsi

Pengujian hipotesis tentang proporsi adalah pengujian hipotesis mengenai proporsi populasi yang di
dasarkan atas informasi sampelnya.

Contohnya:

1. Pengujian hipotesis satu proporsi

2.Pengujian hipotesis beda dua proporsi

3.Pengujian hipotesis beda tiga proporsi

c. Pengujian hipotesis tentang varians

Pengujian hipotesis tentang varians adalah pengujian hipotesis mengenai rata-rata populasi yang di
dasarkan atas informasi sampelnya.

Contohnya:

1. Pengujian hipotesis tentang satu varians

2. Pengujian hipotesis tentang kesamaan dua varians

2. Berdasarkan Jumlah Sampelnya


Didasarkan atas ukuran sampelnya, pengujian hipotesis dapat di bedakan atas dua jenis, yaitu sebagai
berikut.

a. Pengujian hipotesis sampel besar

Pengujian hipotesis sampel besar adalah pengujian hipotesis yang menggunakan sampel lebih besar dari
30 (n > 30).

b. Pengujian hipotesis sampel kecil

Pengujian hipotesis sampel kecil adalah pengujian hipotesis yang menggunakan sampel lebih kecil atau
sama dengan 30 (n ≤ 30).

3. Berdasarkan Jenis Distribusinya

Didasarkan atas jenis distribusi yang digunakan, pengujian hipotesis dapat di bedakan atas empat jenis,
yaitu sebagai berikut.

a. Pengujian hipotesis dengan distribusi Z

Pengujian hipotesis dengan distribusi Z adalah pengujian hipotesis yang menggunakan distribusi Z
sebagai uji statistik. Tabel pengujiannya disebut tabel normal standard. Hasil uji statistik ini kemudian di
bandingkan dengan nilai dalam tabel untuk menerima atau menolak hipotesis nol (Ho) yang di
kemukakan.

Contohnya :

1. Pengujian hipotesis satu dan beda dua rata-rata sampel besar

2. Pengujian satu dan beda dua proporsi

b. Pengujian hipotesis dengan distribusi t (t-student)

Pengujian hipotesis dengan distribusi t adalah pengujian hipotesis yang menggunakan distribusi t
sebagai uji statistik. Tabel pengujiannya disebut tabel t-student. Hasil uji statistik ini kemudian di
bandingkan dengan nilai dalam tabel untuk menerima atau menolak hipotesis nol (Ho) yang di
kemukakan.

Contohnya :

1. Pengujian hipotesis satu rata-rata sampel kecil

2. Pengujian hipotesis beda dua rata-rata sampel kecil

c. Pengujian hipotesis dengan distribusi χ2 ( kai kuadrat)


Pengujian hipotesis dengan distribusi χ2 ( kai kuadrat) adalah pengujian hipotesis yang menggunakan
distribusi χ2 sebagai uji statistik. Tabel pengujiannya disebut tabel χ2. Hasil uji statistik ini kemudian di
bandingkan dengan nilai dalam tabel untuk menerima atau menolak hipotesis nol (Ho) yang di
kemukakan.

Contohnya :

1. Pengujian hipotesis beda tiga proporsi

2. Pengujian Independensi

3. Pengujian hipotesis kompatibilitas

d. Pengujian hipotesis dengan distribusi F (F-ratio)

Pengujian hipotesis dengan distribusi F (F-ratio) adalah pengujian hipotesis yang menggunakan
distribusi F (F-ratio) sebagai uji statistik. Tabel pengujiannya disebut tabel F. Hasil uji statistik ini
kemudian di bandingkan dengan nilai dalam tabel untuk menerima atau menolak hipotesis nol (Ho) yang
di kemukakan.

Contohnya :

1. Pengujian hipotesis beda tiga rata-rata

2. Pengujian hipotesis kesamaan dua varians

4. Berdasarkan Arah atau Bentuk Formulasi Hipotesisnya

Didasarkan atas arah atau bentuk formulasi hipotesisnya, pengujian hipotesis di bedakan atas 3 jenis,
yaitu sebagai berikut.

a. Pengujian hipotesis dua pihak (two tail test)

Pengujian hipotesis dua pihak adalah pengujian hipotesis di mana hipotesis nol (Ho) berbunyi “sama
dengan” dan hipotesis alternatifnya (H1) berbunyi “tidak sama dengan” (Ho = dan H1 ≠)

b. Pengujian hipotesis pihak kiri atau sisi kiri

Pengujian hipotesis pihak kiri adalah pengujian hipotesis di mana hipotesis nol (Ho) berbunyi “sama
dengan” atau “lebih besar atau sama dengan” dan hipotesis alternatifnya (H1) berbunyi “lebih kecil”
atau “lebih kecil atau sama dengan” (Ho = atau Ho ≥ dan H1 < atau H1 ≤ ). Kalimat “lebih kecil atau sama
dengan” sinonim dengan kata “paling sedikit atau paling kecil”.

c. Pengujian hipotesis pihak kanan atau sisi kanan


Pengujian hipotesis pihak kanan adalah pengujian hipotesis di mana hipotesis nol (Ho) berbunyi “sama
dengan” atau “lebih kecil atau sama dengan” dan hipotesis alternatifnya (H1) berbunyi “lebih besar”
atau “lebih besar atau sama dengan” (Ho = atau Ho ≤ dan H1 > atau H1 ≥). Kalimat “lebih besar atau
sama dengan” sinonim dengan kata “paling banyak atau paling besar”.

E. Pengujian Hipotesis Rata-Rata

1. Pengujian Hipotesis Satu Rata-Rata

a. Sampel besar ( n > 30 )

Untuk pengujian hipotesis satu rata-rata dengan sample besar (n > 30), uji statistiknya menggunakan
distribusi Z. Prosedur pengujian hipotesisnya adalah sebagai berikut.

1. Formulasi hipotesis

a. Ho : µ = µo

H1 : µ > µo

b. Ho : µ = µo

H1 : µ < µo

c. Ho : µ = µo

H1 : µ ≠ µo

2. Penentuan nilai α (taraf nyata) dan nilai Z table (Zα)

Menentukan nilai α sesuai soal, kemudian nilai Zα atau Zα/2 ditentukan dari tabel.

3. Kriteria Pengujian

a. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ > µo

o Ho di terima jika Zo ≤ Zα

o Ho di tolak jika Zo > Zα

b. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ < µo

o Ho di terima jika Zo ≥ - Zα

o Ho di tolak jika Zo < - Zα


c. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ ≠ µo

o Ho di terima jika - Zα/2 ≤ Zo ≤ Zα/2

o Ho di tolak jika Zo > Zα/2 atau Zo < - Zα/2

4. Uji Statistik

a. Simpangan baku populasi ( σ ) di ketahui :

b. Simpangan baku populasi ( σ ) tidak di ketahui :

5. Kesimpulan

Menyimpulkan tentang penerimaan atau penolakan Ho (sesuai dengan kriteria pengujiannya).

a) Jika H0 diterima maka H1 di tolak

b) Jika H0 di tolak maka H1 di terima

Contoh Soal :

Suatu pabrik susu merek Good Milk melakukan pengecekan terhadap produk mereka, apakah rata-rata
berat bersih satu kaleng susu bubuk yang di produksi dan di pasarkan masih tetap 400 gram atau sudah
lebih kecil dari itu. Dari data sebelumnya di ketahui bahwa simpangan baku bersih per kaleng sama
dengan 125 gram. Dari sample 50 kaleng yang di teliti, di peroleh rata-rata berat bersih 375 gram.
Dapatkah di terima bahwa berat bersih rata-rata yang di pasarkan tetap 400 gram? Ujilah dengan taraf
nyata 5 % !

Penyelesaian :

Diketahui :

n = 50, X = 375, σ = 125, µo = 400

Jawab :

a. Formulasi hipotesisnya :

Ho : µ = 400

H1 : µ < 400

b. Taraf nyata dan nilai tabelnya :

α = 5% = 0,05

Z0,05 = -1,64 (pengujian sisi kiri)

c. Kriteria pengujian :

o Ho di terima jika Zo ≥ - 1,64

o Ho di tolak jika Zo < - 1,64

d. Uji Statistik

e. Kesimpulan

Karena Zo = -1,41 ≥ - Z0,05 = - 1,64 maka Ho di terima. Jadi, berat bersih rata-rata susu bubuk merek
GOOD MILK per kaleng yang di pasarkan sama dengan 400 gram
b. Sampel Kecil (n ≤ 30)

Untuk pengujian hipotesis satu rata-rata dengan sampel kecil (n ≤ 30), uji statistiknya menggunakan
distribusi t. Prosedur pengujian hipotesisnya adalah sebagai berikut.

1. Formulasi hipotesis

a. Ho : µ = µo

H1 : µ > µo

b. Ho : µ = µo

H1 : µ < µo

c. Ho : µ = µo

H1 : µ ≠ µo

2. Penentuan nilai α (taraf nyata) dan nilai t- tabel

Menentukan nilai α sesuai soal, kemudian menentukan derajat bebas, yaitu db = n – 1, lalu menentukan
nilai tα;n-1 atau tα/2;n-1 ditentukan dari tabel.

3. Kriteria Pengujian

a. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ > µo

o Ho di terima jika to ≤ tα

o Ho di tolak jika to > tα

b. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ < µo

o Ho di terima jika to ≥ - tα

o Ho di tolak jika to < - tα

c. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ ≠ µo

o Ho di terima jika - tα/2 ≤ to ≤ tα/2

o Ho di tolak jika to > tα/2 atau to < - tα/2

4. Uji Statistik

a. Simpangan baku populasi ( σ ) di ketahui :


b. Simpangan baku populasi ( σ ) tidak di ketahui :

5. Kesimpulan

Menyimpulkan tentang penerimaan atau penolakan Ho (sesuai dengan criteria pengujiannya).

a) Jika H0 diterima maka H1 di tolak

b) Jika H0 di tolak maka H1 di terima

Contoh soal :

Sebuah sample terdiri atas 15 kaleng susu, memiliki isi berat kotor seperti yang di berikan berikut ini.

( Isi berat kotor dalam kg/kaleng)

1,21 1,21 1,23 1,20 1,21

1,24 1,22 1,24 1,21 1,19

1,19 1,18 1,19 1,23 1,18

Jika di gunakan taraf nyata 1%, dapatkah kita menyakini bahwa populasi cat dalam kaleng rata-rata
memiliki berat kotor 1,2 kg/kaleng ? (dengan alternatif tidak sama dengan). Berikan evaluasi anda !

Penyelesaian :

Diketahui :
n = 15, α= 1%, µo = 1,2

Jawab:

∑X = 18,13

∑X2 = 21,9189

· X = 18,13 / 15

= 1,208

a. Formulasi hipotesisnya :

Ho : µ = 1,2

H1 : µ ≠ 1,2

b. Taraf nyata dan nilai tabelnya :

α = 1% = 0,01

tα/2 = 0,005 dengan db = 15-1 = 14

t0,005;14 = 2,977

c. Kriteria pengujian :

o Ho di terima apabila : - 2,977 ≤ to ≤ - 2,977

o Ho di tolak : to > 2,977 atau to < - 2,977

d. Uji Statistik
e. Kesimpulan

Karena –t0,005;14 = -2,977 ≤ to = 1,52 ≤ t0,005;14 = - 2,977 maka Ho di terima. Jadi, populasi susu
dalam kaleng secara rata-rata berisi berat kotor 1,2 kg/kaleng.

2. Pengujian Hipotesis Beda Dua Rata-Rata

a. Sampel besar ( n > 30 )

Untuk pengujian hipotesis beda dua rata-rata dengan sampel besar (n > 30), uji statistiknya
menggunakan distribusi Z. Prosedur pengujian hipotesisnya adalah sebagai berikut.

1. Formulasi hipotesis

a. Ho : µ = µo

H1 : µ > µo

b. Ho : µ = µo

H1 : µ < µo

c. Ho : µ = µo

H1 : µ ≠ µo

2. Penentuan nilai α (taraf nyata) dan nilai Z tabel (Zα)

Mengambil nilai α sesuai soal, kemudian nilai Zα atau Zα/2 ditentukan dari tabel.

3. Kriteria Pengujian

a. Untuk Ho : µ1 = µ2 dan H1 : µ1 > µ2

o Ho di terima jika Zo ≤ Zα

o Ho di tolak jika Zo > Zα

b. Untuk Ho : µ1 = µ2 dan H1 : µ1 < µ2

o Ho di terima jika Zo ≥ - Zα
o Ho di tolak jika Zo < - Zα

c. Untuk Ho : µ1 = µ2 dan H1 : µ1 ≠ µ2

o Ho di terima jika - Zα/2 ≤ Zo ≤ Zα/2

o Ho di tolak jika Zo > Zα/2 atau Zo < - Zα/2

4. Uji Statistik

a. Simpangan baku populasi ( σ ) di ketahui :

b. Simpangan baku populasi ( σ ) tidak di ketahui :

5. Kesimpulan

Menyimpulkan tentang penerimaan atau penolakan Ho (sesuai dengan kriteria pengujiannya).

a) Jika H0 diterima maka H1 di tolak

b) Jika H0 di tolak maka H1 di terima

Contoh Soal :
Seseorang berpendapat bahwa rata-rata jam kerja buruh di daerah A dan B sama dengan alternatif A
lebih besar dari pada B. Untuk itu, di ambil sample di kedua daerah, masing-masing 100 dan 70 dengan
rata-rata dan simpangan baku 38 dan 9 jam per minggu serta 35 dan 7 jam per minggu. Ujilah pendapat
tersebut dengan taraf nyata 5% ! Untuk Varians/ simpangan baku kedua populasi sama besar !

Penyelesaian :

Diketahui :

n1 = 100 X1 = 38 s₁ = 9

n2 = 70 X2 = 35 s₂ = 7

Jawab:

a. Formulasi hipotesisnya :

Ho : µ₁ = µ₂

H1 : µ₁ > µ₂

b. Taraf nyata dan nilai tabelnya :

α = 5% = 0,05

Z0,05 = 1,64 (pengujian sisi kanan)

c. Kriteria pengujian :

o Ho di terima jika Zo ≤ 1,64

o Ho di tolak jika Zo > 1,64

d. Uji Statistik
e. Kesimpulan

Karena Zo = 2,44 > Z0,05 = 1,64 maka Ho di tolak. Jadi, rata-rata jam kerja buruh di daerah A dan
daerah B adalah tidak sama.

b. Sampel kecil ( n ≤ 30 )

Untuk pengujian hipotesis beda dua rata-rata dengan sampel kecil (n ≤ 30), uji statistiknya menggunakan
distribusi t. Prosedur pengujian hipotesisnya adalah sebagai berikut.

1. Formulasi hipotesis

a. Ho : µ₁ = µ2

H1 : µ₁ > µ2

b. Ho : µ₁ = µ2

H1 : µ₁ < µ2

c. Ho : µ₁ = µ2

H1 : µ₁ ≠ µ2

2. Penentuan nilai α (taraf nyata) dan nilai t tabel (tα)

Mengambil nilai α sesuai soal, kemudian nilai tα atau tα/2 ditentukan dari tabel.

3. Kriteria Pengujian

a. Untuk Ho : µ1 = µ2 dan H1 : µ1 > µ2

o Ho di terima jika to ≤ tα

o Ho di tolak jika to > tα

b. Untuk Ho : µ1 = µ2 dan H1 : µ1 < µ2

o Ho di terima jika to ≥ tα

o Ho di tolak jika Zo < - tα


c. Untuk Ho : µ1 = µ2 dan H1 : µ1 ≠ µ2

o Ho di terima jika - tα/2 ≤ to ≤ tα/2

o Ho di tolak jika to > tα/2 atau to < - tα/2

4. Uji Statistik

Keterangan :

d = rata-rata dari nilai d

sd = simpangan baku dari nilai d

n = banyaknya pasangan

db = n-1

5. Kesimpulan

Menyimpulkan tentang penerimaan atau penolakan Ho (sesuai dengan kriteria pengujiannya).

a) Jika H0 diterima maka H1 di tolak

b) Jika H0 di tolak maka H1 di terima

Contoh Soal :

1. Sebuah perusahan mengadakan pelatihan teknik pemasaran. Sampel sebanyak 12 orang dengan
metode biasa dan 10 orang dengan terprogram. Pada akhir pelatihan di berikan evaluasi dengan materi
yang sama. Kelas pertama mencapai nilai rata-rata 75 dengan simpangan baku 4,5. Ujilah hipotesis
kedua metode pelatihan, dengan alternative keduanya tidak sama! Gunakan taraf nyata 10%!
Asumsikan kedua populasi menghampiri distribusi normal dengan varians yang sama!

Penyelesaian :

Diketahui :

n1 = 12 X1 = 80 s₁ = 4
n2 = 10 X2 = 75 s₂ = 4,5

Jawab:

a. Formulasi hipotesisnya :

Ho : µ₁ = µ₂

H1 : µ₁ ≠ µ₂

b. Taraf nyata dan nilai tabelnya :

α = 10% = 0,10

= 0,05

db = 12 + 10 – 2 = 20

t0,05;20 = 1,725

c. Kriteria pengujian :

o Ho di terima apabila -1,725 ≤ t0 ≤ 1,725

o Ho di tolak apabila t0 > 1,725 atau t0 < -1,725

d. Uji Statistik

e. Kesimpulan

Karena t0 = 2,76 > t0,05;20 = 1,725 maka Ho di tolak. Jadi, kedua metode yang digunakan dalam
pelatihan tidak sama hasilnya.

2. Untuk mengetahui apakah keanggotaan dalam organisasi mahasiswa memiliki akibat baik atau buruk
terhadap prestasi akademik seseorang, diadakan penelitian mengenai mutu rata-rata prestasi akademik.
Berikut ini data selama periode 5 tahun.
Tahun

Anggota

Bukan Anggota

7,0

7,2

7,0

6,9

7,3

7,5

7,1

7,3

7,4

7,4

Ujilah pada taraf nyata 1% apakah keanggotaan dalam organisasi mahasiswa berakibat buruk pada
prestasi akademiknya dengan asumsi bahwa populasinya normal !

Penyelesaian :

a. Formulasi hipotesisnya :

Ho : µ₁ = µ₂

H1 : µ₁ < µ₂

b. Taraf nyata dan nilai tabelnya :


α = 1% = 0,01

= 0,05

db =5-1=4

t0,01;4 = -3,747

c. Kriteria pengujian :

o Ho di terima apabila t0 ≥ - 3,747

o Ho di tolak apabila t0 < - 3,747

d. Uji Statistik :

Anggota

Bukan Anggota

d2

7,0

7,0

7,3

7,1

7,4

7,2

6,9

7,5

7,3

7,4

-0,2

0,1
-0,2

-0,2

0,0

0,04

0,01

0,04

0,04

0,00

Jumlah

-0,5

0,13

e. Kesimpulan

Karena t0 = -1,6 > t0,01;4 = -3,747, maka Ho di terima. Jadi, keanggotaan organisasi bagi mahasiswa
tidak membeikan pengaruh buruk terhadap prestasi akademiknya.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan
Hipotesis berasal dari bahasa Yunani, Hupo berarti Lemah atau kurang atau di bawah ,Thesis berarti
teori, proposisi atau pernyataan yang disajikan sebagai bukti. Sehingga dapat diartikan sebagai
Pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan perlu dibuktikan atau dugaan yang sifatnya masih
sementara.

Pengujian Hipotesis adalah suatu prosedur yang dilakukan dengan tujuan memutuskan apakah
menerima atau menolak hipotesis itu. Dalam pengujian hipotesis, keputusan yang di buat mengandung
ketidakpastian, artinya keputusan bias benar atau salah, sehingga menimbulkan risiko.

· Prosedur Pengujian hipotesis

Ø Langkah 1 : Menentukan formulasi hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatifnya (Ha).

Ø Langkah 2 : Memilih suatu taraf nyata (α) dan menentukan nilai table.

Ø Langkah 3 : Membuat criteria pengujian berupa penerimaan dan penolakan H0.

Ø Langkah 4 : Melakukan uji statistik

Ø Langkah 5 : Membuat kesimpulannya dalam hal penerimaan dan penolakan H0.

· Jenis-Jenis Pengujian Hipotesis

1. Berdasarkan Jenis Parameternya

a. Pengujian hipotesis tentang rata-rata

b. Pengujian hipotesis tentang proporsi

c. Pengujian hipotesis tentang varians

2. Berdasarkan Jumlah Sampelnya

a. Pengujian hipotesis sampel besar (n > 30).

b. Pengujian hipotesis sampel kecil (n ≤ 30).

3. Berdasarkan Jenis Distribusinya

a. Pengujian hipotesis dengan distribusi Z

b. Pengujian hipotesis dengan distribusi t (t-student)

c. Pengujian hipotesis dengan distribusi χ2 ( kai kuadrat)


d. Pengujian hipotesis dengan distribusi F (F-ratio)

4. Berdasarkan Arah atau Bentuk Formulasi Hipotesisnya

a. Pengujian hipotesis dua pihak (two tail test)

b. Pengujian hipotesis pihak kiri atau sisi kiri

c. Pengujian hipotesis pihak kanan atau sisi kanan


Dalam suatu prosedur registrasi mahasiswa di suatu universitas tertentu membutuhkan waktu rata-rata
50 menit. dengan waktu ini dirasakan cukup lama, untuk itu telah dikembangkan prosedur baru. ingin
diketahui apakah prosedur baru yg dicoba itu cukup efektif dan efisien dalam soal waktu. Suatu contoh
yg terdiri dari 12 mahasiswa diambil ketika melakukan registrasi dan diperoleh rata-rata 42 menit
dengan simpangan baku (s) 11,9 menit. uji hipotesis dengan menggunakan taraf nyata α = 0.05 (gunakan
pengujian satu arah)

Penyelesaian :

– Ho : U = 50 MENIT

– H1 : u < 50 menit

– Α = 0.05

– Daerah kritis: T< -1.796, dimana

t = x – uo

s/ √ n dengan derajat bebas v = 12-1 = 11

– Perhitungan: x = 42 menit, s = 11,9 menit dan n = 12

Sehingga,

t = x – uo = 42 - 50 = - 2.33

s/ √n 11.9/√ 12

Keputusan: Tolak Ho pd taraf nyata 0.05, karena:

t = -2.33 berada dalam daerah kritis. Dengan demikian dpt dibuat kesimpulan bahwa prosedur registrasi
yg baru lebih efisien dalam hal waktu.

2. General motor tengah mempertimbangakan sebuah rancangan baru untuk Pontiac G6. Rancangan
tersebut ditunjukkan kepada sekelompok calon pembeli berusia di bawah 30 tahun dan kelompok
lainnya yang berusia di atas 60 tahun. Pontiac ingin mengetahui apakah ada perbedaan dalam proporsi
kedua kelompok yang menyukai rancangan tersebut.

Penyelesaian :
Dalam kasus diatas sampel dari hal yang diselidiki dapat diklasifikasikan sebagai ”sukses” atau “gagal”,
artinya, setiap calon pembeli diklasifikasikan sebagai “yang menyukai rancangan baru” atau “ yang tidak
menyukai rancangan baru” lalu membandingkan proporsi antara yang berusia 30 tahun dan lebih dari 60
tahun.

- Ho: π1= π2

- H1: π1≠ π2

- signifikansi 0,05

- statistik uji mengikuti distribusi normal standar/Z

Aturan keputusan

- n1 100

- n2 200

- p1 0,19 (x1/n1)

- p2 0,31(x2/n2)

- pc 0,27

- Z=-2,21

- Hasil yang terhitung -2,21 berada di sebelah kiri -1,96 yakni di daerah “tidak menyukai rancangan
baru.”

- Maka hipotesis “yang menyukai rancangan baru” ada pada tingkat signifikansi 0,05.