Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

SEL VOLTA SEDERHANA


MENGGUNAKAN LARUTAN SARI BUAH

DISUSUN OLEH: 

XII IPA 1

KELOMPOK 6

1. DAFFA ARIFQI SILALAHI


2. DHEA ANANDA PRATAMASARI
3. FEBRILLA DARIAH SHAKIRA
4. RIZKYA LAILA ZALFA

TAHUN AJARAN 2019/2020

SMA NEGERI 1 PANDEGLANG

1
I. Judul

Laporan Praktikum Kimia Sel Volta Sederhana Menggunakan Larutan Sari Buah
Mangga

II. Tujuan

Membuktikan potensial sel pada larutan sari buah mangga

III. Waktu Pelaksanaan

Hari, Tanggal : Kamis, 19 September 2019

Waktu : Pukul 13.30 s.d. 16.00

Tempat : Laboratorium Kimia SMAN 1 Pandeglang

IV. Landasan Teori

Sel Elektrokimia

Sel elektrokimia adalah suatu alat yang mampu menghasilkan energi


listrik dari reaksi kimia atau menggunakan energi listrik untuk menjalankan reaksi
kimia. Sel elektrokimia yang menghasilkan arus listrik disebut sel Volta atau sel
Galvani dan sel yang menghasilkan reaksi kimia, melalui elektrolisis misalnya,
disebut sel elektrolisis. Contoh sel Galvani yang umum adalah sel 1,5 volt standar
yang banyak digunakan. Suatu baterai terdiri dari satu atau lebih sel, yang terhubung
baik dalam pola paralel, seri atau seri-dan-paralel.

Sel elektrokimia tersusun dari dua material penghantar atau konduktor listrik


yang disebut dengan katode dan anode. Kedua material penghantar ini disebut
dengan elektrode.

Sel Volta

Sel volta (sel galvani) adalah sel elektrokimia di mana energi kimia dari reaksi
redoks spontan diubah menjadi energi listrik. Prinsip kerja sel volta dalam
menghasilkan arus listrik adalah aliran transfer elektron dari reaksi oksidasi di anode
ke reaksi reduksi di katode melalui rangkaian luar.

2
a. Susunan Sel Volta

Secara umum, sel volta tersusun dari:

1. Anode, yaitu elektrode tempat terjadinya reaksi oksidasi.


2. Katode, yaitu elektrode tempat terjadinya reaksi reduksi.
3. Elektrolit, yaitu zat yang dapat menghantarkan listrik.
4. Rangkaian luar, yaitu kawat konduktor yang menghubungkan anode dengan
katode.
5. Jembatan garam, yaitu rangkaian dalam yang terdiri dari larutan garam.
Jembatan garam memungkinkan adanya aliran ion-ion dari setengah sel anode ke
setengah sel katode, dan sebaliknya sehingga terbentuk rangkaian listrik tertutup.

b. Potensial Sel Standar (E°sel)

Adanya arus listrik berupa aliran elektron pada sel volta disebabkan oleh adanya
beda potensial antara kedua elektrode yang disebut juga dengan potensial sel (Esel)
ataupun gaya gerak listrik (ggl) atau electromotive force (emf). Potensial sel yang
diukur pada keadaan standar (suhu 25°C dengan konsentrasi setiap produk dan
reaktan dalam larutan 1 M dan tekanan gas setiap produk dan reaktan 1 atm) disebut
potensial sel standar (E°sel). Nilai potensial sel sama dengan selisih potensial kedua
elektrode. Menurut kesepakatan, potensial elektrode standar mengacu pada potensial
reaksi reduksi.

E ° sel=E° katode – E ° anode

Katode adalah elektrode yang memiliki nilai E° lebih besar (positif), sedangkan
anode adalah elektrode yang memiliki nilai E° lebih kecil (negatif). Data nilai
potensial elektrode standar dapat dilihat pada tabel berikut.

3
Gambar 4.1 Potensial Sel Standar (Sumber: Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey:

Pearson Education, Inc.)

Buah Mangga

Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula


nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-
40 anggota dan suku Anacardiaceae. Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat
tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu
tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa
mencapai tinggi antara 10 hingga 40 m.

Nama "mangga" berasal dari bahasa Malayalam, yaitu maanga. Kata ini dibawa
ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis),
mango (bahasa Inggris) dan lain-lain.

4
Berasal dari daerah di sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah
menyebar ke Asia Tenggara sekurang-kurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah
ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh (Jawa.).

Nilai Kandungan gizi mangga per 100 g (3.5 oz, Energi 272 kJ (65 kcal), Karbohidrat
17,00 g, Gula 14,8 g, Diet serat 1,8 g, Lemak 0,27 g, Protein 0,51 g, Vitamin A equiv.
38 mg (4%), Beta-karoten 445 mg (4%), Thiamine (Vit. B1) 0.058 mg (4%), Riboflavin
(Vit. B2) 0,057 mg (4%), Niacin (Vit. B3) 0,584 mg (4%), Asam pantotenat (B5)
0,160 mg (3%), Vitamin B6 0,134 mg (10%), Folat (Vit. B9) 14 mg (4%), Vitamin C
27,7 mg (46%), Kalsium 10 mg (1%), Besi 0,13 mg (1%), Magnesium 9 mg (2%), Fosfor
11 mg (2%), Kalium 156 mg (3%), Seng 0,04 mg (0%). Persentase yang relatif ke US
rekomendasi untuk orang dewasa.

V. Rumusan Masalah
1. Apakah sari buah mangga dapat menghantarkan listrik?
2. Bagaimana cara menentukan anoda dan katoda pada sel volta?
3. Bagaimana persamaan reaksi selnya?

VI. Hipotesis
1. Larutan dari buah mangga termasuk larutan elektrolit sehingga, dapat
menghantarkan arus listrik.
2. Cara menentukan anoda dan katodanya dilihat dari potensial reduksinya.
Semakin negatif potensial reduksinya maka akan lebih mudah mengalami
oksidasi, sedangkan semakin positif potensial reduksinya maka akan lebih mudah
mengalami reduksi. Peristiwa yang terjadi pada katoda adalah reduksi dan
peristiwa yang terjadi pada anoda adalah oksidasi.
3. Persamaan reaksi
+¿+ Cu¿

Fe+Cu2+¿ → Fe2 ¿

Reaksi pada katoda : Cu2+ + 2e- → Cu


Reaksi pada anoda : Fe → Fe2+ + 2e-

5
VII. Alat dan Bahan

- Alat - Bahan
1. Kabel 1. Buah manga
2. Blender 2. Air
3. Jepit Buaya (5 pasang)
4. Paku (5 buah)
5. Koin (5 buah)
6. Gelas plastic (5 buah)

VIII. Langkah-langkah
a. Pembuatan Rancangan Sel Volta Sederhana

1. Potonglah kabel berwarna kuning dan merah dengan ukuran 15 cm


sebanyak 5 buah potongan untuk setiap warna

Gambar 8.1 Kabel hitam dan kabel kuning


Gambar 8.2 Kabel dipotong sepanjang

2. Tiap ujung kabel dikupas sepanjang 1.5 cm sehingga terlihat aluminiumnya

Gambar 8.3 Kabel yang sudah dikupas Gambar 8.4 Kabel yang sudah dikupas (2)

6
3. Sambungkan 5 buah jepit buaya merah untuk 5 buah potongan kabel kuning
dan 5 buah jepit buaya hitam untuk 5 buah potongan kabel hitam

Gambar 8.5 Jepit buaya yang telah disambungkan dengan kabel

4. Pasangkan kabel kuning jepit buaya merah dan kabel hitam jepit buata hitam
sebanyak 4 pasang

Gambar 8.6 Kabel saling dipasangkan

5. Lampu LED biru dipasangkan pada 1 kabel hitam dan 1 kabel putih kuning

Gambar 8.7 Lampu LED dipasangkan dengan kabel

6. Paku dicapitkan pada jepit buaya hitam dan koin tembaga dicapitkan pada
jepit buaya merah

7
Gambar 8.8 Paku dipasangkan dengan jepit buaya hitam dan koin dengan jepit buaya merah

b. Pembuatan larutan sari buah mangga

Gambar 8.9 Larutan sari buah mangga

1. 1 buah manga dikupas dari kulitnya


2. Daging buah mangga dipotong
3. Daging buah manggadan 400ml air dimasukkan ke dalam blender
4. Haluskan semua campuran agar menjadi larutan sari buah mangga

c. Pembuktian potensial sel pada larutan jus mangga


1. Tuangkan larutan sari buah mangga sebanyak 150 ml pada setiap gelas
plastik berukuran 600 ml sebanyak 5 gelas plastic

8
Gambar 8.10 Menuangkan larutan sari buah mangga ke dalam gelas plastik

2. Setiap gelas berisi larutan sari buah mangga dimasukkan 1 buah paku dan 1
buah koin yang sudah terpasang dengan kabel

Gambar 8.11 Kabel ditaruh ke dalam gelas plastik

3. Setelah semua gelas telah dimasukkan kabel, pastikan tidak ada koin dan
paku yang bersentuhan
4. Masukkan kabel yang telah terpasang dengan lampu LED ke dalam gelas
plastik

Gambar 8.12 Lampu LED dimasukkan ke dalam gelas plastik

IX. Hasil Percobaan

9
Lampu LED dapat menyala setelah dihubungkan dengan sari buah mangga
menggunakan rancangan sel Volta.

Gambar 9.1 Lampu LED dapat menyala

X. Pembahasan

Berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan, didapatkan hasil bahwa 5 gelas
berisi sari buah mangga dapat digunakan untuk menyalakan lampu LED. Katoda pada
percobaan ini adalah uang logam dan anodanya adalah paku besi yang dihubungkan
satu sama lain dengan kabel yang telah dipasangi jepit buaya.

Pemilihan katoda dan anoda dapat dilihat dari potensial reduksinya uang logam
yang terbuat dari tembaga memilki potensial reduksi yang lebih positif sehingga lebih
mudah mengalami reduksi. Sedangkan paku besi memiliki potensial reduksi yang
lebih negatif sehingga lebih mudah mengalami oksidasi, maka digunakanlah uang
logam sebagai katoda dan paku besi sebagai anoda. Adapun besarnya E oCu = + 0,34 v
dan EoFe= - 0,41 v.

Sari buah mangga dapat menyalakan lampu LED karena merupakan larutan
elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
Pada elektrolit, elektron mengalir dibawa oleh ion-ion, sedangkan yang dapat
menghasilkan ion antara lain asam, basa dan garam. Asam terdiri atas asam kuat yang
dapat menghasilkan banyak ion, sedangkan asam lemah menghasilkan sedikit ion.
Semakin asam suatu larutan, maka makin kecil nilai pH-nya dan semakin lemah
tingkat keasaman suatu larutan, maka pH-nya makin besar. Dengan demikian, jika

10
larutan elektrolit memiliki pH kecil, maka akan semakin banyak ion yang akan
dihasilkan sehingga arus yang dihasilkan juga semakin besar.

XI. Kesimpulan
1. Sel elektrokimia adalah suatu alat yang mampu menghasilkan energi
listrik dari reaksi kimia.
2. Sel volta (sel galvani) adalah sel elektrokimia di mana energi kimia dari reaksi
redoks spontan diubah menjadi energi listrik.
3. Prinsip kerja sel volta dalam menghasilkan arus listrik adalah aliran transfer
elektron dari reaksi oksidasi di anode ke reaksi reduksi di katode melalui
rangkaian luar.
4. Asam kuat dapat menghasilkan banyak ion sehingga banyak arus listrik yang
dapat mengalir.

XII. Daftar Pustaka


- Studio Belajar. Sel Volta. Dikutip 27 September 2019.
https://www.studiobelajar.com/sel-volta/
- Wikipedia (2019, 30 Juni). Sel Elektrokimia. Dikutip 21 September 2019.
https://id.wikipedia.org/wiki/Sel_elektrokimia
- Media Neliti. Hubungan Kuat Arus Listrik dengan Keasaman Buah Jeruk dan
Mangga. Dikutip 27 September 2019.
https://media.neliti.com/media/publications/171892-ID-hubungan-kuat-arus-
listrik-dengan-keasam.pdf

11