Anda di halaman 1dari 4

KEBIJAKAN

CODE BLUE

DISUSUN OLEH
MANAJEMEN RS ISLAM KENDAL

RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL


Jl. Ar Rahmah No. 17 Weleri – Kendal

Phone : (0294) 641 870, 643 756 Fax. (0294) 644 150
Lampiran SK Direktur Rumah Sakit Islam Kendal
Nomor :
Tentang : Kebijakan Pelaksanaan (Code Blue) Kode Biru
Rumah Sakit Islam Kendal

KEBIJAKAN PELAKSANAAN (CODE BLUE) KODE BIRU

1. (Code Blue) Kode biru adalah tanda diperlukanya penanganan kegawat daruratan
medis dilingkungan Rs secara cepat serta merupakan salah satu kode prosedur
emergency untuk cardiac Arrest atau henti Jantung dan henti nafas yang
memerlukan resusitasi secara cepat.
2. Tim (Code Blue) Kode biru adalah sekelompok orang yang ditugaskan melakukan
Bantuan Hidup dasar (BHD) dan lanjutan (BHL) dilokasi kejadian.
3. Front liner adalah individu yang menemukan orang yang dicurigai mengalami henti
jantung atau henti nafas. Tingkat pertolongan front liner
a. Apabila front liner adalah pegawai non medis, out sourcing dan perawat rumah
sakit islam kendal, dapat melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
b. Apabila front liner adalah dokter, dapat melakukan hingga Bantuan Hidup Lanjut
(BHL) Advanced Cardiac Life Support (ACLS).
4. Penyebutan “Code Blue “ Kode Biru secara lisan dengan suara lantang maupun
melalui sistem audio yang terintegrasi ditetapkan sebagai pemicu aktivasi tim kode
biru untuk mulai melaksananakan tugasnya dalam penatalaksanaan kegawat
daruratan kardiorespirasi. Dengan menekan kode 600 di line pesawat telepon
5. Sistem respon cepat (Code Blue) kode biru dibentuk untuk memastikan bahwa
semua kondisi darurat medis kritis tertangani dengan resusitasi dan stabilisasi
sesegera mungkin. Sistem respon terbagi dalam 2 tahap.
a. Tim primer (responder pertama) berasal petugas rumah sakit yang berada di
sekitarnya, dimana terdapat layanan Basic Life Suppot (BLS).
b. Tim sekunder (responder kedua) merupakan tim khusus dan terlatih yang berasal
dari departemen yang ditunjuk oleh pihak rumah sakit yaitu tim (Code Blue) kode
biru.
6. Sistem respon dilakukan dengan waktu respon tertentu berdasarkan standar kualitas
pelyanan yang telah ditentukan oleh rumah sakit. Untuk menunjang hal tersebut yang
dilakukan adalah: Semua personil dirumah sakit harus dilatih dengan ketrampilan
BLS untuk menunjang kecepatan respon untuk BLS di lokasi.
7. Tim (Code Blue) Kode Biru terdiri dari:
a. Koordinator Tim Kode Biru: dokter kepala insatalasi IGD atau ICU.

2
b. Penaggung jawab medis tim (Code Blue) Kode Biru adalah dokter jaga atau
dokter ruangan dengan uraian tugas yang ditetapkan sebagai tim Kode Biru.
c. Setiap jam dinas harus ada tim (Code Blue) Kode Biru yang ditunjuk minimal
terdiri dari 1 dokter penanggung jawab medis, 2 perawat terlatih dan 1 perawat
pelaksana.
d. Peralatan Resusitasi yang dibutuhkan tim (Code Blue) Kode Biru harus di
monitoring supaya dalam keadaan lengkap.
e. Semua tim (Code Blue) Kode Biru wajib mengikuti semua pelatihan yang
ditetapkan oleh koordinator tim.
8. Tugas anggota tim (Code Blue) Kode Biru
a. Ketua tim (Code Blue) Kode biru
1. Menyusun sistem, mengembangkan, mengevaluasi dan memonitor serta
melaporkan kegiatan (Code Blue) Kode Biru ke Direktur.
2. Memastikan bahwa (Code Blue) Kode Biru dapat berjalan baik.
b. Kapten
1. Menjadi pusat koordinator untuk melakukan resusitasi jantung paru.
2. Melaporkan keadaan kegawat daruratan jantung paru ke DPJP.
3. Mengedukasi kepada keluarga kondisi terkini dan prognosis.
c. Perawat : yang masing-masing mempunyai tugas
1. Ventilasi dan airway
2. Compression
3. Obat
4. Pencatatan dan pelaporan
5. Penanggung jawab alat ketua regu perawat IGD.
d. Anggota personil tim (Code Blue) Kode Biru

a. Kapten : Dokter jaga


b. Perawat
1. Kepala Sift perawat IGD
2. Kepala Sift perawat ICU
3. Perawat pelaksana.
9. Semua elemen Rumah Sakit Islam Kendal wajib memahami dan mampu
melaksanakan langkah-langkah tindakan bantuan hidup dasar pada saaat yang
diperlukan.
10. Semua elemen Rumah Sakit Islam wajib melaksanakan langkah-langkah tindakan
bantuan hidup dasar pada saat diperlukan.
11. Semua elemen Rumah Sakit Islam wajib mengetahui, dan mampu melaksanakan

3
langkah-langkah yang wajib dilaksanakan apabila mengetahui dan atau menyakxikan
terjadinya kondisi kegawatan krdiorespirasi yang meliputi kondisi henti jantung dan
atau henti nafas melalui aktivasi (Code Blue) kode biru.
12. Tim (Code Blue) kode Biru rumah Sakit Islam kendal memiliki tugas pokok merespon
dengsn cepat dan sesegera mungkin pada saat terjadi aktivasi (Code Blue) kode biru,
dengan cara secepatnya mengidentifikasi kode biru dan langsung menuju lokasi
terjadinya (Code Blue) kode biru dengan membawa peralatan dan bahan serta
perbekalan yang dibutuhkan dalam melakukan pertolongan kegawat daruratan
kardiorespirasi pada korban.
13. Tim (Code Blue) Kode Biru rumah sakit Islam Kendal dalam melaksanakan tugasnya
wajib dilengkapi dengan saran (alat) serta perbekalan meliputi obat-obatan dan
bahan habis pakai seperti spuit injeksi, iv chateter dan lain-lain.
14. Standarisasi sarana dan perbekalan tim (Code Blue) kode biru tercantum di dalam
lampiran ini.
15. Ketua Tim (Code Blue) Kode Biru Rumah Sakit berkoordinasi dengan Instalasi
Farmasi dan Bagian Sarana Prasarana dan umum RS untuk pengadaan sarana dan
perbekalan Tim(Code Blue) Kode Biru.
16. Pengadaan sarana Tim (Code Blue) Kode Biru dilaksanakan dengan mengikuti
ketentuan pengadaan sarana yang berlaku di RS .
17. Pengadaan perbekalan/bahan habis pakai dan obat-obatan dilaksanakan dengan
mengikuti ketentuan pengadaan yang berlaku di RS .
18. Peraturan berlaku mulai tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Kendal
Pada Tanggal : 4 Jumadil awal 1440 H
10 januari 2019M
Rumah Sakit Islam Kendal
Direktur

dr.Aldila S Al Arfah, MMR


NBM : 17 067 03