TEKNIK SIARAN RADIO
TEKNIK siaran radio hakikatnya adalah “seni berbicara” (art of talking) di
depan mikrofon ruang siaran radio. Disebut juga ”Teknik DJ” (DJ’s
technique) ketika penyiar harus memadukan pemutaran lagu dan
pembicaran dalam sebuah program musik.
Dalam program musik, tugas penyiar adalah mengisi link antarlagu yang
diputar, misalnya dengan obrolan, membacakan SMS, menerima telepon
(ngobrol dengan pendengar), memutarkan iklan, menyampaikan
informasi, dan sebagainya.
Dalam program demikian, penyiar biasanya menggunakan teknik siaran
berupa ”posting your vocal”, yakni seni berbicara (the art of talking) saat
lagu sudah diputar, selama intro lagu, hingga vokal penyanyi terdengar –
mulai bernyanyi.
Ada dua kaidah atau prinsip dasar (basic prinsiple) teknik siaran
radio, yakni ”berbicara dengan seorang pendengar” dan ”senyum”.
1. Talk to One Person. Berbicara kepada seorang pendengar.
Kaidah ini berbunyi: “Bayangkan Anda sedang berbicara pada
’seorang pendengar’ yang sekarang sedang duduk di hadapan
Anda!”
2. Smile! Senyum. Kaidah ini berbunyi: “Senyumlah! Meskipun
Anda tidak bisa melihat orangnya, akan tetapi dari suaranya Anda
akan bisa menduga apakah ia sedang tersenyum atau tidak.
Cobalah membuktikannya dengan teman!
Ada dua teknik siaran radio dan dengan teknik inilah umumnya seorang penyiar bekerja
atau melaksanakan tugasnya, yakni teknik ad libitum (tanpa naskah) dan script reading
(menggunakan naskah).
1. Ad Libitum. Teknik siaran radio dengan cara berbicara santai, enjoy, tanpa beban
atau tanpa tekanan, sesuai dengan seleranya (ad libitum means to speak at pleasure,
as one wishes, as one desires) dan tanpa naskah.
2. Script Reading. Teknik siaran radio dengan mengunakan atau membaca naskah
siaran (script) yang sudah disusunnya sendiri atau dengan bantuan penulis naskah
siaran (script writer).
Ada beberapa tanda yang biasa digunakan dalam teknik script reading dalam
siaran radio yaitu tanda garis miring tunggal, garis miring ganda dan garis miring
tiga. Dan dari tanda itu memiliki arti tersendiri. Tanda garis miring Tunggal (/)
adalah sebagai pengganti tanda koma, garis mirirng ganda (//) sebagai pengganti
tanda titik, dan garis mirirng tiga (///) tanda selesainya acara naskah tersebut.
Selain teknik siaran, ada yang disebut gaya siaran. Gaya siaran radio
pun ada dua macam, yaitu DJ Style dan PT Style.
DJ (Disk Jockey) Style yaitu gaya siaran nge-DJ, hanya memutar lagu
dan berbicara sedikit sekali, misalnya hanya menerima telepon
pendengar, baca SMS, dan menyebutkan judul lagu dan penyanyinya.
Ini gaya siaran request lagu dan umumnya dilakukan oleh penyiar di
radio anak muda.
PT (Personal Touch) Style yaitu gaya siara dengan mengandalkan
wawasan penyiar, memberikan informasi bagi pendengar, selain
memutar lagu. Disebut “Sentuhan Pribadi” karena dalam siarannya
sang penyiar banyak “tebar pesona” dengan wawasannya yang luas
sehingga ia berbagi informasi dengan pendengarnya.
Apa yang harus dilakukan penyiar agar siarannya “mantap” dan sukses? Berikut ini beberapa hal yang perlu kita
ketahui sebelum “on air” atau masuk ke ruang siaran.
1. Songs played. Kita harus tahu, jika perlu cek, daftar lagu yang harus, akan, atau siap diputarkan selama siaran.
Dalam acara request, kita harus tahu ketersediaan lagu yang diminta pendengar.
2. Artists. Cari informasi terbaru, misalnya show atau album baru, menganai artis atau penyanyi yang lagunya kita
putar. Ini penting untuk menambah bobot siaran, informatif!
3. Current Affairs. Kita, penyiar, hendaknya terus mengikuti berita-berita aktual, termasuk event-event dan berita
lokal, nasional, bahkan internasional. Wawasan kita harus tetap up to date. Maka, penyiar wajib rajin baca,
utamanya koran.
4. Prepare in advance. Jangan sepelekan persiapan dan latihan. You need time to practice what you’re going to
say before you go on. Kita perlu waktu untuk melatih apa yang akan kita katakan sebelum siaran, utamanya
latihan baca berita –jika siaran berita— atau menyampaikan adlibs (iklan baca).
5. Latihan sebelum mengudara akan menambah rasa percaya diri, selain meminimalkan kesalahan. Jika kita
baca langsung berita atau info, tanpa latihan dulu, akan terdengar tidak alamiah, it can often sound unnatural!
6. Bicaralah dengan pendengar seakan-akan ngobrol dengan temain baik dan –jika pendengar lebih tua dari
kita— dengan ibu atau kakak kita.
PERSIAPAN SIARAN
1. Sediakan WAKTU LUANG, minimal 15 menit sebelum mengudara sudah ada
di ruang siaran, untuk melakukan persiapan fisik, mental, dan materi siaran.
2. Pastikan diri merasa rileks dan nyaman.
3. Duduk dengan nyaman, tegak, dengan punggung yang tegak pula, dan
jangan membungkuk –karena akan mempengaruhi kualitas suara
diafragma.
4. Pastikan diri sudah menguasai materi siaran –naskah sudah di tangan,
dipelajari isi, dan dibaca dengan suara!
5. Jika perlu, pergilah ke toilet!
6. Pastikan semua kelengkapan siaran berfungsi–pemancar, line telepon, lagu-
lagu atau musik, headphone, spot iklan, dan sebagainya.
FORMAT CLOCK SIARAN
Pengaturan komposisi lagu, iklan, materi
omongan, insert kuis, non kuis, dan
elemen lain, seperti jingle, montage
Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam membuat Format Clock:
1. Dalam 1 jam terdiri dari 4 kuadran. Sementara durasi 1 kuadran adalah 15 menit.
2. Jangan lupa menghitung “durasi setiap materi”, yang terdapat dalam 1 jam siaran.
• Contoh:
• Lagu 3-4 menit.
• Slot yaitu kelompok Spot (iklan) max. 4 menit (terdiri dari 3 iklan sponsor @ 1
menit dan iklan program radio sendiri atau yang lebih dikenal dengan PC (Promo
Calendar) @ 30 – 60 detik).
• Berita RRI 5-10 menit (semenjak reformasi, radio swasta sudah tidak diwajibkan
untuk me-relay berita dari RRI lagi).
• Total waktu 15 menit.
3. Perhatikan juga lagu yang ada dalam 1 jam.
• Jangan lupa untuk memperhatikan:
• Contoh;
• Tempo
• Jenis musik
• Lead
• Warna musik
Komposisikan dalam 1 jam
4. Perhatikan penempatan lagu Indonesia dan Oldies.
5. Jangan lupa buat perhatiin kelompok iklan. Dilarang keras
memasang iklan produk kompetitor, atau produk sejenis di
dalam 1 slot (kelompok iklan).
6. Perhatikan jingle apa yang akan dipasang sebagai bridging lagu-lagu, atau
lagu ke iklan, dan iklan ke lagu.
7. Perhatikan catatang-catatan yang ada dalam order siaran, baik insert, kuis,
maupun berita duka cita.
8. Khusus buat pembacaan berita duka, Dj harus memasang lagu, diikuti oleh
pemasangan beds berita duka, ditutup dengan jingle slow, dan lagu slow.
9. Ingat berita duka bukan bagian dari kelompok iklan.
10.Dj sebaiknya memasang kelompok iklan, setelah pemutaran 2
11.lagu
12.Untuk pembuka siaran, jangan lupa pasang jingle pembuka acara.
13.Diikuti dengan lagu yang hits, Up Tempo, atau Heavy Rotation, misalnya Top 40. Dan
sebaiknya lagu keduapun tetap semangat.
14.Jangan lupa menyiapkan materi kata pembuka siaran yang maksimal, tapi ngga
maksa.
15.Hindari pengucapan “Menemani sampai 2 jam kedepan” atau Penyebutan waktu.
Karena sebenarnya itu Cuma nutupin kekurangan materi kata
16.Buat siaran yang bukan pergantian penyiar (contoh seperti abis berita), tidak perlu lagi
kalimat pembuka siaran, cukup jingle pembuka acara (buat menarik perhatian
kembali).
17.Komposisi lagu New Entry, Oldies dan Indonesia sebaiknya dipasang dengan lagu yang
bertolak belakang juga, supaya terdengar surprise.
18.Jangan pernah membaca adlibs di buntut lagu sebelum iklan, karena hanya akan
terdengar menambah 1 iklan, sebelum kelompok iklan dipasang.
19.Jangan lupa mengatur pemutaran kelompok iklan dan pembacaan informasi baca
dalam setiap kuadran.
20.Dalam membacakan adlibs, usahakan hanya 1 dalam setiap
kuadran.
21.Biasakan antara kelompok iklan dipisahkan paling tidak dengan 2
lagu.
22.Jangan menempatkan kelompok iklan atau membaca informasi
baca atau adlibs di ujung acara. (Listeners Have The Right To Receive
A Good Service).
23.Untuk insert yang disponsori, jangan lupa ditutup dengan closing, dan
jingle lalu lagu. (Untuk sebagian format radio, dilarang merendeng
insert dengan iklan).
24.Jadikan materi siaran, mulai dari jingle, lagu oldies, Indonesia, new
entry, juga kuis, dan insert lainnya, adalah bagian dari kesatuan
acara, bukan tempelan.
25. Setiap kali siaran, wajib menyiapkan materi kata standar:
•Materi Kata awal ..
•Informasi baca
•Informasi cuaca, waktu, dan nama penyiar
•Judul Lagu/ Penyanyi, nama penyiar
•Insert
•Tips
FORMAT CLOCK
Yang perlu di perhatikan dalam
menyusun format clock:
• FLOW PENDENGAR SETIAP 15 MENIT 1. Durasi lagu 3 mnt
2. Kelompok iklan 3 mnt
3. PC 30 - 60 detik.
Lagu-lagu yg di putar dalam 1 jam siaran:
KW4 KW 1
1. Tempo
2. Jenis musik
3. Lead
KW3 KW 2 4. Warna musik
5. Komposisikan untuk1 jam siaran
FORMAT CLOCK
• JUMLAH KELOMPOK IKLAN DALAM 1
JAM SIARAN
1. Dalam 1 jam siaran sebaiknya
ada max 4 slot iklan.
Slot IV Slot 1
2. Setiap slot iklan komposisinya
adalah 3 komersial 1 non
komersial
3. Distribusi iklan di bagi rata
dalam setiap slot dan produk
sejenis tidak berurutan.
Slot III Slot II