0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan3 halaman

Kerajaan Bali

Kerajaan Bali berdiri pada abad ke-8 hingga abad ke-14 dan berlokasi di Pulau Bali. Kerajaan ini memiliki hubungan erat dengan kerajaan-kerajaan di Jawa Timur seperti Singasari dan Majapahit. Masa kejayaannya terjadi pada pemerintahan Raja Dharma Udayana.

Diunggah oleh

Janu Nesta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan3 halaman

Kerajaan Bali

Kerajaan Bali berdiri pada abad ke-8 hingga abad ke-14 dan berlokasi di Pulau Bali. Kerajaan ini memiliki hubungan erat dengan kerajaan-kerajaan di Jawa Timur seperti Singasari dan Majapahit. Masa kejayaannya terjadi pada pemerintahan Raja Dharma Udayana.

Diunggah oleh

Janu Nesta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kerajaan Bali terletak di Pulau Bali yang berada di sebelah timur Provinsi Jawa Timur.

Kerajaan Bali
mempunyai hubungan sejarah yang erat dengan kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa, khususnya di Jawa
Timur, seperti kerajaan Singasari dan Majapahit. Kerajaan Bali ini berdiri pada sekitar abad ke-8
hingga abad ke-14.

Kehidupan Politik Kerajaan Bali

Kerajaan Bali dipimpin atau dirajai oleh :

- Sri Kesari Warmadewa Ugrasena

- Tabanendrawarmadewa

- Indrajayasingha Warmadewa

- Janasadhu Warmadewa

- Sri Wijaya Mahadewi

- Gunapriya Dharmapatni

- Dharma Udayana Warmadewa

- Sri Ajnadewi

- Dharmawangsa Wardhana Marakatapangkaja [anak Dharma Udayana]

- Airlangga

- Anak Wungsu

- Sri Maharaja Walaprabhu

- Sri Maharaja Sakalendukirana Laksmidhara Wijayottunggadewi

- Sri Suradhipa

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Bali

Kegiatan ekonomi masyarakat Bali dititikberatkan pada sektor pertanian. Hal itu didasarkan pada
beberapa prasasti Bali yang memuat hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan bercocok tanam.
Beberapa istilah itu, antara lain sawah, parlak (sawah kering), kebwan (kebun), gaga (ladang), dan
kasuwakan (irigasi).

Di luar kegiatan pertanian pada masyarakat Bali juga ditemukan kehidupan sebagai berikut.

- Pande (Pandai = Perajin)


Mereka mempunyai kepandaian membuat kerajaan perhiasan dari bahan emas dan perak, membuat
peralatan rumah tangga, alat-alat pertanian, dan senjata.

- Undagi

Mereka mempunyai kepandaian memahat, melukis, dan membuat bangunan.

- Pedagang

Pedagang pada masa Bali Kuno dibedakan atas pedagang laki-laki (wanigrama) dan pedagang
perempuan (wanigrami). Mereka sudah melakukan perdagangan antarpulau (Prasasti Banwa Bharu).

· Kehidupan Sosial-Budaya Kerajaan Bali

Struktur masyarakat yang berkembang pada masa Kerajaan Bali Kuno didasarkan pada hal sebagai
berikut.

- Sistem Kasta (Caturwarna)

Sesuai dengan kebudayaan Hindu di India, pada awal perkembangan Hindu di Bali sistem
kemasyarakatannya juga dibedakan dalam beberapa kasta. Namun, untuk masyarakat yang berada
di luar kasta disebut budak atau njaba.

- Sistem Hak Waris

Pewarisan harta benda dalam suatu keluarga dibedakan atas anak laki-laki dan anak perempuan.
Anak laki-laki memiliki hak waris lebih besar dibandingkan anak perempuan.

- Sistem Kesenian

Kesenian yang berkembang pada masyarakat Bali Kuno dibedakan atas sistem kesenian keraton dan
sistem kesenian rakyat.

· Kehidupan Agama dan Kepercayaan Kerajaan Bali

Masyarakat Bali Kuno meskipun sangat terbuka dalam menerima pengaruh dari luar, mereka tetap
mempertahankan tradisi kepercayaan nenek moyangnya. Dengan demikian, di Bali dikenal ada
penganut agama Hindu, Buddha, dan kepercayaan animisme.

Masa Kejayaan

Masa kejayaan Kerajaan Bali terjadi pada saat Dharma udayana naik tahta. Pada masa Dharma
udayana, kerajaan ini mengalami kejayaan dengan sistem pemerintahan yang semakin jelas daripada
sebelumnya.

Pada masa Dharma udayana ini, pihak kerajaan memperkuat hubungan tersebut dengan
mengawinkan Dharma Udayana dengan Mahendradata, putri dari raja Makutawangsawardhana dari
Jawa Timur. Hal ini akhirnya semakin memperkokoh kedudukan kerajaan di antara Pulau Jawa dan
Bali.
Penyebab Keruntuhan

Kerajaan Bali mengalami kejatuhan akibat siasat dari Mahapatih Gajah Mada yang pada waktu itu
sedang memperluas ekspansinya ke nusantara, awalnya ia mengajak raja Bali untuk berunding
mengenai penyerahan kerajaan Bali ke tangan Kerajaan Majapahit, karena itulah patih Kebo Iwa
dikirim ke Majapahit untuk perundingan damai, akan tetapi sesampainya di sana, Kebo Iwa pun
dibunuh tanpa sepengetahuan kerajaan Bali, kemudian Majapahit mengirim Gajah Mada yang
berpura-pura mengajak berunding, akan tetapi kemudian ia membunuh raja Kerajaan Bali pada
waktu itu sehingga kerajaan Bali berada di dalam kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Anda mungkin juga menyukai