Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang
Sistem Pemasukan dan Pengeluaran Udara
Bagian ini akan menerangkan mengenai komponen-
komponen yang ada di dalam Sistem Pemasukan dan
Pembuangan Udara dan mengenali fungsi dan cara kerja-
nya masing-masing.
Anda juga akan diperkenalkan dengan berbagai macam
sistem pemasukan dan pendinginan udara, termasuk NA,
T, TA, ATTAC, JWAC, dan SCAC.
Tujuan Diesel engine membutuhkan banyak udara untuk mem-
bakar bahan bakar. Sistem Pemasukan Udara harus
mampu menyediakan udara bersih yang cukup untuk
pembakaran, sementara sistem pembuangannya harus
mampu membuang panas dan gas hasil pembakaran.
Aliran udara yang tidak mencukupi pada sistem akan
mengurangi performa engine.
Heavy Equipment Maintenance 79
Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang
Komponen Umumnya sistem pemasukan dan pembuangan udara
meliputi :
1. Precleaner (1),
2. Air Filter (2),
3. Turbocharger (3),
4. Intake Manifold (4),
5. Aftercooler (5),
6. Exhaust Manifold (6),
7. Exhaust stack (7),
8. Muffler (8) dan
9. Pipa penghubung.
Agar bisa bekerja dan mengatasi masalah dengan sem-
purna, Anda harus mengerti tentang aliran udara yang
masuk ke dalam sistem, fungsi dari setiap komponen
yang terlibat di dalamnya dan cara kerja komponen-
komponen tersebut.
Heavy Equipment Maintenance 80
Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang
Precleaner
Precleaner sering digunakan oleh sistem udara pada
diesel engine. Precleaner menyaring partikel-partikel
yang besar dan berat pada udara. Udara bersih sangatlah
penting untuk menjaga performa sebuah engine. Kotoran
bisa mempercepat keausan dan kerusakan pada
komponen.
Saringan Udara (Air Filter)
Udara meninggalkan precleaner dan masuk ke saringan
udara. Saringan udara menahan butiran kotoran yang
lebih kecil. Udara bersih sangatlah penting untuk
menjaga performa sebuah engine. Kotoran bisa
mempercepat keausan dan kerusakan pada komponen.
Saringan ini berada di dalam air filter housing.
Turbocharger
Dari filter, udara masuk ke turbocharger yang berfungsi:
1. Membantu mempertahankan tenaga engine saat
beroperasi pada daerah yang tinggi.
2. Menambah horsepower.
Dengan menggunakan Turbocharger, udara yang masuk
ke ruang bakar akan lebih banyak.
Desain Turbocharger
Turbocharger terdiri dari dua bagian:
1. Sisi udara masuk disebut “Compressor”.
2. Sisi udara keluar disebut “Turbine”.
Gas buang dari exhaust manifold memutar turbine pada
turbocharger.
Cara Kerja Turbocharger
Gas buang memutarkan turbine. Karena compressor dan
turbine berada dalam satu shaft, compressor juga ikut
berputar. Makin cepat putaran compressor, makin
banyak udara yang masuk ke dalam sistem udara,
menambah tekanan udara dan kerapatannya (density).
Peningkatan tekanan udara ini disebut “boost”.
Heavy Equipment Maintenance 81
Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang
Waste Gate
Beberapa jenis turbocharger dilengkapi dengan Waste
gate. Jika tekanan boost lebih tinggi dari semestinya,
waste gate akan membuka untuk membuang udara agar
tidak melewati turbine. Aliran gas buang yang telah
berkurang ini akan memperlambat putaran turbine dan
compressor, serta mengontrol tekanan boost.
Aftercooler
Turbocharger memasukan lebih banyak udara untuk
meningkatkan pembakaran. Saat tekanannya naik, udara
akan menjadi panas dan mengembang sehingga kerapat-
annya menjadi berkurang. Artinya, udara tidak akan
mencukupi untuk suatu pembakaran pada fuel setting
yang lebih tinggi. Karenanya pada sebagian turboc-
harged engine digunakan aftercooler untuk menurunkan
suhu udara yang akan masuk ke ruang bakar. Turbo-
charger menaikkan suhu udara sampai sekitar 3000 F.
Keuntungan Aftercooler
Udara yang dingin akan menjadi semakin rapat. Artinya,
akan ada lebih banyak udara yang masuk ke setiap
cylinder.
Lokasi Aftercooler
Sesuai namanya, Aftercooler berfungsi untuk mendingin-
kan udara setelah keluar dari turbocharger. Beberapa
afetrcooler terletak antara turbocharger dan inlet
manifold. Ada pula yang terletak di dalam intake
manifold.
Intake Manifold
Dari aftercooler, udara mengalir ke dalam intake
manifold dan kemudian menuju intake valve port pada
setiap cylinder. Intake manifold dipasang pada cylinder
head.
Heavy Equipment Maintenance 82
Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang
Exhaust Manifold
Udara masuk ke ruang pembakaran dimana udara
tersebut akan dibakar. Gas hasil pembakaran keluar dari
exhaust port dan masuk ke exhaust manifold. Exhaust
manifold dipasang pada cylinder head dan berada di atas
exhaust port.
Muffler
Dari turbocharger, gas buang disalurkan melalui muffler
dan exhaust stack. Muffler akan meredam suara dan
membuat machine tidak berisik.
Exhaust Stack
Pada beberapa machine, setelah gas buang melewati
muffler, gas tersebut akan masuk ke exhaust stack.
Exhaust stack mengarahkan gas buang tersebut menjauhi
operator. Setelah itu gas sisa pembakaran dilepaskan ke
atmosfer.
Heavy Equipment Maintenance 83
Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang
Jenis-jenis Sistem Pemasukan Udara
Ada beberapa jenis sistem pemasukan udara:
1. Naturally Aspirated (NA)
2. Turbocharged (T)
3. Turbocharged Aftercooled (TA)
Naturally Aspirated (NA) System
Sistem pemasukan udara yang tidak mempunyai
turbocharger atau aftercooler dikenal sebagai sistem
"naturally aspirated" atau sistem pemasukan udara
"NA".
Turbocharged (T) System
Beberapa sistem pemasukan dan pembuangan udara
memiliki turbocharger tapi tidak dilengkapi dengan
aftercooler. Dan disebut sistem Turbocharged atau
disingkat "T".
Heavy Equipment Maintenance 84
Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang
Turbocharged Aftercooled (TA) System
Salah satu sistem pemasukan udara yang paling umum
adalah sistem "Turbocharged Aftercooled" atau dikenal
juga sebagai sistem "TA." Sistem ini punya turbocharger
dan aftercooler, dengan barbagai variasi jenis aftercooler
yang bisa dipakai.
Heavy Equipment Maintenance 85
Sistem Pemasukan Udara dan Pengeluaran Gas Buang
Sistem Aftercooled
Ada beberapa tipe atau jenis sistem Aftercooled, yaitu :
1. Jacket water aftercooled.
2. Air to air aftercooled, dan
3. Separate circuit aftercooled.
Jacket Water Aftercooled (JWAC) System
Jacket water aftercooled menggunakan engine coolant
untuk mendinginkan udara masuk. Aftercooler housing
berada dalam intake manifold. Air pendingin Engine
digunakan untuk menurunkan suhu udara masuk,
sebelum udara tersebut mencapai intake manifold. Sistem
JWAC banyak digunakan pada alat berat.
Air To Air Aftercooled (ATAAC) System
Beberapa sistem pemasukan udara memanfaatkan udara
luar untuk mendinginkan udara yang akan masuk ke
ruang bakar. Sistem ini disebut "Air to Air Aftercooled,"
atau "ATAAC." Bentuk aftercooler mirip sebuah radiator
kecil yang dipasang di depan radiator. Udara mengalir
melewati aftercooler dan mendinginkan udara masuk
yang panas.
Separate Circuit After Cooled (SCAC) System
“Separate Circuit Aftercooled" atau SCAC banyak di-
temukan pada aplikasi marine dan off highway truck. Air
mendinginkan udara masuk, namun air pendingin yang
digunakan untuk aftercooler berbeda dengan air yang
digunakan untuk mendinginkan engine berbeda. Sistem
SCAC mempunyai pendingin, water pump dan suplai air
tersendiri.
Heavy Equipment Maintenance 86