100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan29 halaman

Laporan Farhan

Toserba Yogya Pamanukan didirikan pada tahun 1972 sebagai toko batik kecil di Bandung. Bisnis ini berkembang menjadi toko kelontong dan kemudian berkembang membuka cabang-cabang baru. Sampai saat ini, Toserba Yogya Pamanukan telah berkembang menjadi salah satu jaringan toko swalayan terbesar di Indonesia.

Diunggah oleh

Zimzim Fauziah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan29 halaman

Laporan Farhan

Toserba Yogya Pamanukan didirikan pada tahun 1972 sebagai toko batik kecil di Bandung. Bisnis ini berkembang menjadi toko kelontong dan kemudian berkembang membuka cabang-cabang baru. Sampai saat ini, Toserba Yogya Pamanukan telah berkembang menjadi salah satu jaringan toko swalayan terbesar di Indonesia.

Diunggah oleh

Zimzim Fauziah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBARAN PENGESAHAN / PERSETUJUAN

DARI INTANSI / SEKOLAH

Judul Laporan : Praktik Kerja Industri di PT. Akur Pratama


(ToserbaYogyaPamanukan) Divisi Non-Food
Nama Penyusun : Siti Aisyah
NIS : 0022996602
Bidang Studi Keahlian :Bisnis Dan Manajemen

Program Studi Keahlian :Bisnis Dan Pemasaran

Kompetensi keahlian :Bisnis Dring Dan Pemasaran

Disetujui Oleh Komisi Pembimbing

Pembimbing Perusahaan Pembimbing Sekolah I

Indra Saeful Hayat Kabidin. SE


Spv. Non-Food Guru

Mengetahui
Kepala Sekolah SMKN 1 Legonkulon

Dedi Junaedi. SE
KATA PENGANTAR

Kami ucapkan puji syukur serta nikmat pada Allah SWT atas rahmatNya
yang melimpah. Atas terselesaikannya kegiatan PRAKERIN di PT. Akur Pratama
Laporan ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat tugas di sekolah SMKN 1
Legonkulon. Tujuan dibuatnya laporan PRAKERIN ini yaitu untuk melaporkan
segala sesuatu yang ada kaitannya dengan dunia kerja di PT. Akur Pratama.
Dalam penyusunan laporan PRAKERIN ini, tentu tak lepas dari pengarahan dan
bimbingan dari berbagai pihak. Maka penulis ucapkan rasa hormat dan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Pihak-pihak yang terkait itu
diantaranya sebagai berikut :
1. Seluruh Guru penulis di SMKN 1 Legonkulon yang sudah memberikan banyak
informasi.
2. Ibu Yeyet Sumiati.S,sos. Selaku Manager di Toserba Yogya Pamanukan.
3. Karyawan dan karyawati Toserba Yogya Pamanukan yang dengan tulus
memberi pengarahan pada penulis selama penulis PRAKERIN di perusahaan
tersebut.
4. Orang Tua dan teman-teman penulis terima kasih banyak atas dukungannya.
Karena kebaikan semua pihak yang telah penulis sebutkan tadi maka penulis bisa
menyelesaikan laporan PRAKERIN ini dengan sebaik-baiknya. Laporan
PRAKERIN ini memang masih jauh dari kesempurnaan, tapi penulis sudah
berusaha sebaik mungkin. Sekali lagi terima kasih. Semoga laporan ini
bermanfaat bagi kita semua.

Legonkulon, 09 Oktober 2019

Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PERSETUJUAN
KATA PENGANTAR ................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Praktek Kerja Industri ................................ 1
1.2 Tujuan Praktek Kerja Industri ...............................................
BAB II TINJAUAN UMUM (TOSERBA YOGYA) PAMANUKAN 2

2.1 Sejarah Singkat Perusahaan ...................................................


2.2 Struktur Organisasi Perusahaan .............................................
4
2.3 Ruang Lingkup Kegiatan Perusahaan ....................................
2.4 pengenalan Divisi Non-Food…………………………………… 6
BAB III PELAKSANAAN & PEMBAHASAN KEGIATAN.................. 8
3.1 Lokasi & Waktu Pelaksanaan Praktek Kerja Industri ........... 12
3.2 Pelaksanaan Kegiatan Praktek Kerja Industri .......................
12
BAB IV PENUTUP .....................................................................................
15
4.1 Kesimpulan ............................................................................
4.2 Saran ....................................................................................... 16
4.3 DaftarPustaka………………………………………………..
18
LAMPIRAN
18
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
19
JURNAL/AGENDA HARIAN
20
DOKUMENTASI
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)

Di dasari dalam rangka meningkatkan wawasan pengalaman

belajar dan penguasaan keterampilan serta mencetak lulusan sekolah

menengah kejuruan (SMK) yang ahli dan terampil, antara lain di perlukan

adanya upaya berbagai aktivitas belajar ,baik di dalam maupun di luar

sekolah. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut, yaitu

menyelenggarakan suatu program kegiatan praktik siswa dalam rangka

Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) di dunia kerja terkait sesuai dengan

program keahlian yang telah di tetapkan oleh sekolah yang berguna

sebagai kesempatan pengenalan dan pelatihan langsung tentang Dunia

Kerja / Dunia Industri.

Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) di adakan dalam rangka

menyambut datangnya pasar bebas tingkatan Asia maupun Dunia sehingga

siswa sudah siap dalam menghadapi dan berada di dalamnya.


Penyelenggaraan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) Pada

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Di dasarkan atas ketentuan –

ketentuan yang bertuang dalam :

1. Undang-undang No.2 Tahun 1989, tentang Sistem Pendidikan

Nasional.

2. Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990, Tentang pendidikan

Nasional.

3. Peraturan Pemerintah tentang No. 39 Tahun 1992, Tentang

peran serta masyarakat dalam pendidikan nasional.

4. Keputusan mendikbud No. 080/U/1993, Tentang Kurikulum

SMK

5. Undang-undang No.27 Tahun 1999, Tentang Hak warga

Negara untuk memperoleh kesempatan kerja.

6. Surat keputusan menteri pendidikan Nasional RI No.

0890/U/1992, Tentang kerjasama antara SMK dan dunia Kerja.

1.1 Tujuan praktik kerja industri

1.1.1 Tujuan Umum :

a. Meningkatkan efisiensi proses Menghasilkan tenaga kerja

yang memiliki keahlian professional, yaitu tenaga kerja yang


memiliki tingkatan – tingkatan pengetahuan, keterampilan, dan

etos kerja yang sesuai dengan ketentuan kebutuhan dunia kerja .

b. Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas

/professional.

c. Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja

sebagai proses pendidikan.

d. Membekali siswa dengan pengalaman kerja yang sesungguhnya

dalam dunia kerja dan masyarakat.

e. Memantapkan kedisiplinan dantanggung jawab siswa/siswi dalam

melaksanakan.

1.2.2 Tujuan Kusus

a. Menyiapkan siswa untuk belajar bekerja secara mandiri maupun

bekerja dalam suatu tim dan membanggakan potensi serta kreatifitas

sesuai dengan minat dan bakatnya masing – masing.

b. Meningkatkan status dan kepribadian siswa dan siswi sehingga

mampu berinteraksi, berkomunikasi, dan memiliki rasa tanggung

jawab serta disiplin yang tinggi.

c. Memberikan kesempatan bagi parasiswa yang berpotensi untuk

menjad tenaga kerja terampil dan produktif berdasarkan pengakuan

standar profesi.
BAB II

TINJAUAN UMUM TOSERBA YOGYA PAMANUKAN

2.1 Sejarah Singkat Toserba Yogya Pamanukan

Gambar 2.1 Logo Toserba Yogya

YOGYA ini berawal dari sebuah toko batik di Jl. Ahmad Yani, Kosambi,

Bandung, dengan luas toko sekitar 100 m2 dan karyawan berjumlah 8 orang.

Toko batik yang diberi nama DJOKDJA ini didirikan dan dikelola secara

sederhana oleh Bapak Gondosasmito bersama keluarga.

Pada tahun 1972 pengelolaan toko diserahkan kepada mantunya yang

bernama Bapak Boedi Siswanto yang mengawini anak perempuannya

bernama Ibu Tina Handayani.Dengan kerja keras dan keuletan dilakukan

pembenahan, keinginan dan kebutuhan pelanggan dipenuhi, sehingga yang

tadinya hanya toko batik berubah menjadi toko kelontong. Nama DJOKDJA

tetap dipertahankan, akan tetapi penulisannya diganti menjadi “YOGYA”.


Seiring dengan perkembangannya tanggal 28 Oktober 1982,

bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, dibuka cabang yang pertama, yang

berada di Jl. Sunda 60, dengan luas toko 200 m2 dengan 40 orang karyawan.

Selanjutnya tanggal 28 Oktober ditetapka sebagai hari lahir Toserba

YOGYA.

Pada tanggal 16 Februari 2000, APRINDO melalui Menteri

Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia menganugerahkan

APRINDO Award, kepada Bapak Boedi Siswanto Basuki, sebagai salah satu

perintis ritel atau usaha pertama di Indonesia.

Toserba Yogya Pamanukan yang beralamat di “Jl. Husein

Kertadibrata No.89 Pamanukan Kab.Subang” pertama kali di buka tanggal

29 September 2004, yang menempati gedung baru yang megah. Toserba

Yogya Pamanukan di resmikan oleh Bupati Subang Bapak Eep Hidayat.

Letak bangunan cukup stategis, berada di pusat kota kecamatan pamanukan,

Dengan luas 5043.54 m2 manghadap kesebelah barat, secara fisik

mempunyai 3 (tiga) lantai memanjang yaitu Fashion dan One Frice di lantai

dasar. Supermarket di lantai 2 (dua) dengan pembagian di depan Stationary

dan Area Promosi di sebelah kanan GMS, ditengah Food dan Non-Food, di

kiri Fresh dan di belakang Bakery serta Cafetaria dan Game Master di lantai

3 (tiga).
Uraian Struktur Organisasi Toserba Yogya Pamanukan :

a) Store Manager.

b) Staf.

c) Administrasi.

d) AdministrasiKeuangan.

e) Akunting.

f) Kasir.

g) Pramuniaga.

h) SPG/SPB.

i) Keamanan.

Uraian Tugasnya Antara Lain :

a) Store Manager

Merupakan pimpinan Toserba Yogya Pamanukan

b) Staf

Merupakan Orang yang bertugas di departemen yang telah di

tentukan masing–masing divisi

c) Administrasi

Memantau karyawan/i yang bekerja di perusahaan tersebut, juga

menerima atau mengeluarkan karyawan atas persetujuan dari pihak

pemimpin

d) Administrasi Keuangan

Menerima uang yang masuk atas pembelian produk yang di jual


e) Akunting

Membuat laporan keuangan sehingga laba/ruginya perusahaan dapat

di pantau dan di ketahui

f) Kasir

Melayani konsumen saat melakukan pembayaran

g) Pramuniaga/Service Crew

Melayani konsumen saat berbelanja, juga bertugas pada departemen

store yang telah di tentukan dari staff

h) SPG/SPB

Orang yang di kirim dari suatu perusahaan produk yang produknya

di jual di Toserba Yogya

i) Keamanan

Bertugas menjaga keamanan di Toserba Yogya Pamanukan

2.3 Ruang Lingkup Toserba Yogya Pamanukan


Toserba Yogya pamanukan secara fisik mempunyai 3 (tiga) lantai

memanjang yaitu Fashion dan One Frice di lantai dasar. Supermarket di lantai

2 (dua) dengan pembagian di depan Stationary dan Area Promosi di sebelah

kanan GMS, di tengah Non-Food dan Food, di kiri Fresh dan di belakang

Bakery serta Cafetaria dan Game Master di lantai 3 (tiga), penjelasan sebagai

berikut :
Lantai I

Dilantai pertama ini merupakan Area fashion yang terdiri dari

Ladies, Menswaer, baby and kids dan shoes and bags. Area fashion

tersebut terdiri dari berbagai produk putus dan konsinyasi. Produk putus

merupakan produk-produk yang adalah brand Yogya sendiri, produk

konsinyasi merupakan produk-produk yang bukan brand yogya namun

menyewa tempat ditoserba yogya. Area ladies terdapat brand konsinyasi

seperti aksesoris Yepi, Chatelain, Vadox, dan madona. Pakaian ladies

seperti Free and Free ,Kreatif, Triset. Pakaian Laki-laki / Menswear

seperti Lois, Cardinal, jazz, Watcout, dan Homyfed. Lantai ini

mempunyai 2 ruang ganti yang terletak di depan dan di tengah.

Sedangkan Kassa yang tersedia juga ada 2 Kassa yaitu Kassa A dan B.

Apa bila menjelang even-even khusus akan ditambah Kassa baru yang

terletak di dekat counter shoes and bags.

Lantai II

Lantai ini merupakan Area Supermarket. Di lantai ini kita dapat

memperoleh segala kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan pribadi

sehari-hari seperti produk food, Non-food, General Merchandise, Bakery,

dan Fresh.Produk food atau area food menyediakan segala jenis makanan

baik makanan ringan, beras, gula, suatu kebutuhan sehari-hari sampai

makanan berat separti lauk pauk yang telah jadi. Area Non food

menyediakan deterjen, sabun, tissue, minyak wangi, bedak dan lain-lain.


Area GMS atau general merchandise menyediakan Barang-barang pecah

belah dan plastic seperti piring, sendok, garpu, wajan, panic, tempat

minum/ termos, magic jear, seprei, kasur lipat, boneka, handuk, bantal,

sikat, pel, dan lain-lain. Area fresh menyediakan buah-buahan segar,

sayuran, masakan, minuman dingin, daging dan sebagainya. Terakhir

Bakery menyediakan aneka roti dan kue basah dengan berbagai rasa

seperti cokelat, nanas, keju dan sebagainya.

Lantai III

Dilantai ini merupakan Lantai Food Court dan Game master.

Area lantai ini adalah khusus untuk Food court seperti CFC, Pempek

Palembang, Ichi bento, Es oyen, Bakso alex, Ceria Chinese food, Cendol

pelangi, Deny’s burger, Toper bubble , Mie ayam Bangka, Kopi mister

black, Kopi semerbak, Saung panggang, Kebab Rina, Empal gentong,

Cafee lili dan Batagor cipedas serta disediakan TV untuk karaoke bagi

pengunjung yang ingin menghibur dengan berkaraoke.

Toserba yogya dibagi 6 divisi, yaitu :

1. Fashion

2. Fresh

3. food

4. Non-Food

5. GMS

6. Food sation/Court
Non staff yang bergabung dalam team Service Crew terdiri dari: Tenaga

Administrasi, Pelaksana Gudang, Pramuniaga, Kasir, Customer Relation, Office,

Visual, Teknisi, dan Keamanan.

Dalam kegiatan sehari-harinya, semua bagian yang tergabung dalam team

Toserba Yogya Pamanukan ini harus dapat malaksanakan tugasnya dengan

seoptimal dan seefisien mungkin, hal ini dikarnakan jumlah karyawan yang minim

dan tuntutan pekerjaan yang harus dijalankan semaksimal dan sebaik mungkin

dengan menggunakan segenap kemampuan yang didukung dengan team work

yang baik.

 Paradigma Toserba Yogya Pamanukan

VISI : “Tetap Menjadi Pilihan Utama “

MISI :”Setia Memenuhi Kebutuhan Masyarakat”

 MORAL PHYLOSOPHY

1. Jujur : Berbuat dan Berucap Jujur sesuai dengan

Kebenaranya

2. Setia : Berkerja dengan sepenuh hati dan bertanggung jawab

3. Rendah : Hati Bersedia dan Siap Melayani


BAB III

PELAKSANAAN & PEMBAHASAN KEGIATAN

3.1 Lokasi & Waktu Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)

3.1.1 Tempat Praktik Kerja Industri

1. Nama Instansi : Toserba Yogya Pamanukan

2. Alamat Lengkap : Jl.Husein Kertadubrata No.89 Pamanukan-

Subang

3. Nama Pimpinan : Ibu Yeyet Sumiati, S.sos

3.1.2 Waktu Pelaksanaan

1. Lama Praktik : 3 (tiga) bulan

2. Dimulai tanggal : 10 Desember 2018

3. Diakhiri tanggal : 10 Maret 2019


3.2 Pelaksanaan Kegiatan Praktik Kerja Industri

3.2.1 Jadwal Masuk Untuk Divisi Non-Food :

Senin - jum’at 07:30 – 15.00 WIB

Shif Pagi Sabtu 07:00 – 14:30 WIB

Minggu 06:00 – 14:00 WIB

Istirahat 13.30 – 14:30 WIB

Senin – Sabtu 11:30 – 19:00 WIB

Shif Tengah Minggu 11:00 - 19:00 WIB

Istirahat 16:00 - 17:00 WIB

Senin – Jum’at 13:30 – 21:00 WIB

Shif Siang Sabtu 13:30 – 21:30 WIB

Minggu 13:00 – 21:00 WIB

Istirahat 16:00 – 17:00 WIB


3.2.3 Kegiatan harian di ToserbaYogya Pamanukan di klasifikasikan menjadi

empat bagian yaitu sebagai berikut :

1. Sebelum Buka Toko

a. Absensi

b. Do’a pagi bersama

c. Masuk counter

d. Membarsihkan counter

e. Menata atau merapihkan barang dan mengembalikan barang

batalan

f. Mengisi barang yang kosong.

2. Pada Saat Pembukaan Toko

Seluruh karyawan berdiri didepan counter masing-masing untuk

menyambut konsumen.

3. Pada Saat Toko Buka

a. Melayani konsumen

b. Melanjutkan pekerjaan yang sedang dikerjakan

c. Mengisi barang yang kosong dengan mengambil barang di gudang

penyimpanan.

4. Sebelum Toko Tutup

a. Merapihkan barang

b. Membersihkan counter
c. Do’a sebelum pulang

d. Cek body pada semua karyawan yang dilakukan oleh petugas

keamanan

e. Absen sebelum pulang.

2.3.2 Jurnal agenda kegiatan harian selama Praktik Kerja Industri

(PRAKERIN) di Divisi Non-Food terlampir.

2.4 Pengenalan Divisi Non-Food


Selama Peraktik kerja Industri (PRAKERIN) di ToserbaYogya, Penyusun di

tempatkan di bagian Non-Food yaitu divisi yang menyediakan Barang-Barang

yang termasuk kebutuhan sehari-hari keluarga juga kebututuhan pribadi seperti

kosmetik,detergent,diapers,tissue, dan kebutuhan bayi yang berkualitas tinggi

dari barang lokal maupun barang impor dengan berbagai macam pilihan.

2.4.1 Tugas Utama

1. Labeling & Bar Code Barang

2. Men-Display Barang Sesuai Kategori Produk

3. Memeriksa Kesesuaian Antara Brand, Article, Dan Size

4. Melakukan Estimasi Barang Pajangan Yang Kosong

5. Prepare atau Mengambil Barang Pajangan Di Celving yang Kosong Ke

Dalam Gudang Penyimpanan

6. Mengisi Kembali Barang Yang Kosong


7. Membersihkan Celving

8. Mendata & Menarik Barang Yang Sudah Tak Layak Di Jual

9. Membuat Poind Of Purchase (POP) Untuk Membuat Promosi

Penjualan

2.4.1.1 Display Produk

Yaitu penataan suatu produk di area-area dengan rapi serta sekreatif

mungkin. Display produk berdasarkan kategori, seperti di departemen

produce display dilakukan berdasarkan space area yang tersedia.

Hal-hal yang Harus Dilakukan Penataan Produk adalah sebagai berikut:

 Produk di tempatkan di kategorinya

 Facing/Jumlah Tier produk sesuai dengan merk share

 Penataan secara vertical ataupun horizontal untuk masing-masing

jenis Brand

 Pengaturan produk sesuai dengan arah lalu lintas pengunjung lain

Display yang baik , teliti,benar dan Teratur akan memberikan

kemudahan yang baik bagi konsumen maupun perusahaan,

Diantaranya:

 Mudah untuk Dimengerti

 Mudah untuk Dilihat

 Mudah untuk Memilih

 Mudah Diambil dan Di Letakan Kembali


2.4.1.2 Customer Service

Untuk memberikan kenyamanan pelanggan saat berbelanja pen-Display-an

produk di area harus sesuai dengan planogram yang telah ditentukan oleh

perusahaan. Jadi mempermudah pelanggan untuk mengambil barang.

2.4.1.3 Stock Of Name

Stock Of Name adalah salah satu cara untuk mengetahui nilai kerugian atau

kehilangan.

2.4.1.4 Pengawas

Tugasnya: Bertanggung jawab dengan hasil stock of name rugi atau

untungnya.

2.4.1.5 Penginput

Tugasnya: Menginput semua barang-barang yang ada di hypermart dengan

menggunakan alat PDET (Processing Date Entri Terminal)

2.4.1.6 Penghitung

Tugasnya: Menghitung semua barang secara manual.

2.4.1.7 Team Independen

Tugasnya: Memastikan dan men-check apakah pelaksanaan Stock Of

Name sudah sesuai setandard yang ditetapkan perusahaan atau belum, Serta

memberikan hasil dari stock of name apakah toko tersebut rugi atau untung.
2.4.1.8 Barcoding Produk Non Food

a. Membedakan jenis barang sesuai kategori

b. Membereskan Display

c. Membersihkan barang-barang yang berdebu agar terlihat lebih bagus

2.4.1.9 PROCESSING

Processing atau dapat dikatakan sebagai produksi, dimana proses ini

dilakukan untuk mengolah, merubah, membuat barang yang sebelumnya tidak

layak pajang tetapi masih layak untuk Di Jual menjadi layak display. Tujuan

dilakukannya processing adalah untuk meminimalkan dan memaksimalkan

penjualan.

Berikut ini adalah jenis-jenis processing yang di lakukan di Divisi Non-Food:

1. Mengetahui dan Menguasai Barang & Produk Rusak

 Barang yang sudah jelek : Warna pudar,kondisi barang

memburuk dan segel rusak.

 Barang yang masih bagus : Warna masih utuh,kondisi barang

masih baik.

2. Mengetahui dan Menguasai Barang dan Produk yang Rusak

 Produk Import : Warna pudar,kulit kemasan terkikis,dan tergores

 Produk Lokal : Warna pudar, kemasan terkikis dan tergores

tersendirinya.
BAB IV

PENUTUP
4.1 Kesimpulan

Selama penyusun mengikuti prakerin yang di laksanakan di Toserba

Yogya Pamanukan, akhirnya penyusun dapat mengetahui secara langsung

bagaimana dunia kerja. Dan ada banyak pengalaman yang penyusun dapat

selama PRAKERIN serta bertambah wawasan dan pengetahuan.

Dengan adanya kegiatan PRAKERIN, penyusun merasakan berbagai

manfaat dan pengalaman yang berharga diantaranya: kemampuan kerja,

motivasi kerja, inisiativ, kreativitas, hasil kerja yang berkualitas,

produktiktivitas, kerja, disiplin waktu dan kerajinan dalam bekerja. Pada

penulisan PRAKERIN ini dapat disimpulkan bahwa: divisi Non-Food

adalah suatu proses perdagangan yang bertujuan untuk memberikan

informasi dan kepuasan pada konsumen.

Dan kesimpulan dari PRAKERIN adalah kegiatan yang harus

dilakukan oleh siswa/siswi yang menuntut ilmu di sekolah menengah

kejuruan (SMK) dimana sebagai bekal untuk terjun langsung ke dalam dunia

kerja sesuai dengan program studi.


DAFTAR ISI

Table of Contents
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 2
DAFTAR ISI....................................................................................................................... 3
BAB I .................................................................................................................................. 4
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 4
1.1 Latar belakang praktik kerja industri (PRAKERIN) .................................. 4
1.1 Tujuan praktik kerja industri ......................................................................... 5
BAB II ................................................................................................................................ 4
TINJAUAN UMUM TOSERBA YOGYA PAMANUKAN .......................................... 4
2.1 Sejarah Singkat Toserba Yogya Pamanukan ....................................................... 4
2.2 Struktur Organisasi Toserba Yogya Pamanukan ........Error! Bookmark not defined.
2.3 Ruang Lingkup Toserba Yogya Pamanukan ....................................................... 8
BAB III ............................................................................................................................. 16
PELAKSANAAN & PEMBAHASAN KEGIATAN ....................................................... 16
3.1 Lokasi & Waktu Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)....... 16
3.1.1 Tempat Praktik Kerja Industri....................................................................... 16
3.2 Pelaksanaan Kegiatan Praktik Kerja Industri............................................. 17
2.4 Pengenalan Divisi Non-Food ............................................................................... 19
BAB IV ............................................................................................................................. 23
PENUTUP ........................................................................................................................ 23
4.1 Kesimpulan ...................................................................................................... 23
4.2 Saran-saran ..................................................................................................... 25
4.3 DAFTAR PUSTAKA ................................................Error! Bookmark not defined.

LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
JURNAL/AGENDA HARIAN
DOKUMENTASI
4.2 Saran-saran

1. Saran untuk sekolah

a. Demi PRAKERIN yang merupakan salah satu program sekolah

untuk siswa, maka penyusun menyarankan agar guru pembimbing

PRAKERIN dapat membimbingnya dengan lebih baik.

2. Saran Untuk Siswa yang akan PRAKERIN

a. Pembekalan yang diberikan oleh sekolah harus diikuti dengan baik

dan tertib sehingga memudahkan saat pelaksanaan PRAKERIN.

b. Persiapkan kemampuan maupun keterampilan sebaik mungkin

sebelum masuk dunia kerja.

c. Menjaga kerahasiaan dan nama baik Instansi atau kantor tempat

pelaksanaan PRAKERIN.

3. Saran Untuk Dunia Kerja

Penyusun sangat berterimakasih kepada para Staff karena telah

membimbing dengan baik. Namun agar siswa-siswi mendapatkan ilmu

yang bermanfaat maka para pembimbing agar lebih meningkatkan lagi

pembimbingannya.
IDENTITAS PESERTA PRAKERIN

1 DATA SISWA

a.Nama Lengkap :Nur Asiyah

b.Tempat tgl lahir :Subang,08 April 2002

c.Kelas Program Keahlian :Bisnis Daring Dan Pemasaran

d.Alamat Lengkap: Dusun:Krajan

Desa:Legonwetan

Kec:Legonkulon

2 DATA ORANG TUA

a.Nama Lengkap :Iwan Suhandi

b.Alamat Lengkap: Dusun:Krajan

Desa:Legonwetan

Kec:Legonkulon

Orang Tua Siswa Siswa Prakerin

Iwan Suhandi Nur Asiyah


IDENTITAS PESERTA PRAKERIN

1 DATA SISWA

a.Nama Lengkap :Putri Widiyawati

b.Tempat tgl lahir :Subang, 17 Desember 2002

c.Kelas Program Keahlian :Bisnis Daring Dan Pemasaran

d.Alamat Lengkap: Dusun:Krajan

Desa:Legonwetan

Kec:Legonkulon

2 DATA ORANG TUA

a.Nama Lengkap :Junaedi

b.Alamat Lengkap: Dusun:Krajan

Desa:Legonwetan

Kec:Legonkulon

Orang Tua Siswa Siswa Prakerin

Junaedi Putri Widiyawati


IDENTITAS DUNIA USAHA/INDUSTRI

PADA PRAKERIN

3 DATA PERUSAHAAN

a.Nama Duni Kerja :Toserba Yogya Pamanukn

b.Alamat Lengkap :Jln.Husein Kertadibrata No.83 Pamanukan

c.Jenis Kerja/Usaha :Ritel

d.Nama Pemimpin :Yeyet Sumiati,S.Sos

Jabatan :Store Manager(SM)

e.Pembimbing Industri :Yohana Wayah KP

f.Lamanya Prakerin :3(tiga) Bulan

Terhitung Sejak Tanggal :10 Desember 2018

Sampi dengan Tanggal :10 Maret 2019

g.Pekerjaan :Fashion Dan ACC


IDENTITAS DUNIA USAHA/INDUSTRI

PADA PRAKERIN

3 DATA PERUSAHAAN

a.Nama Duni Kerja :Toserba Yogya Pamanukn

b.Alamat Lengkap :Jln.Husein Kertadibrata No.83 Pamanukan

c.Jenis Kerja/Usaha :Ritel

d.Nama Pemimpin :Yeyet Sumiati,S.Sos

Jabatan :Store Manager(SM)

e.Pembimbing Industri :Indra Saeful Hayat

f.Lamanya Prakerin :3(tiga) Bulan

Terhitung Sejak Tanggal :10 Desember 2018

Sampi dengan Tanggal :10 Maret 2019

g.Pekerjaan :Non-Food

Common questions

Didukung oleh AI

PRAKERIN significantly enhances students' readiness for the labor market by providing real-world work experience in relevant industries, thereby bridging the gap between theoretical knowledge and practical application. Students gain exposure to professional environments, which helps develop essential skills such as teamwork, autonomy, discipline, and communication, all critical to successful workplace integration. Furthermore, PRAKERIN helps students understand workplace expectations, boosts their confidence, and allows them to apply learned skills to actual job tasks, increasing their employability upon graduation .

The three-tier layout at Toserba Yogya Pamanukan offers distinct advantages, such as efficient use of space allowing for diverse product categories including fashion, groceries, and entertainment. This layout facilitates targeted marketing efforts and enhances customer navigation, thereby improving shopping experiences. However, challenges include potential logistical complexities in managing inventory across floors and ensuring consistent customer service throughout the store. Effective employee coordination and technology use are essential to counter these challenges, ensuring the layout's benefits outweigh its operational demands .

The primary goal of the Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) program is to enhance students' learning experience and skill acquisition by providing them with practical industrial training. This training prepares them for the workforce by offering direct exposure and training in a professional work environment. It aims to produce graduates who are skilled and proficient, capable of competing in the free market on both Asian and global levels .

The moral philosophies guiding Toserba Yogya Pamanukan include honesty, loyalty, and humility. These principles influence its operations by fostering a culture of transparency in dealings, ensuring that staff commitments align with customer promises and expectations, creating a dependable retail environment. Loyalty builds a committed workforce that enhances customer service quality, while humility ensures that staff members remain approachable and customer-focused, promoting a welcoming retail atmosphere that enhances customer satisfaction and loyalty .

The daily operational workflow at Toserba Yogya Pamanukan is structured to maximize efficiency and customer service quality. The day begins with staff attendance, joint prayers, and preparation of product displays, which ensure readiness before customer arrival. During store hours, employees prioritize attentive customer service while maintaining product availability through continuous restocking. The day concludes with cleaning and security checks, ensuring a tidy and secure environment for the following day. This systematic approach maintains a high standard of customer service and operational efficiency, reflecting the underlying business ethos .

Toserba Yogya Pamanukan's strategic location contributes to its success by being situated in the center of Pamanukan, which maximizes visibility and accessibility to a large customer base. This placement within a busy urban area enhances footfall and broader market reach. Additionally, its physical layout, with three extending floors offering a variety of retail divisions, optimizes space utilization and product exposure, catering to diverse consumer needs from fashion to groceries, thus reinforcing its position as a convenience-oriented retail destination .

The APRINDO Award held significant value for Toserba Yogya and its founder, Boedi Siswanto Basuki, recognizing it as one of the pioneering retail businesses in Indonesia. This acknowledgment not only celebrated the personal entrepreneurial spirit and innovative approach of its founder but also validated the business model's success in evolving the retail landscape. The award highlighted Yogya's role in setting standards within the industry, enhancing its reputation and credibility, which likely contributed to increased customer loyalty and business expansion opportunities .

The Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) aligns with Indonesian national education regulations by being grounded in several key legal and policy frameworks. These include the National Education System Law (Undang-Undang No. 2 Tahun 1989), government regulations on national education (Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990), community involvement (Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 1992), and the curricular decisions for vocational schools (Keputusan Mendikbud No. 080/U/1993). This alignment ensures that PRAKERIN is not only educationally beneficial to students but also legally compliant with national standards, contributing to their comprehensive career readiness .

The historical development of Toserba Yogya shows a transition from a small, family-run batik store named DJOKDJA in Bandung to a major retail chain. Initially, the store focused on batik goods, but under new management by Boedi Siswanto, it expanded into a general store and was rebranded as "YOGYA." This change laid the foundation for further expansion, including the opening of additional branches like Toserba Yogya Pamanukan, illustrating the evolution from a niche market to a broader retail enterprise. The APRINDO Award in 2000 marked its recognition as a pioneer in the retail sector in Indonesia .

Toserba Yogya Pamanukan's structure features several key divisions: Store Manager, Staff, Administration, Administration Finance, Accounting, Cashiers, Customer Service Crew, SPG/SPB, and Security. Each division has specific roles, such as the store manager overseeing operations, the staff working in designated departments, administration managing personnel and financial issues, accounting overseeing financial records, cashiers handling transactions, service crews assisting customers, SPG/SPB representing specific brands, and the security team ensuring safety. This structure supports efficient management and customer service within the multi-faceted retail environment .

Anda mungkin juga menyukai