Pelatihan GPS untuk Kapal Perikanan
Pelatihan GPS untuk Kapal Perikanan
Materi pelatihan pada topik ini mengacu pada unit kompetensi terkait yang disalin
dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Tranportasi dan
Pergudangan Golongan Pokok Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan Bidang
Nautika Kapal Perikanan dengan uraian sebagai berikut:
Acuan Standar Kompetensi Kerja tersebut dapat Saudara cermati lebih lanjut dengan meng
klik link Acuan Standar Kompetensi Kerja.
A. TUJUAN UMUM
Setelah mempelajari modul ini peserta latih diharapkan mampu Melukiskan Posisi Kapal
Perikanan dengan Global Positioning System (GPS).
B. TUJUAN KHUSUS
Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi Melukiskan Posisi
Kapal Perikanan dengan Global Positioning System (GPS) yakni memfasilitasi peserta
latih sehingga pada akhir pelatihan diharapkan memiliki kemampuan sebagai bierkut:
1. Mengoperasikan GPS yang meliputi kegiatan mengidentifikasi Faktor-faktor internal dan
eksternal yang mempengaruhi akurasi dan penampilan GPS, mengatur GPS sesuai
dengan Zonasi, dan mengidentifikasi fungsi- fungsi tombol sesuai manual operasi.
2. Menentukan posisi kapal di peta yang meliputi kegiatan memasukkan Data rencana
pelayaranke GPS sesuai prosedur, membaca tampilan monitor sesuai prosedur, dan
menentukan Posisi kapal dari monitor di peta sesuai prosedur
Faktor-faktor yang dapat menurunkan sinyal GPS dan mempengaruhi akurasi adalah
sebagai berikut:
2. Sinyal multipath
4. Kesalahan Orbital
• Hutan. Makin lebat hutannya, maka makin berkurang sinyal yang dapat diterima.
• Gedung-gedung. Tidak hanya ketika di dalam gedung, berada di antara 2 buah gedung
tinggi juga akan menyebabkan efek seperti berada di dalam lembah.
Sinyal yang memantul, misal bila berada di antara gedung-gedung tinggi, dapat
mengacaukan perhitungan alat navigasi sehingga alat navigasi dapat menunjukkan
posisi yang salah atau tidak akurat.
GPS (Global Positioning System) merupakan sistem navigasi satelit yang dikembangkan
oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US DoD = United States Department of
Defense). GPS memungkinkan kita mengetahui posisi geografis kita (lintang, bujur, dan
ketinggian di atas permukaan laut). Sistem navigasi GPS dengan menggunakan satelit
pertama kali diluncurkan oleh angkatan laut Amerika Serikat pada tahun 1960.
Hingga Maret 2008, sudah ada 31 satelit yang aktif mendukung sistem GPS yang
mengorbit mengelilingi bumi kita. Kumpulan satelit-satelit itu diberi nama NAVSTAR-
GPS. Pengelolaan penggunaan sistem satelit GPS ini dipegang oleh Angkatan
Udara Amerika Serikat. Selain NAVSTAR-GPS, juga ada konstelasi satelit lain milik
negara-negara tertentu seperti GALILEO milik negara-negara Eropa, COMPASS
milik Cina, GLONASS milik Rusia dan IRNSS milik India.
Segmen Angkasa
Segmen Kontrol
Segmen Pengguna
Segmen Penjual correct
Answer
Correct:
Submit
Some problems have options such as save, reset, hints, or show answer. These
options follow the Submit button.
Show Answer
Pada dasarnya penentuan posisi dengan GPS adalah pengukuran jarak secara
bersama sama ke beberapa satellit (yang koordinatnya telah di ketahui) sekaligus.
Untuk menentukan koordinat suatu titik di bumi Receiver, setidaknya membutuhkan 4
Satellit yang dapat ditangkap sinyalnya dengan baik. Secara default posisi atau
koordinat yang diperoleh bereferensi ke global Datum yaitu World Geodetic System
1984 atau di singkat WGS’84.
Secara garis besar penentuan posisi dengan GPS ini dibagi menjadi 2 Metode yaitu
Metode Absolut dan Metode Relatif :
1. Metode Absolut atau dikenal juga sebagai point positioning, menentukan posisi hanya
berdasarkan pada satu pesawat penerima (receiver) saja. Ketelitian posisi dalam beberapa
meter (tidak berketelitian tinggi) dan umumnya hanya diperuntukkan bagi keperluan
NAVIGASI.
2. Metode Relatif atau disebut dengan Differensial positioning, menentukan posisi
menggunakan lebih dari satu buah receiver, satu GPS dipasang pada lokasi tertentu di
muka bumi dan secara terus menerus menerima sinyal dari satellit dalam jangka waktu
tertentu dijadikan sebagai referensi bagi yang lainnya. Metode ini menghasilkan posisi
berketelitian tinggi (umumnya kurang dari satu meter) dan diaplikasikan untuk keperluan
survei GEODETIC, ataupun pemetaan yang memerlukan ketelitian tinggi.
Pengenalan tentang sistem koordinat sangat penting agar dapat menggunakan GPS
secara optimum. Ada dua klasifikasi tentang sistem koordinat yang dipakai oleh GPS
maupun dalam pemetaan yaitu: sistem koordinat Global (GEOGRAFI) dan sistem
koordinat di dalam bidang proyeksi:
1. Koordinat GEOGRAFI di ukur dalam lintang dan bujur dalam besaran derajad
desimal, derajad menit desimal, atau derajad menit detik. Lintang diukur terhadap
equator sebagai titik Nol (0° sampai 90° positif kearah utara dan 0° samapai 90° negatif
ke arah selatan). Bujur diukur berdasarkan titik Nol di Greenwich 0° sampai 180°
kearah timur dan 0° sampai 180° kearah barat.
2. Koordinat di dalam bidang proyeksi tertentu. Umumnya berkait erat dengan sistem
proyeksinya, walaupun adakalanya digunakan Koordinat GEOGRAFI dalam bidang
proyeksinya. Membicarakan sistem koordinat dalam bidang proyeksi tidak terlepas dari
DATUM. Datum yang umum digunakan dalam perpetaan yaitu DATUM HORIZONTAL dan
DATUM VERTICAL.
GPS adalah suatu alat penerima signal dari satelit untuk menentukan
posisi sesuai dengan posisi kapal itu berada.
Gambar Perangkat GPS Beserta Antenanya
• CURSOR PAD digunakan untuk menggerakkan kursor (panah) dilayar monitor naik-
turun, kiri-kanan, dan merubah nama waypoint (naik-turun)
• MENU digunakan untuk membuka pilihan menu GPS. (satu kali tekan masuk ke pilihan
zoom, jika dua kali tekan masuk ke pilihan menu). Menu GPS yaitu: waypoint, route,
plotter, alarm, erase, was, calculate, message, satellite, user display, gps setup, sys setup,
i/o setup, td setup.
• DISP / DISPLAY digunakan untuk melihat tampilan layar monitor, jenis tampilan
layarnya highway (jalan lurus), steering display, navigasi data, speedometer, plotter.
• MARK / MOB digunakan untuk menandai suatu tempat atau posisi orang jatuh ke laut.
• DIM / POWER digunakan untuk mengatur cahaya layar dan untuk menghidupkan juga
mematikan GPS. (tekan satu detik, untuk menghidupkan juga mengatur cahaya, tekan 3
detik untuk mematikan GPS).
• GO TO digunakan untuk memilih tujuan kapal. Ada empat pilihan untuk menentukan
tujuan kapal
Tombol Menu pada perangkat GPS berfungsi untuk membuka pilihan menu dari GPS,
dimana diantaranya berisi menu route, plotter, waypoint, alarm, erase, waas, calculate,
messages, satellite, dll.
• WAYPOINT adalah sebuah titik pertemuan antara dua haluan yang telah di plot pada
peta,
• ROUTE adalah gabungan dari beberapa waypoint yang telah disusun (dari waypoint
pertama ke waypoint terakhir atau sebaliknya) untuk merencanakan pelayaran,
• PLOTTER digunakan untuk melihat jejak perjalanan kapal sebelumnya atau yang telah
dilalui,
• ALARM digunakan sebagai penanda bahaya atau peringatan apabila kapal keluar dari
arah yang telah ditentukan,
• ERASE digunakan untuk menghapus waypoint, ruote dan track (jejak yang telah dilalui),
• SATELLITE digunakan untuk menampilkan jumlah dan kekuatan signal dari satellite,
• SYS SETUP digunakan untuk pengaturan bahasa, satuan jarak, tampilan jam,
• IO SETUP digunakan untuk mengirim dan menyimpan data dari computer ke GPS dan
GPS adalah salah satu perangkat yang paling vital dalam navigasi diatas
kapal. GPS dapat menentukan posisi kapal dengan menunjukan koordinat berupa
lintang dan bujur, kecepatan dan haluan kapal. Pada kapal-kapal niaga Indonesia yang
dimana belum dilengkapi dengan perangkat ECDIS, peran GPS sangat vital sebagai
contoh GPS WAAS yang mayoritas digunakan untuk menunjukan track atau haluan
yang harus ditempuh oleh kapal sehingga kapal dapat sampai ke tempat tujuan sesuai
dengan haluan yang direncanakan dan kapal berlayar dengan aman.
Dalam hal ini penulis hendak menerangkan secara singkat cara membuat rute pada
GPS WAAS seri FURUNO sehingga semua para pelaut familiar mengenai cara
pengoperasian dari alat tersebut.
Langkah-langkah untuk membuat sebuah rute pada GPS adalah sebagai berikut :
Untuk mendapatkan waypoint ini, dalam hal ini yang bertanggung jawab adalah Mualim
2 harus membuat rute diatas peta laut dan menentukan waypoint, harus diperhatikan
juga dalam membuat sebuah track selalu mengutamakan keamanan dari jalur pelayaran
yang dilayari dan juga efisien. Waypoint sendiri adalah titik koordinat dimana haluan
yang dituju berakhir atau titik permulaan dari haluan yang akan dilayari. Contoh dari
waypoint : 06* 03,838' S - 106* 57,346' E
Buat Waypointnya, ganti nama waypoint terlebih dahulu. Sebagai catatan untuk
memberi nama waypoint disarankan menggunakan nama-nama yang tertera dipeta
yang terdekat dengan titik waypoint tersebut. Bisa berupa nama pulau, tanjung, karang
atau lainnya. Rubah nilai koordinat sesuai dengan waypoint yang hendak dibuat.
Gunakan tombol cursor pada GPS.
4. Lanjut ke menu Rute (Gambar B). Masuk ke Menu dan pilih Rute
Ganti nama rute sesuai dengan rute yang dihendaki misal pelayaran dengan tujuan
gresik dan tempat tolak dari Grogot. Jadi rubah nama rute yang hendak dibuat menjadi
Grogot -- Gresik. Langkah selanjutnya masukan waypoint yang telah dibuat sebelumnya
ke kolom rute yang kosong. Catatan: Pemasukan waypoint pada penyusunan rute ini
harus berurut sesuai dengan yang terencana dipeta. Setelah semua selesai kemudian
keluar dari menu utama.
5. Untuk menggunakan rute ini dalam pelayaran sebagai patokan track agar kita
berlayar dengan aman dan menuju ke tempat tujuan sesuai dengan haluan yang
direncanakan, pada GPS tekan tombol Go to lalu pilih rute yang telah dibuat dan
sesuai dengan rencana pelayaran.
• Peta harus dalam keadaan bersih dari garis ataupun tulisan yang tidak perlu,
hapuslah dengan menggunakan penghapus pensil halus.
• Jika ingin disimpan, peta harus digulung dan tidak boleh dilipat-lipat.
• Simpanlah peta di tempat yang kering, hindari dari tempat yang lembab apalagi terkena
air.
• Tidak diperkenankan sama sekali untuk membuat garis, tulisan atau catatan dengan
menggunakan alat tulis selain pensil 2b, kecuali adanya perubahan sesuai yang
diberitakan melalui bpi.
Materi pelatihan pada topik ini mengacu pada unit kompetensi terkait yang disalin
dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Tranportasi dan
Pergudangan Golongan Pokok Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan Bidang
Nautika Kapal Perikanan dengan uraian sebagai berikut:
Peta laut ialah hasil pemindahan bentuk lengkung bumi keatas bidang
datar yang memuat hal-hal serta keterangan keterangan yang dibutuhkan seorang
navigator dalam menentukan posisi kapal, jarak, haluan dan keselamatan navigasi
dilaut, dilengkapi dengan benda bantu navigasi dan peruman-peruman. Peta laut ialah
peta yang dibuat sedemikian agar dapat dipakai untuk merencanakan atau mengikuti
suatu pelayaran dilaut lepas, perairan pedalaman seperti danau, sungai, terusan dll.
Dengan demikian peta laut itu dipakai untuk pedoman berlalu lintas di atas air.
Bentuk Derajah dan Jajar. Dalam gambar ini dapat dilihat bentuk-bentuk derajah/jajar di
bumi dan di peta Mercator (peta laut).
Keterangan-keterangan umum/details yang terdapat dalam peta laut setelah dirinci tentang
peta tersebut di atas maka diharapkan dapat juga membaca detail sebuah peta yang
akan/sementara dipakainya.
Adapun penyebaran lokasi Stasiun Radio Pantai GMDSS dan coverage area A1 dan
A2 di Indonesia dapat dapat dilihat pada gambar-gambar berikut ini:
Alokasi spektrum frekuensi radio pada alokasi tabel spektrum frekuensi yang
dikeluarkan secara resmi oleh Himpunan Telekomunikasi Internasional (International
Telecommunication Union (ITU)) pada Peraturan Radio Edisi 2008 (Radio Regulation,
edition of 2008) yang juga menjadi acuan bagi negara-negara lain di dunia. Alokasi
spektrum frekuensi radio tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.
Dengan banyaknya kebutuhan akan spektrum frekuensi sedangkan sumber daya alam ini
terbatas maka harus dikelola dengan cara bijaksana dan tepat.
Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio terdiri dari sejumlah fungsi-fungsi yang bekerja
secara sinergis untuk menghasilkan suatu kinerja dimana proses perizinan spektrum
frekuensi dapat dilayani dengan cepat dan selanjutnya penggunaan spektrum frekuensi
akan efektif dan efisien dan pada saat bersamaan kondisi gangguan frekuensi
(interferensi) adalah minimal.
Pada saat ini permintaan ijin kepanjangannya apa (ISR) radio microwave mengalami
kenaikan yang sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai gambaran jumlah
penggunaan Frekuensi ISR berdasarkan pita frekuensi dapat dilihat pada tabel berikut.
Keterangan: data VLF (very low frequency) dan Lf (low frequency) tidak dapat dimunculkan
karena penggunaan frekuensi rendah (kurang dari 300 kHz) menyangkut penggunaan untuk
keperluan khusus sperti untuk keperluan militer dan tidak banyak bandwidth yang pada band ini
dalam spektrum radio. Sumber: Data Statistik Ditjen Postel 2010
Besarnya tegangan listrik yang terjadi didalam kumparan itu tergantung pada letak
kumparan (penampang kumparan) terhadap arah gelombang elektromagnetis yang
menginduksi.
Apabila penampang kumparan menuju antene pemancar (Stasiun Radio Pantai), maka
tegangan listrik yang terjadi adalah maksimum. Perubahan tegangan listrik dari
kedudukan maksimum ke kedudukan tertentu, jika dibandingkan dengan perubahan
tegangan listrik dari kedudukan minimum ke kedudukan tertentu akan lebih mudah
didengar atau dilihat, dari pada dari kedudukan minimum.
Dalam melakukan baringan dengan RDF maka carilah kedudukan maksimum dulu
baru kemudian minimum hingga lebih jelas baringannya dimana perubahan suara
maupun gambar tampak nyata juga. Jika pesawat RDF ini dilengkapi dengan sistim
automatic bearing, maka navigator hanya tinggal membaca penunjukan jarum
baringan.
Pengaturan RDF
Bookmark this page
Bila bidang bingkai antena searah dengan arah datangnya isyarat dari pemancar maka
tegangan yang dijangkitkan dalam antenna akan maksimum dan bila bidang bingkai
antenna diputar 90o tidak searah lagi dengan arah datangnya isyarat maka tidak ada
tegangan yang terjangkit dalam antenna dan isyarat tidak akan terdengar isyarat yang
diterima oleh antenna diteruskan ke kotak penerima dan arah pemancar akan berada
pada suara yang terkeras. Karena petunjuk arah dihubungkan dengan antenna maka
arah datangnya isyarat dapat dibaca pada indikatornya.
Pada system dua bingkai, bingkai yang satu mengarah ke haluan dan buritan
sedangkan yang lain kesisiiri dan kanan pada kapal. Ujung masing-masing bingkai
dihubungkan pada dua buah kumparan yang terpisahkan dan berkedudukan tegak lurus
satu sama lain di dalam pesawat penerima. Bila pemancar berada antara dua bingkai itu
maka kedua bingkai itu akan menghasilkan tegangan yang menimbulkan medan magnit.
Tiap medan magnit akan menggambarkan sebagai vektor, jumlah vector itulah
menunjukkan arah tempat di mana pemancar berada.
Keuntungan dari pesawat RDF yaitu dapat dipergunakan dalam navigasi pantai
dimanapun kapal berada. Kapal-kapal yang akan minta pertolongan karena dalam
keadaan darurat kepada kapal lain atau stasiun pantai/darat, dapat menggunakan
pemancar radionya sehingga dengan mudah akan ditemukan posisi kapalnya.
Setelah nama, posisi, arah baringan dari pada stasion diketahui, lalu
tentukan di peta dengan menarik garis lurus dari posisi dengan arahbaringan yang telah
diketahui itu, dengan demikian posisi kapal kita adalah sepanjang garis yang ditarik tadi.
Di sini kita belum bisa menentukan posisi yang tepat karena baru satu garis baringan
yang diperoleh, sedangkan untuk menentukan posisi yang tepat harus ada dua baringan
atau lebih. Maka dalam hal ini harus dicari satu atau dua stasiun yang lain yang ada di
peta yang arah baringannya bersilang dengan arah stasion pertama.
Yang bukan termasuk fungsi RADAR adalah sebagai alat bantu elektronik
adalah:
unanswered
Adapter
Receiver
Antena Internal
Motor
unanswered
Submit
Some problems have options such as save, reset, hints, or show answer. These
options follow the Submit button.
Seperti telah diketahui RADAR menggunakan prinsip pancaran gelombang radio dalam
bentuk ‘microwave band’. Pulsa yang dihasilkan oleh unit pemancar (transmitter unit)
dikirim ke antena melalui swich pemilih pancar/terima elektronik (T/R electronic switch).
Pada saat pengiriman sinyal antena akan berputar 10 hingga 30 kali/menit dengan
memancarkan denyutan/pulsa 500 hingga 3000 kali/detik. Ketika pemancaran, pulsa ini
akan dipantulkan kembali apabila mengenai sasaran dalam bentuk gema radio (radio
echo). Pulsa yang dipantulkan ini akan diterima kembali oleh antena dan dikirim ke unit
penerima (receiver) melalui switch pemilih pancar/terima. Pulsa ini akan di kuatkan dan
akan dideteksi dalam bentuk sinyal radio yang seterusnya dibesarkan lagi kekuatannya
pada indikator.
Setiap kali gelombang elektrik dipancarkan, bintik-bintik putih akan terbentang dari
pusat /skop RADAR dengan kecepatan konstan dan akan membuat garis sapuan.
Garis sapuan ini akan bergerak di sekeliling pusat skop dan berputar searah jarum
jam dimana putarannya selaras dengan putaran antena. Apabila sinyal video (video
signal) digunakan dalam indikator, bintik putih diatas garis sapuan ini akan diubah
kedalam bentuk gambar/bayang-bayang. Posisi gambar ini akan sejalan dengan
arah gelombang elektrik yang dipancarkan serta jarak posisi gambar ini dengan
pusat skop RADAR adalah berdasarkan jarak kapal dengan sasaran di suatu
tempat. Dengan demikian posisi penerima sinyal kapal senantiasa berada di pusat
skop pada tabung sinar katoda dan dikelilingi oleh objek/sasaran.
Faktor internal adalah faktor yang dapat memepengaruhi akurasi RADAR atau performen
RADAR yang berasal dari RADAR itu sendiri atau lebih bersifat inheren. Secara prinsif
performen RADAR tergantung kepada beberapa hubungan spesifikasi yang perlu ada pada
sebuah RADAR seperti:
a) Diskriminasi jarak (Range descrimination)
i) Kesalahan Baringan
j) Kesalahan jarak
d) Pemfokusan yang lemah akan memberikan sasaran yang lebih besar dan gelang
jarak yang tebal.
Kemampuan RADAR untuk membedakan jarak pemisahan sasaran yang terletak pada baringan yang
sama dan satu sama lain berdekatan disebut…
Diskriminasi jarak. correct
Diskriminasi baringan
Penyimpangan azimut
Panjang pulsa dan diskriminasi pulsa.
6) Fenomena “Ducting”
Fenomena Ducting correct
Sea Clutter
Blurred Area
Bright Dots
Answer
Correct:
Fenomena ini disebut “ducting” yang biasa terjadi dalam keadaan pembiasaan super
ekstrim.
Submit
Some problems have options such as save, reset, hints, or show answer. These
options follow the Submit button.
Show Answer
Jarak capai maximum suatu RADAR tergantung dari:
a) Peak power RADAR, makin besar peak power makin besar jarak capai maximum
c) Tergantung dari PRF RADAR, disamping itu tergantung pula faktor-faktor yang lain itu.
d) Bentuk lobe dari para pancaran RADAR, makin sempit bentuk lobe yang diarahkan
makin kuat intensitas pancarannya. Sedangkan bentuk lobe ini tergantung pula dari
susunan, bentuk dan ukuran antena, karena hal-hal tersebut mempengaruhi antena gain
(reflector gain).
e) Tergantung dari sensitifitas pesawat penerima RADAR, karena untuk sasaran yang jauh
echo yang dipantulkan sangat lemah, makin jauh makin lemah. Tetapi jika pesawat
penerima RADAR sensitif, meskipun echo lemah sekali karena jauhnya sasaran, tetapi
pesawat penerima RADAR akan masih dapat memberikan tegangan video yang cukup
kuat.
f) Tergantung dari tingginya antena RADAR karena pulsa tegangan micro wave RADAR
bersifat space wave. Karena itu makin tinggi antena makin jauh jarak capai
maximumnya.
a) Panjang pulsa, makin kecil panjang pulsa makin kecil jarak minimum RADAR. Misalnya
panjang pulsa 1 micro detik jarak minimum adalah 300 meter.
d) Tergantung daripada T/R switch, yaitu periode T/R switch bekerja.
Answer
Correct:
Apabila slope linear pengukuran paling teliti, apabila slope arus gigi gergaji tersebut
tidak linear pengukuran tidak teliti.
1. Antena, Antena RADAR adalah suatu antena reflektor berbentuk parabola yang
menyebarkan energi elektromagnetik dari titik fokusnya dan dicerminkan melalui
permukaan yang berbentuk parabola. Antena RADAR merupakan dwikutub.
2. Pemancar Sinyal (Transmitter), Transmitter pada sistem RADAR berfungsi untuk
memancarkan gelombang elektromagnetik melalui reflektor antena agar sinyal objek yang
berada pada daerah tangkapan RADAR dapat dikenali, umumnya Transmitter mempunyai
bandwidth yang besar dan tenaga yang kuat.
3. Penerima sinyal (Receiver), Receiver pada sistem RADAR berfungsi untuk menerima
pantulan kembali gelombang elektromagnetik dari sinyal objek yang tertangkap RADAR
melalui reflektor antena, umumnya receiver mempunyai kemampuan untuk menyaring
sinyal agar sesuai dengan pendeteksian serta dapat menguatkan sinyal objek yang lemah dan
meneruskan sinyal objek tersebut ke signal and data processor (Pemroses data dan sinyal)
serta menampilkan gambarnya di layar monitor (Display).
RADAR pada umumnya beroperasi dengan menyebar tenaga elektromagnetik terbatas
di dalam piringan antena yang bertujuan untuk menangkap sinyal dari benda yang
melintas pada daerah tangkapan yang bersudut 20° – 40°. Ketika suatu benda masuk
dalam daerah tangkapan antena, maka sinyal yang ditangkap akan diteruskan ke pusat
sitem RADAR dan akan diproses hingga benda tersebut nantinya akan tampak dalam
layar monitor/display.
Submit
Some problems have options such as save, reset, hints, or show answer. These
options follow the Submit button.
Show Answer
Pada prinsipnya prosedur penggunaan RADAR adalah sama untuk semua jenis RADAR
dan prosedur penggunaan biasanya ada dalam buku manual operasi. Sebelum memutar
tombol utama dan tombol-tombol function pada posisi “ON” pastikan tombol-tombol
pada panel RADAR berada pada posisi “OFF”/penuh berlawanan dengan arah jarum
jam. Setelah bagian tombol-tombol pada panel RADAR berada pada posisi
sebagaimana di atas maka RADAR dapat kita hidupkan (pastikan bahwa antena dapat
berputar dengan bebas). Kemudian dilanjutkan prosedur pengoperasian sebagai berikut:
2) Selaraskan kecerahan
5) Set garis jarak pada kisaran jarak yang rendah dan gunakan pemilihan frekuensi
secara otomatis.
7) Set switch jarak sesuai keperluan dan selaraskan lagi switch focus
9) Set penanda haluan pada 0 atau pada haluan kapal sesuai tampilan yang akan
digunakan.
Bila RADAR tidak akan digunakan dalam periode waktu yang panjang, putar tombol
function dan antena pada posisi OFF selanjutnya tombol-tombol yang lain putar
pada posisi sebelum diaktifkan.
Contoh Soal Beserta Penjelasan Jawaban
1 point possible (ungraded)
a. Multiple echoes
Terjadi beberapa kali pantulan echo oleh target yang sama, menyebabkan
munculnya echo tambahan yang semakin melemah.
b. Indirect echoes
Terjadi pantulan pulsa oleh konstruksi bangunan kapal seperti cerobong, tiang kapal
atau banguan didarat seperti jembatan, bukit dan konstruksi tebing sehingga timbul echo
tidak langsung, sebagaimana contoh berikut ini;
Pulsa yang dipancarkan oleh antenna RADAR mengenai cros trees dan
dipantulkan menjadi echo, sehingga terjadi penyimpangan dan muncul echo
palsu. Gambar pada layar RADAR akan nampak seperti ada sebuah kapal
yang bergerak semakin menjauh dua kali kecepatan kapal.
Terjadi pula echo tidak langsung hasil pantulan cerobong asap, echo
tersebut nampak seperti sebuah kapal lain yang sedang menyusul.
Pantulan dari benda daratan terhadap pulsa RADAR mengenai target yaitu kapal
lain, yang kemudian juga mengembalikan echo palsu ke kapal. Echo palsu jaraknya
dari kapal kebenda daratan ditambah jarak target ke benda daratan tersebut.
Jenis-jenis gema pada RADAR secara umum ada 3 yaitu Sea Return, False
Echoes (Gema Palsu) dan Gema Kritis.
a. Sea Return
Tidak semua gema RADAR diproduksi oleh item navigasi keras seperti boat, pelampung
dan daratan. Beberapa gema RADAR mungkin menerima ke tidak beraturan air pada
permukaan laut, khususnya pada jarak dekat oleh patahan, pecahan wavecrest, terjadi
pada cuaca yang berangin dan laut yang berat.
Gema-gema ini tampak di layar RADAR pada skala jarak pendek, seperti multi gema
kecil hampir ke kapal sendiri. Dibawah angin yang tinggi dan kondisi yang ekstrim gema
dari kekacauan laut mungkin muncul sebagai background tebal dari bentuk kekacauan
hampir suatu disk yang solid/padat, sejauh satu sampai tiga mil di seluruh arah dari
kapal sendiri, tetapi arah yang paling buruk dimana angin berhembus mengarah ke
kapal. RADAR mempunyai kontrol dari sea clutter, dapat digunakan untuk
meminimalisasi efek atas kekacauan laut yang tertangkap di layar.
Multi gema dapat muncul jika ada target yang besar dan mempunyai permukaan
vertikal yang luas ke kapal anda pada perbandingan jarak dekat. Sinyal transmisi
akan direfleksikan kembali dan seterusnya antara permukaan vertikal yang luas dari
target dan kapal anda. Demikian, multi gema akan nampak melebihi gema target asli
pada bearing yang sama seperti yang ditunjukkan di halaman berikutnya.
RADAR juga dapat melihat gema dari hujan atau salju. Gema dari hujan mendadak terdiri
atas gema kecil yang tidak terhitung banyaknya, secara terus menerus berubah ukuran,
intensitas, dan posisi. Kembalinya ini suatu waktu tampak sebagai area kabut/kabur yang
besar/luas di display tergantung pada intensitas dari turunnya hujan atau salju di sel badai. Sel
biasanya dapat dilihat pada jarak/jangkauan yang jauh tiba pada ketinggian yang tingginya
diatas RADAR horizon dan sangat menolong untuk mengamati potensi kondisi cuaca buruk.
Jika terjadinya hujan mendadak maka kontrol untuk kekacauan laut (rain clutter) dapat disetel
sehingga bisa untuk meminimalisir efek pada layar RADAR.
Cerobong, tiang atau mesin, (terletak dekat dengan susunan antena) dapat
menyebabkan bayangan. Area bayangan dapat dikenali sejak diluar gangguan akan ada
reduksi dari target dan intensitas noise, walaupun tidak begitu perlu suatu pemotongan
komplit yang terlihat di layar. Bagaimanapun, jika sudut bayangan lebih dari beberapa
derajat, itu mungkin blind sektor. Di beberapa sektor bayangan intensitas beam mungkin
tidak cukup untuk memperoleh gema dari suatu objek yang kecil meskipun dalam jarak
dekat, kenyataannya bahwa suatu kapal yang besar dapat di deteksi pada jarak yang jauh
lebih besar.
Untuk alasan ini, siku-siku luas dan bearing relatif atas sektor bayangan manapun
harus di tentukan pada instalasi. Suatu waktu bayangan dapat di lihat di layar dengan
menaikkan gain RADAR sampai noise ada. Sektor paling gelap mengindikasikan
kemungkinan area yang dibayangi/berbayang. Informasi ini harus ditempatkan dekat unit
display, dan operator harus waspada dari objek di sektor buta (blind sector) ini. Gema di
layar RADAR tidak selamanya langsung kembali ke antena RADAR. Ada beberapa tipe dari
gema palsu/salah yang dapat muncul di display jika terjadi kondisi tertentu. Itu harus dicatat
oleh operator RADAR, melalui observasi/pengamatan, latihan dan pengalaman biasanya
dapat mendeteksi kondisi tersebut secara cepat.
Suatu bagian paling kecil dari RF (Radio Frequency) energi dari tiap detak (pulse)
transmisi teradiasi keluar membatasi beam RADAR, memproduksi pola side lobe. Side lobe
normalnya tidak mempunyai efek dari jauh atau permukaan objek kecil, tapi gema dari objek
besar di jarak pendek dapat menghasilkan suatu pola pada layar RADAR mirip suatu
jarak/jangkauan lingkaran, atau tampak sebagai suatu seri pembentukan gema rusak/pecah.
Gema side lobe normalnya terjadi pada jarak dibawah tiga mil dan biasanya dapat dikurangi
secara hati-hati/perlahan melalui reduksi atas gain atau penyetelan yang tepat dari
kontrol seaclutter.
Pada gambar dibawah ini terdapat 2 buah garis baringan yaitu garis baringan
pertama (1) terhadap mercu suar P. Garcia adalah LOP1 dan garis baringan kedua
(2) terhadap Tanjung Pulau Ridwan adalah garis LOP2. Jika kedua baringan
tersebut dilakukan bersamaan waktu dan tanpa salah, maka titik potong kedua garis
baringan (LOP) merupakan posisi kapal (S).
Gambar Ilustrasi Posisi Baringan 2 buah benda
Titik yang lebih jauh letaknya dari kapal, merupakan pilihan yang baik
unanswered
Submit
Some problems have options such as save, reset, hints, or show answer. These
options follow the Submit button.
Sebuah kapal berlayar dengan haluan sejati 0200, membaring sebuah tanjung A tepat
melintang di lambung kiri kapal, dengan jarak 7 mil. Gambar yang akan tampak di
RADAR adalah seperti dibawah ini.
Perlu diingat bahwa penentuan jarak dengan RADAR lebih baik dari pada baringan
RADAR.
Tiga buah obyek yang kecil diukur jaraknya, mungkin akan terbentuk perpotongan busur
yang kurang baik seperti tampak pada gambar dibawah ini.
Berlayar melewati sebuah selat sempit dengan memilih obyek-obyek yang baik
untuk target RADAR akan memberikan posisi yang baik pula.
Ilustrasi baringan kedua benda berdasarkan A) Baringan dan jarak, B) Dengan dua baringan
dan jarak, C) Tiga benda Baringan, D) Pengukuran Jarak Tiga Benda.
Penentuan posisi kapal selama pelayaran sangatlah penting, ini merupakan sebagai
sumber informasi bagi kapal lain maupun stasiun navigasi. Sehingga selama perjalanan
kapal dapat dikontrol keberadaannya dan terhindar dari tubrukan di laut. Posisi kapal
dapat diketahui dengan menggunakan RADAR, dimana alat ini dapat memberikan
informasi tentang keberadaan kapal dengan posisi yang tepat menurut perhitungan
satelit sesuai dengan posisi koordinat. Kemudian dapat digambarkan pada peta laut
sesuai dengan posisi yang tertera pada RADAR. Untuk mengetahui posisi kapal pada
peta dengan cara menandai titik koordinat yang terdapat pada RADAR dan mencocokan
pada peta, kemudian titik tersebut ditandai serta melukiskan arah haluan kapal,
sehingga akan terlihat jelas pada peta dimana posisi kapal dan kemana arah haluan
kapal. Apabila semuanya sudah diketahui maka posisi kapal serta arah haluan kapal
dapat diinformasikan ke pusat stasiun navigasi ataupun ke kapal lain.
Untuk lebih jelas dalam menentukan posisi kapal perikanan dengan bantuan
RADAR, silahkan perhatikan video di bawah ini.