MAKALAH
MANAJEMEN RISIKO
“PENTINGNYA PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO”
Disusun Oleh :
Agnes Suryani Resubun 201862201015
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUSAMUS
MERAUKE
2021
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena telah memberikan
kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan
hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Manajemen Risiko” tepat waktu.
Makalah “Manajemen Risiko” disusun guna memenuhi tugas “UTS” pada
prodi “Akuntansi” di “Universeitas Musamus” Selain itu, penulis juga berharap
agar makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca tentang “Pentingnya
Penerapan Manajemen Risiko”.
Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada “Kristianus
Hiktaop, S.E., M.Si “ selaku “Dosen Manajemen Risiko”. Tugas yang telah
diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang
ditekuni penulis. Penulis juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang
telah membantu proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan
makalah ini.
Merauke, 22 Mei 2021
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................4
A. Latar Belakang...........................................................................................4
B. Rumusan Masalah......................................................................................5
C. Tujuan Penulisan Makalah.........................................................................5
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................6
A. Latar Pengelolaan Manajemen Risiko.......................................................6
B. Konsep Dasar Manajemen Risiko Dan Karakteristik Manajemen Risiko.7
h. Manfaat Dan Tujuan Pengelolaan Manajemen Risiko..............................9
i. Sistem Manajemen Risiko.......................................................................12
j. Mengkritisi Pengelolaan Manajemen Risiko Di Indonesia Secara Umum
15
BAB III PENUTUP...............................................................................................17
A. Kesimpulan..............................................................................................17
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata “Resiko” dan sudah
biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Resiko
merupakan bagian dari kehidupan kerja individual maupun organisasi. Berbagai
macam resiko, seperti resiko kebakaran, tertabrak kendaraan lain di jalan, resiko
terkena banjir di musim hujan dan sebagainya, dapat menyebabkan kita
menanggung kerugian jika resiko-resiko tersebut tidak kita antisipasi dari awal.
Resiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat
mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Sebagaimana kita pahami
dan sepakati bersama bahwa tujuan berwirausaha adalah membangun dan
memperluas keuntungan kompetitif dalam organisasi.
Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi karena kurang atau
tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Sesuatu yang
tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan. Menurut
Wideman, ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan
dikenal dengan istilah peluang (opportunity), sedangkan ketidakpastian yang
menimbulkan akibat yang merugikan disebut dengan istilah resiko (risk). Dalam
beberapa tahun terakhir, manajemen resiko menjadi trend utama baik dalam
perbincangan, praktik, maupun pelatihan kerja. Hal ini secara konkret
menunjukkan pentingnya manajemen resiko dalam bisnis pada masa kini.
Secara umum resiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi
seseorang atau perusahaan di mana terdapat kemungkinan yang merugikan.
Bagaimana jika kemungkinan yang dihadapi dapat memberikan keuntungan yang
sangat besar, dan walaupun mengalami kerugian sangat kecil sekali. Misalnya
membeli lotere. Jika beruntung maka akan mendapat hadiah yang sangat besar,
tetapi jika tidak beruntung uang yang digunakan membeli lotere relatif kecil.
4
Apakah ini juga tergolong resiko? Jawabannya adalah hal ini juga tergolong
resiko. Selama mengalami kerugian walau sekecil apapun hal itu dianggap resiko.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan latar pengelolaan manajemen risiko?
2. Bagaimana konsep dasar manajemen risiko dan karakteristik manajemen
risiko?
3. Apa manfaat dan tujuan pengelolaan manajemen risiko?
4. Bagaimana sistem manajemen risiko?
5. Bagaimana mengkritiksi pengelolaan manajemen risiko di indonesia
secara umum?
C. Tujuan Penulisan Makalah
Tujuan dari penulisan makalah ini sendiri untuk memenuhi tugas UTS pada
mata kuliah Manajemen Risiko. Dan juga agar dapat menambah pengetahuan dan
agar dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
5
BAB II
PEMBAHASAN
A. Latar Pengelolaan Manajemen Risiko
Latar adalah keterangan mengenai ruang, waktu serta suasana terjadinya
peristiwa-peristiwa didalam suatu karya sastra. Atau definisi latar yang lainnya
adalah unsur intrinsik pada karya sastra yang meliputi ruang, waktu serta suasana
yang terjadi pada suatu peristiwa didalam karya sastra. Atau bisa juga latar yaitu
semua keterangan, petunjuk pengaluran yang berhubungan dengan ruang, waktu
dan juga suasana. Latar diantaranya meliputi penggambaran mengenai letak
geografis, kesibukan si pelaku/tokoh, waktu berlakunya peristiwa, lingkungan
agama, musim, moral, intelektual sosial, serta, emosional si pelaku/tokoh.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kata Pengelolaan, mempunyai 4
pengertian, yaitu :
1. Pengelolaan adalah proses, cara, perbuatan mengelola ;
2. Pengelolaan adalah proses melakukan kegiatan tertentu dengan menggerakkan
tenaga orang lain;
3. Pengelolaan adalah proses yang membantu mermuskan kebijaksanaan dan
tujuan organisasi ;
4. Pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal
Mengapa resiko harus dikelola? Jawabannya tidak sulit ditebak, yaitu karena
resiko mengandung biaya yang tidak sedikit. Bayangkan suatu kejadian di mana
suatu perusahaan sepatu yang mengalami kebakaran. Kerugian langsung dari
peristiwa tersebut adalah kerugian finansial akibat asset yang terbakar (misalnya
gedung, material, sepatu setengah jadi, maupun sepatu yang siap untuk dijual).
Namun juga dilihat kerugian tidak langsungnya, seperti tidak bisa beroperasinya
perusahaan selama beberapa bulan sehingga menghentikan arus kas. Akibat
lainnya adalah macetnya pembayaran hutang kepada supplier dan kreditor karena
terhentinya arus kas yang akhirnya akan menurunkan kredibilitas dan hubungan
baik perusahaan dengan partner bisnis tersebut.
6
Resiko dapat dikurangi dan bahkan dihilangkan melalui manajemen resiko.
Peran dari manajemen resiko diharapkan dapat mengantisipasi lingkungan cepat
berubah, mengembangkan corporate governance, mengoptimalkan strategic
management, mengamankan sumber daya dan asset yang dimiliki organisasi, dan
mengurangi reactive decision making dari manajemen puncak.
B. Konsep Dasar Manajemen Risiko Dan Karakteristik Manajemen Risiko
Menurut AS/NZS 4360 Risk Management Standard, Manajemen Risiko
adalah “the culture, process and structures that are directed towards the efective
management of potential opportunities and adverse effects”. Manajemen risiko
menyangkut budaya, proses, dan struktur dalam mengelola suatu risiko secara
efektif dan terencana dalam suatu sistem manajemen yang baik. Manajemen risiko
adalah bagian integral dari proses manajemen yang berjalan dalam perusahaan
atau lembaga.
1. Pendekatan Manajemen Risiko
a. Identifikasi risiko
b. analisis dan evaluasi risiko
c. respons atau reaksi untuk mengulangi risiko tersebut.
Dengan demikian, manajemen risiko adalah pendekatan
terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan
ancaman, rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian risiko,
pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan
menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumber daya .
2. Prinsip Manajemen Risiko
a. Transparansi
Agar seluruh potensi risiko yang pada suatu aktivitas, khususnya
transaksi, dipaparkan secara terbuka, risiko yang di sembunyikan akan
menjadi sumber permasalahan terbesar dan tidak dapat dikelola dengan
baik.
7
b. Pengukuran yang akurat
c. Informasi berkualitas yang tepat waktu
d. Diversifikasi
e. Independensi
f. Pola keputusan yang disiplin
g. Kebijakan
3. Sumber Risiko
Hazard menimbulkan kondisi yang kondusif terhadap bencana yang
menimbulkan kerugian, dan kerugian adalah penyimpangan yang tidak
diharapkan. Ada beberapa sumber risiko, diantara lain:
a. Risiko Sosial
Sumber utama risiko adalah masyarakat, artinya tindakan orang-orang
menciptakan kejadian yang menyebabkan penyimpangan yang merugikan
dari harapan kita.
b. Risiko Fisik
Ada banyak sumber risiko fisik yang sebagiannya adalah fenomena
alam, sedangkan lainnya disebabkan kesalahan manusia.
c. Risiko Ekonomi
Banyak risiko yang dihadapi perusahaan itu bersifat ekonomi,
contohnya inflasi, flktuasi lokal,dan sebagainya.
4. Biaya-Biaya Yang Ditimbulkan Karena Menanggung Risiko
a. Biaya –biaya dari kerugian yang tidak diharapkan
b. Biaya Ketidakpastian
Konsep-konsep lain yang berkaitan dengan risiko yaitu istilah Hazard dan
Peril , karena istilah tersebut erat satu sama lain, tetapi ketiganya berbeda istilah
peril yang berarti suatu peristiwa yang dapat menimbulkan suatu kerugian,
sedangkan hazard adalah keadaan dan kondisi yang dapat memperbesar
8
kemungkinan terjadinya suatu peril. Akiba terjadinya suatu peril ini akan
menimbulkan satu kerugian atau kerusakan pada diri seorang atau harta miliknya
kedua istilah tersebut lebih erat hubunganya kepada kemungkinan dari risiko.
Karakteristik manajemen risiko yang baik harus dipahami oleh perusahaan
karena dengan melihat karakteristik manajemen risiko yang baik akan berdampak
positif bagi sebuah perusahaan tersebut. Disini manajemen risiko yang baik
mencakup tiga hal yaitu formalitas dan sistematis, terintegrasi dan juga
komperhensif. Ketiganya untuk sebuah manajemen risiko yang baik harus ada.
Sedangkan untuk lebih lengkapnya manajemen risiko yang baik mencakup
beberapa elemen yaitu: Pertama, memahami bisnis perusahaan agar ketika
seseorang ingin mengelola risiko dapat menyesuaikan dengan risiko-risiko yang
sedang dihadapi. Kedua, formal dan terintegrasi. Ketiga, mengembangkan
infrastruktur risiko. Keempat, menetapkan mekanisme kontrol. Kelima,
menetapkan batas (limits). Keenam, fokus pada aliran kas. Ketujuh, sistem insentif
yang tepat. Kedelapan, Mengembangkan budaya sadar risiko.
h. Manfaat Dan Tujuan Pengelolaan Manajemen Risiko
Manfaat yang akan didapatkan oleh suatu perusahaan apabila melaksanakan
risk management dengan baik antara lain:
1. Menjamin pencapaian tujuan
Manajemen dalam sebuah perusahaan menggunakan segala cara yang baik
untuk mencapai tujuan perusahaannya. Dalam usaha untuk mencapai tujuan
tersebut, banyak hal bisa terjadi. Ada hal-hal yang bisa diantisipasi
sebelumnya, dan ada kemungkinan masa depan yang penuh ketidakpastian.
Ketidakpastian itulah yang menimbulkan risiko.
Tujuan akan lebih mudah jika rintangan yang mungkin terjadi itu telah
diketahui sebelumnya. Ronny Kountur (2004) mengatakan, keberhasilan suatu
perusahaan ditentukan oleh kemampuan manajemen menggunakan berbagai
9
sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan perusahaan. Perusahaan bisa
berhasil jika memiliki tujuan yang baik untuk dicapai.
Perusahaan yang memiliki manajemen risiko yang baik akan lebih mudah
jalannya untuk mencapai tujuan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak
memiliki manajemen risiko yang baik.
2. Meminimalkan kemungkinan bangkrut
Semua perusahaan memiliki kemungkinan bangkrut atau gulung tikar.
Risiko bangkrut bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Tidak ada yang bisa
menjamin bahwa sebuah perusahaan tidak akan bangkrut.
Perusahaan yang menerapkan manajemen risiko (risk management)
dengan baik akan sanggup menangani berbagai kemungkinan yang merugikan
yang akan terjadi pada perusahaannya. Hal ini bisa meminimalkan
kemungkinan kerugian dan eksistensi perusahaan bisa dipertahankan.
3. Meningkatkan keuntungan perusahaan
Manajemen risiko (risk management) yang baik dan teratur tentu dapat
meningkatkan keuntungan perusahaan. Salah satu manfaat dari manajemen
risiko adalah dapat memperkecil kerugian sehingga keuntungan yang akan
diperoleh semakin besar.
Dengan penanganan risk management yang baik, segala kemungkinan
kerugian yang bisa menimpa perusahaan bisa dibuat seminimal mungkin
sehingga biaya menjadi lebih kecil dan keuntungan yang masuk ke perusahaan
bisa lebih bertambah. Hal ini harus menjadi salah satu indikator suksesnya
pelaksanaan manajemen risiko dalam suatu perusahaan.
4. Memberikan keamanan pekerjaan
Manajer harus memiliki kemampuan memahami, menganalisa, dan
menangani risiko. Manajer yang dapat menangani risiko dengan baik dapat
membantu menyelamatkan perusahaan.
10
Apabila perusahaan yang manajer tangani tersebut dapat terhindar dari
kerugian, maka sudah pasti perusahaan akan mengalami kemajuan dan karir
manajer pun akan ikut maju.
Ronny Kountur (2004) pernah mengatakan, banyak perusahaan yang tidak
bersedia mempekerjakan manajer dari perusahaan yang sebelumnya pernah
bangkrut atau tidak berprestasi sewaktu dipimpin oleh manajer tersebut.
Keengganan untuk mempekerjakan manajer yang tidak berprestasi kadang-
kadang bukan disebabkan manajer tersebut tidak berpengalaman, tetapi
kemungkinan karena kurang pahamnya dalam menangani hal-hal tidak
terduga atau risiko.
Tujuan dari manajemen risiko ialah untuk menjamin bahwa suatu perusahaan
atau organisasi dapat memahami, mengukur, serta memonitor berbagai macam
risiko yang terjadi dan juga memastikan kebijakan-kebijakan yang telah dibuat
dapat mengendalikan berbagai macam risiko yang ada. Agar pelaksanaan bisa
berjalan dengan lancar maka perlu adanya dukungan dalam menyusun kebijakan
dan pedoman manajemen risiko sesuai dengan kondisi perusahaan.
Tujuan manajemen risiko secara umum digunakan untuk dasar agar bisa
memprediksikan bahaya atau hal yang tidak menyenangkan yang akan dihadapi
dengan perhitungan yang cermat serta pertimbangan yang matang dari berbagai
informasi di awal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Secara khusus, tujuan dari manajemen risiko ialah:
1. Menyediakan informasi mengenai risiko kepada pihak regulator.
2. Meminimalkan kerugian dari berbagai risiko yang uncontrolled.
3. Agar perusahaan tetap hidup dengan perkembangan yang berkesinambungan.
4. Biaya manajemen risiko (risk management) yang efisien dan efektif.
5. Memberikan rasa aman.
6. Agar pendapatan perusahaan stabil dan mampu memberikan kepuasan bagi
pemilik dan pihak lain.
11
i. Sistem Manajemen Risiko
Perusahaan melaksanakan sistem manajemen risiko yang terintegrasi dengan
tujuan untuk memastikan pencapaian tujuan Perusahaan. Perusahaan juga
melibatkan seluruh karyawannya dalam menjalankan manajemen risiko agar
seluruh karyawan dapat memberikan kontribusi dalam mengelola risiko dan
memberikan masukan yang berguna untuk pencapaian tujuan Perusahaan.
1. Risiko-Risiko yang Dihadapi Oleh Perusahaan
Upaya pengelolaan risiko dilakukan oleh Perusahaan dengan diawali
tahapan identifikasi risiko sehingga Perusahaan dapat menentukan upaya
pengelolaan risiko secara tepat. Berikut adalah risiko dan upaya pengelolaan
risiko yang dilakukan oleh Perusahaan:
a. Risiko Persaingan Usaha
Persaingan usaha di sektor ritel saat ini berlangsung dengan sangat
ketat. Hal tersebut terlihat dari persaingan usaha yang tidak hanya terjadi
antara pasar tradisional dan pasar modern saja, tetapi juga antara pemain di
pasar modern. Risiko ini diantisipasi dengan menawarkan keberagaman
produk yang tidak dimiliki oleh pesaing. Perusahaan juga melakukan
peningkatan layanan kepada para pelanggan setia, kegiatan promosi yang
menarik dengan bekerjasama dengan para pemasok, perbankan dan pihak
lainnya.
b. Risiko Perubahan atas Kebijakan atau Peraturan Pemerintah
Perubahan kebijakan Pemerintah baik dalam hal perpajakan dan
pembatasan impor dapat memberikan dampak terhadap kinerja Perusahaan.
Perusahaan secara rutin melakukan koordinasi dengan para anggota asosiasi
yang ada di industri ritel modern, yaitu Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia
(APRINDO) untuk memantau perkembangan yang terjadi dan
mengantisipasi perubahan kebijakan atau peraturan terkait larangan impor,
pembatasan kuota impor, peraturan bea masuk maupun perubahan tarif
impor.
12
c. Risiko Kegagalan dalam Pengembangan Toko
Risiko kegagalan dalam pengembangan toko timbul apabila toko tidak
berhasil memenuhi target yang telah di tentukan. Perusahaan melakukan
berbagai strategi, antara lain review secara berkala terkait kinerja toko,
kondisi toko dan keragaman produk dijual. Seluruh kegiatan tersebut
dilakukan guna meningkatkan kinerja keuangan dan operasional toko.
d. Risiko Tidak Diperpanjangnya Masa Sewa
Risiko tidak diperpanjangnya masa sewa timbul karena seluruh toko
Perusahaan menggunakan sistem sewa. Perusahaan mengantisipasi risiko ini
dengan melakukan penelaahan secara berkala atas perjanjian sewa yang ada
guna mengidentifikasi lebih awal tidak diperpanjangnya masa sewa.
Perusahaan juga terus mempertahankan hubungan yang baik dengan
property developer untuk mendapatkan lokasi baru.
e. Risiko Keterlambatan Distribusi Barang Oleh Pemasok
Pasokan dan permintaan merupakan faktor penting dalam kegiatan
usaha Perusahaan. Kegiatan usaha Perusahaan dipengaruhi oleh distribusi
barang yang dilakukan oleh pemasok serta kemungkinan adanya
ketergantungan kepada pemasok tertentu. Perusahaan mengambil inisiatif
untuk meningkatkan persediaan dan melakukan kebijakan penunjukan
beberapa pemasok untuk barang yang sama dalam rangka mengantisipasi
risiko keterlambatan distribusi barang oleh pemasok. Perusahaan juga terus
membina hubungan baik dengan pemasok.
f. Risiko Ketergantungan Pada Teknologi Informasi
Perusahaan senantiasa melakukan pembaharuan pada sistem informasi
teknologi yang digunakan guna mengikuti perkembangan yang sangat pesat.
Perusahaan menggunakan sistem SAP yang berstandarkan internasional
dalam menjalankan kegiatan usahanya. Sistem SAP ini juga telah banyak
digunakan dalam dunia usaha industri ritel modern.
13
g. Risiko Sumber Daya Manusia
Perusahaan memiliki kegiatan usaha yang memerlukan kualitas sumber
daya manusia yang baik. Tingkat pergantian karyawan yang tinggi dan
keterlambatan dalam perekrutan akan berpengaruh pada kegiatan
operasional Perusahaan. Perusahaan mengantisipasi risiko sumber daya
manusia dengan menggalangkan program Management Development
Program (MDP). Para kandidat peserta program MDP juga merupakan
kerjasama Perusahaan dengan beberapa perguruan tinggi berkualitas. Jumlah
peserta program MDP terus meningkat dari waktu ke waktu dan diharapkan
dapat menyediakan kebutuhan atas sumber daya manusia yang berkualitas.
h. Risiko Keuangan
Risiko keuangan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, politik, nilai
tukar mata uang asing dan instrumen keuangan lainnya. Manajemen risiko
keuangan dilakukan oleh Perusahaan dengan melakukan optimalisasi kinerja
operasional dan modal usaha yang dimiliki oleh Perusahaan. Mengatasi
risiko tersebut, Perusahaan rutin melakukan review strategi penetapan harga
dan rencana pemasaran, serta terus melaksanakan efisiensi biaya dalam
melaksanakan kegiatan usahanya. Risiko keuangan dari risiko kredit (risiko
tingkat bunga) dan risiko pasar (risiko nilai tukar mata uang asing dan risiko
harga komoditas) dianalisa dan dihadapi dengan penerapan sistem budgeting
yang ketat.
i. Risiko Bencana Alam
Dalam mengantisipasi risiko bencana alam yang mungkin terjadi,
Perusahaan memiliki asuransi untuk seluruh aset Perusahaan dengan jumlah
pertanggungan yang memadai dan mengasuransikan risiko-risiko yang
mungkin terjadi.
2. Laporan Manajemen Risiko
Perusahaan terus melanjutkan proses penelaahan atas risiko-risiko yang
mungkin berdampak pada operasional maupun keuangan Perusahaan. Proses
14
identifikasi risiko dijalankan bersamaan dengan proses perencanaan tahunan
dan jangka panjang Perusahaan. Berbagai upaya peningkatan manajemen
risiko terus dilakukan, melalui forum-forum komunikasi dan pelatihan.
Pelaksanaan manajemen risiko telah berjalan secara efektif dan sistematis
serta antisipatif terhadap risiko yang terjadi. Tidak ada risiko yang berdampak
signifikan terhadap jalannya kegiatan usaha Perusahaan.
3. Evaluasi Efektivitas Sistem Manajemen Risiko
Sistem manajemen risiko telah mampu memberikan dampak positif dalam
kegiatan Perusahaan terutama dalam hal penerapan prinsip-prinsip tata kelola
perusahaan yang baik. Penerapan sistem manajemen risiko membuat
Perusahaan dapat melakukan identifikasi dini atas faktor-faktor yang dapat
menghambat kinerja Perusahaan. Melalui sistem manajemen risiko ini,
Perusahaan melakukan perencanaan dengan lebih hati-hati.
j. Mengkritisi Pengelolaan Manajemen Risiko Di Indonesia Secara Umum
Contoh Kasus Manajemen Risiko (Kasus sektor perbankan)
Bank Mandiri Penggelapan Bank Mandiri.
Salah satu oknum pegawai Kantor Cabang Pembantu Rawa Lumbu Bekasi PT
Bank Mandiri Tbk melakukan kerja sama ilegal dengan Manajer Keuangan PT
Mexdie Sekawan Utama, Yekti Sartono yang mencairkan cek ilegal di Bank
Mandiri senilai Rp 720 juta pada 5 Mei 2010. Pengambilan cek ini menyalahi
prosedur perbankan karena otoritas cek adalah dua orang, yakni Anang Syifudin
dan Muhammar Fauzan serta stempel perusahaan harus diterakan. Namun cek
tersebut hanya ditandatangani satu orang dan itu diduga dipalsukan (stempel palsu
dan asli berbeda dengan specimen yang ada di bank).
Sampai saat ini kasus Bank Mandiri ini belum ditindaklanjuti lagi lebih jauh
oleh pihak-pihak terkait. Bank Mandiri berpegang teguh pada pendirian mereka
yang mengatakan bahwa Risk Management adalah bagian dari proses bisnis yang
dapat memberikan kontribusi melalui penerapan risk management untuk mencapai
15
return yang optimal bagi stakeholder yakni pemegang saham, masyarakat,
nasabah, pemerintah dan pihak-pihkan yang berhubungan dengan bank (Masyhud
Ali, 2006).
Pada pasal 1, Dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
Nomor 191/Pmk.09/2008 tentang Penerapan Manajemen Risiko Di Lingkungan
Depa Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan :
1. Manajemen Risiko adalah pendekatan sistematis untuk menentukan tindakan
terbaik dalam kondisi ketidakpastian.
2. Risiko adalah segala sesuatu yang berdampak negatif terhadap pencapaian
tujuan yang diukur berdasarkan kemungkinan dan dampaknya.
3. Compliance Office for Risk Management adalah Inspektorat jenderal yang
bertugas melaksanakan audit terhadap penerapan Manajemen Risiko pada
Unit Eselon I di lingkungan Departemen Keuangan.
16
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Latar yaitu semua keterangan, petunjuk pengaluran yang berhubungan dengan
ruang, waktu dan juga suasana. Latar diantaranya meliputi penggambaran
mengenai letak geografis, kesibukan si pelaku/tokoh, waktu berlakunya peristiwa,
lingkungan agama, musim, moral, intelektual sosial, serta, emosional si
pelaku/tokoh.
Mengapa resiko harus dikelola? Jawabannya tidak sulit ditebak, yaitu karena
resiko mengandung biaya yang tidak sedikit. Bayangkan suatu kejadian di mana
suatu perusahaan sepatu yang mengalami kebakaran. Kerugian langsung dari
peristiwa tersebut adalah kerugian finansial akibat asset yang terbakar (misalnya
gedung, material, sepatu setengah jadi, maupun sepatu yang siap untuk dijual).
Namun juga dilihat kerugian tidak langsungnya, seperti tidak bisa beroperasinya
perusahaan selama beberapa bulan sehingga menghentikan arus kas. Akibat
lainnya adalah macetnya pembayaran hutang kepada supplier dan kreditor karena
terhentinya arus kas yang akhirnya akan menurunkan kredibilitas dan hubungan
baik perusahaan dengan partner bisnis tersebut.
Tujuan manajemen risiko secara umum digunakan untuk dasar agar bisa
memprediksikan bahaya atau hal yang tidak menyenangkan yang akan dihadapi
dengan perhitungan yang cermat serta pertimbangan yang matang dari berbagai
informasi di awal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
17