100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
6K tayangan75 halaman

Suplemen Honda Tiger 2007

Suplemen Honda Tiger memberikan informasi tentang dua tipe model Honda Tiger, termasuk spesifikasi umum seperti dimensi, kapasitas tangki bahan bakar, jenis rangka dan suspensi, ukuran ban, serta sistem rem.

Diunggah oleh

Udin Alfatih
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
6K tayangan75 halaman

Suplemen Honda Tiger 2007

Suplemen Honda Tiger memberikan informasi tentang dua tipe model Honda Tiger, termasuk spesifikasi umum seperti dimensi, kapasitas tangki bahan bakar, jenis rangka dan suspensi, ukuran ban, serta sistem rem.

Diunggah oleh

Udin Alfatih
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SUPLEMEN HONDA TIGER

PENGANTAR
Suplemen ini memuat informasi untuk Buku Pedoman Reparasi Honda Tiger. Dan suplemen ini juga memuat informasi
untuk produk terbaru dari Honda Tiger GLR.

Lihat Buku Pedoman Reparasi Honda Tiger untuk prosedur servis dan data yang tidak ada di dalam suplemen ini.

Keamanan dan keselamatan bagi Anda dan orang lain merupakan hal yang sangat penting. Untuk membantu Anda
membuat keputusan yang berlatar belakang informasi, kami telah menyediakan pesan-pesan demi keamanan dan
informasi lain sepanjang Buku Pedoman Reparasi ini. Tentunya tidak praktis dan tidak mungkin untuk memperingati
Anda tentang semua bahaya yang mungkin timbul sewaktu menservis kendaraan ini. Anda harus menggunakan pe-
nilaian terbaik Anda sendiri.

Anda akan menemukan informasi penting demi keamanan dalam bermacam-macam bentuk termasuk:
• Label Keamanan – pada kendaraan
• Pesan Keamanan – didahului oleh tanda peringatan keamanan dan salah satu dari kata sinyal berikut ini,
BAHAYA, AWAS, atau PERHATIAN. Kata-kata sinyal ini memiliki arti:
 BAHAYA ! Anda AKAN mengalami KEMATIAN atau LUKA BERAT apabila petunjuk tidak diikuti.
 AWAS ! Anda DAPAT mengalami KEMATIAN atau LUKA BERAT apabila petunjuk tidak diikuti.
 PERHATIAN ! Anda DAPAT mengalami LUKA-LUKA apabila petunjuk tidak diikuti.
• Instruksi – bagaimana melakukan servis kendaraan dengan benar dan aman.

Di dalam buku ini anda akan menemukan informasi yang didahului oleh tanda CATATAN. Tujuan dari pesan ini adalah
untuk membantu dalam pencegahan terjadinya kerusakan pada kendaraan. Anda, barang lain, atau lingkungan.

Semua keterangan, gambar, petunjuk dan spesifi-


kasi di dalam publikasi ini berdasarkan data-data
produk terakhir yang tersedia pada waktu persi-
apan untuk pencetakan.

PT Astra Honda Motor berhak membuat peruba-


han pada setiap waktu tanpa pemberitahuan dan
tanpa ikatan apapun.

Dilarang mengutip atau mencetak ulang bagian


dari penerbitan ini tanpa ijin tertulis penerbit.

Manual ini ditulis untuk orang yang telah memi-


liki pengetahuan dasar perawatan sepeda motor
Honda.

PT ASTRA HONDA MOTOR


21. SUPLEMENSUPLEMEN
HONDA TIGER
HONDA TIGER

IDENTIFIKASI MODEL 21-2 PIPA PEMBUANGAN / KNALPOT 21-31

SPESIFIKASI UMUM 21-4 JADWAL PERAWATAN 21-33

SPESIFIKASI SISTEM PELUMASAN 21-5 SARINGAN UDARA 21-34

SPESIFIKASI SISTEM BAHAN BAKAR 21-5 SALURAN PERNAPASAN BAK MESIN 21-34

SPESIFIKASI KEPALA SILINDER / KATUP 21-5 SISTEM ALIRAN UDARA SEKUNDER 21-35

SPESIFIKASI SILINDER/PISTON 21-6 MINYAK REM (TIPE II) 21-35

SPESIFIKASI KOPLING / PERALATAN KEAUSAN KANVAS REM (TIPE II) 21-36


PEMINDAH GIGI 21-6
SISTEM REM (TIPE II) 21-36
SPESIFIKASI ALTERNATOR / KOPLING STARTER 21-6
RODA / BAN (TIPE I) 21-36
SPESIFIKASI BAK MESIN / TRANSMISI /
POROS ENGKOL / KICKSTARTER 21-7 KOMPONEN SISTEM BAHAN BAKAR 21-37

SPESIFIKASI RODA DEPAN / REM / SUSPENSI / RUMAH SARINGAN UDARA 21-38


KEMUDI 21-8
KARBURATOR 21-38
SPESIFIKASI RODA BELAKANG / REM / SUSPENSI 21-8
PENYETELAN SEKRUP UDARA 21-41
SPESIFIKASI REM HIDRAULIK 21-8
SISTEM ALIRAN UDARA SEKUNDER 21-42
SPESIFIKASI BATERE / SISTEM PENGISIAN 21-9
KOMPONEN SISTEM PENURUNAN /
SPESIFIKASI SISTEM PENGAPIAN 21-9 PEMASANGAN MESIN 21-46

SPESIFIKASI STARTER ELEKTRIK 21-9 PERALATAN PEMINDAH GIGI 21-47

SPESIFIKASI LAMPU/METER/SAKLAR 21-9 PEDAL KICKSTARTER 21-49

TORSI PENGENCANGAN STANDAR 21-10 KICKSTARTER 21-49

TORSI PENGENCANGAN MESIN DAN RANGKA 21-10 KOMPONEN SISTEM RODA DEPAN / REM /
SUSPENSI / KEMUDI 21-55
TITIK-TITIK PELUMASAN & PERAPATAN 21-14
PENYETELAN BAGIAN TENGAH RODA
PELETAKAN KABEL & HARNESS 21-16 DEPAN (TIPE I) 21-56

SISTEM PENGONTROLAN EMISI 21-23 KOMPONEN SISTEM RODA BELAKANG / REM /


SUSPENSI (TIPE II) 21-57
KLEP KACA DEPAN 21-25
PENYETELAN BAGIAN TENGAH RODA
TUTUP SAMPING 21-25 BELAKANG (TIPE I) 21-58

SADEL 21-26 KESEIMBANGAN RODA 21-58

SELUBUNG TANGKI BAHAN BAKAR 21-26 KOMPONEN SISTEM REM BELAKANG (TIPE II) 21-59

TANGKI BAHAN BAKAR 21-27 PENGGANTIAN MINYAK REM BELAKANG /


PEMBUANGAN UDARA PALSU (TIPE II) 21-60
PEGANGAN TANGAN BELAKANG 21-27
PENGGANTIAN KANVAS REM 21-62
COWL BELAKANG 21-28
SILINDER UTAMA REM BELAKANG (TIPE II) 21-64

21
SPAKBOR BELAKANG 21-29
CALIPER REM BELAKANG (TIPE II) 21-68
SPAKBOR DEPAN 21-30
PEMBONGKARAN / PERAKITAN INSTRUMEN 21-72
TUTUP BELAKANG BAK MESIN KIRI 21-30
TACHOMETER 21-73
TUTUP RANTAI PENGGERAK 21-30
DIAGRAM LISTRIK 21-74
TEMPAT PEGANGAN PLAT NOMOR POLISI 21-31

21-1
SUPLEMEN HONDA TIGER

IDENTIFIKASI MODEL
Manual ini meliputi 2 jenis model Honda Tiger :
• Tipe I : Rem tromol belakang / Roda dengan jari-jari
• Tipe II : Rem cakram belakang / Roda pelek Castwheel (GLR)

TIPE HONDA TIGER GLR

21-2
SUPLEMEN HONDA TIGER

NOMOR SERI RANGKA


Nomor seri rangka dicetak pada sisi kiri dari kepala
kemudi.

NOMOR SERI RANGKA

NOMOR SERI MESIN


Nomor seri mesin dicetak pada bagian kiri bawah
bak mesin.

NOMOR SERI MESIN

NOMOR IDENTIFIKASI KARBURATOR


Nomor identifikasi karburator dicetak pada sisi
kanan dari badan karburator.

NOMOR IDENTIFIKASI KARBURATOR

21-3
SUPLEMEN HONDA TIGER

SPESIFIKASI UMUM
BAGIAN SPESIFIKASI
DIMENSI Panjang menyeluruh 2.029 mm (79.9 in)
Lebar menyeluruh 747 mm (29.4 in)
Tinggi menyeluruh 1.093 mm (43.0 in)
Jarak poros roda 1.327 mm (52.2 in)
Tinggi sadel 783 mm (30.8 in)
Tinggi pijakan kaki 309 mm (12.2 in)
Jarak terendah ke tanah 155 mm (6.1 in)
Berat motor siap pakai 139 kg (306 lbs)
RANGKA Jenis rangka Pola berlian
Suspensi depan Garpu teleskopik
Jarak pergerakan poros depan 121 mm (4.8 in)
Suspensi belakang Lengan ayun
Jarak pergerakan poros bel akang 95 mm (3.7 in)
Ukuran ban depan 2.75 – 18 42P
Ukuran ban belakang 100/90 – 18 56P
Rem depan Cakram tunggal hidraulik
Rem belakang Tipe I Sepatu rem leading / trailing mekanis
Tipe II Cakram tunggal hidraulik
Sudut caster 26º 00’
Panjang trail 85 mm (3.3 in)
Kapasitas tangki bahan bakar 13,2 liter (3.49 US gal, 2.90 Imp gal)
Kapasitas cadangan tangki bahan bakar 2,1 liter (0.55 US gal, 0.46 Imp gal)
MESIN Susunan silinder Silinder tunggal, sudut kemiringan 15O dari
vertikal
Diameter dan langkah 63,5 x 62,2 mm (2.50 x 2.45 in)
Volume langkah 196,9 cm3 (12.01 cu-in)
Perbandingan kompresi 9,0 : 1
Peralatan penggerak katup OHC digerakkan rantai
Katup masuk buka pada pengangkatan 1mm (0.04 in) 10º BTDC
tutup pada pengangkatan 1mm (0.04 in) 40º ABDC
Katup buang buka pada pengangkatan 1mm (0.04 in) 35º BBDC
tutup pada pengangkatan 1mm (0.04 in) 10º ATDC
Sistem pelumasan Tempat oli basah, sirkulasi dengan
pompa oli
Tipe pompa oli Trochoid
Sistem pendinginan Pendinginan udara
Sistem saringan udara Busa polyurethane yang diminyaki
Berat kosong mesin 32,9 kg (72.5 lbs)
KARBURATOR Tipe karburator Piston Valve
Diameter skep 28 mm (1.1 in)
SISTEM Sistem kopling Plat majemuk, basah
PENGGERAK Sistem pengoperasian kopling Tipe mekanis
Transmisi 6-kecepatan
Reduksi primer 3,090 (68/22)
Reduksi akhir 3,307 (43/13)
Perbandingan roda gigi gigi 1 2,545 (28/11)
gigi 2 1,687 (27/16)
gigi 3 1,280 (32/25)
gigi 4 1,041 (25/24)
gigi 5 0,903 (28/31)
gigi 6 0,814 (22/27)
Pola pengoperan gigi Sistem kembali digerakkan kaki kiri
1–N–2–3–4–5–6
KELISTRIKAN Sistem pengapian CDI, jenis AC
Sistem starter Motor starter listrik dan kickstarter
Sistem pengisian Alternator fase tunggal
Regulator/rectifier Fase tunggal / dibuka oleh SCR, rektifikasi
gelombang penuh
Sistem penerangan lampu Baterai

21-4
SUPLEMEN HONDA TIGER

SPESIFIKASI SISTEM PELUMASAN


BAGIAN STANDAR BATAS SERVIS
i
Kapasitas oil Setelah penggantian oli 1,0 liter (1.1 US qt, 0.9 lmp qt) -
mesin Setelah pembongkaran mesin 1,2 liter (1.3 US qt, 1.1 lmp qt) -
Oli mesin yang dianjurkan Federal Oil Superior Formulation
atau oli mesin 4 tak sejenis dengan
klasifikasi API service SE, SF atau SG,
Viskositas: SAE 10W-30 -
Rotor pompa oli Celah pada ujung rotor 0,15 (0.006) 0,20 (0.008)
Celah pada rumah pompa 0,15 – 0,21 (0.006 – 0.008) 0,40 (0.016)
Celah samping 0,03 – 0,12 (0.001 – 0.005) 0,15 (0.006)

SPESIFIKASI SISTEM BAHAN BAKAR


BAGIAN SPESIFIKASI
Nomor identifikasi karburator PD9BF
Spuyer utama (main jet) #122
Spuyer langsam (slow jet) #38
Pembukaan awal / akhir sekrup udara (pilot screw) Hal. 21-41
Tinggi pelampung 14,0 mm (0.55 in)
Putaran stasioner mesin 1.400 +/- 100 menit-1 (rpm)
Jarak main bebas gas tangan 2,0 – 6,0 mm (0.08 – 0.24 in)
Vakum katup kontrol PAIR 60,0 kPA (450 mmHg)

SPESIFIKASI KEPALA SILINDER / KATUP


BAGIAN STANDAR BATAS SERVIS
Kompresi silinder 1,177 kPa (12.0 kgf/cm2, 170.7 psi) -
Renggang klep (katup) Masuk / Buang 0,1 (0.004) -
Katup, bos Diameter luar tangkai Masuk 5,450 – 5,465 (0.2146 – 0.2152) 5,44 (0.214)
katup katup Buang 5,430 – 5,445 (0.2138 – 0.2144) 5,42 (0.213)
Diameter dalam bos Masuk / Buang 5,475 – 5,485 (0.2156 – 0.2159) 5,50 (0.217)
katup
Kelonggaran tangkai Masuk 0,010 – 0,035 (0.0004 – 0.0014) 0,06 (0.002)
katup / bos katup Buang 0,030 – 0,055 (0.0012 – 0.0022) 0,08 (0.003)
Lebar dudukan katup Masuk / Buang 1,1 – 1,3 (0.04 – 0.05) 1,5 (0.06)
Panjang bebas Dalam Masuk / Buang 39,2 (1.54) 38,0 (1.50)
pegas katup Luar Masuk / Buang 44,85 (1.766) 43,5 (1.71)
Pelatuk Diameter dalam lengan Masuk / Buang 12,000 – 12,018 (0.4724 – 0.4731) 12,05 (0.474)
Diameter luar poros Masuk / Buang 11,977 – 11,995 (0.4715 – 0.4722) 11,93 (0.470)
Kelonggaran pelatuk Masuk / Buang 0,005 – 0,041 (0.0002 – 0.0016) 0,08 (0.003)
/ poros
Perubahan bentuk kepala silinder - 0,05 (0.002)
Camshaft (poros Tinggi tonjolan Masuk 31,537 – 31,777 (1.2416 – 1.2511) 31,20 (1.228)
bubungan) bubungan Buang 31,378 – 31,618 (1.2354 – 1.2448) 31,00 (1.220)

21-5
SUPLEMEN HONDA TIGER

SPESIFIKASI SILINDER / PISTON


Satuan: mm (in)
BAGIAN STANDAR BATAS SERVIS
Silinder Diameter dalam 63,500 – 63,510 (2.500 – 2.5004) 63,60 (2.504)
Kelonjongan - 0,10 (0.004)
Ketirusan - 0,10 (0.004)
Perubahan bentuk melengkung - 0,10 (0.004)
Piston, Arah tanda pada piston Tanda “IN” menghadap ke sisi –
piston saluran masuk
pin,cincin Diameter luar piston 11,5 (0.45) 63,470 – 63,490 (2.4988 – 2.4996) 63,42 (2.497)
piston dari bagian bawah
Diameter dalam lubang pin piston 15,002 – 15,008 (0.5906 – 0.5909) 15,04 (0.592)
Diameter luar pin piston 14,994 – 15,000 (0.5903 – 0.5906) 14,96 (0.589)
Jarak renggang antara pin piston & piston 0,002 – 0,014 (0.0001 – 0.0006) 0,02 (0.001)
Celah pada ujung cincin piston Atas 0,20 – 0,35 (0.008 – 0.014) 0,50 (0.020)
Kedua 0,35 – 0,50 (0.014 – 0.020) 0,70 (0.028)
Cincin minyak 0,20 – 0,70 (0.008 – 0.028) 0,90 (0.035)
(rel samping)
Celah antara cincin piston Atas 0,025 – 0,055 (0.0010 – 0.0022) 0,09 (0.004)
dan alurnya Kedua 0,015 – 0,045 (0.0006 – 0.0018) 0,09 (0.004)
Jarak renggang antara piston & silinder 0,010 – 0,040 (0.0004 – 0.0016) 0,10 (0.004)
Diameter dalam kepala kecil batang penggerak 15,010 – 15,028 (0.5909 – 0.5917) 15,06 (0.593)
Jarak renggang antara batang penggerak & pin piston 0,010 – 0,034 (0.0004 – 0.0013) 0,10 (0.004)

SPESIFIKASI KOPLING / PERALATAN PEMINDAH GIGI Satuan: mm (in)

BAGIAN STANDAR BATAS SERVIS


Jarak main bebas handel kopling 10 – 20 (0.4 – 0.8) -
Kopling Tebal cakram A 2,90 – 3,00 (0.114 – 0.118) 2,6 (0.10)
B 3,50 – 3,60 (0.138 – 0.142) 3,2 (0.13)
Panjang bebas pegas 39,2 (1.54) 38,0 (1.50)
Perubahan bentuk melengkung plat – 0,20 (0.008)

SPESIFIKASI ALTERNATOR / KOPLING STARTER Satuan: mm (in)


BAGIAN STANDAR BATAS SERVIS
Roda gigi starter yang digerakkan Diameter luar 45,660 – 45,673 (1.7976 – 1.7981) 45,60 (1.795)
Diameter dalam 22,010 – 22,031 (0.8665 – 0.8674) 22,07 (0.869)
Diameter luar poros engkol pada poros bagian kiri 22,000 (0.8661) 21,91 (0.863)
Jarak renggang antara roda gigi yang digerakkan starter 0,010 – 0,031 (0.0004 – 0.0012) 0,23 (0.009)
dan poros engkol pada poros bagian kiri

21-6
SUPLEMEN HONDA TIGER

SPESIFIKASI BAK MESIN / TRANSMISI / POROS ENGKOL / KICKSTARTER


Satuan: mm (in)

BAGIAN STANDAR BATAS SERVIS


Poros engkol Jarak renggang ke samping 0,05 – 0,30 (0.002 – 0.012) 0,05 (0.002)
kepala besar batang penggerak
Jarak renggang radial kepala 0 – 0,008 (0 – 0.0003) 0,05 (0.002)
besar batang penggerak
Keolengan – 0,02 (0.001)
Transmisi Diameter dalam roda gigi M5, M6, C2 23,020 – 23,041 (0.9063 – 0.9071) 23,07 (0.908)
C1 19,520 – 19,541 (0.7685 – 0.7693) 19,57 (0.770)
C3, C4 22,020 – 22,041 (0.8669 – 0.8678) 22,07 (0.869)
Diameter luar bos M6, C2 22,984 – 23,005 (0.9049 – 0.9057) 22,93 (0.903)
M5 22,979 – 23,000 (0.9047 – 0.9055) 22,93 (0.903)
C1 19,479 – 19,500 (0.7669 – 0.7677) 19,43 (0.765)
Diameter dalam bos M5, M6 20,000 – 20,021 (0.7874 – 0.7882) 20,05 (0.789)
C1 16,516 – 16,534 (0.6502 – 0.6509) 16,56 (0.652)
C2 20,020 – 20,041 (0.7882 – 0.7890) 20,07 (0.790)
Jarak renggang roda gigi M6, C2 0,030 – 0,057 (0.0012 – 0.0022) 0,10 (0.004)
ke bos M5, C1 0,020 – 0,062 (0.0008 – 0.0024) 0,10 (0.004)
Diameter luar poros utama M5, M6 19,959 – 19,980 (0.7858 – 0.7866) 19,91 (0.784)
Diameter luar poros lawan C1 16,466 – 16,484 (0.6483 – 0.6490) 16,41 (0.646)
C2 19,974 – 19,987 (0.7864 – 0.7869) 19,92 (0.784)
C3, C4 21,959 – 21,980 (0.8645 – 0.8654) 21,91 (0.863)
Jarak renggang poros ke C3, C4 0,040 – 0,082 (0.0016 – 0.0032) 0,10 (0.004)
roda gigi
Jarak renggang poros M5, M6 0,020 – 0,062 (0.0008 – 0.0024) 0,10 (0.004)
ke bos C1 0,032 – 0,068 (0.0013 – 0.0027) 0,10 (0.004)
C2 0,033 – 0,067 (0.0013 – 0.0026) 0,10 (0.004)
Garpu Diameter dalam 12,000 – 12,018 (0.4724 – 0.4731) 12,05 (0.474)
pemindah gigi Tebal cakar 4,93 – 5,00 (0.194 – 0.197) 4,50 (0.177)
Diameter luar poros cakar 11,976 – 11,994 (0.4715 – 0.4722) 11,96 (0.471)
Kickstarter Diameter dalam roda gigi pinion 20,000 – 20,021 (0.7874 – 0.7882) 20,05 (0.789)
Diameter luar poros spindle 19,959 – 19,980 (0.7858 – 0.7866) 19,90 (0.783)

21-7
SUPLEMEN HONDA TIGER

SPESIFIKASI RODA DEPAN / REM / SUSPENSI / KEMUDI


Satuan: mm (in)
BATAS STANDAR BATAS SERVIS
Kedalaman alur ban minimum – Sampai ke indikator
Tekanan udara ban Pengendara saja 200 kPa (2.00 kgf/cm2, 28 psi) –
dingin Pengendara + pembonceng 200 kPa (2.00 kgf/cm2, 28 psi) –
Kebengkokan poros – 0,20 (0.01)
Keolengan pelek roda Radial – 2,0 (0.08)
Aksial – 2,0 (0.08)
Jarak lateral pelek ke hub roda (Tipe I) 12,0 – 12,4 (0.47 – 0.49) –
Berat timbangan keseimbangan roda – Maksimum 60 g (2.1 oz)
Garpu Panjang bebas pegas 453 (17.8) 445 (17.5)
Kebengkokan pipa – 0,20 (0.008)
Minyak sokbreker yang Minyak garpu –
direkomendasikan
Tinggi permukaan 188 (7.4) –
minyak sokbreker
Kapasitas minyak 133 ± 1 cm3 (4.5 ± 0.03 US oz, –
sokbreker 4.7 ± 0.04 Imp oz) –
Beban awal bantalan kepala kemudi 12,7 – 18,6 N –
(1.3 – 1.9 kgf, 2.9 – 4.2 lbf)

SPESIFIKASI RODA BELAKANG / REM / SUSPENSI Satuan: mm (in)


BATAS STANDAR BATAS SERVIS
Kedalaman alur ban minimum – Sampai ke indikator
Tekanan udara ban Pengendara saja 200 kPa (2.00 kgf/cm2, 28 psi) –
dingin Pengendara + pembonceng 225 kPa (2.25 kgf/cm2, 33 psi) –
Kebengkokan poros – 0,2 (0.01)
Keolengan pelek roda Radial – 1,0 (0.04)
Aksial – 1,0 (0.04)
Jarak lateral pelek ke hub roda (Tipe I) 32,70 – 32,80 (1.287 – 1.291) -
Berat timbangan keseimbangan roda – Maksimum 60 g (2.1 oz)
Rantai penggerak Ukuran / sambungan 520 / 106 –
Jarak kelenturan 20 – 30 (0.8 – 1.2) –
Rem (Tipe I) Jarak main bebas pedal rem 20 – 30 (0.8 – 1.2) –
Diameter dalam tromol 130,0 – 130,3 (5.12 – 5.13) 131,0 (5.16)

SPESIFIKASI REM HIDRAULIK Satuan: mm (in)


BAGIAN STANDAR BATAS SERVIS
Minyak rem yang direkomendasikan DOT 3 atau DOT 4 -
Rem depan Tebal cakram rem 3,8 – 4,2 (0.15 – 0.17) 3,5 (0.14)
Keolengan cakram rem – 0,25 (0.010)
Diameter dalam silinder utama 11,000 – 11,043 (0.4331– 0.4348) 11,755 (0.4628)
Diameter luar piston silinder 10,957 – 10,984 (0.4314 – 0.4324) 10,945 (0.4309)
utama
Diameter dalam silinder caliper 25,400 – 25,450 (1.0000 – 1.0020) 25,460 (1.0024)
Diameter luar piston caliper 25,318 – 25,368 (0.9968 – 0.9987) 25,31 (0.996)
Rem belakang (Tipe II) Tebal cakram rem 3,8 – 4,2 (0.15 – 0.17) 3,5 (0.14)
Keolengan cakram rem – 0,25 (0.010)
Diameter dalam silinder utama 12,700 – 12,743 (0.5000– 0.5017) 12,755 (0.5022)
Diameter luar piston silinder 12,657 – 12,684 (0.4983 – 0.4994) 12,645 (0.4978)
utama
Diameter dalam silinder caliper 32,030 – 32,080 (1.2610 – 1.2630) 32,090 (1.2634)
Diameter luar piston caliper 31,948 – 31,998 (1.2578 – 1.2598) 31,94 (1.257)

21-8
SUPLEMEN HONDA TIGER

SPESIFIKASI BATERE / SISTEM PENGISIAN


BAGIAN SPESIFIKASI
Batere Kapasitas 12 V – 7 Ah
Kebocoran arus Maks. 0,1 mA
Berat jenis (20OC / 68OF) Terisi penuh 12,7 – 12,9 V
Perlu diisi kembali Dibawah 12,6 V
Voltase Terisi penuh Diatas 12,8 V
Perlu diisi kembali Dibawah 12,3 V
Arus pengisian Normal 0,8 A/5 – 10 h
Cepat 8 A/1 h
Alternator Kapasitas 0,13 Kw / 5.000 min-1 (rpm)
Tahanan kumparan pengisian (20 C / 68 F)
O O
0,1 – 1,0 Ω

SPESIFIKASI SISTEM PENGAPIAN


BAGIAN SPESIFIKASI
Busi DP8EA-9 (NGK), X24EP-U9 (DENSO)
Jarak renggang busi 0,80 – 0,90 mm (0.031 – 0.035 in)
Voltase puncak primer ignition coil Minimum 100 V
Voltase puncak exciter coil Minimum 100 V
Voltase puncak ignition pulse generator Minimum 0,7 V
Waktu pengapian (tanda “F”) 8° sebelum TMA pada putaran stasioner

SPESIFIKASI STARTER ELEKTRIK


Satuan: mm (in)
BAGIAN STANDAR BATAS SERVIS
Panjang sikat motor starter 12,0 (0.47) 8,5 (0.33)

SPESIFIKASI LAMPU / METER / SAKLAR


BAGIAN SPESIFIKASI
Bola lampu Lampu besar (Jauh / Dekat) 12 V – 35 / 36,5 W
Lampu belakang / rem 12 V – 18 / 5 W
Lampu belakang 12 V – 5 W
Lampu sein 12 V – 21 W x 4
Lampu senja 12 V – 3,4 W
Lampu meter 12 V – 1,7 W x 3
Indikator lampu sein 12 V – 3 W x 2
Indikator lampu jauh 12 V – 1,7 W
Indikator netral 12 V – 1,7 W
Sekring 15 A
Tahanan fuel level (tinggi permukaan bahan bakar) sensor Penuh 4 – 10 Ω
(20°C / 68°F) Kosong 90 – 100 Ω

21-9
SUPLEMEN HONDA TIGER

TORSI PENGENCANGAN STANDARD


JENIS PENGENCANG TORSI JENIS PENGENCANG TORSI
N.m (kgf.m; lbf.ft) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Baut dan mur 5 mm 5 (0.5, 3.7) Sekrup 5 mm 4 (0.4, 3.0)
Baut dan mur 6 mm 10 (1.0, 7) Sekrup 6 mm 9 (0.9, 6.6)
(Termasuk baut flens SH) Baut flens 6 mm dan mur 12 (1.2, 9)
Baut dan mur 8 mm 22 (2.2, 16) (Termasuk NSHF)
Baut dan mur 10 mm 34 (3.5, 25) Baut flens 8 mm dan mur 27 (2.8, 20)
Baut dan mur 12 mm 54 (5.5, 40) Baut flens 10 mm dan mur 39 (4.0, 29)

TORSI PENGENCANGAN MESIN DAN RANGKA


• Spesifikasi-spesifikasi torsi di bawah ini adalah untuk pengencang-pengencang spesifik.
• Pengencang-pengencang lainnya harus dikencangkan sesuai dengan tabel torsi pengencangan standard di atas.

CATATAN:
1. Oleskan cairan pengunci pada ulir-ulir.
2. Oleskan ulir-ulir dan permukaan duduk dengan oli mesin.
3. Mur U.
4. Mur UBS.
5. Baut ALOC: ganti dengan yang baru.

MESIN
PERAWATAN

BAGIAN JUMLAH DIAMETER ULIR TORSI KETERANGAN


(mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Spark plug 1 12 18 (1.8, 13)
Oil strainer screen cap 1 36 15 (1.5, 11)
Oil centrifugal filter cover screw 3 5 5 (0.5, 3.7)
Valve adjusting lock nut 2 6 14 (1.4, 10) CATATAN 2
Valve adjusting hole cap 2 36 15 (1.5, 11)
Timing hole cap 1 14 6 (0.6, 4.4)
Crankshaft hole cap 1 30 8 (0.8, 5.9)

SISTEM PELUMASAN
BAGIAN JUMLAH DIAMETER ULIR TORSI KETERANGAN
(mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Oil pump mounting screw 2 6 10 (1.0, 7)
Oil pump rotor cover screw 2 4 3 (0.3, 2.2)

SISTEM BAHAN BAKAR


BAGIAN JUMLAH DIAMETER ULIR TORSI KETERANGAN
(mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Carburetor drain screw 1 - 1,5 (0.2, 1.1)
Float chamber screw 3 4 2,1 (0.2, 1.5)
Slow jet 1 - 1,8 (0.2, 1.3)
Main jet 1 - 2,1 (0.2, 1.5)
Needle jet holder 1 - 2,5 (0.3, 1.8)
Choke cable stay screw 1 5 4,9 (0.5, 3.6) CATATAN 1
Choke cable plate screw 1 4 0,9 (0.1, 0.7)
Throttle cable stay screw 1 5 4,9 (0.5, 3.6) CATATAN 1
Throttle valve cover screw 2 4 2,1 (0.2, 1.5)
Throttle valve link arm setting top screw 1 - 2,1 (0.2, 1.5)
Throttle valve link arm setting bottom screw 2 - 0,9 (0.1, 0.7)
Accelerator diaphragm cover screw 3 1 2,1 (0.2, 1.5)
Accelerator pump arm bolt 1 - 11,8 (1.2, 9)
Air cut-off valve mounting screw 2 4 2,1 (0.2, 1.5)

21-10
SUPLEMEN HONDA TIGER

KEPALA SILINDER / KATUP


BAGIAN JUMLAH DIAMETER TORSI KETERANGAN
ULIR (mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Cylinder head cap nut 4 8 26 (2.7, 19) CATATAN 2
Cylinder head socket bolt 1 6 10 (1.0, 7)
Cylinder head cover bolt 4 6 12 (1.2, 9)
Cam sprocket bolt 2 6 12 (1.2, 9)
Cam chain tensioner lifter sealing plug 1 6 4 (0.4, 3.0)
Cam chain tensioner pivot bolt 1 6 10 (1.0, 7)

SILINDER / PISTON
BAGIAN JUMLAH DIAMETER TORSI KETERANGAN
ULIR (mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Cam chain tensioner lifter bolt 2 6 12 (1.2, 9)

KOPLING / PERALATAN PEMINDAH GIGI


BAGIAN JUMLAH DIAMETER TORSI KETERANGAN
ULIR (mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Oil centrifugal filter lock nut 1 8 83 (8.5, 61) CATATAN 2
Clutch lifter plate bolt 4 6 12 (1.2, 9)
Shift drum stopper plate bolt 1 6 12 (1.2, 9)
Clutch center lock nut 1 16 83 (8.5, 61) CATATAN 2

ALTERNATOR / KOPLING STARTER


BAGIAN JUMLAH DIAMETER TORSI KETERANGAN
ULIR (mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Starter clutch socket bolt 3 6 16 (1.6, 12) CATATAN 1
Flywheel bolt 1 10 74 (7.5, 55) CATATAN 2
Ignition pulse generator mounting 2 5 5 (0.5, 3.7) CATATAN 1
socket bolt

BAK MESIN / TRANSMISI / POROS ENGKOL / KICKSTARTER


BAGIAN JUMLAH DIAMETER TORSI KETERANGAN
ULIR (mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Kicksstarter ratchet stopper bolt 1 12 34 (3.5, 25)
Mainshaft bearing setting plate 1 6 12 (1.2, 9) CATATAN 1
socket bolt

21-11
SUPLEMEN HONDA TIGER

RANGKA
RANGKA / PANEL BODI / KNALPOT
BAGIAN JUMLAH DIAMETER TORSI KETERANGAN
ULIR (mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Exhaust pipe joint nut 2 7 20 (2.0, 15)

PENURUNAN / PEMASANGAN MESIN


BAGIAN JUMLAH DIAMETER TORSI KETERANGAN
ULIR (mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Upper engine hanger plate nut 3 8 26 (2.7, 19)
Front engine hanger bracket nut 4 8 26 (2.7, 19)
Rear upper/lower engine hanger nut 2 10 54 (5.5, 40)

RODA DEPAN / REM / SUSPENSI / KEMUDI


BAGIAN JUMLAH DIAMETER TORSI KETERANGAN
ULIR (mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Handlebar holder bolt 4 6 12 (1.2, 9)
Front brake disc bolt 6 8 42 (4.3, 31) CATATAN 5
Front axle nut 1 12 62 (6.3, 46) CATATAN 3
Front brake hub bolt 6 8 34 (3.5, 25)
Front spoke (Tipe I) - BC 3,2 3,7 (0.4, 2.7)
Fork cap 2 27 23 (2.3, 17)
Fork socket bolt 2 8 20 (2.0, 15) CATATAN 1
Top bridge pinch bolt 2 8 23 (2.3, 17)
Bottom bridge pinch bolt 2 8 32 (3.3, 24)
Steering bearing adjusting nut 1 22 – Lihat hal. 11-18
Steering stem nut 1 22 – Lihat hal. 11-18

RODA BELAKANG / REM / SUSPENSI


BAGIAN JUMLAH DIAMETER TORSI KETERANGAN
ULIR (mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Driven sprocket nut 4 10 74 (7.5, 55) CATATAN 3
Rear axle nut 1 16 88 (9.0, 65) CATATAN 3
Rear spoke (Tipe I) - BC 3,2 3,7 (0.4, 2.7)
Rear brake arm nut (Tipe I) 1 6 10 (1.0, 7) CATATAN 3
Rear suspension upper mounting nut 2 1 34 (3.5, 25)
Rear suspension lower mounting bolt 2 10 34 (3.5, 25)
Swingarm pivot nut 1 14 88 (9.0, 65) CATATAN 3

21-12
SUPLEMEN HONDA TIGER

REM HIDRAULIK
BAGIAN JUMLAH DIAMETER TORSI KETERANGAN
ULIR (mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Front brake caliper bleed valve 1 8 5,4 (0.6, 4.0)
Front brake master cylinder 2 4 1,5 (0.2, 1.1)
reservoir cap screw
Front brake pad pin 1 10 17 (1.7:13)
Front brake caliper mounting 2 8 30 (3.1:22) CATATAN 5
torx bolt
Front brake light switch screw 1 4 1,2 (0.1, 0.9)
Front brake lever pivot bolt 1 6 1 (0.1, 0.7)
Front brake lever pivot nut 1 6 6,0 (0.6, 4.4)
Front brake caliper pin bolt 1 8 17 (1.7, 13)
Front brake caliper pin nut 1 8 23 (2.3, 17) CATATAN 1
Front brake hose oil bolt 2 10 34 (3.5, 25)
Rear brake caliper bleed valve 1 8 5,4 (0.6, 4.0)
(Tipe II)
Rear brake master cylinder 12 4 1,5 (0.2, 1.1)
reservoir cap screw (Tipe II)
Rear brake pad pin (Tipe II) 1 10 17 (1.7, 13)
Rear brake master cylinder push 1 8 17 (1.7, 13)
rod joint lock nut (Tipe II)
Rear brake master cylinder joint 1 4 1,5 (0.2, 1.1) CATATAN 1
pipe screw (Tipe II)
Rear brake hose clamp bolt (Tipe II) 2 6 12 (1.2, 9)
Rear brake caliper pin bolt (Tipe II) 1 8 12 (1.2, 9)
Rear brake caliper pin nut (Tipe II) 1 8 22 (2.2, 16) CATATAN 1
Rear brake hose oil bolt (Tipe II) 2 10 34 (3.5, 25)

LAIN-LAIN

BAGIAN JUMLAH DIAMETER TORSI KETERANGAN


ULIR (mm) N.m (kgf.m; lbf.ft)
Clutch lever pivot nut 1 6 5,9 (0.6, 4.4)
Clutch lever pivot bolt 1 6 1 (0.1, 0.7)
Speedometer stay torx bolt 2 8 20 (2.0, 15)
Side stand pivot lock nut 1 10 44 (4.5, 32) CATATAN 3

21-13
SUPLEMEN HONDA TIGER

TITIK-TITIK PELUMASAN DAN PERAPATAN


MESIN
BAHAN LOKASI KETERANGAN

Oli mesin Bidang luncur oil through (saluran oli)


Permukaan duduk dan ulir mur topi kepala silinder
Permukaan bagian dalam silinder
Permukaan duduk dan ulir mur pengunci setelan katup
Ulir tutup lubang setelan katup
Seluruh permukaan piston dan cincin piston
Seluruh permukaan pin piston
Seluruh permukaan rantai mesin
Ulir tutup lubang poros engkol / waktu pengapian
Seluruh permukaan rotor pompa oli
Permukaan duduk dan ulir mur pengunci saringan oli sentrifugal
Gigi gir penggerak primer
Bidang putar dan luncur dari kickstarter
Gigi gir pinion kickstarter
Permukaan luar dan bidang luncur tromol pemindah gigi
Bantalan kepala besar batang penggerak poros engkol
Permukaan duduk dan ulir baut flywheel
Seluruh permukaan poros roda gigi reduksi starter
Seluruh permukaan poros roda gigi idle starter
Permukaan gelinding kopling starter
Bidang putar handel kopling
Bidang putar gigi clutch outer (kopling bagian luar)
Permukaan kanvas kopling
Poros engkol (Bidang kontak dari permukaan bagian dalam roda
gigi starter yang digerakkan)
Bidang luncur dan putar dari roda gigi transmisi
Bidang luncur dan putar dari poros utama / poros lawan
Seluruh permukaan poros garpu pemindah
Masing-masing cincin-O
Masing-masing bantalan peluru dan bantalan jarum
Masing-masing bibir sil oli

Minyak pelumas Seluruh permukaan pin piston


molybdenum Bantalan dan tonjolan bubungan
(campuran dari ½ oli Masing-masing permukaan bagian luar tangkai katup
mesin dan ½ gemuk Seluruh permukaan poros lengan pelatuk
molybdenum) Permukaan bagian dalam roda gigi transmisi M3, M5, C1, C2, C4
Seluruh permukaan clutch outer guide

Cairan pengunci Ulir baut pemasangan ignition pulse generator


Ulir baut plat penahan bantalan poros utama
Ulir baut socket kopling starter

Cairan perapat Bidang kontak penyatuan bak mesin dengan gasket silinder
(Three bond #1141, Permukaan penyatuan tutup kepala silinder (sisi kepala silinder)
1215 atau yang Grommet kabel alternator
sejenisnya)

Bersihkan dari gemuk Permukaan penyatuan antara flywheel dengan poros engkol

21-14
SUPLEMEN HONDA TIGER

FRAME
BAHAN LOKASI KETERANGAN
Gemuk serba-guna untuk Cincin-cincin bantalan kemudi dan peluru-peluru baja 3,0 g
tekanan tinggi Bibir-bibir sil debu tangkai kemudi dan sil oli
(rekomendasi: EXCELITE
EP2 diproduksi oleh
KYODO YUSHI, Jepang,
atau Shell ALVANIA EP2
atau yang sejenisnya
Gemuk serba-guna Bibir sil debu dan bibir sil oli roda depan
Bibir sil debu roda belakang
Gigi gir speedometer 3,0 g
Permukaan bagian dalam roda gigi speedometer 0,1 g
Poros pinion speedometer
Kabel speedometer di dalam casing
Permukaan poros dan bubungan rem belakang (Tipe I) 0,5 - 1,0 g
Bidang luncur pin jangkar panel rem belakang (Tipe I) 0,5 - 1,0 g
Bidang luncur engsel pedal pemindah gigi
Bidang luncur pin penyambung pedal pemindah gigi
Bidang luncur bos engsel lengan ayun
Bibir sil debu engsel lengan ayun
Bidang luncur engsel standard samping
Bidang luncur poros engsel standard tengah
Bidang luncur kabel pipa gas tangan
Permukaan luncur baut engsel handel kopling
Bidang luncur lengan kickstarter
Bidang putar masing-masing bantalan
Oli roda gigi Seluruh permukaan sil vilt bubungan rem belakang (Tipe I)
(IDEMITSU AUTOLUB 30
atau MECHANIC 44 atau
sejenisnya)
Oli mesin Elemen saringan udara 25 - 27 g
Minyak rem DOT 3 Mangkuk piston utama rem depan
atau DOT 4 Bidang luncur piston utama rem depan
Bidang luncur piston caliper rem depan
Mangkuk piston utama rem belakang (Tipe II)
Permukaan luncur piston utama rem belakang (Tipe II)
Sil debu / piston caliper rem belakang (Tipe II)
Permukaan luncur piston caliper rem belakang (Tipe II)
Gemuk silikon Bagian dalam kabel gas
Bagian dalam kabel kopling
Permukaan luncur baut engsel handel rem depan 0,1 g
Permukaan kontak antara handel rem depan dan piston 0,1 g
utama
Bagian dalam penutup pin caliper rem depan 0,4 g
Permukaan cincin-O pin kanvas rem depan
Bidang penghubung antara piston silinder utama rem 0.1 g
belakang dan batang pendorong (Tipe II)
Bagian dalam penutup pin caliper rem belakang (Tipe II) 0,4 g
Permukaan cincin-O pin kanvas rem belakang (Tipe II)
Minyak garpu Bidang luncur bagian dalam garpu
Bibir-bibir sil debu garpu
Honda Bond A atau Bidang penyatuan saluran saringan udara – ke rumah
sejenisnya
Cairan pengunci Ulir mur pin caliper rem depan
Ulir mur pin caliper rem belakang
Sekrup pipa penghubung silinder utama rem belakang
Baut socket garpu

21-15
SUPLEMEN HONDA TIGER

KONEKTOR KABEL
(Hitam/Putih) SAKLAR
KANAN STANG KEMUDI
KONEKTOR KABEL (Hitam/
KONEKTOR 9P (Hitam) Kuning) TACHOMETER
SAKLAR KIRI STANG
KEMUDI
KONEKTOR 6P SAKLAR
KANAN STANG KEMUDI

KONEKTOR 9P
METER KOMBINASI

KONEKTOR 3P UNIT
LAMPU BESAR
KABEL LAMPU SEIN

KABEL SAKLAR KUNCI KONTAK

KABEL SAKLAR KOPLING

KABEL SPEEDOMETER

KABEL-KABEL GAS

KABEL SAKLAR KIRI


STANG KEMUDI
KABEL SAKLAR KANAN
STANG KEMUDI

SLANG REM DEPAN KABEL KOPLING

21-16
SUPLEMEN HONDA TIGER

KABEL-KABEL GAS

KABEL SAKLAR KIRI


STANG KEMUDI

KABEL SAKLAR
LAMPU REM DEPAN

SLANG REM DEPAN

KABEL SAKLAR KANAN


STANG KEMUDI
KABEL CUK

KABEL
KLAKSON

KABEL SPEEDOMETER

KABEL KOPLING

21-17
SUPLEMEN HONDA TIGER

KABEL KOPELING

STANG KEMUDI KABEL-KABEL GAS


KABEL SAKLAR KIRI

KABEL CUK

KABEL BUSI

WIRE HARNESS UTAMA

SLANG REM DEPAN

KABEL SPEEDOMETER

SLANG SALURAN KARBURATOR

21-18
SUPLEMEN HONDA TIGER

SLANG ANTARA KATUP


PENGONTROL PAIR DAN BAK MESIN
KOIL PENGAPIAN
SARINGAN UDARA PAIR SALURAN PERNAPASAN
PIPA ALIRAN REM BELAKANG
UDARA PAIR KABEL SAKLAR LAMPU

KABEL MOTOR
STARTER

SLANG ANTARA SLANG


KATUP-KATUP PERNAPASAN
PENGONTROL PAIR BATERE
DAN PIPA ALIRAN
UDARA PAIR

SLANG VAKUM PAIR

SLANG BAHAN BAKAR

KABEL SAKLAR NETRAL


SLANG PEMBUANGAN
PERNAPASAN BAK MESIN

KONEKTOR-KONEKTOR
• 4P ALTERNATOR
• 2P (Coklat) SENSOR TINGGI PERMUKAAN BAHAN BAKAR
• 2P SAKLAR LAMPU REM BELAKANG
• KABEL ALTERNATOR (Hitam/Merah)
• KABEL IGNITION PULSE GENERATOR (Biru/Kuning)

21-19
SUPLEMEN HONDA TIGER

IGNITION CONTROL
MODULE (ICM) KABEL PRIMER
WIRE HARNESS UTAMA KOIL PENGAPIAN

SAKLAR RELAY
STARTER

TERMINAL POSITIF
( + ) BATERE

TERMINAL NEGATIF
( - ) BATERE

KABEL BUSI

KABEL MASSA

SLANG PEMBUANGAN
KABEL MOTOR
KARBURATOR
STARTER
SLANG PERNAPASAN BATERE

21-20
SUPLEMEN HONDA TIGER

DIODE NETRAL
KOTAK SEKRING

KABEL
PENGUNCIAN
SADEL

KABEL REGULATOR/
RECTIFIER

REGULATOR/
RECTIFIER

KONEKTOR-KONEKTOR
• KABEL LAMPU SEIN BELAKANG
• 3P LAMPU BELAKANG/REM
KABEL REGULATOR/
RECTIFIER

KABEL LAMPU
SEIN KIRI
BELAKANG
KONEKTOR 2P SAKLAR
RELAY STARTER

RELAY LAMPU SEIN

KABEL LAMPU
SEIN KANAN
BELAKANG

21-21
SUPLEMEN HONDA TIGER

TIPE II

SLANG KOTAK MINYAK


REM BELAKANG

KOTAK MINYAK
REM BELAKANG

SLANG REM
BELAKANG

BATERAI

21-22
SUPLEMEN HONDA TIGER

SISTEM PENGONTROLAN EMISI


SUMBER EMISI
Proses pembakaran menghasilkan karbon monoksida (CO), nitro oksida (NOx) dan hidrokarbon (HC). Pengontrolan kar-
bon monoksida, nitro oksida dan hidrokarbon sangat penting karena, dalam kondisi-kondisi tertentu, mereka bereaksi
membentuk asap photokimia ketika terkena sinar matahari. Karbon monoksida tidak memiliki reaksi yang sama, tapi meng-
andung racun. Honda Motor Co., Ltd. memanfaatkan setting karburator yang sesuai serta sistem lain, untuk mengurangi
karbon monoksida dan hidrokarbon.

SISTEM PENGONTROLAN EMISI BAK MESIN


Mesin dilengkapi dengan sistem bak mesin tertutup untuk mencegah kebocoran emisi ke dalam atmosfir. Gas hasil pem-
bakaran dikembalikan ke ruang pembakaran melalui saringan udara dan karburator.

KARBURATOR RUMAH SARINGAN UDARA

SALURAN PERNAPASAN BAK


MESIN
UDARA SEGAR

BLOW-BY GAS (GAS HASIL


PEMBAKARAN YANG MASUK
KE DALAM BAK MESIN
ANTARA PISTON DAN
SILINDER)

21-23
SUPLEMEN HONDA TIGER

SISTEM PENGONTROLAN EMISI KNALPOT


Sistem pengontrolan emisi knalpot tersusun dari sistem pulsa aliran udara sekunder dan setting karburator yang miskin,
tidak diperlukan penyetelan kecuali penyetelan putaran stasioner dengan sekrup penahan skep. Sistem pengontrolan
emisi knalpot terpisah dari sistem pengontrolan emisi bak mesin.

SISTEM PENGALIRAN UDARA SEKUNDER


Sistem pengaliran pulsa udara sekunder menyalurkan udara yang sudah tersaring ke dalam gas pembuangan di dalam
lubang pembuangan. Udara segar ditarik ke dalam lubang pembuangan melalui fungsi katup pengontrolan PAIR (Pulse
Secondary Air Injection / Injeksi Pulsa Udara Sekunder).
Suntikan udara segar ini membantu pembakaran gas pembuangan yang tidak terbakar dan mengubah sejumlah besar
hidrokarbon dan karbon monoksida menjadi uap air dan karbon dioksida yang relatif tidak berbahaya.
Katup buluh mencegah aliran balik udara melalui sistem. Katup pengontrolan PAIR bereaksi terhadap vakum saluran pipa
masuk yang tinggi dan akan menghentikan pengaliran udara bersih pada saat perlambatan mesin, dengan cara demikian
mencegah pembakaran susulan di dalam sistem pembuangan gas.
Tidak diperlukan penyetelan pada sistem aliran udara sekunder, namun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kompo-
nen secara rutin.

SARINGAN UDARA PAIR

SLANG VAKUM RUMAH SARINGAN UDARA


KATUP PENGONTROLAN
PAIR KARBURATOR

KATUP PENAHAN PAIR

SALURAN PERNAPASAN BAK MESIN

LUBANG PEMBUANGAN UDARA SEGAR

UDARA VAKUM

SISTEM PENGONTROLAN EMISI SUARA


DILARANG MENGUTAK-ATIK SISTEM PENGONTROLAN EMISI SUARA: Undang-undang lokal melarang tindakan-tin-
dakan berikut ini atau penyebab dari:
(1) Pelepasan atau menjadikan tidak beroperasinya oleh siapapun, selain untuk tujuan perawatan, perbaikan atau peng
gantian, dari setiap alat atau elemen yang merupakan bagian dari rancangan dari kendaraan untuk tujuan pengontrol-
an suara sebelum penjualan atau pendistribusian ke pelanggan akhir atau sesudah ia digunakan: atau
(2) Penggunaan kendaraan manapun setelah alat atau elemen tertentu yang merupakan bagian rancangan telah dilepas-
kan atau dijadikan tidak dapat beroperasi siapapun.

TINDAKAN-TINDAKAN YANG DIANGGAP SEBAGAI PENGUTAK-ATIKAN ADALAH TINDAKAN SEBAGAI BERIKUT:


1. Pelepasan atau pembocoran dari knalpot, baffles, pipa header atau komponen manapun yang menghantar gas pem -
buangan.
2. Pelepasan atau pembocoran bagian manapun dari sistem pemasukan / intake.
3. Kurangnya perawatan yang pantas.
4. Mengganti part yang bergerak dari kendaraan, atau bagian dari sistem pemasukan atau pembuangan, dengan part
lain dari pada yang telah ditentukan oleh pabrik.

21-24
SUPLEMEN HONDA TIGER

KLEP KACA DEPAN


SEKRUP-SEKRUP
PELEPASAN / PEMASANGAN:
Lepaskan sebagai berikut:
- 4 sekrup khusus CINCIN2/MUR
- 4 mur
- 2 cincin washer
- Klep Kaca Depan
MUR-MUR
Pasang klep kaca depan di atas pemegang lampu depan,
pastikan karet/bracket dari klep kaca depan pada posisi
yang benar seperti tampak pada gambar.

KLEP KACA DEPAN


CINCIN WASHER

SEKRUP-
SEKRUP

MUR-MUR

PEMEGANG LAMPU KARET KLEP KACA


DEPAN DEPAN/BRACKET

TUTUP SAMPING : Bagian kiri diperlihatkan TONJOLAN-TONJOLAN

PELEPASAN / PEMASANGAN SEKRUP


KHUSUS
Lepaskan sekrup khusus dan sekrup pemasangan/collar/
karet bantalan.

PERHATIAN!
Hati-hati agar tidak merusak tonjolan tutup samping

Lepaskan tonjolan-tonjolan tutup samping dari grommet TUTUP SAMPING


tangki bahan bakar, lalu lepaskan tutup samping. SEKRUP/COLLAR/
KARET BANTALAN
Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pe-
lepasan.

PEMBONGKARAN / PERAKITAN : Bagian kiri diperlihatkan SEKRUP-


SEKRUP
Lepaskan ketiga sekrup. TUTUP SAMPING
Lepaskan tutup karburator dari tutup samping.

Perakitan dilakukan dengan urutan terbalik dari pem-


bongkaran.

TUTUP KARBURATOR

21-25
SUPLEMEN HONDA TIGER

SADEL
PELEPASAN / PEMASANGAN
Buka kunci penggantung helm dengan kunci kontak, ke- KAITAN-KAITAN SADEL
mudian buka kunci sadel dengan menarik handel peng-
unci ke bawah.

Lepaskan kaitan dari rangka dengan menggeser sadel ke


belakang dan lepaskan sadel.

Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pema-


sangan.

HANDEL
KONTAK PENGUNCI
KUNCI

SELUBUNG TANGKI Bagian kiri diperlihatkan


SEKRUP-SEKRUP

BAHAN BAKAR :
PELEPASAN / PEMASANGAN
Lepaskan ketiga sekrup dan selubung.
Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pe-
lepasan

SELUBUNG

PEMBONGKARAN / PERAKITAN SELUBUNG


TONJOLAN
BAGIAN DALAM LUBANG-
PEMASANGAN
Lepaskan keempat sekrup dan selubung bagian dalam. LUBANG
Lepaskan kedua sekrup louver.
Pisahkan louver dari selubung dengan melepaskan ton-
jolan pemasangan dari lubang-lubang.

Perakitan dilakukan dalam urutan terbalik dari pembong-


karan.

LOUVER

SEKRUP-SEKRUP LOUVER
SEKRUP-SEKRUP

21-26
SUPLEMEN HONDA TIGER

TANGKI BAHAN BAKAR KRAN BAHAN BAKAR


PELEPASAN / PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Tutup samping (hal. 21-25)
- Sadel (hal. 21-26)
- Selubung tangki bahan bakar (hal. 21-26)

Putar kran bahan bakar ke “OFF”.

Klem slang bahan bakar, kemudian lepaskan slang ba-


han bakar dari kran bahan bakar

PERHATIAN !
Sekalah bensin yang tertumpah dengan segera.
KRAN BAHAN BAUT/COLLAR/
Tarik penutup debu ke belakang dan lepaskan konektor BAKAR KARET BANTALAN
2P (Coklat) sensor tinggi permukaan bahan bakar.

Lepaskan baut pemasangan tangki bahan bakar/collar/


bantalan karet.

Tarik tangki bahan bakar ke belakang dan lepaskan.

PERHATIAN !
Putar kran bahan bakar ke ”ON” dan pastikan bahwa
tidak ada kebocoran bahan bakar setelah pemasangan.
KONEKTOR 2P
Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pe- (COKLAT)
lepasan

SLANG BAHAN BAKAR


PENUTUP DEBU

PEGANGAN TANGAN BELAKANG


PELEPASAN / PEMASANGAN
Lepaskan sadel (hal. 21-26).

Lepaskan baut-baut/sekrup-sekrup dan pegangan tangan


belakang.
PEGANGAN
TANGAN
Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pe-
BELAKANG
lepasan.

BAUT-BAUT

21-27
SUPLEMEN HONDA TIGER

COWL BELAKANG
BAUT/WASHER/COLLAR
PELEPASAN / PEMASANGAN
CONNECTOR 3P
Lepaskan pegangan tangan belakang (hal. 21 - 27).
Lepaskan sekrup-sekrup dan baut pemasangan/cincin
washer/collar.
Tarik penutup debu ke belakang dan lepaskan konektor
3P lampu belakang/rem.

PERHATIAN!
Hati-hati agar tidak merusak tonjolan pemasangan ketika
melepaskan cowl belakang.

Rentangkan cowl belakang sedikit, kemudian lepaskan TONJOLAN-


cowl belakang dengan melepaskan tonjolan cowl be- TONJOLAN
lakang dari grommets pada rangka. PENUTUP SEKRUP-
DEBU SEKRUP
Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pe-
lepasan

GROMMET

PEMBONGKARAN / PERAKITAN
Lepaskan keempat sekrup dan unit lampu rem/lampu be-
lakang/pegangan stay dari cowl belakang.
Pisahkan cowl bagian tengah dari cowl samping belakang
dengan melepaskan melepaskan tonjolan-tonjolan dari
lubangnya LUBANG COWL TENGAH
Perakitan dilakukan dalam urutan terbalik dari pembong- COWL SAMPING
karan. BELAKANG

PERHATIAN!
Hati-hati agar agar tidak merusak tonjolan - tonjolan dan
lubang-lubang sewaktu memisahkan cowls.

SEKRUP-
SEKRUP
TONJOLAN

UNIT LAMPU REM/


LAMPU BELAKANG/
PEGANGAN STAY

21-28
SUPLEMEN HONDA TIGER

SPAKBOR BELAKANG
SAKLAR RELAY STARTER
PELEPASAN / PEMASANGAN
Tempatkan sepeda motor pada standard tengahnya.
STUD
Lepaskan sebagai berikut:
- Tutup samping (hal. 21-25)
- Cowl belakang (hal. 21-28)
- Tutup rantai penggerak (hal. 21-30)
Lepaskan konektor kabel lampu sein belakang.
Lepaskan saklar relay starter dari pegangannya pada
spakbor belakang.
Lepaskan mur/cincin washer bagian atas suspensi be-
lakang. MUR-MUR/
Lepaskan baut pemasangan bagian bawah suspensi kiri WASHERS
belakang.
Lepaskan kaitan suspensi kanan belakang dari stud. BAUT
Lepaskan keempat baut. PEMA-
Tarik spakbor belakang ke arah belakang dan lepaskan SANGAN
dari sisi kiri.
Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pe-
lepasan
PERHATIAN!
Tempatkan kabel-kabel lampu sein dengan benar (hal.
21-16). BAUT-BAUT
TORSI:
KONEKTOR KABEL
Mur pemasangan bagian atas suspensi belakang:
34 N•m (3.5 kgf•m, 25 lbf•ft) SPAKBOR BELAKANG
Baut pemasangan bagian bawah suspensi belakang:
34 N•m (3.5 kgf•m, 25 lbf•ft)

PEMBONGKARAN / PERAKITAN
KLEM-KLEM
Lepaskan kabel lampu sein kiri belakang dari klem-klem.
Lepaskan mur pemasangan unit lampu sein belakang
dari bracketnya, kemudian lepaskan unit lampu sein deng-
an menarik kabel lampu sein belakang keluar dari lubang-
nya pada spakbor belakang.
Lepaskan kedua baut, stay plat nomor polisi dan brack-
et. LUBANG
Lepaskan mur dan pemantul cahaya

Perakitan dilakukan dalam urutan terbalik dari pembong- KABEL LAMPU SEIN
karan KIRI BELAKANG
BAUT-BAUT
• Tepatkan tonjolan pemasangan dengan lubang ketika
memasang pemantul cahaya.
MUR

PERHATIAN!
Tempatkan kabel-kabel lampu sein dengan benar (hal.
21-16).
STAY

BRACKET MUR-MUR Tepatkan

PEMANTUL CAHAYA

21-29
SUPLEMEN HONDA TIGER

SPAKBOR DEPAN SPAKBOR DEPAN

PELEPASAN / PEMASANGAN
Lepaskan pembimbing kabel speedometer pada spakbor
depan.
Lepaskan baut-baut.
Lepaskan spakbor depan dan pemegang.
Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pe-
lepasan.

BAUT-BAUT PEMEGANG PEMBIMBING


KABEL

TUTUP BAGIAN BELAKANG BAK PEMBIMBING


MESIN KIRI
LENGAN
PELEPASAN / PEMASANGAN PEDAL
Lepaskan baut penjepit dan lengan pedal pemindah gigi
dari poros pemindah gigi. PENUTUP
Lepaskan sebagai berikut
- Kedua baut
- Tutup bagian belakang bak mesin kiri
- Pembimbing
Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pe-
lepasan.
BAUT PENJEPIT
PERHATIAN! BAUT-BAUT
Sebelum melepaskan lengan pedal pemindah gigi, tandai
posisi lengan untuk memastikan posisi semula.

TUTUP RANTAI RODA SLOT


PENGGERAK
TUTUP RANTAI
PELEPASAN / PEMASANGAN
Lepaskan kedua baut.
Tarik tutup rantai ke belakang dan lepaskan tonjolan dari
slot (lubang pengarah) pada lengan ayun.

Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pe-


lepasan.

TONJOLAN
BAUT-BAUT

21-30
SUPLEMEN HONDA TIGER

TEMPAT PEGANGAN PLAT NOMOR BAUT-BAUT

PELEPASAN / PEMASANGAN
Lepaskan kedua baut/mur dan tempat pegangan plat
nomor polisi.
Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pe-
lepasan.

TEMPAT PEGANGAN MUR-MUR


PLAT NOMOR

PIPA PEMBUANGAN / KNALPOT


PELEPASAN
Tarik slang pernapasan baterai, slang pembuangan kar-
burator dan slang pembuangan pernapasan bak mesin
keluar dari pembimbingnya

SLANG-SLANG PEMBIMBING

Kendorkan mur dan baut knalpot


MUR

BAUT

Lepaskan mur sambungan pipa knalpot.


COLLAR GASKET
MUR
Lepaskan baut pemasangan / cincin washer / collar / mur
dan pipa pembuangan/knalpot.
Lepaskan gasket dari lubang pembuangan

WASHER BAUT MUR-MUR

21-31
SUPLEMEN HONDA TIGER

PEMASANGAN GASKET
Pasang gasket baru ke lubang pembuangan
Pasang pipa pembuangan/knalpot
Untuk sementara pasang mur-mur sambungan pipa pem-
buangan.

PERHATIAN!
Selalu pasang gasket baru ketika melepaskan pipa pem-
buangan/knalpot dari mesin.

Selalu periksa sistem pembuangan terhadap kebocoran


setelah pemasangan.
MUR
Untuk sementara pasang baut pemasangan knalpot/
cincin washer/collar dan mur.
Kencangkan mur sambungan pipa pembuangan dulu
dengan torsi yang ditentukan. MUR COLLAR GASKET

TORSI: 20 N.m (2.0 kgf.m, 15 lbf•ft)

Kencangkan mur pemasangan knalpot.

WASHER BAUT MUR-MUR

Pasang slang pernapasan baterai, slang pembuangan


karburator dan slang pembuangan pernapasan bak me-
sin ke dalam pembimbing

SLANG-SLANG PEMBIMBING

21-32
SUPLEMEN HONDA TIGER

JADWAL PERAWATAN
Lakukan Pemeriksaan-sebelum-jalan seperti di dalam Buku Pedoman Pemilik pada setiap periode perawatan yang dijad-
walkan.
P: Periksa, Bersihkan, Setel, Lumasi atau Ganti bila perlu. B: Bersihkan. G: Ganti. S: Setel. L: Lumasi
Bagian-bagian berikut ini memerlukan pengetahuan tehnik tertentu. Beberapa bagian (terutama yang ditandai * dan **)
mungkin memerlukan lebih banyak informasi teknis dan kunci perkakas khusus. Hubungi AHASS Anda.

MANA YG PEMBACAAN ODOMETER LIHAT


FREKUENSI LEBIH HALAMAN
DULU DI- 2 bln 4 bln 6 bln 10 bln 14 bln
BAGIAN YANG DISERVIS CAPAI 500 2.000 4.000 8.000 12.000
* SALURAN BAHAN BAKAR P P P 3-4
* SARINGAN BAHAN BAKAR B B B 3-4
* CARA KERJA GAS TANGAN P P P 3-4
SARINGAN UDARA Catatan 2 B B G 3-5, 21-34
PERNAPASAN BAK MESIN Catatan 3 B B B 21-34
BUSI P P P G P 3-6
* JARAK RENGGANG KLEP P P P P P 3-7
OLI MESIN G G SETIAP 2.000 km: G 2-2
** SARINGAN KASA OLI B 2-2
** SARINGAN SENTRIFUGAL OLI B 2-3
* PUTARAN STASIONER MESIN P P P P P 3-7
* SISTEM PENYALURAN Catatan 5 P 21-35
UDARA SEKUNDER
RANTAI PENGGERAK RODA P SETIAP 500 km: P & L 3-8
BATERE P P P 3-9
MINYAK REM Catatan 4 P P P 3-10, 21-35
KEAUSAN SEPATU REM/PAD P P P 3-10, 21-36
SISTEM REM P P P P P 3-11, 21-36
* SAKLAR LAMPU REM P P P 3-11
* ARAH SINAR LAMPU BESAR P P P P P 3-12
SISTEM KOPLING P P P P P 3-12
STANDARD SAMPING P P P 3-13
* SUSPENSI P P P 3-13
* MUR, BAUT, PENGIKAT P P P 3-14
** RODA/BAN (TIPE II) P P P P P 3-14
** RODA/BAN (TIPE I) P P P P P 3-14, 21-36
** BANTALAN KEPALA KEMUDI P P 3-14

* HARUS DISERVIS OLEH AHASS, KECUALI JIKA PEMILIK MEMILIKI ALAT DAN DATA SERVIS YANG DIPERLU-
KAN DAN TERKUALIFIKASI SECARA MEKANIS. BACALAH BUKU PEDOMAN REPARASI HONDA
** DEMI KESELAMATAN, KAMI MENGANJURKAN BAHWA PEMELIHARAAN INI HANYA DILAKUKAN OLEH AHASS

CATATAN:
1. Untuk pembacaan odometer selanjutnya, ulangilah sesuai interval pada jadwal ini.
2. Servis lebih sering apabila kendaraan sering dipakai di daerah yang basah dan berdebu.
3. Lakukan servis lebih sering apabila kendaraan dipakai saat hujan atau pada pemakaian dengan gas penuh.
4. Ganti setiap 2 tahun. Penggantian memerlukan ketrampilan khusus.
5. Ganti saringan udara PAIR setiap 3 tahun atau 24000 km. Penggantian memerlukan ketrampilan khusus.

21-33
SUPLEMEN HONDA TIGER

SARINGAN UDARA
Lepaskan elemen saringan udara (hal. 3-5).
Periksa dan bersihkan elemen seperti diuraikan dalam
jadwal perawatan (hal. 21-33).
Cuci elemen secara menyeluruh dalam minyak solar atau
larutan pembersih lain dengan titik nyala tinggi, kemudian
peras keluar larutan.
Setelah kering, semprotkan 25-27 g oli mesin ke seluruh (1) (2) (3) (4)
permukaan elemen dan gosok dengan tangan untuk me- Cuci Peras Semprot- Penuhi
menuhi elemen dengan oli. dalam larutan kan 25- elemen
Jangan sekali-kali menggunakan bensin atau larutan larutan keluar 27 g oli dengan
pembersih dengan titik nyala rendah untuk membersih - sama mesin oli
kan elemen. sekali

OLI MESIN YANG DIANJURKAN:


Federal Oil Superior Formulation atau oli mesin 4 tak
sejenis dengan klasifikasi API service SE, SF atau
SG, Viskositas: SAE 10W-30.

Pasang kembali bagian-bagian yang dilepaskan dalam-


dengan urutan terbalik dari pelepasan.

SALURAN PERNAPASAN BAK


MESIN
• Lakukan servis lebih sering apabila kendaraan sering
dipakai dalam hujan, dengan gas penuh, atau setelah
dicuci atau telah jatuh.

Periksa slang pembuangan pernapasan bak mesin.


Jika endapan telah terkumpul, lepaskan klip dan lepaskan
sumbat slang pembuangan/pernapasan bak mesin.
Buanglah endapan ke dalam wadah yang sesuai.
SUMBAT SLANG KLIP
Pasang kembali sumbat slang pembuangan/perna- PEMBUANGAN
pasan bak mesin

Lepaskan tutup samping kanan (hal. 21-25)

Periksa slang pernapasan bak mesin terhadap pembu -


rukan, kerusakan atau kebocoran.
Ganti bila diperlukan.

SLANG PERNAPASAN BAK MESIN

21-34
SUPLEMEN HONDA TIGER

SISTEM ALIRAN UDARA PAIR AIR FILTER

• Sistem aliran udara sekunder memasukkan udara


yang telah disaring ke dalam gas pembuangan di
dalam lubang pembuangan.
Udara sekunder ditarik ke dalam lubang pembuangan SLANG-
setiap kali ada pulsa tekanan negatif di dalam sistem SLANG
pembuangan. Serbuan udara sekunder ini membantu
pembakaran gas pembuangan yang belum terbakar
dan mengubah sejumlah besar hidrokarbon dan kar -
bon monoksida menjadi air dan karbon dioksida yang
relatif tidak berbahaya.
• Ganti saringan udara PAIR seperti yang diuraikan di
dalam jadwal perawatan (hal. 21-33).

Lepaskan tangki bahan bakar (hal. 21-27).


Periksa saringan udara PAIR terhadap kerusakan. SLANG PENGHUBUNG SARINGAN UDARA
Periksa kedua sisi dari slang saringan udara PAIR terha- PAIR-ke-KATUP PENGONTROL PAIR
dap pemburukan, kerusakan, atau sambungan yang
longgar.
Jika slang menunjukkan tanda - tanda kerusakan akibat
panas, periksa katup penahan PAIR (hal. 21-43).
Periksa slang - slang berikut ini terhadap pemburukan,
kerusakan, atau sambungan yang longgar.
Pastikan bahwa slang-slang tidak retak.
- Slang vakum PAIR
- Slang penghubung antara saringan udara PAIR- ke- SLANG PENGHUBUNG
katup pengontrol PAIR - PIPA ALIRAN UDARA
PAIR-ke-KATUP PENG- SLANG VAKUM PAIR
- Slang penghubung antara pipa aliran udara PAIR-ke-
ONTROL PAIR
katup pengontrol PAIR
Jika slang - slang menunjukkan tanda - tanda kerusakan
akibat panas, periksa katup penahan PAIR (hal. 21-43).
Pasang tangki bahan bakar (hal. 21-27).

MINYAK REM (TIPE II) GARIS PERMUKAAN


TERATAS
REM BELAKANG
• Jangan mencampurkan minyak rem dari merek yang
berlainan karena mereka tidak cocok satu sama lain.
• Jagalah jangan sampai ada benda asing yang mema-
suki sistem pengereman ketika mengisi minyak rem.

PERHATIAN !
Minyak rem yang tertumpah dapat merusak bagian-bagi-
an yang dicat, terbuat dari plastic atau karet. Tutupilah
bagian - bagian ini dengan kain lap sewaktu melakukan GARIS PERMUKAAN TERBAWAH
servis sistem pengereman.

Letakkan sepeda motor pada permukaan yang mendatar,


dan letakkan pada standar tengahnya.
Periksa tinggi permukaan kotak minyak rem belakang.
Jika tinggi permukaan minyak dekat dengan garis tinggi
permukaan terbawah, periksa kanvas rem terhadap
keausan.
Jika kanvas rem aus, piston caliper terdorong keluar, dan
hal ini menyebabkan rendahnya tinggi permukaan pada
kotak minyak rem.
Jika kanvas rem tidak aus dan tinggi permukaan minyak
rendah, periksa keseluruhan sistem terhadap adanya ke-
bocoran (hal. 21-36).

21-35
SUPLEMEN HONDA TIGER

Jika tinggi permukaan dekat dengan garis tinggi permu- SEKRUP-SEKRUP


kaan terendah, lepaskan sebagai berikut: PELAT
- Tutup samping kanan (hal. 21-25) - MEMBRAN
- Kedua sekrup TUTUP KOTAK
- Tutup kotak minyak rem
- Plat membran
- Membran
Isilah kotak minyak rem hingga batas permukaan teratas
dengan minyak rem DOT 3 atau DOT 4 dari kaleng yang
masih bersegel utuh.
Pasang membran, plat membran, tutup kotak minyak
rem, kemudian kencangkan sekrup-sekrup dengan torsi
pengencangan yang ditentukan. KOTAK
MINYAK REM MEMBRAN
TORSI: 1,5 N•m (0.2 kgf•m, 1.1 lbf•ft)
Pasang tutup samping kanan (hal. 21-25).

KEAUSAN KANVAS REM (TIPE II)

REM BELAKANG
Periksa kanvas rem terhadap keausan.
Ganti kanvas rem jika keausan pada salah satu kanvas
rem telah mencapai alur batas keausan.
Lihat hal. 21-63 untuk penggantian kanvas rem.

ALUR BATAS KEAUSAN

SISTEM REM (TIPE II) PERALATAN


PEMASANGAN/SLANG
REM BELAKANG
Periksa slang rem dan peralatan pemasangannya terha-
dap pemburukan, keretakan dan tanda-tanda kebocoran.
Kencangkan peralatan pemasangan yang longgar.
Jika perlu ganti dengan slang dan peralatan pemasangan
yang baru.
Injak pedal rem dengan kuat dan periksa bahwa tidak ada
udara palsu yang memasuki sistem.
Jika pedal terasa lembut atau lunak pada saat ditekan,
buanglah udara palsu dari sistem.
Lihat hal. 21-60 untuk prosedur pembuangan udara pal- PEDAL REM
su.

RODA / BAN (TIPE I)


Letakkan sepeda motor dengan aman dan kencangkan
jari-jari roda secara periodik.

KUNCI PERKAKAS:
Spoke wrench, 5.8 x 6.1 mm 07701-0020300

TORSI:
Jari-jari depan: 3,7 N.m (0.4 kgf.m, 2.7 lbf.ft)
Jari-jari belakang: 3,7 N.m (0.4 kgf.m, 2.7 lbf.ft)

21-36
SUPLEMEN HONDA TIGER

KOMPONEN SISTEM BAHAN BAKAR

0,9 N.m (0.1 kgf.m, 0.7 lbf.ft)

21-37
SUPLEMEN HONDA TIGER

RUMAH SARINGAN UDARA SALURAN PENGHUBUNG

PELEPASAN / PEMASANGAN
Lepaskan sebagai berikut:
- Tutup samping (hal. 21-25)
- Cowl belakang (hal. 21-28)
Lepaskan slang pernapasan bak mesin dari rumah saring-
an udara.
Kendorkan sekrup klem saluran penghubung saringan
udara dan lepaskan saluran dari karburator.
Lepaskan slang pembuangan pernapasan bak mesin.
Lepaskan baut pemasangan tangki bahan bakar.
SLANG PERNAPASAN SEKRUP KLEM
Lepaskan ketiga baut pemasangan rumah saringan BAK MESIN
udara.

Angkat tangki bahan bakar sedikit dan lepaskan rumah


BAUT
saringan udara dari bagian samping kiri kendaraan.
Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pema-
sangan RUMAH SARINGAN
UDARA
SLANG
PERHATIAN! PEMBUANGAN

Hati-hati agar tidak merusak slang bahan bakar dan kabel


sensor tinggi permukaan bahan bakar ketika mengangkat
tangki.

BAUT-BAUT PEMASANGAN

KARBURATOR
PELEPASAN SEKRUP PEMBUANGAN

Lepaskan sebagai berikut:


- Tutup samping (hal. 21-25)
- Tangki bahan bakar (hal. 21-27)
Kendorkan sekrup pembuangan, kemudian keluarkan ba-
han bakar ke dalam tempat penampungan bensin.
Seka dengan segera bensin yang tertumpah.
Kencangkan sekrup pembuangan dengan torsi

pengencangan yang ditentukan setelah seluruh bahan SLANG


bakar telah dikeluarkan. PEMBUANGAN

TORSI: 1,5 N.m (0.2 kgf.m, 1.1 lbf.ft)


MUR PENGUNCI UJUNG KABEL
Lepaskan slang pembuangan dari karburator. PEMEGANG
Kendorkan mur pengunci kabel gas, lepaskan kabel dari KABEL
pemegang kabel dan lepaskan ujung kabel gas dari tro-
mol gas.

MUR PENGUNCI TEROMOL GAS

21-38
SUPLEMEN HONDA TIGER

Lepaskan kabel cuk dari pemegang kabel cuk dengan


mengendorkan sekrup plat kabel. KABEL PEMEGANG
LENGAN CUK
Lepaskan ujung kabel cuk dari lengan cuk.

PERHATIAN!
Hati-hati agar tidak merusak kabel cuk.

SEKRUP
PLAT
UJUNG KABEL

Kendorkan baut pita penjepit insulator dan sekrup cincin


penjepit slang penghubung saringan udara. BAUT
Lepaskan karburator dari bagian kanan rangka.

SEKRUP

PEMASANGAN
Pasang karburator pada insulator dengan mentepatkan
tonjolan pada karburator dengan alur pada insulator, ke-
mudian kencangkan baut cincin penjepit.

Sambungkan slang penghubung saringan udara ke kar-


Tepatkan 30O
burator dan kencangkan sekrup pita penjepit.

BAUT

SEKRUP

21-39
SUPLEMEN HONDA TIGER

Hubungkan ujung kabel cuk ke lengan cuk.


Pasang kabel cuk ke pemegang kabel, kemudian ken- KABEL PEMEGANG
cangkan sekrup plat.
LENGAN CUK
TORSI: 0,9 N. m (0.1 kgf. m, 0.7 lbf. ft)

SEKRUP
PLAT

UJUNG KABEL

Hubungkan ujung-ujung kabel gas ketromol gas, pasang MUR UJUNG-UJUNG


kabel-kabel gas kepemegang kabel (cable holder) dan PENGUNCI KABEL
setel jarak main bebas gas tangan (hal. 3-4). PEMEGANG
KABEL

MUR PENGUNCI TROMOL GAS

Hubungkan slang pembuangan kekarburator.


Pasang sebagai berikut:
- Tangki bahan bakar (21-27)
- Tutup samping (21-25)

SLANG
PEMBUANGAN

21-40
SUPLEMEN HONDA TIGER

PENYETELAN PILOT SCREW


(SEKRUP UDARA)
PROSEDUR PENURUNAN PUTARAN
STASIONER
• Pilot screw telah disetel dari pabrik dan tidak memer-
lukan penyetelan kecuali apabila pilot screw diganti.
• Letakkan sepeda motor pada standar tengah di atas
permukaan mendatar.
• Gunakan tachometer dengan skala 50 min-1 (rpm)
atau lebih kecil yang dapat menunjukkan dengan
akurat perubahan sebesar 50 min-1 (rpm).
PILOT SCREW
PERHATIAN!
Dudukan pilot screw akan rusak jika pilot screw diken-
cangkan terhadap dudukannya.

1. Putar pilot screw searah jarum jam sampai duduk


dengan ringan, kemudian putar kembali sesuai spe-
sifikasi yang diberikan. Ini merupakan penyetelan
awal sementara sampai penyetelan akhir dilakukan.
PEMBUKAAN AWAL: 1 – 7/8 putaran keluar.
SLANG VAKUM
2. Panaskan mesin sampai suhu kerja normal. POMPA VAKUM
Pengendaran stop-dan-jalan selama 10 menit adalah
cukup.
3. Matikan mesin dan hubungkan sebuah tachometer
sesuai dengan petunjuk pemakaian pembuatnya.
SUMBAT
4. Lepaskan slang vakum katup pengontrolan PAIR,
kemudian hubungkan pada pompa vakum dan sum
bat lubang vakum.
KUNCI PERKAKAS:
Pompa vakum Dapat dibeli di pasaran.
5. Kenakan vakum yang ditentukan pada slang vakum
katup pengontrolan PAIR sebanyak lebih dari 60,0 kPa
(450 mmHg).
6. Hidupkan mesin dan setel putaran stasioner dengan
sekrup penyetelan pembukaan skep (throttle stop
screw).
PUTARAN STASIONER: 1.300 ± 100 min-1 (rpm).
7. Putar pilot screw dengan pelan ke dalam atau kelu-
ar untuk mendapatkan putaran mesin tertinggi.
8. Putarlah gas tangan dengan ringan sebanyak 2-3
kali, kemudian setel putaran stasioner dengan sekrup
penyetelan pembukaan skep.
PUTARAN STASIONER: 1.300 ± 100 min-1 (rpm).
9. Putar pilot screw secara bertahap ke dalam sampai
putaran mesin turun dengan 50 min-1 (rpm).
10. Putar pilot screw keluar ke pembukaan akhir.
PEMBUKAAN AKHIR: ½ putaran keluar dari po-
sisi yang diperoleh pada langkah 9
11. Lepaskan sumbat dari lubang vakum, kemudian le-
paskan pompa vakum dan hubungkan slang vakum
ke lubang vakum.
12. Setel kembali putaran stasioner dengan sekrup
penyetelan pembukaan skep (throttle stop screw).
PUTARAN STASIONER: 1.400 ± 100 min-1 (rpm).
THROTTLE STOP SCREW

21-41
SUPLEMEN HONDA TIGER

SISTEM ALIRAN UDARA SARINGAN UDARA PAIR


SEKUNDER
PEMERIKSAAN SISTEM SLANG-
SLANG
Hidupkan mesin dan panaskan hingga suhu kerja nor-
mal.
Lepaskan tangki bahan bakar (hal. 21-27).
Lepaskan saringan udara PAIR dengan melepaskan
hubungan kedua sisi slang.

Periksa apakah lubang sambungan sisi katup pengontro-


lan PAIR adalah bersih dan bebas dari kerak-kerak kar-
bon.
Jika lubang kotor dengan karbon, periksa katup penahan
SISI KATUP
PAIR (hal. 21-43). TANDA ARAH
PENGONTROL PAIR
Jika katup penahan PAIR dalam keadaan baik, ganti sa -
ringan udara PAIR dengan yang baru.
Lakukan pemasangan saringan udara PAIR dalam urutan
terbalik dari pemasangan.

PERHATIAN!
Ada tanda arah pada saringan udara PAIR.

Lepaskan hubungan slang vakum katup pengontrol PAIR


dari sambungan insulator dan pasang sumbat agar udara
tidak dapat masuk.
Hubungkan pompa vakum ke selang vakum katup pe- SARINGAN UDARA PAIR
ngontrol PAIR.

KUNCI PERKAKAS:
Pompa vakum Dapat dibeli di pasaran
SLANG ANTARA SARINGAN
UDARA PAIR-ke-KATUP
Hidupkan mesin dan buka skep sedikit untuk memastikan
PENGONTROL PAIR
bahwa udara terhisap masuk melalui slang antara udara
terbuka dan saringan udara PAIR. SLANG ANTARA UDARA
Jika udara tidak terhisap masuk, periksa slang antara sa- KATUP PENGON- TERBUKA –ke-SARING-
ringan udara PAIR-ke-katup pengontrol PAIR, saringan TROL PAIR AN UDARA PAIR
udara PAIR dan slang antara udara terbuka-ke-saringan
udara PAIR apakah tersumbat.
Dengan mesin dalam keadaan hidup, secara berangsur
kenakan vakum pada katup pengontrol PAIR.
Periksa bahwa lubang udara masuk berhenti menghisap
udara, dan bahwa vakum tidak mengalami kebocoran.

VAKUM YANG DITENTUKAN: 60,0 kPa (450 mmHg) SUMBAT


POMPA VAKUM
Jika udara tertarik masuk, atau vakum yang ditentukan
tidak dapat dipertahankan, gantilah katup pengontrol
PAIR (hal. 21-44).

SLANG VAKUM

21-42
SUPLEMEN HONDA TIGER

PEMERIKSAAN KATUP PENAHAN PAIR TUTUP KARET KLEM


Lepaskan sebagai berikut:
- Selubung tangki bahan bakar sebelah kiri (hal. 21-26).
- Tutup samping kiri (hal. 21-25).
Lepaskan slang vakum PAIR dan tutup karet dari klem.

SLANG VAKUM

Lepaskan kedua sekrup dan penutup katup.


SEKRUP-SEKRUP

PENUTUP

Periksa katup buluh terhadap keletihan atau kerusakan.


KARET DUDUKAN
Ganti katup pengontrol PAIR jika karet dudukan retak,
kualitas memburuk atau rusak.

KATUP BULUH

Pasang penutup katup penahan PAIR dan kencangkan


sekrup-sekrupnya. SEKRUP-SEKRUP

PENUTUP

21-43
SUPLEMEN HONDA TIGER

Amankan penutup karet PAIR dengan memasukkan klem


ke dalam lubangnya. PENUTUP KARET KLEM
Tempatkan slang vakum pada klem.
Pasang sebagai berikut:
- Tutup samping kiri (hal. 21-25).
- Penutup selubung tangki bahan bakar sebelah kiri
(hal.21-26).

LUBANG SLANG VAKUM

PELEPASAN/PEMASANGAN PIPA BAUT-BAUT


PIPA ALIRAN UDARA
ALIRAN PAIR
Lepaskan slang antara pipa aliran udara PAIR-ke-katup
pengontrol PAIR dari pipa aliran udara. CINCIN-O
Lepaskan kedua baut pemasangan, pipa aliran udara dan
cincin-O.

SLANG ANTARA PIPA ALIRAN UDARA


PAIR-ke-KATUP PENGONTROL PAIR

Periksa pipa aliran udara terhadap tekukan, keretakan


atau kerusakan.

Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pe-


lepasan

PERHATIAN!
Selalu ganti cincin-O dengan yang baru ketika memasang
pipa aliran udara.

PIPA ALIRAN UDARA


CINCIN-O

PELEPASAN/PEMASANGAN PENUTUP KARET


KLEM
KATUP PENGONTROL PAIR
Lepaskan tangki bahan bakar (hal. 21-27).
Lepaskan sebagai berikut:
- Slang antara pipa aliran udara PAIR- ke- katup
pengontrol PAIR.
- Slang vakum.
Lepaskan slang vakum PAIR dan penutup karet dari
klem.
SLANG ANTARA
PIPA ALIRAN UDARA PAIR-ke- SLANG VAKUM
KATUP PENGONTROL PAIR

21-44
SUPLEMEN HONDA TIGER

Lepaskan slang antara saringan udara SLANG ANTARA SARINGAN BAUT-


UDARA PAIR-ke-KATUP WASHERS BAUT
PAIR-ke-katup pengontrol PAIR. PENGONTROL PAIR
Lepaskan sebagai berikut:
- Katup pengontrol PAIR
- Collars COLLARS
- Cincin-cincin washer
- Baut-baut
Pasang kembali bagian-bagian yang dilepaskan dalam
urutan terbalik dari pelepasan.

KATUP PENGONTROL PAIR


MUR-MUR

Amankan penutup karet PAIR dengan memasukkan klem PENUTUP KARET


ke dalam lubangnya. KLEM
Tempatkan slang vakum pada klem.
Sambungkan slang-slang berikut ini:
- Slang antara pipa aliran udara PAIR-ke-katup pengon-
trol PAIR
- Slang vakum
Pasang tangki bahan bakar (hal. 21-27).

LUBANG

SLANG ANTARA PIPA ALIRAN


SLANG VAKUM
UDARA PAIR-ke-KATUP
PENGONTROL PAIR

21-45
SUPLEMEN HONDA TIGER

KOMPONEN SISTEM PENURUNAN / PEMASANGAN MESIN

54 N•m
(5.5 kgf•m, 40 lbf•ft)

26 N•m (2.7 kgf•m, 19 lbf•ft)

26 N•m (2.7 kgf•m, 19 lbf•ft)

21-46
SUPLEMEN HONDA TIGER

PERALATAN PEMINDAH GIGI LENGAN PEDAL PEMINDAH GIGI


CATATAN:
• Hati-hati agar part tidak jatuh ke dalam bak mesin.

Lepaskan sebagai berikut:


- Pedal kickstarter (hal. 21-49)
- Kopling (hal. 8-3)
- Pompa oli (hal. 2-4)
Lepaskan baut penjepit dan lengan pedal pemindah gigi
dari spindle pemindah gigi.

PERHATIAN! BAUT PENJEPIT


Sebelum melepaskan lengan pedal pemindah gigi, tandai
posisi lengan untuk memastikan posisi pemasangan se-
mula. CINCIN WASHER
Bersihkan spindle pemindah gigi dan bidang kontak leng-
an pedal pemindah gigi.
Lepaskan spindle pemindah gigi dan cincin washer dari
bak mesin.

SPINDLE

Lepaskan sebagai berikut:


PELAT STOPPER
- Baut plat stopper
- Plat stopper tromol pemindah gigi

BAUT

Lepaskan sebagai berikut:


- Pin dowel dari tromol pemindah gigi PIN DOWEL
- Baut lengan stopper
- Lengan stopper
- Cincin washer
- Pegas pembalik

BAUT/LENGAN STOPPER/
CINCIN WASHER/ PEGAS
PEMBALIK

21-47
SUPLEMEN HONDA TIGER

PEMASANGAN
PIN DOWEL
CATATAN:
• Hati-hati agar part tidak jatuh ke dalam bak mesin.

Pasang pin dowel ke dalam lubang tromol pemindah


gigi.

Pasang pegas pembalik pada posisi seperti yang tampak


pada gambar

PEGAS PEMBALIK

Pasang cincin washer, lengan stopper dan baut.


LENGAN STOPPER CINCIN WASHER/BAUT

CATATAN :
• Kaitkan ujung pegas pembalik ke alur pada lengan
stopper seperti yang tampak pada gambar.

Kaitkan

Tahan lengan stopper dengan sebuah obeng dan pasang


plat stopper dengan mentepatkan lubangnya dengan pin PELAT STOPPER
Tepatkan
dowel.

OBENG LENGAN STOPPER

Pasang dan kencangkan baut plat stopper dengan torsi


PELAT STOPPER
pengencangan yang ditentukan.

TORSI: 12 N•m (1.2 kgf•m, 9 lbf•ft)

BAUT

21-48
SUPLEMEN HONDA TIGER

Pasang cincin washer pada spindle pemindah gigi.


Pasang spindle pemindah gigi sambil memasang ujung- UJUNG PEGAS
ujung pegas pembalik pada tonjolan di bak mesin.
Pasang

CINCIN
WASHER

TONJOL
SPINDLE PEMINDAH GIGI -AN

Pasang lengan pedal pemindah gigi pada spindle pemin-


LENGAN PEDAL PEMINDAH GIGI
dah gigi pada posisi yang dicatat pada saat pelepasan.
Pasang dan kencangkan baut penjepit.
Pasang sebagai berikut:
- Pompa oli (hal. 2-6)
- Kopling (hal. 8-6)
- Pedal kickstarter (hal. 21-49)

BAUT PENJEPIT

PEDAL KICKSTARTER BAUT

PELEPASAN / PEMASANGAN
Lepaskan baut penjepit dan pedal kickstarter.
Pemasangan dilakukan dalam urutan terbalik dari pe-
lepasan

PERHATIAN!
Sebelum melepaskan pedal kickstarter, tandai posisi pe-
dal untuk memastikan posisi pemasangan semula.
PEDAL KICKSTARTER

KICKSTARTER RAKITAN KICKSTARTER

PELEPASAN
Lepaskan pedal kickstarter (hal. 21-49).
Lepaskan transmisi (hal. 10-4).
Lepaskan baut stopper ratchet kickstarter dan cincin pe-
rapat.
Lepaskan rakitan kickstarter.

PERHATIAN!
Rakitan kickstarter berada di bawah tekanan pegas. Ber-
hati-hatilah ketika melepaskan baut
BAUT/CINCIN PERAPAT

21-49
SUPLEMEN HONDA TIGER

PEMASANGAN
Pasang rakitan kickstarter pada bak mesin kanan dan
kaitkan ujung pegas ke lubang pada bak mesin kanan.

RAKITAN UJUNG
KICKSTARTER PEGAS

LUBANG

Pasang cincin perapat baru pada baut stopper ratchet


kickstarter. RAKITAN KICKSTARTER
Pasang baut stopper ratchet kickstarter sambil memutar
rakitan kickstarter searah jarum jam.
Kencangkan baut stopper ratchet kickstarter dengan torsi
pengencangan yang ditentukan.

TORSI: 34 N•m (3.5 kgf•m, 25 lbf•ft)

Pasang transmisi (hal. 10-7).


Pasang pedal kickstarter (hal. 21-49).

BAUT/CINCIN PERAPAT

PEMBONGKARAN
Lepaskan sebagai berikut: THRUST - WASHER
- Thrust washer
- Snap ring

SNAP RING

Lepaskan:
- Dudukan pegas PEGAS RATCHET
- Pegas ratchet

DUDUKAN PEGAS

21-50
SUPLEMEN HONDA TIGER

Lepaskan ratchet kickstarter.


RATCHET KICKSTARTER

Lepaskan snap ring.


SNAP RING

Lepaskan thrust washer dan roda gigi pinion kickstarter


THRUST WASHER

RODA GIGI PINION

Dorong collar pegas ke dalam dan lepaskan collar pegas


UJUNG PEGAS PENAHAN/PEGAS PEMBALIK
dengan memutarnya berlawanan arah jarum jam.
Lepaskan pegas pembalik dan penahan pegas.

COLLAR PEGAS

21-51
SUPLEMEN HONDA TIGER

PERAKITAN
COLLAR PEGAS
PEGAS PEMBALIK

SPINDLE KICKSTARTER

SNAP RING

PENAHAN PEGAS
PEGAS RATCHET

SNAP RING

RODA GIGI STARTER PINION

THRUST WASHER

KICKSTARTER RATCHET

THRUST WASHER DUDUKAN PEGAS

Oleskan oli mesin pada permukaan spindle kickstarter. PEGAS


SPINDLE
KICKSTARTER PEMBALIK
Pasang penahan pegas.
Masukkan ujung pegas pembalik kedalam lubang pada
spindle kickstarter seperti yang tampak pada gambar

PENAHAN PEGAS

Pasang collar pegas.


Putar collar pegas searah jarum jam dan pasang ujung PEGAS PEMBALIK
pegas pembalik ke dalam alur dari collar pegas

COLLAR PEGAS
UJUNG PEGAS

21-52
SUPLEMEN HONDA TIGER

Semprotkan permukaan gigi dan permukaan bagian


THRUST WASHER
dalam roda gigi pinion starter dengan oli mesin.
Pasang roda gigi pinion kickstarter dan thrust washer.

RODA GIGI PINION

Pasang snap ring ke dalam alur pada spindle kickstarter.


SNAP RING

PERHATIAN!
Pastikan bahwa snap ring duduk dengan erat pada alur.

Pasang ratchet kickstarter sambil mentepatkan tanda ti-


RATCHET KICKSTARTER
tiknya dengan tanda titik pada poros

Tepatkan

Pasang sebagai berikut:


- Pegas ratchet PEGAS RATCHET
- Dudukan pegas

DUDUKAN PEGAS

21-53
SUPLEMEN HONDA TIGER

Pasang sebagai berikut


- Snap ring
THRUST
- Thrust washer
WASHER

PERHATIAN!
Pastikan bahwa snap ring duduk dengan erat pada alur-
nya

SNAP RING

PEMERIKSAAN
Periksa kickstarter spindle terhadap keausan atau keru-
sakan.
Ukur diameter luar kickstarter spindle pada roda gigi pini-
on kickstarter.

BATAS SERVIS: 19,90 mm (0.783 in)

Periksa gigi roda gigi pinion kickstarter terhadap keausan


tidak normal atau kerusakan.
Ukur diameter dalam roda gigi pinion kickstarter.

BATAS SERVIS: 20,05 mm (0.789 in)

21-54
SUPLEMEN HONDA TIGER

KOMPONEN SISTEM RODA DEPAN / REM / SUSPENSI


/ KEMUDI

12 N•m (1.2 kgf•m, 9 lbf•ft)

23 N•m (2.3 kgf•m, 17 lbf•ft)

32 N•m (3.3 kgf•m, 24 lbf•ft)

30 N•m
(3.1 kgf•m, 22 lbf•ft)

62 N•m (6.3 kgf•m, 46 lbf•ft)

21-55
SUPLEMEN HONDA TIGER

PENYETELAN BAGIAN TENGAH RODA DEPAN (TIPE I)


Lepaskan roda depan (hal. 11-6).
Letakkan bagian tengah roda (hub) dengan posisi sisi
kanan di bawah dan masukkan jari-jari roda yang baru.
Setel posisi hub sehingga jarak dari hub rem dan permu-
kaan kontak cakram rem ke sisi pelek adalah 12,0 – 12,4
mm (0.47 – 0.49 in) seperti diperlihatkan pada gambar.

KUNCI PERKAKAS:
Spoke wrench, 5.8 x 6.1 mm 07701-0020300

TORSI: 3,7 N•m (0.4 kgf•m, 2.7 lbf•ft)


12,0 – 12,4 mm (0.47 – 0.49 in)

21-56
SUPLEMEN HONDA TIGER

KOMPONEN SISTEM RODA BELAKANG / REM


/ SUSPENSI (TIPE II)

88 N.m (9.0 kgf.m, 65 lbf.ft)

12 N.m (1.2 kgf.m, 9 lbf.ft)

34 N.m (3.5 kgf.m, 25 lbf.ft)

88 N.m (9.0 kgf.m, 65 lbf.ft)

34 N.m (3.5 kgf.m, 25 lbf.ft)

21-57
SUPLEMEN HONDA TIGER

PENYETELAN BAGIAN TENGAH


RODA BELAKANG (TIPE I)
Lepaskan roda belakang (hal. 12-3).
Letakkan bagian tengah roda (hub) dengan posisi sisi kiri
di bawah dan masukkan jari-jari roda yang baru.
Setel posisi hub sehingga jarak dari hub dan permukaan
kontak sprocket ke sisi pelek adalah 32,70 – 32,80 mm
(1.287 – 1.291 in) seperti diperlihatkan pada gambar.

KUNCI PERKAKAS: 32,70 – 32,80 mm (1.287 – 1.291 in)


Spoke wrench, 5.8 x 6.1 mm 07701-0020300

TORSI: 3,7 N•m (0.4 kgf•m, 2.7 lbf•ft)

KESEIMBANGAN RODA PENTIL


PERHATIAN!
Keseimbangan roda secara langsung mempengaruhi sta-
bilitas, pengendalian dan keamanan sepedamotor secara
keseluruhan. Selalu periksa keseimbangan jika ban telah
dilepaskan dari pelek.
CATATAN:
• Pasang ban dengan tanda panah menghadap ke arah
perputaran normal.
• Keseimbangan roda harus diperiksa setelah ban di
pasang kembali.
• Untuk keseimbangan optimal, tanda keseimbangan
roda (titik yang dicat pada sisi roda) harus berada di PEMBERAT KESEIMBANGAN
samping pentil roda.
Pasang kembali ban jika diperlukan.
Pasang susunan roda, ban dan cakram rem pada alat
pegangan roda.
Putar roda, biarkan sampai berhenti, dan berikan tanda
pada bagian terbawah (bagian terberat) dari roda dengan
kapur.
Lakukan ini dua atau tiga kali untuk menentukan daerah
terberat.
Jika roda seimbang, maka tidak akan selalu berhenti
pada posisi yang sama.

ALAT
PEGANGAN RODA

Untuk menyeimbangkan roda, pasang pemberat keseim-


TIPE I diperlihatkan: TIPE II diperlihatkan:
bangan pada sisi jari-jari roda yang paling ringan (Tipe I)
atau pelek (Tipe II), sisi berlawanan dari bagian yang di-
tandai dengan kapur.
Tambahkan pemberat secukupnya sehingga roda tidak
lagi berhenti di posisi yang sama setiap kali diputar.
Jangan tambahkan lebih dari 60 g (2.1 oz) pada roda.

TANDA KESEIMBANGAN

21-58
SUPLEMEN HONDA TIGER

KOMPONEN SISTEM REM BELAKANG (TIPE II)

34 N.m (3.5 kgf.m, 25 lbf.ft)

12 N.m (1.2 kgf.m, 9 lbf.ft)

34 N.m (3.5 kgf.m, 25 lbf.ft)

21-59
SUPLEMEN HONDA TIGER

PENGGANTIAN MINYAK REM BE- SEKRUP-SEKRUP


LAKANG / PEMBUANGAN UDARA KOTAK PLAT MEMBRAN
PALSU (TIPE II) MINYAK REM
CATATAN
• Minyak rem yang tumpah dapat merusak part yang
dicat, terbuat dari plastic atau karet.
• Tutupi part-part ini dengan sebuah lap setiap kali sis -
tem diservis.
• Jangan sampai benda-benda asing memasuki sistem
rem ketika kotak minyak rem diisi.
• Sewaktu memakai alat pembuangan udara palsu,
yang dijual di pasaran, ikuti petunjuk pemakaian dari
pabrik pembuatnya. MEMBRAN

MENGELUARKAN MINYAK REM


Letakkan sepeda motor pada standar tengah. KATUP PEMBUANGAN
Lepaskan tutup samping kanan (hal. 21-25).
Lepaskan sekrup-sekrup, tutup kotak minyak rem, plat
membran dan membran.
Sambungkan slang pembuangan ke katup pembuangan.
Kendorkan katup pembuangan dan jalankan pedal rem
sampai minyak rem tidak keluar lagi dari katup pem-
buangan.
Kencangkan katup pembuangan.

SLANG
PEMBUANGAN

PENGISIAN MINYAK REM / BATAS PERMUKAAN


PEMBUANGAN UDARA PALSU TERATAS

CATATAN:
• Hanya gunakan minyak rem DOT 3 atau DOT 4 dari
kaleng yang masih bersegel utuh.
• Jangan mencampur bermacam-macam merek minyak
rem karena tidak cocok satu sama lainnya.
Isi kotak minyak rem dengan minyak rem DOT 3 atau
DOT 4 sampai ke tanda batas permukaan teratas.

21-60
SUPLEMEN HONDA TIGER

Hubungkan alat Brake Bleeder yang dapat dibeli di


pasaran ke katup pembuangan. BRAKE BLEEDER KATUP PEMBUANGAN
Jalankan alat Brake Bleeder dan kendorkan katup pem-
buangan.
Tambahkan minyak rem jika tinggi permukaan minyak
rem di dalam kotak minyak rem rendah.
Ulangi prosedur tersebut di atas sampai tidak ada lagi ge-
lembung-gelembung udara di dalam slang pembuangan.
Kencangkan katup pembuangan dan tekanlah pedal
rem.
Jika pedal masih terasa lembut atau lunak pada saat
ditekan, teruskan pembuangan udara palsu dari sistem.
PERHATIAN!
Jika udara memasuki bleeder dari sekitar ulir katup pem-
buangan, rapatkan ulir dengan pita teflon.

Jika alat Brake Bleeder tidak tersedia, pakailah prosedur


berikut ini: KATUP PEMBUANGAN
Isi kotak minyak rem dengan minyak rem DOT 3 atau
DOT 4 sampai ke tanda batas permukaan teratas dari ka-
leng yang masih bersegel utuh.
Naikkan tekanan sistem dengan pedal rem sampai terasa
ada tahanan.

SLANG
PEMBUANGAN

Sambungkan slang pembuangan ke katup pembuangan BATAS PERMUKAAN


dan buanglah udara palsu dengan langkah sebagai berikut: TERATAS
1. Tekan pedal rem sepenuhnya dan kendorkan katup
pembuangan sebanyak ½ putaran, kemudian tutuplah
katup pembuangan setelah menunggu beberapa detik.
2. Jangan melepaskan pedal rem sampai katup pem-
buangan tertutup.
3. Lepaskan pedal rem perlahan-lahan dan setelah men-
capai ujung pergerakannya, tunggu beberapa detik.
4. Ulangi langkah 1 dan 2 sampai tidak ada lagi gelem-
bung-gelembung udara yang tampak di dalam slang
plastik.
Kencangkan katup pembuangan dengan torsi pengen-
cangan

Pasang membran, plat membran dan tutup kotak minyak


rem. SEKRUP-SEKRUP
KOTAK PLAT MEMBRAN
MINYAK REM
Kencangkan sekrup dengan torsi pengencangan yang
ditentukan.
TORSI: 1,5 N•m (0.2 kgf•m, 1.1 lbf•ft)

Pasang tutup samping kanan (hal. 21-25).

MEMBRAN

21-61
SUPLEMEN HONDA TIGER

PENGGANTIAN KANVAS REM


REM DEPAN BADAN CALIPER
Tekan piston caliper penuh ke dalam dengan menekan
badan caliper ke arah dalam untuk memperoleh ruangan
untuk pemasangan kanvas rem yang baru.

PERHATIAN!
Periksa tinggi permukaan minyak rem di dalam kotak si-
linder utama oleh karena pengerjaan ini menyebabkan
naiknya permukaan minyak rem.

Lepaskan pin kanvas rem, cincin-O dan kanvas rem

PIN KANVAS REM/ KANVAS REM


CINCIN-O

Pasang kanvas rem baru ke caliper rem.


KANVAS REM
PERHATIAN!
Selalu ganti kanvas rem dalam pasangan agar menda-
patkan tekanan yang merata pada cakram rem.

Pasang cincin-O yang baru ke dalam alur pin kanvas PIN KANVAS REM
rem.
Tekan kanvas rem terhadap pegas kanvas rem sehingga
semua lubang pin kanvas rem bertepatan, lalu pasang
pin kanvas rem.
Kencangkan pin kanvas rem dengan torsi pengencangan
yang ditentukan.

TORSI: 17 N•m (1.7 kgf•m, 13 lbf•ft)

CINCIN-O

21-62
SUPLEMEN HONDA TIGER

REM BELAKANG (TIPE II) BADAN CALIPER


Tekan piston caliper penuh ke dalam dengan menekan badan
caliper ke dalam untuk memperoleh ruangan untuk pemasangan
kanvas rem yang baru.

PERHATIAN!
Periksa tinggi permukaan minyak rem di dalam kotak silinder
utama oleh karena pengerjaan ini menyebabkan naiknya permu-
kaan minyak rem.

Lepaskan penutup pin kanvas rem.


PENUTUP PIN KANVAS REM

Tekan kanvas rem terhadap pegas kanvas rem dan keluarkan


pin kanvas rem/cincin-O. PEGAS

CINCIN-O PIN KANVAS REM

Lepaskan kanvas rem.


KANVAS REM

21-63
SUPLEMEN HONDA TIGER

Pasang kanvas rem A sambil mentepatkan kaitan ujung- UJUNG PIN UJUNG
nya dengan pin bracket KANVAS REM A BRACKET KANVAS REM B
Pasang kanvas rem B sambil memasang ujungnya ke
dalam penahan pada bracket.

PERHATIAN!
Selalu ganti kanvas rem dalam pasangan untuk menda-
patkan tekanan merata pada cakram rem

KANVAS REM PENAHAN

Lumasi cincin-O yang baru dengan gemuk silikon dan


pasang ke pin kanvas rem. PEGAS
Tekan kanvas rem terhadap pegas kanvas rem sehingga
semua lubang pin kanvas rem bertepatan.
Kencangkan pin kanvas rem dengan torsi pengencangan
yang ditentukan.

TORSI: 17 N•m (1.7 kgf•m, 13 lbf•ft)

CINCIN-O PIN KANVAS REM

Pasang penutup pin kanvas rem.


PENUTUP PIN KANVAS REM

SILINDER UTAMA REM BELAKANG SLANG KOTAK MINYAK REM


(TIPE II)
PEMBONGKARAN
Lepaskan silinder utama rem belakang dengan mengacu
pada komponen sistem roda belakang/rem/ suspensi
(hal. 21-57) dan komponen sistem rem belakang (hal. 21-
59).

Lepaskan klem slang kotak silinder utama dan lepaskan


slang kotak silinder utama dari pipa penghubung.

KLEM

21-64
SUPLEMEN HONDA TIGER

Lepaskan sekrup, pipa penghubung dan cincin-O.


PIPA PENGHUBUNG

CINCIN-O SEKRUP

Putar penutup karet ke arah atas dari badan silinder uta-


ma. PENUTUP KARET
Lepaskan snap ring dari badan silinder utama dengan
menggunakan kunci perkakas khusus seperti yang tam-
pak pada gambar.

KUNCI PERKAKAS:
Snap ring pliers 07914-SA50001

SNAP RING SNAP RING PLIERS

Lepaskan sebagai berikut: SILINDER UTAMA


- Rakitan batang pendorong
- Rakitan piston utama
- Pegas RAKITAN PISTON
UTAMA
Bersihkan bagian dalam silinder utama dengan minyak
rem.

PEGAS

RAKITAN BATANG PENDORONG

21-65
SUPLEMEN HONDA TIGER

PEMASANGAN

SEKRUP-SEKRUP
1,5 N.m (0.2 kgf.m, 1.1 lbf.ft)
KLEM
TUTUP KOTAK
SILINDER UTAMA MINYAK REM
PLAT
MEMBRAN
PIPE PENYAMBUNG
MEMBRAN
KOTAK
SNAP RING MINYAK
SEKRUP REM
1,5 N.m (0.2 kgf.m, 1.1 lbf.ft)

CINCIN-O

PEGAS

KLEM
PISTON/CUPS PENUTUP

PIN SLANG KOTAK


MINYAK REM
BATANG PENGHUBUNG MUR PENGUNCI
PENDORONG BATANG PENGHUBUNG
17 N.m (1.7 kgf.m, 13 lbf.ft)

Pastikan bahwa setiap part bebas dari debu atau kotoran SILINDER UTAMA
sebelum perakitan kembali.
Lumasi rakitan piston utama dengan minyak rem.
Oleskan 0.1 g gemuk silikon pada bidang kontak dengan
RAKITAN
batang pendorong dari silinder utama.
PISTON UTAMA
Pasang pegas, rakitan piston utama dan rakitan batang
pendorong ke dalam silinder utama.

PERHATIAN!
PEGAS
Jika batang pendorong dibongkar, lihat hal. 21-67 untuk
penyetelan panjang batang pendorong.
RAKITAN BATANG PENDORONG

Pasang snap ring dengan menggunakan kunci perkakas


khusus.
KUNCI PERKAKAS:
Snap ring pliers 07914-SA50001

PERHATIAN!
Pastikan bahwa snap ring duduk dengan erat didalam
alurnya.

SNAP RING SNAP RING PLIERS

21-66
SUPLEMEN HONDA TIGER

Oleskan gemuk silikon pada alur penutup karet di dalam


batang pendorong.
Putar penutup karet piston kembali dan pasang pada po-
PENUTUP KARET
sisinya ke dalam silinder utama seperti diperlihatkan.

PERHATIAN!
Hati-hati agar tidak merusak penutup karet dan pastikan
penutup karet benar-benar duduk dalam alurnya

Jika penghubung batang pendorong dipasang kembali,


setel panjang batang pendorong sehingga jarak antara
pusat dari lubang baut pemasangan bawah silinder uta- MUR
ma dan pusat dari lubang pin penghubung adalah 84 - 86 PENGUNCI
mm (3.3 - 3.4 in).
Setelah penyetelan, kencangkan mur pengunci dengan
torsi pengencangan yang ditentukan.
84-86 mm
TORSI: 17 N•m (1.7 kgf•m, 13 lbf•ft) (3.3 – 3.4 in)

Pasang pipa penghubung dengan sebuah cincin-O baru.

PIPA
CINCIN-O PENGHUBUNG

Lumasi ulir sekrup dengan cairan pengunci dan kencang-


SLANG KOTAK
kan sekrup dengan torsi pengencangan yang ditentukan.
MINYAK REM
TORSI: 1,5 N.m (0.2 kgf.m, 1.1 lbf.ft)

Hubungkan slang kotak minyak rem pada pipa peng-


hubung dan pasang klemnya.

SEKRUP KLEM

21-67
SUPLEMEN HONDA TIGER

PEMERIKSAAN CUP UTAMA


Periksa cup utama dan cup sekunder terhadap keletihan SILINDER UTAMA
atau kerusakan.
Periksa silinder utama dan piston terhadap keausan tidak
normal atau kerusakan.

PISTON CUP SEKUNDER

Ukur diameter dalam lubang silinder utama.

BATAS SERVIS: 12,755 mm (0.5022 in)

Ukur diameter luar piston utama.

BATAS SERVIS: 12,645 mm (0.4978 in)

Periksa sebagai berikut:


- Batang pendorong terhadap kebengkokan. BATANG PENDORONG
- Penutup pelindung terhadap keletihan atau kerusakan.
- Penghubung batang pendorong terhadap kerusakan. PIN
Lepaskan pin dan ganti part yang rusak bila perlu.

PENUTUP
PENYAMBUNG BATANG

CALIPER REM BELAKANG (TIPE II)


PEMBONGKARAN
Lepaskan caliper rem belakang dengan mengacu pada
komponen sistem roda belakang/rem/suspensi (hal. 21-
57) dan komponen sistem rem belakang (hal. 21-59).

Lepaskan sebagai berikut:


- Kanvas rem belakang (hal. 21-63).
- Pegas kanvas rem.

PEGAS

21-68
SUPLEMEN HONDA TIGER

Lepaskan badan caliper dari bracket caliper.


Lepaskan penutup pelindung pin bracket. BRACKET

PENUTUP PELINDUNG

CALIPER

Tempatkan badan caliper dengan piston menghadap ke


bawah dan semprotkan udara bertekanan dalam sem-
protan-semprotan singkat ke dalam lubang pemasukan
minyak rem pada caliper untuk mengeluarkan piston.

PERHATIAN!
Jangan gunakan udara bertekanan tinggi atau membawa
nozzle (penyemprot udara) terlalu dekat ke lubang.

Lepaskan sil debu dan sil piston dari alur-alur dalam


badan caliper. SIL PISTON
Bersihkan permukaan alur sil, silinder caliper dan permu-
kaan luncur piston caliper dengan minyak rem

PERHATIAN!
Hati-hati agar tidak merusak permukaan luncur piston.

SIL DEBU

21-69
SUPLEMEN HONDA TIGER

PERAKITAN

PENUTUP
BRACKET PELINDUNG

SIL DEBU KATUP PEMBUANGAN


5,4 N.m (0.6 kgf.m, 4.0 lbf.ft)

SIL PISTON

PISTON
CALIPER

PEGAS

Lapiskan sil piston dan sil debu yang baru dengan minyak
rem. SIL PISTON

Lapiskan piston caliper dan silinder caliper dengan mi-


nyak rem dan pasang piston caliper ke dalam silinder PISTON
caliper dengan sisi yang terbuka menghadap ke kanvas
rem.

SIL DEBU

Jika penutup pelindung caliper dan pin bracket keras dan


kualitasnya memburuk, ganti dengan yang baru. BRACKET
Isilah 0,4 g gemuk silikon ke bagian dalam penutup
pelindung pin bracket dan pasang ke dalam badan cali- PENUTUP PELINDUNG
per.
Rakit bracket caliper dan badan caliper.

CALIPER

21-70
SUPLEMEN HONDA TIGER

Pasang pegas kanvas rem pada badan caliper

PEGAS

PEMERIKSAAN
Periksa silinder caliper dan piston terhadap goresan atau
kerusakan.
Ukur diameter dalam silinder caliper.

BATAS SERVIS: 32,090 mm (1.2634 in)

Ukur diameter luar piston caliper.

BATAS SERVIS: 31,94 mm (1.257 in)

21-71
SUPLEMEN HONDA TIGER

PEMBONGKARAN / PERAKITAN INSTRUMEN

KOTAK ATAS

KOTAK INSTRUMEN

TACHOMETER

KENOP

SPEEDOMETER

BRACKET

KOTAK BAWAH SEKRUP-SEKRUP TERMINAL

21-72
SUPLEMEN HONDA TIGER

TACHOMETER
TERMINAL KABEL HIJAU
PEMERIKSAAN SALURAN VOLTASE DAYA
Lepaskan instrumen kombinasi (hal. 18-3)
Lepaskan kotak instrumen bawah (18-4).
Hubungkan konektor 9P instrumen kombinasi dan konek-
tor kabel tachometer (Hitam / Kuning).
Putar kunci kontak ke ”ON” dan ukur voltase antara kabel
terminal Hitam (+) dan Hijau (–).
- Jika voltase batere yang terukur, periksa terhadap
rangkaian terbuka pada kabel Hitam / Kuning. TERMINAL KABEL HITAM
- Jika tidak ada voltase yang terukur, periksa terhadap
rangkaian terbuka pada kabel Hitam dan/atau Hijau.

PEMERIKSAAN SALURAN INPUT


Hubungkan adaptor voltase puncak ke terminal kabel TERMINAL KABEL HIJAU
tachometer berwarna Hitam / Kuning (+) dan Hijau (–).

• Pakailan multimeter digital yang dapat dibeli di pasar-


an dengan impedansi minimum 10 MΩ/DCV.
• Nilai yang ditayangkan berbeda tergantung pada
impedansi dalam dari multimeter
• Jika menggunakan Imrie diagnostic tester (model 625),
ikuti petunjuk pemakaian dari pabrik pembuatnya.

PERALATAN:
TERMINAL
Imrie diagnostic tester (model 625) atau Peak voltage ADAPTOR
KABEL HITAM/KUNING
adaptor 07HGJ-0020100 dengan multimeter digital VOLTASE PUNCAK
yang dapat dibeli di pasaran (impedansi minimum 10
MW/DCV)

Hidupkan mesin dan ukur voltase puncak input tachome-


ter.

VOLTASE PUNCAK: minimum 10,5 V

- Jika hasil pengukuran normal, ganti tachometer.


- Jika hasil pengukuran lebih kecil dari 10,5 V, perik
sa unit CDI (hal. 16-4).
- Jika tidak ditemukan voltase pada pengukuran, perik -
sa terhadap rangkaian terbuka pada kabel Hitam /
Kuning.

Pasang kotak instrumen bawah dan instrumen kombinasi


dalam urutan terbalik dari pelepasan setelah dilakukan
pemeriksaan.

21-73
SUPLEMEN HONDA TIGER

WIRING DIAGRAM

21-74

Anda mungkin juga menyukai