0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
140 tayangan60 halaman

Pengawasan Rekonstruksi Mess Bea Cukai Manado

Dokumen tersebut membahas pendekatan, metodologi, dan rencana kerja pengawasan rekonstruksi bangunan mess pegawai di Manado. Konsultan akan mengerahkan tim supervisi berpengalaman untuk memantau kualitas, waktu, dan biaya pembangunan sesuai kontrak. Tujuannya adalah menyelesaikan proyek tepat waktu dan biaya.

Diunggah oleh

Fakhruddin Ali
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
140 tayangan60 halaman

Pengawasan Rekonstruksi Mess Bea Cukai Manado

Dokumen tersebut membahas pendekatan, metodologi, dan rencana kerja pengawasan rekonstruksi bangunan mess pegawai di Manado. Konsultan akan mengerahkan tim supervisi berpengalaman untuk memantau kualitas, waktu, dan biaya pembangunan sesuai kontrak. Tujuannya adalah menyelesaikan proyek tepat waktu dan biaya.

Diunggah oleh

Fakhruddin Ali
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

USULAN TEKNIS

Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan


Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

D. URAIAN PENDEKATAN, METODELOGI


DAN RENCANA KERJA

D. 1. PENDEKATAN TEKNIS DAN METODOLOGI


D.1.1. PENDEKATAN UMUM

Seperti sudah dijelaskan, bahwa tujuan pokok dari


Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor
Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C
Manado adalah untuk membantu Kementrian Keuangan Republik
Indonesia Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah
Sulawesi dalam hal ini Satuan kerja kantor pengawasan dan pelayanan
bea dan cukai tipe madya pabean C manado dengan lingkup kegiatan
pengawasan pekerjaan konstruksi.

Untuk dapat tercapainya hasil pekerjaan seperti yang


disyaratkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK)

akan mengerahkan Team Supervisi yang sudah berpengalaman luas di


bidang Supervisi konstruksi bangunan, khususnya penanganan
pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan
dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado. Team
Supervisi lapangan akan bertanggung jawab didalam pelaksanaan "Field
Engineering". Team Supervisi akan melakukan monitoring secara terus
menerus tentang kemajuan pekerjaan, pengendalian mutu dan volume
pekerjaan sesuai kontrak pelaksanaan serta masalah-masalah yang
terjadi berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan.

F-1
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

D.1.2 PENDEKATAN TEKNIS


Pekerjaan Jasa Konsultan Pengawasan pada Rekonstruksi
Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan
Cukai Tipe Madya Pabean C Manado dapat dikategorikan terdiri dari
pengawasan teknis atas:
a. Kegiatan Arsitektur /Struktur dan Mekanikal / Elektrikal meliputi:
1. Pekerjaan arsitektur bangunan.
2. Pekerjaan system mekanikal / elektrikal untuk rumah dinas
b. Pertimbangan teknis :
Penentuan pertimbangan teknis pelaksanaan pembangunan dan
administrasi proyek, dalam arti :
1. Teknis pelaksanaan pembangunan dikelompokkan secara jelas
berdasarkan urutan membangun, logis dan sistematis
disesuaikan dengan kondisi lapangan.
2. Administrasi proyek dapat dilakukan dengan mudah karena
dengan system tersebut pemilihan kontraktor dapat dilakukan
berdasarkan spesialisasi masing-masing dan dapat bekerja
secara independent tanpa terganggu satu sama lain.
Dokumen yang dihasilkan selama proses pelaksanaan
pekerjaan fisik terdiri dari :
a. Program Kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan
pengawasan.
b. Laporan Harian, Mingguan, kemudian laporan kemajuan
pekerjaan dan tenaga kerja.
c. Berita Acara pembayaran angsuran, penyerahan pekerjaan.
d. Surat perintah perubahan pekerjaan dan berita acara
pemeriksaan pekerjaan tambah kurang (jika ada).

D.1.3 PANDANGAN UMUM


Konsultan diwajibkan mengerahkan Team Supervisi yang sudah
berpengalaman luas di bidang Supervisi Konstruksi Bangunan,
khususnya penanganan pengawasan pekerjaan Rekonstruksi
bangunan. Pekerjaan Pengawasan Pengawasan Rekonstruksi Bangunan
F-2
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
Madya Pabean C Manado yang dibiayai dari dana DIPA APBN
Kementrian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bea
dan Cukai ini meliputi pekerjaan pengawasan untuk Rekonstruksi mess
pegawai.
Konsultan Pengawas yang merupakan perpanjangan tangan dari
PPK sebagai Pengguna Jasa, Kegiatan Team Konsultan pengawas
dilapangan dilaksanakan oleh sebuat tim yang dipimpin oleh seorang
Team Leader yang dalam hal ini bertindak sebagai "Engineering
Representative" sesuai dengan pengertian yang disebutkan didalam
dokumen Kontrak Fisik. Untuk mencapai hasil kerja yang maksimal dan
dapat terciptanya kondisi kerja yang baik, maka hubungan antara
konsultan dengan lembaga-lembaga yang terkait dengan proyek itu
sangatlah penting mengingat pihak Satuan kerja kantor pengawasan
dan pelayanan bea dan cukai tipe madya pabean C Manado sebagai
Pengguna Jasa, Konsultan sebagai pihak pengawas teknis dan
kontraktor sebagai pihak pelaksana, masing-masing merupakan bagian
yang tak terpisahkan didalam penentuan lancar tidaknya pelaksanaan
proyek.
Tugas dan tanggung jawab yang akan didelegasikan oleh PPK
adalah berupa tugas-tugas yang berkaitan dengan masalah Teknis
pelaksanaan fisik dan Kontrak, dimana tugas-tugas tersebut akan
diuraikan pada bagian berikutnya dari metodologi ini
D.1.4 PENGENALAN DAN PERUMUSAN PERMASALAHAN
Untuk mengusahakan agar target / sasaran proyek dapat
tercapai sesuai dengan yang direncanakan, maka kami mencoba
mengenali dan merumuskan permasalahan dalam proyek yang kami
uraikan dalam tahap berikut :
A. Deskripsi Proyek
1. Umum.
Pekerjaan Pengawasan ini melingkupi pekerjaan :
o Pekerjaan arsitektur
o Pekerjaan Struktur.
F-3
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

o Pekerjaan Mekanikal Elektrikal


B. Permasalahan Proyek.
Dari uraian tentang Deskripsi Proyek dan jadwal proyek dapat
disimpulkan bahwa pelaksanaan pengawasan harus dirancang
secara menyeluruh. Manajemen area pembangunan diatur
sedemikan sehingga kegiatan pembangunan tidak mengganggu
kegiatan lingkungan sekitar.
Walaupun demikian pada beberapa hal penting yang perlu
diperjelas dan dipersiapkan untuk kelancaran pelaksanaan yaitu :
1. Review desain, untuk mencapai keterpaduan perencanaan
teknis, penyesuaian di lapangan, serta pengendalian waktu.
2. Pelaksanaan paket-paket pekerjaan dengan system “fast
track”.
3. Pengendalian lapangan (mutu, waktu dan biaya).
4. Kondisi lokasi dan kemudahan pelaksanaannya.
5. Teknologi Pembangunan yang tepat sesuai dengan kondisi
lokasi.
C. Perumusan Masalah

Aspek Pengendalian Target yang ingin dicapai


Segi Mutu - Kualitas bahan /
material bangunan tidak
menyimpang dari RKS;
- Kualitas
pelaksanaan tidak menyimpang
dari RKS.
Segi Waktu - Waktu
pelaksanaan tidak melebihi
ketentuan dalam RKS;
- Penghematan
waktu harus berdampak pada
penghematan biaya.
Segi Biaya - Biaya dapat
ditekan, diusahakan lebih rendah
dari yang direncanakan;
- Dihindari
penumpukan dana yang belum
digunakan untuk menghindari
bunga pinjaman;
- Cash-flow harus
F-4
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

seimbang dan membentuk curva-s.

D.1.5 PENDEKATAN YANG DISARANKAN UNTUK PENGAWASAN

Pengadaan jasa Konsultan Pengawasan bertujuan untuk


mengendalikan kegiatan proyek pada tahap pelaksanaan pembangunan
fisik, sampai dengan selesainya tahap pemeliharaan, agar tidak
menyimpang dari keseluruhan program kerja proyek. Strategi
pelaksanaan proyek dengan metode Manajemen adalah sebagai berikut :
A. Menggunakan Fungsi Manajemen
i. Planning (perencanaan)
Perencanaan dapat didefinisikan sebagai penetapan tujuan
yang dapat dicapai dalam waktu yang ditentukan dengan
mempertimbangkan adanya masalah dan perubahan-
perubahan yang mungkin dapat terjadi. Perencanaan berkaitan
dengan pemilihan tujuan/sasaran, kebijaksanaan, program,
dan prosedur pencapaiannya.
ii. Organizing (pengorganisasian)
Pengorganisasian ialah penentuan, pengelompokan dan
pengaturan berbagai kegiatan dalam tujuan yang meliputi
penugasan dan hubungan kewenangan yang dituangkan dalam
bentuk struktur organisasi formal.
iii. Actuating (pelaksanaan)
Pelaksanaan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh
kelompok orang dalam suatu organisasi, yang bertujuan untuk
mewujudkan sasaran yang direncanakan dengan pedoman yang
telah ditentukan.
iv. Controlling (pengawasan)
Pengawasan adalah suatu proses pemantauan dan
pengendalian selama masa pelaksanaan kegiatan, agar hasil
pelaksanaanya sesuai dengan rencana.
Pemanfaatan fungsi manajemen ini juga akan menggunakan alat/
sarana manajemen yaitu :
1. Human Resource;
F-5
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

2. Money;
3. Material;
4. Methode;
5. Machine;
6. Technology.
B. Melakukan Pengendalian Pada Setiap Tahap Pekerjaan
Penyelenggaraan Manajemen Pengawasan pada tahap ini dilakukan
dilokasi proyek. Kegiatan pengendalian dan koordinasi dilakukan
bersama Pemberi Tugas, Konsultan Perencana dan Kontraktor.
Pengendalian demi tercapainya sasaran proyek dilakukan dengan
mengadakan pengamatan, analisa dan evaluasi kembali secara
terus menerus sepanjang waktu pelaksanaan proyek terhadap hal-
hal sebagai berikut :
i. Program proyek;
ii. Jadwal waktu;
iii. Anggaran / dana yang tersedia.
Pengamatan, analisa dan evaluasi kembali terhadap rencana kerja
dan program dilakukan oleh satu tim pelaksana tugas dilapangan /
lokasi yang terdiri dari para surveyor dan administrator, yang
didukung oleh para tenaga ahli teknis, dan yang kesemuanya
dipimpin oleh Team Leader.
Pembahasan bersama dengan penyelenggara Proyek yang terkait
dilakukan dalam rapat koordinasi dan rapat lapangan yang
diadakan pada setiap periode yang akan disepakati bersama.
C. Melakukan Pengendalian pada Aspek : Biaya, waktu, mutu dan
Tertib Administrasi.
i. Penghematan Biaya Proyek secara Keseluruhan, dapat
dilakukan melalui :
o Rekayasa nilai pada tahap evaluasi hasil perancangan
(value engineering);
o Pengurangan biaya proyek yang didapat dan hilangnya
keuntungan dan over head serta jenjang sub pelaksana

F-6
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

pembangunan fisik (kontak langsung antara Pemberi


Tugas dan para kontraktor spesialis).
ii. Penghematan waktu, dilakukan melalui :
o Pengendalian waktu pada tahap pelelangan dan
pelaksanaan fisik dengan penggunaan teknik
pengendalian waktu yang disebut perencanaan jaringan
pekerjaan (network planning) menggunakan CPM/PERT;
o Masalah yang timbul dapat dideteksi secara dini untuk
dicarikan pemecahannya sehingga tidak menghambat
waktu pelaksanaan;
o Penggunaan fast track delivery method dengan membagi
pelaksanaan pembangunan dalam beberapa paket
pekerjaan seperti diusulkan pada uraian terdahulu.
iii. Pengendalian mutu, dilakukan melalui :
o Evaluasi hasil Perancangan;
o Pemanfaatan Teknologi;
o Pengendalian Pelaksanaan.
iv. Tertib Administrasi :
Terciptanya tertib administrasi karena system pelaporan
pelaksanaan Pengawasan akan menggunakan bentuk- bentuk
standar.

D.1.6 HUBUNGAN KERJA DAN KOORDINASI


Hubungan koordinasi dengan Kontraktor, dimana Konsultan
Pengawas bertindak sebagai wakil dari Pengguna Jasa atau biasa
disebut dengan "Engineer Representative". Konsultan didalam
melaksanakan tugasnya akan memberikan saran-saran kepada
Kontraktor mengenai masalah-masalah yang berkaitan dan timbul
didalam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu Konsultan juga akan
membantu Kontraktor dengan memberikan saran-saran mengenai
metode kerja, organisasi, pemilihan dan penempatan staf/tenaga,
F-7
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

pemilihan dan penempatan peralatan kerja yang digunakan dan


membantu monitoring pelaksanaan kerja dll.
Selain itu terhadap masalah-masalah yang diperkirakan akan
timbul didalam pelaksanaan pekerjaan, akan didiskusikan secara
bersama-sama antara konsultan, kontraktor dan Pemimpin Kegiatan
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan
dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado, termasuk
didalamnya apabila diperlukan adanya revisi disain (review design)
ataupun disain ulang (redesign). Konsultan akan memberikan saran,
alternatif pemecahan masalah serta rekomendasi didalam upaya untuk
pengambilan keputusan, dimana keputusan ini nantinya harus
disetujui oleh Pengguna Jasa (PPK) sebelum dilaksanakan dilapangan.
Periodic meeting, sedikitnya sekali dalam seminggu diadakan bersama-
sama dengan kontraktor dan bilamana perlu dengan PPK untuk
mengevaluasi pelaksanaan kerja minggu sebelumnya, serta membuat
program kerja minggu berikutnya.
Sasaran pengawasan adalah terhadap pekerjaan :
a) Rekonstruksi Mess Pegawai
Team Supervisi/Konsultan Pengawas yang terdiri dari seorang
Team Leader, Ahli teknik Arsitektur, Ahli Teknik Mekanikal Elektrikal,
Ahli Teknik Sipil. Team Supervisi berkedudukan didekat lokasi
pekerjaan sebagai upaya untuk dapat memonitor secara langsung dan
terus menerus mengenai perkembangan dan kemajuan pekerjaan yang
dilaksanakan oleh kontraktor serta mengupayakan agar segala
pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan/spesifikasi yang
ada. Team Supervisi akan membuat laporan kemajuan dan aktifitas
Kontraktor sebagai pelaksana fisik.
Pekerjaan-pekerjaan ini juga mencakup hal-hal seperti
pembuatan rekayasa lapangan, Contract Change Order, menganalisa
klaim Kontraktor, memeriksa pengajuan Pembayaran (termin) lihat
gambar F.1 lengkap dengan Back Up datanya, serta penyiapan
Professional Hand Over (PHO).

F-8
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

Gambar F.1. Hubungan kerja secara hukum

F-9
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

Gambar F.2. Hubungan kerja secara hukum

F - 10
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

Gambar F.3. Hubungan kerja secara teknis

F - 11
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

D.1.7 U M U M
Secara umum tugas dari Konsultan Pengawas Teknik adalah
melakukan Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor
Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C
Manado.
Kegiatan Pengawasan ini dapat dikelompokkan dalam pekerjaan-
pekerjaan berikut :
1) Supervisi Lapangan (Field Supervision)
2) Evaluasi Jadwal Kerja Kontraktor (Work Schedule)
3) Survai Engineering (Engineering Survey)
4) Pengawasan (Inspection)
5) Test Material (Material Testing) pada instansi teknis yang
independent.
6) Administrasi (Contract Administration)
7) Penyerahan Pekerjaan Konstruksi (Provisional Hand Over)
8) Pelaporan (Reporting).
F.1.7.1 Fungsi Konsultan Pengawas
1) Fungsi administratif
Membantu Pengguna Jasa dalam memahami dan
melaksanakan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum
dalam dokumen kontrak, terutama sehubungan dengan
penentuan kewajiban dan tugas Penyedia Jasa Pemborongan.
Mengadakan komunikasi dan surat-menyurat, membuat
memorandum (bila perlu) atas pekerjaan dilapangan.
Membuat dokumentasi hasil-hasil test pelaksanaan
pekerjaan berupa, foto-foto yang dibuat sebelum pekerjaan
berlangsung (mulai), sedang berjalan dan pekerjaan selesai, serta
kejadian di lapangan lainnya.
Menyiapkan dokumen sehubungan dengan Contract Change
Order (CCO) dan Addendum sehingga perubahan-perubahan
kontrak yang diperlukan dapat dibuat secara optimal dengan

12
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

mempertimbangkan semua aspek yang ada, Menyiapkan dan


menyampaikan laporan pekerjaan secara berkala.
2) Fungsi pengawasan teknis
A. Melaksanakan pengawasan umum, pengawasan
lapangan, koordinasikan dan inspeksi kegiatan -
kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis
maupun administratif teknis yang dilakukan dapat
terus menerus, sampai dengan pekerjaan diserahkan
untuk kedua kalinya.
B. Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas
dari bahan atau komponen bangunan, peralatan dan
perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan
dilapangan atau ditempat kerja lain.
C. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil
tindakan yang dapat dan cepat, agar batas waktu serta
kondisi seperti yang tercantum dalam dokumen
kontrak terpenuhi.
D. Memberikan petunjuk, perintah, penambahan atau
pengurangan pekerjaan dan harus menyampaikan
kepada Pembuat Komitmen / PTP untuk disarankan
kepada Penanggung Jawab Kegiatan.
E. Memberikan petunjuk, perintah sejauh tidak mengenai
pengurangan dan penambahan biaya dan waktu serta
tidak menyimpang dari kontrak, dapat langsung
disampaikan kepada pemborong dengan
pemberitahuan kepada Pembuat Komitmen / PTP.
F. Memberikan bantuan dan petunjuk kepada Pemborong
dalam mengusahakan perijinan sehubungan dengan
pelaksanaan pembangunan.
D.1.7.2 Tanggung Jawab Konsultan Pengawas
Konsultan pengawas bertanggung jawab penuh kepada
Pejabat Pembuat Komitmen sebagai penanggung jawab kegiatan,
bahwa hasil pelaksanaan pekerjaan oleh Penyedia Jasa

13
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

Pemborongan benar-benar sesuai ketentuan kontrak


pemborongan. Konsultan akan memberikan jaminan segala ijin
kerja, persetujuan dari setiap jenis/langkah pelaksanaan dan
persyaratan konstruksi yang telah dikeluarkan. Untuk
memperjelas uraian tersebut, pada Gambar : Bagan alir
kerangka kerja konsultan supervisi. dijelaskan mengenai
Kegiatan Pengawasan Pekerjaan, dari tahap awal sampai tahap
akhir pekerjaan.

14
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

Gb. Bagan Alir Kerangka Kerja Konsultan Supervisi

D.1.7.3 Tugas Konsultan Pengawas


a). Pengendalian Teknis
Bertindak untuk dan atas nama Pengguna Jasa
mengendalikan pelaksanaan fisik pembangunan yang
dilakukan oleh Penyedia Jasa Pemborongan pada saat pre-
audit, monitoring dan post-audit, meliputi :
 Aspek mutu hasil pekerjaan;
 Aspek volume pekerjaan;
 Aspek waktu penyelesaian pekerjaan;
 Aspek biaya keseluruhan pekerjaan.
Segala sesuatunya harus merujuk kepada ketentuan dan
syarat-syarat yang tercantum dalam kontrak pemborongan.

15
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

1). Rentang kendali pre-audit


Kegiatan konsultan dalam rangka pengendalian teknis dalam
rentang “pre-audit” adalah seluruh kegiatan konsultan
sebelum melakukan pengawasan, yang terdiri dari :
— Pengumpulan dan analisa terhadap data;
— Pengecekan hasil perencanaan dengan membandingkan
terhadap kondisi lapangan;
— Pemeriksaan terhadap kesiapan Penyedia Jasa
Pemborongan, yang meliputi material, peralatan, tenaga
dan jadwal pelaksanaan.
Kegiatan pengumpulan dan analisa data, informasi dan hasil
perencanaan akan menghasilkan catatan mengenai seluruh
pekerjaan antara lain :
— Jenis pekerjaan;
— Kuantitas pekerjaan;
— Kualitas yang dipersyaratkan;
— Schedule pelaksanaan;
— Schedule pembayaran.
Pengecekan hasil perencanaan dilakukan dengan cara
membawa hasil perencanaan ke lokasi untuk menentukan
apakah hasil perencanaan tersebut telah sesuai dengan
kondisi yang ada. Apabila ternyata dari hasil pengecekan
hasil design tidak sesuai dengan kondisi lapangan, konsultan
team supervisi akan membuat alternatif lain yang sesuai
untuk diajukan kepada Pengguna Jasa. Material dan
peralatan yang didatangkan Penyedia Jasa Pemborongan
akan diperiksa terlebih dahulu oleh konsultan, sehingga
benar-benar memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.
Jadwal waktu yang dibuat oleh Penyedia Jasa Pemborongan
akan diteliti lebih dahulu apakah sudah memadai terhadap
volume pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan perkiraan
tenaga kerja/tukang yang akan mengerjakannya serta alat
yang akan digunakan. Apabila menurut analisa tidak

16
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

seimbang antara volume dengan tenaga kerja dan peralatan


terhadap waktu yang tersedia maka konsultan akan
menyarankan kepada Penyedia Jasa Pemborongan untuk
menyiapkan tenaga kerja dan peralatan yang memadai agar
bisa selesai tepat pada waktunya.
Penyimpangan biaya keseluruhan biasanya disebabkan oleh
adanya pekerjaan tambahan sebagai akibat dari perubahan
design dan pertambahan volume pekerjaan. Agar tidak terjadi
perubahan biaya terlalu besar, konsultan akan menggantikan
nilai pekerjaan tambah itu dengan pengurangan pekerjaan
lainnya sehingga terjadi kompensasi dan tidak memerlukan
biaya tambah sepanjang hal tersebut memungkinkan dan
mendapat peretujuan dari Pemimpin Kegiatan. Dalam hal ini,
konsultan berupaya menghindari pekerjaan tambah, justru
mengupayakan pekerjaan kurang jika memang dari evaluasi
teknis dan biaya memungkinkan untuk dilakukan pekerjaan
kurang.
2). Rentang kendali monitoring
Kegiatan pengendalian teknis rentang monitoring adalah
kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama masa pelaksanaan
pekerjaan. Meskipun konsultan pengawas telah melakukan
pre-audit namun setiap langkah pelakanaan pekerjaan akan
terus dimonitor agar kalau terjadi penyimpangan segera
diketahui dan dapat diluruskan kembali sesuai petunjuk
yang benar. Selama periode ini konsultan akan selalu
melakukan evaluasi terhadap progres dan kualitas pekerjaan
yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Pemborongan.
Dalam melakukan monitoring, kerjasama antara anggota tim
akan kita jaga sebaik-baiknya sehingga informasi dan
pelaporan bisa berjalan dengan cepat, sehingga kerugian
yang menyangkut aspek mutu, volume, waktu dan biaya
keseluruhan hasil pekerjaan dapat dihindari atau ditekan
sekecil-kecilnya, selain mengawasi pekerjaan fisik konsultan

17
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

pengawas juga memonitor aspek lingkungan sekitar kegiatan,


agar jangan sampai pelaksana lapangan berikut tukang-
tukangnya mengganggu, mematikan serta merusak flora dan
fauna yang ada. Faktor keselamatan kerja juga akan
dimonitor secara rutin dengan memperhatikan peraturan-
peraturan yang berlaku.

3). Rentang kendali post-audit


Setiap kemajuan penyelesaian pekerjaan akan merupakan
prestasi kerja bagi Penyedia Jasa Pemborongan. Kemajuan
fisik ini akan dipakai untuk kemajuan pembayaran senilai
hasil kerjanya. Namun Penyedia Jasa Pemborongan tidak
bisa menyajikan permintaan pembayaran sebelum mendapat
rekomendasi dari konsultan pengawas bahwa hasil
pekerjaannya sudah memenuhi persyaratan teknis atau
tidak.
b). Pengendalian Atas Proses Koordinasi Terkait
Konsultan pengawas dalam rangka melaksanakan tugas
pengendalian teknis tersebut di atas berkewajiban
mengendalikan proses koordinasi yang perlu dilakukan oleh
pihak lain (khususnya oleh Pengguna Jasa). Koordinasi
dengan instasi terkait, antara lain dilakukan dengan :
 Pemimpin kegiatan fisik;
 Konsultan lain yang terkait;
 Instansi terkait lainnya.
c). Pengendalian Administrasi Kegiatan
Dalam hal ini konsultan pengawas berkewajiban merancang,
memberlakukan serta mengendalikan pelaksanaan
keseluruhan sistem administrasi kegiatan yang diawasinya,
yaitu mencakup antara lain : surat, memorandum, risalah,
laporan, contoh barang, foto, berita acara, gambar, sketsa,
brosur, kontrak, addendum dan lain-lain yang dianggap

18
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

perlu. Langkah-langkah dan tindakan yang akan dilakukan


konsultan pengawas untuk maksud tersebut adalah :
 Mempelajari, menanggapi, memecahkan dan
menyelesaikan sampai tuntas maksud dari surat masuk
maupun keluar;
 Memperhatikan memorandum dan risalah untuk
pedoman dalam pelaksanaan tugas konsultan;
 Mempersiapkan dan mengecek contoh barang agar
memenuhi persyaratan yang ditetapkan baik kualitas dan
kuantitas;
 Membuat foto-foto dokumentasi pada setiap paket
pekerjaan;
 Mempelajari dan mengecek gambar-gambar/sketsa
pelaksanaan agar sebelum maupun sesudah pekerjaan
selesai tidak terjadi penyimpangan;
 Membantu/menyiapkan addendum serta hal-hal lain
yang dianggap perlu dalam penyelesaian pekerjaan.
d). Evaluasi Rencana kegiatan
Konsultan pengawas melakukan evaluasi atas rencana
kegiatan yang akan dilaksanakan serta menyarankan
perubahan/penyempurnaan/penyesuaian rencana yang
perlu dilakukan (bila ada) guna menjamin tercapainya
maksud dan tujuan kegiatan.
e). Verifikasi Hasil Pekerjaan Penyedia Jasa Pemborongan
Konsultan pengawas berwenang dan pada saatnya
berkewajiban menyatakan bahwa hasil pekerjaan Penyedia
Jasa Pemborongan telah memenuhi segala persyaratan untuk
proses selanjutnya, yaitu persetujuan Pengguna Jasa dan
Memasukan Dokumen Laporan Konsultan Pengawas.
D.1.7.4 Kontrol Sistimatik terhadap Kegiatan Lapangan
Dalam konteks lebih luas, pekerjaan supervisi mengemban juga
fungsi kontrol manajemen kegiatan konstruksi. Sebelum

19
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

memeriksa hasil pekerjaan, perlu diperiksa dahulu persiapan


kerjanya. Persiapan pekerjaan yang dilakukan setengah-setengah
atau dengan cara perencanaan yang mendadak akan
mengakibatkan hasil kerja yang tidak memuaskan. Untuk
menanggulangi masalah ini, Pengawas lapangan perlu
menerapkan sistim kontrol yang sistimatik di lapangan. Kontrol
yang sistimatik terhadap kegiatan di lapangan memiliki tiga
tujuan, yaitu :
 Meninjau secara periodik hasil dan kemajuan pekerjaan
pada beberapa bidang kegiatan pokok. Bilamana terdapat
kekurangan, maka harus dikembangkan sasaran jangka
pendek dan program kerja untuk penyelesaiannya.
 Memastikan bahwa pekerjaaan pengawasan berjalan
secara benar sehingga peringatan secara dini dapat
diberikan apabila terjadi sesuatu kesalahan.
 Mengamankan bahwa biaya yang sudah dianggarkan
oleh kegiatan tidak di-lampaui bila tidak terjadi perubahan
kontrak.
Kegiatan pokok yang perlu dikontrol pada waktu peninjauan di
lapangan, yaitu :
 Pencapaian target kemajuan fisik.
 Pencapaian target keuangan
 Pengadaaan dan pembelian barang, bahan dan
peralatan.
 Pemakaian tenaga kerja dan peralatan untuk menjamin
efektivitas dan efisiensi kerja lapangan.
 Pemantapan kerja sama antar pekerja kegiatan dari
seluruh bagian/divisi.
 Hubungan dengan pihak Pengguna Jasa.
Tiap bidang tersebut di atas ditinjau apakah situasinya mantap,
kurang memadai atau menunjukan tendensi yang tidak
menggembirakan. Dengan mengetahui keadaan dan situasi

20
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

masalah dengan benar, maka langkah-langkah yang diambil


untuk mengatasinya akan lebih cepat dan efektif.
D.1.7.5 Penugasan Pengawasan Lapangan
Konsultan pengawas menempatkan timnya dilapangan sesuai
dengan penjadwalan kegiatan konsultan pengawas.
Yang pada dasarnya Team Konsultan Pengawas stand by terus
dilapangan, maupun semua kegiatan yang berjalan yang
dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana
D.1.7.6 Pengontrolan Kegiatan
Merencanakan dan membangun adalah suatu aktifitas yang
dinamis, dan yang dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor.
Karena itu network/scurve chart yang telah disetujui sebagai
pegangan untuk pelaksanan harus secara periodik atau sesuai
kondisi dicheck kembali :
Apakah waktu yang direncanakan telah ditepati;
Akan ditepati dalam jangka panjang atau segera;
Nantinya akan ditepati (jangka panjang).
Bila perlu dapat diadakan perubahan baru untuk mengendalikan
jalannya kegiatan seperti yang dikehendaki.
D.1.7.7 Sistim Informasi Manajemen Kegiatan
Sistim informasi manajemen kegiatan pada hakekatnya adalah
suatu sistim untuk mendukung pihak Pimpinan Kegiatan dalam
memantau dan mengendalikan kegiatan. Tujuan sistim ini untuk
digunakan pihak Pemilik dalam mendapatkan informasi kegiatan
setiap saat atau secara berkala, cepat dan akurat. Sistim ini
dibuat dan dikembangkan berdasarkan studi dan evaluasi
situasi dan kondisi yang dihadapi di lapangan serta
mengintegrasikan keinginan-keinginan dari pihak Pemimpin
Kegiatan yang mewakili pihak Pengguna Jasa tentang apa-apa
yang mau dimonitor dan dikendalikan.
Di project-site setiap saat hasil pekerjaan fisik berkembang
bertambah banyak dan supaya perkembangannya terjadi

21
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

menurut rencana, dimana rencana tersebut dijabarkan dalam


besaran uang dan besaran waktu.
 Khusus untuk mengontrol mutu pekerjaan fisik, peranan
sistim informasi manajemen kegiatan hanya sebagai
penerus informasi saja. Pengontrolan mutu pekerjaan
dilakukan oleh petugas khusus dan harus dilaksanakan
dilapangan, tidak dapat dilaksanakan di kantor. Tolok ukur
pengukuran mutu pekerjaan adalah dokumen tender
(Spesifikasi Pekerjaan).
 Perkembangan pekerjaan yang terjadi selalu diikuti oleh
perkembangan datanya atau dimonitor dimana
perkembangan suatu kegiatan selalu diikuti oleh
perkembangan data kegiatannya. Volume data kian hari
kian membengkak sesuai dengan perkembangan pekerjaan
secara fisik.
 Data kegiatan sesungguhnya belum dapat memberikan
informasi kepada Pengguna Jasa, karena masih belum
diolah, jadi masih mentah. Data kegiatan yang telah
dikumpulkan secara periodik kemudian diolah/diproses
untuk dijadikan informasi kegiatan (laporan kegiatan).
Artinya, dari laporan kegiatan dapat diketahui
perkembangan pekerjaan yang nyata terjadi (prestasi
aktual). Dari laporan kegiatan ini Pemimpin Kegiatan baru
dapat mengevaluasi perkembangan kegiatannya dengan
cara memperbandingkannya terhadap rencana.
 Pemimpin kegiatan mengendalikan kegiatannya dengan
keputusan-keputusan yang dibuat dan diimplementasikan
ke project site. Hasil dari implementasinya menciptakan
data kegiatan baru dan dengan demikian siklus project
management control system berulangkali. Siklus ini baru
berhenti apabila kegiatan telah selesai.

22
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

D.1.8 T E K N I S
D.1.8.1 Pengendalian Mutu
Selama periode kontruksi, konsultan akan senantiasa
memberikan pengawasan, arahan, bimbingan dan instruksi yang
diperlukan kepada Penyedia Jasa Pemborongan guna menjamin
bahwa semua pekerjaan dilaksanakan dengan baik, tepat
kualitas. Aspek-aspek pengendalian mutu yang perlu
diperhatikan dalam pelaksanaan konstruksi antara lain sebagai
berikut di bawah ini namun tidak terbatas pada :
A. Peralatan Laboratorium dan Personil
Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui
kekuatan konstruksi beton yang tidak bisa dilakukan di
lapangan. Personil/tenaga yang terkait untuk maksud
pengujian harus cukup berpengalaman dan mengenal dengan
baik tentang testing laboratorium maupun lapangan.
B. Penyimpanan Bahan/Material
Mekanisme penyimpanan bahan/material dilakukan sebagai
berikut :
Bahan-bahan harus disimpan dengan suatu cara yang
sedemikian rupa untuk menjamin perlindungan kualitas.
Bahan-bahan yang disimpan harus ditempatkan sedemikian
rupa yang mudah dapat diperiksa oleh konsultan. Tempat
penyimpanan harus bebas dari tumbuhan, puing, dan
mempunyai drainase yang lancar. Bahan-bahan yang
diletakkan langsung di atas tanah tidak boleh digunakan
dalam pekerjaan, kecuali tempat kerja tersebut telah
dipersiapkan dan diberi lapisan atas dengan suatu lapisan
pasir atau kerikil setebal 10 cm.
Bahan-bahan harus disimpan dengan cara yang sedemikian
rupa untuk mencegah segregasi dan untuk menjamin gradasi
yang sesuai serta mengontrol kadar air. Tinggi maksimum
tumpukan 5 m.

23
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

C. Cara Pengangkutan Material/Campuran


Konsultan dapat mengenakan pembatasan bobot
pengangkutan untuk perlindungan terhadap setiap jalan
atau struktur yang ada di sekitar pekerjaan. Bilamana terjadi
gangguan di antara operasi berbagai pekerjaan, konsultan
akan mempunyai wewenang untuk memerintahkan Penyedia
Jasa Pemborongan dalam menentukan urutan pekerjaan
yang diperlukan guna mempercepat penyelesaian seluruh
pekerjaan.
D. Pengujian Material yang Akan Digunakan
Semua material dari setiap bagian pekerjaan akan di
inspesikan oleh konsultan. Team konsultan setiap saat akan
membuat rencana untuk menginspeksi material yang akan
digunakan berdasarkan atas jadwal kerja Penyedia Jasa
Pemborongan. Walaupun bahan-bahan yang disimpan telah
disetujui sebelum penyimpanan, namun dapat diperiksa
ulang dan ditest kembali oleh konsultan. Material yang akan
digunakan harus ditest di laboratorium untuk mendapat
persetujuan dari konsultan, jenis dan jumlah test seperti
yang disebutkan dalam spesifikasi.
E. Pengujian Rutin Laboratorium
Selama pelaksanaan seperti yang disebutkan dalam
spesifikasi, bahan-bahan atau campuran-campuran perlu
dilakukan pengujian rutin harian atau selama pekerjaan
berlangsung guna menjamin kualitas sesuai dengan
persyaratan. Jenis dan frekuensi/jumlah test rutin ini seperti
yang disebutkan dalam spesifikasi.
F. Test Lapangan
Test lapangan ini dilakukan terhadap pekerjaan Mekanikal
dan elektrikal sesuai dengan aturan pengujiannya
Pengujian test akhir dari semua kegiatan.

24
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

G. Administrasi Pekerjaan dan Formulir-Formulir


kelengkapan administrasi pekerjaan yang umum digunakan.
Contoh form-form yang diperlukan pekerjaan antara lain
sebagai berikut di bawah ini dapat dilihat pada Lampiran.
Form-form contoh ini dapat dimodifikasi/ sesuai dengan
keperluan pekerjaan. Form-form yang dimaksud antara lain :
 Buku direksi
 Time schedule
 Request dan shop drawing
 Laporan harian, mingguan dan bulanan
 Record cuaca
 Photo dokumentasi
 Change order (bila ada)
 Addendum (bila ada)
 Berita Acara Pembayaran
 Berita Acara Penyerahan pertama dan kedua
 Dan lain-lain disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.
D.1.8.2 PENGENDALIAN KUANTITAS
Pengawasan kuantitas (Quantity Control), akan mengecek
bahan-bahan/campuran yang ditempatkan atau yang
dipindahkan oleh Penyedia Jasa Pemborongan atau yang
terpasang. Konsultan akan memproses bahan-bahan/campuran
berdasarkan :
 Hasil pengukuran yang memenuhi batas toleransi
pembayaran.
 Metode perhitungan
 Lokasi kerja
 Jenis pekerjaan
 Tanggal diselesaikannya pekerjaan.
Setelah produk pekerjaan memenuhi persyaratan, baik kualitas
maupun kuantitas, dan persyaratan lainnya, maka pengukuran
kuantitas dapat dilakukan agar volume pekerjaan dengan

25
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

teliti/akurat yang disetujui oleh konsultan sehingga kuantitas


dalam kontrak adalah benar diukur dan dibayar oleh konsultan
dan mendapat persetujuan Pengguna Jasa. Beberapa
pengukuran pekerjaan tersebut antara lain :
1) Pengukuran meter persegi (m2)
Pengukuran di lapangan dapat dilakukan dengan meteran,
yaitu panjang dan lebar, setelah ketebalan memenuhi
persyaratan tebal minimal atau toleransi yang digunakan
dan spesifikasi.
2) Pengukuran meter panjang (m1)
Pengukuran di lapangan dapat dilakukan dengan meteran,
setelah penampang suatu konstruksi sesuai dengan gambar
(dimensinya).
3) Pengukuran meter kubik (m3)
Pengukuran di lapangan dapat dilakukan dengan meteran
untuk panjang dan lebar. Sedangkan untuk ketebalan dapat
diukur dengan alat ukur sehingga panjang, lebar, dan tebal
menghasilkan volume yang akurat.
4) Pengukuran berat (ton)
Untuk pengukuran ton dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara
:
— Pertama, yaitu penimbangan dengan timbangan.
— Kedua, dengan pengukuran meter kubik dikalikan
berat jenis bahan tersebut (berat jenis dapat diketahui
dari laboratorium).
D.1.8.3 PENDENDALIAN WAKTU
Di dalam pekerjaan, alat berat, tenaga kerja dan jumlah jam
kerja per hari adalah sangat erat sekali hubungannya dengan
waktu pelaksanaan penyelesaian pekerjaan. Berikut ini
dijelaskan bagaimana pengendalian waktu perlu mendapat
perhatian agar tidak terjadi perpanjangan waktu yang tidak perlu
yang akan memboroskan waktu, tenaga dan biaya.

26
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

A. Schedule Penyedia Jasa Pemborongan


Sebelum pekerjaan dimulai konsultan akan mengecek
schedule pelaksanaan yang dibuat Penyedia Jasa
Pemborongan. Apakah rencana kerja progres pekerjaan yang
ditargetkan sudah layak dan realistis. Misalnya dalam
musim hujan, target pekerjaan lebih kecil bila dibandingkan
pada musim kemarau untuk pekerjaan saluran dengan
kondisi kerja yang sama. Kemudian dicek juga apakah
construction methode dan urutan kerja Penyedia Jasa
Pemborongan sudah sistematis, konsepsional dan benar ?
Selanjutnya, berdasarkan schedule Penyedia Jasa
Pemborongan yang sudah disetujui, konsultan pengawas
akan mengendalikan waktu pelaksanaan tersebut. Time
schedule ini bisa dijabarkan ke dalam target harian,
sehingga setiap hari dapat dicek apakah target volume
tersebut bisa tercapai atau tidak ? Bila target tidak tercapai,

27
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

maka selisih volume diprogramkan/dikejar untuk schedule


hari berikutnya.
Bila time schedule yang dibuat dan disetujui tersebut
dilaksanakan sebagaimana mestinya dan dikendalikan
dengan baik, maka diharapkan pekerjaan bisa diselesaikan
“on schedule”.
B. Penggunaan Peralatan Penunjang
Untuk mengerjakan pekerjaan yang tingkat
kesulitannya besar, dalam artian kalau tidak menggunakan
alat berat tidak efesien dan efektif, bisa kombinasi/beberapa
jenis alat dan jumlah alat yang mencukupi. Pertama harus
diketahui/dihitung kapasitas alat, kalau alat tersebut
adalah suatu kombinasi, maka kapasitas yang
diperhitungkan adalah yang terkecil. Dari alat tersebut
dihitung produksi nyata per jam, kemudian produksi
terkecil yang digunakan untuk evaluasi pengendalian
waktu.
Untuk rencana sekian jam kerja per hari, apakah
mampu alat tersebut menghasilkan produk sesuai volume
yang ditargetkan ? Bila tidak tercapai, perlu diambil
tindakan-tindakan, antara lain : menambah jumlah alat
atau menambah jam kerja/over time, sedemikian rupa
sehingga volume pekerjaan yang direncanakan bisa
diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.
C. Tenaga Kerja
Demikian juga tenaga kerja, untuk suatu pekerjaan
diperlukan tenaga kerja yang mencukupi, sehingga
pekerjaan akan bisa dikerjakan oleh tenaga kerja sesuai
dengan jadwal/waktu yang ditentukan. Bila kondisi
pekerjaan diperkiraan tidak bisa diselesaikan, maka tenaga
kerja perlu ditambah atau kerja dua shift atau kerja
lembur/over time. Dengan tenaga kerja yang cukup dan jam

28
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

kerja yang cukup/efektif, maka pelaksanaan pekerjaan


diharapkan bisa tepat waktu sesuai yang ditargetkan
D. Jumlah Jam Kerja
Penyelesaian suatu pekerjaan sangat tergantung pada
jam kerja per hari. Jumlah jam kerja yang sedikit akan
menghasilkan produk yang lebih kecil dibandingkan bila
jam kerja per harinya lebih banyak.

Jam kerja perlu disesuaikan dengan kapasitas alat,


tenaga kerja, sedemikian rupa sehingga volume pekerjaan
yang ditargetkan bisa diselesaikan. Kalau suatu pekerjaan
tidak bisa diselesaikan dalam satu hari siang, maka perlu
untuk kerja malam/ over time.
Dalam administrasi pengendalian waktu, agar pengendalian
dapat dicapai secara optimal, maka konsultan harus
memahami secara sungguh-sungguh Network Planning yang
umumnya telah dibuat oleh Penyedia Jasa Pemborongan
dengan metode lintas kritis (Critical Path Methode/CPM).
Mengingat sangat pentingnya “Network Planning” ini dalam
suatu pekerjaan pengawasan, maka konsultan akan
menganalisa secara rutin “Network Planning” tersebut bila
memang diperlukan.
Pengendalian schedule pelaksanaan lainnya dapat
menggunakan “Barchart/S-curve” yang biasa dan juga
dapat digunakan “Vector Diagram” yang baik/cocok untuk
pekerjaan jalan karena dapat mengetahui/menunjukkan
lokasi dan waktu. Schedule ini, pada arah “basis”
menunjukkan lokasi, sedangkan arah “ordinat”
menggambarkan waktu.

29
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

F.1.8.4 PENGENDALIAN BIAYA


Di dalam kontrak pelaksanaan pekerjaan tercantum :
 Biaya pekerjaan
 Quantity/Volume Pekerjaan
 Harga satuan pekerjaan
Guna pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan, hal-hal pokok
yang perlu diperhatikan antara sebagai berikut :
Pengukuran hasil pekerjaan, perlu dilakukan dengan akurat dan
benar-benar sehingga kwantitas yang dibayar sesuai dengan
gambar rencana. Dengan demikian volume dalam kontrak tidak
dilampaui yang pada akhirnya biaya yang dikeluarkan sudah
sesuai dengan yang dianggarkan.
Pekerjaan yang bisa dibayar adalah pekerjaan yang sudah
diterima dari pengukuran/kwantitas, sehingga biaya yang
dikeluarkan adalah benar-benar untuk pekerjaan yang sudah
memenuhi spesifikasi.
Pekerjaan yang bisa dibayar adalah pekerjaan dengan harga
satuan pekerjaan yang tercantum dalam kontrak pelaksanaan,
sehingga biaya pekerjaan dibayarkan sesuai dengan item
pekerjaan yang ada di kontrak.

30
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

A. Berita Acara Pembayaran (Termin)


Konsultan Pengawas membantu PPK dalam hal pembayaran
kepada Kontraktor pelaksana.
Resident Engineer / Team Leader akan memeriksa
kemajuan pekerjaan yang diajukan oleh kontraktor
pelaksana dan apabila telah dianggap sesuai dengan
sebenarnya yang telah terjadi di lapangan, selanjutnya
dapat disetujui untuk menandatangani bersama oleh wakil
Penyedia Jasa Pemborongan, konsultan, dan Pejabat
Pembuat Komitmen.

31
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

DIAGRAM ALIR START


P ENGAJ UAN DANA PEMBAYARAN
OLEH KONTRAKTOR
PENGAJUAN
PEMBAYARAN

DATA PELENGKAP
(Back up data)
- Tanggal
- Station
- Lokasi
- Volume
- Material
- Alat
- Gambar
- dll.

CHECK DATA
PELENGKAP

PENGUKURAN
BERSAMA (A)

REVISI/MELENGKAPI PERHITUNGAN/
Tidak
DATA PENCETAKAN

Ya

REVISI PENGAJUAN

PENGECEKAN
BERDASARKAN
Tidak
SPESIFIKASI DAN
GAMBAR RENCANA

Ya

CHECK TERHADAP
DAFTAR KUANTITAS &
HARGA (B)

BACK UP DATA KOMULATIVE VOLUME


MONTHLY YANG TELAH SELESAI
CERTIFICATE DIBAYAR (B) - (A) = (V)

MENYIAPKAN
MONTHLY SERTIFICATE
(MC)

PERSETUJUAN Tidak

Ya

PEMBAYARAN
KONTRAKTOR

Gambar F.9. Diagram Alir Pengajuan Pembayaran Jasa Pemborongan

32
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

B. PEMERIKSAAN PEMBAYARAN AKHIR


Tim Pengawas Teknik akan memeriksa kembali seluruh
pembayaran yang telah lalu. Apabila terdapat kesalahan,
pembayaran terdahulu yang sudah disetujui masih dapat
dikoreksi pada pembayaran berikutnya. Dalam tahap
pembayaran akhir, perlu diperiksa dan dievaluasi kuantitas
yang telah dibayar sebelumnya, sehingga kuantitas/volume
yang dibayar dalam pembayaran akhir merupakan final
quantity yang benar.
C. PROSEDUR PERUBAHAN (CONTRACT CHANGE ORDER)
(bila ada)
Perubahan terhadap pekerjaan dapat dimulai oleh
Engineer atau Penyedia Jasa Pemborongan dan harus
disetujui dengan suatu Perintah Perubahan yang ditanda-
tangani oleh kedua belah pihak. Jika dasar pembayaran
yang ditetapkan dalam suatu Perintah Perubahan tersebut
menyajikan suatu perubahan dalam struktur Harga Satuan
Jenis Pembayaran atau suatu perubahan yang diperkirakan
dalam Jumlah Kontrak, maka Perintah Perubahan harus
dirundingkan dan dirumuskan dalam suatu Addendum.

33
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

F.1.9 SERAH TERIMA PEKERJAAN


Bila Penyedia Jasa Pemborongan menganggap pekerjaan akan
selesai, termasuk semua kewajiban pada Perioda Jaminan, maka
ia harus membuat permohonan untuk serah terima pertama
(PHO). Setelah pekerjaan perbaikan yang diminta oleh Panitia
Serah Terima selesai dilakukan, yang dilanjutkan dengan
pemeriksaan akhir terhadap pekerjaan tersebut, maka konsultan
membantu mempersiapkan serah terima kedua (FHO).

F.1.10 PERNYATAAN PERHITUNGAN AKHIR


Penyedia Jasa Pemborongan harus membuat permohonan untuk
pembayaran perhitungan akhir, bersama-sama dengan semua
rincian pendukung sebagaimana diperlukan oleh engineer.
Setelah peninjauan kembali oleh engineer dan jika diperlukan
amandemen oleh Penyedia Jasa Pemborongan, engineer akan
mengeluarkan suatu pernyataan Perhitungan Akhir yang
disetujui untuk pembayaran oleh Pengguna Jasa.

F.1.11 DOKUMEN CATATAN PEKERJAAN


Penyedia Jasa Pemborongan harus memelihara catatan yang
cermat tentang semua perubahan dalam Dokumen Kontrak dan
Dokumen Catatan Pekerjaan selama pelaksanaan pekerjaan.

F.1.12 DOKUMEN / PELAPORAN


Selama proses pengawasan pelaksanaan pekerjaan dan
akhir dari pelaksanaan pekerjaan, maka konsultan akan
membuat laporan, yaitu : laporan pendahuluan, laporan
mingguan, laporan bulanan dan laporan akhir. Laporan
mingguan/bulanan berisi tentang progres fisik pekerjaan dan
kendala-kendala selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung
untuk setiap minggu/bulannya. Proses penyusunan laporan
mingguan/bulanan akan mengacu kepada laporan dari field
engineer dan pengawas lapangan untuk setiap lokasi yang akan

34
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

diawasi. Sebelumnya diarsipkan maka perlu dilakukan


pembahasan bersama-sama dengan direksi.
Sedangkan laporan Akhir berisikan tentang perhitungan volume
akhir pekerjaan dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan. Laporan
tersebut akan dilengkapi dengan foto-foto dokumentasi yang
bedasarkan prosentase kemajuan pekerjaan (0 %, 25 %, 50 %, 75
% dan 100 %). Secara rinci, isi laporan adalah sebagai berikut :
1. Laporan pendahuluan.
Terdiri dari : Pemahaman Konsultan terhadap kerangka
acuan kerja (KAK), Rencana Kerja, Metodologi Pelaksanaan
Kegiatan, Rencana Mobilisasi Tenaga Konsultan/skema
tenaga dan hasil survey awal, diskripsi umum lokasi
pengawasan. Laporan ini diserahkan paling lambat 14
(empat belas) hari setelah Surat Perintah Mulai kerja
(SPMK).
2. Laporan Harian, Mingguan dan Bulanan
 Laporan Harian, terdiri dari : Laporan kemajuan
pekerjaan setiap hari, jumlah pekerja, keadaan dan
jumlah material yang masuk, cuaca, hal-hal lain yang
terjadi di lapangan/mempengaruhi pekerjaan.
Dimasukkan setiap awal minggu berjalan setelah
pekerjaan dilaksanakan atau setiap saat bila
diperlukan oleh Kegiatan Pengembangan Kawasan
Permukiman.
 Laporan Mingguan, terdiri dari : Laporan kemajuan
pekerjaan/progres fisik setiap minggu, masalah
dilapangan dan masukan/usulan perubahan pekerjaan
bila perlu. Laporan ini dimasukan setiap awal minggu
berjalan setelah pekerjaan dilaksanakan.
 Laporan Bulanan, terdiri dari : Resume/kumpulan
laporan harian dan mingguan. Laporan bulanan
disampaikan pada tiap tanggal 25 dalam bulan berjalan
(jika libur, disampaikan pada tanggal sebelumnya).

35
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

Selain laporan seluruh kegiatan pengawasan /


supervisi, konsultan diminta untuk memasukkan
seluruh laporan dalam CD.
3. Laporan Akhir.
Laporan akhir, terdiri dari :
 Executive summary semua kegiatan, foto pelaksanaan
0% - 100%, uraian pelaksanaan pekerjaan, progres
fisik (rencana realisasi dan deviasi), biaya tamba
kurang pekerjaan, permasalahan/kendala di lapangan,
gambar terlaksana/As Built Drawing.
 Bukti pemanfaatan keuangan dana (invoice).

D.1.12 MANAJEMEN KESELAMATAN KERJA


Bila pekerjaan ini berada di lokasi atau menimbulkan volume
lalu lintas yang cukup padat, diperlukan pengaturan lalu lintas
dan metoda pelaksanaan yang lebih khusus dan teliti, baik pada
saat pelaksanaan pekerjaan survey maupun pada saat
pelaksanaan pekerjaan konstruksinya, agar lalu lintas yang ada
tetap terjaga kelancarannya dan pemakai jalanpun merasa aman
melewatinya. Manfaat yang didapatkan pada pemeliharaan lalu-
lintas yang baik selama pelaksanaan memberikan keselamatan
dan kenyamanan lalu lintas yang lebih baik pula.

Situasi seperti itu sangat membantu untuk menghilangkan


persoalan-persoalan yang diakibatkan oleh kacaunya lalu lintas
yang pada gilirannya akan menghambat pelaksanaan
pembangunan itu sendiri. Oleh sebab itu, penanganan khusus
sangat diperlukan agar tercapai hasil yang optimal dan sedikit
mungkin akibat buruknya.

Demikian pula dengan penanganan pembuangan tanah hasil


galian haruslah dengan penanganan yang baik, misalnya dimana
Dump Truck harus masuk dan keluar dari lokasi pekerjaan.

36
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

Tidak kalah pentingnya dari penanganan tersebut di atas adalah


cara pemuatan dan transportasi pembuangan tanah hasil galian
haruslah memperhatikan lingkungan. Tanah yang dimuat di atas
Dump Truck harus diberi penutup agar tidak tercecer di atas
permukaan jalan yang ada, sebab bila turun hujan akan menjadi
licin dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang pada
gilirannya menghambat arus lalu lintas yang ada. Dalam
pelaksanaan “Traffic Management” untuk pekerjaan ini kriteria
penanganan dibagi menjadi 2 (dua) bagian :
1) Pelayanan umum
Indikasi yang diperlukan dalam pelayanan umum adalah
sebagai berikut :
Efektivitas sistim informasi
Sistim informasi bersifat pemberitahuan kepada calon
pemakai jalan selama pelaksanaan yang tujuannya
memberikan informasi bahwa akan ada pekerjaan
pembangunan. Sistim ini dapat diwujudkan melalui :
 Media cetak yang bersifat pengumuman.
 Pembagian “pamflet”
Mengurangi kemacetan
Dalam mengatasi adanya kemacetan lalu lintas, dapat
dilakukan dengan perambuan sementara selama
pelaksanaan pekerjaan dan dengan menyiagakan satuan
penanggulangan gangguan.
2) Keselamatan kerja
Indikasi yang diperlukan dalam keselamatan kerja meliputi
hal-hal berikut :
Disiplin kerja :
 Pengendalian pelaksanaan di lapangan secara ketat
dan terus menerus dimonitor dengan perlengkapan
komunikasi untuk dapat saling berhubungan setiap
saat dengan cepat.

37
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

 Pengendalian waktu dimaksudkan agar penyelesaian


pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pengendalian waktu ini disesuaikan dengan tuntutan
lapangan yang mencakup seluruh aspek terkait.
Peniadaan kecelakaan fatal :
 Perambuan sesuai dengan standar perambuan.
 Pemasangan pagar pengaman yang juga berfungsi
sebagai penciptaan kerapihan kerja sepanjang daerah
pekerjaan (kiri dan kanan) dan diberi lampu agar
mudah terlihat pada malam hari.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, ada beberapa faktor keselamatan
kerja yang terkait, antara lain :
— Faktor perambuan darurat
— Sistim transportasi pada lokasi pekerjaan.
— Atribut pada tenaga kerja.
— Astek
— Dan lain-lain.
Pada tahap pelaksanaan, yang mana banyak aktivitas jenis
pekerjaan yang ditangani dan melibatkan banyak tenaga yang
bekerja, maka keselamatan kerja dari pada semua eksponen
terkait menjadi faktor utama dari kelancaran progres yang
hendak dicapai.
 Perambuan darurat
Seperti pada tahap perencanaan, maka perambunan pada
tahap pelaksanaanpun mempunyai andil besar dalam
keselamatan kerja yang memberikan rasa aman dalam
melaksanakan pekerjaan bagi para pekerja yang berada
pada daerah perambunan. Rambu-rambu darurat yang
diperlukan pada tahap pelaksanaan misalnya rambu
peringatan, rambu perintah dan larangan serta rambu
petunjuk, juga rubber cone serta lighting yang pengaturan
letak penempatan serta jaraknya, seperti ditunjukan pada
keperluan “rambu darurat”.

38
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

Di samping itu, diperlukan pagar pembatas antara daerah


kerja dan lajur yang beroperasi yang diletakkan sepanjang
daerah kerja. Pagar pembatas dicat dengan warna crossing
“kuning-biru” dan pada setiap jarak tertentu diberi tanda
“spot light” atau cat berpendar yang bisa terlihat bila kena
sorot lampu pada malam hari. Bisa juga dengan lampu-
lampu sebagai pengganti spot light.
 Sistim transportasi pada lokasi pekerjaan
Pengaturan transportasi, adalah sebagai berikut :
 Pintu keluar/masuk kendaraan pekerjaan pada daerah
kerja ditentukan, rute perjalanan pembuangan dibuat
searah dengan arus lalu lintas, pada prinsipnya tidak
boleh ada arah “crossing” sehingga tidak ada konflik.
Dump Truck yang menunggu giliran pengangkutan,
antri dan berderet ke belakang namun harus masih
tetap dalam area perambuan.
 Untuk pengangkutan tanah, tiap dump truck harus
dilengkapi dengan penutup bak belakang. Ini
dimaksudkan agar tanah yang diangkut tidak tercecer di
muka jalan, sebab tanah yang tercecer tersebut sangat
licin bila sedikit saja kena air hujan dan ini dapat
mengakibatkan kecelakaan fatal.
 Mobilisasi peralatan berat ke lapangan juga harus
memperhatikan keselamatan dari peralatan maupun
operatornya, dan bila perlu minta bantuan pengawal
dari pihak kepolisian.
 Atribut pada tenaga kerja
Semua tenaga kerja disarankan mengenakan atribut yang
mudah dikenal dan terlihat dari jarak yang cukup jauh dan
ini bisa terpenuhi dengan pemakaian baju rompi refleksionis
warna orange yang harus dikenakan pada saat
melaksanakan tugas.

39
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

Penggunaan topi di lapangan juga dianjurkan, sebab sangat


membantu mengurangi keletihan akibat terik matahari.
Bekerja pada kondisi badan letih yang dipaksakan sangat
membahayakan dan mengurangi akurasi.
 Astek (Asuransi tenaga kerja)
Jaminan pelindungan keselamatan terhadap tenaga kerja
pada daerah beresiko tinggi adalah mutlak diperlukan.
Setiap tenaga kerja tersebut harus dijamin dengan asuransi
tenaga kerja yang lebih dikenal dengan Astek.

F.1.13 QUALITY ASSURANCE


Jaminan mutu memerlukan perubahan struktural terhadap
metode supervisi. Juga diperlukan supervisi yang permanen
(tentunya untuk pekerjaan yang lebih besar), standarisasi test
dan pengetesan (termasuk kekerapan pengetesan) serta kriteria
untuk penaksiran (termasuk toleransi yang diijinkan).
Diperlukan pula guideline yang spesifik untuk supervisor dan
client atau pihak ketiga (seperti konsultan atau team audit
teknis).
Aspek lain yang sangat mempengaruhi mutu akhir
pekerjaan sipil ialah kecermatan rancangan. Rancangan yang
dibuat berdasarkan dana yang tersedia dan/atau berdasarkan
survey yang tidak akurat cenderung mendapatkan lebih banyak
masalah mutu dibandingkan dengan rancangan yang secara
akurat mewakili kebutuhan-kebutuhan di lapangan.
Karena sebagian besar kontrak berdasarkan kuantitas, maka
fokus pengawasan juga berdasarkan kuantitas. Hal ini dikuatkan
pula dengan banyaknya perbaikan yang diperlukan sebagai
akibat tidak akuratnya rancangan. Perbaikan administratif ini
juga memakan banyak waktu dan usaha Penyedia Jasa
Pemborongan dan supervisor sehingga mereka hampir tidak
mempunyai waktu untuk pemeriksaan mutu.
Pada format kontrak saat ini, supervisor harus membuktikan
bahwa pekerjaan Penyedia Jasa Pemborongan mengikuti

40
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

standard. Ini berarti bahwa semua pengetesan harus dibayarkan


oleh Pengguna Jasa (kecuali kontrak tersebut secara spesifik
menetapkan yang sebaliknya), dengan kata lain : cadangan
anggaran untuk pengetesan merupakan persyaratan untuk lebih
memperkuat mutu.
Jaminan mutu mengarah pada kontrak lump sum (dengan
harga borongan) dan bentuk-bentuk kontrak lainnya yang tidak
berdasarkan unit price, pada paket yang lebih besar yang lebih
mudah dilaksanakan dan pada pencantuman per-syaratan
testing serta kekerapan testing (yang harus dikeluarkan dari
kontrak) di dalam surat kontrak. Persyaratan testing dan
kekerapannya pada dasarnya berarti pergeseran tanggung jawab,
yaitu Penyedia Jasa Pemborongan harus membuktikan bahwa
pekerjaan itu dilakukan menurut spesifikasinya, bukannya
supervisor harus membuktikan bahwa pekerjaan ada di bawah
standard. Memulai dan membentuk perubahan tanggung jawab
ini bukanlah praktek yang mudah dan cepat. Pola kerja dan
prosedur yang sudah terbentuk harus dibuang; praktek dan
prosedur baru harus diambil tetapi input-input seperti
pengauditan teknis, evaluasi yang dilakukan Penyedia Jasa
Pemborongan dan lain-lain cenderung mempunyai dampak pada
pendekatan masalah ini. Pertama-tama perlu untuk memberi
jalan pada publik luas dalam pemerintah untuk melihat hasil
perhitungan teknis. Yang kedua, alternatif untuk format kontrak
dan prosedur supervisi saat ini perlu ditentukan, ditest dan
dibentuk.
Konsultan akan mendukung dan coba memulai perubahan-
perubahan tersebut melalui saran-saran yang sehubungan
dengan perhitungan teknis, saran yang berhubungan dengan
evaluasi yang dilakukan Penyedia Jasa Pemborongan, saran
pengawasan konstruksi serta pelatihan.

41
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

F.1.14 VALUE ENGINEERING


Value engineering adalah suatu teknik manajemen yang
telah teruji yang menggunakan pendekatan sistematis dan suatu
upaya yang diatur sedemikian rupa untuk menganalisa fungsi
suatu item/masalah atau sistem dengan tujuan untuk
memperoleh fungsi yang diminta dengan biaya kepemilikan total
yang paling kecil, tentu saja disesuaikan dengan persyaratan
permintaan penampilan, rahabilitasi, kualitas, teknis, dan
kemudahan untuk pemeliharaan suatu pekerjaan. Program value
engineering, mencari kemampuan manajemen seseorang untuk
mengadakan perubahan yang berarti dengan cara agar dapat
menemukan biaya yang tidak berguna dan menghilangkannya.
Program value engineering secara teoritis dapat digunakan kapan
saja selama siklus pelaksanaan pekerjaan. Yang paling baik
adalah begitu disain akan dimulai untuk dikerjakan, langsung
dilakukan studi value engineering.
Selain tugas pokok konsultan sebagai pengawas, juga melakukan
value engineering untuk membantu Pengguna Jasa dalam hal
mencarikan alternatif yang lebih baik dan lebih murah atas
pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Pada pekerjaan ini, kegiatan
value engineering antara lain dapat berupa :
a) Revisi desain, sedemikian hingga didapat desain yang lebih
murah, lebih mudah dan lebih cepat pelaksanaannya,
namun tetap aman dari segi konstruksi.
Dalam perioda pelaksanaan, tidak tertutup kemungkinan
dapat dilakukan review design untuk penyesuaian-
penyesuaian lapangan atas dasar pertimbangan teknis dan
biaya serta kondisi lapangan.
b) Menerapkan metode konstruksi, termasuk manajemen
operasi alat berat, sehingga didapat penggunaan alat yang
tepat guna, ideal, optimal, efisien. Dengan cara ini

42
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

diharapkan diperoleh biaya yang lebih murah dan waktu


pelaksanaan bisa dipercepat.
Dengan adanya analisa yang baik dalam construction
method diharapkan peralatan yang dioperasikan dapat tepat
waktu dan tepat guna untuk menangani suatu pekerjaan.
Untuk mendapatkan hasil optimal dan efisien, diperlukan
suatu rencana/metode kerja yang tepat. Kebutuhan
peralatan dan pengendalian biaya pekerjaan dapat
ditentukan dari metode kerja yang dipakai.
Rencana kerja value engineering adalah sebagai berikut :
— Phase pemilihan (seleksi)
Memilih pekerjaan : Apa yang dipelajari (studi) ? Siapa
akan melaksanakan ? Apa yang perlu diketahui untuk
mulai studi tersebut ?
— Informasi (investigasi)
Periksa pekerjaan : Pekerjaan apakah itu ? Apa
masalahnya ? Berapa biayanya ? Apa saja yang telah
dilaksanakan ? Apa saja yang harus dilaksanakan ?
Analisa fungsi dan biaya : Apa basic fungsinya ? Apa
fungsi keduanya ? Berapa biayanya ?
— Spekulasi
Spekulasi atas alternatif : Apa guna fungsi yang lainnya
? Dimana saja yang ada ? Bagaimana fungsi akan
tampil ?
— Evaluasi
Evaluasi alternatif : Apakah tiap ide dapat berjalan ?
Berapa biayanya ? Apakah tiap ide memenuhi fungsi
dasar ? Alternatif mana yang terbaik ?

c) Pendekatan kondisi kerja


Hari dan jam kerja yang direncanakan untuk pelaksanaan
konstruksi berdasarkan kondisi sebagai berikut :

43
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

— Hari minggu dan hari libur resmi nasional tidak ada


jam kerja, kecuali mengejar target penyelesaian atau
memindahkan alat ke lokasi lain atau kondisi khusus.
— Setiap bulan tidak ada hari kerja selama 2 hari untuk
maintenance peralatan.
— Jam kerja normal per hari = 7 jam, dan dapat lebih bila
diperlukan over time.
d) Analisa waktu penyelesaian
Total volume pekerjaan = V (ton)
Site output terkecil kombinasi peralatan = Q (ton/jam)
Waktu yang diperlukan : T = V/Q (jam, konversikan ke
bulan)
e) Pola dan kerangka pemikiran manajemen operasi alat berat
Analisis efesiensi alat berat pekerjaan pengaspalan
pekerjaan jalan berdasar kerangka pemikiran sebagai
berikut :
— Analisis sisem pengoperasian alat berat sangat penting
pengaruhnya dalam rangka efisiensi pelaksanaan
pekerjaan.
— Jarak kerja akan mempengaruhi produksi alat, jumlah
dump truck yang digunakan, dan biaya alat.
— Analisis tersebut menghasilkan : jangka waktu
pelaksanaan pembangunan, jenis alat, kapasitas alat,
jumlah alat, pengaturan dan penempatan alat berat,
bahkan dapat menghasilkan penghematan biaya
operasi alat.
— Penghematan biaya operasi alat (operating cost) inilah
dapat merupakan salah satu komponen untuk value
engineering, selain komponen pekerjaan lainnya.

44
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

F. 2. PROGRAM KERJA
Program/rencana kerja disusun berdasarkan tahapan-tahapan
pelaksnaan pekerjaan agar pemanfaatan tenaga serta peralatan
pendukung pelaksanaan pekerjaan dapat sejalan dan terstuktur.
Rencana kerja dijadikan pedoman bagi pelaksana masing masing
kegiatan.
Berdasarkan pengelompokan aktivitas tugas, Konsultan Pengawas akan
melakukan hal-hal berikut ini:
• Konsultan akan bertindak secara pro-aktif, produk nyata dan
semuanya berjalan lancar;
• Semua kegiatan yang dilakukan akan dikonfirmasikan
secaratertulis;
• Risalah rapat (berita acara) dan laporan-laporan akan
membuktikan keterlibatan Konsultan;
Penyusunan rencana kerja menjadis angat penting, terutama untuk hal-
hal sebagai berikut:
• Rencana kerja dapat dijadikan pedoman bagi konsultan dalam
melaksanakan pekerjaan, dalam hal pentahapan pekerjaan,
koordinasi yang diperlukan dengan disiplin ain.
• Adanya suatu rencana kerja akan memudahkan dalam pekerjaan,
pengawasan dan evaluasi hasil kerja baik oleh KetuaTim maupun
oleh pihak pemberi tugas.
• Dengan adanya Rencana Kerja, maka pelaksanaan tiap tahap
pekerjaan akan dapat memberikan hasil yang optimal.
• Suatu rencana kerja dapat memberi informasi mengenai
pencapaian target waktu dan pekerjaan yang diselesaikan,sesuai
dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
• Jadwal aktivitas kegiatan Konsultan ini disusun berdasarkan
pendekatan teknis dan metodologi yang telah disusun.
Berdasarkan lingkup pekerjaan yang telah diberikan dalam Kerangka
Acuan Kerja (KAK) pemahaman konsultan terhadap proyek dan strategi
pendekatan serta metodologi pelaksanaan pekerjaan sebagaimana telah

45
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

dipaparkan sebelumnya maka konsultan membuat suatu rancangan


tahapan pelaksanaan supervisi konstruksi sebagaimana yang telah
disusun pada jadwal pelaksanaan Pekerjaan.
F.2.1 PENTAHAPAN KEGIATAN
Berdasarkan acuan yang telah digariskan dalam Kerangka Acuan
Kerja/TOR, maka dalam menyiapkan rencana kegiatan akan dilakukan
pendekatan teknis dan metodologi pengawasan yang optimal, ekonomis,
tepat guna dan solusinya dapat diandalkan. Oleh karena itu dalam
melaksanakan pekerjaan ini, pihak konsultan akan menyajikan
pendekatan teknis dan metodologi pengawasan dari masing-masing
kegiatan yang dimulai dari tahap awal hingga penyelesaian akhir
pekerjaan.
Lingkup kegiatan tersebut akan dilaksanakan dengan tahapan sebagai
berikut :
1. Tahapan Persiapan.
2. Tahapan Koordinasi.
3. Tahapan Pengawasan Lapangan.
4. Tahapan Penyerahan Dokumen (Laporan) Pelaksanaan.
F.2.1.1. Tahapan Persiapan.
Pekerjaan persiapan ini meliputi penyelesaian administrasi,
mobilisasi personil dan peralatan.
 Penyelesaian Administrasi
Masalah administrasi yang harus diselesaikan terutama
meliputi administrasi kontrak dan legalitas personil yang
akan ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan ini, baik di
lingkungan intern konsultan maupun untuk berhubungan
dengan pihak lain.
 Mobilisasi Personil dan Peralatan
Bersamaan dengan penyelesaian administrasi, konsultan
akan melakukan mobilisasi personil dan peralatan yang
diperlukan dalam pekerjaan ini. Kemudian setelah semua
personil dimobilisir, dilakukan rapat koordinasi untuk

46
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

menentukan metode kerja guna penyelesaian pekerjaan


pengawasan ini agar didapatkan hasil kerja yang maksimal.
 Evaluasi Jadwal Kerja (Time schedule/Bart Chart dan Kurva
S, serta Network Planning) yang dibuat oleh kontraktor.
Bersama sama dengan Pejabat Pembuat Komitmen dan
unsur teknis lainnya melakukan pengecekan atas Jadwal
Kerja yang dibuat oleh Kontraktor
Diagram jaringan (network diagram) adalah diagram yang
memberikan permulaan tanggal dini atau lambat dari
masing-masing aktivitas agar dimungkinkan diperoleh
jadwal jalur kritis (critical path). Juga dibuat sub jadwal
untuk menunjukkan jadwal pekerjaan kritis dari
keseluruhan jadwal konstruksi.
Di samping pembuatan diagram jaringan, untuk kontrol
terhadap waktu perlu dibuat juga jadwal kerja dalam
pengawasan pelaksanaan konstruksi yang terdiri dari :
o Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
o Jadwal Kedatangan Bahan Bangunan
o Jadwal Penggunaan Tenaga Kerja
o Jadwal Penggunaan Peralatan Konstruksi.
F.2.1.2. Tahapan Koordinasi / Evaluasi
 Tujuan
Merupakan tahapan yang mempertemukan berbagai pihak
yang terkait dengan pelaksanaan pembangunan/konstruksi,
yaitu Pengguna Jasa (Pihak Proyek), Penyedia Jasa
Pemborongan, Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas
serta pihak-pihak lain yang dianggap berkaitan untuk
bersama-sama melakukan koordinasi sehubungan dengan
pelaksanaan konstruksi di lapangan.
 Ruang Lingkup
1. Rapat Koordinasi Pengendalian Pelaksanaan
Konstruksi
(Yang dilaksanakan pada awal kegiatan)

47
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

2. Rapat Evaluasi atas pelaksanaan kegiatan


dilapangan.
(Yang dilaksanakan setiap bulan)
Untuk kelancaran pelaksanaan konstuksi, pihak-pihak yang
terkait, yaitu Penyedia Jasa Pemborongan, Pengguna Jasa,
Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana perlu
mengadakan pertemuan guna mencari solusi dari setiap
permasalah yang ditemui di lapangan baik menyangkut
bahan, metode kerja maupun volume pekerjaan. Hasil
keputusan dari pertemuan ini yang akan diterapkan di
lapangan guna mengatasi masalah-masalah tersebut.
Pertemuan-pertemuan atau koordinasi ini akan kontinu
dilakukan selama masa pelaksanaan konstruksi.
Dalam setiap awal pelaksanaan konstruksi suatu
bangunan, Konsultan Pengawas akan memberikan petunjuk
secara tertulis kepada Penyedia Jasa Pemborongan
mengenai lokasi dan elevasi titik kontrol tetap dan titik
referensi berupa patok beton untuk keperluan survey dan
pengukuran pelaksanaan pekerjaan.
 Output
Notulen rapat koordinasi;
Surat Perjanjian Perubahan Kontrak (adendum).
F.2.1.3. Tahapan Pengawasan Lapangan (Pelaksanaan Teknik
Pengawasan)
 Pengendalian Mutu Pelaksanaan
Tujuan
Pengawasan pelaksanaan pekerjaan harus disesuaikan
dengan spesifikasi teknis, gambar kerja dan kesepakatan
yang telah disetujui oleh semua pihak.
Ruang Lingkup
— Pengendalian Mutu Bahan;
— Pengendalian Metode Kerja;
— Pengendalian Volume dan Gambar.

48
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

Dalam pengendalian mutu pekerjaan konstruksi, beberapa


hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
- Pengendalian Mutu Bahan
Pengendalian mutu bahan menyangkut jenis dan
spesifikasi bahan-bahan yang digunakan untuk
konstruksi baik itu bahan bangunan maupun bahan
pompa. Sebelum digunakan, bahan-bahan ini akan
diuji kualitasnya oleh Konsultan Pengawasan.
Penjelasan pengujian bahan selengkapnya telah
dijelaskan di pembahasan sebelumnya.
- Pengendalian Metode Kerja
Dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan, metode
kerja yang digunakan oleh Penyedia Jasa Pemborongan
harus sesuai dengan yang telah diberikan pada
spesifikasi teknis. Konsultan akan mengawasi cara-
cara yang digunakan oleh Penyedia Jasa Pemborongan
tersebut dan memberikan masukan kepada Penyedia
Jasa Pemborongan apabila tidak begitu mengerti
tentang metode yang ada di dalam spesifikasi teknis.
- Pengendalian Volume dan Gambar
Volume dan gambar merupakan dasar bagi
pelaksanaan konstruksi yang utama di lapangan. Oleh
karenanyas menjadi tugas Konsultan Pengawas untuk
mengecek apakah pelaksanaan yang ada sudah sesuai
dengan apa yang tercantum pada gambar rencana
dengan volume yang sesuai.
Dari ketiga jenis pengendalian mutu di atas, Konsultan
Pengawas akan memberikan laporan kepada Pengguna Jasa
secara berkala sesuai dengan perkembangan di lapangan.
Pada pengendalian mutu ini, tidak menutup kemungkinan
adanya permasalahan yang akan timbul di lapangan yang
disebabkan kondisi lokasi setempat baik mengenai metode
kerja dan gambar rencana. Untuk itu perlu dilakukan

49
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

penyesuaian-penyesuaian (revisi) terhadap sistem


pengendalian di atas selama tidak menyimpang dan
kesepakatan awal dan spesifikasi yang ada. Hasil revisi ini
akan dicatat oleh Konsultan Pengawas dan terhadap
perubahan-perubahan yang ada oleh Penyedia Jasa
Pemborongan akan dibuatkan gambar hasil pelaksanaan
dari perubahan tersebut. Mengenai perubahan gambar
rencana dan metode pembuatan gambar perubahannya (as
built drawing).
 Output
- Laporan hasil uji mutu bahan.
- Laporan prestasi volume pekerjaan.
- Laporan prestasi metode pekerjaan.
- Gambar pelaksanaan lapangan (as built drawing).
- Perjanjian perubahan kontrak (adendum).
 Pengendalian Waktu Pelaksanaan
Tujuan
Tujuannya adalah agar waktu pelaksanaan konstruksi
dapat berlangsung seperti yang telah direncanakan. Sesuai
dengan kontrak kerja.
Ruang Lingkup
Pembuatan diagram jaringan (network diagram) dan jadwal
kerja pelaksanaan.
Pembuatan jadwal ini yang mengacu pada jadwal kegiatan
Penyedia Jasa Pemborongan dibuat untuk rencana
pelaksanaan pekerjaan dan agar kemajuan pekerjaan dari
waktu ke waktu dapat dievaluasi ketepatan waktunya.
Jadwal tersebut diperlukan untuk menguraikan berbagai
aktivitas pekerjaan.
o Jadwal Kedatangan Bahan Bangunan
o Jadwal Penggunaan Tenaga Kerja
o Jadwal Penggunaan Peralatan Konstruksi.

50
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

Secara berkala pengawas akan memperbarui jadwal-jadwal


di atas yang disesuaikan dengan jadwal-jadwal Penyedia
Jasa Pemborongan untuk menggambarkan seteliti mungkin
kemajuan pekerjaan secara aktual sampai hari terakhir
bulan yang bersangkutan.
 Output
 Diagram jaringan (network diagram).
 Laporan harian, mingguan dan bulanan
pelaksanaan konstruksi aktual.
 Laporan harian, mingguan dan bulanan kedatangan
bahan bangunan.
 Laporan harian, mingguan dan bulanan
penggunaan tenaga kerja.
 Laporan harian, mingguan dan bulanan
penggunaan peralatan.
 Pengendalian Biaya Pelaksanaan
 Tujuan
Pengawasan terhadap keadaan arus uang (cash flow)
kegiatan agar dapat memaksimalkan keuangan kegiatan
yang ada untuk mencapai hasil seperti yang diharapkan.
 Ruang Lingkup
Pengontrolan biaya melalui kurva S yang dikembangkan
dari Bar Chat/Giant Chart.
 Dokumentasi Pelaksanaan Konstruksi / Kegiatan
Kontraktor pelaksana
 Tujuan
Sebagai dokumentasi / bukti kegiatan dilapangan,
apabila dikemudian hari ada pemeriksaan.
 Ruang Lingkup
Melakukan photo terhadap setiap item pekerjaan yang
dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana pada posisi
belum dilaksanakan (photo 0%), posisi sementara dalam

51
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

pelaksanaan (25%, 50%, 75%) dan posisi pekerjaan


selesai (100%)

F.2.1.4 Tahapan Laporan / Dokumen


 Tujuan
Tujuan adalah menyerahkan hasil-hasil pekerjaan
pengawasan Konsultan terhadap pelaksanaan konstruksi
oleh Penyedia Jasa Pemborongan.
 Ruang Lingkup
— Memberikan laporan, dan nasehat kepada Penanggung
Jawab Kegiatan melalui Pembuat Komitmen atau PTP
mengenai volume prosentase & nilai bobot bagian atau
seluruh pekerjaan yang telah dilaksanakan dan
membandingkan dengan apa yang tercantum dalam
Dokumen Kontrak
— Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata
dilaksanakan, dan dibandingkan dengan jadwal yang
telah disetujui
— Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai,
jumlah tenaga kerja dan alat yang digunakan

 Output
— Laporan Pendahuluan
Yang berisikan program kerja, alokasi tenaga, dan
konsepsi pekerjaan pengawasan.
— Buku harian yang memuat semua kejadian,
perintah / atau petunjuk yang penting dari konsultan
Pengawas/Direksi, yang dapat mempengaruhi
pelaksanaan pekerjaan, menimbulkan
konsekuensi/terpenuhinya syart teknis

52
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

— Laporan mingguan, sebagai resume laporan harian


(kemajuan pekerjaan, tenaga kerja & hari kerja).
— Laporan Bulanan, sebagai resume laporan mingguan.
— Laporan Antara
— Laporan Akhir yang memuat:
 Berita Acara Penyerahan Pekerjaan.
 Berita Acara kemajuan Pekerjaan untuk
pembayaran angsuran.
 Surat Perintah Perubahan Pekerjaan, dan Berita
Acara Pemeriksaaan Pekerjaan Tambah/kurang jika
ada tambah/kurang/perubahan pekerjaan.
 Berita Acara Penyerahan / Pekerjaan.
 Berita Acara Pernyataan selesainya Pekerjaan
 Berita Acara Penyerahan II pekerjaan.
 Gambar - gambar sesuai dengan pelaksanaan (as
build drawings).
 Laporan rapat dilapangan (site meeting).
 Gambar Perincian (shop drawings), Bar chart dan
S Curva, serta network planning yang dibuat oleh
Pemborong.
— Flash Disk dan CD, yang berisikan semua dokumen
pelaksanaan dari Konsultan Pengawas.

D. 3. ORGANISASI DAN PERSONIL


Struktur organisasi untuk pelaksanaan Pengawasan
Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan
dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado
yang diusulkan oleh PT. Angelia Oerip Mandiri, dimaksudkan
untuk dapat tercapainya koordinasi, tugas dan tanggung jawab
serta sasaran pekerjaan yang akan dicapai yaitu:
- Agar pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan lingkup
pekerjaan, dapat selesai tepat pada waktunya.

53
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

- Untuk pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan secara


sistematis dan efektif
- Setiap kegiatan pekerjaan yang dilakukan oleh setiap
tenaga ahli akan saling berkesinambungan dengan
koordinasi dari Ketua Tim/TL, sehingga pengeluaran biaya
pelaksanaan pekerjaan akan lebih efektif dan aspek teknis
akan memenuhi sasaran.
Organisasi pelaksanaan pekerjaan ini disesuaikan dengan
kebutuhan personil yang telah dituangkan dalam KAK
(kerangka acuan kerja), dan disusun sedemikian rupa agar
dapat mendukung kelancaran proses pelaksanaan
pekerjaan.
Hubungan kerja tim konsultan pengawas dapat dilihat pada
bagan organisasi.

54
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

TEAM LEADER

I Made Dewa Semara Sedana, ST

AHLI TEKNIK STRUKTUR AHLI MEKANIKAL ELEKTRIKAL

Ryan R. Rumengan, ST Laurens W. Romy, ST

55
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado

D.3.1. Penugasan Personil


Uraian tugas dan tangung jawab masing-masing tenaga ahli
untuk pelaksanaan pekerjaan adalah sebagai berikut :
1.2. TENAGA AHLI
A Tenaga Ahli ARSITEK sebagai Team Leader (S1
Teknik Arsitek dengan pengalaman minimal 4 tahun
dan memiliki SKA Madya)
Ketua Tim disyaratkan adalah S1 Teknik Arsitek
dengan pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima)
tahun dalam pengawasan bangunan. Tugas utama
ketua tim bertanggung jawab pada hal-hal berikut :
 Memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan
anggota tim kerja dalam pelaksanaan pekerjaan ini
sehingga menghasilkan pekerjaan seperti yang
ditentukan selama 8 (delapan) bulan penuh atau
sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai.

 Memahami isi dokumen kontrak

 Memahami strategi pelaksanaan fisik

 Menyetujui proses dan hasil opname pekerjaan


apabila kontraktor melakukan penagihan

 Memonitor secara seksama kemajuan pekerjaan


dan melaporkannya segera/tepat waktu bila
kemajuan pekerjaan terlambat sebagaimana
tercantum pada spesifikasi umum dan hal itu
berpengaruh terhadap jadwal penyelesaian yang
direncanakan. Maka team leader membuat
rekomendasi secara tertulis untuk mengejar
keterlambatan tersebut.

56
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado
 Memeriksa dengan teliti semua kuantitas hasil
pengukuran setiap pekerjaan yang telah
disampaikan oleh Ahli Sipil.

 Menjamin bahwa sebelum kontraktor diijinkan


unutk melaksanakan pekerjaan berikutnya, maka
pekerjaan-pekerjaan sebelumnya yang akan
tertutup atau menjadi tidak tampak harus sudah
diperiksa/diuji dan sudah memenuhi persyaratan
dalam dokumen kontrak.

 Memberi rekomendasi kepada pemilik proyek


menyengkut mutu dan jumlah pekerjaan yang
telah selesai dan memeriksa kebenaran dari setiap
sertifikat pembayaran bulanan kontraktor.

 Membuat perhitungan dan sketsa-sketsa yang


benar pada setiap akan memerintahkan
perubahan pekerjaan.

 Megawasi dan memeriksa pembuatan gambar


sebenarnya terbangun/terpasang (as built
drawing) dan mengupayakan agar semua gambar
tersebut dapat dilaksanakan sebelum Penyerahan
Pertama Pekerjaan (Profesional hand Over/PHO)

 Memeriksa dengan teliti seksama setiap gambar


kerja dan analisa perhitungan konstruksinya dan
kuantitasnya, yang dibuat oleh kontraktor
sebelum pelaksanaan.

 Menyusun/memelihara arsip korespondensi


proyek, laporan harian, laporan mingguan, bagan
kemajuan pekerjaan, pengukuran, gambar-gambar
dan lainnya.

57
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado
 Menyusun laporan pendahuluan, laporan
bulanan supervisi konstruksi, dan laporan akhir,
laporan keuangan dan menyerahkan kepada
Pelaksana Kegiatan dalam betuk hard copy dan
soft copy didalam CD/DVD RW 
 Menandatangani semua dokumen yang menjadi
tugas dan tanggung jawabnya, seperti halnya MC
kontraktor, gambar-gambar kerja dan
perhitungan-perhitungan konstruksi lainnya
 Melaksanakan rapat koordinasi/monitoring
terhadap pekerjaan dan membuat risalah rapat

B. Tenaga Ahli Teknik Sipil (1 Orang).


Tenaga Ahli Struktur disyaratkan adalah S1 Teknik
Sipil dengan pengalaman tugas selama 3 (tiga) tahun
memiliki SKA Tugas utama tenaga ahli Teknik Sipil
bertanggung jawab pada hal-hal berikut :
 Membantu Tenaga Ahli dalam Mempersiapkan
petunjuk pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap
pengumpulan data, pengolahan, dan penyajian
akhir dari hasil keseluruhan pekerjaan.
 Bertanggung jawab dalam memeriksa kemajuan
dan standar dari konstruksi serta memberikan
bantuan teknis bagi Pengawasan Konstruksi.
 Bertanggung jawab terhadap pekerjaan struktur
dan pekerjaan infrastruktur mekanikal dan
elektrikal serta mengkaji ulang detail perencanaan
struktur dan pengawasan.
 Melakukan monitoring uji coba kekuatan struktur.
 Bertugas memonitoring dan evaluasi desain yang
ada
 Memberi nasehat teknik sesuai dengan
persyaratan spesifikasi teknik dan melakukan

58
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado
pengawasan serta koordinasi dengan konsultan
supervise dalam mengevaluasi dan menganalisa
pekerjaan konstruksi
 Bertanggung jawab terhadap monitoring
konstruksi
 Merekomendasikan pembuatan shop drawing.

Menyiapkan dan membuat laporan serta rekomendasinya


C. Tenaga Ahli mekanikal Elektrikal (S1 Teknik elektro
dengan pengalaman minimal 3 tahun memiliki SKA)

Tenaga Ahli Mekanikal Elektrikal,


bertanggung jawab pada hal-hal berikut :

 Membantu Team Leader dalam Merencanakan,


mengkoordinasi dan mengendalikan semua
kegiatan dan personil yang terlibat dalam
pekerjaan ini sehingga pekerjaan dapat
diselesaikan dengan baik serta mencapai hasil
yang diharapkan.

 Membantu Team Leader dalam Mempersiapkan


petunjuk pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap
pengumpulan data, pengolahan, dan penyajian
akhir dari hasil keseluruhan pekerjaan.

 Menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan


kesehatan Kerja dan Lingkungan ( K3L)
 Memeriksa data perencanaan yang dibutuhkan
 Menyusun criteria teknis yang dibutuhkan
 Merancang Sistem Mekanikal sesuai dengan
persyaratan dan spesifikasi teknis yang ditentukan
 Mengawasi  kegiatan  pembuatan  sistem 
mekanikal berdasarkan hasil rancangan yang
telah dibuat sesuai jadwal dan spesifikasi yang
ditetapkan

59
USULAN TEKNIS
Pengawasan Rekonstruksi Bangunan Mess Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado
 Melakukan pengawasan pada kegiatan instalasi
system mekanikal mengacu pada manual
pemasangan yang telah ditentukan
 Melakukan pengujian hasil instalasi sistem
mekanikal
 Melakukan pemeliharaan sistem mekanikal yang
telah dipasang
 Membuat laporan hasil pekerjaan
D.3.2. Peralatan Pendukung

Konsultan akan menyediakan peralatan kantor dan lapangan selama


periode kontrak, yang digunakan untuk kelancaran operasional
pekerjaan. Peralatan itu antara lain :
 Personal computer (PC)/Laptop yang terinstal CAD,
 Teodolite Digital,
 Waterpass Digital
 Hammer test
 Printer,
Untuk menujang kelancaran dan efektifitas kerja, Konsultan juga sudah
memiliki fasilitas, peralatan dan perlengkapan kantor.

60

Anda mungkin juga menyukai