Lembar Jawaban
Bagian 1: Benda bermuatan
Dua buah balon digantung dengan menggunakan tali seperti yang tampak pada
gambar, ketika kedua balon digosok dengan kain wol kemudian kain wol dijauhkan, ternyata
interaksi antara kedua balon akan menghasilkan gaya tolak-menolak hal ini dapat dilihat dari
gerakan balon yang akan saling menjauh jika didekatkan. Hal tersebut terjadi karena ketika
balon digosok dengan kain wol, maka electron pada kain wol akan berpindah ke balon
sehingga menyebabkan balon kelebihan electron dan menjadi bermuatan negative. Karena
sifat dari muatan listrik, jika ada dua muatan listrik yang sejenis saling berinteraksi satu sama
lain maka interaksi kedua muatan listrik tersebut akan menghasilkan gaya tolak-menolak.
Sehingga ketika balon yang bermuatan negative di dekatkan pada balon yang bermuatan
negative pasti kedua balon tersebut akan saling tolak-menolak.
Gambar 1 animasi PhET ballons and staticelectrcity
Setelah melihat tayangan animasi PhET dapat diketahui bahwa suatu benda yang
tadinya netral dapat berubah menjadi benda bermuatan. Cara merubah benda yang tadinya
netral menjadi benda bermuatan dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satunya dengan
cara penggosokan. Dari tayangan tersebut dapat dilihat bahwa kain wol, balon dan dinding
pada awalnya bermuatan netral, artinya jumlah proton dan jumlah elektronnya sama.
Kemudian ketika balon digosokan ke kain wol ternyata electron pada kain wol berpindah ke
balon yang menyebabkan balon menjadi benda bermuatan negative dan kain wol menjadi
benda bermuatan positif, sehingga ketika balon yang telah bermuatan negative di dekatkan
pada dinding yang netral maka balon akan menempel. Benda dikatakan bermuatan negative
apa bila benda tersebut kelebihan electron, sedangkan benda dikatakan bermuatan positif apa
bila benda tersebut kekurangan electron.
Interaksi yang akan terjadi jika ada dua buah benda yang memiliki muatan sejenis
saling didekatkan maka akan menghasilkan gaya tolak-menolak antara kedua benda tersebut,
sedangkan interaksi yang akan terjadi jika dua buah benda yang memiliki muatan berlawanan
jenis saling didekatkan maka akan menghasilkan gaya tarik-menarik antara kedua benda
tersebut, hal ini sesuai dengan sifat dari muatan listrik pada listrik statis.
Bagian 2: Gaya Coulomb
a. Variasi Muatan
Gambar 2 animasi PhET Coulomb’s law variasi muatan
Jarak tetap r = 4 cm = 0,04 m
No Muatan 1 (q1) (μC) Muatan 2 (q2) (μC) Gaya (F) (Newton)
1 -6 8 283,631
2 -8 9 425,446
3 -10 10 590,898
Berdasarkan tabel hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa pada jarak yang tetap,
hubungan antara muatan listrik dengan gaya listrik itu berbanding lurus. Hal ini dapat dilihat
dari semakin besarnya gaya listrik yang dihasilkan oleh kedua muatan ketika besar
muatannya diperbesar secara bertahap, jadi semakin besar muatannya maka gaya listriknya
juga semakin besar.
b. Variasi Jarak
Gambar 3 animasi PhET Coulomb’s law variasi jarak
Muatan 1 (q1) = -8 μC
Muatan 2 (q2) = 8 μC
No Jarak (r) (meter) Kuadrat jarak (r2) (meter) Gaya (F) (Newton)
1 2 4 1438,008
2 4 16 359,502
3 6 36 159,779
Berdasarkan tabel hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa pada besar muatan
yang tetap, hubungan antara jarak dengan gaya listrik itu berbanding terbalik. Hal ini dapat
dilihat dari penurunan besar gaya listrik yang dihasilkan oleh kedua muatan ketika jaraknya
diperbesar secara bertahap, jadi semakin besar jaraknya maka gaya listriknya akan semakin
kecil.
Berdasarkan hasil pengamatan, persamaan gaya Coulomb antara dua muatan q 1 dan q2
pada jarak r dapat dituliskan secara matematis dengan:
q1 q2
F=k
r2
Dengan besar konstanta listriknya:
k =9 ×10 9 N m 2 /C 2
Bagian 3: Resultan Gaya
Gambar 4 animasi PhET electric hockey
Berdasarkan hasil pengamatan, muatan uji (positif) yang kita sebut dengan muatan 2
diletakan ditengah-tengah dua buah muatan positif (muatan 1 dan muatan 3) akan mengalami
dua buah gaya tolak menolak yang sama besarnya dari kedua muatan yang mengapitnya yaitu
yang pertama pertama dari gaya F12 dan yang kedua gaya F32, karena besar gayanya sama
sehingga menyebabkan muatan uji terdorong oleh kedua gaya tersebut dan bergerak ke arah
atas menjauhi kedua muatan positif yang mengapitnya.
Resultan gaya pada muatan uji (muatan 2) dapat dicari dengan cara mencari terlebih
dahulu besar gaya yang terjadi pada muatan 1 terhadap muatan 2 (F 12) dan gaya yang terjadi
pada muatan 3 terhadap muatan 2 (F32). Setelah diperoleh maka kedua gaya tersebut di
jumlahkan untuk menemukan seberapa besar gaya yang bekerja pada muatan uji tersebut,
pengoprasiannya menggunakan penjumlahan karena ketiga muatan tersebut bermuatan positif
sehingga tidak ada gaya tarik menarik antara ke 3 muatan tersebut yang ada hanyalah gaya
tolak menolak, seperti apa yang dilihat pada tayangan animasi. Arah resultan gayanya jelas
menjauhi kedua muatan positif yang mengapitnya karena adanya gaya tolak menolak, pada
tayangan animasi tersebut muatan uji bergerak kea rah atas karena ter dorong oleh kedua
gaya yang mengapitnya.