Anda di halaman 1dari 8

PEMBAHASAN

1. FUNGSI EKSPONEN

Fungsi Eksponen adalah suatu fungsi dimana konstantanya dipangkatkan


dengan variabel bebasnya. Dengan kata lain,fungsi ekspponen adalah suatu fungsi
yang variabel bebasnya merupakan pangkat. Jadi,fungsi yang variabel bebasnya
adalah eksponen kita sebut dengan fungsi eksponen.

Misalnya, 𝑌 = 5𝑥 ; 𝑌 = 4(𝑥−2)

Fungsi eksponen ini mempunyai dua basis eksponen, yaitu: (1)basis


kostantan b;dan (2)basis bilangan 𝑒 = 2,71828... basis konstanta ini terdiri dari
dua yaitu:b lebih besar dari satu (b>1) dan b lebih besar dari nol dan lebih kecil
dari 1 (0<b<1). Jadi,basis konstanta b tidak sama satu b≠1. Selanjutnya,baik basis
konstanta b maupun bilangan e kedua-duanya akan dibahas secara terperinci
berikut ini.

A. Fungsi Eksponen dengan basis b > 1


Fungsi eksponen dengan basis b lebih besar 1 bentuknya adalah:
𝑥 (b > 1)
𝑌 = 𝑓(𝑥) = 𝑏

Dimana : Y = variabel tak bebas

X = variabel bebas

b = bilangan nyata positif yang lebih besar

Fungsi eksponen seperti ini jika digambarkan dalam bidang cartesius akan
mempunyai dua sifat utama. Pertama, nilai dari fungsi Y akan mendekati sumbu
X ketika X mendekati nilai negatif tak-hingga atau −∞. Dengan kata lain, Y akan
mendekati nol tapi tidak sama dengn nol,ketika X menurun. Jadi,sumbu X akan
dianggap sebagai sumbu asimtot bila X mendekati nilai Xnegatif tak-hingga.
Kedua,nilai Y akan menaik secara kontinu bila nilai X menaik. Dengan kata
lain,fungsi X ini menaik secara monoton,bila X meningkat.

Beberapa contoh ilustrasi dari fungsi eksponen dengan basis b yang lebih
besar dari 1.

Contoh 1

Jika diketahui fungsi eksponen 𝑌 = 𝑓(𝑥) = 2𝑥

Penyelesaian:
Untuk menggambarkan fungsi ini pertama harus dibuat tabel yang
menghubungkan nilai X dan Y.

Hubungan antara Nilai-nilai X dan Y


X 3 2 1 0 1 2 3
Y 1/8 1/4 1/2 1 2 4 8
𝑥
Fungsi eksponen 𝑌 = 2

Contoh 2

Jika diketahui fungsi eksponen 𝑌 = 4𝑋

Penyelesaian:

Sama seperti contoh nomor 1 harus dibuat tabel

Hubungan antara Nilai-nilai X dan Y


X 3 2 1 0 1 2 3
Y 1/64 1/16 1/4 1 4 16 64
𝑋
Fungsi eksponen 𝑌 = 4
B. Fungsi eksponen dengan basis 0 < b <1

Dalam kasus fungsi eksponen seperti ini sifat-sifatnya berlawanan dengan


fungsi eksponen b > 1. Pertama,nilai dari fungsi Y akan mendekati sumbu X
ketika X mendekati positif tak hingga atau +∞. Jadi,sumbu X merupakan sumbu
asimtot apabila X mendekati nilai positif tak-hingga. Kedua,nilai Y akan menurun
secara kontinu bila nilai X meningkat.

Contoh fungsi dari fungsi eksponen bila b diantara 0 dan 1.

Contoh 3

Diketahui fungsi 𝑌 = 𝑓(𝑥) = 0,2𝑥

Penyelesaian:

Hubungan antara Nilai-nilai X dan Y


X 3 2 1 0 1 2 3
Y 125 25 5 1 0,2 0,044 0,008
𝑋
Fungsi eksponen 𝑌 = 0,2

Contoh 4

Jika diketahui fungsi 𝑌 = 0,4𝑋

Penyelesaian:

Hubungan antara Nilai-nilai X dan Y


X 3 2 1 0 1 2 3
Y 15,635 6,25 2,5 1 0,4 0,16 ,0064
𝑋
Fungsi eksponen 𝑌 = 0,4
C. Fungsi eksponen dengan basis 𝑒

Basis lain yang dapat digunakan daam fungsi eksponen adalah bilangan
irrasional 𝑒 = 2,71828 … … Fungsi eksponen yang menggunakan basis ini sering
disebut sebagai fungsi eksponen asli. Selanjutnya,fungsi ini mempunyai arti yang
khusus dalam penerapan ekonomi dan bisnis dan juga berguna untuk matematika
murni.

Nilai 𝑒 ini diperoleh dengan mengevaluasi pernyataan fungsi

1 𝑛
𝑓(𝑛) = (1 + )
𝑛

ketika 𝑛 mendekati bilangan yang semakin besar atau tak-hingga. Bila nila n
diberikan makin lama makin besar,maka 𝑓(𝑛) akan menjadi,

1 1
𝑓(1) = (1 + ) = 2
𝑛

1 2
𝑓(2) = (1 + ) = 2,25
2

1 3
𝑓(3) = (1 + ) = 0,37037 …
3
Menentukan Nilai Fungsi Eksponensial basis e

Gunakan kalkulator untuk menentukan nilai fungsi f(x) = ex pada masing-masing


nilai x berikut.

1. x = –2
2. x = –1
3. x = 0,25
4. x = –0,3

Pembahasan

1. f(–2) = e–2 ≈ 0,1353353


2. f(–1) = e–1 ≈ 0,3678794
3. f(0,25) = e0,25 ≈ 1,2840254
4. f(–0,3) = e–0,3 ≈ 0,7408182

Menggambar Grafik Fungsi Eksponensial Basis e

Sketsalah grafik masing-masing fungsi berikut. Nyatakan domain, range, dan


asimtot fungsi-fungsi tersebut.

1. f(x) = e–x
2. g(x) = 3e0,5x

Pembahasan

 Kita mulai dengan menggambar grafik y = ex dan kemudian kita


cerminkan grafik ini terhadap sumbu-x untuk mendapatkan grafik y =
e–x seperti yang ditunjukkan Gambar 8. Dari gambar tersebut kita
melihat bahwa domain f adalah himpunan semua bilangan real, range
fungsi ini adalah selang (0, ∞), dan garis y = 0 merupakan asimtot
horizontal grafik fungsi f.
 Untuk menggambar grafik g(x) = 3e0,5x, pertama kita hitung nilai
fungsi untuk beberapa nilai x, plot titik-titik yang diperoleh, kemudian
hubungkan titik-titik tersebut dengan kurva halus. Grafik fungsi ini
ditunjukkan pada Gambar 9. Dari grafik tersebut kita dapat melihat
bahwa domain g adalah himpunan semua bilangan real, range fungsi
ini adalah selang (0, ∞), dan garis y = 0 merupakan asimtot horizontal.

2. FUNGSI LOGARITMA
Fungsi Logaritma adalah suatu fungsi yang didefinisikan oleh y = f(x) =
alog x dengan a bilangan real, a > 0, a ≠ 1 serta x > 0. x adalah variabel (peubah
bebas) dan a adalah bilangan pokok atau basis. Bentuk perpangkatan dalam
bentuk logaritma, secara umum adalah sebagai berikut :
Jika ab = c dengan a > 0 dan a ≠ 1 maka alog c = b dalam hal ini a disebut basis
atau pokok logaritma dan c merupakan bilangan yang dilogaritmakan.
Jika fungsi eksponen menyatakan fungsinya sebagai y=ax, maka fungsi
logaritma mempunyai bentuk ylog a=x. Fungsi Logaritma adalah fungsi yang
peubah bebasnya berupa bentuk logaritma. Fungsi Logaritma adalah invers dari
fungsi eksponen.
Contoh:
Tulislah bentuk logaritma dari:
a. 25 = 32 maka 2
log 32 = 5
3 4
b. 4 = 64 maka log 64 = 3
c. 2–2 =1/4 maka 2log 1/4 = –2
Karena fungsi Logaritma adalah fungsiInver dari fungsi eksponensial,
maka dari bentuk logaritma di atas, jika ingin di rubah mnejadi fungsi
eksponensia, hanya tingal di balik saja. yaitu sebagai berikut:

a. 2log 32 = 5 maka 25 = 32
b. 4log 64 = 3 maka 43 = 64
c. 2log 1/4 = –2 maka 2–2 =1/4

Definisi Fungsi Logaritma


Misalkan a adalah bilangan positif dengan a ≠ 1. Fungsi logaritma dengan basis
a, yang dinotasikan dengan loga, didefinisikan dengan
logax = y <=> a y= x

logax = y <=> a y= x

NB: Tanda <=> di baca Jika dan Hanya Jika

Dari definisi di atas dapat di simpulkan, bahwa a loga x merupakan pangkat dari a
untuk menjadi x.
Dengan cara itu kita bisa menggunakan definisi logaritma untuk
mengganti bentuk logaritma loga x = y menjadi bentuk eksponensial ay = x, atau
sebaliknya, perhatikan bahwa dalam kedua bentuk ini, basisnya tetap sama.

Contoh : Bentuk Logaritma dan Eksponensial


Bentuk logaritma dan eksponensial merupakan persamaan-persamaan yang
ekuivalen: Jika bentuk yang satu benar, maka bentuk yang lainnya juga benar.
Sehingga kita dapat mengubah bentuk logaritma menjadi bentuk eksponensial,
atau sebaliknya, seperti ilustrasi berikut.
Seperti halnya fungsi eksponen, fungsi logaritma juga bisa di gambarkan
dalam bentuk grafik. Berikut ini adalah contoh grafik fungsi Logaritma dari f(x)=
ax

Grafik Fungsi Logaritma dari f(x)= a x

Anda mungkin juga menyukai