58
DAFTAR PUSTAKA
Aisyah, Z &Satyabakti, P. (2013). Surveilans Infeksi Daerah Operasi (IDO)
menurut Komponen Surveilans di Rumah Sakit X Surabaya tahun 2012.
Departemen Epidemiologi Fakulatas Kesehatan Masyarakat Universitas
Airlangga, Surabaya Jawa Timur. Jurnal berkala epidemilogi,Vol 1 , no. 2
September 2013: 254-265.
Akdon& Ridwan(2008). Aplikasi Statistika dan Metode Penelitian untuk
Administrasi & Manajemen. Bandung: Dewa Ruchi.
Al Kadi, A., & Salati, S. A. (2012). Hand hygiene practices among medical
students. Interdisciplinary Perspectives on Infectious Diseases, 2012.
http://doi.org/10.1155/2012/679129 di akses pada tanggal 12 Januari 2020.
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta
:Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. (2012). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Betty bea septiari (2012) Infeksi nosokomial. Penerbit nuha medica. Jakarta.
Budiman & Riyanto A. 2013. Kapita Selekta Kuisioner Pengetahuan Dan Sikap
Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika pp 66-69.
Darmadi. 2008. Infeksi Nosokomial : Problematika Dan Pengendaliannya.
Jakarta: Penerbit Salemba Medika
Departemen Kesehatan RI. (2008). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya.
Jakarta: FKM UI.
Ducel, G. et al., 2012. Prevention of hospital-acquired infections, A practical
guide. 2nd edition. World Health Organization. Department of
Communicable disease, Surveillance and Response
Hakim Nasution, Lukmanul. (2012). Infeksi nosokomial. Sumatera Utara.
Hidayat, A.A. 2012. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta :
Salemba Medika.
IFIC. 2011. Frequency and risk factors of surgical site infectionsin general
surgery ward of a tertiary care hospital of Karachi. 2011. Pakistan
Joint Commission International (JCI), (2011) Standar Akreditasi Rumah Sakit :
EnamSasaran Keselamatan Pasien. Edisi ke-4. Jakarta
Kementrian Kesehatan RI. 2018. Profil Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta:
KemenkesRI.http://www.depkes.go.id/ resources/ down load/pusdatin/
profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-tahun-2017.pd di
akses pada tanggal 12 Januari 2020.
59
Lardo, dkk. (2016). Infection Control Risk Assessment (ICRA). Sub-SMF/Divisi
Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Penyakit Dalam, Komite
Pengendalian Infeksi, Sub Instalasi Pelayanan Intensif (ICU). Vol 43.
Polit, D. F., & Hungler, B. P. (2012). Nursing research principle and method.
Eight Edition.
National Health and Medical Research Council (2010). Australian Guidelines
for the Prevention and Control of Infection in Health care, Part A : basic of
infection prevention and Control. Australian goverment. NHMRC-ICG
Project Team, Canberra. Di akses 20 Februari 2020
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka
Cipta.
Novelni, Ringga (2011). Identifikasi dan Uji Resistensi Bakteri Penyebab Infeksi
Nosokomial pada Pasien Rawat Inap Pengguna Kateter pada Bangsal
Saraf RSUP Dr. M. Djamil Padang. Padang : Universitas Andalas.
Riyanto A. (2011) Aplikasi Metodelogi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha
Medika. Hal 27-147.
Riyanto A. (2011) Pengolahan Dan Analisis Data Kesehatan. Yogyakarta: Nuha
Medika. Hal 9-16.
Schubert CR, Cruickshanks KJ,Klein BEK, Klein R, Nondahl DM. (2011).
Olfactory impairment in older adults: 5-year incidence and risk factors.
Laryngoscope 121(4): 873–8.
Sugiyono. (2014) Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung :
Alfabeta.
Sujarweni, V. Wiratna. 2014. Metode Penelitian: Lengkap, Praktis, dan Mudah
Dipahami. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Weston, Debbie . (2013). Fundamentals of Infection Prevention and Control:
Theory and Practice 2nd Edition.Wiley-Blackwell. Hal. 6