Anda di halaman 1dari 14

DIPONEGORO LAW JOURNAL

Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016


Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

PERTANGGUNGJAWABAN WAKIL PERANTARA PERDAGANGAN


EFEK TERHADAP NASABAH YANG DIRUGIKAN DALAM
TRANSAKSI JUAL-BELI SAHAM ( TINJAUAN STUDI KASUS:
PENCABUTAN IZIN ORANG PERSEORANGAN SEBAGAI WAKIL
PERANTARA PERDAGANGAN EFEK ATAS NAMA JOKO
HARDIANTO )

Niken Inggita Warapsari*, Paramita Prananingtyas, Siti Mahmudah


Program Studi S1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro
E-mail : nikeninggita@gmail.com

Abstrak

Investasi merupakan kegiatan membeli produk keuangan yang diharapkan akan


memperoleh keuntungan di masa mendatang. Investasi di sektor Pasar Modal melibatkan berbagai
pihak yang memiliki fungsi dan tanggung jawab sesuai spesialisasinya. Wakil Perantara
perdagangan Efek bekerja sebagai penghubung antara investor dengan sistem perdagangan saham
di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan Otoritas Jasa
Keuangan terhadap pelanggaran atau kejahatan oleh WPPE, untuk mengetahui kewenangan
Otoritas Jasa Keuangan terhadap pencabutan izin usaha orang perorangan apabila terjadi
pelanggaran di sektor Pasar Modal dan untuk mengetahui pertanggungjawaban WPPE sebagai
wakil perusahaan efek terhadap nasabah yang dirugikan. Dapat disimpulkan bahwa
pertanggungjawaban WPPE dilakukan tidak secara langsung kepada nasabah, namun melalui
perusahaan efek. WPPE juga dikenai sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha orang
perseorangan sebagai Wakil Perantara Perdagangan Efek dan dilepas keaggotaannya dari Asosiasi
Wakil Perantara Perdagangan Efek Indonesia. Dasar Hukum yang digunakan adalah Ketentuan
angka 6 huruf b Peraturan V.E.1, Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
Nomor: Kep-29/PM/1996 tanggal 17 januari 1996.

Kata Kunci: Tanggung Jawab, Transaksi Saham, Wakil Perantara Perdagangan Efek.

Abstract

Investing is an activity to purchase financial products that are expected to benefit in the
future. Investment in Capital Market sector involves many parties that have functions and
responsibilities according to specialization. Broker-Dealer Representative works as a connector
between investors and trading system in the Indonesia Stock Exchange. This study aims to
determine the action the Financial Services Authority on violation or crime by Broker, to
determine the authority of the Financial Services Authority to permit revocation individuals in
case of violations in Capital Market sector and to determine the responsibility of Broker as
Securities company representative to clients who are disadvantaged. It can be concluded that the
accountability of Broker do not directly to customers, but through the securities company. Broker
is also subject to administrative sanctions in the form of individual business license revocation as
Broker-Dealer Representative and detachable his membership from Association of Indonesian
Broker-Dealer Representative. The Basic Law is used Provisions number 6 letter b Regulation
V.E.1, Attachment Decision of the Chairman of Indonesia Capital Market Supervisory Agency
Number : Kep- 29 / PM / 1996 dated 17 January 1996 .

Keywords: Responsibility, Stock Transactions, Broker-Dealer Representative.

1
DIPONEGORO LAW JOURNAL
Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

I. PENDAHULUAN Usaha Jasa Keuangan di sektor Pasar


Investasi merupakan kegiatan Modal adalah Perusahaan Efek.
membeli sebuah produk keuangan Perusahaan Efek merupakan
yang diharapkan dapat memperoleh perusahaan yang melakukan kegiatan
keuntungan besar di masa usaha sebagai penjamin emisi efek,
mendatang. Salah satu kegiatan perantara perdagangan efek dan
investasi dilakukan di Pasar Modal. manajer investasi. Wakil dari
Pasar Modal menjadi sarana untuk Perusahaan Efek merupakan orang
pendanaan bagi pemerintah, perorangan yang telah memperoleh
perusahaan-perusahaan terbuka dan izin dari Otoritas Jasa Keuangan
sarana investasi bagi investor yang sebagai Wakil Perantara
ingin menempatkan kelebihan dana Perdagangan Efek, Wakil Penjamin
yang dimilikinya untuk memperoleh Emisi Efek dan Wakil Manajer
keuntungan diwaktu yang akan Investasi, untuk mendapatkan izin
datang. Menurut Kamus Besar sebagai Wakil Perantara
Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian Perdagangan Efek, Wakil Penjamin
Pasar Modal adalah seluruh kegiatan Emisi Efek dan Wakil Manajemen
yang mempertemukan penawaran Investasi harus memenuhi
dan permintaan atau merupakan persyaratan yang telah ditentukan.
aktivitas yang memperjualbelikan Otoritas Jasa Keuangan sebagai
surat-surat berharga. Pasar Modal lembaga yang mengatur dan
dapat didefinisikan sebagai pasar mengawasi kegiatan di industri Jasa
yang memperjualbelikan berbagai Keuangan memiliki kewenangan
instrumen keuangan (sekuritas) untuk memberikan izin dan
jangka panjang, baik dalam bentuk mencabut izin terhadap Wakil
utang maupun modal sendiri yang Perusahaan Efek. Pada tahun ini
diterbitkan oleh peruahaan swasta. Otoritas Jasa Keuangan banyak
Di Indonesia, Pasar Modal diatur mengeluarkan keputusan mengenai
dalam Peraturan Perundang- pemberian izin termasuk pencabutan
undangan Nomor 8 Tahun 1995 izin baik untuk orang perseorangan
tentang Pasar Modal. Undang- maupun izin usaha bagi Pelaku
undang tersebut memberikan Usaha Jasa Keuangan lain, dengan
pengertian Pasar Modal yang lebih dicabutan izin usaha tersebut maka
spesifik yaitu pada Pasal 1 butir 13: Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan
“Pasar Modal adalah kegiatan pihak perseorangan yang terlibat
yang bersangkutan dengan memiliki tanggung jawab yang wajib
Penawaran Umum dan Perdagangan diselesaikan untuk mengganti
Efek, Perusahaan Publik yang kerugian apabila pencabutan tersebut
berkaitan dengan Efek yang berhubungan dengan nasabah. Salah
diterbitkannya, serta lembaga dan satunya adalah Kasus Pencabutan
profesi yang berkaitan dengan Efek”. Izin Usaha Orang Perseorangan atas
Kegiatan investasi dalam Pasar nama Joko Hardianto dikarenakan ia
Modal melibatkan berbagai pihak melakukan transaksi atas nama
yang masing-masing memiliki fungsi nasabah yang tidak sesuai dengan
dan tanggung jawab sesuai perintah nasabah dari PT RHB OSK
spesialisasinya. Salah satu Pelaku Securities Indonesia. Hal ini

2
DIPONEGORO LAW JOURNAL
Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

mengakibatkan nasabah dari PT II. METODE


RHB OSK Securities Indonesia Penelitian merupakan suatu
tersebut mengalami kerugian yang sarana pokok dalam pengembangan
besar dari jual beli saham yang ilmu pengetahuan maupun teknologi.
dilakukan Joko Hardianto. Hal ini disebabkan, oleh karena
Berdasarkan latar belakang penelitian bertujuan untuk
pemikiran tersebut diatas, maka mengungkapkan kebenaran secara
peneliti tertarik melakukan penelitian sistematis, metodelogis, dan
yang berjudul, konsisten. Melalui proses penelitian
“PERTANGGUNGJAWABAN tersebut diadakan analisa dan
WAKIL PERANTARA konstruksi terhadap data yang telah
PERDAGANGAN EFEK dikumpulkan dan diolah.1 Secara
TERHADAP NASABAH YANG ilmiah, metode penelitian merupakan
DIRUGIKAN DALAM ilmu yang membahas metode ilmiah
TRANSAKSI JUAL BELI dalam mencari, mengembangkan dan
SAHAM (Studi Kasus: menguji kebenaran suatu
2
Pencabutan Izin Orang pengetahuan.
Perseorangan Sebagai Wakil Metode pendekatan yang
Perantara Perdagangan Efek Atas dipergunakan oleh penulis dalam
Nama Joko Hardianto) “ penulisan hukum ini adalah yuridis
I. Rumusan Masalah normatif. Penelitian hukum normatif
Berdasarkan latar belakang merupakan penelilitian kepustakaan,
masalah tersebut di atas maka yaitu penelitian terhadap data
penulis dapat merumuskan beberapa sekunder3. Data sekunder ini dibagi
masalah sebagai berikut: menjadi 3 bahan hukum yaitu bahan
1. Bagaimana tindakan Otoritas hukum primer, bahan hukum
Jasa Keuangan terhadap sekunder dan bahan hukum tersier.
pelanggaran atau kejahatan Spesifikasi penelitian yang
yang dilakukan Wakil Perantara digunakan dalam penelitian ini
Perdagangan Efek di sektor bersifat deskriptif analitis. Penelitian
Pasar Modal? yang bersifat deskriptif bertujuan
2. Bagaimana kewenangan Otoritas menggambarkan secara tepat sifat-
Jasa Keuangan terhadap sifat suatu individu, keadaan, gelaja,
pencabutan izin usaha orang atau kelompok tertentu, atau untuk
perseorangan apabila terjadi menentukan penebaran suatu gejala,
pelanggaran di sektor Pasar atau untuk menentukan ada tidaknya
Modal?
3. Bagaimana pertanggungjawaban 1
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji,
Wakil Perantara Perdagangan Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan
Efek sebagai Wakil Perusahaan Singkat – Ed.1, Cet.16, ( Jakarta: Rajawali
Efek dari PT RHB OSK Pers, 2014), halaman: 1.
Securities Indonesia terhadap 2
Rinto Adi, Metode Penulisan Sosial dan
nasabah? Hukum, (Jakarta: Granit, 2004) halaman 1.
3
Roni Hanitjo Soemitro, Metodologi
Penelitian Hukum dan Jurimetri – Cet.4 –
yang disempurnakan, (Jakarta: Ghalia
Indonesia, 1990), halaman 11.

3
DIPONEGORO LAW JOURNAL
Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

hubungan antara suatu gelaja dengan uang tunai untuk melancarkan


gejala lain dalam masyarakat4. berbagai proyek, kegiatan, usaha
Metode yang digunakan untuk dan/atau jasa yang digeluti. Kegiatan
menarik kesimpulan adalah metode dalam Pasar Modal ini sangatlah
analisis kualitatif, karena sebagian kompleks karena melibatkan banyak
besar data yang diperoleh merupakan pihak, sehingga selain kegiatan
data yang bersifat kualitatif. Data pengawasan maka dibutuhkan
kualitatif terdiri atas kata-kata yang peraturan atau regulasi yang dapat
tidak boleh menjadi angka-angka. membantu untuk mencegah dan
Data-data yang terkumpul dianalisa mengatasi masalah hukum yang
untuk mendapatkan kejelasan yang muncul di sektor Pasar Modal.
akan dibahas.5
Semua data yang diperoleh Saat ini pemerintah telah
selanjutnya akan diolah dengan cara memiliki Peraturan Perundang-
memilah-milah data yang relevan undanganan dan juga beberapa
dan tidak dengan permasalahan yang peraturan lain yang digunakan
diteliti dan kemudian menyusunnya sebagai dasar hukum dalam
dalam bentuk uraian yang sistematis penyelesaian Tindak Pidana di sektor
berupa karya ilmiah akhir atau Pasar Modal termasuk di dalamnya
skripsi. menjelaskan mengenai Tindak
Pidana pelanggaran oleh Wakil
III. HASIL DAN PEMBAHASAN Perantara Perdagangan Efek. Otoritas
Jasa Keuangan sebagai lembaga yang
Tindakan
A. Otoritas Jasa memiliki fungsi, tugas dan wenang
Keuangan terhadap pengaturan dan pengawasan,
Pelanggaran atau Kejahatan pemeriksaan dan penyidikan dapat
yang dilakukan Wakil menggunakan beberapa peraturan
Perantara Perdagangan Efek yang ada saat ini sebagai dasar
di sektor Pasar Modal pertimbangan dalam menyelesaikan
Pasar Modal merupakan salah kasus Tindak Pidana yang dilakukan
satu alat ekonomi yang digunakan oleh Wakil Perantara Perdagangan
oleh pemerintah dan pihak swasta Efek, peraturan-peraturan tersebut
serta masyarakat sebagai wadah antara lain:
investasi, untuk menghimpun dana-
dana berlebih dari masyarakat 1. Undang-Undang Nomor 8
sehingga dapat digunakan untuk Tahun 1995 tentang Pasar
kegiatan yang sifatnya produktif, Modal;
selain itu Pasar Modal juga menjadi
alat bantu bagi pemerintah dan/atau 2. Peraturan Nomor V.E.1 tentang
pihak swasta yang membutuhkan Perilaku Perusahaan Efek yang
melakukan kegiatan sebagai
4
Amiruddin dan Zainal Asikin, Pengantar Perantara Perdagangan Efek
Motode Penelitian Hukum – Ed.1-6, (Lampiran Keputusan Ketua
(Jakarta: Rajawali Pers, 2012), halaman 25. Badan Pengawas Pasar Modal
5
Lexi J. Moleong, Metodologi Penelitian Nomor Kep-29/PM/1996
Kualitatif, (Bandung: Rosda, 2007), halaman tanggal 17 januari 1996);
248.

4
DIPONEGORO LAW JOURNAL
Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

3. Peraturan Otoritas Jasa mengenai Tindak Pidana oleh


Keuangan Nomor Wakil Perantara Pedagangan
27/POJK.04/2014 tentang Efek; Penyidik berwenang untuk
Perizinan Wakil Penjamin melakukan penelitian tentang
Emisi Efek dan Wakil kebenaran dari laporan tersebut,
Perantara Perdagangan Efek; termasuk meneliti orang-orang
dan yang diduga terlibat dalam
Tindak Pidana; Penyidik
4. Peraturan Otoritas Jasa berwenang memanggil,
Keuangan Nomor 1/ memeriksa dan meminta
POJK.07/2013 tentang keterangan dari orang yang
Perlindungan Konsumen di diduga melakukan Tindak
Sektor Pasar Modal. Pidana tersebut, termasuk
pemeriksaan pembukuan,
Otoritas Jasa Keuangan catatan atau dokumen dan
memiliki tugas dan wewenang untuk meminta barang bukti tersebut;
melakukan pemeriksaan dan Penyidik juga dapat melakukan
penyidikan. Proses pemeriksaan di penggeledahan di tempat yang
sektor Pasar Modal diatur dalam diduga terdapat pembukuan,
Peraturan Pemerintah No 46 Tahun catatan dan dokumen lain yang
1995 tentang Tata Cara Pemeriksaan dapat dijadikan sebagai barang
di Bidang Pasar Modal. Pemeriksaan bukti; Meminta data-data lain
merupakan serangkaian kegiatan kepada penyelenggara data
mencari, mengumpulkan dan elektronik, meminta kepada
mengelola data atau keteragan lain pejabat yang berwenang untuk
yang dilakukan oleh pemeriksa untuk melakukan pencegahan dan
membuktikan ada atau tidak adanya meminta bantuan aparat penegak
pelanggaran atas peraturan hukum, serta meminta
perundang-undanganan di sektor keterangan dari bank tentang
Pasar Modal. Menurut Pasal 14 ayat keadaan keuangan pihak yang
(4) Peratutan Pemerintah tersebut, diduga melakukan pelanggaran
jika bukti permulaan sudah didapat atau kejahatan tersebut.
dari pemeriksaan, maka proses
penyidikan dapat dilakukan. b. Penyelesaian Perkara
Secara umum proses penjatuhan Setelah proses penyidikan
sanksi di Pasar Modal adalah sebagai selesai dilakukan dan diperoleh
berikut: keyakinan bahwa telah terjadi
pelanggaran terhadap Undang-
a. Penyidikan Undang Pasar Modal atau
peraturan pelaksananya maka
Secara garis besar Penyidik tindakan Otoritas Jasa Keuangan
Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya adalah memberikan
diangkat menjadi penyidik sanksi administratif. Apabila
memiliki wewenang untuk sanksi ini tidak dapat dijalankan,
menerima laporan,
pemberitahuan atau pengaduan

5
DIPONEGORO LAW JOURNAL
Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

maka berkas akan dilanjutkan ke Otoritas Jasa Keuangan


Kejaksaan. memiliki wewenang untuk
memberikan izin usaha baik berupa
c. Penuntutan izin usaha perseorangan maupun izin
usaha untuk perusahaan yang
Dalam hal Tindak Pidana bergerak di sektor Jasa Keuangan.
yang terjadi merupakan Izin ini diberikan Otoritas Jasa
kelompok kejahatan, maka akan Keuangan setelah pemohon izin
dilanjutkan ke proses memenuhi ketentuan yang diajukan
penuntutan, karena penuntutan kepada Otoritas Jasa Keuangan
merupakan kewenangan sesuai dengan syarat, ketentuan dan
kejaksaan maka berkas dari format yang sudah ditetapkan OJK,
pemeriksaan dan penyidikan oleh karena wewenangnya tersebut
yang dilakukan oleh Otoritas Otoritas Jasa Keuangan juga
Jasa Keuangan selanjutkan memiliki wewenang untuk mencabut
diserahkan kepada Kejaksaan izin usaha perseorangan apabila
untuk dilakukan penuntutan. pemegang izin melakukan
pelanggaran atau kejahatan di sektor
Melihat pada jenis Tindak Pasar Modal. Dasar hukum yang
Pidana yang dapat dikenakan pada digunakan Otoritas Jasa Keuangan
Wakil Perantara Perdagangan Efek, untuk melakukan pencabutan izin
yang lebih dominan adalah Tindak tertulis dalam beberapa peraturan
Pidana pelanggaran, baik pada yang berlaku, antara lain:
Undang-Undang Pasar Modal
maupun peraturan dan ketentuan 1. Undang-Undang Republik
untuk Wakil Perantara Perdagangan Indonesia Nomor 8 Tahun 1995
Efek, sehingga sanksi yang diberikan tentang Pasar Modal;
cukup berupa sanksi administratif.
Dari banyaknya kasus, pelanggaran 2. Peraturan Pemerintah Republik
yang sering terjadi adalah Indonesia Nomor 45 Tahun 1995
keterlambatan pelaporan, sehingga tentang Penyelenggaraan
Otoritas Jasa Keuangan kegiatan di Bidang Pasar Modal;
mengeluarkan surat peringatan
dan/atau menjatuhkan denda kepada 3. Peraturan Otoritas Jasa
pelanggar. Dapat disimpulkan bahwa Keuangan Nomor
tindakan Otoritas Jasa Keuangan 25/POJK.04/2014 tentang
dalam penegakan hukum sudah Perizinan Wakil Manajer
cukup menyelesaian permasalahan di Investasi;
sektor Pasar Modal.
4. Peraturan Otoritas Jasa
B. Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
Keuangan terhadap 27/POJK.04/2014 tentang
Pencabutan Izin Usaha Orang Perizinan Wakil Penjamin Emisi
Perseorangan Apabila terjadi Efek dan Wakil Perantara
Pelanggaran di bidang Pasar Perdagangan Efek;
Modal.

6
DIPONEGORO LAW JOURNAL
Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

Sebelum dilakukan pencabutan, Pasar Modal, maka penjatuhan


proses yang dilakukan pertama kali sanksi administratif berupa
adalah pembuktian terhadap Tindak pencabutan dapat dikenakan oleh
Pidana tersebut, seperti diketahui Otoritas Jasa Keuangan. Tidak ada
Otoritas Jasa Keuangan memiliki prosedur panjang yang harus
fungsi, tugas wewenang dalam dilakukan dalam pencabutan izin
pemeriksaan dan penyidikan di usaha perseorangan ini, yang harus
sektor Pasar Modal. Pemeriksaan dilakukan OJK adalah membuat
dilakukan untuk mencari bukti Pengumuman tentang Pencabutan
permulaan dari dugaan Tindak Izin Orang Perseorangan dan
Pidana di Pasar Modal sedangkan mengeluarkan Salinan Keputusan
Penyidikan merupakan proses yang Dewan Komisoner mengenai
dilakukan Otoritas Jasa Keuangan Pencabutan Izin Usaha Perseorangan
untuk membuktikan kemungkinan Wakil Perusahaan Efek. Keputusan
adanya Tindak Pidana yang terjadi di Dewan Komisioner Otoritas Jasa
sektor Pasar Modal. Hal ini diatur Keuangan ini berisi mengenai
pada Peraturan Otoritas Jasa pertimbangan dan putusan yang
Keuangan Nomor 22/POJK.01/2015 diberikan OJK kepada pemegang izin
tentang Penyidikan Tindak Pidana di tersebut. Salinan Keputusan Dewan
Sektor Jasa Keuangan. Dalam Komisioner selanjutnya diberikan
peraturan ini disebutkan bahwa kepada Kepala Eksekutif Pengawas
Tindak Pidana di sektor Jasa Pasar Modal, Otoritas Jasa
Keuangan merupakan setiap Keuangan; Deputi Komisioner
perbuatan atau peristiwa yang Pengawas Pasar Modal, Otoritas Jasa
diancam pidana yang diatur dalam Keuangan; Kepala Departemen
Undang-Undang yang mengatur Pengawasan Pasar Modal, Otoritas
mengenai Otoritas Jasa Keuangan, Jasa Keuangan; Direktur
Perbankan, Perbankan Syariah, Pasar Pemeriksaan Pasar Modal, Otoritas
Modal, Dana Pensiun, Lembaga Jasa Keuangan; Direntur
Keuangan Mikro, Perasuransian, Pengawasan Lembaga Efek, Otoritas
lembaga Pembiayaan Ekspor Jasa Keuangan; Direktur
Indonesia, Badan Penyelenggara Pengawasan Transaksi, Otoritas Jasa
Jaminan Sosial, Bank Indonesia Keuangan; Direktur Pengelolaan
sepanjang berkaitan dengan campur Investasi, Otoritas Jasa Keuangan;
tangan terhadap pelaksanaan tugas Kepala bagian Administrasi, Bidang
Otoritas Jasa Keuangan dalam Pengawasan Sektor Pasar Modal,
pengaturan dan pengawasan bank, Otoritas Jasa Keuangan; Direktur PT.
serta Undang-Undang mengenai Bursa Efek Indonesia; Direktur PT.
Lembaga Jasa Keuangan lainnya, Kliring Penjamin Efek Indonesia;
sesuai dengan apa yang dijelaskan Ketua Asosiasi Wakil Perantara
dalam Undang-Undang Nomor 21 Perdagangan Efek Indonesia; Direksi
tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Perusahaan Efek dimana Wakil
Keuangan. Setelah ditemukan fakta- Penjamin Emisi Efek, Wakil
fakta akan adanya pelanggaran Perantara Perdagangan Efek, atau
terhadap Undang-Undang Pasar Wakil Manajer Investasi bekerja;
Modal dan ketentuan lain di sektor Wakil Penjamin Emisi Efek, Wakil

7
DIPONEGORO LAW JOURNAL
Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

Perantara Perdagangan Efek atau Joko Hardianto dengan catatan


Wakil Manajer Investasi yang bahwa Sales tersebut akan
bersangkutan. Otoritas Jasa mengirimkan konfirmasi transaksi
Keuangan juga mengumumkan yang dilakukan melalui email. Joko
pencabutan izin tersebut dalam berita Hardianto pun melaksanakan apa
di halaman resmi Otoritas Jasa yang menjadi kewajibannya sehingga
Keuangan. Keshi mendapatkan laporan untuk
setiap transaksi jual beli saham pada
Terhitung tanggal ditetapkannya rekening Efeknya. Berdasarkan
Keputusan Dewan Komisioner keterangan Keshi, konfirmasi
Otoritas Jasa Keuangan maka Izin traksaksi terakhir yang dikirimkan ke
orang perseorangan sebagai Wakil email-nya yaitu pada Bulan
Penjamin Emisi Efek atau Wakil Desember 2010, sehingga mulai
Perantara Perdagangan Efek atau dengan bulan berikutnya yaitu Bulan
Wakil Manajer Investasi resmi Januari Tahun 2011, ia tidak lagi
dicabut. menerima laporan transaksi pada
email-nya.
C. Pertanggungjawaban Wakil
Perantara Perdagangan Efek Pada tanggal 3 Januari 2011
sebagai Wakil Perusahaan hingga 15 Juli 2011, tanpa
Efek dari PT RHB OSK sepengetahuan dan tidak sesuai
Securuties Indonesia terhadap dengan perintah nasabah, Joko
Nasabah Hardianto melakukan transaksi jual
beli saham sebanyak 57 kali
1. Kasus Posisi transaksi menggunakan rekening
Joko Hardianto yang merupakan Efek milik Keshi. Saham-saham
Sales di salah satu perusahan dalam transaksi tersebut antara lain
sekuritas yaitu PT RHB OSK Saham PT Bumi Resource Tbk.
Securities Indonesia yang berkantor (BUMI); Saham PT Krakatau Steel
cabang di Kota Medan, Sumatra (Persero) Tbk. (KRAS); Saham PT
Utara. Sejak tanggal 1 November Bank Mandiri (Persero) Tbk.
2010, Joko Hardianto menangani (BMRI); Saham PT Delta Dunia
transaksi dua nasabah PT RHB Makmur Tbk. (DOID); dan Saham
Securities Indonesia yaitu atas nama PT Ciputra Development Tbk.
Keshi dan Alice, baik Keshi atau (CTRA).
Alice tidak pernah memberikan
kuasa transaksi Efek kepada Joko Pada 4 Januari 2011 sampai
Hardianto ataupun pihak lain dari dengan 23 Agustus Joko Hardianto
perusahaan sekuritas tersebut untuk melakukan transaksi jual beli saham
melakukan transaksi Efek atas pada rekening Efek milik Alice tanpa
rekening Efek yang mereka masing- perintah pemesanan dari Nasabah
masing miliki di PT RHB Securuties tersebut, sama halnya dengan Keshi,
Indonesia. ia mendapatkan laporan terakhir
transaksi bulanan pada Bulan
Keshi sebagai nasabah Desember 2010. Joko Hardianto
kemudian memutuskan untuk melakukan transaksi jual beli saham
menyerahkan transaksi Efek kepada

8
DIPONEGORO LAW JOURNAL
Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

menggunakan rekening Alice tanpa sebesar Rp.55.715.407,00 (lima


perintah sebanyak 103 kali transaksi, puluh lima juta tujuh ratus lima belas
yaitu antara lain transaksi atas Saham ribu empat ratus tujuh rupiah) dan
PT Bumi Resource Tbk. (BUMI); Alice mengalami kerugian sebesar
Saham PT Krakatau Steel (Persero) Rp.220.071.935,00 (dua ratus dua
Tbk. (KRAS); Saham PT Bank puluh juta tujuh puluh satu ribu
Negara Indonesia (Persero) Tbk. sembilan ratu tiga puluh lima
(BBNI); Saham PT Charoen rupiah).
Pokphan Indonesia Tbk. (CPIN); dan
Saham PT Bank Mandiri (Persero) PT RHB Securities Indonesia
Tbk. (BMRI). kemudian melaporkan Sales-nya
yaitu Joko Hardianto ke Polresta
Ketika melakukan transaksi Medan melalui Surat Tanda Bukti
menggunakan rekening Efek milik Laporan Nomor:
Keshi dan Alice tanpa sepengetahuan STBL/895/IV/201/SU/Resta Medan
nasabah yang bersangkutan, Joko pada tanggal 5 April 2012. PT RHB
Hardianto melakukan perubahan OSK Securities Indonesia kemudian
alamat email milik Keshi yang melakukan pencabutan aduan setelah
semula adalah keshi007@yahoo.com kedua pihak yaitu PT RHB OSK
dan dirubah menjadi Securities Indonesia dan Joko
keshi7575@yahoo.com demikian Hardianto membuat kesepakatan.
pula dengan alamat email milik Alice Kesepakatannya adalah PT RHB
yang semula adalah OSK Securities Indonesia melakukan
alice_kusman@yahoo.com dirubah pencabutan aduan dan Joko
menjadi alice.kosman@yahoo.com. Hardianto mengganti kerugian yang
Penggantian tesebut dilakukan tanpa dialami sebesar Rp.200.000.000,00
izin dan tanpa sepengetahuan yang (dua ratus juta rupiah) kepada PT
bersangkutan. RHB OSK Securities Indonesia.

Setelah merubah alamat akun Berdasarkan pada pelanggaran


milik nasabah, Joko Hardianto pun tersebut Otoritas Jasa Keuangan
membuat laporan transaksi harian dengan Keputusan Dewan
yang tidak sesuai dengan transaksi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan
yang dilakukan dan kemudian memutuskan:
mengirimkannya ke alamat email
nasabah yang telah diubah oleh Joko a. Menetapkan: Keputusan Dewan
Hardianto serta membuat State of Komisioner Otoritas Jasa
Account (SOA) dan Trade Keuangan tentang Pencabutan
Confirmation (TC) atas nama Izin Orang Perseorangan sebagai
Nasabah Keshi dan Alice yang tidak Wakil Perantara Perdagangan
sesuai dengan SOA dan TC yang Efek atas Nama Joko Hardianto.
dibuat oleh sistem PT RHB
Securities Indonesia. b. Putusan pertama: Mencabut Izin
Orang Perseorangan sebagai
Transaksi jual beli Efek ini Wakil Perantara perdagangan
mengakibatkan kerugian pada Efek atas nama Joko Hardianto
nasabah. Keshi mengalami kerugian sebagai tertuang dalam Surat

9
DIPONEGORO LAW JOURNAL
Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

Keputusan Ketua Bapepam dan setelah menerima perintah langsung


LK Nomor: Kep- dari investor. Perusahaan Efek
388/BL/WPPE/2010 tanggal 12 setidaknya harus memiliki satu wakil
Oktober 2010 tentang Pemberian untuk menjalankan kegiatan
Izin Wakil Perantara usahanya yaitu Wakil Perantara
perdagangan Efek kepada Joko Perdagangan Efek untuk mejalankan
Hardianto. kegiatan usahanya. Perusahaan Efek
melalui Wakil Perantara
c. Putusan kedua: dengan Perdagangan Efek-nya melakukan
dicabutnya izin orang pemantauan dan analisa terhadap
perseorangan Joko Hardianto pergerakan saham dan aktivitas
sebagai dimaksud di atas, Joko pasar, serta kinerja Emiten sehingga
Hardianto dilarang melakukan Wakil Perantara Perdagangan Efek
kegiatan sebagai Wakil mampu memberikan saran, nasihat
Perantara Perdagangan Efek. atau pertimbangan kepada investor
apakah ia perlu membeli atau
d. Putusan ketiga: Apabila menjual saham. Orang perseorangan
dikemudian hari ternyata yang melakukan kegiatan sebagai
terdapat kekeliruan dalam Wakil Perantara Perdagangan Efek
Keputusan ini, dapat dilakukan haruslah memiliki keahlian khusus
perubahan sebagaimana dalam bidang perantara perdagangan
mestinya. Efek. Pengaturan kegiatan Wakil
Perantara Perdagangan Efek ini
e. Putusan keempat: Keputusan ini diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa
berlaku sejak tanggal ditetapkan. Keuangan Nomor 27/POJK.04/2014
tentang Perizinan Wakil Penjamin
2. Analisa
Emisi Efek dan Wakil Perantara
Perusahaan Efek merupakan Perdagangan Efek. Sesuai dengan
pihak yang melakukan kegiatan Pasal 2 ayat (2) Peraturan Otoritas
usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Jasa Keuangan Nomor
Perantara Perdagangan Efek, 27/POJK.04/2014 tentang Perizinan
dan/atau Manajemen Investasi. Wakil Penjamin Emisi Efek dan
Perusahaan Efek yang memiliki izin Wakil Perantara Perdagangan Efek,
usaha sebagai Perantara Perdagangan WPPE wajib memiliki izin dari OJK.
Efek dapat menjalankan kegiatan jual Wakil Perantara Perdagangan Efek
beli Efek untuk kepentingan sendiri wajib untuk memenuhi beberapa
atau Pihak lain serta kegiatan lain persyaratan untuk mendapatkan izin
sesuai dengan ketentuan yang usahanya yang mencakup
dikeluarkan oleh Otoritas Jasa persyaratan integritas dan
Keuangan. Perusahaan Efek ini persyaratan kompetensi.
berperan sebagai perantara yang akan
Dalam kasus ini pelanggaran
membantu investor untuk membeli
yang dilakukan Joko Hardianto telah
dan menjual saham di lantai Bursa
menyebabkan kerugian pada dua
dengan perintah atau izin dari
nasabah PT RHB OSK Securities
investor sehingga Perusahaan Efek
Indonesia, karena kerugian tersebut
hanya dapat melakukan transaksi

10
DIPONEGORO LAW JOURNAL
Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

maka perusahaan harus bertanggung wewenang oleh wakil atau


jawab untuk mengganti kerugian pegawainya. Hal ini dijelaskan pada
kepada nasabah-nasabahnya. Dasar pasal 30 POJK Nomor
hukum pertanggungjawaban PT 1/POJK.07/2013 tentang
RHB OSK Securities Indonesia Perlindungan Konsumen di Sektor
kepada nasabah adalah Peraturan Pasar Modal yang berbunyi:
Otoritas Jasa Keuangan Nomor
1/POJK.07/2013 tentang (1) Pelaku Usaha Jasa Keuangan
Perlindungan Konsumen di Sektor wajib mencegah pengurus,
Pasar Modal. Peraturan OJK tersebut pengawas, dan pegawainya dari
menjelaskan bahwa Pelaku Usaha perilaku:
Jasa Keuangan (PUJK) wajib untuk
menjalankan instrukti konsumen a. Memperkaya atau
sesuai dengan perjanjian dengan menguntungkan diri sendiri
konsumen dan juga sesuai dengan atau pihak lain,
ketentuan peraturan perundang-
undanganan. Hal ini dapat diartikan b. Menyalahgunakan
bahwa nasabah PT RHB OSK kewenangan, kesempatan,
Securities Indonesia sebagai atau saraa yang ada padanya
konsumen memiliki hak agar karena jabatan atau
instruksinya dilaksanakan, dimana kedudukannya,
nasabah memberikan wewenang
yang dapat merugikan
kepada Wakil Perantara Perdagangan
Konsumen.
Efek untuk melakukan transaksi Efek
dengan catatan WPPE melaporkan (2) Pengurus dan pegawai Pelaku
transaksi terebut, namun pelanggaran Usaha Jasa Keuangan wajib
yang dilakukan WPPE sebagai Wakil mentaati kode etik dalam
Perusahaan Efek maka ia melanggar melayani Konsumen, yang telah
instruksi dari nasabahnya. ditetapkan oleh masing-masing
Pertanggungjawaban ini sesuai Pelaku Usaha Jasa Keuagan.
dengan ketentuan yang disebutkan
dalam Pasal 29 POJK ini, yaitu: (3) Pelaku Usaha Jasa Keuangan
wajib bertanggung jawab kepada
“ Pelaku Usaha Jasa Keuangan Konsumen atas tindakan yang
wajib bertanggung jawab atas dilakukan oleh pihak ketiga yang
kerugian konsumen yang timbul bertindak untuk kepentingan
akibat kesalahan dan/atau kelalaian, Pelaku Usaha Jasa Keuangan.
pengurus, pegawai pelaku usaha Jasa
Keuangan dan/atau pihak ketiga Berdasarkan ketentuan dalam pasal-
pelaku usaha Jasa Keuangan” pasal diatas, selain mencegah
terjadinya kejahatan atau
Perusahaan Efek merupakan bagian pelanggaran oleh pengurus, pegawas,
dari Pelaku Jasa Keuangan. Sebagai pegawainya maka PT RHB OSK
Pelaku Jasa Kuangan yang baik Securities Indonesia wajib
maka Perusahaan Efek wajib bertanggung jawab atas kerugian
mencegah terjadinya penyalahgunaan yang diderita nasabahnya. Ganti rugi

11
DIPONEGORO LAW JOURNAL
Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

yang dilakukan mengakibatkan PT sengketa lain tidak membuahkan


RHB Securities Indonesia ikut hasil6, sehingga yang dicapai bukan
mengalami kerugian akibat Wakil win-win solution namun hanya salah
Perantara Perdagangan Efek-nya satu pihak saja yang akan menang
sehingga PT RHB Securities dengan peyelesaian perkara melalui
Indonesia kemudian melaporkan jalur litigasi.
Sales-nya yaitu Joko Hardianto ke
Polresta Medan. Penulis setuju dengan putusan
Otoritas Jasa Keuangan, dimana
Nasabah atau pihak lain putusan yang dikeluarkan OJK yaitu
termasuk Perusahaan Efek yang Keputusan Dewan Komisioner
merasa dirugikan oleh perbuatan Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-
yang dilakukan terkait dengan 01/PM.112/2015 tanggal 20 April
kegiatan di sektor Pasar Modal, maka 2015 tetang Pencabutan Izin Orang
mereka yang dirugikan dapat Perseorangan sebagai Wakil
melaporkannya kepada Otoritas Jasa Perantara Perdagangan Efek atas
Keuangan untuk ditindak. Peraturan nama Joko Hardianto sudah tepat dan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor sesuai dengan ketentuan yang ada.
22/POJK.01/2015 tentang Dasar yang digunakan adalah dasar
Penyidikan Tindak Pidana di Sektor yang sama seperti apa yang
Jasa Keuangan menjelaskan bahwa, disebutkan oleh Otoritas Jasa
setiap pihak dapat menyampaikan Keuangan yaitu ketentuan angka 6
laporan atau informasi secara huruf b Peraturan V.E.1, Lampiran
langsung kepada Otoritas Jasa Keputusan Ketua Bapepam Nomor:
Keuangan mengenai dugaan tentang Kep-29/PM/1996 tanggal 17 Januari
Tindak Pidana di Sektor Jasa 1996 tentang Perilaku Perusahaan
Keuangan. Hasil musyawarah Efek yang melakukan kegiatan
bersama Kedua pihak yaitu PT RHB sebagai Perantara Perdagangan Efek.
OSK Securities Indonesia dan Joko engan ketentuan tersebut Joko
Hardianto akhirnya disepakati dan Hardianto yang telah terbukti
diputuskan bahwa gugatan kepada melakukan pelanggaran karena
Joko Hardianto dicabut dan Joko melakukan transaksi tanpa
hardianto mengganti kerugian sepengetahuan dua nasabah PT RHB
kepada Perusahaan Efeknya. Secara Securities Indonesia dapat dikenai
konvesional, penyelesaian sengketa tidakan oleh OJK sesuai dengan
dalam dunia bisnis, seperti dalam Pasal 23 POJK Nomor
perdagangan, perbankan, proyek 27/POJK.04/2014 tentang Perizinan
pertambangan, minyak dan gas, Wakil Penjamin Emisi Efek dan
energi, infrastruktur dan sebagainya Wakil Perantara Perdagangan Efek
dilakukan melalui proses litigasi. dan Pasal 102 Undang-Undang Pasar
Dalam proses litigasi menempatkan Modal Nomor 8 Tahun 1995 maka
para pihak saling berlawanan satu Izin orang perseorangan sebagai
sama lain, selain itu penyelesaian Wakil Perantara Perdagangan Efek
sengketa secara litigasi merupakan
sarana akhir (ultimum remidium) 6
Frans Hendra Wijaya, Hukum Penyelesaian
setelah alternatif penyelesaian Sengketa, (Jakarta: Sinar Grafika, 2012),
halaman: 1-2

12
DIPONEGORO LAW JOURNAL
Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

ini dicabut terhitung dari tanggal 3. Wakil Perantara Perdagangan


keputusan itu ditetapkan oleh Dewan Efek terbukti melakukan
Komisioner. Selain sanksi yang pelanggaran dalam ketentuan
diberikan oleh Otoritas Jasa angka 6 huruf b Peraturan V.E.1,
Keuangan, sanksi juga diberikan oleh Lampiran Keputusan Ketua
asosiasi profesi. Bapepam Nomor: Kep-
29/PM/1996 tanggal 17 Januari
IV. KESIMPULAN 1996 tentang Perilaku
Berdasarkan hasil penyusunan Perusahaan Efek yang
skripsi dari mulai bab pendahuluan melakukan kegiatan sebagai
sampai dengan penelitian dan Perantara Perdagangan Efek,
pembahasan maka pada bab ini sehingga izin usahanya dicabut.
penulis mencoba untuk menarik Dari hasil penelitian ini,
kesimpulan sebagai berikut: diketahui bahwa
1. Peraturan perudang-undangan pertanggungjawaban kepada
dan peraturan pelaksana di nasabah akibat pelanggaran
sektor Pasar Modal telah Wakil Perantara Perdagangan
menyebutkan ketentuan yang Efek tidak hanya ditanggung
menjadi dasar dalam menindak oleh WPPE yang bersangkutan,
Wakil Perantara Perdagangan namun pertanggungjawaban
Efek yang diduga melakukan tersebut juga harus dilakukan
pelanggaran. Otoritas Jasa oleh Perusahaan Efek sebagai
Keuangan sebagai Lembaga Pelaku Usaha Jasa Keuangan.
Pengawas dan Pemeriksa di Berdasarkan Peraturan Otoritas
sektor Jasa Keuangan dapat Jasa Keuangan Nomor
menindak pihak yang diduga 1/POJK.07/2013 tentang
melakukan Tindak Pidana di Perlindungan Konsumen di
sektor Pasar Modal dengan Sektor Pasar Modal, maka
melakukan pemeriksaan dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan
penyidikan. Penerapan pasal- wajib bertanggung jawab atas
pasal tindak pidana pelanggaran kerugian yang ditimbulkan
dengan penyelesaian pengadilan akibat kesalahan atau kelalaian
hanya digunakan sebagai pilihan pegawai dalam kasus ini adalah
terakhir, apabila sanksi Wakil Perantara Perdagangan
administratif tidak bisa berjalan. Efek. Wakil Perantara
2. Salah satu sanksi administratif Perdagangan Efek yang
yang dapat dikenakan Otoritas melakukan pelanggaran tidak
Jasa Keuangan adalah secara langsung bertanggung
pencabutan izin. Wakil jawab kepada nasabah yang ia
Perusahaan Efek yang terbukti rugikan, namun
melakukan pelanggaran dapat tanggungjawabnya dilakukan
dicabut izinnya oleh Otoritas kepada Perusahaan Efek dimana
Jasa Keuangan, dengan ia bekerja dan Otoritas Jasa
dibuatnya Keputusan Dewan Keuangan sebagai pihak yang
Komisioner dan Pengumuman memberikan izin usaha
resmi Otoritas Jasa Keuangan. perseorangan serta Asosiasi

13
DIPONEGORO LAW JOURNAL
Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Website : http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr/

Wakil Perantara Perdagangan Moleong, Lexi J. 2007. Metode


Efek Indonesia. Penelitian Kuantitatif.
Dengan memperhatikan hasil Bandung: Rosda.
penelitian dan pembahasan, dapat Soekanto, Soerjono dan Sri
disampaikan saran-saran antara lain: Mamudji. 2014. Penelitian
1. OJK melengkapi pengaturan Hukum Normatif Suatu
mengenai Wakil Perantara Tinjauan Singkat –Ed.1, -
Perdagangan Efek, karena POJK Cet.16. Jakarta: Rajawali Pers.
yang ada saat ini lebih banyak Soemitro, Roni Hanitjo, 1990.
membahas syarat dan tata cara Metodologi Penelitian Hukum
perizinan sebagai Wakil dan Jurimetri –Cet.4. Jakarta:
Perusahaan Efek sedangkan Ghalia Indonesia.
kewajiban dan larangan hanya Wijaya, Frans Hendra. 2012. Hukum
dijelaskan secara sederhana, Penyelesaian Sengketa.
akan lebih baik apabila poin- Jakarta: Sinar Grafika.
poin mengenai apa yang menjadi
hak, tugas, kewajiban dan Putusan
larangan WPPE diatur lebih rinci
seperti pada pengaturan untuk Salinan Keputusan Dewan
Wakil Manajer Investasi. Komisioner Otoritas Jasa
2. Pada ketentuan sanksi Keuangan Nomor Kep-
administratif, akan lebih baik 01/PM.112/2015.
apabila bentuk sanksi yang
disebutkan di dalam pasal
dijelaskan lebih rinci huruf per
hurufnya dan melengkapi
peraturan yang menjelaskan
mengenai prosedur penjatuhan
sanksi tersebut apabila terjadi
pelanggaran di sektor Pasar
Modal.
Diharapkan dengan melakukan
peningkatan tersebut Penegakan
Hukum Indonesia akan lebih baik di
waktu yang akan datang.

V. DAFTAR PUSTAKA
Buku Literatur
Adi, Rinto. 2004. Pengantar
Penelitian Hukum. Jakarta:
Granit.
Amiruddin dan Zainal Asikin. 2012.
Pengantar Motode Penelitian
Hukum –Ed.1-6. Jakarta:
Rajawali Pers.

14