MAKALAH KONSEP ROUTING
Disusun Oleh:
Karrel Putra Pratama(8020170328)
06PT4
KATA PENGANTAR
Seraya mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta Hidayah -
Nya, sehingga kita masih dalam keadaan sehat. Dan khususnya, kami (penyusun) bisa
menyelesaikan Makalah dengan judul ‘ KONSEP ROUTING ‘.
Makalah ini tentunya jauh dari kata sempurna tapi penulis tentunya bertujuan untuk menjelaskan
atau memaparkan point-point di makalah ini, sesuai dengan pengetahuan yang saya peroleh, baik
dari buku maupun sumber-sumber yang lain. Semoga semuanya memberikan manfaat bagi kita.
Bila ada kesalahan tulisan atau kata-kata di dalam makalah ini, penulis mohon maaf yang sebesar-
besarnya.
Jambi, 5 Maret 2019
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................ i
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah..................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah...............................................................................................1
1.3. Metode Pengumpulan Data.................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Routing..............................................................................................2
2.2. Routing Static......................................................................................................3
2.3. Routing Default...................................................................................................4
2.4. Routing Dynamic………………………………………………………………5
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan...........................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jaringan komputer (jaringan) adalah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan
antar komputer untuk saling berkomunikasi dengan bertukar data. Pada jaringan tersebut
banyak sekali rute yang digunakan untuk menyambungkan satu jaringan dengan yang
lainnya agar bisa tersambung atau berkomunikasi. Salah satu rute untuk meyambungkan
jaringan satu dengan yang lainnya adalah Routing.
Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan
ke jaringan yang lain. Dimana rute yaang digunakannya rute yang paling dekat. Selain itu
routing juga memiliki dua jenis yaitu statis dan dynamic. Kedua jenis itu juga memiliki
kelebihan dan kekurangan masing masing.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Pengertian Routing
1.2.2 Routing Statis
1.2.3 Routing Default
1.2.4 Routing Dynamic
1.3 Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan yaitu membaca buku dan mencari sumber di internet
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Routing
Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu
jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara
dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke router
lain.
Routing adalah proses dimana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju.
Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua
router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan routing
tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ketika router
menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain. Ketika
menggunakan routing statis, seorang network administrator mengkonfigurasi informasi
tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.
Jika routing yang digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara
manual, administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika terjadi
perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis,
maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan update table
routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil.
Sedangkan routing dinamis bisa diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan
kemampuan lebih dari administrator.
2.2 Routing Static
Routing static adalah entri suatu route yang dilakukan oleh seorang administrator
untuk mengatur jalur dari sebuah paket data. Entri routing table bisa dilakukan dengan
program yang terdapat pada perangkat tersebut.
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian :
Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data Seorang administrator harus
menggunakan perintah ip route secara manual untuk mengkonfiguras router dengan routing
statis.
Berikut ini adalah syntax perintah yang kita gunakan untuk menambah sebuah route statis
ke sebuah routing table :
Ip route [destination_network] [mask] [next-hop_address or exit interface]
[admistrative_distance] [permanent]
Daftar ini menggambarkan setiap perintah dalam string:
Ip route Perintah ini digunakan untuk menciptakan routing statis.
Destination_address Network yang kita tempatkan di routing table.
Mask Subnet mask yang digunakan di network.
Next-hop_address Alamat dari router di hop berikutnya (next-hop) yang akan menerima
paket dan meneruskannya ke network remote.
Alamat next-hop address adalah sebuah interface router yang berada disebuah network
yang terhubung secara langsung. Kita harus mampu melakukan ping ke interface Alamat
next-hop address adalah sebuah interface router yang berada disebuah network yang
terhubung secara langsung. Kita harus mampu melakukan ping ke interface.
Exit interface Kita dapat menggunakan ini untuk menggantikan nexthop_address jika kita
menginginkannya, tetapi ini hanya dapat diterapkan di sebuah link point-to-point, seperti
sebuah WAN. Perintah ini tidak akan bekerja pada sebuah LAN seperti Ethernet.
Administrative_distance Secara default, route statis memiliki sebuah administrative
distance (jarak administrasi) 1 (atau bahkan 0 jika kita menggunakan sebuah exit interface
dibandingkan sebuah alamat next-hop). Kita dapat mengubah nilai default dengan
menambahkan apa yang disebut administrative weight (bobot administrasi) pada akhir dari
perintah ini.
Permanent jika interface dimatikan (shut down), atau router tidak dapat berkomunikasi ke
router hop berikutnya, secara otomatis route akan dibuang dari routing table. Pilihan
permanent akan membuat entri route ini tetap ada dirouting table meski apa pun yang
terjadi.
Routing statis memiliki keuntungan-keuntungan berikut :
Tidak ada overhead (waktu pemrosesan) pada CPU router, yang berarti kita mungkin dapat
membeli router yang lebih murah daripada jika kita menggunakan routing dinamis.
Tidak ada bandwidth yang digunakan di antara router, yang berarti kita mungkin dapat
menghemat uang untuk link WAN
Routing statis menambah keamanan, karena administrator dapat memilih untuk mengizinkan
akses routing ke network tertentu saja.
Routing statis memiliki kerugian-kerugian berikut :
Administrator harus benar-benar memahami internetworking dan bagaimana setiap router
dihubungkan untuk dapat mengkonfigurasi router dengan benar.
Jika sebuah network ditambahkan ke internetwork, administrator harus menambahkan
sebuah route ke semua router secara manual.
Routing statis tidak sesuai untuk network-network yang besar karena
menjaganya akan menjadi sebuah pekerjaan full-time sendiri.
2.3 Routing Default
Routing default digunakan untuk mengirimkan paket-paket ke sebuah network tujuan yang
remote yang tidak ada di routing table, ke router hop berikutnya. Routing default hanya
digunakan pada network network stub yaitu network yang hanya memiliki satu jalur keluar
(exit path) dari network tersebut.
Untuk mengkonfigurasikan sebuah route default, kita menggunakan wildcard di alamat
network dan lokasi mask dari sebuah route statis. Bahkan sebenarnya, kita dapat
menganggap sebuah route default sebagai route statis yang menggunakan wildcard
daripada informasi network dan mask.
Berikut ini adalah syntax perintah yang kita gunakan untuk menambah sebuah route default
ke sebuah routing table :
Ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 [next-hop_address]
2.4 Routing Dynamic
Routing dinamis adalah ketika routing protokol digunakan untuk menemukan
network dan melakukan update routing table pada router. Routing dinamis adalah ketika
routing protokol digunakan untuk menemukan network dan melakukan update routing table
pada router.
Terdapat dua jenis routing protokol yang digunakan di internetwork: internet
gateway protocol (IGP) dan exterior gateway protocol (EGP). IGP digunakan untuk
melakukan pertukaran informasi routing dengan router-router yang berada di autonomous
system (AS) yang sama. IGP digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing
dengan router-router yang berada di autonomous system (AS) yang sama. Sedangkan
EGP digunakan untuk berkomunikasi antar-AS.
Sebuah contoh EGP adalah Border Gateway Protocol (BGP) Administative Distance
(disingkat AD) digunakan untuk mengukur apa yang disebut trustworthiness (ke-
dapatdipercaya-an) dari informasi routing yang diterima oleh sebuah router dari router
tetangga.Sebuah administrative distance adalah sebuah bilangan bulat dari 0 sampai 255,
dimana 0 adalah yang paling dapat dipercaya dan 225 berarti tidak akan lalu lintas data
yang akan melalui route ini. Jika sebuah router menerima dua update mengenai network
yang sama, maka hal pertama yang dicek oleh router adalah AD. Jika satu dari route yang
di-advertised (diumumkan oleh router lain) memiliki AD yang lebih rendah dari yang lain,
maka route dengan AD terendah tersebut akan ditempatkan di routing table. Jika kedua
route yang di-advertised memiliki AD yang sama, maka yang disebut metrics dari routing
protokol(misalnya jumlah hop atau bandwidth dari sambungan) akan digunakan untuk
menemukan jalur terbaik ke network remote. Router yang diadvertised dengan metrics
terendah akan ditempatkan di routing table. Tetapi jika kedua route memiliki AD dan metric
yang sama, maka routing protokol akan melakukan load-balance (pengimbangan beban) ke
network remote (yang berarti router akan mengirimkan paket melalui kedua link yang
memiliki AD dan metric yang sama tersebut).
Jika sebuah network terhubung secara langsung, router akan selalu menggunakan
interface yang terhubung ke network itu. Jika seorang administrator
mengkonfigurasikan sebuah route statis, router akan lebih mempercayai route statis
tersebut dibandingkan route
dinamis yang dipelajari dari router lain. Kita dapat mengubah administrative distance dari
route statis tetapi secara default mereka memiliki AD 1.
Jika anda memiliki sebuah route statis, route yang diumumkan oleh RIP
(RIPadvertised route), dan sebuah route yang diumumkan oleh IGRP (IGRPadvertised
route),
maka secara default router akan selalu menggunakan route statis kecuali jika kita
mengubah AD dari route statis tersebut.
Terdapat tiga class routing protokol :
1. Distance Vector Protokol, distance-vector menemukan jalur terbaik ke sebuah nerwork remote
dengan menilai jarak. Setiap kali sebuah paket melalui sebuah router disebut sebagai sebuah
hop. Route dengan hop yang paling sedikit ke network yang dituju akan menjadi route terbaik.
Vektor menunjukan arah (direction) ke network remote. Baik RIP dan IGRP adalah routing
protokol jenis distance-vector. RIP dan IGRP mengirimkan semua routing table ke router-
router tetangga yang terhubung secara langsung.
2. Link state Pada protokol link-state atau yang juga disebut protokol shortestpath-first setiap
router akan menciptakan tiga buah tabel terpisah. Satu dari tabel ini mencatat perubahan dari
network-network yang terhubung secara langsung. Satu tabel lain menentukan topologi dari
keseluruhan internetwork, dan tabel yang terakhir digunakan sebagai routing table. Router
yang link-state mengetahui lebih banyak tentang internetwork dibandingkan semua jenis
routing protokol yang distance-vector. OSPF adalah sebuah routing protokol IP yang
sepenuhnya link-state. Protokol link-state mengirimkan update-update yang berisi status dari
link mereka sendiri ke semua router lain di network.
3. Hybrid Protokol hybrid menggunakan aspek-aspek dari routing protokol jenis distance-vector
dan routing protokol jenis link-state. Sebagai contoh adalah EIGRP. Tidak ada cara tunggal
untuk mengkonfigurasikan routing protokol untuk digunakan di semua bisnis atau pekerjaan.
Mengkonfigurasikan routing protokol adalah hal yang harus kita lakukan secara kasus-per-
kasus. Jika kita mengerti bagaimana cara kerja routing protokol yang berbeda, kita dapat
membuat keputusan yang baik, kuat, dan yang benar-benar memenuhi kebutuhan semua orang
di semua jenis bidang usaha.
Routing Information Protocol (RIP)
Routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector, yaitu algortima
BellmanFord. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1969 dan merupakan algoritma routing
yang pertama pada ARPANET. Versi awal dari routing protokol ini dibuat oleh Xerox Parc’s
PARC Universal Packet Internetworking dengan nama Gateway Internet Protocol. Kemudian
diganti nama menjadi Router Information Protocol (RIP) yang merupakan bagian Xerox
network Services.
Versi dari RIP yang mendukung teknologi IP dimasukkan dalam BSD system sebagai
routed daemon.
Spesifikasi RIP dapat dilihat di RFC 1058.
RIP yang merupakan routing protokol dengan algoritma distance vector, yang
menghitung jumlah hop (count hop) sebagai routing metric. Jumlah maksimum dari hop yang
diperbolehkan adalah 15 hop. Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap 30 detik,
melalui UDP port 520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split horizon with
poison reverse. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di konfigurasi.
RIP memiliki 3 versi yaitu RIPv1, RIPv2, RIPng
RIPv1 didefinisikan pada RFC 1058, dimana menggunakan classful routing, tidak menggunakan
subnet. Tidak mendukung Variable Length Subnet Mask (VLSM).
RIPv2 hadir sekitar tahun 1994, dengan memperbaiki kemampuan akan Classless Inter-Domain
Routing. Didefinisikan pada RFC 2453.
RIPng merupakan protokol RIP untuk IPv6. Didefinisikan pada RFC 2080.
Open Shortest Path First (OSPF)
OSPF merupakan routing protocol berbasis link state, termasuk dalam interior
Gateway Protocol (IGP). Menggunakan algoritma Dijkstra untuk menghitung shortest path first
(SPF). Menggunakan cost sebagai routing metric. Setelah antar router bertukar informasi maka
akan terbentuk database link state pada masing-masing router.
OSPF mungkin merupakan IGP yang paling banyak digunakan. Menggunakan metode MD5
untuk autentikasi antar router sebelum menerima Link-state Advertisement (LSA). Dari awak
OSPF sudah mendukung CIDR dan VLSM, berbeda dengan RIP. Bahkan untuk OSPFv3 sudah
mendukung untuk IPv6.
Router dalam broadcast domain yang sama akan melakukan adjacencies untuk mendeteksi
satu sama lainnya. Pendeteksian dilakukan dengan mendengarkan “Hello Packet”. Hal ini
disebut 2 way state. Router OSPF mengirimkan “Hello Packet” dengan cara unicast dan
multicast. Alamat multicast 224.0.0.5 dan 224.0.0.6 digunakan OSPF, sehingga OSPF tidak
menggunakan TCP atau UDP melainkan IP protocol 89.
IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
IGRP yang merupakan contoh routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector
yang lain. Tidak seperti RIP, IGRP merupakan routing protokol yang dibuat oleh Cisco. IGRP
juga sangat mudah diimplementasikan, meskipun IGRP merupakan routing potokol yang lebih
komplek dari RIP dan banyak factor yang dapat digunakan untuk mencapai jalur terbaik
IGRP mempunyai karakteristik sebagai berikut :
Protokol routing distance vector
Menggunakan composite metric yang terdiri atas bandwidth, load, delay dan reliability
Update routing dilakukan secara broadcast setiap 90 detik
Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
EIGRP merupakan routing protocol yang dibuat CISCO. EIGRP termasuk routing protocol
dengan algoritma hybrid.
EIGRP menggunakan beberapa terminologi, yaitu :
Successor : istilah yang digunakan untuk jalur yang digunakan untuk meneruskan paket data.
Feasible Successor : istilah yang digunakan untuk jalur yang akan digunakan untuk meneruskan
data apabila successor mengalami kerusakan.
Neighbor table : istilah yang digunakan untuk tabel yang berisi alamat dan interface untuk
mengakses ke router sebelah
Topology table : istilah yang digunakan untuk tabel yang berisi semua tujuan dari router
sekitarnya.
Reliable transport protocol : EIGRP dapat menjamin urutan pengiriman data.
Perangkat EIGRP bertukar informasi hello packet untuk memastikan daerah sekitar. Pada
bandwidth yang besar router saling bertukar informasi setiap 5 detik, dan 60 detik pada
bandwidth yang lebih rendah.
Border Gateway Protocol (BGP)
Border Gateway Protocol (BGP) merupakan routing protokol eksterior, dengan karakteristik
sebagai berikut :
Menggunakan routing protokol distance vector
Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client
Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan
ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis
dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke router lain.
Routing static adalah entri suatu route yang dilakukan oleh seorang administrator
untuk mengatur jalur dari sebuah paket data. Routing dinamis adalah ketika routing protokol
digunakan untuk menemukan network dan melakukan update routing table pada router.
Routing dinamis adalah ketika routing protokol digunakan untuk menemukan network dan
melakukan update routing table pada router.
Contoh routing protokol: Routing Information Protocol (RIP), Interior Gateway Routing
Protocol (IGRP), Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP), Open Shortest
Path First (OSPF)
DAFTAR PUSTAKA
Buku Ajar Modul 1Mikrotik Operating System Jaringan Komputer
Buku Jaringan Komputer I Sritrusta Sukaridhoto, ST. Ph.D. Politeknik Elektronika Negeri
Surabaya (PENS) – 2014
http://www.catatanteknisi.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Routing_table