100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan6 halaman

L.sistem Pengisian

1. Sistem pengisian digunakan untuk mengisi ulang energi listrik pada baterai yang terpakai menggunakan generator, rectifier, dan baterai. 2. Komponen utamanya terdiri atas generator, rectifier, dan baterai. Generator menghasilkan listrik, rectifier mengatur tegangannya, dan baterai menyimpan listrik. 3. Cara kerjanya adalah gerakan magnet pada generator menghasilkan tegangan listrik yang diatur rectifier lalu disimpan di baterai

Diunggah oleh

gigih
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan6 halaman

L.sistem Pengisian

1. Sistem pengisian digunakan untuk mengisi ulang energi listrik pada baterai yang terpakai menggunakan generator, rectifier, dan baterai. 2. Komponen utamanya terdiri atas generator, rectifier, dan baterai. Generator menghasilkan listrik, rectifier mengatur tegangannya, dan baterai menyimpan listrik. 3. Cara kerjanya adalah gerakan magnet pada generator menghasilkan tegangan listrik yang diatur rectifier lalu disimpan di baterai

Diunggah oleh

gigih
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISTEM PENGISIAN

Fungsi :
Untuk mengisi kembali energi listrik pada battery yang telah terpakai, sehingga battery
selalu dalam kondisi penuh (full charged).
Sistem Pengisian yang dimaksud pada sepeda motor adalah sebuah rangkaian terdiri dari
Spull pengisian, regulator dan akumulator/ACCU yang secara kontinyu mampu menyediakan
konsumsi arus listrik yang diperlukan sepeda motor tersebut ( untuk pengapian,lampu tanda
belok, lampu indikator ).
Komponen :
1. Generator / alternator sebagai pembangkit listrik. yang bekerja berdasarkan prinsip
elektro magnetik.
2. Rectifier sebagai penyearah dan pengatur tegangan pengisian.
3. Battery sebagai penyimpan arus.
Prinsip kerja :
Sebuah magnet yang digerakkan melintasi kumparan, maka akan timbul garis gaya magnet di
sekitar kumparan. Apabila magnet telah melintasi kumparan, maka garis gaya medan magnet
di sekitar kumparan hi9lang. Akibat berubah-ubahnya garis gaya medan magnet, maka akan
dihasilkan tegangan induksi pada kumparan, yang besarnya tergantung :
 Kecepatan gerakan magnet
 Besarnya medan magnet
 Jumlah gulungan

TYPE HITAM/MERAH BIRU/KUNING PUTIH


GL SERIES 150 - 600 500 - 600 0,2 - 2,0
WIN 150 - 700 120 - 160 0,3 - 0,6
TIGER 100- 300 290 - 360 0,1 - 1,0
NEOTECH - 290 - 360 0,2 - 2
NSR 50 - 200 150 - 300 0,1 - 1,0
STAR 100 - 400 50 - 170 0,1 - 1,0
GRAND 100 - 400 180 - 280 0,1 - 1,0
SUPRA 100 - 400 180 - 280 0,1 - 1,0
KHARISMA - 50 - 170 0,3 - 1,1

PEMERIKSAAN KUMPARAN PEMBANGKIT ALTERNATOR


Ukur tahanan kumparan pembangkit alternator antara terminal Hitam/Merah dan
Massa. STANDAR: 100 - 400 (NF100)
PEMERIKSAAN KUMPARAN PULSA PENGAPIAN
Ukur tahanan generator pulsa pengapian antara terminal Biru/Kuning dan Hijau.
STANDAR: 50 - 170 (NF100)
SMKN 2 Program Pelatihan Dikeluarkan : April 04 Halaman : 153
PROBOLINGGO SISTIM PENGISIAN ADITYA P.
Berikut salah satu contoh rangkaian sistem pengisian sekaligus penerangan pada Suzuki
Smash FD 110 XC/XCS/XCD/CSD

1.Pemeriksaan Sistem Pengisian


a. Pengukuran Arus AC
Pemeriksaan sistem pengisian adalah dengan cara mengukur tegangan dengan Volt
meter AC yang dihasilkan oleh Spul pengisian (arus AC) sebelum melalui Regulator /
Rectifier / Kiprok . Standard tegangan pada pengukuran ini sebagai berikut :

Type 12 Volt Bateray Diatas 12 Volt pada putaran 2500 Rpm


Dibawah 17,5 Volt pada putaran 8000 Rpm

Sedangkan besar Arus yang dihasilkan adalah sebagai berikut :

Type 12 Volt Bateray Diatas 1,2 A pada putaran 4000 Rpm


Dibawah 2,8 A pada putaran 8000 Rpm

Untuk pengukuran arus dilakukan ketika Regulator dalam kondisi terpasang dan Ampere
meter dirangkai seri melalui terminal (+) baterai ,Ampere meter , Regulator atau terminal
negatif (-) baterai, Ampere meter dan massa ..

Ampere meter

Massa
b.Pengukuran Tegangan Setelah Regulator

Pengukuran Tegangan setelah regulator dimaksudkan untuk mengetahuai keluarnya


tegangan spesifikasi yang sesuai dengan kemampuan akumulator 12 Volt pada saat diisi ,
selain untuk mengetahui kondisi kiprok dalam keadaan baik atau rusak.Pengukuran ini
dilakukan saat mesin dihidupkan dengan batas putaran mesin yang terukur, melalui terminal
positif (+) dan negatif akumulator seperti pada gambar dan tabel berikut :

SMKN 2 Program Pelatihan Dikeluarkan : April 04 Halaman : 154


PROBOLINGGO SISTIM PENGISIAN ADITYA P.
Volt meter

Tabel pengukuran tegangan pengisian pada Akumulator / accu:


Type 12 Volt Akumulator 14,0 V – 15,0 V pada 5000 Rpm
Jika pada pengukuran ditemukan hasil yang melebihi atau dibawah kapasitas pengisian, maka
perlu dilakukan pemeriksaan pada Regulator, Spul pengisian, soket-soket penghubung dan
kondisi akumulator.

c.Pemeriksaan Akumulator

Pemeriksaan akumulator pada kondisi mesin mati atau akumulator dilepas dari
terminal pengisian.Bagian yang perlu diperiksa pada akumulator adalah terdiri dari :
 Terminal positif dan negatif dibersihkan dari kerak karena proses elektrolisis
 Pengukuran tegangan (sebesar 12 V tanpa beban )
 Kondisi air aki memenuhi ukuran Lower atau Upper (Posisi Upper tepat
sedangkan Lowwer/batas bawah perlu ditambah)
 Mengukur Berat jenis air aki dengan hidro meter (BJ.air aki STD 1,23 – 1,26
pada 20ºC)
 Elemen aki dalam kondisi baik dan bersih

Jika kondisi akumulator memenuhi sampai lima point diatas, ternyata masih belum mampu
memenuhi kebutuhan sepeda motor ( untuk double stater, klakson, sein ), maka coba di
charger sesuai besar arus pengisiannya.

Charger

1,23 –
1,26

2.Pemeriksan Komponen Sistem Pengisian.

a. Pengukuran Nilai Tahanan


Selain diukur tegangannya sebelum masuk ke regulator / rectifier / Kiprok ,dapat juga
dilakukan dengan cara mengukur dahulu nilai tahanan spul pengisian .Spesifikasi besar
tahanan spul pengisian antara 0,3 Ω sampai lebih kurang 1,1 Ω, jika nilai tahanan diluar
batas ukur sebaiknya spul diganti atau digulung ulang dengan kawat yang baru.

SMKN 2 Program Pelatihan Dikeluarkan : April 04 Halaman : 155


PROBOLINGGO SISTIM PENGISIAN ADITYA P.
b.Pemeriksaan Regulator / Kiprok
Pemeriksaan regualtor dapat dilakukan dengan mengukur nilai tahanan antar terminal
regulator, jika nilai tahanan kurang lebih sesuai spesifikasi seperti pada tabel maka regulator
masih dapat dipergunakan, jika terlampau jauh atau tidak menunjukkan hubungan sama sekali
maka harus diganti.Pergunakan skala pada Ohm meter KΩ .
Ukuran nilai tahanan dapat dilihat pada tabel berikut (contoh regulator Grand Honda )
+ PUTIH KUNING MERAH HIJAU
-
PUTIH ~ 8,5 ~

KUNING ~ ~ 30 - 40

MERAH ~ ~ ~

HIJAU ~ 30 - 40 ~

Rangkaian Sistem Pengisian


pada Astrea Grand Honda

Ke sistem
penerangan
lampu besar

SISTEM PENGISIAN BATTERY

D
2
D1
Regulator
Gate

ZD
SCR

Regulator / Rectifier

SMKN 2 Program Pelatihan Dikeluarkan : April 04 Halaman : 156


PROBOLINGGO SISTIM PENGISIAN ADITYA P.
SISTIM PENGISIAN PHASE TUNGGAL DENGAN
RECTIFIER GELOMBANG PENUH

PERUBAHAN KIMIA SELAMA PENGISIAN DAN PEMAKAIAN

Pelat Positif + Elektrolit +Pelat negatif Pelat Positif Elektrolit Pelat Negatif
PbO2 + 2H2SO4 + Pb PEMAKAIAN PbO4 + 2H2O + PbSO4
PENGISIAN
Timbal Peroksida + Asam sulfat + Timbal berpori Timbal + Air + Timbal
dan air sulfat sulfat

PEMERIKSAAN
BERAT JENIS
ELEKTROLIT
dengan alat
HIDROMETER

SMKN 2 Program Pelatihan Dikeluarkan : April 04 Halaman : 157


PROBOLINGGO SISTIM PENGISIAN ADITYA P.
SMKN 2 Program Pelatihan Dikeluarkan : April 04 Halaman : 158
PROBOLINGGO SISTIM PENGISIAN ADITYA P.

Anda mungkin juga menyukai