Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG

BADAN PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN


DAN ASET DAERAH
Jl. Soekarno-Hatta Nomor 59 ( 0293 ) 788103 Fax. ( 0293 ) 788122
Kota Mungkid 56511 www.magelangkab.go.id

Kepada Yth : Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah


Dari : Peserta Kegiatan Pra Pelatihan Dasar CPNS
Nomor : 891 / /23 / 2021
Tanggal : 07 April 2021
Sifat : Biasa
Lampiran : -
Perihal : Laporan Pra Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2021

A. DASAR PENUGASAN;
Surat Perintah Tugas dari Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah
kabupaten Magelang Nomor 891/826/SP/22/2021.

B. DASAR PELAKSANAAN;
1. Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar
Pegawai Negeri Sipil.

C. LATAR BELAKANG;
Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri
sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.
Sedangkan Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara
Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh
pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. Calon PNS yang
selanjutnya disingkat CPNS adalah warga negara Indonesia yang lolos seleksi pengadaan PNS,
diangkat dan ditetapkan oleh PPK, serta telah mendapatkan persetujuan teknis dan penetapan
nomor induk pegawai.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur utama sumber daya manusia Aparatur Sipil
Negara (ASN) memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan
pemerintahan dan pembangunan. PNS yang mampu memainkan peranan tersebut adalah PNS
yang memiliki kompetensi yang di indikasikan dari sikap dan perilakunya yang penuh dengan
kesetiaan dan ketaatan kepada negara, bermoral dan bermental baik, profesional, sadar akan
tanggung jawab sebagai pelayan publik, serta mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan
bangsa.
Sejalan dengan telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara (UU ASN) dan merujuk pada ketentuan Pasal 63 ayat (3) dan ayat (4)
UU ASN, Calon Pegawai Negeri Sipil wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan
melalui proses pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat
dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung
jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Untuk itu, diperlukan sebuah
penyelenggaraan pelatihan yang inovatif dan terintegrasi, yaitu penyelenggaraan pelatihan yang
memadukan pembelajaran klasikal dan nonklasikal di tempat pelatihan dan di tempat kerja,
sehingga memungkinkan Peserta mampu menginternalisasi, menerapkan, dan
mengaktualisasikan, serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), serta merasakan
manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter Pegawai Negeri Sipil yang
profesional sesuai bidang tugas.
Melalui pembaharuan pelatihan tersebut, diharapkan dapat menghasilkan Pegawai Negeri
Sipil profesional yang berkarakter dalam melaksanakan tugas dan jabatannya sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. Arus globalisasi sudah
tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin
canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital
economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan
fenomena disruptive innovation. Menghadapi tantangan tersebut, kita perlu meningkatkan daya
saing kita baik nasional maupun regional. Pegawai Negeri Sipil sebagai pelayan masyarakat
yang mempunyai peranan penting dalam proses pelayanan publik dalam masyarakat,
merupakan aset negara yang perlu dikembang potensi dan kemampuannya. Untuk mewujudkan
hal itu, diperlukan desain pelatihan yang adaptif, dinamis, fleksibel dan responsif bagi Calon
Pegawai Negeri Sipil sebagai awal pembentukan karakter Pegawai Negeri Sipil dan penguatan
kompetensi sesuai tuntutan jabatannya melalui penyelenggaraan pelatihan modern yang
memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dikombinasikan dengan
pembelajaran klasikal yang terintegrasi secara nasional dalam sistem informasi pengembangan
kompetensi Aparatur Sipil Negara yang telah dikembangkan oleh Lembaga Administrasi
Negara. Berdasarkan hal di atas, penyempurnaan dan pengayaan desain Pelatihan Dasar Calon
Pegawai Negeri Sipil Terpadu yang modern melalui penyelenggaraan Blended Learning telah
sejalan dengan perkembangan pemanfaatan teknologi, informasi, dan komunikasi dalam
Pelatihan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil di masa prajabatan. Pelatihan tersebut
diselenggarakan dalam rangka pembentukan karakter Pegawai Negeri Sipil yang profesional
sesuai bidang tugas sehingga mampu bersikap dan bertindak profesional dalam mengelola
tantangan dan masalah keragaman sosial kultural dengan menggunakan perspektif whole of
government atau one government yang didasari nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil
berdasarkan kedudukan dan peran Pegawai Negeri Sipil dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) pada setiap pelaksanaan tugas jabatannya sebagai pelayan masyarakat dalam
rangka wujud nyata bela negara seorang Pegawai Negeri Sipil.
D. MAKSUD DAN TUJUAN;
Berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun
2021 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil (Latsar CPNS) adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang
dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan
motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung
jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Pelatihan Dasar CPNS
bertujuan untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi
diantaranya :
1. Menunjukkan sikap perilaku bela negara;
2. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya;
3. Mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan
Republik Indonesia; dan
4. Menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang
tugas.

E. PESERTA;
Peserta yang mengikuti Pra Pelatihan Dasar adalah Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Magelang Tahun 2019 yang berjumlah 409 peserta.

F. TEMPAT DAN WAKTU PENYELENGARAAN;


Tempat Pelaksanaan : Sekolah Calon Bintara (SECABA) Resimen Induk Kodam IV /
Diponegoro (Rindam IV / Diponegoro)
Alamat Pelaksanaan : Jl. Pahlawan No.133, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota
Magelang, Jawa Tengah 56116
Waktu Pelaksanaan : 31 Maret s.d. 3 April 2021
G. PENYELENGARAAN;
Penyelenggaraan Pra Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Magelang dilaksanakan atas
kerjasama antara Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabuapaten
Magelang dengan lembaga Komando pelaksana yang bertugas Menyelenggarakan Pendidikan
Pertama Bintara (Secaba Rindam IV/Diponegoro). Penyelenggaraan pra pelatihan dasar CPNS
yaitu peserta di bagi menjadi 2 (dua) kompi dalam melaksanakan pelatihan. Berikut adalah
kegiatan penyelenggaraan pada kompi 1 (satu).

Hari/Tanggal Pukul Mata pelajaran Pengampu


Rabu,31 Maret 2021 13.00-14.30 Pendaftaran
14.30-16.15 Pemeriksaan Kesehatan
16.15-17.00 Gladi Upacara Pembukaan
19.30-21.00 Perkusis
Kamis, 1 April 2021 04.45-05.15 Senam Pagi
07.00-08.30 Upacara Pembukaan
08.30-10.00 Pengamanan Diri
10.15-11.45 Wawasan Kebangsaan
13.00-15.15 PBB/PPM
15.30-17.00 Kedisiplinan
19.30-21.00 Cara Memberikan Instruksi (CMI) Pelatih dari Secaba
Rindam
Jumat, 2 April 2021 04.45-05.15 Senam Pagi IV/Diponegoro
07.00-08.30 Nilai-Nilai Bela Negara
08.30-11.45 Outbound/Mountainering
13.00-15.15 Tata Upacara Sipil
15.30-17.00 Penanggulangan Bencana Alam
19.30-21.00 Kebulatan Tekad
Sabtu, 3 April 2021 04.45-05.15 Senam Pagi
07.00-08.30 Kewaspadaan Nasional
08.30-10.00 PBB/PPM
10.15-11.45 Kepemimpinan
13.00-14.30 Survival
14.30-16.00 Upacara penutupan

H. MATERI DIKLAT DAN PENGAMPU MATERI;

No Materi Diklat Pengampu Materi


1 Perkusis (Peraturan Khusus Siswa) Kapt. Inf. Didik Handoko, SAP
2 Senam Pagi Sertu Yuswantoro
3 Pengamanan Diri Lettu. Inf. Jumanto
4 Wawasan Kebangsaan Kapt. Inf. Rambat Susilo
5 PBB / PPM (Peraturan Baris Berbaris / Peraturan Serma Agus Risnandar
Penghormatan Militer)
6 Kedisiplinan Letda Inf Karyono

7 CMI (Cara Memberikan Instruksi) Kapt. Inf. Didik Handoko,SAP

8 Nilai–Nilai Bela Negara Letda. Inf. Sukanurdin


9 Outbound/Mountainering Pelatih Secaba
10 TUS (Tata Upacara Sipil) Peltu. M. Mansur
11 Penanggulangan Bencana Alam Mayor Inf. Hadi Suryanto
12 Kebulatan Tekad Kapt. Inf. AW Subhi

13 Kewaspadaan Nasional Letda Inf. Soleh Utomo


14 Kepemimpinan Lapangan Letkol. Arm. Irwansah S.A.P
15 Survival Sertu. Puspito
I. HASIL DIKLAT;
1. Materi peraturan khusus siswa (Perkusis) oleh Kapt. Inf. Didik Handoko, SAP
a) Maksud : Membentuk sikap dan perilaku peserta agar bertanggungjawab dalam setiap
pilihan sikap dan perilaku serta perbuatan selama mengikuti kegiatan pra pelatihan
dasar
b) Tujuan : Agar digunakan sebagai pedoman bagi peserta selama pelaksanaan
c) Peraturan Khusus Siswa : Peraturan/ketentuan khusus untuk peserta pra latsar yang
bersifat mengikat, dibuat oleh lembaga pendidikan secara tertulis yang harus ditaati
oleh seluruh peserta selama pelaksanaan Pra Latsar dan beresiko sanksi apabila
peraturan tersebut dilanggar
d) Aturan selama Pra Latsar :
 Wajib berbaris dengan rapi
 Dinas Dalam : Ketua Kelas, Jaga Kamar, Jaga Serambi (malam setelah apel
malam), Tugas Piket dan Tugas Korve (Pembersihan)
 Menggunakan seragam/pakaian yang telah ditentukan
e) Seorang pelatih selama pelaksanaan pra latsar adalah seorang militer

2. Materi Pengamanan Diri Oleh Lettu. Inf. Jumanto


a) Membangan system pengamanan diri /tubuh, dengan tujuan agar siswa mengerti dan
mampu melaksanakan dalam tugas
b) Ruang Lingkup :
 Pendahuluan : System adalah Komponen yang saling berkaitan sesuai dengan
fungsinya masing-masing untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan
pengamanan adalah upaya pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara
terencana untuk mencegah, menumpas dan menggalang setiap usaha
penyelidikan sabotase dan penggalangan pihak lawan. Jadi, system pengamanan
adalah tatanan teratur dan terintegrasi untuk mencegah dan mengatasi segala
bentuk ancaman yang sedang maupun akan timbul.
 Teknik Membangun system keamanan
a. Pemagaran keliling
b. Klasifikasi Daerah
c. Penjagaan
d. Penerangan
e. Alarm Stelling
f. Gunakan Anjing
g. Gunakan Kunci Rahasia
 Proses Membangun system keamanan
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Pengolahan
d. Penggunaan dan Evaluasi
 Upaya lain system keamanan
 Penutup
c) Buku rujuk teknik pengamanan

3. Materi Wawasan Kebangsaan oleh Kapt. Inf. Rambat Susilo


a) Pengetahuan tentang Bangsa :
b) Pengetahuan tentang wawasan kebangsaan
c) Karakter Bangsa Indonesia
 Pantang Menyerah dan Tidak Gentar
 Ulet dan Berani
 Semangat gotong royong dan Musyawarah
 Cinta Damai, Beradab, dan Sopan Santun
 Amalan Pancasila dalam mengatasi masalah bangsa
d) Menumbuhkan Kesadaran berbangsa dan bernegara
e) 4 Pilar kebangsaan :
1) Pancasila
2) UUD 1945
3) NKRI
4) Bhineka Tunggal Ika
f) Nilai-Nilai Pancasila
1) Kedamaian
2) Keimanan dan Ketaqwaan
3) Keadilan, Kesetaraan, dan Keselarasan
4) Keberadaban
5) Persatuan Kesatuan
6) Permusyawaratan

4. Materi PBB oleh Tim Pelatih dipandu Serma Agus Risnandar


PBB / PPM (Peraturan Baris Berbaris / Peraturan Penghormatan Militer), Pelaksanaan
Materi gerakan ditempat dan berjalan, diantaranya:

a) Hadap kanan, hadap kiri, dan balik kanan


b) Hadap serong kanan dan serong kiri
c) Sikap siap dan sikap istirahat
d) Hormat individu dan hormat kelompok
e) Sikap hormat diam dan sikap hormat berjalan

5. Materi Kedisiplinan oleh Letda Inf Karyono


a) Ruang Lingkup :
1) Pendahuluan : Bertujuan memberikan motivasi tentang kedisiplinan agar para
peserta didik dapat mengaktualisasikan pada pelayanan pekerjaannya.
2) Pengertian : Disiplin adalah taat terhadap peraturan dan norma yang berlaku
dalam kehidupan pribadi/kelompok masyarakat, bangsa dan Negara secara ikhlas
dan sadar, serta dalam pelaksanaannya ada hukuman/sanksi bagi yang melanggar.
3) Dasar Disiplin
- Disiplin dalam kehidupan pribadi
- Disiplin dalam kehidupan masyarakat
- Disiplin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Faktor yang mempengaruhi perilaku disiplin
1) Faktor Intrinsik : Kondisi kejiwaan, pengetahuan dan keterampilan, tujuan atau
cita-cita yang ingin dicapai, tingkat pendidikan dan pengalaman
2) Faktor Entrinsik : Pengaruh lingkungan, keteladanan atasan dll.
Metode pembinaan :
- Sartiaji : melalui ucapan/ilmu pengetahuan (dalam bentuk ceramah,
bimbingan)
- Sartikorma : melalui perbuatan yang diwujudkan dalam bentuk keteladanan
- Komukasi Sosial
4) Penutup

6. Materi Cara Memberikan Instruksi oleh Kapt. Inf. Didik Handoko, SAP
a) Cara seorang guru militer menyampaikan materi kepada serdik agar tercapai tujuan
yang efisien.
b) Pedoman dasar CMI:
1) Memakai bahasa sederhana
2) Menggunakan panca indra
3) Mengajak serdik berfikir dan berbuat
4) Memeriksa kemajuan langkah demi langkah
c) Mempelajari teknik berbicara, bertanya,mengatasi pertanyaan dan membangkitkan /
menciptakan motivasi.
1) Teknik Berbicara
- Berbicara secara perlahan
- Semangat dan terkendali
- Berbicara dengan suara penuh
- Jangan menjemukan/monoton
- Materi yang disampaikan berisi
2) Cara ajukan pertanyaan ke serdik
- Ajukan pertanyaan ke seluruh serdik
- Beri kesempatan serdik berpikir
- Beri kesempatan serdik menjawab
- Pertanyaan jelas
- Dengarkan dan nilai jawaban
7. Materi Nilai-nilai Bela Negara oleh Letda. Inf. Sukanurdin
a) Nilai-nilai Bela Negara, adalah tekad dalam :
- Menggunakan produk dalam negeri
- Mengharumkan nama bangsa
- Mengenali tanah air dan cinta tanah air
- Mengenal daerah dan budaya Indonesia
- Sadar berbangsa dan negara
b) Lunturnya nilai-nilai pancasila, antara lain karena minuman keras, konflik suku,
Hoax,begal, korupsi, Tawuran, Narkoba, Curanmor, pembunhan,LGBT dan masuknya
budaya asing di Indonesia
c) Penanaman nilai-nilai bela Negara sejak dini, seperti menyaksikan
kompetisi/perlombaan olahraga tingkat dunia, upacara bendera, menyanyikan lagu-lagu
kebangsaan Indonesia
d) Komponen Bela negara antara lain komponen utama (TNI, Polri), komponen cadangan
(ASN) dan komponen pendukung (masyarakat Indonesia)
e) Bela negara dapat berupa fisik dan non fisik
f) Kesimpulan, Bela Negara adalah tekad, sikap dan perilaku serta tindakan warga Negara
baik perorangan/kolektif dalam menjaga kedaulatan Negara, keutuhan wilayah dan
keselamatan bangsa dan Negara yang dijiwai oleh kecintaannya terhadap NKRI

8. Materi Outbound oleh Tim Pelatih


Bertujuan melatih kekompakan, kerjasama, menyelesaikan masalah satu per satu, ketelitian
dalam melaksanakan pekerjaannya. Outbound melakukan berbagai macam permainan yang
seru dan bermanfaat agar bisa dijadikan pembelajaran oleh siswa.

9. Materi Tata Upacara Sipil oleh Peltu M. Mansur


Pelaksanaan Materi gerakan : Cara hormat yang benar dalam upacara sipil, cara
penghormatan kepada atasan saat berpapasan / lewat, rangkaian acara upacara pada militer
dan sipil serta perbedaan antara keduanya.

10. Materi Penanggulangan Bencana Alam oleh Mayor Inf. Hadi Suryanto
a) Bencana adalah suatu peristiwa yang terjadi yang mengakibatkan korban harta jiwa dan
lingkungan (geografi)
b) Penyebab bencana :
- Litosfer : gempa bumi, letusan gunung berapi dan tanah longsor
- Hidrosfer : Banjir dan tsunami
- Dinamika : Kekeringan
c) Tahap Penanggulangan :
- Tahap Pra Bencana
- Tahap Tanggap darurat
- Tahap Pasca Bencana

11. Materi Kebulatan Tekad


Mempersiapkan peserta didik supaya mempunyai sikap perilaku warga negara untuk
berjuang membela negaranya. Peserta didik yakin dan benar-benar membulatkan tekad
menjadi ASN yang artinya wajib ikut serta membela negara, menertibkan dunia, dan
menjadi persatuan dan kesatuan bangsa.

12. Materi Kewaspadaan Nasional dan bela negara oleh Letda Inf. Soleh Utomo
a) Syarat terbentuknya Negara adalah wilayah, rakyat, penduduk dan pemerintah
b) Bela Negara adalah tekad sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh
kecintaannya kepada Negara kesatuan republic Indonesia yang berdasarkan pancasila
dan UUD 1945, rela berkorban demi keberlangsungan hidup bangsa dan Negara
c) Pembinaan kesadaran bela Negara adalah usaha berdayaguna dan berhasil guna untuk
menumbuhkembangkan cinta tanah air yang dijiwai oleh kesadaran berbangsa dan
bernegara
d) Kewaspadaan Nasional adalah kualitas kesiapan dan kesiapsiagaan yang dimiliki oleh
bangsa Indonesia

13. Materi Kepemimpinan Lapangan oleh Letkol. Arm. Irwansah S.A.P


a) Kepemimpinan adalah produk dari sifat perangai, watak dan bakat seseorang yang telah
di mantapkan dalam proses pengaruh timbal balik dengan lingkungannya. Selain itu,
kepemimpinan tidak dapat diciptakan tetapi dapat ditimbulkan
b) Seni dan kecakapan dalam mempengaruhi dan membimbing bawahan, sehingga dari
pihak yang dipimpin timbul kemauan, kepercayaan, hormat dan ketaatan yang
diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang dipikulkan kepadamya.
c) Tipe kepemimpinan :
1) Otoriter : Sifat memerintah dan
2) Demokratis
3) Liberal : memberikan kebebasan mutlak kepada bawahan
4) Paternalistik : Melindungi bawahan seperti keluarga sendiri
d) Yang perlu diperhatikan dalam kepemimpinan adalah :
1) Moril : Keadaan jiwa dan emosi seseorang yang berhubungan dengan tugas khusus
dan meliputi kemauan untuk melakukan apa yang harus dilakukan
2) Disiplin atau integritas
3) Jiwa kesatuan atau jiwa korsa
4) Kecakapan/ketangkasan
5) Membangun komunikasi internal dan eksternal
e) 11 Asaz Kepemimpinan :
1) Taqwa : Beriman kepada Tuhan YME dan taat kepada Tuhan
2) Ing Ngarso Sung Tulodho : Memberi suri teladan kepada anak buah yang baik
3) Ing Madyo Mangun Karso : Ikut bergerak bersama
4) Tut Wuri Handayani : Mempengaruhi dan memberi dukungan kepada anak buah
5) Waspada Purba Wisesa : Waspada mengawasi serta sanggup memberi koreksi
6) Ambeg Parama Arta : memilih dengan tempat mana yang harus dilakukan
7) Prasaja : Tingkah laku sederhana dan tidak berlebih-lebihan
8) Satya : Sikap loyal yang timbal balik
9) Gemi Nastiti : Membatasi penggunaan dan pengeluaran
10) Belaka : berani bertanggungjawab
11) Legawa : Ikhlas untuk menyerahkan tanggungjawab dan kedudukannya kepada
generasi berikutnya

14. Materi Survival oleh Sertu Puspito


Mempelajari bagaimana cara bertahan hidup di alam bebas yang tidak ada kehidupan
manusia, dengan mengandalkan tumbuhan dan hewan yang ada di alam sekitar yang dapat
dimakan untuk bertahan hidup.

Demikian laporan kami untuk menjadikan periksa.

Kota Mungkid, 07 April 2021


Mengetahui, Yang Melaporkan
KEPALA BADAN PENDAPATAN PENGELOLAAN PESERTA
KEUANGAN DAN ASET DAERAH
KABUPATEN MAGELANG

Dra. SITI ZUMAROH. MM APRILLIA DWI KURNIAWATI,S.E.


Pembina Utama Muda Penata Muda
NIP. 19700616 199001 2 002 NIP. 199404152020122002

SOFIERLIYANA, S.Ak
Penata Muda
NIP. 199706032020122003

TRIANA CHAERUN NIZA, S.Ak


Penata Muda
NIP. 199705252020122005

UMI KURNIATI, A.Md.Kom


Pengatur
NIP. 198801232020122004