PROPOSAL PELAKSANAAN KEGIATAN SEMINAR GIZI 2019
Kegiatan Seminar Gizi RS Aisyiyah Bojonegoro akan dilaksanakan pada :
Hari, tanggal : Desember 2019
Waktu : Pukul 07.30 – selesai
Lokasi : Ruang Komdis RS Aisyiyah Bojonegoro
Nomor :
Lampiran : 1 (satu) bendel
Perihal : Pelaksanaan Seminar Gizi RS Aisyiyah Bojonegoro
Kepada Yth.
1. PT Nutricia Indonesia Sejahtera
di – tempat
Dengan hormat,
RS Aisyiyah Bojonegoro merupakan rumah sakit swasta tipe C, berlokasi di dekat alun-alun
Bojonegoro tepatnya di Jl. Hasyim Asyari dan Jl. Panglima Sudirman
Kami Ahli Gizi RS Aisyiyah Bojonegoro berencana mengadakan kegiatan Seminar Gizi bagi
tenaga medis terkait dan masyarakat untuk mendukung program kementrian kesehatan
Republik Indonesia dalam rangka menurunkan angka stunting. dengan ini kami ingin
mengadakan kegiatan berupa seminar dengan tema “Apakah Perawakan Pendek itu Pasti
Stunting?” yang akan kami selenggarakan inshaAllah pada :
Hari, tanggal : Desember 2019
Tempat :
Untuk pelaksanaan kegiatan ini kami memerlukan dukungan sporsonship. Rincian kegiatan
dan anggaran yang kami perlukan sesuai dengan proposal terlampir.
Bojonegoro, September 2019
Ketua Kegiatan,
U’un Kurniawati, Amd.Gz
NAMA KEGIATAN
SEMINAR GIZI
I. TEMA
“Apakah Perawakan Pendek itu Pasti Stunting?”
II. LANDASAN KEGIATAN
1. Mendukung program kementrian kesehatan RI untuk menurunkankan angka stunting
2. Mendukung percepatan penurunan angka stunting
3. Meningkatkan pengetahuan ibu untuk mengoptimalkan gizi anak pada 1000 HPK
4. Mendukung peningkatan sumber daya manusia melalui pencegahan stunting
III. LATAR BELAKANG
Stunting adalah masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang
lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Anak stunting akan lebih rentan terhadap
penyakit dan ketika dewasa berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif. Dampak stunting
tidak hanya dari segi kesehatan tetapi juga mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.
Pada tahun 2018, ditetapkan 100 kabupaten di 34 provinsi sebagai lokasi prioritas penurunan
stunting. pemerintah mencanangkan program intervensi pencegahan stunting terintegrasi
untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2025 yaitu
penurunan angka stunting hingga 40%.